Who Are You? – 3

CYMERA_20150511_205749

by : FN

cast : Yoona, Yuri, Sehun, Kai

genre : friendship, family, sad, complicated

all rated

desclaimer : ada bagian cerita yang terinspirasi dari film, drama, novel, komik dan selebihnya adalah pikiran dari author sendiri. dinikmati aja oke?😀

note : apapun typos, kesalahan tanda baca, bahasa yang keluar dari EYD de el el tolong dimaafkan

T | 1 | 2

ada sesuatu yang tak aku mengerti….

Author pov

Hari ini ada festival untuk music EDM. Banyak orang datang kesana, bahkan ada seorang wisatawan yang juga mengikuti acara tersebut. Selain itu juga akan battle yang diadakan oleh perusahaan music EDM di Amerika. Hadiahnya tentu tak akan tanggung-tanggung. Kai, Sehun, Tao dan Tiffany datang kesana bersama. Tiffany sebenarnya tak ingin ikut tapi karena Tao memaksanya, Tiffany mengalah dan mengikuti permintaan kekasihnya itu. Tempat itu sudah sangat ramai. Didepan sana ada sebuah panggung megah terbuka dan tiga buah LED TV besar dengan gambar-gambar abstrak penuh warna

Menurut informasi yang didapat Kai, akan ada seorang bintang tamu dari Amerika dan juga pemenang festival ini tahun lalu di Amerika

“kita berpencar saja. Kalian berdua nikmati waktu kalian sedangkan aku akan bersama Sehun” kata Kai.

Kai dan Sehun asyik mengedarkan pandangannya. Diatas panggung itu diputar music EDM kuat, banyak dari penonton yang tentu saja menikmati music tersebut. Kai sangat senang dengan festival semacam ini dan festival semacam ini sangat jarang dilakukan di Korea. Ini adalah kali kedua setelah festival pertama 6 tahun yang lalu

DUUK!!

“ya!” gadis itu berteriak kesal dan memposisikan tubuhnya menjadi tegap kembali. Dia merapikan pakaiannya dan memutar tubuhnya bersiap meminta maaf karena kejadian tadi

“jwesonghamnida” gadis itu membungkuk berkali-kali pada Kai

“Yoona?!” Kai dan Sehun berseru satu sama lain

“apa yang kau lakukan disini?” tanya Kai

Yoona menatap Sehun dan Kai bergantian, “aku rasa itu bukan urusanmu”

Yoona bersiap pergi tapi tangannya ditarik oleh Kai yang tampak tak puas dengan jawaban ketus yang dilontarkan gadis tadi

“bukankah kau menyukai music jazz?” dahi Kai berkerut, dia teringat pembicaraan mereka beberapa minggu yang lalu

“apa hubungannya dengan music jazz?” kini tampak dahi Yoona yang berkerut tak mengerti

Kai tersenyum mengejek, tangannya terlipat dan menyipitkan pendangan matanya pada gadis didepannya ini

“seorang pecinta music jazz ada ditempat orang-orang pecinta music EDM? Bukankah itu aneh?”

Mereka saling bertatapan satu sama lain. Tak ada yang berbicara sepatah katapun. Sehun yang berada disamping Kai hanya diam menatap lurus kearah Yoona yang belum tampak ingin berbicara, seperti sedang mempersiapkan kata-kata yang akan dia ungkapkan untuk Kai

“aneh? Tak ada yang aneh dengan hal itu tapi aku disini bukan untuk menikmati festival gila ini. Mendengarnya saja sudah membuatku muak” sahut Yoona, tangannya merogoh pada saku di celananya dan memberikan sebuah pamphlet yang tampak dilipat menyesuaikan dengan tempat yang digunakan untuk menyimpannya

Black Bullet’s Coffe

Relax and Free Your Mind

Coffe time?

Call +31390

“Black Bullet’s Coffe?” tanya Kai, Sehun juga memandang kearah Yoona penasaran

Kali ini Yoona lah yang melipat tangannya menatap kedua lelaki itu dengan tatapan remeh, “sudah jelas disana. Kau ingin kopi? Telepon saja ke nomor itu atau kau ingin pesan tempat disana? Telpon saja. Pelayanan kami adalah pelayanan yang paling baik di Korea daripada tempat-tempat lain. Annyeong”.

Sepeninggal gadis itu, tangan Kai masih menggenggam pamphlet tadi. Matanya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang. Im Yoona adalah kembaran Im Yuri. Dilihat dari penampilan Im Yuri, itu mengatakan bahwa mereka berasal dari keluarga kaya dengan segala hal yang mereka inginkan akan menjadi nyata dengan sekali sulap tapi melihat seorang Im Yoona bekerja di coffe shop itu membuat Kai tak percaya sedikitpun

“kau masih akan terus disini? Para peserta Beatbox sudah berjejer rapi didepan sana”

Suara Sehun menyadarkan Kai. Pandangannya teralih pada LED TV besar dibagian samping panggung yang memperlihatkan seluruh peserta disana. Tak ada yang menampilkan cirri-ciri gadis itu dan tak ada gadis bertopeng disana. Kai mendesah kecewa, Sehun hanya menepuk pundaknya. Mengerti dengan keadaan temannya yang hampir putus asa mencari keberadaan gadis itu. Sehun sendiri sudah pernah mengatakan pada Kai bahwa lebih baik Kai menyerah dengan rasa penasarannya tapi kembali Sehun membodohkan dirinya sendiri. Sehun ingat, dia memberikan nomor ponsel gadis itu pada Kai lewat Tiffany yang bertanya langsung pada bosnya

“kenapa dia tak datang di event seperti ini?” tanya Kai gusar

“mungkin dia ada disalah satu dari ketiga gadis diatas sana”

Kai tampak lamat mengamati ketiga gadis diatas panggung itu. Matanya tak pernah lepas, akan tetapi sesuatu yang lain menyeruaknya. Membuatnya ragu akan suatu hal

“dia tak ada disana” gumam Kai

“maksudmu?”

“gadis itu tak ada disana. Kemungkinan dia menghindari festival seperti ini karena dia tahu aku pasti akan datang dan berusaha mencari tahu siapa sebenarnya gadis itu” terang Kai

“jadi, kau kesini memang benar-benar karena gadis itu?” tanya Sehun

Kai mengangguk, “selain karena memang festival ini alasan lain yang membuatku datang adalah gadis itu. Pikirku dia akan berada disini, mengikuti lomba yang diselenggarakan”

“mungkin kau harus mencarinya lain kali. Bagaimana jika kita menikmati saja festival ini, aku lihat kau juga tak mendaftar” ajak Sehun

“kau lupa? Aku sudah mengikuti acara ini 6 tahun yang lalu, sebagai DJ paling muda tapi aku hanya masuk kedalam 10 besar tanpa menang”.

Yuri pov

Aku mengedarkan pandanganku mencari seseorang. Kau bisa mengatakan aku bodoh dan gila mencari seseorang diantara berjuta-juta orang yang berada disini. Ya, festival bagi pecinta Beatbox dan music EDM. Aku mendengar dari Sooyoung, Kai berencana datang kemari, dia tak sengaja mendengar perbincangan Kai dan Sehun beberapa hari yang lalu tapi sialnya gadis bak tiang berjalan itu tak bisa menemaniku dan terpaksa aku hanya sendirian bersama Hyoyeon. Niatku, sepulang dari festival ini aku akan mentraktir mereka makan

“sudah ketemu?” Hyoyeon tampak lelah menatapku

Aku menggeleng lemas, “bagaimana jika kita bertemu Lay terlebih dulu?” tawar Hyoyeon

“Lay?” tanyaku asing

“sepupuku, dia dari China dia pecinta festival seperti ini. Aku setuju ikut denganmu juga karena dia ada disini dan juga karena dia menyuruhku datang kemari”

Aku mengangguk setuju dan mengikuti arah kakinya berjalan. Juga sedikit mengedarkan pandanganku jika sewaktu-waktu mata elangku ini tak sengaja menangkap sosoknya yang sedang menikmati music ini.

“noona!”

Aku memperhatikan mereka yang saling memeluk. Sepupu Hyoyeon ini berwajah China asli bahkan menurutku tak ada campuran darah Korea didalamnya. “Lay imnida, panggil saja Lay” ucapnya ramah seraya menyodorkan tangannya. Aku menyambutnya dan tersenyum manis, “Yuri Imnida, panggil saja Yuri” terangku

“kalian juga menyukai festival seperti ini?”

Suara bass itu membuatku menoleh. Sebuah kupu-kupu terasa bertebaran disekelilingku. Kalian tak akan mempercayai apa yang aku lihat sekarang dan mungkin Tuhan memang menjawab doaku. Kai—dia didepanku, lelaki yang aku cari sejak aku memasuki arena ini dan mengedarkan pandanganku bahkan hampir menyerah karena itu adalah hal mustahil jika aku menemukannya didalam sini. Dia justru menyapaku, bertanya padaku. Aku hampir menangis, sungguh

Aku sadar Hyoyeon menyodok sikuku, “erm—hm—ne—aku menyukai hal seperti ini” jawabku kikuk

Dia hanya tersenyum dan mengangguk. Aku melihat Sehun dibelakangnya yang tampak asyik dengan ponselnya, dia tak bersuara sedikitpun sejak tadi. Sehun memang bukan seorang yang ramah dengan orang lain. Jika pun ramah, itu lebih ke arti sebagai usil. Tapi aku bukan salah satu dari orang yang mendapat perlakuan usil darinya

“bagaimana kalian saling mengenal?” tanya Hyoyeon

“Kai kan—”

“kami bertemu saat festival ini diadakan di China” potong Kai cepat

Aku memperhatikan wajah Kai yang tampak gugup. Bibirnya terlihat terbuka secara tidak wajar yang menandakan bahwa orang itu sedang berusaha menyembunyikan sesuatu

“ah… jinjayo?”

“ne, tentu saja” jawab Kai mantap

Kami terdiam satu sama lain—ah maksudku hanya aku yang diam. Hyoyeon, Lay dan Kai sibuk dengan pembicaraan mereka tentang music ini. Sehun masih sibuk berkutat dengan ponsel miliknya, matanya tak pernah lepas sedari tadi. Itu bagus, karena aku bukan seseorang yang senang berurusan dengan lelaki sepertinya. membosankan. Oke, tadi aku berbohong pada Kai tentang festival ini tapi ayolah aku didepan orang yang aku cintai dan orang yang aku cintai adalah penikmat music seperti ini, tentu saja seorang wanita akan melakukan hal yang membuat lelaki yang dicintainya berpikir bahwa mereka memiliki kesukaan yang sama.

“kau melamun?”

Aku mengerjapkan mataku, wajah Kai berada tepat didepanku sedangkan tangannya terayun meyadarkanku yang sejak tadi melamun karena aku tak mengerti sedikitpun tentang arah pembicaraan mereka

“jadi siapa favorite-mu?” tanya Kai

Mataku membulat kaget menyadari keadaan disekitarku, tadi begitu banyak orang disini yang saling melempar pembicaraan tetapi sekarang hanya ada aku dan Kai. Hyoyeon, Lay, Sehun dan beberapa teman Lay sudah tak berada didekatku lagi. Aku celingukan mencari mereka, bodohnya mereka meninggalkanku dengan Kai disini. Apa mereka ingin membuatku menangis sekarang? Oh… jinja!

“Yul? Kau baik-baik saja? Ah… kau mencari mereka?”

“mwo? Eh—ye” aku menggaruk kepalaku yang tak gatal karena terlalu gugup

“Lay dan temannya harus tampil untuk break dance mereka sedangkan Sehun dia harus mengerjakan pekerjaannya sebagai graffiti lepas”

“graffiti lepas?”

“graffiti yang tidak terikat dan lumayan lah dengan bayaran yang dia dapatkan”

Aku hanya ber-oh panjang. Kai memang lelaki yang sangat easy going dan dugaanku, dia bukanlah seorang pencinta kecanggungan. Yah… meskipun kami satu kelas tapi aku sangat jarang mengajaknya berbicara. Dan jika aku, Hyoyeon dan Sooyoung mengajaknya bicara dia akan lebih cenderung berceloteh ria dengan Sooyoung. Meladeni candaan tak masuk akal dari mulut Sooyoung yang bisa membuatnya tergelak dan membuatku hanya tersenyum simpul karena gadis itu sangat bodoh dan konyol

“ehm… ngomong-ngomong, kenapa kau tak datang bersama Yoona?”

DEG

Gadis itu?!

“Yoona? Maksudmu?” aku berusaha menenangkan hatiku agar aku tak berteriak didepannya

Bisakah kau tak menyebut wanita itu?!

“ya, tadi aku tak sengaja bertemu dengannya dan—dia bekerja di sebuah coffe shop”

“coffe shop?!” seruku tertahan.

Yoona pov

“Yoona, bagaimana jika—”

“Key, aku sudah mengatakan padamu” potongku

Aku membereskan kertas-kertasku dan duduk disebuah sofa. Membaca beberapa paragraf dari tulisan-tulisan yang terketik rapi disana. Juga sebuah not-not baru yang dibuat oleh Ramone. Dia meminta pendapatku tentang lagu baru yang dibuatnya. Padahal aku bukan seorang yang ahli dalam bidang seperti ini. Aku ingin menyematkan headset ditelingaku tetapi Key mengusikku lagi dengan mencabutnya. Lelaki ini penuh dengan permintaan dan pertanyaan yang kadang membuatku sedikit kesal

“ayolah, jangan menjadi gadis misterius” dia berdecak pinggang menatapku

“bukankah aku memang misterius” kataku berpose serius dan hanya mendapat tonyoran kesal darinya

hey, sexy lady

Aku memutar bola mataku malas dan hanya melirik sekilas kearah Chanyeol yang langsung menghempaskan tubuhnya disampingku. Seperti biasa dia meletakkan tangannya dipundakku setelah dia mengacak rambutku dan melebarkan senyuman konyolnya yang aku balas dengan cengiran setengah hati karena aku tahu lelaki ini pasti akan menggodaku habis-habisan

“apa yang sedang kalian bahas?” Chanyeol tampak tertarik dengan percakapan kami

“bukan urusanmu dan tolong singkirkan tanganmu” dengus Key

“ya… kau marah? Ckckck”

“marah? Astaga! Aneh saja melihatmu dengan cengiran lebar merangkul Yoona sedangkan gadis itu hanya ogah-ogahan tersenyum. Dan tunggu, sexy lady? Aigoo, tubuh kurus seperti itu kau sebut ‘sexy lady’, Yeol?”

Aku langsung melempar bantal yang ada disana dan tepat mendarat mengenai wajah Key. Dia mendengus menatap kearahku yang bereforia bersama Chanyeol yang juga tertawa puas dengan apa yang aku lakukan. Setidaknya aku sedikit berhasil merusak dandanan Mr. Fashion itu. Dan setelah itu terjadilah adu mulut diantara mereka berdua. Ketika Chanyeol dan Key sedang adu mulut siapa yang paling tinggi—meskipun jelas-jelas jauh lebih tinggi Chanyeol daripada dengan Key—Ramone, gadis pirang itu datang mendekati kami. Memperhatikan sejenak kearah Chanyeol dan Key dan menatap kearahku

“kau sudah mencobanya?”

Aku menggeleng, “hey! Kau memberiku sekitar 30 menit yang lalu dan sekarang aku bahkan baru menyentuh untuk yang kedua kalinya” dengusku

“tak ingin keluar sebentar? Sekedar melambaikan tangan?” tawarnya

Aku menggeleng yakin, “aku tak perlu yang seperti itu” tolakku

“ayolah… kau tak perlu mengucapkan apapun mungkin hanya sekedar ‘hay’ atau ‘senang bertemu dengan kalian’ kurasa itu cukup”

“tidak Ramone, aku tak ingin dan aku malas jadi pusat perhatian”

Aku mendengarnya menghembuskan nafas, dia mengalah dan menjauhi kami bertiga. Kali ini mereka berdua tampak diam, mengangguk-anggukkan kepala mereka bersamaan. Key beranjak tapi tidak dengan Chanyeol yang masih setia duduk disampingku. Lelaki ini cukup aneh menurutku. Ya, aku akui dia tampan, kemampuannya bagus bahkan dia juga sangat tinggi juga dia sangat menyukai anak kecil. Dia sering mengatakan sesuatu yang sangat aneh bahkan konyol juga ada saat dia diam menjadi orang lain yang sangat tak terduga

“ingin aku antar nanti?” tawarnya, dia tak menatapku sama sekali

“kau sedang bermimpi apa mau mengantarku pulang?” aku terkikik pelan

“aku sedang berbuat baik bodoh” dengusnya

“apa boneka rillakuma dirumahmu sekarang menjadi spongebob?” tanyaku lagi menggodanya

“heol, kau terdengar menyebalkan hari ini”

Aku hanya tertawa menanggapinya.

Aku pulang hampir pagi, Chanyeol benar-benar mengantarku. Keadaan rumah juga masih tergolong sepi, ketiga saudaraku pasti juga sedang terlelap didalam kamar mereka masing-masing, terutama sang ratu tidur yang tak akan pernah bangun jika matahari belum menusuk matanya yang masih tertutup. Aku membuka pagar dan Baek ajhussi sudah terjaga, dia sedang mencuci mobil di halaman rumah. Dia memandangku dengan wajah tak bisa ditebak tapi dia tersenyum setelahnya

“nona, anda kemana saja? Tuan Yunho mencari sejak semalam”

“oppa mencariku?” tanyaku

“ne, sepertinya tuan sedang menunggu diruang tamu”

Aku mengutuk pelan. Kenapa juga aku tak memberitahu oppa bahwa aku bekerja di coffe shop untuk menghabiskan waktuku daripada harus berdiam diri didalam neraka dengan Jessica eonni dan Yuri yang selalu akan mengusikku dengan berbagai hal yang bahkan aku tak mengerti sama sekali. Aku melangkah pelan memasuki rumah dan benar, Yunho oppa sedang duduk diruang TV. Dia masih memakai piyama miliknya, tangannya menopang kepalanya yang aku yakini sedang mengatuk karena menungguku pulang. Aku berjalan perlahan kearah tangga, untuk segera kabur kekamarku tapi—

“oppa, Yoona sudah pulang”

Aku memejamkan mataku dan menarik nafas panjang sebelum aku mendongak dan mendapati Yuri sedang tersenyum mengejek—ah… jangan lupakan Jessica eonni yang bersendekap tertawa penuh kemenangan padaku. Apa yang mereka lakukan pagi-pagi buta seperti ini? Apalagi seorang gadis yang selalu menganggap dirinya seorang ‘barbie’ dengan mata terbuka berada dilantai dua?

“Yoona”

Glek,

Aku memutar tubuhku, aku tak berani menatap matanya. Sorotan matanya seperti milik appa, sangat tajam bahkan bisa kau katakan Yunho oppa bukanlah seorang yang ramah terhadap orang lain. Aku takut dengan tatapan tajam dari appa begitupula jika Yunho oppa menatapku dengan cara seperti itu. Yunho oppa memang belum pernah menatapku seperti itu tetapi aku pernah melihatnya menatap mata Jessica eonni sama seperti ketika appa murka pada eomma

“darimana saja? Kau pagi-pagi baru pulang, kau tahu berapa lama kau menghilang?”

Seperti tersengat listrik, mulutku terasa tak bisa digerakkan

“kau mengatakan ada beberapa urusan tapi bukan berarti kau bisa pergi tanpa pulang dan bukan berarti kau bisa pergi tanpa izin. Apa kau juga melakukan hal ini saat aku pergi bekerja?”

“tentu saja, oppa!!” ini teriakan Yuri yang dipenuhi dengan nada puas

“mi—mianhe oppa” tundukku

“darimana saja?” pertanyaan oppaku itu terulang, aku tak bisa menjawabnya

“dia menjadi seorang pelayan oppa”

Pelayan?

“di sebuah coffe shop” lanjut Yuri

Aku menarik nafasku dalam. Bagaimana gadis ini bisa mengatakan hal itu? Tak ada yang tahu tentang hal itu selain aku sendiri. Bahkan meskipun aku menyayangi oppaku ini, aku tak akan pernah memberitahunya. Karena aku tahu, mereka akan melarangku melakukannya dan hal terburuknya dia akan menyewa seseorang untuk mengikutiku seharian. Itu penjara untukku!

“benarkah?”

Aku menggigit bibir bawahku tak berani

“jawab saja Yoong, oppa tak akan marah padamu”

Aku menarik wajahku dan memperhatika oppaku, dia tak menatapku tajam seperti dia menatap Yuri atau Jessica eonni. tatapannya lembut, bukan seperti appa tapi seperti eomma

“Yoona?”

“ne—aku bekerja—aku bosan jika dirumah terus tanpa melakukan apa-apa”

“tapi kan kau masih sekolah?” tanya Yunho oppa

“ne, tapi aku bisa melakukannya. Aku bisa mengimbanginya”

“lalu apa alasanmu pulang pagi?”

“ada festival dan kami buka hingga festival itu selesai”

Yunho oppa tampak mengangguk, dia menggerakkan tangannya menyuruhku untuk kembali kekamarku. Aku mendengar omelan Jessica eonni dan Yuri yang tak terima dengan keputusan Yunho oppa, mereka mengatakan bahwa tindakanku sangat memalukan bagi keluarga Im. Aku hanya terus menggelengkan kepalaku besok adalah hari minggu, jadi aku bisa tidur seharian ini dan tentu saja aku akan mengunci kamarku agar tak ada yang mengganggu ketenanganku. Oh… jangan lupakan untuk headset yang akan aku gunakan agar aku tak mendengar suara ketukan apapun di kamarku.

Kai pov

Aku masih berada diatas tempat tidurku, setelah semalam aku harus menelan kekecewaan yang cukup dalam karena ternyata aku tak bertemu dengan gadis itu. Oke, aku memang penasaran dengannya. Dan aku akui dia memang cukup menarik perhatianku. Kami hanya bertemu selama 3 hari, waktu yang singkat bukan? Tapi dengan penampilannya yang seperti itu tentu akan membuat orang tertarik dengannya

Ah… telepon

Aku meraih ponselku diatas nakas. Mencari kontak nama yang aku simpan beberapa hari yang lalu. Tanganku menekan gambar berwarna hijau menyala itu tapi sedetik setelahnya, aku langsung mematikannya

Jika dia mengangkat apa yang harus aku katakan?

Aku melempar asal ponselku. Kembali menikmati hari malasku, sebenarnya aku juga menunggu Sehun menghubungiku. Biasanya jika libur seperti ini dia mengajakku menggambar di jalanan kota atau bermain skateboard di taman Seoul tapi sejak tadi ponselku tak berdering. Aku melangkah pelan, menuju balkon kamar, matahari memang masih bersembunyi meskipun sedikit tersembul yang menimbulkan kesan hangat. Aku memperhatikan beberapa orang yang mulai beraktivitas. Kebanyakan dari mereka bekerja dan berolah raga

“Kai! Annyeong!”

Aku melambaikan tanganku pada Hwang ajhumma bersama keluarganya yang sedang berlari-lari kecil

“kau tak berolah raga?”

Olah raga? Bukan ide yang buruk

Aku mengangguk sebagai jawaban. Bergegas mengganti bajuku dan memakai sepatu. Hwang ajhumma dan keluarganya ternyata menungguku.

Kami hanya berlari disekitar komplek dan taman kota tapi keluarga Hwang ajhumma memilih untuk pulang terlebih dahulu karena mereka lapar, mereka mengajakku untuk sarapan bersama. Sebenarnya ingin aku setuju tapi aku tentu tak bisa melakukannya. Meskipun aku dekat dengan Hwang ajhumma tapi aku tak ingin membuat suasana canggung ditengah-tengah keluarga mereka nanti, jadi aku masih terus melanjutkan langkah kakiku. Aku membeli sekotak susu dan aku habiskan dengan memandangi orang-orang yang sibuk bersama keluarganya

Jika seandainya saja appa dan eomma bekerja disini…

Sebelum pulang, aku mampir kesebuah restoran didekat taman. Aku lapar dan tentu aku harus memuaskan hasratku menyantap makanan di restoran ini. Aku tak mau mengambil konsekuensi kelaparan sampai dirumah.

Ting!

Ekor mataku teralih pada suara pintu restoran yang berbunyi sebagai tanda ada orang yang memasuki restoran ini. Aku memperhatikan sosok yang sangat aku kenali, perawakan tubuhnya yang terlihat tak asing bagiku. Tapi warna rambutnya berbeda warna rambut lelaki itu hitam tetapi rambut lelaki ini berwarna tembaga—Sehun, warna rambut Sehun

Hendak aku berteriak memanggil namanya akan tetapi aku merasa suaraku tertahan oleh nafasku sendiri. Dia keluar dari restoran dan ada seorang gadis yang menunggunya diluar. Wajahnya tak terlalu menjangkau pandanganku akan tetapi aku dapat mengenal sosok gadis dengan gaun berwarna merah jambu yang berjalan beriringan melawan arah pandangku

Aku tetap memperhatikan mereka, aku juga mendapati Sehun tersenyum hangat pada gadis itu. Sehun bukan tipe laki-laki yang dengan mudah memberikan senyumannya pada orang lain. Tapi—sesuatu yang lain mengkoyak otakku. Sesuatu yang lain terasa menyerang seluruh pembuluh darahku yang mengalir, seakan-akan berhenti dan membuatku hampir berteriak

Dia bukan Yoona kan?!.

Author pov

Sehun menulis sesuatu pada secarik kertas, sebelum bergegas kekelasnya Sehun menyelipkan kertas tadi kedalam loker yang paling polos daripada loker-loker yang lain. Beberapa saat setelah Sehun menyelesaikan apa yang dia lakukan, Yoona berjalan santai mendekati loker tadi dan membukanya lebar. Dahinya sedikit berkerut dengan note kecil yang ada di lokernya tapi senyumannya mengembang setelah membaca note itu.

Kai masih terdiam dikelasnya, menunggu Sehun. Apa dugaannya tentang lelaki kemarin itu benar-benar Sehun atau tidak.

Mendengar suara langkah mendekat kearahnya, Kai menoleh—itu Sehun—dan rambutnya berwarna tembaga seperti lelaki yang dia temui kemarin. Kai hendak mengeluarkan suaranya tapi terasa tertahan ditenggorokan miliknya

“ada yang ingin kau katakan?” tanya Sehun yang mengetahui Kai membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu

“kau merubah warna rambutmu?”

Sehun mengangguk, “eottoke? Bagus kan? Beberapa orang tadi sempat menanyaiku tentang hal itu”

Kai hanya tersenyum tipis dan mengalihkan pandangannya pada lapangan diluar sekolahnya. Ada beberapa anak sedang sibuk dengan kegiatan olah raga diluar ruangan mereka, ada anak yang sibuk berlari mengelilingi lapangan karena datang terlambat atau tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru mereka.

“Lee sonsaengnim tak datang hari ini?”

Sehun mengangkat bahunya tak tahu, “Kai, kau diam saja sejak tadi?”

Kai menoleh menatap satu persatu teman baiknya. Dia menghembuskan nafasnya pelan. Dia sendiri merasa bingung dengan gejolak hatinya. Dia kemarin memergoki Sehun sedang bersama seorang gadis yang belum bisa Kai pastikan itu adalah Yoona meskipun Kai sendiri yakin bahwa gadis itu adalah Yoona dan sekarang Kai merasa badmood untuk mengeluarkan sepatah kata pada Sehun

Tok…tok…

Bisik-bisik di kelas 12E itu menarik perhatian ketiga sahabat itu. Seorang gadis dengan baju olah raga dan dikuncir kuda memasuki ruang kelas mereka, tampak peluh dari gadis itu menuruni leher putih yang terekspos bebas yang membuat beberapa lelaki didalam kelas itu menelan ludah mereka

“bisakah aku bertemu dengan ketua kelas?”

“…”

“maaf, bisakah aku bertemu dengan ketua kelas ini?”

“KAIIII!!!”

Mereka semua serentak meneriaki nama Kai yang terdiam memandangi Yoona berdiri didepan kelas mereka. Kai langsung menggaruk lehernya kikuk dan berjalan mendekati Yoona yang sudah keluar terlebih dahulu.

“ada apa?” tanya Kai to the point

“Kang sonsaengnim memanggilmu”

Yoona segera melangkahkan kakinya untuk melanjutkan pelajaran olah raga yang dia tinggal, tangannya dikipas-kipaskan didepan wajahnya, untuk sedikit menghilangkan hawa panas diwajahnya

Sreet

Yoona menghentikan langkahnya mendadak, tangannya meraba kearah rambutnya yang kini tergerai bebas. Matanya mengarah pada Kai yang menatapnya diam tapi sesuatu menarik perhatian Yoona—jari tangan Kai menggenggam sesuatu berwarna merah—karet miliknya. “apa yang kau lakukan? Kembalikan karetku” pinta Yoona mengadahkan tangannya

“shireo” tolak Kai berjalan menjauhi Yoona

Yoona mendengus, tak menyangka dengan kelakuan salah satu lelaki disekolahnya ini

“Kim Jongin, tolong kembalikan karetku”

“namaku Kai bukan Kim Jongin” tegas Kai tetap berjalan menuju ruang guru

“ya! Kim Jongin!!!”

Yoona melangkah cepat dan berdiri tepat didepan Kai, menghalangi gerak langkah lelaki berkulit tan tersebut. Kai tampak tak peduli, dia justru menyembunyikan karetnya kedalam saku celananya dan terus berusaha mencari jalan agar terbebas dari Yoona

“tolong kembalikan, aku tak mungkin berolah raga dengan rambut tergerai seperti ini” pinta Yoona

“tidak, aku tak akan mengembalikannya” jawab Kai

“apa yang kau inginkan?! Kau ingin mengikat rambutmu, hah?!” kesal Yoona

“yang aku inginkan, hm?” tanya Kai

Yoona menaikkan sebelah alisnya tak mengerti tapi tiba-tiba dia menyadari sesuatu yang salah dari perkataan yang dia ucapkan tadi

“jangan pernah mengikat rambutmu”

“kenapa?”

“kau terlihat sangat jelek dengan mengikat rambutmu”

“itu bukan urusanmu, bodoh!”

“kau tahu ekor kuda? Nah, kau sama seperti itu. Apalagi ekor kuda berada di pantat kuda. Jadi, inntinya kau sama seperti pantat kuda. HAHAHA”

Bug!

Bug!

Bug!

“sialan! cepat kembalikan! mau pantat kuda! mau pantat sapi! mau pantat dinosaurus pun aku tak peduli!” amuk Yoona

“tadi kau menawariku sebuah keinginan dan itu keinginanku. Ingat! Kau yang menawariku dan kau patut untuk tidak melanggarnya” Kai tersenyum miring pada Yoona dan melangkah pergi menjauhi gadis itu

Yoona menghentak pelan, keputusan yang buruk dia harus memenuhi permintaan guru Kang memanggil Kai di kelas E. sebenarnya, dia hampir melemparkannya pada anak lain tetapi dia ingat satu hal—dia tak memiliki satupun teman didalam kelas maupun sekolahnya.

—-

Kai memasuki klub RockTN bersama Sehun dan Tao. Dia juga melihat Victoria datang bersama seorang lelaki yang bisa ditebak oleh Kai adalah kekasih gadis itu. Mereka bertiga tentu disambut dengan senyuman oleh bodyguard yang berjaga didepan klub dan dipersilahkan masuk secara Cuma-Cuma karena mereka memang berperan penting dalam klub ini. Sesampainya di meja bartender, mereka bertiga mendekati Tiffany yang tampak sibuk mengelap gelas-gelas mungil. Tiffany yang tahu kedatangan mereka langsung menyiapkan tiga gelas dengan jus jeruk didalamnya

“kau tak bisa bekerja hari ini, Kai” kata Tiffany

Kai mengkerutkan dahinya tak mengerti. Sehun yang sejak tadi tak begitu memperhatikan percakapan mereka menyodok tangan Kai, wajahnya tak teralih pada Kai yang tak mengerti dengan ucapan Tiffany

“lihatlah” perintah Sehun, matanya tak lepas dari arahnya memandang

Kai mengikuti arah mata Sehun, dia langsung terlonjak tatkala dia mendapati gadis itu berada diatas sana memainkan alat-alat dan piringan-piringan hitam miliknya, serta headphone yang setia menemaninya ketika bekerja dan juga sebuah laptop berwarna biru laut

Gadis topeng itu kembali—kembali merebut pekerjaan milik Kai

“bos yang menghubunginya gadis itu, ada permintaan katanya dari pelanggan. Beatbox nya hari ini sangat kereen lho” Tiffany mengedipkan sebelah matanya

“kemana bos?” tanya Kai

“diruangannya. Kau tak berniat memprotes kan?”

“tidak, hanya sedikit menuntut” Kai berjalan cepat menuju lantai dua klub tersebut. Melewati dua penjaga dengan tenang karena sudah terbiasa dan dia mendapati bosnya tengah menikmati music degan segelas anggur ditangannya. Bibirnya membentuk lengkungan yang menandakan dia benar-benar sangat menyukai musicnya

“bos”

Tangan bosnya terangkat, memberi kode pada Kai agar Kai tidak mengganggu ketenangannya. Kai memilih menutup mulutnya sesaat sampai bosnya meletakkan segelas anggur itu diatas meja mewahnya dan tersenyum penuh arti pada Kai. Oh… tentu saja bosnya ini tahu apa maksud kedatangan Kai kemari jika bukan karena gadis yang sekarang diatas panggung itu

“kau ingin protes kan? Maaf Kai tapi ini permintaan pelanggan, bahkan mereka membayar dua kali lipat dari yang seharusnya”

“tapi ini tetap pekerjaanku bos”

Bosnya mengangguk mengerti, “ne, tapi ini khusus untuk perayaannya. Dia menyewa klub ini, maka dari itu banyak orang yang masih berbaris didepan untuk menunggu perayaan ini selesai”

“kenapa kau tak menyarankanku menjadi DJ mereka?” tanya Kai

“tentu aku menyarankanmu, kau adalah DJ terbaik disini, DJ nomer satu disini tapi dari pihak lelaki itu meminta gadis itu yang menjadi DJ bukan kau alasannya dia ingin menikmati music dari DJ lain selain dirimu” terang bosnya tenang

Kai menghembuskan nafasnya, dia membungkuk singkat ingin melangkahkan kakinya pergi dari ruangan bosnya yang terlihat sangat baik dibandingkan dengan ruangan diluar yang hanya memiliki lampu remang

“ehm—bos” Kai berbalik menatap bosnya yang siap menyesap cerutunya

“apa? Ada pertanyaan lagi, hm?”

“soal—ehm—siapa nama gadis itu?” Kai tak yakin bosnya akan menjawab pertanyaannya, tapi mencoba tak salah kan?

“aku tak bisa memberitahumu”

“kenapa?”

“aku sudah memiliki perjanjian dengan gadis itu bahwa aku akan merahasiakan namanya. Bukan hanya namanya tapi seluruh identitas miliknya”

“tapi bos—”

“kau penasaran?” potong bosnya, “atau—kau jatuh cinta?”

to be continued

mas cahyo muncul wakakakakk :v

makasih buat kalian yang baca ff ini. komen ff ini. like ff ini. aku bangga banget sama kalian karena kalian mengerti arti dari menghargai karya orang lain.🙂

see you yeth….

papaiiii

 

61 thoughts on “Who Are You? – 3

  1. aihh makin penasaran sama gadis bertopeng perak itu /(?) siapakah gerangan yang telah mengambil pekerjaan kai? ohya paling seneng pas bagian kai ngelepas karet yoona hahaa lol

  2. Eng Ing Eng… si gadis bertopeng yang super misterius itu yang pasti bukan saya. #plak hahaha kyk’a Yoona deh. iya kan thor? Next..

  3. yoonhun yoonkai sama aja,,,
    yang jelas aku pengen ending yuri ama tu kakaknya mati kecelakaan atau gemana gitu,,,
    biar dunia yoona tenang,,
    males banget ma thu dua orang…

  4. Sumpah sekarang aku bingung siapa gadis beatbox nya, awal2 sih mikirnya yoona tpi kok makin kesini makin gak yakin gitu, arghhh penasaran banget
    Ditunggu nextchap nya yaaa

  5. Yaampun penasaran bgt sama gadis beatbox itu
    Yoona ya???? Tapi kok kayak bukan;____;
    Bingung sumpah
    Keren bgt critanya!!!!
    Tambah bagus aja:3
    Menarik idenya hehehe
    Apa sehun bener jalan sama yoona?😮
    Trs kai jangan2 suka yoona hehehe
    Ahhh penasaran bgt
    Ditunggu chapter slanjutnya ya thor

  6. Ceritany bikin greget thor,, gadis topeng aka gadis misterius itu yoona aph bukan sih -_- rasany sprti aq jdi kai yg pgn narik tuh topeng >,<
    thor,,ini msih blmnt ada penjelasan klau yuri sma jessica benci smA yoona kan /??
    Ah di ff ini msih bnyk rahasia yg blmnt terbongkar,,ketahuan klau authorny suka bikin readers kepo *sok tau* :p
    aq tunggu chapt slnjutny thor😉
    Keep Writing thor ^^
    FIGHTING !!!!

  7. Cahyo yeyeyeyey..mau YoonHun,mau YoonKai,mau Yoona sm yg lain terserah..aku suka semuanyaaaaaa…..iihhh,siapa sih cewek bertopeng itu??Yuri sm Jessica rese banget sih..Yunho memang oppa yg baik..

  8. yoonhun maupun yoonkai semua suka suka.. aku sampai sekrang masih penasaran siapa cwek bertopeng itu?apa bner yoong unnie??
    kai oppa udh jatuh cinta itu hihihi
    next chap jan lama2 lg thor.. please

  9. apa sehun dan yoona memiliki hbngan spesial.. penasaran thor..trus siapa cowok yg udah nyewa club dn meminta gadis bertopeng itu yg jdi DJ nya… ditunggu chap4 nya jngn lama2 ya thor….

  10. Yg dilihat kai benerankah? Yoona sma sehun jalan bareng?
    Ahh semoga iya
    masih belum ketahuan ya gadis bertopengnya siapa jadi makin penasaran
    update soon ya author😀

  11. Pnsaran spa gadis brtopeng tu??..
    Sehun dating yaaa nma yoona,, sikap sehun jg kdng mncurgakan niii..
    Kai jg klhatan mulai suka ni ma yoona

  12. Lama bangeeet post nyaaa…. huhuuu…
    Sebenernya siapa sih cew itu? Sm penasarannya kayak kai niih.. heheh..
    Dari awal baca ff ini ak suka banget kalo akhirnya yoona sama kai..
    Pliiis selanjutnya jangan lama2 lagi doong… 😭

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s