[Freelance] Gone (Chapter 2)

Poster-Gone2

Judul               : Gone

Author             : dodofan

Genre              : Family, brothership, litle mistery.

Main cast         :

  • Yoona SNSD as Im YoonA
  • O. EXO as Do Kyung Soo
  • Wu Yi Fan as Kris Wu
  • Chanyeol EXO as dr.Park Chanyeol

Other cast        : Find by your self

 

 

Chapter 2

“Chanyeol, senang bertemu denganmu kembali.” ucap Kris sembari mengulurkan tangannya.

“Kau tak berubah, kau selalu terlihat keren dengan jas warna apa saja.” jawab Chanyeol dan membalas uluran tangan Kris

“Ah terima kasih..”

“Bagaimana dengan karir doktermu?”

“Oppa!” Potong Yoona yang sudah berada di belakang Chanyeol. Chanyeol melirik lalu tersenyum pada Yoona, begitupun Yoona. Tapi Chanyeol sadar senyum itu bukan untuknya tapi pria di depannya, tersenyum canggung dan salah tingkah yang dia alami terlebih setelah itu Yoona berjalan memeluk lengan Kris dan menatapnya garang.

“Oppa siapa dia, kenapa dia berbahasa non formal kepada mu?”

“Dia teman sekelasku dulu.”

“Oh begitu, oppa ayo kita sambut tamu lain.”Ucap Yoona sembari menggiring Kris pergi, Chanyeol yang ditinggalkan begitu saja hanya bisa menahan perasaan kesal.

Drtt drttt.. Chanyeol mengeluarkan ponsel dari balik jasnya. Lalu pergi mencari tempat sepi.

“Ya, Ibu.”

“…”

“Aku sudah membereskannya, jangan khawatir.”

“…”

“Tak ada pesta rumah baru, Ibu pikir aku pasangan pengantin baru yang mengadakan pesta rumah baru.”

“…”

“Menikah? Aku ingin fokus terhadap karir dokterku dulu bu..”

“…”

“Ne.. sampai jumpa..”

Chanyeol kembali masuk ke ruang pesta, matanya mencari Ayahnya, tapi matanya malah tertuju pada Yoona yang memasang senyum tidak tulus padahal wajahnya terlihat jelas sedang merasa bosan. Tanpa sadar Chanyeol tersenyum tipis melihat ekspresi wajah seperti itu.

“Aigoo, ada apa denganku.” Chanyeol memalingkan wajahnya lalu berjalan mendekati pria paruh baya yang sedang mengobrol dengan tamu-tamu lain, yang tak lain Ayahnya.

“Ayah, aku harus pulang sekarang, kau tahukan aku baru saja pindah, aku harus merapihkan, menata dan meperindah rumah baruku.Jadi aku harus pergi. Dah..” setelah mengatakan itu, Chanyeol berjalan pergi sembari melambai tangannya lalu menunduk hormat, kemudian berbalik dan segera berlari.

“Eh~Tapi—“ Ucap Tn. Park yang tak bisa menyelesaikan kalimatnnya karena Chanyeol sudah menjauh darinya.

“Anakmu tak berubah..”

“Benar, anakku memang selalu seperti itu, aku juga heran bagaimana dia bisa diluluskan menjadi dokter dengan nada bicara dan prilaku yang kelewat ceria atau mungkin kasarnya kurang tatakrama. Bahkan dia tak memberi hormat yang baik saat pergi. Aku sudah tak sanggup membuatnya berubah. Aku jadi sangat iri dengan Tuan dan Nyonya Wu.”

“Justru kami sangat iri padamu.”

“Benar ucapan istriku. Chanyeol adalah seorang anak yang selalu ceria dan cerewet, meski kadang terlihat kurang sopan tapi…, berbanding terbalik dengan anak kami, Kris.” ucap Tn Wu sembari menatap Kris yang sedang menyalami para tamu dengan senyuman. “Kuharap kau selalu tersenyum seperti itu, nak” ucap Tn. Wu pelan.

***

Chanyeol tiba di rumah barunya, di gedung apartmen yang sama ditinggali Yoona. Sembari memutar-mutar kunci mobilnya, Chanyeol berjalan penuh gaya sampai-sampai petugas keamanan yang akan menyeruput kopinya tak jadi dan menyimpannya kembali, itu bukan tatapan tersesona tapi tatapan aneh. Chanyeol tak peduli itu, ia terus berjalan hingga akhirnya ia sampai di depan pintu lift dan segera masuk begitu lift terbuka, lalu memenekan tombol 12, lantai yang sama dengan Yoona. Yap, tak salah lagi keduanya kini bertetangga, hanya saja keduanya masih sama-sama tak tahu mereka tinggal bertetangga. Lift terbuka wajah Chanyeol terlihat sumringah.

“Ibu memang yang terbaik, dia memilih apartment sesuai keinginanku. Lift tepat berhadapan di depan pintu.” gumam Chanyeol lalu memasukan password apartment yang tertulis di ponselnya.

7.00 am..

Chanyeol yang berpakaian olahraga tengah melakukan gerakan pemanasan setelah cukup pemanasan, Chayeol melangkah ke pintu depan. Belum sempat menyentuh knop pintu, pandangangnya melihat monitor. Seorang wanita berpakaian rapi yang tak lain Yoona tengah menunggu lift, hingga akhirnya pintu lift terbuka, Chanyeol belum menyadari wanita itu adalah Yoona, karena Yoona membelakanginya bahkan ketika sudah dalam lift, dan Yoona terlihat tengah mengobrol.

“Siapa yang diajak bicara oleh wanita itu, ah aku tak dapat melihatnya. Huh, Apa peduliku?” gerutu Chanyeol lalu mengangkat bahunya tak peduli. Begitu Chanyeol membuka pintu, lift tertutup.

“Kyungsoo-ah kau marah? Ayolah, mau noona belikan chocolate ice cream?”

Kyungsoo terdiam beberapa saat, lalu menggangguk-ngangguk sembari tersenyum.

“Ah- sudah kuduga.”“eh- tapi tunggu dulu, ini terlalu pagi untuk makan ice cream, kau bisa sakit perut.”

“Noona… aku ini kuat, daya tahanku kuat.” Ucap Kyungsoo sembari menepuk-nepuk perutnya.

“Tidak!” Ucap Yoona dengan suara tegas.

Kyungsoo mempout bibirnya sebal, Yoona melirik sekilas lalu tersenyum senang.

***

Di Rumah Sakit, Chanyeol berjalan santai di Lorong lalu berhenti sejenak untuk membaca petunjuk arah, lalu ia berbelok ke arah Department Kejiwaan sambil terusmenatap satu-persatu tulisan pada papan yang tergantung di pintu hingga akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.

Department Kejiwaan

  1. Xi Luhan

Chanyeol tersenyum lalu mememutar knop pintu, begitu terbuka orang yang ada di dalamnya terperajat kaget hingga terjungkal kebelakang.

“Kau baik-baik saja nona Xi?”

“Astaga, yang benar saja.. Kau tak–” Ucapannya terhenti begitu melihat siapa yang tadi mengagetkannya.

“Berhenti menatapku seperti itu, memang kau sedang melakukan apa sampai kau kaget seperti itu?”“Menonton sesuatu seperti itu?”

“Seperti itu apa?” Ucapnya ketus lalu akan menutup cermin di mejanya, tapi Chanyeol lebih cepat menghentikan tangan dokter yang ia panggil nona xi.

“Aw, kau bersolek? Jika kau bersolek, wajahmu akan semakin cantik nona xi.”

“Ya…! Berhenti memanggilku nona, aku lelaki tulen, lihat rambutku!”

“Bagaimana kau memakai gaya rambut seperti ini, kau seperti habis tersengat listrik.”

“Berhenti mengejek… Chanyeolie, kapan kau kembali ke Korea? Kau dokter di sini?”

“Ya aku dokter di sini sejak dua minggu yang lalu.”

“Kenapa kau baru menemuiku sekarang?”

“Sebenarnya aku juga baru tahu kau juga berkerja di sini, tadi pagi. Karena ada kau di sini, aku ingin bertanya?”

“Ya silahkan saja.”

“Dulu, bukankah kau pernah menjalin hubungan dengan seseorang yang bernama Yoona?”

“Ya, tapi sejak 4 tahun lalu dia menghilang dan mencampakanku begitu saja, kau tahukan bertapa aku depresi saat itu karena dia. Meski sekarang aku sudah tak merasa sakit hati terhadapnya, tetap saja aku terbayang masa penderitaanku 4 tahun yang lalu yang begitu bodoh dan mengenaskan. Eh- tapi kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?. Kau tahukan sekarang aku sudah menikah, jangan–”

“Bukan~Aku tak bermaksud seperti itu, hanya saja… Yoona yang ini sedikit aneh dan berbeda.”

“Jelas berbeda, mana mungkin dia adalah Yoona.”

“Tidak~ aku masih ingat dengan jelas wajahnya saat kau menunjukan fotonya padaku. Hanya saja ia berbeda.”

Luhan menggaruk kepalanya kesal setelah mendengar penjelasaan berbelit-belit dari sahabat baiknya itu.

“Eummm, apa kau masih menyimpan foto yang saat itu kau tunjukannya padaku.”

“Aku tak begitu yakin, foto itu ada di ponsel lamaku.” Ucap Luhan lalu membuka laci meja kerjanya, yang sudah penuh barang-barang berdebu. Luhan terus mengacak-ngacak lacinya hingga ponsel yang ia cari ditemukan. Chanyeol yang melihat itu, langsung menyambar ponsel yang masih di tangan Luhan.

“Kau benar-benar..”

“Aku pinjam dulu ponselmu ya.”

“Yayaya.. ingat foto itu, jangan sampai istriku melihatnya.”

“Oke!” “Sampai jumpa!” Ucap Chanyeol yang sudah di ambang pintu. Luhan menghela nafas lega melihat Chanyeol yang sudah meninggalkan ruangannya.

“Dasar! Dia selalu seperti itu..”

***

SMA Sungwon, 5 pm.

Yoona tengah menunggu Kyungsoo di dalam mobilnya, tak berselang lama siswa-siswi mulai berhamburan, namun Kyungsoo belum juga terlihat, sekolah mulai terlihat sepi, Yoona turun dari mobilnya.

“Hei nak!” ucap Yoona lalu berlari menuju dua siswi yang baru saja keluar.

“Ne~ Anyeonghaseo.” Ucap kedua siswi tersebut.

“Kau tahu Kyungsoo? Murid kelas 1 di sini?”

“Ah- Kyungsoo, dia sedang berlatih vocal untuk pertunjukan lusa. Tapi aku tadi melihatnya telah selesai.”

“Ya tunggu saja, sebentar lagi dia akan turun.”

“Oh benarkah? Terima kasih.” Ucap Yoona lalu menundukan kepalanya dan kedua siswa itupun membalasnya.

3 minutes later…

“Noona!”

Yoona yang sedang berjongkok melukis pasir seketika terhenti. de javuu begitulah yang dia rasakan. Kyungsoo yang berdiri di belakang menatap pasir yang dilukis Yoona dengan tersenyum.

“NOONA!”

“Kyungsoo-ah.”

“Berapa lama kau menunggu di sini?”

“Sangat-sangat lama, ah tapi itu tak penting, ayo pulang.. aku sudah membeli bahan-bahan makanan, aku akan memasakanmu makanan yang enak.”

“Aku tak yakin noona bisa memasak.”

“Dari mana kau tahu. Ah maksudku.. sudah-sudah lagi pula banyak cara memasak di internet.”

“Eumm, Baiklah kalo begitu.”

.

.

.

Yoona sedang memasak, satu buah tab yang menjadi panduannya. Masakan telah selesai, Yoona menyajikannya secantik mungkin.

“Mari makan.” ucap Yoona. Keduanya menyuapkan makanannya, tapi setelah itu keduanya sama-sama menyerenyit.

“Ah- sebaiknya kita pesan ayam goreng saja ya.”

“Setuju.”

Yoona menekan nomer telepon untuk memesan ayam, tapi bel apartmentnya berbunyi. Yoona kembali menyimpan ponselnya, lalu berjalan menuju pintu.

“Siapa?” ucap Yoona sembari melihat monitor yang menmpilkan seseorang yang hanya terlihat leher dan bahunya saja.

“Tetangga baru.”

“Wah, kita beruntung Kyungsoo. Sepertinya tetangga baru itu ingin memberi kita makanan.”

Di balik pintu tetangga baru yang sudah jelas itu adalah Chanyeol.

“Astaga lama sekali, tinggal buka pintu saja.. Kenapa ibu memberi begitu banyak makanan dan diberikan begitu saja pada orang lain.” umpat Chanyeol. Yoona membuka pintu, Chanyeol berbalik.

“Anyoenghaseo! Chanyeol-imnida, aku tetangga barumu, harap-”

“Kau!” Yoona bermaksud menutup kembali pintu, tapi Chanyeol menghentikannya dengan kakinya, lalu meringis kesakitan.

“Ya nona, setidaknya terima ini dulu. Aku tak mau ibuku memarahiku karena makanan ini tak sampai ke tetanggaku.”

Yoona membuka pintunya kembali, lalu mengambil rantang makanan dari Chanyeol dengan kasar.

“Tunggu…”

Yoona meninggalkan Chanyeol tanpa mempersilahkan Chanyeol masuk. Chanyeol yang tak peduli berjalan masuk, lalu ia melihat meja di ruang tv, terdapat dua mangkok dan dua gelas.

“Apa dia tinggal bersama Kris.” batinnya.

“Hei, siapa yang menyuruhmu masuk?” ucap Yoona yang masih berkutat memindahkan makanan-makanan dari Chanyeol.

“Ya Kyungsoo jangan tersenyum padanya!”

Chanyeol mencari orang yang disebut Yoona, tapi Chanyeol tak menemukannya. Lalu Chanyeol kembali melihat ke arah meja ruang tv. Matanya membulat melihat seorang anak laki-laki menatapnya sembari tersenyum. “Bagaimana..” batinnya.

“Anyeonghaseo, Kyungsoo-Imnida.” ucap Kyungsoo pada Chanyeol.

Chanyeol hanya menatap terpaku Kyungsoo.

“Hei tuan dokter.” ucap Yoona yang sudah di samping Chanyeol sembari menggoyang-goyangkan rantang di depan wajah Chanyeol.

“Ah maaf.” Ucap Chanyeol lalu meraih rantangnya.

“Tunggu dulu, Kau tak menghargai Kyungsoo hari ini, beberapa hari yang lalu kau tak minta maaf padanya. Sekarang ce–”

“ah aku benar-benar minta maaf padamu. Oiya aku Chanyeol, kau kelihatannya sangat muda, kau bisa memanggilku hyung, aku tinggal di sebelah apartment wanita gi- maksudku nona cantik ini. senang berkenalan denganmu. Mari kita berteman” ucap Chanyeol dengan nada ceria.

“Ne, Hyung.” balas Kyungsoo.

“Sudah sudah cukup berkenalannya, sekarang tuan dokter kau boleh pergi.”

Chanyeol menunduk lalu melambaikan tangannya pada Kyungsoo.

“Sepertinya aku harus memeriksakan mataku.” batin Chanyeol, lalu keluar dari apartment Yoona.

.

.

.

Chanyeol sudah berada dalam apartmentnya, dia terus mondar-mandir di depan pintu sambil sesekali menatap monitor.

“Siapa anak SMA itu, seragam yang ia pakai tak asing. Dan apa hubungannya dengan Yoona? ”

Tbc…

Akhirnya selesai juga chapter ke2, karena agak kecewa respon di chapter pertama jadi chapter kedua agak ngak semangat nulis, tapi setelah membaca kembali komentar kalian yang mengaharapkan kelanjutan ffku jadi ngak tega lama-lama*cielah. sebenarnya author mau twoshoot aja tp karena author menulis dengan keterbatasan fasilitas (author nulis di smartphone), oke ini curhat, mian…

Author harap banyak dari kalian yang meninggalkan komentar baik kritik maupun saran untuk kemajuan menulisku.

Sorry for typos..

See next chapter…

25 thoughts on “[Freelance] Gone (Chapter 2)

  1. Entah knp gw mlh ngira D.o itu cuma tokoh halusinasinya Yoong eonni *gubdrak *efek drama It’s Okay That’s Love 😛 gw lbh suka kalo Yoong eonni joha joha.nan(?) ama D.o yg imut2 +unyu2 kyk gw *ditabok massa.. btw keren thor critanya 👍 nan joha joha joha ♡♡ d.tnhgu next thor.. fighting!👊

  2. aku bingung sebenernya. aku udah baca ff ini apa blm. soalnya samar2 aja aku keinget sama cerita sebelumnya…ah…mau baca part 1 lagi aja😀
    btw…ini masih penuh misteri ya? terutama si kyungsoo itu?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s