Bab III His Wedding Organizer

His Wedding23 copy

 His Weeding Organizer

PrologBab IBab II – Bab III

            “Bagaimana jika aku hamil, Drew?” Aku menatap wanita cantik dihadapanku yang sedang gelisah. “Tenang saja, jika kau hamil. Aku akan bertanggung jawab Cale”

            Kegelisahan diwajahnya seraya menghilang, aku tersenyum sembari menggenggam jemarinya. “Aku.. aku sudah telat seminggu”

            Deg! Jantungku seolah berhenti, genggaman tanganku perlahan terlepas. Bagaimana jika dirinya benar hamil? Aku dan Calista masih terlalu muda, aku sangat tidak siap jika Appa memarahiku. “Drew, apa kau akan tetap bersamaku?”

            Ia menatapku. “Apa kau akan tetap bersamaku ketika aku benar-benar hamil?”

            Aku terdiam.

            Yoona menggigit bibirnya saat melihat terpaku pada kedua malaikat kecilnya, ia kemudian berjongkok dan memeluk keduanya. “Hei sayang, apa yang kalian lakukan disini?”

            Salah satu dari mereka menggenggam tangan Yoona erat, matanya sembab Sehun tahu bahwa anak itu habis menangis. “Jino tadi menjambakku umma

            “Oh, Sayang” Yoona memeluk anak itu erat-erat. Sedangkan gadis kecil disebelahnya mengamati Sehun begitu intens. “Umma, siapa dia?”

            Sehun menoleh pada gadis kecil yang kini menatapnya. Sejenak dia memperhatikan anak itu berambut agak kecoklatan dengan mata yang agak sipit dan bibir mungilnya yang tipis dan kulitnya yang begitu putih, Sehun menyadari anak itu tidak mirip dengan Yoona hanya warna rambutnya yang mirip dengan Yoona. Tapi anak itu mirip… dengannya!

            “Christ, dia rekan kerja umma sayang. Em- dimana aunty Yuri?” Yoona berusaha mengalihkan pembicaraan. Sedetik kemudian Yuri muncul dengan kedua tangannya membawa barang belanjaan. “Oh, Yoona maafkan aku, mereka yang meminta aku men-”

            Ucapan Yuri terhenti saat menyadari seorang pria yang tidak asing baginya. Sehun ikut menatap Yuri yang terpaku. “Kau..”

            “Baiklah, sekarang kalian menunggu umma bersama aunty Yuri di ruangan umma ya” Yuri mendengus kemudian mengangguk, saat melewati Yoona ia menatap adiknya seolah kau-berhutang-penjelasan-padaku-Yoona!. Yoona bergidik ngeri melihat Yuri seperti itu, kemudian menatap Sehun yang masih terpaku pada Yuri dan kedua putrinya. “Kali ini kau tidak bisa berbohong lagi Cale

            Damn! Yoona menelan salivanya perlahan saat Sehun menatapnya. “Mereka anakku?”

            “Mungkin aku tidak perlu menjawabnya” gumam Yoona pasrah. Sehun mengacak rambutnya frustasi. Jadi benar, mereka berpisah saat Yoona sedang hamil, kini sehun melihat buah cinta hubungan mereka. Parahnya mereka kembar, dan memiliki perpaduan yang sempurna antara dirinya dan Yoona. “Dre- ah Sehun-ssi?”

            Yoona agak sedikit khawatir melihat reaksi Sehun, sepertinya pria itu sedikit- tidak -sangat terkejut bahkan mengetahui jika putrinya kembar. “Jika Stephanie kembali, katakan aku ada urusan”

            Yoona mematung saat melihat Sehun berjalan menjauhinya. Brak! Bahkan pria itu membanting pintu dengan kasar. Senyum tipis penuh kepiluan terpeta diwajahnya. Seharusnya dia tahu, mereka tidak akan pernah bisa kembali.

 

His Wedding Organizer

 

 

            “Damn! Ah shit!” Sehun mengumpat kesal. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh. Sehun masih ingat saat melihat kedua putri mungilnya, ia menerka-nerka. Berapa umur mereka? Jika perhitungannya benar berarti kedua putrinya kini berusia 4 tahun. ia menggeleng. Entahlah, kepalanya terasa sangat berdenyut memikirkannya. Lalu menepikan mobilnya dan masuk ke dalam sebuah bar. “Aku ingin soju

            Ia meneguk gelas pertamanya. Kemudian mengambil handphone disakunya lalu menghubungi seseorang. “Hello, Jessica here

            “Noona, kau benar” Sehun mendesah. “Apa maksudmu Hunni-ya?”

            Ia mengusap wajahnya dengan kasar. “Mereka kembar”

            “Oh Shit! Aku akan memotong lidahmu jika kau tidak to the point sekarang juga!” Jessica memekik. Sedetik kemudian Sehun berkata. “Aku akan ke apartemenmu noona

.

.

.

.

            “cepatlah bicara Sehun-ah. Kau membuatku penasaran” sejak setengah jam Sehun tiba di apartemennya, Sehun hanya diam memandang sesuatu yang entah apa itu. Jessica tahu sesuatu pasti terjadi pada adiknya itu. “Seh-”

            “Aku bertemu dengan Calista” ucap Sehun akhirnya. Jessica yang sedang minum sontak tersendak. Ia menatap Sehun dengan tatapan tak percaya. “Calista.. Calista Im maksudmu?”

            Sehun mengangguk lemas. “Cale, saat itu.. aku.. dia.. dia hamil saat itu noona

            “You kidding me?” pekik Jessica (lagi). Sehun hanya bisa mendesah lalu mengangguk. “Mereka sangat cantik”

            “excuse me?”

            “Twins, i’ve two daughters noona” raut muka Jessica memerah. Ia sontak menatap tajam kearah adiknya dan menonjok bahu Sehun dengan kencang. “Damn! Oh Sehun. Bagaimana mungkin.. shit! You are an asshole! Jerk! Argh. Whats happen? Bagaimana bisa?”

            Sehun hanya diam meski Jessica terus memakinya. Ia tahu dirinya memang salah, terlebih setelah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana putri kembarnya yang cantik memeluk Yoona. Jadi, setelah mereka berpisah kehidupan wanita itu tidaklah baik. Wanita itu dengan usia mudanya harus rela menjadi seorang single parent. Terbesit keinginan dalam lubuk hatinya jika ia ingin kedua gadis kecilnya menganggap dirinya adalah Ayahnya. Ayah? Sehun tersenyum sinis. Ayah macam apa yang baru saja tahu jika kekasihnya hamil lalu meninggalkannya? “…Kau pantas mati Sehun-ah. Jika Calista tidak mau melakukannya. Biarkan aku”

            “Noona,” Sehun memandang Jessica dengan tatapan memelas membuat wanita itu gusar. Oh, Jessica bukanlah salah satu dari sekian wanita yang terpesona oleh Sehun. Selain ia adalah kakak kandung pria itu. Menurutnya aegyo Sehun sangatlah terlihat menjijikan. Dan ia sangat membenci itu. “Aku ingin bertemu dengannya”

            Jessica mendongak saat melihat adiknya tidak bereaksi. “Aku ingin bertemu dengan keponakanku

 

His Wedding Organizer

 

 

            “Jelaskan padaku Yoona, itu tadi Drew kan?” Yoona menghela nafas kesal. Sejak kejadian tadi, Yuri terus saja menanyakan hal yang sama padanya. Dan Yoona tahu, kakaknya tidak akan berhenti sampai ia menemukan jawaban dari Yoona. “Yoona?”

            “Dia Oh Sehun unnie” ralat Yoona. Menurut Yoona, Drew sudah tidak ada. Kini pria yang dulu sangat berharga baginya bukan lagi Drew. Melainkan Oh Sehun.

            “Drew atau Sehun atau siapalah itu, mereka adalah orang yang sama bukan?” ucap Yuri enteng. Yoona tersenyum tipis, ia mengingat reaksi pria itu soal Christ dan Calista. Dan seperti dugaannya, Sehun pasti akan lari lagi. Setelah itu Sehun tidak akan pernah ada dalam dunianya lagi. “Unnie, sudahlah..”

            Yuri menatap Yoona intens, ia tahu Yoona juga sama terkejutnya dengan dirinya. Terlebih Drew- ah Sehun yang tadi ada dihadapan Yoona muncul sebagai calon suami kliennya, Yoona lebih rapuh dari sebelumnya. Dan wanita itu masih tetap sama, bersandiwara seolah dirinya baik-baik saja. Ia menarik Yoona kedalam pelukannya. “Jika kau ingin kita pergi lagi, aku siap Yoona, aku akan menemanimu dimanapun kau inginkan. Bersama dengan Christ dan Cale”

            Yoona masih tersenyum tipis membalas pelukan Yuri. “Kita.. tidak akan lari lagi unnie

 

His Wedding Organizer

 

 

            Pria bermarga Kim itu melajukan mobilnya menembus wilayah perumahan di Kota Seoul, setengah jam kemudian ia menepikan mobilnya di depan rumah bernomor 15. Ia tersenyum manis melangkah menuju pintu dan mengetuknya. Tanpa menunggu lama seorang gadis kecil membukakan pintu dan berlari memeluknya. “Appa..”

            Ia tersenyum manis lalu berjongkok dan membalas pelukan gadis itu. “Hai, Calista. Bagaimana kabarmu sayang?”

            “Siapa sayang?” itu Yoona berteriak dari dapur. Kim meletakkan jari telunjuknya didepan mulut, menyuruh gadis kecilnya diam. Gadis yang sangat mirip dengan Yoona itu tersenyum kecil lalu mengangguk. Ia melangkah mendekati Yoona yang sedang membelakanginya dan memeluk tubuh wanita itu dari belakang. “Ah-”

            “Hem, aku selalu menyukai aroma-mu Yoong” Yoona mendesah kesal dan memukul lengan Kim, pria itu meringis lalu melepaskan pelukannya. “Apa yang kau lakukan? Ish”

            Kim tertawa melihat tingkah Yoona dan mengacak rambut wanita itu, Yoona menggembungkan pipinya. “Kau ini, aku melarangmu bersikap seperti itu selain dihadapanku mengerti?”

            “Hei-” pekik Yoona tak terima. Apa-apaan dengan sahabatnya itu.

            “Karna mereka tidak akan percaya jika kau sudah memiliki dua orang putri Yoona-ya

            Raut muka Yoona berubah muram, ia kembali mengingat saat bertemu dengan Sehun. Saat ia harus menerima kenyataan bahwa Sehun adalah calon suami dari seorang model Stephanie Hwang, ia tidak ada apa-apanya jika harus dibandingkan dengan model itu. Bayangan saat Sehun melihat putri kembarnya. Ia menggeleng, jangan mengingatnya lagi Yoona. Jangan!

          “Umma, Appa..”

            Mereka menoleh pada Christ yang memeluk bantal kokoru dengan erat, rambutnya terlihat berantakan. Yoona melangkah maju lebih dulu dan menghampiri putrinya.

            “Ada apa sayang?” tanya Yoona. Christine memandang Yoona dan Kim bergantian. Kemudian memeluk Yoona erat lalu menangis. Christine adalah putri pertamanya, walau jeda mereka hanya sekitar 5 menit. Christine berbeda dengan Calista, gadis kecil itu terlihat lebih dingin dan lebih dewasa dibandingkan dengan Calista yang sensitif. Dan jika Christ sudah bersikap seperti ini, Yoona tahu ada yang tidak beres dengannya. “Aku..ingin bertemu Appa

            Yoona tersenyum tipis, Kim melihat itu melangkah mendekati mereka –Yoona & Christine- lalu memeluk mereka. Kim adalah pria yang sejak awal mendampingi Yoona. Ia ingat betul bagaimana dulu mereka bertemu saat Yoona berjalan seperti wanita yang kehilangan akal sehat menembus cuaca dingin Seoul malam hari.

            Setelah meeting seharian tadi, aku memutuskan untuk mencari angin sebentar. Ku kemudikan mobilku menyusuri jalanan Seoul yang terlihat senggang. Saat aku memperhatikan beberapa muda-mudi yang masih berada di sisi jalan bercengkrama, pandanganku terhenti pada seorang wanita yang berjalan seorang diri dengan pakaian yang begitu tipis. Ah- pasti itu orang tidak waras. Pikirku.

            Namun saat mendengar ada yang berteriak menggodanya ku tepikan mobilku dan segera turun mendekatinya. “Hei cantik, ayo temani aku malam ini”

            Kedua tanganku terkepal, kemudian aku melayangkan tinjuku pada sosok bertubuh gempal. Ia mendesis kesal berusaha membalasnya namun aku menghindar. Salah satu dari mereka mendekati wanita itu namun aku menarik pergelangan tangannya lebih dulu sehingga ia berdiri dibelakangku kini. “Apa masalahmu Tuan?”

            “Dia istriku, jadi jangan pernah kalian menyentuhnya!” desisku. Mereka terdiam, salah satu dari 3 preman itu menarik kedua temannya untuk berhenti dan meninggalkan kami berdua. Aku berbalik menatap wanita itu, ia cantik. Tapi mengapa bisa ia berkeliaran sendirian diwaktu seperti ini. “Hey Nona, apa kau gila?”

            Dia hanya diam, nafasnya tak beraturan namun wajahnya semakin memucat. Bibirnya mulai bergetar, aku berinisiatif melepaskan hoddieku dan menyampirkan dibahunya. “Aku akan mengantarmu pulang, dimana rumahmu?”

            Ia tetap diam, aku menariknya masuk ke dalam mobilku. “turunkan aku di ujung sana”

            Aku meliriknya lalu mengangguk. Tidak sampai setengah jam ku hentikan mobilku di ujung jalan yang dia katakan tadi. Ia membuka pintu mobil saat aku bernar-benar mematikan mesin mobil. Sebelum itu ia melepaskan hoddie milikku, aku menahan lengannya. “Siapa namamu?”

            Senyum tipis dibalik wajah pucatnya terpeta. Matanya menyiratkan seolah ia adalah manusia yang paling tersakiti, dan ia merasa seolah begitu. “Im Yoona.”

            “Aku Jongin, Kim Jongin” kami sama-sama tersenyum, dan perlahan ia melepaskan genggaman tanganku. Senyum masih terpeta diwajahnya, aku tahu mungkin orang berpikir aku gila. Tapi sejak saat itu aku berjanji di dalam hatiku bahwa Aku, Kim Jongin akan selalu menjaga Im Yoona.

 

His Wedding Organizer

 

 

            Sehun terbangun saat merasakan handphonenya bergetar Stephanie callings. Meski masih mengantu ia mengangkat telfon itu. “Hallo”

           “Kenapa kau meninggalkan aku kemarin Sehun-ah!” ia mengusap telinganya saat pekikan wanita itu menyeruak keluar. “Maafkan aku Steph, Appa memintaku kembali ke Kantor karna ada meeting mendadak”

            “Oh benarkah? Maafkan aku sayang. Aku pasti membuat ayah mertua marah”

            Sehun tersenyum tipis, ayah mertua? Bagaimana caranya mengatakan pada wanita itu kini ia telah menjadi seorang ayah? Mengatakan pada keluarga besarnya jika ia telah membuat sebuah masalah yang tidak bisa dihapus begitu saja. Ia menyadari dirinya sangat bodoh dulu, membiarkan Yoona pergi dari sisinya, membiarkan wanitanya menanggung beban seberat itu sendirian.

            Dulu, ia memang dikenal sebagai casanova di London, hingga ia bertemu dengan Yoona membuatnya ingin memiliki wanita itu. Ia ingat bagaimana dulu Yoona yang hanya tersenyum padanya mampu meluluhlantakan perasaannya.

            Aku melambaikan tangan pada Irene teman sekelasku. Ia mengajakku bertemu dengan temannya yang juga berasal dari Korea seperti kami. Aku melihat wanita yang membelakangiku, dengan rambut dark brown ikalnya aku penasaran bagaimana rupa wanita itu. Terlihat ia masih asik mengobrol dengan Irene. “Hai,”

            Irene tersenyum lalu menepuk pundakku, sedangkan wanita yang sejak tadi membelakangiku berbalik dan memandangku. Kami saling berpandangan beberapa menit, iris matanya seolah mengunci tatapanku. “Cale, kenalkan ini Drew Oh. Dia berasal dari Korea seperti kita”

            “Calista Im” kami berjabat tangan dan detik berikutnya aku seperti terkena aliran listrik yang membuat darahku berdesir, kulitnya yang lembut begitu membuat tubuhku melayang.

            Yoona adalah candu bagi Sehun, meski mereka baru bertemu beberapa kali setelah berpisah tapi dirinya tidak menampik bahwa desiran itu masih ada. Dan jauh didalam hatinya ia ingin memiliki wanita itu lagi.

 

His Wedding Organizer

 

 

            “Sudah kukatakan Yoona, aku ingin disini menemanimu” ucap Jongin. Yoona tidak mengerti mengapa pria itu bersikeras menemaninya. Yoona bahkan tidak menceritakan kejadian kemarin padanya, ia tidak ingin Jongin tahu. “Kim Jongin, aku ada meeting hari ini. Mengertilah, kenapa kau suka sekali membuat kepalaku pusing sih?”

            Jongin tertawa, Yoona-nya memang berbeda seperti saat mereka bertemu. Dan dirinya sangat beruntung menjadi satu-satunya pria yang berada disisinya, menyaksikan wanita itu pulih dan kembali bangkit. Ia mengacak puncak kepala wanita itu dan memeluknya erat. “Semoga harimu menyenangkan”

            Biarlah seperti ini, Jongin mengangguk sambil memeluk Yoona lebih erat lagi. Yoona tersenyum dan membalas pelukan Jongin, ia tidak mengerti mengapa pelukan Jongin sangat menenangkan dan membuatnya nyaman. Jadi menurut Yoona ada 2 orang yang pelukannya sangat menenangkan baginya, Jongin dan.. pria itu.

            Yoona melambaikan tangannya pada Jongin, pria itu akhirnya memilih untuk kembali ke Kantornya. Jongin bahkan lupa jika ada pertemuan dengan klien barunya hari ini. Kemudian mobil berwarna putih itu melaju dengan cepat meninggalkan butik Yoona. Soo Young menggeleng melihat tingkah Yoona, ia bahkan masih penasaran dengan kejadian kemarin. tapi ia enggan menanyakannya pada Yoona. Wanita itu sangat berharga baginya, ia menyayangi Yoona seperti adiknya sendiri. Dan ia juga ingin menjaga Yoona sama dengan yang dilakukan Yuri dan Jongin.

 

His Wedding Organizer

 

 

            Duduk di pojok ruangan sebuah Cafe mewah, Stephanie menyembunyikan wajahnya di meja. Sejak setengah jam Sehun memutuskan sambungan telfonnya tanpa sebab itu membuatnya gusar. Ia mengerti Sehun memang selalu bersikap seperti itu padanya, bahkan sejak pertama kali mereka dipertemukan oleh keluarga mereka.

            “Oh Sehun” aku tersenyum memandang pria bertubuh jangkung dengan wajah dinginnya menjabat tanganku singkat. Aku sungguh beruntung pada Appa yang mengenalkannya padaku. Appa bilang Sehun adalah anak dari rekan bisnisnya, dan Sehun juga menjabat sebagai Direktur Utama di Oh Coorporation.

            “Sehun-ssi, Fanny ini adalah putriku satu-satunya. Dia adalah seorang model terkenal. Kau pasti sudah melihat wajahnya di mana-mana” aku semakin melebarkan senyumku mendengar penjelasan Appa. Kami makan malam dengan waktu yang cukup singkat karna Sehun harus kembali ke kantor karna ada deadline, namun aku tahu sejak saat itu aku tidak bisa dengan mudahnya menghapus dari ingatanku.

            Appa dan Appa-nya Sehun berniat menjodohkan kami, bukan menjodohkan sih. Mereka memberikan keputusan sepenuhnya pada kami. Kalian tahu pasti jawabanku bukan? Aku akan dengan mudah mengangguk dan menjawab iya tapi Sehun? Aku khawatir dengan keputusannya. Tapi seminggu setelah pertemuan kami, Appa mengabarkan padaku bahwa Sehun bersedia menjalin hubungan denganku. Aku sangat menyukai keputusannya.

            “Ada apa lagi denganmu Fanny-ah?” itu Irene, wanita berambut pirang yang tak lain adalah sahabat Sehun memandang Stephanie bingung. Irene tahu jika Stephanie menghubunginya pasti ada yang tidak beres dengannya. Sebenarnya, Irene tidak lagi ingin berhubungan apapun tentang Sehun sejak pria itu tega meninggalkan Yoona temannya.

            “Sehun, ia memutuskan telfonku begitu saja. dan sejak aku mengajaknya ke butik untuk fitting baju kemarin sikapnya semakin dingin. Ia seolah..” Stephanie memandang Irene dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Irene mengelus pundak Stephanie, dirinya tahu bahwa Sehun belum sepenuhnya membuka hati untuk model cantik itu. Dibanding dengan Stephanie, Irene lebih menyukai Sehun dengan Yoona.

            Yoona adalah wanita impian para lelaki, tak heran jika Sehun sangat menjaga wanita itu dengan sebaik mungkin. Tapi Irene tak habis pikir saat Sehun dengan teganya meninggalkan Yoona saat wanita itu sedang mengandung anak dari Sehun. Ah, bicara tentang Yoona, Irene merasa dirinya tiba-tiba merindukan temannya itu. “..Aku harus bagaimana Irene-ah? Sikapnya membuatku kadang berpikir lebih baik aku menghentikannya. Tapi aku tau, aku tidak bisa hidup jika tanpanya”

            “Kalau begitu, jika itu menyakitimu hentikanlah Fanny-ah”

            Stephanie menggeleng, “Aku tidak bisa”

            Irene menghela nafas kesal, ingin ia berteriak pada wanita itu bahwa perjuangannya mendapatkan Sehun akan sia-sia. Karna pria itu masih mencintai Yoona sepertinya.

 

His Wedding Organizer

 

 

            Sehun memandang secarik kertas yang berisikan sederet angka, ia menghembuskan nafas kemudian menekan tombol angka sesuai dengan yang tertulis pada kertasnya. Ia mendekatkan handphone ke telinganya, tidak menunggu lama telfonnya di angkat.

            “Hallo?” Sehun merasakan kakinya lemas saat mendengar suara wanita itu. Meski pertemuan mereka sudah beberapa kali nyatanya Sehun sangat merindukan suara yang menurutnya sangat.. seksi itu. “Hallo?”

            “Cale..” gumamnya.

.

.

.

            Yoona sedang berbicara dengan beberapa staff-nya soal pernikahan Stephanie dengan Sehun- ia memejamkan mata setiap kali nama Sehun terdengar. Agaknya dia harus mulai terbiasa dengan nama itu. Bayangannya kembali pada raut wajah pria itu yang shock saat mengetahui mereka memiliki anak, parahnya lagi anak mereka kembar. Rasa khawatir mulai menyeruak dalam hatinya, bagaimana jika Sehun meminta hak asuh atas anak-anaknya? Bagaimana jika Sehun ingin membawa Christine dan Calista pergi dari sisinya. Ia menggeleng, mungkin setelah ini ia harus menemui Han Ahjussi, dan meminta penjelasan soal hak asuh anak.

            “..Jadi, biarkan Lay dan Chen yang menyiapkan dekorasinya lalu kita yang mendesain gaun mereka. Aku betulkan Yoona?” tanya Soo Young pada wanita itu. Soo Young, Lay dan Chen yang berada di ruangan itu sontak menoleh pada Yoona yang tidak memberikan respon apapun. “Yoona?”

            “Ah ya? Jadi bagaimana kesimpulannya?” tanya Yoona.

            Soo Young menghela nafas, ia pasti sedang banyak pikiran. Pikirnya. “Jadi semua dekorasi akan kita serahkan pada Lay dan Chen biarkan mereka yang memikirkan bagaimana caranya. Dan kita akan mendesai gaunnya. Benarkan?”

            Yoona mengangguk. “Baiklah, tapi minta bantuan saja pada teman-temanmu Lay kurasa Model yang satu in-”

            Ucapan Yoona terhenti saat handphonenya berdering, ia mengacungkan jarinya untuk meminta jeda sejenak kemudian merogoh sakunya. Sebuah nomor yang tidak dikenal menghubunginya, sebenarnya ia tidak ingin mengangkatnya karna tahu pasti hanyalah orang iseng. Tapi sedetik kemudian dia mengangkatnya takut jika itu penting. “Hallo?”

            Ada jeda sejenak dalam sambungan telfonnya, Yoona bahkan bisa mendengar desahan nafas dari ujung sambungannya namun tidak ada jawaban dari sang penelpon. Ia ingin memutuskan sambungannya tapi takut jika penelpon itu tidak mendengar suaranya.

            “Hallo?” ulangnya.

            “Cale” gumam sang penelpon. Yoona mematung, ia tidak perlu bertanya siapa penelpon itu karna hanya pria itu yang memanggilnya seperti itu. Hanya Drew, atau yang kini menjadi Oh Sehun yang memanggilnya seperti itu. “Calista, apa kau mendengarku?”

            “Dari mana kau tahu nomorku?” desis Yoona. Soo Young dan yang lainnya menoleh menatap Yoona, raut wajah wanita itu kini menjadi muram dan tatapan matanya kosong. Soo Young kini tahu jika ada yang tidak beres dengan Yoona. “Setelah beberapa kali bertemu kau masih tidak berubah Calista. Hanya saja kini kau lebih terlihat eer.. seksi”

            Yoona ingin sekali menampar mulut pria itu. Ia menggeram kesal. “And you still been aa asshole Dre- Sehun-ssi

            Yoona melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan itu, ia mendengar Sehun tertawa ringan. “Kau selalu saja bisa membuatku tertawa Calista”

            Ia mendengus kesal. “Kau salah jika mengira aku sedang memujimu, aku sedang menghinamu Oh Sehun”

            Kemudian mereka sama-sama tertawa dan Sehun sadar dia merindukan suara tawa Yoona yang begitu khas, tawanya yang lebar jelas saja wanita itu mendapat julukan aligator laugh. Kemudian tawa mereka saling berhenti, hanya deru nafas mereka yang saling terdengar. “God, I miss you Cale

            Yoona menggigit bibir bawahnya I miss you to Drew, “Cale, kau masih disana?”

            “Maafkan aku, aku harus pergi” Yoona memutuskan sambungan telfonnya, kemudian wanita itu berlari keluar dari butiknya. Yoona tahu masih ada yang salah dalam dirinya, pria itu masih bisa membuat dunianya kembali jungkir balik.

            Ia mendudukan dirinya di bangku taman seberang butiknya, kemudian ia mencabut baterai handphonennya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, apa yang harus ia lakukan? Bagaimana jika Sehun benar-benar akan membawa Christine dan Calista pergi dari sisinya?

 

His Wedding Organizer

 

 

            Sehun beberapa kali menekan nomor panggilan keluarnya namun yang didapat hanya pesan mailbox. Sehun tahu Yoona akan melakukan hal ini, wanita-nya adalah seorang yang sangat pemalu dan tertutup. Tapi ia tidak akan segan-segan mengeluarkan durinya untuk melindungi dirinya dari serangan-serangan musuhnya. Tok, Tok

            “Ya, masuk” gumamnya. Pintu ruangannya terbuka menampilkan seorang pria yang sepertinya adalah staffnya. Sehun berdehem, “Ada apa?”

            “Perwakilan dari Kim Group sudah tiba. Mereka menunggu anda di ruang meeting” jelas staffnya. Sehun mengangguk kemudian mengambil beberapa berkas dan berjalan mendahului staffnya.

.

.

.

            Jongin memutar bolpointnya, setidaknya ia sudah menunggu hampir 15 menit untuk menunggu Direktur Utama dari Oh Coorporation. Sebagai penjelasan, Kim diutus oleh ayahnya untuk mewakili beliau melakukan penandatanganan Kontrak dengan salah satu perusahaan besar di Korea, dirinya semakin antusias saat mengetahui Direktur Utama Coorporation ini masih sangatlah muda bahkan mungkin berusia sepantar dengannya.

            “Selamat Siang..” Jongin berdiri saat melihat pria bertubuh jangkung dan berkulit putih berdiri di sebrangnya, mereka saling menjabat kemudian Jongin tersenyum. “Kau pasti perwakilan dari Kim Group, dimana Tuan Kim?”

            “Tuan Kim sedang ada urusan di luar. Sebagai gantinya beliau mengutusku untuk bertemu dengan mu Tuan Oh Sehun” Sehun- pria itu mengangguk kemudian mulai membuka map yang sudah dipersiapkan asistennya sejak kemarin. “Langsung saja, jadi Kim Group dan Oh Coorporation akan bekerja sama dalam rangka meningkatkan investasi saham pembangunan Mall baru di Seoul ini. Benar bukan?”

            Jongin mengangguk kaku, seakan tahu Sehun tersenyum tipis. “rileks saja Jongin-ssi. Bukankah kita seumuran?”

            Jongin kembali mengangguk. Keduanya saling melempar senyuman.

 

His Wedding Organizer

 

            Yoona kembali menghidupkan handphonenya yang sejak kemarin ia matikan. Tidak berapa lama handphonenya kembali bergetar dengan beberapa notifikasi yang hampir sebagian berasal dari pria itu. Ia membuka beberapa pesan dari pria itu.

            Yoona, kau adalah pecundang jika memilih menghindar dariku.

           

            Yoona, hidupkan handphonemu!!!!.

 

            Yoona, aku ingin bertemu denganmu temui aku di Cafe yang tak jauh dari butikmu. Aku akan menunggumu jam 7 malam.

 

            Aku ingin bertemu denganmu baik-baik Yoona, jika cara ini tidak bisa kulalui jangan salahkan aku akan berbuat cara yang lebih ekstrem!

 

            Yoona menutup pesan itu, dirinya seketika merinding saat membaca pesan ancaman dari Sehun. Yoona kenal bagaimana watak Sehun sejak mereka di London, Sehun adalah casanova di kampusnya dan ia harusnya tidak pernah bertemu dengan pria itu jika bukan karna.. Irene. Oh, sungguh Yoona sangat merindukan temannya itu. Bagaimana kabarnya? Sedikit perasaan bersalah menyeruak didalam hatinya, dulu ia memilih memutuskan kontak dengan siapapun di London termasuk Irene.

.

.

.

.

            “Argh!” geram Sehun, ia tahu wanita itu sudah menghidupkan kembali handphonenya tapi sejak tadi tidak ada tanda-tanda jika wanita itu akan merespon permintaannya. Sehun harusnya sadar, jika dirinya adalah tentara yang sedang berjuang, Yoona adalah sederet rintangan yang harus dilaluinya agar ia menjadi tentara sejati. “What’s wrong with you?”

            Jessica yang sedang berjalan menuju ruangan Kris suaminya sontak segera berlari ke ruangan Sehun saat mendengar adiknya berteriak. Sehun memandang Jessica sendu, sedangkan Jessica lupa jika ia masih marah besar terhadap Sehun dan perbuatan masa lalunya. “Noona..”

            Uh, luluh sudah pertahanan Jessica saat mendengar gumaman penuh luka keluar dari bibir mungil Sehun. Wanita itu sontak mendekat kearahnya dan menarik pria itu ke dalam pelukannya. Sehun menenggelamkan wajahnya dibahu kakak-nya itu, ia sendiri menyadari jika sedang bersama dengan Jessica ia merasa sangat nyaman. Dan Sehun bisa dengan bebas mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya.

            Jessica mengeratkan pelukannya saat merasakan tubuh Sehun bergetar, adiknya menangis dan itu membuat hatinya seperti tersayat. Jessica tahu Sehun masih sangat shock dengan yang terjadi saat ini, harusnya ia tidak berhak marah pada Sehun. Harusnya ia mendukung adiknya itu. “Noona..”

            “Sshh- Im here Sehunnie” gumam Jessica sambil mengelus bahu Sehun.

            “I still love her, noona” suara seraknya membuat Jessica semakin perih, ia hanya bisa mengeratkan pelukannya dan bergumam. “I know”

 

Cut!

Hai, sebelumnya makasih banyak buat respon kalian untuk cerita yang absurd ini. seperti yang kalian minta buat update cepet dan seperti yang kalian tebak siapa Kim itu hehe.. sebenernya aku masih rada bimbang karna cast namja yang aku pilih ada 3 selain Jongin, masih ada Woobin dan Young Kwang. dan setelah aku rapat satu-hari-satu-malem. (padahal mah argumentasi sendiri) aku beberapa kali ganti Cast Kim antara 3 cowok ganteng itu. dan akhirnya tadaaa, aku kasih cowo yang paling banyak ditebak aja deh sama kalian biar kalian seneng hihi. itung2 bagi kebahagiaan biar aku dapet pahala xixi😀

See Ya!

110 thoughts on “Bab III His Wedding Organizer

  1. Eonni T_T
    udh nunggu lama chapter 4 nya..
    knp blom muncul jg eonn😥
    aku udh coment di teaser, sama part 1,2 sama chapter ini sebelummnya

  2. Sehun tega bangettt, dia ninggalin Yoona yang lagi hamil sendirian. Dan untungnya Yoona ketemu sama Kai. Apa yang bakal dilakuin Sehun selanjutnya? Semoga aja gak ngambil anaknya dari Yoona. Di tunggu kelanjutannya ^.^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s