[Freelance] Fall with Me

fall with me

Fall With Me

A story by Fururu fuyu

Cast : Im Yoona – Oh Sehun

Genre : School-life, AU, Romance and little bit fluffy

Disclaimer : Poster and story is mine, other? They belong respectively

For all rated

Happy Reading!

Suasana pagi hari di sekolah Sungkyun High School tak begitu ramai, jarum jam baru menunjuk pukul 07.30 itu artinya masih setengah jam lagi untuk pelajaran dimulai, tampak di koridor para murid berlalu lalang, oh tidak. Tidak semuanya berlalu lalang, ada satu murid, lebih tepatnya siswi perempuan, dia berdiri dengan ragu di tengah koridor, tubuhnya gemetar menahan gugup, bulir-bulir keringat sudah siap siaga untuk terjun dari pelipisnya. Tangan yang memutih menggenggam erat sesuatu di dalamnya. Ketika seseorang yang ditunggunya berjalan didepan matanya tiba tiba suara di tenggorokannya tercekat, saat tangannya ingin menggapai orang itu kini malah tubuhnya yang tak bisa di ajak kompromi. Kenapa susah di gerakan sih? Batin gadis itu.

Tak ada pilihan lain. Akhirnya, dengan sekuat tenaga gadis itu mengeluarkan suaranya.

“Oh Sehun-ssi”

Seperti waktu yang di pause, semua kegiatan di koridor itu terhenti saat indra pendengaran mereka menangkap sebuah suara yang menyerupai jeritan tikus terjepit.

Yoona –si pemilik suara bak jeritan tikus terjepit itu merutuk dalam hati ketika semua pandangan mata mengarah padanya, niat ingin memberikan sesuatu itu secara sembunyi-sembunyi malah tidak sesuai rencana, harus bagaimana lagi, mau tidak jadi sudah kepalang malu. Lanjutkan sajalah kepalang basah.

Dan keyakinan diri Yoona perlahan runtuh saat sepasang mata tajam memandangnya heran.

Dengan tangan gemetaran Yoona menyerahkan amplop merah muda yang sejak tadi di genggamnya pada sehun.

“Untukmu”

“Apa itu?” Sehun menaikan satu alisnya.

“Terima saja, dan buka jika sedang tidak ada orang.” Gadis itu berbisik.

Sejenak dahi sehun berkerut sebelum sebelah bibirnya tertarik ke atas membentuk sebuah seringaian.

“Jika itu sesuatu yang dibaca, aku tidak mau. Aku tidak suka membaca.” Jelas sehun dengan wajah datar. Tangan yang sedari tadi bersarang di sakunya tak juga kunjung menyambut amplop merah muda yang di sodorkan padanya.

Gadis itu meremat rok sekolahnya. Sial. Gadis itu telah di tolak bahkan sebelum dia melihat isi surat itu. Rasanya gadis itu ingin menangis sekarang juga, tapi Yoona cukup tahu malu untuk tidak menangis di hadapan orang banyak, terlebih di hadapan orang yang sudah menolak surat cintanya. Perkataan Sooyoung –sahabatnya, benar-benar tidak membantu, meskipun Yoona mengungkapkan perasaanya sebelum lulus sekolah tetap saja perasaanya tidak terselamatkan. Miris, benar-benar miris. Cinta pertama yang selalu ia jaga sejak dari tahun pertama High School harus musnah sekarang juga. Mata gadis itu mulai memanas, ia tidak menyangka dunia bisa sekejam ini padanya.

Yoona berbalik dengan perlahan, kepalanya menunduk takut-takut ada orang yang melihat wajahnya yang memerah menahan tangis. Dan seketika itu juga kegiatan di koridor kembali berjalan, orang-orang mulai berlalu lalang kembali walau pun ada sebagian orang yang mencemooh Yoona karena ketidak tahu maluannya member surat kepada sang pangeran sekolah.

Satu langkah

Dua langkah

Tiga lang-

“jika kau mau membacakannya, mungkin aku mau mendengarkan”

Dan suara baritone Sehun mengintruksi pemberhentian waktu untuk kedua kalinya. Yoona berbalik dengan wajah terkejut.

“Bacakan untukku.” Perintah sehun mutlak.

Yoona mengusap jejak air mata di pipi menggunakan punggung tangannya. “Ap- tapi, aku malu.” Cicit Yoona.

Sehun mendengus, memutar bola matanya jengah dan balik kanan, melangkahkan kaki meninggalkan Yoona.

Yoona yang menyadari pergerakan Sehun benar-benar bingung harus apa, disaat seperti ini Sooyoung kemana sih? Batin yoona merutuk. Dia jelas terdesak, menuruti permintaan Sehun sama saja dengan mempermalukan dirinya lebih dalam lagi Yoona tahu itu, tapi jika Yoona mundur sekarang, bukan hanya murka dari fans-fans Sehun yang ia dapatkan, ia jelas akan mendapatkan malu luar biasa dari lelaki di hadapannya ini.

“B-baiklah.” Dengan satu kata itu Sehun pun berbalik menghadap Yoona.

Dengan tangan gemetaran Yoona mengeluarkan surat dari amplop merah mudanya.

“Untuk Oh Sehun, pangeran musim semiku”

Sehun tersenyum tipis mendengar kalimat pertama dari surat tersebut. Tak ada satu suara pun yang menginterupsi suara Yoona, satu satunya bunyi yang ada dikoridor itu hanyalah suara si gadis. Semaunya terdiam mendengarkan deklarasi cinta tersebut. Dan Yoona mengutuk habis-habisan keadaan ini.

“Apa kau percaya cinta pada pandang pertama, awalnya aku juga tidak, rasanya terlalu melankolis. Tapi semua itu terpatahkan saat aku melihatmu, waktu itu musim semi, hari pertama penerimaan murid baru. Aku yang terburu-buru saat itu tak sengaja menabrakmu yang ada di depanku, aku terjatuh menimpamu, menatap kedua manik mata mu yang kelam seperti langit malam. Dan saat itu aku tahu aku telah terjatuh, Hatiku ikut terjatuh. Saat kau mengambil helai bunga sakura yang jatuh di rambutku detik itulah aku juga menyadari dalam waktu kurang dari 5 secon hatiku telah jatuh terperosok padamu, percaya atau tidak itu adalah rekor tercepatku jatuh cinta, ya meskipun itu yang pertama kalinya. Hari-hari selanjutnya aku malah semakin jatuh terjerembab dalam pesona mu. Memandangmu yang sedang men-dribble bola adalah hobiku, setiap kali bola yang jatuh dari ring setelah kau mencetak goal adalah moment favoritku, karena saat bola itu terjatuh cintaku juga ikut terjatuh untuk mencetak poin perasaan untukmu. Kau tahu? Aku sudah tidak terselamatkan lagi, tak ada yang bisa menyelamatkanku, karena itu aku..aku..”

Wajah Yoona sudah memerah bukan lagi karena menahan tangis tapi karena ia terlalu malu. Ayolah ia bukan type pecaya diri sampai berani mengungkapkan perasaannya di hadapan hampir seluruh murid. Yoona menunduk tak berani menatap manik Sehun ataupun manik pasang mata yang kini tengah mengeroyok menatapnya intens.

“Aku ingin kau ikut terjatuh bersamaku, jadilah pacarku Sehun.” Cicit Yoona.

Hening

“Aku menyukaimu, jadilah pacarku.” Ulang Yoona masih dengan suara rendahnya.

“Apa ? suaramu terlalu kecil.” Akhirnya sehun mengeluarkan suaranya.

Yoona agak ragu, tapi ia tetap mengulanginya “aku menyukaimu, jadilah pacarku,” gadis itu sedikit meninggikan suaranya.

“Suaramu kurang jelas”

Yoona mulai jengkel karena itu ia berteriak, “AKU MENYUKAIMU OH SEHUN, KARENA ITU JADILAH PACARKU!!” Teriak gadis itu frustasi.

Hening

Lelaki di hadapannya menyunggingkan seriangai kemenangan.

Dan Yoona baru menyadari bahwa barusan ia telah berteriak. Ulangi, dia berteriak di hadapan hampir seluruh murid di Sungkyun. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Dia merutuki tindakannya sendiri. Sial, setelah ini hidupnya pasti tidak akan tenang di tangan para fans-fans lelaki itu.

“Hm”

Nyut

‘apa itu? Apa kata ‘hm’ darinya adalah kata lain dari tidak? Ck, harusnya aku sadar diri sejak awal memang tidak ada harapan untuk ku’

Hening masih menghiasi suasana di koridor pagi itu, hanya suara alas sepasang sepatu yang bergesekan dengan lantai yang menjadi satu-satunya bunyi. Yoona semakin menunduk, Sehun pasti sudah pergi meninggalkannya dia sudah menduga itu, dan suara sepatu itu pasti adalah suara sepatu Sehun. Adakah yang lebih miris dari ini, batin Yoona sedih.

Sepasang sepatu terlihat di ekor mata Yoona yang sedang menatap lantai. Ia mendongak, dan saat itu juga manik rusanya bertemu dengan manik kelam Sehun. Ia terpaku, meski hatinya berdenyut sakit tapi ia tetap tak bisa mengabaikan gelitikan kupu-kupu yang ingin keluar dari perutnya saat sepasang manik itu menatapnya lembut.

Tatapan mata Sehun tak pernah lepas dari mata rusa di depannya, dia bergerak perlahan, menuju destination favoritnya selama hampir tiga tahun ini. Bisa ia cium wangi strawberry di rambut gadis di depannya, wajah yang kian dekat membuat nafas keduanya beradu. Inilah saatnya. Waktu yang telah lama ia tunggu dari waktu ke waktu, berada di jarak yang sangat dekat dengan si gadis seperti saat pertama kali mereka bertemu. Yeah inilah saatnya! Karena itulah kini Sehun menunduk, merendahkan tubuhnya dan menyatukan salah satu bagian dari wajah mereka.

CHU

Segumpal daging hinggap di bibir gadis itu, Yoona terpaku, masih mencoba menerjemahkan keadaan. Dan ketika ia sadar bahwa yang saat ini sedang bergerak di atas bibirnya adalah sebuah daging, bukan hanya daging tapi itu adalah sebuah bibir spontan matanya terbelalak, ia mundur segera. Tapi sebelum tubuh itu sempat menjauh Sehun sudah melingkarkan tanganya di pinggang si gadis, dan sekuat-kuatnya Yoona mengelak tetaplah lelaki yang menang itu sudah hukum alam.

Awalnya gadis itu ragu, namun menghindar pun percuma karena itu saat ini ia mengalungkan tanganya di leher Sehun, menopang tubuhnya yang sudah meleleh seperti jelly, dan sungguh dosa bagi Yoona jika dia tidak membalas ciuman orang yang disukainya. Dan Sehun menyeringai penuh kemenangan disela-sela ciuman nya saat tau gadis yang ia sukai tak menolak perlakuannya.

Sehun melepaskan tautan bibirnya, menatap Yoona intens “Sayangnya aku adalah penganut paham love at first sight, dan aku telah jatuh bahkan sebelum kau terjatuh sayang.” Wajah Yoona merona malu, dan sepasang bibir itu kembali bertemu.

Semua orang yang ada di tempat kejadian melongo melihat drama picisan live di depannya, kecuali para fans-fans Sehun yang berteriak histeris tidak terima idola mereka mencium gadis lain.

Dan drama picisan itu pun berakhir dengan bunyinya bell pertanda pelajaran pertama akan segera dimulai.

Pasangan baru yang dirundung asmara itupun berpisah ke kelas masing masing dengan senyum indah terukir dibibir mereka berdua.. aaah pagi hari yang menyenangkan.

Ingatkan Yoona untuk meneraktir Sooyoung di kantin istirahat nanti.

Kkeut

A/N : haihai aku datang lagi, aku lagi nyoba bikin drabble, tapi kayaknya gagal deh. Semoga pada suka ya.. oh ya untuk sequel yeoboseyo di tunggu aja ya lagi di perjalanan hehe *eh emang ada yang mau nunggu?* kkk gomawo buat semuanya, gomawo buat reader-nim yang udah suka sama ff aku, gomawo juga buat admin yang baik hati udah mau publish, gomawo jeongmal gomawo

79 thoughts on “[Freelance] Fall with Me

  1. Aah ommoo ommooo gw bth pasokan oksigen😣😥😤 gw berasa jd Yoong eonni taw gk?? *GK!!
    so sweeettttt😣 jd pgn… seandainya real life gw kyk gtu 😢😭
    Seandainya ada Hun pov 😢😉 btw d.tnggu karya slnjtnya thor..fighting!👊

  2. Aah ommoo ommooo gw bth pasokan oksigen😣😥😤 gw berasa jd Yoong eonni taw gk?? *GK!!
    so sweeettttt😣 jd pgn… seandainya real life gw kyk gtu 😢😭

  3. Happy ending. Sweet moment. Sweet morning and sweet kiss… ouuuuh gk ada kata lain slain sweet deh. Keren pokoknya👍😍😍😍😄

  4. Suka banget sama moment yoona sehun, bikinin sequelnya dong gimana kelanjutan kisah cinta yoona sehun
    Aku tunggu ff selanjutnyaaa
    Keep Writing

  5. OMO OMO😮 itu sweet bnget thor ^^ gua kira sehun bakal nolak yoona,, ternyata sehun terima yoona jdi Yeojachinguny xD gx nyangka sehun juga suka sama yoona,,soalny dri awal Sehun pke smirk trus kya ngerjain yoona.Ikut tegang jga bacany /bhaqq/ *abaikan ini*
    gua kira ini oneshot thor ,ternyta drablle -,- sequelny yha thor😀 ff yeoboseyo jga need sequel XDD
    ditunggu ff selanjutny n sequelny jga😉
    Keep Writing thor ^^
    FIGHTING !!!!

  6. Aigoo saking suka dan cintanya ma Sehun, Yoona rela nahan malu gtu. Tp gak apalah, asal Sehun menerimanya😀
    in kren bnget, aku selalu suka ff km.
    Joha, joha, joha..

    Keep writting thor!

  7. aishh sehun sengaja ya. krna dia jg suka pd yoona. huwa… Gk kebayang jd yoona. mengungkapkan prsaan di dpan bnyak org. ahh.
    tp suka ff nya.

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s