[Freelance] Mianhae (Chapter 3)

zii21

MIANHAE
Cast : Im Yoon Ah, Oh Se Hun, and Other
Genre : Mystery, Fantasy, Sad, Romance
Length: Chaptered
Author : Zii21
Big Thanks for leesinhyo @Yoongexo

.

Calista bangkit dari duduknya dan menatap luhan menyelidik, apa yang akan laki-laki itu lakukan padanya. Mata calista sedikit menyipit menatap luhan, mulutnya bergumam makian untuk lelaki itu. Luhan diam, dia kembali menampilakan smirknya, setelah didorong calista dia lebih maju kearah gadis itu yang sekarang berdiri didepannya.

“jauhkan wajahmu, nafasmu menerpa wajahku pabbo. Kau bau”ucap calista menutup hidungnya.

“deer”

Calista masih terdiam menatap wajah luhan yang hanya beberapa centi dari wajahnya. Matanya mengedipkan berkali-kali dengan pelan. Nafas hangat milik luhan mengganggu wajah cantik calista.

“Anak pucat itu mencarimu rusa betina bodoh”ucap luhan sembari menonyor kening calista sampai gadis itu terjungkal dan duduk ditanah.

Luhan menutup mulutnya terkejut dengan apa yang ia lakukan, apa tenaganya begitu kencang sampai gadis itu terjungkal. Atau gadis itu yang lemah sampai terjungkal karna jari telunjuk luhan ?

Sebuah tangan menarik tangan calista, direngkuhnya tubuh gadis itu dan laki-laki yang bernama sehun terisak dipundak calista. Gadis itu melepas paksa pelukan sehun, dia menjauhkan tubuhnya dari sehun. Lalu menatap luhan meminta pertolongan.

“luhan, aku akan berbicara dengannya”

…………..

Angin sore semakin kencang menerbangkan helain rambut gadis cantik yang masih terduduk sejak tiga jam lalu. Matanya hanya menatap sehun yang sedang bermain basket tanpa henti, berkali-kali ia terjatuh karena kakinya yang lelah. Hembusan nafas panjang saat lagi-lagi sehun terjatuh, gadis cantik ini masih setia menonton aksi sehun, tanpa lelah ia masih terduduk ditempatnya.

Sehun bukan teman dekatnya bakan berteman dengannya belum genap 30hari. Gadis cantik dengan setelah kaos dan celana jeans kini berdiri kala sehun sudah tidak mampu bangun untuk melanjutkan permainannya. Awan semakin gelap dan yoona lelah menunggu dan hanya melihat sehun yang tidak berhenti bermain basket.

“aku tidak menyangka kau bisa kelelahan Tuan Oh”

“kau disini? Apa yang kau lakukan?”

“eumm.. aku disini, dari tiga jam yang lalu”

“pulanglah, jika kau semakin malam disini akan banyak orang jahat. Apa kau tidak takut?”

“bangun dan bersiap pulang denganku karena aku sudah takut”

Tangan sehun menggenggam uluran tangan yoona “kau tidak bisa berjalan?”Tanya yoona.

Sehun hanya terdiam ditempatnya berdiri disamping yoona dan menggenggam erat tangan kanan yoona. Bajunya basah karena keringat, kakinya lelah untuk sekedar melangkah. “aku akan pulang nanti, kau pulanglah sendiri”

Yoona menaruh tangan kiri sehun dipundaknya dan mulai berjalan kearah halte bus. Yoona akui ini memang berat, tapi mau bagaimana lagi? Tidak mungkin yoona akan meninggalkan sehun sedirian sedangkan kakinya tidak bisa digunakan.

“mian, merepotkanmu. Lebih baik aku ditinggal disini saja, yoona”

“aku tidak mempunyai teman untuk menjemputku. Handphoneku low dan aku tidak bisa menghubungi Jessie. Kau harus tetap bersamaku sampai kita tiba dirumahmu. Bukankah rumahmu dekat dari sini, hanya menaiki bus dan berhenti di halte berikutnya”

“okay. Kau harus menghubungi Jessica untuk mengantarmu pulang kita dirumahku. Apa yang bisa aku lakukan untuk membalas kebaikanmu, yoona?”

Yoona menghembuskan nafas panjangnya lagi. Ohh Ya Tuhan kakinya gemetar karna beban terlalu berat di punggungnya. Lima langkah lagi mereka akan sampai di halte. Yoona berkali-kali memohon pada tuhan agar kakinya tidak patah ditengah jalan.

“okay. Emm bagaimana jika kita ke lotte world?”Tanya yoona antusias, mukanya berubah berseri bahkan kakinya telah kembali seperti biasa.

“ide bagus. Mian, mungkin setelah kakiku sembuh aku akan mengabulkan keinginanmu”

“kau harus cepat sembuh sehun, aku tidak ingin menunggu janjimu”

Mereka berdua sampai di halte, menunggu bus yang akan mengantar keduanya ke rumah sehun. Lalu yoona akan mencharge handhponnya dan menghubungi Jessica agar menjemputnya menggunakan mobil pribadi milik Jessica.

…………..

“apa yang kau lakukan dirumah sehun? kau berkencan dengannya yoong?” Tanya Jessica begitu yoona menaiki mobil merah kesayangannya.

“ohh yaampun Jessie, aku tidak ingin bermain-main sekarang. Kenapa fikiranmu selalu negative padaku, hmm”

yoona sedikit memundurkan kursi penumpangnya, mencari tempat yang pas untuk melepas rasa sakit diseluruh tubuhnya. Sehun benar-benar berat, kalau saja yoona bukan gadis yang kuat mungkin saja dia sudah terjatuh ditengah jalan lalu ia akan sampai dirumah saat tengah malam dan ibunya akan berteriak kesetanan lalu memarahinya hingga satu minggu.

“lalu ? jelaskan padaku bagaimana ceritanya sampai kau dirumah lelaki pucat itu?”

Jessica berkali-kali menengok kearah yoona lalu kembali memfokuskan matanya ke jalan. Jessica sudah berkali-kali menasehati yoona seperti adiknya, tidak baik gadis ada dirumah lelaki pada malam hari bukan? Lelaki itu hewan buas yang terkadang jinak dan terkadang seperti hewan kelaparan yang siap menerkam mangsanya.

“aku membantunya berjalan karna kakinya tidak bisa digerakan. Dia sangat sangat berat dan aku lelah Jessica. biarkan aku tidur”yoona menutup kedua matanya, kedua tangannya ia letakan diatas dada.

“tidak akan sebelum kau menceritakan semuanyaaa. Dan apa hubunganmu sampai kau harus membantunya berjalan?”

Yoona membuka matanya, menghembuskan nafas melalui bibir mungil miliknya sampai rambut poni yoona berterbangan. “begini Jessica, temanku yang sangat aku cintai dan aku benci, aku menonton sehun bermain basket, setelah tiga jam ia bermain tanpa istirahat mungkin kakinya kram, dan ia tidak bisa berjalan. Lalu aku menghampirinya dan membawanya pulang karna rumahnya dekat dari sekolah. Dan handphoneku low maka aku mencharge agar bisa menelfonmu untuk menjemputku dirumah sehun. Apa kau puas sekarang noona Jessica Jung? Sekarang biarkan aku tidur, okay”

Yoona baru saja menutup kelopak mata indahnya, sebelum suara Jessica yang lembut kembali membuatnya naik darah “sayangnya kita telah sampai dirumahmu, noona Im Yoon Ah. Dan terimakasih penjelasanmu begitu membuatku merasa lega. Sampai jumpa yoongie-ya saranghaeyo. Semoga tidurmu nyenyak” Jessica tersenyum lebar sembari setelah berkata manis pada sahabatnya.

Tangan Jessica melambai-lambai kala yoona mulai keluar dari mobil merah kesayangannya. Yoona menutup pintu mobil sangat kencang karna ia Jessica sangat-sangat menyebalkan. “ohh yaampun mobil kesayanganku. Maafkan yoongieku, dia memang sangat sensitive”ucap Jessica menelus beberapa bagian mobil dari dalam.

…………..

=satu minggu kemudian=

“gomawo yoona, karna kejadian minggu lalu”

Lelaki berwajah pucat kini duduk dibangku taman disamping yoona. Sehun baru muncul dihadapan yoona setelah kejadian minggu lalu. Sehun juga mengambil absen satu minggu tidak masuk karna kakinya tidak bisa digunakan.

“ne, kau sudah baikan?”

Sehun mengangguk, menampilkan senyum manisnya diwajah tampan sehun. Sehun menyodorkan gelas coffe hangat yang tadi ia pesan. Keduanya diam hanya memandang taman didekat sekolah mereka.

“jadi kapan kita akan ke lotte world?”Tanya yoona sembari memainkan rambut hitam kecoklatan bergelombang milik yoona .

“esok lusa. Hari minggu”sehun melihat jam yang melingakar indah ditangan kirinya. Sebentar lagi, pikirnya.

“yoona aku akan ke suatu tempat. Sampai bertemu lusa”ucap sehun melangkah mulai menjauhi yoona, tangan kanannya melambai diudara.

Yoona ikut melambaikan tangannya diudara, menatap punggung sehun yang semakin menghilang dari pandangannya. Yoona berdiri dari tempat duduknya, membersihkan sisa kotoran yang menempel di dress pink pucat saat dirinya duduk dikursi.

…………..

“eomma, bogoshipo”ucap gadis berkuncir dua memaluk ibunya erat dari belakang.

Ibu cantiknya memandang keluar jendela besar dibalkon rumah besarnya. Ibunya membalikan badan tepat didepan anaknya. Gadis yang memakai dress putih dengan sepatu berwarna merah jambu. Rambut hitam kecoklatannya tidak digerai melainkan dikuncir dua.

“mianhae”

Wanita paruh baya dengan sedikit keriput diwajahnya menangis dalam diam, tangannya membelai rambut anak gadisnya menelusuri wajahnya, mata, hidung dan bibirnya. “mianhae karna aku baru sadar kau bukan yoona”

Gadis berkuncir dua sedikit kaget melihat reaksi ibunya, kakinya sedikit melangkah mundur menjauh. “eomma, tidak jangan mengingatku. Aku tidak ingin kau menangis”gadis cantik itu menggeleng pelan, air matanya ikut terjun bebas dipipi putih pucatnya.

“aku merindukanmu, sayang”

Gadis cantik berkuncir dua semakin mundur menjauh. Kepalanya terus menggeleng kala ibunya semakin berjalan maju ke arahnya. Gadis itu berlari semakin menjauh, keluar dari rumah besarnya dan kembali ke tempat asalnya.

Wanita paruh baya itu kembali menangis, isakannya semakin kuat saat anaknya benar-benar berlari menjauh darinya.

“eomma”suara anaknya berteriak kencang.

Kaki panjangnya berlari semakin cepat mendekat sang ibu yang menangis kencang. Rambut hitam kecoklatan yang bergelombang berterbangan seiring ia berlari.

“eomma, gwenchana?”tangan mungilnya memegang pipi basah milik ibunya.

“yoona, adikmu dia kembali meninggalkan aku”

Yoona diam, tangan yang memegang pipi basah milik ibunya perlahan terjatuh “adiku? Aku tidak mempunyai adik eomma”

Ibunya menggeleng pelan, isakannya masih keluar seiring air matanya yang semakin deras membasahi pipi keriputnya. “adikmu, lebih tepatnya kembaranmu”

Yoona menggeleng keras, dia dari lahir seorang diri dan kedua orang tuanya tidak pernah menceritakan tentang adiknya. Yoona tidak mungkin memiliki adik ataupun kembaran bukan?
“dia datang kesini, lalu dia pergi lagi yoona”

…………..
Sehun membaringkan badannya di atas ranjang king size miliknya, otaknya kembali berputar saat dimana ia bertemu calista terakhir. Membayangkan gadisnya yang berkata mustahil baginya. Lalu meninggalkannya sendirian setelah menucapkan hal tersebut.

“luhan, aku akan berbicara dengannya”

Lelaki berwajah baby face itu hanya mengangguk dan tersenyum manis. Mengiyakan permintaan calista. Mungkin calista merindukan bermain dengan sehun. tidak setiap hari calista harus bersamanya bukan? Lelaki itu menghilang dengan kabut yang menyelimutinya.

Sehun hanya diam, memandang kabut yang membuat lelaki baby face itu menghilang. Sungguh sehun melihat kejadian itu dengan mata kepanya sendiri, tanpa editan dari film sehun melihat hal itu langsung. Apakah dia berteleport?

“sehun aku akan menjelaskannya sekarang. Lelaki itu luhan, malaikat yang ditugaskan untuk menjagaku dari aku kecil. Aku sudah meninggal sejak aku kecil. Dan mengapa aku disini ? karna dendamku pada seseorang. Aku akan menyudahi dendamku, karna ini bukan duniaku…”

“ohh Ya Tuhan, deer. Kau gila? Ini bukan film atau drama fantasy. Bagaimana bisa aku melihatmu? Aku tak pernah bisa melihat hantu atau apapun”

Sesekali kaki calista akan menendang-nendang kerikil didekat sepatu coklatnya. “ini takdirmu. Takdirmu yang bisa melihatku dan luhan. Aku tidak tau asal-usulnya bagaimana kau bisa melihat aku dan luhan sedangkan makhluk yang lain tidak. Tuhan yang memberinya padamu”

“jadi.. kau akan meninggalkan aku setelah dendammu selesai? Tidak aku tidak akan rela. Aku mencintaimu. Sungguh aku tak pernah mencintai gadis lain selain kau”

Tangan sehun memegang tangan kanan yoona, menggenggamnya erat dan sesekali menciumnya. Calista hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan sehun.

“namaku calista. Luhan yang memberi nama itu padaku. Senang mengenalmu sehun. sampai jumpa”ucap calista memeluk sehun.

Gadis cantik dengan dress putih dan bandana berbunga dikepalanya melangkah mundur menjauhi sehun. rambut hitam kecoklatan yang diikat dua berterbangan tertiup angin nakal. Kabut putih membuatnya lenyap, mengilang terbawa asap yang semakin mengecil.

Sehun menggelengkan kepalanya pelan mengingat kejadia itu. air matanya mulai mendesak keluar dari mata indahnya. Sehun kembali bangun mencari tiga botol yang menjadi ucapan maaf waktu pertama kali sehun menceritakan tentang yoona.

Sehun harus menggagalkan dendam calista agar gadis itu tetap disini menemaninya. Bukankah calista akan tetap disini jika dendamnya belum terlaksana? Masih ada waktu selagi calista belum benar-benar menghilang.

“saranghae”

…………..

Yoona dengan kaos dan celana panjangnya duduk dibangku dibawah pohon besar. Menunggu sehun datang, ini sudah kelima belas menitnya ia menunggu lelaki pucat ini. Apa yang lelaki pucat itu lakukan selama ini? Apa dia lupa atau ia terlalu lama didepan cermin?

Lelaki berwajah pucat dengan sedikit keringat diwajahnya mulai keluar dari mobil sport hitam yang ia kenakan. Bibirnya menampilkan senyum tanpa dosa. Sehun tau gadis ini sudah menunggu dirinya sejak dua puluh menit yang lalu.

“mian. Aku kesiangan”

Kini mereka berdua sampai di lotte world. Berkali-kali yoona memamerkan gaya uniknya di foto, sesekali sehun akan menemaninya untuk sekedar mengambil gambar. Yoona gadis cantik ini begitu menyukai self camera mungkin ini efek bergaul dengan tiffany teman saat dibangku sekolah menengah atas.

Sehun terus menarik tangan yoona, mendekat kearah wahana Giant Loop atau lebih terkenal dengan nama roller coaster yang akan ia tumpangi, ini wahana yang paling menantang menurutnya. Kau bisa berteriak sekeras-kerasnya tanpa ada yang mengataimu gila. Bukankah menyenangkan?

“ohh yaampun sehun. aku tidak mau menaiki wahana itu. Itu bisa membuatku sakit jantung”

Yoona mengigit jemari sehun yang masih menggenggam tangannya. Berkali kali yoona lari tetap saja akan tertangkap dan kembali ditarik sehun. dia menyesal mengajak lelaki ini ke lotte world. Lain kali yoona bersumpah tidak akan mengajak sehun lagi kesini. Yoona semakin meronta kala tubuhnya melayang karna sehun mengangkat tubuhnya. Berkali-kali yoona berteriak malah membuat sehun semakin semangat.

“sehun aku takut sungguh”

Petugas keamanan dari wahana giant loop mulai mengecek satu per satu keamanan yang dipakai penumpangnya. Sehun tertawa geli melihat yoona yang berkali-kali meneriaki namanya.

“buka matamuuuu, ini menyenangkan yoonaaaa”teriak sehun kala wahana giant loop telah meluncur dengan cepatnya. Berteriak menghilangkan fikiran tentang kebenaran sahabatnya.

Perlahan matanya membuka, angin begitu kuat menerpa wajah gadis cantik bernama yoona. Yoona berteriak kala melihat dirinya meluncur dengan cepat. Tapi yoona akui wahana ini menyenangkan.

“bagaimana ? menyenangkan?”Tanya sehun, kini keduanya sedang duduk melihat orang silih berganti melewati mereka.

Yoona mengangguk dan tersenyum lebar, “aku bahagia. Aku tidak pernah menaiki roll coster karna aku takut terlempar dari kereta itu. tapi ternyata ini menyenangkan sungguh”

Yoona dan sehun asik memakan aromanis yang mereka beli, terkadang sehun sering kali memberi lelucon disela pembicaraanya. Mulai dari berkomentar tentang gadis yang bermake up tebal, sampai pasangan kakek nenek yang melewatinya. Aneh bukan apa yang kakek nenek itu lakukan di area lotte world?

“dulu saat aku kecil aku sangat menyukai natal karna ada sinterclaus yang memberiku hadiah”ucap yoona sambil mengambil aromanisnya.

“lalu sekarang? Apa kau masih menyukai sinterclaus?”Tanya sehun tangannya asik mengempeskan aromanis merah muda ditangannya, lalu memasukannya ke dalam mulut.

“aku tidak menyukai sinterclaus lagi. Karna menurutku dia gemuk dan tidak lucu”

“kalau aku menjadi sinterclaus apa kau akan berubah pandangan?”

“hemm aku akan menyukainya, mungkin”

Sehun berdiri lalu berbalik arah memunggungi yoona yang masih terduduk memakan aromanis merah mudanya. Tangan sehun kembali mengempeskan aromanis yang mengembang lalu menempelkannya di area dagu. Tudung jaket yang menyampir dibelakang kini ia pakai.

“nonna manis, aku sinterclaus yang akan memberimu hadiah. Hohohooo”

Yoona terdiam lalu ia tertawa kencang saat ia menyadari itu sehun dengan aromanis yang menutupi dagunya. “kau sinterclaus dengan rambut pink? Hahahaaa kau gilla sehun. lalu mana hadiahku?”Tanya yoona yang masih tertawa, sesekali tangannya menepuk nepuk lengan sehun.

“menraktirmu ice cream, mungkin”

Yoona menggeleng, jari telunjuknya mengetuk ngetuk pelan dagunya sembari berpikir. Tampak lucu. “bagaimana jika menggendongku sampai didepan rumah?”ucap yoona.

“baiklah, setelah mencoba semua wahana disini. Are you ready nonna?”Tanya sehun, tangannya melipat didepan dada.

Mereka tertawa bebas seolah mereka baru saja dibebaskan dalam penjara yang selama ini menguncinya. Nafas mereka tersengal-sengal karna wahana terakhir yang ia tumpangi lebih dari membuatnya sakit jantung. Kau akan diterbangkan keatas awan lalu dijatuhkan dengan tiba-tiba.

“kau berjanji akan menggendongku, Tuan Oh?”

Sehun menoleh kearah yoona, memandangnya selama tiga puluh detik mencerna apa yang dimaksud gadis cantik didepannya. Tangan kananya lalu menepuk kening miliknya sendiri. “ohh yaampun tulangku bisa patah”ucap sehun setelah itu tertawa geli melihat ekspresi yoona.

Sehun berjongkong didepan yoona “naiklah” yoona naik keatas punggung sehun, mengalungkan kedua tangannya dileher milik lelaki yang sekarang menggendongnya.

“tubuhmu menyakitiku”ucap sehun yang masih menggendong yoona menuju area dimana ia memarkirkan mobil sport hitamnya.

“aku kurus Oh Sehun”ucap yoona ditelinga sehun, bibirnya selalu tersenyum penuh kemenangan saat lelaki ini mengabulkan permintaanya.

“justru karna kau kurus, badanmu semua berisi tulang dan itu menyakiti tubuhku yoona. Ohh punggungku”ucap sehun mendrama tisir seolah ia merasa kesakitan karna yoona.

Yoona mencubit kedua pipi milik sehun gemas, bagaimana bisa tubuhnya dibilang menyakiti tubuh lelaki ini. Ohh yaampun apa yoona begit kurus sampai tulangnya menusuk-nusuk punggung sehun?

…………..

“kau terlalu bodoh calista, kau kembali membuat ibumu menangis”ucap luhan yang duduk diranjang milik calista.

“ini semua gara-gara kau yang selalu menguncir rambutku sampai eomma bisa membedakan mana aku dan mana yoona”ucap calista, badannya yang terbaring kiri merubah posisinya menyamping.

“ahh kau saja yang bodoh lupa melepas kunciranmu”ucap luhan, tangannya kini sibuk membaca buku yang berisi tugas yang akan ia lakukan. Luhan adalah seorang malaikat yang ditugaskan memberi orang kecelakan, bisa sampai meninggal atau hanya sekedar luka kecil. Tugasnya selalu dijalan mengatur kendaraan yang siap terkena musibah.

“ini akan menjadi hal paling membosankan tiga puluh dua hari hanya bisa berada dikamar. Aku ingin menemanimu luhan”calista memegang tangan kanan luhan yang masih memegang buku tugasnya.

Mata calista sedikit memohon saat luhan menatap matanya. Apa yang bisa luhan lakukan ? ketua sudah mengetahui hal ini karna calista merubah alur cerita. Menampakan dirinya sampai ibu kandungnya tersadar bahwa ia anak kandungnya yang telah meninggal.

“aku ingin mengajakmu. Tapi mian, aku tidak ingin mempunyai masalah dengan kris hyung”luhan menutup buku tugasnya lalu beranjak dari duduknya.

“sampai jumpa calista. Aku akan membawakanmu lollipop dari bumi”

Luhan semakin menjauh keluar dari kamarnya yang sekarang menjadi tempat ia melaksanakan hukuman dari ketua yang bernama Kris Wu. Apalah daya calista yang hanya seorang gadis yang dibangkitkan karna dendam yang masih menghantuinya.

…………..

Jam menunjukan pukul tiga sore, pikiran yoona kembali melayang saat dimana kejadian ibunya menangis. Adik ? kembaran ? ohh topic ini membuat kepalanya pening.

“dia datang kesini, lalu dia pergi lagi yoona”

“siapa yang kau maksud eomma? Aku benar-benar tidak tahu maksudmu apa”ucap yoona. Gadis cantik bernama yoona terus saja menatap sang ibu yang tak kunjung menjawab pertanyaanya. Ibunya hanya menangis sambil terus bergumam ia kembali meninggalkan aku.

“cari kembaranmu yoona. Kumohon cari dia demi aku”ibunya mengguncang pelan bahu yoona. Menangis sejadi-jadinya yang ia bisa.

Yoona mengangguk lemah, walaupun ia tidak tahu siapa adiknya yang kembar dengannya yoona akan tetap mencari gadis itu. bagaimanapun yoona mengingkan seorang saudara entah kakak atau adik.

Dari dulu yoona selalu menginkan adik atau kakak yang bisa ia ajak bercerita tanpa rasa cemas, karna tidka mungkin saudara kandungnya akan membocorkan apa yang diceritakan yoona bukan?

Yoona selalu merasa kesepian karna dia tidak bisa melakukan hal yang menyenangkan seperti Jessica, Jessica dan adiknya selalu tidur bersama, membuat makanan bersama, menangis dan tertawa bersama, berjalan-jalan mencoba ini itu bersama. Ohh ya tuhan yoona mengingkan hal itu.

Yoona tersenyum lebar kala ia akan mengetahui siapa yang akan menjadi kembarannya. Ia akan melakukan hal menyenangkan bersama bukankah akan lebih baik jika mempunyai saudara apalagi jika kembar? Ya walaupun mereka akan bertengkar bukankah itu wajar? Dan hal yang paling mengesankan ya bertengkar, yoona kembali tertawa geli.

Lamunan yoona terbawa sampai ia mengingat sehun pernah mengatakan bahwa sahabatnya mirip dengannya. Ahh dunia ini memang kecil. Yoona tersenyum lega “terimakasih tuhan kau telah mengingatkan aku tentang sahabat sehun. aku senang mempunyai adik apalagi ia kembar denganku. Aku tidak sabar menantinya”

Yoona memakai sweeter putih miliknya lalu memakai sepatu dan mulai berlari ke tempat dimana sehun dan sahabatnya. Yoona ingat ia pernah melihat tiga botol dibawah pohon besar. Ia melupakan hal itu, seharusnya dulu ia datang lagi ketempat itu dan membacanya. Tapi otaknya malah melupakan kejadian tersebut.

“sehun”ucap yoona begitu matanya menangkap sosok lelaki pucat yang kini duduk memegangi tiga botol yang yoona pikirkan tadi. Masa bodoh dengan botol itu, yoona akan to the point saja menanyakan dimana adiknya.

“yoona apa yang kau lakukan disini?”Tanya sehun yang beranjak dari duduknya.

“emm sehun, waktu itu kau bertanya tentang sahabatmu yang mirip denganku bukan? Apa kau bisa mengajaknya agar bertemu denganku?”ucap yoona sambil tersenyum lebar.

“sahabatku? Maksudmu kembaranmu?”ucap sehun, raut wajahnya berubah sedikit rasa sedih terpancar begitu kentara diwajahnya.

“ya. Kau mengetahuinya. Benarkah dia begitu mirip denganku?”yoona lebih merasa senang kala sehun benar-benar paham arah yang yoona bicarakan.

Sehun mengangguk lemah, “ya dia memang begitu mirip denganmu, hanya saja dia selalu menguncir dua rambutnya. Dann mengapa kau bertanya padaku? Kau ingin membuatku sedih?”ucap sehun matanya mulai berkaca-kaca.

“aku tidak membuatmu sedih. Aku ingin bertemu dengannya, aku baru mengetahui fakta dari ibuku kalau aku mempunyai kembaran. Itu sangat menyenangkan aku tidak sabar melihat wajahnya dan melakukan banyak hal bersama”ucap yoona kakinya melangkah lebih dekat kearah sehun lalu dengan manisnya dia memohon agar sehun memberi tahu dimana adiknya berada.

“dia sudah meninggal”

Yoona mendongak menatap sehun, lelaki pucat ini memalingkan matanya menatap matahari yang akan tenggelam sebentar lagi. “kau gila, itu tidak mungkin jelas saja kemarin dia datang kerumah menemui ibuku, dan ibuku menangis memintakua gar membawanya kembali”ucap yoona nafasnya naik turun karna emosi. Bagaimana bisa sehu mengatakan adiknya meninggal.

“mianhae, tapi kenyataanya dia sudah tiada”ucap sehun lemah.

Air mata milik yoona mendesak agar keluar dari matanya, isakannya semakin kencang saat otaknya terus mengulang kata-kata sehun tadi. “kumohon aku ingin bertemu dengannya sehun. bagaimana bisa kau bertemu dengannya sedangkan aku tidak. bantu aku sehun”

Sehun memandang pohon besar yang bertuliskan -sehun & deer- senyumannya mengembang. Ia merindukan sahabatnya bagaimanapun juga dia gadis yang berhasil masuk kedalam hatinya. Yoona kembaran dari sahabatnya terus memohon agar sehun membantunya bertemu dengan calista.

“aku tidak bisa memberi kepastian, yoona. Aku bertemu dengannya tidak sengaja tanpa ada janji atau tempat yang nanti akan didatangi. Ia selalu tiba-tiba muncul”ucap sehun.

Yoona menghela nafas panjangnya, kenapa sehun bisa bertemu dengan kembarannya sedangkan ia tidak “apapun caranya, kumohon buat aku bertemu dengannya sehun”air mata gadis cantik it uterus meluncur dari matanya. Berkali-kali bibirnya memohon pada sehun.

“baiklah”ucap sehun pasrah, dia tidak tega melihat yoona yang terus menangis bagaimanapun juga sehun seorang lelaki yang tidak bisa melihat orang memohon sembari menangis didepannya.

…………..

Luhan membuka knop pintu kamar calista, gadis cantik berkuncir dua kini hanya duduk bermain dengan bunga-bunga yang ia tanam didekat jendela besar kamarnya. Di kamar bercat putih yang luas milik calista hanya berisi sebuah ranjang untuk tidur, dan beberapa bunga didekat jendela besarnya.

Luhan mendudukan calista dikursi dekat jendela, lalu tangannya menyisir rambut calista pelan dan menguncir seperti biasa. Calista melihat buku tugas luhan yang berada didekat jendela besar kamarnya. Ia selalu ikut campur dalam urusan tugas luhan, karna memang sedari kecil mereka bersama dan saling menjaga.

Senyuman di wajah calista kebali tertarik menampilkan wajah datarnya menatap puluhan kata yang ada dibuku tugas luhan. “katakan padaku mengapa disini tertulis nama sehun dan yoona kecelakaan luhan !!”giginya bergemeletuk karna menahan emosi.

.

.

.

Banyak yang nggak maksud sama ff saya, mian bikin kalian gak bisa ngebayangin ceritanya. Aku udah berusaha sebisa aku buat ngubah ini itu tapi hasilnya tetep buat kalian yang baca bingung. Aku juga terlalu kebawa suasana sama si calista makanya chapter 2 aku kebanyakan ngasih dia part. Main cast tetep yoona tapi aku seneng sama adegan-adegan calista. Buat yang bingung membedakan yoona-calista itu calista suka nguncir rambutnya sedangkan yoona enggak. Itu aja sihh. Makasih, tolong komentar dan dukungannya.

32 thoughts on “[Freelance] Mianhae (Chapter 3)

  1. jadi calista udh meninggal? Oke aku udh mulai ‘ngeh’🙂
    tpi yg aku herankan knpa muka mereka mirip? dan ini miripnya identik kan? kok bisa?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s