[Freelance] Series : Broken Heart #2

Broken Heart #2

Broken Heart Cover
Tintin’s Present
.
.
Im Yoona | Oh Sehun | Seo Johyun
Series || PG 15
Sad | Romance | | friendship | Fluff

Disclaimer :The cast’s belong to god. The plot of this story is mine
‘Enjoy this Story’


Untuk ukuran persahabatan, seluruh siswa SCOLAR pasti menunjuk SYS atau singkatan dari tiga nama Sehun-Yoona- Seohyun, (mereka menamainya SYS karna lebih mudah di sebutkan) sebagai persahabatan tersolid, tapi kadang menjadi persahabatan ter-aneh di saat yang bersamaan.
Tapi apa yang terjadi kemudian, Sungguh di luar pemikiran mereka, atau hal itu memang sebenarnya sudah mereka pikirkan, hanya saja ini terjadi terlalu cepat.
Seluruh sekolah entah bagiaman telah tahu, jikalau Seohyun , si anak biasa-biasa atau terlalu biasa malah, telah menyatakan perasaanya pada Sehun
Dan tahu siapa orang pertama bersorak atas berita itu?
Jika kalian berfikir itu Irene, maka jawabanya tepat!
Belum juga sepuluh menit berita tersebar, Irene sudah celangak-celinguk sepanjang koridor SCOLAR untuk mencari Seohyun., dan begitu melihatnya melamun di bangku sudut kantin, ia memeluk nya erat dan membuat Seohyun tampak kelimpungan
“Sudah ku duga ini pasti akan terjadi. Seohyun-ssi kau memang yang terbaik!”
Meski tak tahu kemana arah pembicaraan ini berjalan, Seohyun tetap mengangguk, sedikit canggung.
Irene tergolong terkenal juga di SCOLAR, dan sekedar informasi, Seohyun hanya dekat dengan Yoona dan Sehun, selebihnya tidak. Seohyun bahkan hanya akan menjadi manusia patung di sekolah ketika salah satu dari kedua sahabatnya itu sibuk.
Seperti sekarang, Seohyun di tinggal sendiri karna Yoona tadi bilang harus mengurus sesuatu di Ruang guru. sedang untuk Sehun…
Ini sudah memasuki hari ke-empat Sehun tak masuk dan itu membuat Seohyun merasa bersalah. Sehun bisa saja sedang marah dan tak ingin bertemu denganya, atau yang terburuk memang sengaja mengindarinya.
“Jangan menjadi orang bodoh dengan berdiam diri di sini. Ikut aku”
“Eoh?”
Seohyun belum sempat merespon, tapi tarikan tangan Yoona membuatnya mau tak mau mengekor di samping gadis itu
Ia bahkan tak berfikir kapan Yoona muncul dan.. dimana Irene yang memeluknya tadi
Pikiranya sibuk mengamati sikap Yoona yang.. sedikit aneh. Tapi meski begitu ia tahu bertanya akan percuma, Yoona akan tetap diam sampai mereka tiba di tempat tujuan.
.
.
.
Ketika keluar dari gerbang SCOLAR, Seohyun sempat berpikir Yoona mungkin akan mengajaknya membolos, dan jujur itu mengejutkan. Asal tahu saja Yoona tercap sebagai salah satu Siswi terdisiplin di SCOLAR.
Dan yang paling mengejutkan Seohyun adalah cara Yoona Membawa Mobilnya.
Tahu Film Transformers?, Seohyun sendiri lupa adegan itu ada dalam series keberapa, yang jelas disana ada adegan dimana si ferari kuning—BubbleB melaju dengan buasnya, dan Seohyun berani bersumpah! demi seluruh tanaman bunga yang ia tanam di belakang rumahnya, cara Yoona mengemudi persis sama.
Dan lucunya Mobil yang Yoona bawa ke sekolah hari ini itu, berwarna kuning dan asal tahu saja itu FERARRI!
Ini sama saja mereka ulang adegan kejar-kejaran ala Film Transformers, dengan si Bubble—koreksi, Si Ferarri Kuning Yoona yang membelah jalan dan beberapa kali menyelip pengendara lain yang lewat.
Dan ketika sampai di tempat tujuan, Seohyun tahu sebenarnya Yoona bukan mengajaknya membolos. Tapi…
Rumah sakit?
“Ayahmu di dalam. kamar no 11. Jantungnya lemah jadi harus di rawat”
Seohyun tak punya waktu untuk berfikir macam-macam lagi.
kakinya meski tertatih melangkah memasuki kubin rumah sakit, dengan Yoona yang berjalan megekori.
.
.
Yoona Memarkir Ferarri Kuningnya persis di samping Audi Putih milik Sehun.
Kaki jenjangnya melangkah ke pintu bercat Putih yang menjulang tinggi, dan tak perlu menunggu lama ketika pintu itu terbuka, dengan langkahnya yang elegan ia melesat naik ke lantai dua, dan seketika menemukan Sehun yang sedang memainkan Ponsel di sudut kamarnya.
Sehun yang merasa ada pergerakan di sekitarnya, mengangkat kepala kemudian kembali menekuni ponselnya.
“Ayah seohyun sakit”
“ Ya.. aku mendengarnya”
Mata Yoona memicing tak suka dengan tanggapan Sehun yang biasa
“Jika mendegarnya kenapa masih disini, kau harusnya di rumah sakit”
“Dan kenapa aku harus?”
Sehun balik menjawab dengan acuh
“Karna kau teman terdekatnya”
Sudut bibir kanan Sehun melengkung kecil, matanya menatap Yoona sekilas
“Jadi aku teman dekatnya, huh?”
Yoona hanya mediamkan, rasanya tak perlu menaggapi ucapan Sehun barusan
“Ohh.. kenapa Yoona?, Ku pikir itu akan membuatmu tersinggung, tapi.. sepertinya kau memang menikmati Persahabatanmu ini”
“Aku tak tahu apa yang membuatmu begitu sensitif, tapi jika ini memang terkait dengan Seohyun kau hanya perlu mendatanginya dan semua selesai”
Rahang Sehun mengeras dengan sendirinya. Iris keabuanya berkilat marah
Mengapa Yoona Akhir-akhir ini selalu mengaitkan moodnya dengan Seohyun, Bahkan di saat begini, saat Yang harusnya digunakan untuk memperbaiki hubungan aneh mereka yang mulai merenggang, Yoona masih bisa menghubungkan masalah ke arah wanita itu, yang sungguh demi apapun!, Sehun tak ingin menyebut nama itu untuk sekarang!
Jadi Dengan sigap dan tanpa aba-aba, Sehun mejatuhkan Yoona di kasurnya menahnya dibawah dengan seluruh badan menindih tubuhnya
“Apa yang kau lakukan!”
“Banyak hal!, Aku ingin melakukan banyak hal denganmu. Tapi sekarang bukan waktunya. Aku hanya ingin beritahu satu hal penting yang mebuatku begitu sensitif, itu kau Yoona!, itu adalah segala hal tentang kau. bukan Seohyun!”
Yoona balas menatapnya tajam. Sehun berubah jadi pria tempramen sekarang, untuk itu dia tak boleh lemah. Tanganya yang tercengkram erat itu masih berusaha berontak, tapi tenaga sehun terlalu besar
“Sehun!”
“Ya.. aku Sehun. Sehun yang begitu mencintai-mu Im Yoona, sampai-sampai mau mengikuti semua—”
“Sebenarnya ada apa denganmu!”
Yoona memotong cepat ucapnya setengah berteriak, karna pada akhirnya Yoona tahu, ia takkan menang melawan Sehun—yang sekarang.
“Kau bertanya ada apa denganku! Harusnya aku yang bertanya. Apa yang telah kau lakukan padaku Yoona?, Apa yang kau perbuat sehingga aku bahkan tak bisa berhenti untuk tidak memikirkanmu?, Apa yang sudah kau lakukan padaku sehingga aku bisamencintaimu sebegini besarnya?!”
Ketika Sehun selesai dengan ucapanya Yoona bungkam seribu bahasa..
Dari posisinya, ia tahu Sehun tersiksa ketika harus berbicara seperti itu padanya, tapi Yoona yang mendengarnya merasa kalimat itu menyayat sebagian hatinya.
Perih yang dia rasa, pada akhirnya membuatnya berbicara
“Hentikan sampai di sini, ku mohon…” putusnya kemudian
Sehun mengatupkan mata, di bawahnya Yoona menatapnya lelah dan apa ini, Yoona menangis! Tak tahukah itu benar-benar menyakitinya.
Jadi ketika melihat itu, di bawa oleh rasa frustasinya, sehun dengan cepat bangkit. Meredam emosinya sesaat dan keluar membanting Pintu dengan keras.

.
.
“Sehun, kau… datang?”
Sehun mengangguk sekali, membawa tubuhnya mendekat pada Seohyun di ruang tunggu rumah sakit.
Pada akhirnya dia tak punya tempat singgah lagi, karna Sehun yakin, Yoona masih ada dalam kamarnya dan jelas ini bukan saat yang tepat untuk mereka bertemu lagi, tidak setelah pertengkaran tadi. Jadi Sehun memutuskan mengikuti kamauan Yoona dan disinilah dia, duduk berdampingan bersama Seohyundi sampingnya.
“Ku pikir kau marah padaku”
Suara lembut seohyun di sebelahnya, membuatnya beralih menatap wajah cantik itu
Ohh.. Andai gadis ini Yoona-nya Sehun pasti akan langsung memeluknya. Karna nyatanya, pertengkaran tadi itu, membuat Sehun rasanya ingin sekali memeluk tubuh ringkihnya.
“Aku tak marah”
“T-tapi kau tak menjawab pesanku, dan bahkan menghilang beberapa hari ini jadi ku pikir—”
“Tidak.Aku menghilang karna butuh berpikir”
Seohyun menggigit bibirnya menatap Sehun ragu
“Jadi, apa hasil dari berpikirmu itu?”
Seohyun menatapnya hati-hati, sedang Sehun tanpa sadar mengepal tanganya
Kuat. Perubahan mukanya jelas terlihat.
Apa gadis ini benar-benar ingin Sehun berkencan denganya? Tak Tahukah Sehun hanyamengganggapnya sahabat biasa, Adapun muncul rasa sayang darinya, itu karna Sehun sudah lama berteman dengan Seohyun jadi harusnya Wanita ini sadar dimana posisinya! Ketimbang Yoona, Seohyun bukan apa-apa!
Meski mengumpat dalam hatinya, Sehun berharap Seohyun tak melihat perubahan wajahnya, dan ketika matanya melirik Seohyun yang tetap menatapnya penuh harap, ia sadar Seohyun tak terlalu memikirkan perbahanya, jadi Sehun berdehem sejenak dan tersenyum singkat
“Maaf.. tapi Aku masih memikirkanya”
Seohyun ikut tersenyum maklum, dan kembali menatap pintu ruang inap Ayahnya dalam diam. Jam besuk sudah habis itulah kenapa ia hanya bisa duduk dan menekur di ruang tunggu
Setidaknya, Sehun masih di sana dan duduk di sampingya dan itu membuat Seohyun tenang
“Ku harap Yoona ada disini”
Gumam-an Seohyun itu mau tak mau membuat Sehun menoleh
Ahh.. Yoona, gadis itu benar-benar membuat Sehun frustasi karna terlalu mencintainya.
“Kau harus terbiasa takkan bertemu Yoona ketika aku ada”
Seohyun dengan cepat menatap sehun dengan kening berkerut.
“Kenapa begitu?”
“Kami bertengkar “
Well… Seohyun tahu ia tak boleh bertanya lagi, muka Sehun begitu serius dan ia mempelajari dari Yoona juga sebelumnya. Sifat mereka sama jadi ketika Wajah itu serius menatapnya ia tahu pada akhirnya ia hanya harus diam
“Sebelumnya aku yang berfikir harus terbiasa bertemu dengan Yoona tanpa ada kau di sana, karna kau yang marah padaku tapi ini malah sebaliknya”
Uh.. yah, pada akhirnya Seohyun berbicara juga
Seohyun yang asli itu Cerewet, Itulah mengapa Sehun hanya diam dan mendengarkan saja.
Hingga pukul satu pagi, Seohyun baru selesai dengan segala ocehanya dan tertidur bersandarkan bahu Sehun yang dengan nyamannya.
Sehun di sana masih terjaga, dan matanya masih awas melihat sekitar. Kalau boleh jujur duduk disini membuatnya bosan setengah mati. Tapi mau bagaimana lagi, jika ia bangkit Seohyun akan terbangun dan ia takkan tega membuat tidur Seohyun yang nyenyak itu tergangu.
“Harusnya kau tidur”
Teguran di sampingnya membuat keningnya mengerut
“Halusianasi macam apa ini”
Yoona yang tak mendapat respon sedikitpun itu mendengus. Tanganya membuka papper bag yang sengaja ia bawa tadi, dan mengeluarkan selimut hangat dari dalamnya.
“Aku membawakan baju ganti untuk Seohyun, ketika ia bangun besok suruh ia mandi dan berganti pakaian”
Ketika mendengar ucapan panjang Yoona barusan, Sehun sadar, jika ia tak berhalusinasi
Matanya tetap mengikuti Yoona, ketika gadis itu menyibak selimut maron dengan beludru berwarna senada di pinggiranya, dan menyelimuti Seohyun dan dirinya dari belakang.
Sehun hanya diam tak berkata apapun, Bahkan ketika Yoona berjalan pergi begitu saja, yang dia lakukan hanya terfokus pada lorong rumah sakit tempat Yoona berbelok terkahir kali sebelum benar-benar menghilang dari sana.
“Haruskah aku terus melakukan ini yoona..”
Sehun memijit pangkal hidungnya pelan. Ini baru permulaan dan Sehun tahu untuk kedepanya, pasti akan lebih berat.
Jadi jiika begitu keadaanya, bukankah harusnya Sehun berhenti melakukanya?
Tapi ternyata apa yang Sehun pikirkan Justru sebaliknya, Karna Sehun sudah begitu jatuh hati padanya, Sehun akan memberikan apapun untuk Yoona, bahkan jika Yoona menanti kematiannya, Sehun akan melakukanya.
Karena Yoona sangat berarti untuk Sehun, Yoona adalah Segala sesuatu yang Sehun mau dan Sehun sangat Mencintai Yoona lebih dari dia mencintai dirinya.

Tbc….
Segini dulu yah.. seriesnya di buat dikit-dikit ntar kan lama kelamaan jadi bukit.
Hehe 😉 lanjutan part seperti biasa, menyusul secepatnya
PS : Jangan lupa komentarnya

63 thoughts on “[Freelance] Series : Broken Heart #2

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s