[Freelance] Mianhae (Chapter 1)

zii21

MIANHAE

Cast : Im Yoon Ah, Oh Se Hun, and Other

Genre : Mystery, Fantasy, Sad, Romance

Length: Chaptered

Author : Zii21

Big Thanks for leesinhyo @Yoongexo

 

.

                                              

-Seharusnya yang ada disitu itu aku bukan kau, kau jahat mengambil semuanya dariku. Bahkan kau tidak memberi setitik kebahagiaanmu padaku, cihh menjijikan-

 

Air bening hangat mulai mengalir dari mata gadis itu. Tangannya memegang erat speri yang digunakan dikasurnya. Tubuhnya terus mengejang dan keringat dingin terus mengalir dari tubuhnya.

“maafkan aku, tolong maafkan aku” Mulutnya tak henti mengucapkan maaf, gadis itu menangis dalam mimpinya, mimpi buruk yang terus menghantuinya sampai sejauh ini.

Perlahan dibuka kelopak matanya, retinanya menyesuaikan dengan cahaya matahari yang masuk ke sela sela kamarnya. Gadis itu masih terdiam diatas ranjangnya, air matanya mulai keluar, bibirnya terisak, dadanya sesak. Kenapa mimpi itu terus mengahantuinya seolah dia manusia bejad yang benar benar melakukan kejahatan.

…………..

Gadis itu yoona dengan kulitnya yang putih dan wajah yang hampir sempurna mulai melangkahkan kakinya menapak gedung baru yang akan menjadi sekolah barunya.

“im yoon ah imnida. Bangapseumnida” badannya sedikit membungkuk memberi salam.

 

-Kau cantik, kau sempurna, banyak yang menyukaimu, banyak yang peduli padamu. Sedangkan aku ?-

Kakinya melangkah mencari bangku kosong yang akan dijadikan tempat duduknya, matanya memandang seluruh kelas dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya, sangat manis. Ia duduk dibangku tengah, disebelah kanannya ada lelaki berkulit putih pucat, wajahnya agak datar, earphone menempel ditelinga kirinya dan satunya tergantung bebas tidak digunakan untuk telinga satunya. Disebelah kirinya terdapat wanita rambut hitam legam dan panjang, wanita itu tidak meliriknya atau apapun dia sepertinya wanita yang terlalu focus pada saem didepan.

Mata indah yoona menatap sekitar mulai dari pojok ruangan sampai ujung ruangan sampai matanya bertemu dengan mata lelaki yang duduk disebelahnya. Yoona sedikit membungkuk dan tersenyum.

“Oh Sehun, salam kenal” ucap sehun dengan senyuman terbaiknya menyapa gadis cantik yang duduk disampingnya.

Yoona tersenyum semakin lebar, masih ada yang mau menyapa dirinya diruangan ini. Berarti lelaki disampingnya tidak sedater wajahnya setidaknya dia sedkit hangat untuk berkenalan.

…………..

Tangannya memilih dress baju di lemari besarnya, mencocokan satu satu dan melihatnya didepan kaca, pilihan terakhirnya dress dengan warna soft yang terkesan simple. Ya yoona menyukai segala hal yang simple dan tidak rumit untuk sekedar berkencan dengan lelaki barunya.

Yoona, gadis itu cepat bosan dengan pasangannya, bahkan laki laki yang menyandang sebagai kekasihnya tidak lebih dari tiga bulan. Dia tidak terlalu perduli dengan cinta, mencari kebahagiaan yang belum ia dapatkan.

“siapa lelaki barumu kali ini yoong?”Tanya gadis yang berdiri didepan pintu kamarnya, dia tau yoona tipe wanita yang suka berganti pasangan.

“KAI, lelaki itu keren bukan?” jawab yoona dengan senyuman manisnya.

Jessica memutar bola matanya kesal, Im Yoon Ah sahabatnya sungguh gadis yang luar biasa “ohh ayolah yoong, sampai kapan kau akan berganti pasangan terus-terusan. Mencobalah setia yoong, itu akan menyenangkan”ucap Jessica yang masuk dan membaringkan tubuhnya di kasur yoona,

“ayolah, Jessie. Aku sudah berusaha setia, tapi lelaki yang kukencani semua membosankan. Apa kau tidak bosan dengan Kris selama 3tahun jess?” Tanya yoona yang duduk disamping Jessica.

“tentu saja tidak, aku mencintainya”

Yoona hanya mendengkus pelan mendengar jawaban dari mulut sahabatnya, Jessica. Kau tahu jika kau membahas cinta Jessica dan Kris itu tidak akan berhenti satu jam dua jam, Jessica akan terus bercerita tentang Kris mulai dari memberi bunga mawar setiap pagi atau mengajaknya makan dengan suasana romantic, padahal cerita itu sudah sering keluar masuk ditelinga yoona.

Yoona berdiri mengganti pakaian dengan dress yang ia ambil dari lemari pakaiannya. Lalu duduk untuk memoles sedikit wajahnya agar lebih cantik, ya walaupun yoona sudah cantik tapi bukankah wanita akan merapikan segala gaya nya didepan wanita yang akan dikencaninya?

…………..

“ahh, aku punya kabar baik. Kau tau ada murid baru yang benar benar mirip denganmu, deer. Apakah dia saudara kembarmu?” ucap sehun pada sahabatnya yang tengah duduk di rerumputan.

Gadis yang dipanggil deer hanya diam, mukanya langsung berubah, kepalanya sedikit tertunduk melihat sepatu yang ia kenakan. Bibirnya bergumam kata demi kata makian untuk gadis yang sahabatnya ceritakan.

“Namanya im yoon ah.. Dia benar benar mirip denganmu. Hanya saja dia.. tidak menguncir rambutnya seperti kau, emm deer, cobalah untuk melepaskan kunciran duamu mungkin kau dengan Im Yoon Ah akan sama. Seperti orang berkaca hahahaa mungkin aku tidak dapat membedakan kalian berdua”

Sehun sudah bersahabat dengan gadis cantik ini sejak berumur 7tahun. Gadis yang selalu menguncir rambut bergelombangnya menjadi dua, dan sahabatnya menyukai warna putih, bahkan bajunya selalu ada warna putihnya. Tapi gadis ini mempunyai rahasia besar, mereka sudah bersahabat lama percayalah, gadis ini tidak pernah memberikan identitasnya bahkan nama sekalipun, dan akhirnya sehun memanggilnya deer. Karna dia seperti rusa yang terkadang manis dan periang tapi juga terkadang menyeramkan seperti mempunyai tanduk yang siap menerjang siapapun didepannya.

Sehun terus bercerita tentang yoona yang membuat hati gadis ini sedikit sakit mendengarnya. Sungguh ada banyak ribuan kata yang lebih baik ia dengar daripada nama Im Yoon Ah. Cukup gadis itu muak sungguh, dia membenci yoona, tapi apa? Oh sehun sahabat baiknya malah bercerita hal yang buruk untuk ia dengarkan.

“cukup sehun, aku membencinya” sela gadis itu ditengah cerita manis sehun.

“kau kenapa, deer? Kau membenci saudara kembarmu sendiri?”Tanya sehun, ini tidak mungkin di dalam film pun yang bernama saudara kembar selalu bahagia dengan kembarannya dan selalu berbagi untuk masalah apapun.

“deer? Kau ada masalah dengannya? Kau bisa ceritakan padaku. Kau sahabatku, dan aku sahabatmu, deer”ucap sehun lagi, matanya melihat mata gadis itu yang sedikit berkaca kaca. Untuk pertama kalinya sehun melihat sahabatnya seperti ini, sungguh dia bingung apa yang harus dilakukannya. Memeluknya seperti di drama yang sering ibunya tonton atau sebuah tepukan pelan dan usapan di kepalanya?

“deer, ceritakan masalahmu padaku sekali ini saja. Kumohon agar aku memahamimu sekali ini deer”

Lelaki itu agak mendekat kearah sahabatnya yang tertunduk, ia ingin memeluknya untuk menenangkan emosinya, sehun menyayangi sahabatnya. Dia hanya punya gadis ini untuk bercerita tentang kehidupannya, hanya dia.

“cukup. Kau tidak mengenalku sehun. Kau hanya orang beruntung yang bisa melihatku dan berteman denganku sejak kita kecil. Jangan campuri urusanku, sekecil apapun itu. Berhentilah bertanya !”ucap gadis itu dan tangannya mengusap pipinya yang sedikit basah karna air mata yang mengalir.

Sungguh bukan itu yang seharusnya gadis itu ucapkan, dia hanya sakit hati ketika sahabatnya ikut terjerumus kedalam pesona yoona, hanya itu. Gadis itu terlalu berambisi untuk mengajak yoona ikut menjadi seperti dirinya, dan melanjutkan hidupnya dengan nyaman, cukup itu saja. Dan untuk lelaki ini, dia mencintainya, tapi dia juga akan tau diri siapa dia untuk menyandang sebagai kekasih sahabatnya.

Gadis itu melangkah pergi menjauhi sehun yang masih bingung dengan tingkahnya. Ini pertama kalinya sahabatnya menangis, pertama kali gadis ini bersifat aneh, dan pertama kalinya sehun tau sahabatnya mempunyai saudara kembar. Sehun tidak berusaha mengejar yoona atau apapun, dia hanya diam melihat punggung gadis itu menjauhi pandangannya.

 

-Tuhan, bisakah engkau tidak memberikan seluruh orang yang ku cintai padanya. Aku muak sungguh! Im Yoon Ah telah mengambil semua kebahagiaanku-

 

…………..

“Eomma, bogoshipo”

Suara melengking dari gadis cantik itu langsung berlari memeluk wanita paruh baya yang sedang asik dengan alat masaknya. Wanita paruh baya yang dipanggil eomma hanya menggelengkan kepalanya mendapat pelukan dari belakang dari anak gadisnya.

“eomma, berhentilah memasak. Aku tak lapar. Aku ingin eomma menemaniku tidur”yoona menarik narik ujung baju yang dipakai ibunya.

“tidak. Kau selalu berteriak minta makan. Makanmu banyak mana mungkin kau tidak lapar. Aku tidak tahan dengan teriakanmu yang meminta makan”ucap sang ibu menggelengkan kepalanya.

“eomma, aku lapar. Cacingku berteriak diperutku membuat aku pusing. Eomma aku laparrrrr”ucap sang ibu menirukan gaya anaknya yang merengek meminta makan seperti kebiasaan anaknya.

Yoona hanya mendengkus pelan dan melepaskan lingkaran tangan pada tubuh eommanya. Dia menggelengkan kepalanya dikala sang eomma menatapnya. Yoona memohon lewat iris matanya dan mengedipkan matanya berkali kali guna merayu sang eomma.

“arraseo”ucap eomma sambil melepaskan celemek yang melekat ditubuhnya.

Gadis dengan rambut yang terkuncir dua berteriak dengan kedua tangan yang diatas. Yoona menggandeng tangan eommanya dan bersenandung pelan sedikit ayunan digenggaman tangannya.

Yoona tidak pernah menggenggam dengan mengayunkan tangannya, yoona bahkan tidak pernah menguncir rambutnya dengan alas an membuat kepalanya sakit, tapi ini berbeda. Ini seperti bukan yoona.

“Sejak kapan kau menguncir rambutmu?”Tanya eomma sembari mengelus pelan rambut anak gadisnya.

“eohh. Ada seseorang yang selalu menjagaku. Dia selalu menguncir rambutku”jawab yoona asal. Badannya sibuk mencari kenyamanan untuk ia melanjutkan mimpinya.

“eomma, saranghae. Aku hanya mencintaimu, setelah itu sehun dan luhan”ucap yoona tangannya memeluk eomma yang berbaring disampingnya.

“kau tidak menyukai appa dan dirimu sendiri? Apa pemikiranmu telah berubah eohh. Kau selalu memanggakan dirimu yang mirip appa”ucap eomma membelai rambut kepala yoona.

“tidak. Aku membencinya. Eomma aku mengantuk. Berhentilah berbicara”

Wanita paruh baya yang menyandang sebagai eomma yoona kini terdiam, tangannya sibuk membelai rambut anak gadisnya. Tidak biasanya yoona akan tertidur di sore hari. Kakinya beranjak melangkah turun dari ranjang anaknya. Tangannya menaikan selimut seatas dada pada anaknya, lalu berjalan pelan dan menutup pintu dengan hati-hati.

“eomma, aku lapar. Cacingku berteriak diperutku membuat aku pusing. Eomma aku laparrrrr”teriak yoona.

Gadis berambut terurai kini terduduk diatas kursi makan. Tangannya memegang sendok dan garpu yang ia mainkan, sedikit menimbulkan suara berisik karna ulah gadis itu.

“kau lapar? Tadi kau mengatakan tidak lapar padaku”ucap eomma menuruni anak tangga dan menghampiri anaknya.

“kapan aku berbicara seperti itu? Aku baru pulang tentu saja aku lapar”jawab yoona.

Eomma hanya menggeleng pelan, dia baru saja dari kamar anaknya dan sekarang tiba-tiba anaknya ada di meja makan berteriak-teriak meminta makan. Arghh fikirannya bahkan tidak bisa memecahkan masalah tersebut. Mungkin wanita itu hanya berhalusinasi.

…………..

“yoona”ucap sehun.

Gadis yang dipanggil yoona menengok ke arah sehun dengan sedikit senyum di bibrnya yang mengembang. Sukurlah lelaki ini mengajaknya bercerita, yoona bosan dengan lelaki tua yang menyandang sebagai saem di universitasnya.

“kau mempunyai saudara kembar?”Tanya sehun hati-hati.

 

.

Mohon maaf kalo cerita ini amburadul dan gak dapet feel, kembali lagi aku Cuma coba coba aja.

Terimakasih sudah membaca ceritaku yang aneh, mohon komentar dan dukungan kalian.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya, sebenernya aku masih bingung cerita apa yang bakal aku certain di chapter selanjutnya, aku pengin cerita ini gak bakal bosen buat kalian baca berkali kali. Maaf buat kata-kata yang aneh di ff aku ya, hihiiii.

Sampai jumpa……

51 thoughts on “[Freelance] Mianhae (Chapter 1)

  1. Masih gak ngerti. Klo misalnya kembar knp ibunya kyk punya 1 anak doang gitu, kyk gk pernah ngerasa ngelahirin anak kembar ????
    Duaduany itu yoona ??
    Gmn sih aku ga ngerti masih penasaran
    Ditunggu nextchap nya yaaa
    keep writing….

  2. Loh yoona sama deer itu kembar? . Kalau kembar koq ibunya gak ngenalin anaknya . -_- aku bingung wehh , yasudah ditunggu chap selanjutnya Fighting /lambai2cantik/ :p

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s