[Freelance] Special Girl (Chapter 2)

Special Girl - Poster

Chastell present

Im Yoon Ah | Oh Sehun | Kris Wu

School life, romance, fluff

Poster by Apine @Cafeposter

“Sungguh. I also—miss the real you.”

Diam. Yoona terdiam mendengar perkataan Kris yang mengingatkannya pada masa lalunya yang kelam.

Why, Yoong? Are you still—

Yeah, aku masih takut dan trauma.”

“Tapi itu ketika mereka masih kecil dan mereka tak mengerti apa yang mereka lakukan, right?—lagipula kejadian itu terjadi di Canada, dan sekarang kau di Korea. Different place, different person, right?

Yeah, I know. but—kau tak akan mengerti Kris.”

Why? At least, you have to try to show the real you. Afraid? I’m here with you. Nobody can hurt you. Remember what I say 9 years ago?—I’ll protect you, Yoong.

I know, I know. Tapi apakah kau tahu bagaimana rasanya kau dicaci-maki dan dipukuli oleh temanmu? Kau selalu dikerjai dan tidak memiliki satupun teman yang menyayangimu? Kau di katai aneh karena penampilanmu yang memang telah diberikan Tuhan padamu sejak lahir? Kau dikatai setan? Anak setan—”

Kris memeluk Yoona yang telah meneteskan bulir-bulir bening dari mata indahnya. Kris merasa bodoh karena telah mengungkit masa lalu yang dibenci Yoona dan telah membuat gadis itu menangis.

I’m sorry, Yoong. I should never ask you this kind of thing. Aku janji tidak akan mengungkit masalah ini lagi, Yoong.”

Yoona hanya dapat menangis dalam pelukan Kris. Tangisan yang terjadi karena masa lalunya yang menyedihkan.

  • ¨©ª

Yoona melangkahkan kakinya masuk ke dalam kelas yang masih kosong dan meletakkan tasnya di tempat duduknya. Ia mengambil handphone dan earphone-nya—tidak lupa dengan buku tebalnya kemudian melangkah keluar kelas menuju ke atap sekolah.

Yoona memasang earphone ke telinganya dan memutar lagu kesukaannya, Sugar by Maroon 5. Ia membuka bukunya dan mulai membacanya.

Seseorang mengganggu ketenangan seorang Im Yoona. Orang itu menarik sebelah earphone Yoona dan memasangkan di telinganya sendiri.

“Aku juga menyukai lagu ini.”

Yoona menoleh sinis ke arah orang yang telah mengganggu aktivitasnya “Mengapa kau selalu menggangguku, Oh Sehun?”

“Aku tidak pernah mengganggumu.”

“Kau baru saja menggangguku.” Ucap Yoona memberi penekanan pada setiap kata-katanya.

Sehun menatap Yoona heran “Aku hanya duduk di sini dan kau bilang itu mengganggumu?”

“Kau menarik earphone-ku.” Ucap Yoona memberi penekanan lagi pada setiap kata-katanya.

Sehun mengalihkan pandangannya ke arah lain “Aku hanya meminjam.”

“Aku tak pernah mengijinkanmu.”

Sehun mengalihkan pandangannya ke arah Yoona dan menatapnya tajam “Kau dingin sekali.”

Yoona menatap tajam Sehun “Kau juga dingin.”

Sehun mendekatkan wajahnya ke arah Yoona “Kau anggun tapi tidak sopan.”

Yoona juga mendekatkan wajahnya ke arah Sehun “Kau seenaknya dan sangat tidak sopan.”

Mereka saling bertatapan dalam jangka waktu yang tidak sebentar, hingga angin bertiup ke arah mereka yang menyebabkan rambut panjang Yoona menerpa wajah Sehun. “Jangan dekati wajah tampanku dengan wajah jelekmu.” Ucap Sehun yang sudah meletakkan jari telunjuk dan jari tengahnya di dahi Yoona untuk mendorong Yoona menjauh darinya.

Yoona memukul tangan Sehun dengan keras hingga tangan Sehun terlepas dari dahinya “Dan jangan menyentuh dahiku—I mean, my pony with your dirty fingers.” Ucap Yoona sambil menepuk-nepuk pony-nya.

Sehun mengelus tangannya yang dipukuli Yoona tadi dan menatap Yoona dingin. Yoona membalas tatapan Sehun “What?

Sehun mengangkat sebelah tangannya dan mencubit pipi kanan Yoona. “YAK! Lepaskan tangan kotormu dari pipiku!” Teriak Yoona sambil memukul tangan Sehun berkali-kali.

Sehun mengangkat sebelah tangannya lagi dan mencubit pipi kiri Yoona. “YAK! Kau tidak cocok mencubit pipi orang dengan wajah datarmu yang dingin.” Ejek Yoona sambil memukul keras kedua tangan Sehun.

Sehun melepaskan kedua tangannya dari kedua pipi Yoona “Dasar yeoja aneh.”

Yoona mengelus kedua pipinya yang merah bukan karena malu, tetapi karena cubitan Sehun tadi yang cukup keras “What? Kau yang aneh.”

Sehun melepaskan earphone yang ia ambil dari Yoona tadi dan memasangkannya lagi ke telinga Yoona. “Thanks for the music.” Ucap Sehun kemudian berjalan meninggalkan Yoona yang menatapnya aneh.

.

.

Yoona berjalan ke arah sebuah mobil porsche hitam disertai dengan James yang sudah membukakan pintu mobil tersebut untuk Yoona.

James segera masuk ke dalam mobil dan menyetir mobilnya keluar dari sekolah “Kita akan ke Francessca Boutiqe atas perintah tuan, nona.”

Yoona yang semula melihat ke arah luar jendela menoleh ke arah James “Appa? Untuk apa?”

“Akan ada acara makan bersama, nona.” Jawab James yang masih fokus mengemudikan mobil.

“Bersama siapa?” Tanya Yoona bingung.

“Saya juga kurang tahu, nona.” Ucap James yang hanya dijawab dengan anggukan singkat Yoona.

Mobil porsche hitam tersebut sudah terparkir rapi di depan sebuah gedung mewah bernama Francessca Boutiqe. James segera membukakan pintu untuk Yoona.

James membungkuk ke arah Yoona “Saya akan menunggu nona di luar.”

Yoona membungkuk pelan ke arah James “Baiklah. Jam berapa acara makannya dimulai?”

James melihat jam tangan bermerk Patek Phillippe-nya “Jam 5 nona. Sekitar 1 jam dari sekarang.”

Yoona hanya mengangguk pelan dan berjalan masuk ke dalam gedung tersebut. Saat Yoona masuk, ia disambut oleh seorang wanita paruh baya dengan sebuah pelukan hangat “Lama tak bertemu, Yoong. Ahjumma merindukanmu.”

Yoona membalas pelukan wanita tersebut “Aku juga merindukanmu, Kim Ahjumma

Kim Taeyeon, pemilik Francessca Boutiqe—butik besar yang sangat terkenal di Korea. Ia merupakan sahabat dari ibu Yoona, oleh karena itu Yoona dekat dengan Taeyeon.

Taeyeon melepaskan pelukannya “Ahjumma sudah dengar dari appa-mu tentang acara makan bersama. Oleh karena itu, Ahjumma sudah menyiapkan gaun yang cocok untukmu.”

Yoona tersenyum simpul “Terima kasih, Kim Ahjumma.”

Yoona mengikuti Taeyeon ke sebuah ruangan besar dengan nuansa Eropa yang klasik. Sebuah gaun panjang berwarna biru pastel yang dihiasi dengan renda halus dan mutiara-mutiara kecil di sekelilingnya.

“Ini akan cocok sekali untukmu.” Ucap Taeyeon tersenyum ke arah Yoona.

Yoona menyentuh gaun tersebut dan tersenyum “Gaun ini indah sekali. Terlalu indah untuk sebuah acara makan biasa. Terima kasih, Kim Ahjumma.”

“Gaun ini tidak lebih indah daripada dirimu, sayang. Gantilah pakaianmu dengan gaun ini. Ahjumma masih harus menata wajah dan rambutmu.” Ucap Taeyeon sambil mengambil gaun tersebut dan memberikannya pada Yoona.

Yoona tersenyum simpul “Baiklah, Kim Ahjumma.”

Yoona berjalan masuk ke dalam ruang ganti dalam ruangan tersebut untuk mengganti pakaiannya. Setelah selesai, ia keluar dengan balutan gaun biru pastel tadi di tubuhnya. Taeyeon tersenyum lebar melihat Yoona “Seperti yang kuharapkan, gaun ini sangat cocok untukmu.”

Yoona berjalan ke arah Taeyeon dan duduk di kursi rias “Terima kasih, Kim Ahjumma.”

“Baiklah. Mari kita tata wajahmu terlebih dahulu.” Ucap Taeyeon sambil melepaskan kaca mata Yoona kemudian ia mengambil beberapa alat make-up dan mulai merias wajah Yoona.

Tak butuh waktu lama, wajah Yoona telah selesai dipoles oleh Taeyeon “Kau terlihat sangat cantik Yoona. Hm, now let’s do your hair. Mau mengganti wig?”

“Terserah Kim Ahjumma saja. Sepertinya itu makan bersama dengan rekan kerja appa. Jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Jawab Yoona sambil tersenyum tipis ke arah Taeyeon—ia adalah salah satu orang yang mengetahui penampilan asli Yoona.

Taeyeon pergi ke arah sebuah lemari putih yang cukup besar dan membukanya. Terpampanglah puluhan rambut palsu dengan aneka style. Taeyeon mengambil satu rambut palsu berwarna hitam panjang bergelombang—tanpa ponyHow about this?

Not bad.” Jawab Yoona sambil terkekeh kemudian mulai melepaskan jepitan-jepitan hitam di sekitar bawah rambutnya—yang berguna sebagai penahan wig Yoona agar tidak mudah lepas.

Taeyeon meletakkan wig yang ia ambil tadi di atas meja dan membantu Yoona melepaskan wig yang sedang Yoona kenakan sekarang. Setelah wig tersebut dilepaskan, terpampanglah rambut biru panjang milik Im Yoona.

Taeyeon mulai merapikan rambut Yoona agar wig tadi bisa terpasang sempurna di kepala Yoona “Sebenarnya kau terlihat sangat cantik dengan rambut birumu. Kau tahu, ahjumma sangat menyukai rambutmu ini.”

Yoona hanya tersenyum tipis mendengar tanggapan dari Taeyeon. “Sudah selesai. Kau terlihat sangat cantik.” Puji Taeyeon sambil mengacungkan kedua jempolnya.

“Berkat Kim Ahjumma yang profesional.” Jawab Yoona mengacungkan kedua jempolnya juga yang membuat Taeyeon terkekeh malu.

Keduanya berjalan ke arah pintu butik “Saya pergi dulu, Kim Ahjumma. Terima kasih atas gaun dan riasan yang indah.”

“Sama-sama. Semoga acara makan bersamanya berjalan lancar.” Ucap Taeyeon tersenyum dan melambaikan tangannya pada Yoona.

Yoona tersenyum sambil membungkuk pelan kemudian berjalan menuju mobil porsche hitam yang sudah menunggunya dari tadi.

.

.

James membuka pintu mobil dan keluarlah seorang yeoja dengan balutan gaun berenda berwarna biru pastel. seorang namja bertubuh kekar dalam balutan kemeja hitam membungkuk ke arah yeoja tersebut. “Silahkan masuk, nona Yoona.” Ucap namja tersebut, George—kepala bodyguard keluarga Im dan selalu berada di sisi Im Dong Wook—appa Yoona.

Yoonapun masuk ke dalam restoran ternama di Korea yang bernuansa Eropa itu. Yoona terus berjalan sesuai arahan George serta diikuti oleh beberapa bodyguard yang mengawal Yoona dari belakang dan sampailah mereka ke sebuah pintu besar. “Silahkan masuk nona. Tuan beserta rekannya sudah menunggu di dalam.” Ucap George sambil membungkuk dan diikuti oleh bodyguard yang lain.

Yoona membungkuk pelan ke arah mereka dan masuk ke dalam ruang VIP yang pintunya sudah dibukakan oleh George. Terlihat Tn. Im dan dua orang namja yang duduk membelakangi Yoona. Yoona membungkuk ke arah mereka “Maaf atas keterlambatan saya.”

Oh, kau sudah datang rupanya. Duduklah.” Ucap Tn. Im yang dijawab dengan anggukan Yoona. Seorang namja yang tadi membelakangi Yoona menoleh ke arahnya sedangkan yang satu lagi masih tetap membelakanginya. Namja paruh baya berbalut tuxedo tersebut tersenyum ke arah Yoona “Dong Wook-ah, putrimu terlihat sangat mirip denganmu.”

“Tentu saja.” Ucap Tn. Im tersenyum sekilas. Yoona berjalan ke arah meja makan tersebut dan duduk di samping appanya menghadap ke arah seorang namja yang sedari tadi belum menunjukkan wajahnya. Yoona membesarkan kedua matanya karena kaget melihat namja di depannya tersebut sedangkan namja tersebut hanya dapat mengerutkan dahinya karena bingung dengan reaksi Yoona.

“Perkenalkan, saya Oh Jin Hyuk.” Ucap namja paruh baya tadi. “Kami sudah bersahabat sejak kami masih duduk di bangku SMA. Tn. Oh juga merupakan orang terkaya nomor satu di Korea Selatan.” Ucap Tn. Im sambil tertawa.

“Jangan melebih-lebihkan, Dong Wook-ah. Kau juga salah satu orang terkaya di Korea Selatan.” Ucap Tn. Oh sambil tertawa pelan. Yoona hanya dapat tersenyum kaku dengan candaan yang dilontarkan oleh kedua namja paruh baya yang bersahabat itu.

“Oh ya, namja di sebelahku ini adalah putra keduaku. Sehun-ah, perkenalkan dirimu.” Ucap Tn. Oh sambil menyenggol tangan Sehun. “Hi, Namaku Oh Sehun.” Ucap Sehun dingin.

“Dan yeoja di sampingku adalah putriku satu-satunya. Namanya adalah Im Yoona.” Ucap Tn. Im sembari tersenyum ke arah Sehun dan appanya.

Sehun yang sedari tadi memasang wajah datarnya kemudian mengerutkan keningnya dan kemudian menatap Yoona penuh selidik. “Hm—hi

“Kalau tidak salah, kalian satu sekolah bukan?” Tanya Tn. Oh. Skakmat. Yoona menghindari tatapan Sehun yang sekarang sedang menatapnya curiga. Tn. Im juga kaget mendengar pertanyaan Tn. Oh.

“Memangnya kau kelas berapa, Yoona?” Tanya Sehun tiba-tiba.

Yoona menggigit bibir bawahnya dan tangannya mulai basah karena keringat. Yoona diam dan tak kunjung menjawab pertanyaan Sehun. “ekhm—makanannya sudah datang. Mari kita makan sebelum makanannya menjadi dingin.” Potong Tn. Im tiba-tiba.

Yoona sekarang bisa bernapas lega berkat appanya yang sudah mengalihkan pertanyaan Sehun tetapi tidak dipungkiri bahwa tatapan penasaran Sehun sangat mengganggu Yoona. “Mengapa tidak dimakan, Sehun-ah?” Tanya Tn. Im.

Eh, ne, ahjusshi.” Jawab Sehun canggung kemudian mengalihkan pandangannya dari Yoona ke arah makanannya dan mulai menyantapnya.

Setelah 2 jam berlalu, akhirnya acara makan bersama antara keluarga Im dan keluarga Oh sudah selesai. Saat ini mereka sedang berjalan keluar dari restoran tersebut. “Terima kasih atas makan bersama malam ini. Kita harus melakukannya lagi lain waktu.” Ucap Tn. Oh saat mereka sudah sampai di luar restoran.

“Tentu saja kita akan makan bersama lagi dan jangan lupa membawa Jihyo.” Ucap Tn. Im.

“Pasti. Jihyo sangat menyesal karena tidak bisa datang malam ini. Ia sedang disibukkan dengan lukisan barunya yang nantinya akan dipamerkan di Jepang.” Ucap Tn. Oh sembari tersenyum.

“Sepertinya Jihyo tidak hanya terkenal di Korea Selatan, tetapi juga di luar negeri. Lukisan Jihyo memang sangat indah dan dapat membuat orang-orang yang melihatnya ikut merasakan lukisannya.” Balas Tn. Im.

“Ya, aku merasa beruntung dapat menjadikannya istri.” Tawa Tn. Oh yang dibalas dengan tawa Tn. Im. Sedangkan Yoona hanya dapat berdiri diam dan Sehun masih menatap Yoona penuh selidik.

“Baiklah kami pulang dulu.” Ucap Tn. Oh berjalan ke arah mobilnya bersama Sehun

“Berhati-hatilah di jalan.” Ucap Tn. Im yang juga sudah bersiap masuk ke dalam mobil maybach landaulet putih miliknya. “Kalian juga berhati-hatilah.” Ucap Tn. Oh kemudian masuk ke dalam mobil.

Sehun membungkuk ke arah Tn. Im kemudian masuk ke dalam mobil.

Yoona dan Tn. Im juga masuk ke dalam mobil “Terima kasih, appa.”

“Untuk apa?” Tanya Tn. Im

“Karena sudah mengalihkan pertanyaan Sehun tadi.” Kata Yoona sembari menatap Tn. Im.

hm, maafkan appa juga. Appa benar-benar tidak tahu bahwa Sehun satu sekolah denganmu, jadi appa tidak memperingatimu untuk tidak mengubah penampilanmu.” Jawab Tn. Im merasa bersalah pada Yoona.

It’s okay, dad.” Ucap Yoona sambil tersenyum tipis.

“Yoong, kau masih belum berani membuka diri?” Tanya Tn. Im menghadap putri semata wayangnya itu.

Yoona menggeleng pelan dan menunduk. Tn. Im menghela napas pelan “Heterochromia iridium yang diwariskan eomma-mu memang jarang terjadi pada manusia, tapi sebenarnya dua mata yang berbeda warna itu unik. Rambut biru yang entah bagaimana bisa melekat di rambutmu juga merupakan suatu keunikan yang indah.”

Yoona yang tadi menunduk kini menatap Tn. Im penuh perhatian. “Buktinya eomma-mu selalu dipuji karena matanya yang unik.” Ucap Tn. Im tersenyum.

“Tapi, hal yang berbeda terjadi padaku, appa.” Ucap Yoona pelan.

“Itu karena pada masa itu kalian masih kecil dan tidak mengerti tentang hal seperti ini. Apalagi, kau tak pernah memberi tahu appa dan eomma bahwa kau telah di-bully oleh teman-temanmu.” Ucap Tn. Im menenangkan Yoona.

“Itu karena aku takut, appa.” Ucap Yoona tertunduk. “Appa mengerti. Makanya eomma dan appa mengajakmu pindah ke Korea dan kau boleh menyembunyikan penampilan aslimu jika kau masih takut.” Ucap Tn. Im sambil mengelus rambut Yoona lembut.

Yoona tersenyum manis ke arah appa-nya “Terima kasih, appa.”

“Yoong, besok appa akan berangkat ke Inggris karena ada beberapa hal yang harus diurus.” Ucap Tn. Im yang membuat Yoona mendongak ke arahnya “Berapa lama?”

“Sekitar sebulan.” Ucap Tn. Im pelan.

“Itu—sangat lama.” Ucap Yoona hampir menangis. “Maafkan appa yang tak bisa meluangkan banyak waktu untukmu. Tapi ini adalah urusan mendadak dan genting, appa tak bisa meninggalkannya. Appa akan sering-sering meneleponmu.” Ucap Tn. Im merasa bersalah pada Yoona.

Yoona hanya mengangguk pelan menahan tangis mengingat ia hanya bertemu dengan appa-nya seminggu dua kali dan sekarang ia tak akan bertemu appa-nya selama sebulan.

Yoona juga ingin menjadi anak-anak lain yang mendapat kasih sayang dari appanya. Bukan berarti Tn. Im tidak memberi kasih sayang pada Yoona. Tn. Im selalu menyayangi Yoona, hanya saja tidak ada waktu banyak yang dapat ia luangkan bersama Yoona dan Yoona tahu itu. Oleh sebab itu, Yoona akan menghargai setiap waktu ketika sedang bersama appa-nya.

  • ¨©ª

Seperti biasa, pagi ini Yoona bersiap menuju ke sekolah. Yoona berdiri dari meja makannya bersiap untuk berangkat ke sekolah sebelum Anthony berbicara dengannya “Nona, Tuan Kris menunggu anda di luar.”

Yoona mengerutkan keningnya dan segera berjalan keluar. “Good morning, princess.” Sapa Kris sambil melambaikan tangannya pada Yoona.

“Jangan memanggilku dengan sebutan princess. It’s so—disgusting.” Ucap Yoona tak senang.

“Pagi-pagi sudah memasang wajah jelek seperti itu, pantas saja tak ada yang mau menjadi kekasihmu.” Ucap Kris mengejek.

YA! Kau bahkan lebih jelek dariku.” Ucap Yoona sambil memukul keras lengan Kris.

Kris meringis kesakitan karena pukulan Yoona “Kau semakin kuat, eoh?”

“Tentu saja. By the way, what are you doing here?” Tanya Yoona menyilangkan kedua tangannya.

“Menjemputmu.” Ucap Kris langsung menarik tangan Yoona agar masuk ke dalam mobil Ferarri FF berwarna merahnya kemudian menutup pintunya.

“Aku akan mengantar Yoona ke sekolah. Aku janji Yoona akan selamat sampai di sekolah.” Ucap Kris pada Anthony dan James.

“Baiklah, tolong jaga nona Yoona dengan baik.” Ucap Anthony mengijinkan.

“Kami pamit dulu.” Ucap Kris seraya membungkuk hormat ke arah Anthony dan James kemudian masuk ke dalam mobil.

“Kemarin aku tak melihatmu sama sekali di sekolah.” Ucap Kris mulai menyetir mobilnya.

“Jung songsaengnim memintaku membantunya di perpustakaan.” Ucap Yoona melihat ke luar jendela.

Hm, wanna have dinner together?” Tanya Kris masih fokus dengan acara menyetirnya.

Tonight?

Yeah.

Okay, where?” Tanya Yoona menoleh ke arah Kris.

Secret. Akan kujemput jam 7 malam.” Ucap Kris sembari tersenyum tipis.

“Kris, turunkan aku di sini.” Ucap Yoona ketika mereka sudah hampir sampai di sekolah.

Why?” Ucap Kris masih tetap menyetir mobilnya.

“Aku tidak mau ada murid lain melihatku turun dari mobil bersamamu.” Ucap Yoona singkat.

“Tidak masalah bukan?” Tanya Kris menoleh ke arah Yoona.

“Tentu saja itu masalah untukku. Aku tidak mau menjadi pusat perhatian dan aku tidak mau dibicarakan yang bukan-bukan oleh murid-murid di sekolah kita.” Jelas Yoona panjang lebar.

“Mengapa murid-murid akan membicarakanmu yang tidak-tidak?” Tanya Kris tidak mengerti maksud Yoona.

Yoona menghela napas kasar “Kau populer di sekolah, Kris. Jika mereka melihat anak kutu buku sepertiku bersama anak populer sepertimu maka kau sudah tahu apa reaksi mereka.”

Kris menghela napas kasar kemudian menghentikan mobilnya “Baiklah. Sebagai gantinya nanti kita makan siang bersama di kantin sekolah?”

“Tidak, Kris. Sudah cukup kejadian di kantin dua hari yang lalu dan aku tidak mau itu terulang lagi.” Ucap Yoona menolak mentah-mentah ajakan Kris.

Kris mengerucutkan bibirnya karena kesal dan itu membuat Yoona tertawa geli “Kau tidak cocok bertingkah imut seperti itu.”

“Hanya kau yeoja yang mengataiku tidak imut dan tidak tampan.” Ucap Kris terkekeh sambil melepaskan safety belt yang awalnya melingkar di pinggang Yoona.

Yoona terkekeh pelan dan menghadap Kris “Karena mataku belum rusak seperti yeoja-yeoja yang lainnya.”

Kris hanya dapat tertawa mendengar ucapan Yoona. “Terima kasih atas tumpangannya.” Ucap Yoona sambil membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.

Kris melambaikan tangannya dan tersenyum ke arah Yoona “Hati-hati di jalan.”

Yoona membalas lambaian tangan Kris dan menutup pintu kemudian berjalan menuju ke sekolah yang jaraknya hanya beberapa meter saja.

.

.

Seperti biasa, pagi ini Yoona mendengarkan musik di atap sekolah sambil berdiri bersandar pada sebuah pagar. Tiba-tiba datanglah seorang namja yang ikut bersender di sebelah Yoona.

Yoona menoleh kaget ke arah sang namja—Sehun “A, apa yang kau, lakukan di, di sini?” Ucap Yoona terbata-bata mengingat kejadian makan bersamanya kemarin.

“Memangnya aku tidak boleh berada di sini, Im Yoona?” Tanya Sehun menoleh ke arah Yoona.

Yoona merinding mendengar Sehun memanggil nama lengkapnya tetapi kemudian memandang Sehun dingin “Boleh-boleh saja, Tuan Oh.”

“Kemarin aku bertemu seorang yeoja yang memiliki nama yang sama denganmu.” Ucap Sehun menatap Yoona penuh selidik.

Yoona mengepal tangannya keras untuk menahan kegugupannya “Lalu?”

“Kurasa itu adalah kau.” Ucap Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona.

“Kau salah orang.” Ucap Yoona sambil menghindari tatapan Sehun.

Sehun meletakkan tangannya di dagu Yoona dan mendekatkan wajah Yoona ke wajahnya hingga batang hidung mereka hanya berjarak kurang dari 2 cm “Kalau dilihat dari dekat kalian telihat sangat mirip. Yang membedakan kalian hanya gaya rambut yang berbeda—tunggu dulu, apa yang ada di matamu itu adalah softlens? Kalau begitu, untuk apa kau memakai kacamata yang tebal lagi?”

Skakmat. Yoona hanya dapat membeku mendengar pertanyaan Sehun. Oh God, what should I do now?

TBC.

Haaiii! Aku balik lagi sama ff ini! Aku seneng banget karena masih ada yang mau baca ff pertama yang absurd ceritanya >.< Aku juga seneng karena kalian yang baca ff ini mau ngasih kritik dan saran, itu sangat membantu! Terima kasih!

Aku baca semua comment kalian satu-satu, tapi maaf kalau aku gak bisa bales satu-satu. Dan dari comment itu aku sadar ternyata aku melakukan typo yang tak termaafkan(?) itu Sehun dari Australia, tapi gatau kenapa di selanjutnya kubuat Amerika. Sori banget yah T.T

Btw, Heterochromia Iridum itu adalah suatu kondisi dimana mata kanan dan mata kirinya berbeda warna dan itu bisa merupakan keturunan.

Okeh, kok jadi panjang banget hehee. Ditunggu chapter 3 nya yah! Aku sayang kalian/?

69 thoughts on “[Freelance] Special Girl (Chapter 2)

  1. Ogh aku baru ngerti kenapa yoona mnutupi identitasnya, karna rambutnya berwarna biru sama warna matnya yang berbesa,
    Aku suka bnhet sma ceritnya, next thor..!!

  2. Oh yaampun ternyata rambut yoona berwarna biru. Sehun kenapa kamu begitu pintar untuk mengenali yoona. Arghh cinta banget sama sikap sehun yg selalu ngeganggu yoona di atap sekolah

  3. Makin seru aja niii apalgi skrg sehun udh curiga ma yoona…
    aduuuh gmn niii kalau sehun tw rahasia yoona apa dy akan menjaih atw ttp dket ma yoona

  4. Hua klu ktahuan bgaman thuc?
    Sehun jg suka amet yah brsama yoona.

    Ahh, pkoknya d’tnggu deh next chapnya😉
    fighting!
    Keep writting thor!

  5. Daebakk
    Suka ma jalan ceritanya unn
    Moment nya yoonkris ma yoonhun juga nyess bgt
    Next chap ditunggu unn hehehe

  6. Thor itu rambut biru yoona jga mrpkan keturunan yh ,??
    Wow warna kedua matany berbeda/? Unik bnget wehh :3
    btw author bisa gx ksih bonus pick yoona yg rambutny biru,?😀 soalny kepo ajh psti tmbh cantik yoonany *abaikan permintaan ini thor*
    Sehun curiga tuh sma Yoona klau ada sesuatu dgnny..
    Kris sayang bnget sma Yoona yh,,tpi aq ragu itu sayang aph cinta :v
    Wahh aq suka bgt sma ff ini thor,,jdi usahakn update cepet yh /modus/ -_- …
    Keep Writing thor ^^
    FIGHTING !!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s