[Freelance] Special Girl (Chapter 1)

Special Girl - Poster

Chastell present

Im Yoon Ah | Oh Sehun | Kris Wu

School life, romance, fluff

Poster by Apine @Cafeposter

“You’re so weird!”

“Blue hair? What kind of human are you?”

“Two different eyes color? Are you a human?”

“I think she’s not a human. She’s a demon.”

“So disgusting! God must be so hate you.”

“Yeah, because she is a demon’s daughter”

“Get lost!”

Gadis kecil tak berdosa itu membuka mulutnya “I, I’m a human. Believe me-”

“Liar!”

“Hey, we have to avoid her. She is a demon’s daughter. If we be friend with her, we’ll get cursed by God!”

“Yeah, you’re right! Let’s go!”

Dan gadis kecil itu hanya dapat menangis tersedu-sedu dalam diam . “God, I’m not a demon’s daughter right?”

Ñ·Ð

Seorang gadis sedang merapikan dasi yang sekarang sudah melingkari lehernya. Gadis itu memandangi dirinya yang terpantul di sebuah cermin dan menyunggingkan sebuah senyuman tipis.

Gadis itu memilki kulit putih yang indah. Ia memiliki rambut berwarna hitam panjang. Dahinya ditutupi pony yang hampir mencapai matanya. Kacamata besar berganggang hitam setia bertengger di depan matanya.

Gadis itu adalah Im Yoona-gadis kutu buku yang sangat tidak populer dan suka menyendiri-begitulah kesan pertama orang-orang yang melihat penampilannya.

Yoona keluar dari kamarnya dan menuruni tangga hendak memakan sarapan paginya. “Apakah appa tidak pulang tadi malam?”

“Tidak, nona.” Ucap kepala pelayan keluarga Im-Anthony.

Yoona hanya mendesah pelan. Appa Yoona adalah orang penting di Korea Selatan, beliau adalah orang terkaya kedua. Sejak Yoona kecil, appa Yoona sangat sibuk hingga tidak memiliki waktu banyak untuk keluarganya-tapi percayalah, appa Yoona sangat menyayangi Yoona.

Hingga saat eomma Yoona meninggal, appa Yoona merasa sangat terpukul dan sedih, ia sampai tidak kerja selama sebulan karenanya. Tetapi appa Yoona sadar bahwa tidak ada gunanya bersedih, jadi appa Yoona kembali bekerja lagi dan semakin sibuk hingga tidak ada waktu untuk Yoona.

“Aku sudah selesai. Terima kasih atas masakannya Robert. As always, it’s very delicious.

“Terima kasih, nona. Saya akan berusaha menghidangkan makanan lezat untuk nona.” Ucap Robert-kepala koki keluarga Im.

Yoona hanya tersenyum tipis dan bangkit dari kursinya hendak menuju ke luar rumah. “Aku berangkat dulu.”

Semua pelayan dan koki menunduk memberi hormat pada Yoona, sedangkan Anthony mengantar Yoona keluar rumah.

“Hati-hati di jalan, nona.” Ucap Anthony sambil membungkukkan badannya sembilan puluh derajat.

Yoona membungkuk sedikit dan tersenyum tipis “Terima kasih, Anthony.”

Yoona berjalan menuju sebuah mobil porsche hitam dengan pintu yang telah dibuka oleh supir pribadi Yoona-James.

“Terima kasih, James.”

James hanya tersenyum kemudian menutup pintu mobil tersebut dan bergegas masuk ke dalam mobil untuk mengantar Yoona ke Hannyoung High School-salah satu sekolah elite di Korea Selatan.

Ñ·Ð

Pagi itu, suasana kelas 11-A menjadi sangat ricuh dan heboh. Yoona masih duduk manis dengan sebuah buku tebal di tangannya.

“Kau sudah dengar?”

“Tentang si murid pindahan? Tentu saja!”

“Kudengar ia sangat tampan!”

“Ia adalah anak terkaya nomor satu di Korea Selatan!”

“Jangan lupakan si tampan Kris yang baru saja pulang ke Korea dan akan melanjutkan sekolahnya di sini!”

Jinjja?

Woah! Daebak! Akan ada dua namja tampan di sekolah ini!”

“Aku tidak sabar ingin melihat mereka!”

Yoona yang sedari tadi tidak berkutik dari bukunya tersenyum tipis mendengar nama Kris yang disebut oleh teman sekelasnya. Kris Wu adalah anak terkaya ketiga di Korea Selatan dan merupakan teman masa kecil Yoona. Setahun yang lalu ia pindah ke Amerika karena tuntutan pekerjaan appa-nya.

BRAK!

“Tutup mulut kalian! Pagi-pagi sudah membuat kericuhan! Duduk di tempat kalian masing-masing!”

Sontak semua murid menjadi diam dan kembali ke tempat duduk masing-masing. Siapa sih yang mau berurusan dengan Park songsaengnim-Wali kelas 11-A-termasuk guru killer di Hannyoung High School.

“Saya rasa kalian sudah mendengar tentang akan adanya murid pindahan-mengingat telinga dan mulut kalian yang sangat lebar.”

Tidak ada respon dari murid-murid kelas 11-A, mereka masih setia menutup mulut mereka rapat-rapat.

“Anak baru, silahkan masuk.” Perintah Park songsaengnim melirik ke arah luar kelas.

Masuklah seorang namja tampan berkulit putih yang tinggi semampai-sungguh merupakan tipe idaman para yeoja. Kelas 11-A menjadi ricuh kembali terutama para yeoja.

BRAK!

Dalam sejenak kelas 11-A menjadi sunyi senyap.

Park songsaengnim mengalihkan pandangannya ke arah anak baru yang sudah berdiri tegap di sampingnya. “Silahkan perkenalkan dirimu.”

“Nama saya Oh Sehun. Pindahan dari Australia tetapi saya orang Korea asli. Senang bertemu dengan kalian.”

“Ne.” Seru para yeoja yang sudah terpikat dengan pesona seorang Oh Sehun.

“Silahkan duduk di kursi kosong itu.” Park songsaengnim menunjuk ke bangku di sebelah seorang yeoja yang masih setia membaca buku tebalnya-siapa lagi kalau bukan Im Yoona.

Sehun segera beranjak dari tempatnya menuju ke bangku kosong yang sekarang akan menjadi tempat duduknya.

“Tunggu guru mata pelajaran selanjutnya dengan tertib. Jangan ada yang berisik. Understand?

Yes, sir!

Setelah Park songsaengnim meninggalkan kelas, semua yeoja berbondong-bondong menuju ke tempat duduk Sehun.

Annyeong Oh Sehun! Perkenalkan, namaku Bae Suzy.”

“Namaku Son Naeun!”

“Namaku Irine!”

“Namaku Choi Sulli!”

Yoona menutup bukunya dan mendesah pelan karena suara para yeoja tersebut yang mengganggu aktivitas membacanya. Ia berdiri dari bangkunya dan berjalan keluar dari kelas menuju ke atap sekolah setelah mendengar berita bahwa Choi songsaengnim-guru mata pelajaran selanjutnya tidak masuk hari ini.

Atap sekolah bisa dikatakan sebagai rumah kedua Yoona. Ketika ia kesepian, marah, sedih, bosan, Yoona akan pergi ke atap sekolah untuk menenangkan pikiran dan hatinya.

Yoona menutup kedua kelopak matanya dan merentangkan kedua tangannya untuk menyambut angin sepoi-sepoi yang sedang menerpa wajahnya.

“Rupanya seorang Im Yoona hobi membolos, hm?”

Yoona langsung menoleh ke arah suara dan tersenyum lebar. Ia langsung berlari ke arah seorang namja yang berbicara dengannya tadi dan memeluknya.

“Kris! Finally you’re back!

Namja yang dipanggil Kris itu membalas pelukan Yoona dengan erat “Yeah. Miss me?

What do you think?

Yas. You must miss me. A lot.

Yoona melepaskan pelukan mereka “And you must miss me more.”

Yeah. Of course. Woah, you become so tall!” Tutur Kris sambil menepuk puncak kepala Yoona.

Yoona menepis tangan Kris dan memukul pundak Kris keras “Yeah. Not taller than you, giraffe.”

“Don’t call me giraffe. I don’t like that nickname-you know, I’m handsome but, a giraffe? It isn’t handsome at all.” Sombong Kris sambil mengelus pundaknya yang telah dipukul oleh Yoona tadi.

“Well, an arogant Kris never changed.”

“Hey, don’t mock me! We just meet after a year.” Kris mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona dan tersenyum manis-yang dapat membuat para yeoja meleleh saat itu juga-dan tentu saja itu tidak berlaku untuk Yoona. “So, be nice please?

Yoona mendekatkan wajahnya ke arah Kris hingga hanya terpaut beberapa senti saja. Yoona tersenyum miring dan berkata “As you wish, giraffe.”

Kris membeku karena wajah mereka yang terlalu dekat dan kemudian sadar kembali saat ia menyadari Yoona sudah berjalan meninggalkannya. “YAK!” Teriak Kris yang segera mengikuti Yoona.

.

.

Bel tanda istirahat telah berbunyi. Para murid langsung berbondong-bondong keluar kelas untuk memenuhi perut mereka yang kosong, begitu pula dengan Yoona yang sudah bersiap akan meninggalkan kelas-sebelum seseorang memanggilnya-mungkin.

“Siapa namamu?”

Yoona menaikkan satu alisnya “Apa pedulimu?”

Sehun mendesah pelan dan menatap Yoona dingin “Aku telah mengetahui semua nama murid di kelas ini, kecuali namamu.”

Yoona membalas tatapan Sehun “Im Yoona.”

“Aku Sehun.”

“Kau sudah memperkenalkan dirimu tadi.”

Sehun mendesah pelan mendapat perlakuan dingin dari Yoona “Baiklah. Temani aku makan.”

Yoona mengerutkan dahinya “What?

Sehun mengulangi kalimatnya “Temani aku makan, Im Yoona.”

Yoona menatap bingung Sehun “Why should I?

“Karena kau satu-satunya murid yang normal di kelas ini.”

Yoona semakin tak mengerti apa yang sedang dibicarakan Sehun “What do you mean?

I’ll explain it to you later. Now, let’s eat.” Sehun yang sudah tak tahan dengan pertanyaan Yoona yang bertubi-tubi langsung menarik tangan Yoona dan membawanya keluar dari kelas-yang tentu saja membuat para yeoja di kelasnya berteriak histeris.

Yoona berbisik pelan sambil menatap Sehun tak suka “YAK! Lepaskan tanganku.”

Sehun menatap Yoona dengan wajah datarnya “Why should I?

“Karena itu tanganku, not yours.” Ucap Yoona memberi penekanan di setiap kata-katanya.

Funny.” Ucap Sehun singkat yang semakin mempercepat jalannya ke arah kantin.

Akhirnya mereka sampai di kantin setelah mendapat sorotan tajam dari para yeoja di sekolah itu. Bagaimana tidak, Yoona berpegangan tangan dengan seorang Oh Sehun-namja tampan dan merupakan anak terkaya di Korea Selatan.

Sehun membawa Yoona ke tempat duduk yang masih kosong dan memaksa Yoona untuk duduk. Sehun mulai makan dengan lahap karena perutnya yang sedari tadi sudah merengek untuk segera diisi, sedangkan Yoona menatap Sehun tak percaya “Kau mengganggu ketenanganku, tuan Oh.”

Why?” Tanya Sehun santai dan memasukkan brokoli ke dalam mulutnya.

“Kau tahu-dari tadi semua yeoja memandangiku dengan tatapan tajam dan itu menggangguku.”

“Dan itu lebih menggangguku jika tidak ada kau bersamaku.”

Yoona mengerutkan dahi untuk kesekian kalinya “What do you mean?

Sehun menghentikan acara makannya dan menatap Yoona tajam “You know-Kau satu-satunya yeoja yang tidak terobsesi denganku dan menurutku kau adalah yeoja normal. So-kau harus menjadi temanku karena aku tidak suka melakukan sesuatu sendirian. Lagipula ketika bersamamu aku tidak diganggu oleh siapapun.”

Yoona membalas tatapan Sehun dengan tatapan yang tak kalah tajam “I don’t want to be your friend.” Kemudian mendesah pelan “Kau tahu mengapa mereka tidak mendekatimu-hm, katakan saja mendekatiku?”

Nope.” Tanya Sehun yang sedang melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda tadi.

“Karena aku selalu menyendiri di sekolah dan aku sama sekali tidak punya teman. Aku tidak ingin berurusan dengan orang-orang. I don’t know them and they don’t know me, so, I feel happy with that. But you ruin it. Just now.

Cool. But, i’m not asking for your explaination and from now on, you’re my friend.” Ucap Sehun seenaknya.

You” Ucapan Yoona terpotong karena terdengar suara teriakan para yeoja yang tiba-tiba dan sangat berisik.

Hey, Yoong. Who’s he?” Tanya seorang namja yang menjadi penyebab teriakan histeris para yeoja tadi-dan sekarang telah duduk manis di samping Yoona.

Yoona memasukkan sesuap nasi yang sedari tadi yang belum ia sentuh ke dalam mulutnya “I don’t know.”

Kris mengerutkan dahinya “So, why do you eat together with him if you don’t know him?

I’m being forced by this new student.” Jawab Yoona yang menatap Sehun tak suka.

Kris yang semakin bingung hanya bisa memakan makanannya. Sedangkan Sehun tidak menggubris kehadiran Kris, Ia hanya melanjutkan acara makannya dalam diam.

Para yeoja berteriak histeris saat Kris mengambil wortel dari piring Yoona dan memakannya sedangkan Yoona hanya memakan makanannya dalam diam, begitupun dengan Sehun.

Yoona mendesah pelan karena merasa terganggu oleh tatapan tajam dari para yeoja di sekolahnya. Kemudian ia meletakkan sendoknya dan berdiri. “Aku sudah selesai makan. Aku pergi dulu.”

“Yoon-” Ucapan Kris terpotong karena beberapa yeoja yang mendekatinya dan Sehun.

Para yeoja tersebut berebutan agar bisa duduk di samping Kris dan Sehun. Tak lupa dengan godaan-godaan yang dilontarkan dari mulut para yeoja tersebut. hal itu sukses membuat acara makan Kris dan Sehun terganggu.

Ñ·Ð

Yoona berjalan menuju lantai bawah rumahnya untuk makan malam tentunya.

“Silahkan makan, nona. Saya telah menghidangkan masakan spesial. Saya harap anda suka.” Ucap Robert antusias.

Yoona tersenyum tipis “Terima kasih, Robert.”

Yoona memakan makanannya ditemani para pelayan dan koki. Ia merasa kesepian. Appanya selalu sibuk bekerja dan kerap tidak pulang dalam jangka waktu panjang.

Setelah selesai memakan makanannya, Yoona beranjak ke kamarnya dan berbaring di atas kasur.

TING!

Dengan malas Yoona mengambil handphone-nya dan terlihat pesan masuk.

From  : Kris

Keluarlah. Aku ada di depan rumahmu.

Yoona berdiri kemudian memakai cardigan birunya, lalu keluar dari kamarnya.

Anthony membungkuk pelan “Nona, tuan Kris ada di depan. Sepertinya ia ingin mencari anda.”

Yoona membungkuk pelan ke arah Anthony “Aku tahu. Aku keluar sebentar ya, Anthony.”

“Jangan-”

Yoona memotong ucapan Anthony karena sudah tahu apa yang akan diucapkan oleh Anthony “Aku tahu. Hanya di depan rumah saja. Tidak kemanapun.”

Anthony hanya bisa mendesah pelan “Baiklah, nona.”

Yoona melihat Kris sedang berdiri bersandar di depan pagar rumahnya. Yoona berjalan pelan ke arahnya “Ada apa kemari?”

Kris langsung menoleh ke belakang dan mendapati Yoona sedang berdiri di sana. “Aku bosan dan-merindukanmu.”

“Kita baru saja bertemu di sekolah, Kris Wu.” Ucap Yoona sambil membuka pintu pagar rumahnya.

“Pertemuan singkat. Apalagi kejadian di kantin tadi-oh, lupakan. By the way, who’s that guy-that new student?

His name is Oh Sehun-from America.

“Mengapa dia memaksamu makan bersamanya?” tanya Kris meluruskan kebingungannya tadi.

“Karena dia aneh.” Jawab Yoona singkat.

“Be-” Ucapan Kris disela oleh Yoona. “Enough. Don’t mention him anymore. Itu membuatku tidak nyaman.

Okay. Hm, how’s your dad?” Tanya Kris mengalihkan topik.

Busy as always. Bagaimana dengan orangtuamu?”

Kris tersenyum tipis “Sehat. Merindukan mereka?”

“Ya. Sangat merindukan mereka.” Ucap Yoona sambil tersenyum.

Kris melipat kedua tangannya di depan dada “Mau bertemu dengan mereka?”

“Tentu saja-jika ada waktu.”

Tidak ada balasan dari Kris yang sibuk menatap wajah Yoona dan itu membuat Yoona kebingungan. “What?

Kris menyelipkan rambut Yoona ke belakang telinga Yoona “Kau tambah cantik, Yoong.”

Yoona mengerucutkan bibirnya “Jangan mengejekku.”

“Sungguh. I also-miss the real you.” Ucap Kris sambil menatap lekat kedua manik mata hitam Yoona.

Diam. Yoona terdiam mendengar perkataan Kris yang mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam.

TBC.

Ñ·Ð

Haaaiiiii! Ini ff pertamaku, jadi maaf kalo banyak kekurangan dan typo. Kalau ada kritik dan saran silahkaaann, aku akan berusaha buat perbaikii. Thanks!

101 thoughts on “[Freelance] Special Girl (Chapter 1)

  1. Daebak.. ak suka bngt alur ceritanya, aplgi yoona dikepilingi namja handsome yg bikin klepek”#plak_abaikan😀
    Tp kpan yoona jdi tmbah cntik tanpa kacamata tebalnya?bikin penasaran..

  2. hat reader baeu ijin baca ya?,
    ff ny bagus ko . crtx ringan g berat dchap ini. hax blm trllu mngerti sm khidupan toona. mngkn nnt chp” slanjutx kli y br ngerti.

  3. Keeemren crtanya…
    kayanya nnti da cinta segi3 niii…
    knpa yaaa yoona malah seneng menyendiri pdhal dy bsa ja dpet tmn bnyak

  4. Enk beut jd Yoong eonni yg dikelilingi namja2 meotjin…. sbnernya gw itu YH shipper tp ntah mngpa stlh bca nih ff gw mlh lbh milih YK couple😕 btw fighting author!👊 joha joha joha ♡♡

  5. Masa lalu kelam apaan ??? Tbc kok disitu yaampunnnnnn. Bikin penasaran okayyy
    dan mksd yg anaknya iblis tuh apaan ?? Rambut biru sma warna matanya yg beda tuh apaan ??
    Yaampun penasaran binggowwwww
    ditunggu next chap nya yaa

  6. ahhhh klo punya rambut warna biru kayaknya lucu dehh >.< yahh emang anak kecil jealous aja sih sama apa yg orang lain punya hahhhhh… kris dirimu suka sama yoona apaaa??

  7. eonni, i’m just curious if you also read omen by lexie xu.. because i think that yoona’s character here is the same as valeria… well, she has different colour of eyes and yeahh, her hair is red eventhough yoona’s hair is blue here.. soo, yeahh i’m just asking.. bcos it must be nice to meet someone who also a fan of lexie xu’s novels.. but, i really like this story, so i’m gonna read until the end part.. hahaha, fighting eonni!

    • Heyy! I just read this comment. wkwkk
      yeesss!! aku terinspirasi banget sama karakter valeria di sanaa! jadi aku buat jadi Yoona di sinii
      but, the story is different kok. wkwk
      and yes agaiin, i like lexie xu’s novel so much! ceritanya keren bangeett!
      Thanks for reading!

  8. wah ap yg trjd dg yoona??dia cntk tp tak trlht….pny tmn kris..ap mungkn kris sk ma yoona??ap kris dan sehun akn brsaing untuk mndptkn yoona

  9. Ceritanya bagus. Castnya apa lagi,,,
    Aku pnasaran sbnernya yoona knp, trus knp gk ada yg mau deket2 ma dia??
    Di tunggu next chap nya, jgn laama yaaaa

  10. Thor, you so mbuatku penasaran… nge cut nya nyebelin bgt.. keren dong.. pengen liat yoona berubah jadi yang sesungguhnya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s