boo!

boo

pimthact storyline

// — starring by Yoona Im – Sehun Oh —

poster cr: Jazzyrocka@ArtFantasy

series of happiness (mision)

enjoy!

“Baik, baik, aku tidak akan marah karena ulah-mu semalam,”

“Kau marah atau tidak aku tidak peduli,”

“Hey, kenapa menjadi begini? aku kemarin hanya bercanda, oke? kau terlalu membawa perasaanmu,”

Gadis itu mendecak kesal, “Gadis bodoh mana yang menganggap itu sebuah candaan,”

“Kupikir bukan hanya aku yang selingkuh seperti itu,” sahut lelaki itu sambil melipat kedua tangan-nya.

“Apa maksudmu?”

“Bukan-kah kau juga sudah menjalin hubungan dengan si kulit pucat itu?”

“Siapa?”

“Sehun,”

Gadis itu menatap lelaki itu kaget, “Bahkan aku selalu meninggalkan mu saat aku bersamanya, aku tak pernah sekalipun lebih memilihnya dibandingkan dirimu, dan aku lebih memilih menjadi pacarmu yang selalu mendukan-ku dibandingkan berpacaran dengan-nya yang selalu peduli padaku!”

“Tak perlu emosi seperti itu,”

“Kau membuatku emosi tuan Kim.”

“Ok, baiklah lupakan semuanya, oke? aku minta maaf dan aku berjanji tak-kan mengulang-nya lagi.”

“Sudah berapa kali kau mengatakan itu? dan sudah berapa kali kau meminta maaf?”

“Ak–“

“Sudah berapa kali kau berselingkuh dengan gadis lain dan berapa kali kau menjatuhkan harga diri-ku?”

“Hey, aku hanya ingin mengetest mu apakah kau tetap mencintai-ku atau tidak!”

 “Bullshit!” seru gadis itu dengan muka yang memerah karena terlalu banyak mengeluarkan emosi. Omongan lelaki itu benar-benar terasa omong kosong dan rasanya mulut lelaki itu ingin segera dipotong oleh gadis ini.

“Baik!” jeda lelaki itu,

“Aku melakukan hal itu karena aku bosan dengan-mu, you really act like a child, did you remember how old are you?”

You think iam child? ok, then date my grandmother if you didnt like girls who act like a child,

“He–“

“Sampai disini. hope u got a new bitch,bye.”

Mood nya benar-benar jatuh karena pertengkaran kecil dengan mantan kekasihnya. dia benar-benar muak saat muka dekil dengan senyuman konyol itu muncul dihadapan nya dengan ribuan minta maaf yang gadis itu tau kata maaf itu tak akan pernah membuat rasa luka dan malu di benaknya menghilang.

Tapi tak terasa, matanya sudah basah karena mengeluarkan air mata. Hatinya memang sakit untuk melepaskan lelaki bejat itu, tapi lebih baik melepaskan begini daripada tetap dipertahankan yang akhirnya gadis itu tau bahwa hati lelaki itu tidak pernah diam.

Karena tak mau menjadi pusat perhatian, gadis itu-Yoona langsung berjalan mendekati mobilnya dan pulang bersama supirnya yang entah berapa lama menunggu Yoona.

Yoona berjalan ke halaman belakang rumahnya sambil membawa orange juice yang tadi sudah dibuatkan oleh pelayan-nya. Dia kemudian duduk di ayunan yang langsung berhadapan dengan kolam renang yang panjang.

Biasanya untuk mengusir mood yang buruk, Yoona akan memilih berenang karena membuat badan dan pikiran terasa lebih ringan. Namun, kali ini melakukan hal seperti itu malah membuat mood Yoona semakin down.

Sesuatu yang selalu membuat mood nya naik adalah pergi berjalan-jalan bersama para sahabatnya, tetapi para sahabatnya sudah memiliki acara sendiri-sendiri dan Yoona tak mungkin egois dengan menyuruh mereka membatalkan acara-acara mereka hanya untuk membuat mood-nya naik.

Mengingat kejadian tadi malam, Yoona langsung berpikiran untuk menghubungi Sehun. Sepulang sekolah tadi, dia melihat Sehun sedang bermain ps di kamarnya, artinya Sehun tidak memiliki acara penting kan? Dan mungkin juga Sehun tidak akan keberatan untuk menghiburnya kan?

Setelah menetapkan hatinya, Yoona pun mencoba untuk menelfon Sehun. fyi saja, dia baru juga mendapatkan nomor Sehun dari pelayan nya yang mengetahui nomor Sehun dari pelayan Sehun(?)

Hello?”

“Hai!”

Who?”

“Princess,”

don’t kidding me.”

The beautifull girl you ever seen

Hurry up!”

“Yoona Im.”

“Kupikir siapa, ada apa?”

“Kau memikirkan aku, kan? bisa bantu aku?”

“Tak ada waktu untuk memikirkan-mu, bantuan apa?”

“Hibur aku.”

“Aku bukan-lah badut,”

“Aku tidak meminta-mu menjadi badut, aku hanya ingin kau menghiburku. Tapi dengan menjadi badut itu cara yang bagus,”

“Aku sibuk,”

“Sibuk bermain game?”

“Kau stalker?”

“Lupakan. Jadi sebenarnya kau mau tidak menghiburku?”

“Tidak,aku sibuk.”

“Baiklah, terserah. Thanks for the information,”

Yoona menutup pembicaraan mereka terlebih dahulu. Dia menyesal sudah menelfon Sehun. Itu benar-benar membuang waktu dan malah membuat mood Yoona semakin down.

….

Sehun mengabaikan permainan-nya saat ia mendengar suara deru mobil yang terparkir di seberang rumahnya. Dia segera mendekat ke-arah jendela dan langsung melihat pemandangan yang indah-baginya. Seperti biasanya, senyuman-nya pun langsung terlihat.

Setelah melihat gadis itu masuk kerumah-nya, Sehun langsung berjalan tergopoh-gopoh menuju depan tv nya untuk melanjutkan permainan-nya. Tapi sial, tv sudah menunjukkan kata ‘game over’.

Sehun mengumpat pelan dan melanjutkan game-nya. Dia harus mulai dari level satu lagi, padahal tadi dia hampir mencapai level terakhir.

Saat sudah ditengah permainan, ponsel nya berdering dengan kencang. Sehun menatap cuek ponselnya dan langsung fokus pada permainan-nya. Namun sedetik kemudian, dia langsung melempar ps nya dan mengucek-ucek matanya saat melihat siapa yang menelfon-nya.

Y….Yoona?

Tapi, Yoona mendapatkan nomornya dari siapa?

Hello?” Sehun merasakan debaran yang begitu kencang.

“Hai!” Senyuman Sehun pun mengembang mendengar suara gadis pujaan-nya.

Who?” Tanya Sehun yang kemudian diikuti kekehan pelan-nya. Sebenarnya ini rencana agar Sehun tidak ketahuan bahwa selama ini sudah menyimpan nomor Yoona-jika ketahuan bukan-kah sama saja membongkar rahasia-nya bahwa dia menjadi stalker Yoona?

“Princess,” Sehun sudah tersenyum-senyum sendiri dan berusaha menahan ketawa.

don’t kidding me.”

The beautifull girl you ever seenreally right!

Hurry up!”

“Yoona Im.” jackpot!

“Kupikir siapa, ada apa?”

“Kau memikirkan aku, kan? bisa bantu aku?” Sehun mengangguk dalam hati mengiyakan pertanyaan Yoona bahwa dia memang selalu memikirkan Yoona.

“Tak ada waktu untuk memikirkan-mu, bantuan apa?”

“Hibur aku.”

“Aku bukan-lah badut,”

“Aku tidak meminta-mu menjadi badut, aku hanya ingin kau menghiburku. Tapi dengan menjadi badut itu cara yang bagus,”

“Aku sibuk,”

“Sibuk bermain game?” Jantung Sehun langsung berdebar kencang. bagaimana perempuan ini bisa tau?

“Kau stalker?”

“Lupakan. Jadi sebenarnya kau mau tidak menghiburku?”

“Tidak,aku sibuk.”

“Baiklah, terserah. Thanks for the information,”

Sehun tau apa yang membuat Yoona seperti ini. Dia sudah mendengar semuanya saat tadi di sekolah-nya.

Dimana Yoona dan Kai bertengar dan beradu mulut

Dimana Yoona sudah mengelurkan emosi-nya dan bahkan hampir menangis

Dimana Kai mengatakan kata-kata yang pastinya membuat Yoona sakit hati

Dan dimana Yoona mengatakan, “dibandingkan berpacaran dengan-nya yang selalu peduli padaku.”

Sehun tersenyum penuh haru. Selama ini ternyata Yoona sadar bahwa dia peduli padanya. Sehun memegang jantung-nya yang bergerak terlalu cepat, bahkan rasanya sangat hangat karena darah mengalir disekujur tubuhnya.

Tungguu!!!!!!

Tadi, Sehun menolak untuk menghibur Yoona?

Sial.

Jadi, sekarang apa yang harus dilakukan lelaki itu? tiba-tiba datang ke-rumah Yoona menjadi badut seperti kata Yoona tadi?

Sebenarnya itu tidak buruk apalagi karena Yoona benar-benar mengalami mood yang turun. Jadi pada akhirnya Sehun sekarang mencari kostum badut yang ia harapkan ada dirumahnya.

atau mungkin tidak.

Tapi pikiran nya langsung melayang saat festival yang diadakan sebulan lalu disekolahnya. Sehun bermain drama menjadi seorang badut beruang yang nanti nya menjelma menjadi pangeran tampan. Dan Sehun langsung berlari kearah lemarinya.

Setelah mengubrak-abrik isi lemarinya, akhirnya Sehun menemukan kostum badut itu. Ternyata kostum ini sedikit kebesaran dari sebelumnya,  apalagi bagian sepatunya-Sehun harus berjuang keras untuk berjalan.

Dengan mengendap-endap, Sehun keluar dari rumahnya. Dan beruntung-nya, jalanan komplek sedang sepi saat itu, jadi Sehun bisa keluar dengan leluasa. Tapi yang masih jadi masalah adalah jalan nya yang lambat dan dia pun juga belum memakai kepala beruang-nya.

Pada saat pintu yang sudah diketuk Sehun terbuka, sang pembuka pintu dan Sehun sama-sama terkejut. Saat sang pembuka pintu siap-siap untuk berteriak, Sehun langsung menutup mulutnya.

“Sshh!”

“Aku Sehun, Sehun tetanggamu! jangan berteriak kumohon” mohon Sehun sambil memasang muka yang begitu cemas karena takut jika ia sampai ketahuan Yoona.

Gadis muda itu kemudian melepaskan tangan Sehun dan langsung terkekeh geli, “Ada apa datang kemari?”

“Dimana Yoona?” tanya Sehun tanpa menghiraukan pertanyaan dari gadis didepan-nya.

Gadis muda itu mendengus, “Dia ada di halaman belakang, katanya sih sedang badmood. jika urusan dengan kakak-ku sudah selesai, ceritakan-lah apa saja yang kau lakukan dengan baju seperti itu,”

“Dengar anak kecil, lebih baik kau pergi,”

“Aku memang ingin pergi, makanya aku nanti tidak bisa menyaksikan apa yang akan kau lakukan pada kakak-ku,” sahut gadis itu kemudian melewati Sehun dengan berjalan keluar dari rumah.

Sehun hanya menggeleng kepala melihat kelakukan adik Yoona. Kemudian ingat dengan Yoona, dia segera berjalan mengendap-endap kearah taman belakang.

Disana, dia menemukan Yoona sedang duduk di ayunan sambil memainkan ponselnya. Sehun berjalan mendekati Yoona lewat belakang gadis itu.

Akhirnya Sehun tepat berada di belakang Yoona. Sehun pun langsung memakai kepala beruang itu dan bersiap-siap untuk berdiri dihadapan Yoona. Lalu Sehun pun berlari dan tepat berada dihadapan Yoona.

Sesaat sesudah Sehun membuat ‘love-sign’, Yoona berteriak kaget dan refleks langsung mendorong Sehun. Sehun yang kehilangan keseimbangan langsung tercebur di kolam renang.

Dan saat tercebur, topeng kepala Sehun langsung copot. Yoona yang mengetahui bahwa itu adalah Sehun langsung menutup mulutnya-tak percaya. Namun saat Sehun sudah menepi, Yoona baru terkekeh pelan.

“Lucu?” desis Sehun sambil mendelik kearah Yoona.

“Salah sendiri siapa yang mengangetkan-ku,” balas Yoona sambil tertawa pelan.

“Kau berlebihan,” sahut Sehun tak mau kalah.

“Baiklah aku minta maaf, tapi aku sangat suka kostum-mu,” Ucap Yoona kemudian tertawa lepas dan membuat Sehun mengerutkan mukanya tanda bahwa ia malu.

“Bantu aku!” pinta Sehun sambil merentangkan kedua tangan-nya kedepan. Yoona pun mengangguk kemudian menggenggam tangan Sehun. Tetapi, sebelum Yoona menarik Sehun, Sehun sudah terlebih dahulu menarik Yoona dan akhirnya Yoona ikut tercebur juga di kolam renang.

Tapi pada saat tercebur, bukan-lah ada suara tawa Sehun atau teriakan melengking dari Yoona. Karena keduanya sekarang sedang bertatapan dengan jarak yang sangat dekat karena tadi secara tak sengaja Sehun memeluk Yoona saat ia tercebur.

Dan untuk kedua kalinya, ini adalah hari terbaik Sehun dalam seumur hidup.

FIN

Prologue

“Terima kasih,” gumam Yoona sambil melihat kearah Sehun yang sedang duduk disebelahnya sambil memakai dua handuk-untuk mengeringkan tubuhnya sembari menunggu kaus besar yang sedang dicarikan oleh pelayan rumah Yoona.

Sehun tersenyum cerah, “Aku terima itu,”

Yoona mendelik, “Tapi bukan-kah kau bilang tadi sibuk?”

“Game ku sudah selesai,” Sahut Sehun. Tapi sedetik kemudian ia terdiam. Oh sial, dia harus memulai game itu dari awal lagi. Malam ini adalah malam keramat bagi Sehun-sebenarnya bukan masalah game nya-tapi berapa banyak yang sudah ia ulang.

Kedua-nya terdiam sampai akhirnya salah satu pelayan rumah Yoona membawakan dua minuman kearah mereka, “Kausnya sebentar lagi akan diantar Nona, maaf tadi sempat tertinggal,”

Yoona dan Sehun mengangguk.

“Bagaimana suasana hatimu?” Tanya Sehun hati-hati.

Not Bad,”ungkap Yoona yang langsung terkekeh pelan mendapat wajah melas Sehun. Yoona langsung berpikir bahwa Sehun pasti menyesal karena benar-benar belum menjadikan moodbster Yoona.

“Aku bercanda, kau yang terbaik.” puji Yoona sambil tersenyum lebar yang langsung dibalas senyuman tipis dari Sehun.

Tubuh Sehun kaku karena darahnya berdesir terlalu cepat dan senyuman-nya yang tipis karena jatungnya yang berdetak terlalu cepat dan keras-bahkan ia khawatir jika Yoona dapat mendengar suara detakan jantungnya.

Tapi tanpa terkontrol, tubuhnya memeluk tubuh Yoona. Yoona awalnya kaget, tapi kemudian langsung membalas pelukan Sehun. Sehun langsung tersenyum lebar, sangat lebar-bahkan ia yakin jika ada yang melihatnya akan mengira dia gila.

Ya, dia gila karena Yoona.

END

A/N: ancur banget seriusan aduhai. ini ff abal banget gegara gak ada mood buat ngapa-ngapain eh malah jari ngetik ngetik sendiri dan terbuatlah ff ini (?) maaf jika ff ini banyak typo atau kata-kata gak jelas saya pun juga pusing nyusun kata kata wkwk. tapi bener bener thanks lah yang udah luangin waktu buat baca ff abal ini hehe.

Regard, Pimthact.

36 thoughts on “boo!

  1. Sehun sehun saking suka nya sampe ngelakuin apa aja ya haha. Suka banget sama cinta nya sehun disini. Keep writing author(:

  2. so sweet
    lucu & romantis banget ceritanya…
    sehun jail kasian kan yoona jadi basah
    tetap berkarya di tunggu ya cerita selanjutnya
    fighting …….

  3. Sehun nya… Bikin melting wehhhh
    Gue gk Kuat kalo jadi Yoona :3
    Bayangin aja, Sehun rela ngelakuin apaaja buat Yoona, HANYA Yoona wehhh
    Thor ini masih ada lanjutan nya kan ? Bikin sampe Yoona nya nyadar kalo dia suka sama Sehun nya ya thorrr😀

    WAITING NIHHH..

  4. Oh my godness. Chessy romance bangeeeet astaga kereen terimakasih authooor ❤ tapi kependekan😦 haha semangat bikin yang lain yaa

  5. Daebakkk … Sehun nya rela ngelakuiin kyak gitu demi Yoona😀 Boleh minta squel gk ? Hehehe bikin gitu sampe Yoona ama Sehun jadian atau gk sekalian nikah #plak #readerbnykminta
    Ditunggu karya-karya lainnya ya , kalau bisa sequelnya😀

  6. Hhaaaa,,aku kasian Sehun kcbur, tpi iaanya mlah sneng krena dipeluk Yoong..
    Ni endingnya YoonHun yaa😉
    Ok, dtunggu krya slnjutnya !!
    Hwaiting !!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s