[Freelance] Special Girl {Chapter 3)

Special Girl - Poster

Chastell present

Im Yoon Ah | Oh Sehun | Kris Wu

School life, romance, fluff

Poster by Apine @Cafeposter

 

Hey, why are you not answering me? Are you deaf?” Tanya Sehun karena tak kunjung mendapatkan jawaban dari Yoona.

Yoona mendesah napas pasrah “yeah, itu adalah softlens.”

“Lalu mengapa kau masih memakai kacamata?” Tanya Sehun penasaran.

Keringat Yoona mulai bercucuran “Supaya terlihat keren.” Jawab Yoona mencoba untuk tidak terlihat gugup.

Sehun tersenyum miring “Keren? Alasan macam apa itu?”

Yoona menepis tangan Sehun hingga terlepas dari dagunya “Kau cerewet sekali. Lagi pula hal ini tidak ada hubungannya denganmu.”

“Tentu saja ini ada hubungannya denganku.” Ucap Sehun dengan santai.

Kegugupan Yoona perlahan hilang dan digantikan dengan rasa jengkel “Bisa kau jelaskan apa hubungannya denganmu?”

“Kemarin kita baru saja makan bersama, aku dan kau terlibat, sehingga hal ini ada hubungannya denganku.” Ucap Sehun menatap Yoona tajam.

“Sudah kubilang kalau kau salah orang.” Ucap Yoona dingin.

Liar. Lagipula, untuk apa menggunakan wig?” Tanya Sehun sambil tersenyum miring.

“A, apa maksudmu?” Tanya Yoona pura-pura tidak tahu.

“Rambutmu sekarang berbeda dengan rambutmu yang kemarin.” Jawab Sehun menatap dalam Yoona.

“I, itu karena orang yang kau maksud bukan aku.” Ucap Yoona berbohong.

“Kau tidak pintar berbohong, nona.” Ucap Sehun memasang senyum meremehkannya.

Yoona menggigit bibir bawahnya, tangannya basah akibat keringat, jantungnya berdegup kencang pertanda ia sedang sangat gugup sekarang.

“Jadi, bisa kau jelaskan, nona?” Tanya Sehun tersenyum puas melihat reaksi Yoona.

Yoona menghela napas panjang kemudian menatap Sehun dalam “Ya, aku adalah Im Yoona, anak dari Im Dong Wook. Kemarin kita baru saja makan bersama dan aku memakai wig. Aku juga memakai softlens.”

“Jadi, sebenarnya rambut aslimu yang mana?” Tanya Sehun penasaran. “Dan mengapa kau memakai wig dan softlens?” Tanya Sehun lagi.

Yoona diam tak menjawab karena menjawab pertanyaannya sama saja dengan menguak penampilan aslinya yang selama ini sudah ia sembunyikan dengan susah payah.

“Jawab aku, Yoona.” Ucap Sehun tak sabar.

“Itu rahasia. Lagipula untuk apa kau mengetahuinya? Tidak ada gunanya kan?” Ucap Yoona kemudian melangkah masuk ke gedung sekolah meninggalkan Sehun yang masih diam mematung.

Hey, Oh Sehun. ‘Untuk apa kau menanyakan hal yang tidak penting dan tidak ada hubungannya denganmu? Ahh, kau pasti sudah gila.’ Batin Sehun merutuki dirinya sendiri.

.

.

“Im Yoona.” Panggil Shin songsaengnim.

“Ada apa, saem?” Tanya Yoona sopan.

“Bisa bantu saem sebentar?” Tanya Shin songsaengnim yang dijawab dengan anggukan Yoona.

“Kalian semua jangan ada yang ribut! Saem mau menyelesaikan beberapa urusan dulu. Kalian kerjakanlah tugas yang tadi kuberikan dengan tenang. Mengerti?” Tanya Shin songsaengnim pada murid kelas 11-A itu.

“Mengerti, saem!” Teriak murid-murid itu kemudian Shin songsaengnim keluar dari kelas diikuti oleh Yoona.

Sehun menghadap ke belakang “Hey, Jonghyun.”

Namja yang merasa diperhatikan itu mendongakkan kepalanya “Aku bukan Jonghyun! Aku Chanyeol!”

Ah, maksudku Chanyeol. Apa kau tahu mengapa tidak ada murid yang berani mendekati Yoona? Pasti bukan hanya karena dia itu suka menyendiri?” Tanya Sehun.

“Tentu saja aku tahu!” Jawab Chanyeol.

Hm, mengapa?” Tanya Sehun penasaran.

“Awalnya, dia hanya murid tidak populer yang sangat tertutup, dia sangat dingin dan tidak mempunyai teman sama sekali. Kehadirannya juga tidak pernah disadari oleh orang-orang.” Sehun mendengar dengan seksama setiap kata yang diucapkan Chanyeol.

“Hingga Yoona menabrak dua yeoja yang cukup populer. Dua yeoja itu langsung memarahi Yoona, tetapi karena Yoona tidak menghiraukan mereka, mereka menjadi semakin marah hingga menjambak dan menampar Yoona.” Jelas Chanyeol panjang lebar.

“Saat kedua yeoja itu ingin menampar Yoona lagi, Yoona menahan kedua lengan yeoja tersebut dan memutarnya hingga kedua yeoja tersebut menjerit kesakitan. Kemudian Yoona mendorong mereka hingga terpental ke lantai. Beberapa namja yang menyukai dua yeoja populer itu tak terima dengan perlakuan Yoona, jadi mereka juga bersiap ingin memukul Yoona. Tapi apa kau tahu apa yang terjadi?” Tanya Chanyeol dengan antusias.

Sehun hanya menggeleng penasaran dengan kelanjutan ceritanya.

“Yoona menahan pukulan mereka! Yoona juga menendang dan memukul beberapa namja itu ketika mereka mau menyerang lagi hingga namja-namja itu terasungkur di lantai. Yoona seperti seorang yang profesional dalam hal bela diri! Semua yang menonton kejadian itu sangat shock termasuk aku. Semenjak kejadian itu, semakin tidak ada yang berani mendekati dan berurusan dengannya lagi.” Ucap Chanyeol antusias.

Sehun menganggukan kepalanya tanda ia mengerti “Thanks.” Kemudian langsung memutar badannya untuk menghadap ke depan lagi. ‘Seorang yeoja yang profesional dalam hal bela diri? Unik sekali.’ Batin Sehun yang tanpa sadar menyunggingkan senyuman tipisnya.

  • ¨©ª

TING!

Yoona mengambil handphone-nya dan membuka pesan yang baru saja masuk itu. Sambil mengikat setengah rambutnya dengan menggunakan pita kecil, ia membaca pesan itu.

From  : Kris

Hey, apa kau sudah selesai? Sebentar lagi aku akan sampai ke rumahmu.

Jari-jari lentik Yoona segera mengetikkan balasan untuk Kris dengan cepat.

To    : Kris

Sudah selesai. Aku akan menunggumu di luar rumah.

Selesai membalas pesan Kris, Yoona segera mengambil tas kecil putihnya dan segera keluar dari kamar menuju ke luar rumah. Saat Yoona menuruni tangga, ia berpamitan pada Anthony.

“Aku akan pergi makan malam bersama Kris. Sebentar lagi dia akan sampai di sini. Jadi aku harus segera keluar sekarang.”

“Baiklah, nona. Tapi ingat, tidak boleh pulang lebih dari jam 10 malam.” Ucap Anthony mengingatkan Yoona.

“Tenang saja. Hanya makan malam. Aku janji akan pulang kurang dari jam 10.” Ucap Yoona sambil tersenyum tipis.

“Baiklah kalau begitu.” Ucap Anthony mengijinkan sambil berjalan keluar rumah untuk mengantar Yoona.­

Tak lama kemudian datanglah sebuah mobil Ferarri FF merah dan keluarlah Kris “Good evening, Anthony. Aku minta izin untuk membawa Yoona pergi makan malam bersamaku.”

Good evening, Tuan Kris. Anda harus membawa Nona Yoona pulang sebelum jam 10 malam. Tolong jaga nona. Terima kasih, tuan.” Ucap Anthony pada Kris.

“Saya janji bahwa Yoona akan sampai dengan selamat di rumah sebelum jam 10 malam.” Ucap Kris sambil menyengir kemudian membungkuk pelan ke arah Anthony dan membuka pintu mobil untuk Yoona.

“Aku pergi dulu. Bye, Anthony.” Ucap Yoona sambil masuk ke dalam mobil.

Anthony membungkuk ke arah Yoona kemudian masuk ke dalam rumah.

.

.

Kris berjalan ke arah sebuah pintu besar dan mengetuknya pelan “Appa, apa aku boleh masuk?”

“Ya. Masuklah.” Ucap Tn. Oh mengijinkan.

Perlahan Kris memutar kenop pintu ruang kerja appa-nya itu. “Ada apa? Tumben kau datang menemuiku jam segini.” Ucap Tn. Oh yang masih fokus dengan berkas-berkas di tangannya.

“Ada hal yang ingin kutanyakan.” Jawab Kris sambil duduk di hadapan Tn. Oh.

Tn. Oh meletakkan semua berkas-berkas di tangannya ke atas meja dan memfokuskan pandangannya ke arah Kris, “mengenai apa?”

Hm, mengenai keluarga Im.” Jawab Sehun yang membuat kening Tn. Oh berkerut.

“Bisa appa ceritakan sedikit tentang keluarga Im?” Tanya Sehun.

“Ada apa denganmu? Mengapa tiba-tiba menanyakan hal ini?” tanya Tn. Oh bingung.

Hm, karena.. Karena aku penasaran.” Jawab Kris pelan.

“Penasaran? Hm, baiklah. Im Dongwook adalah orang penting di Korea Selatan, sama seperti appa. Ia menikah dengan Han Ye Seul yang unik dan melahirkan seorang anak perempuan yang sudah kau lihat kemarin malam. Dulu mereka tinggal di Kanada, tetapi karena suatu masalah mereka pindah ke Korea. Kalau tidak salah, saat di Kanada, Yoona sering di-bully di sekolahnya oleh karena itu mereka pindah ke Korea.” Jelas Tn. Oh panjang lebar.

“Istri DongWook ahjusshi unik? Yoona di-bully karena apa?” tanya Sehun penasaran.

“Han Ye Seul memiliki kelainan yang disebut heterochromia iridum, tetapi itulah yang membuatnya terlihat unik dan cantik. Aku tidak tahu mengapa Yoona di-bully, tetapi kalau tidak salah ingat, Yoona di-bully karena penampilannya dianggap aneh.” Jelas Tn. Oh.

Heterochromia iridum? Bukankah itu kelainan dimana warna kedua bola mata berbeda? Dan bukankah itu bisa menurun? Penampilan Yoona yang dianggap aneh? —Ahh, terima kasih appa.” ucap Kris langsung meninggalkan ruang kerja appa-nya.

Kris langsung mengambil macbook-nya setelah sampai di kamar dan mencari informasi tentang heterochromia iridum. “Kelaianan pada warna mata yang dapat menurun. Jadi, apakah Yoona memakai softlens untuk menutupi kedua matanya? Lalu Yoona di-bully karena penampilan yang aneh? Apa karena matanya ia dianggap aneh? Tapi itu kan tak terlalu mencolokTunggu dulu, mengapa Yoona memakai wig? Arghh!” Ucap Kris yang berbicara dengan dirinya sendiri.

.

.

“Mengapa harus pakai penutup mata sih?” tanya Yoona kesal.

“karena ini adalah kejutan.” Ucap Kris sambil menuntun Yoona agar tidak terjatuh.

HhApa kita sudah sampai?” tanya Yoona.

“Ya.” Ucap Kris sambil membuka penutup mata Yoona.

Woahh..” Ucap Yoona spontan karena merasa sangat kagum dengan tempat makan yang sudah dihias dengan lampu warna-warni. Di atas meja terdapat beberapa kelopak bunga mawar yang bertebaran dan juga terdapat lilin di tengah-tengahnya.

“Silahkan duduk, princess.” Ucap Kris mempersilakan Yoona yang masih terkagum-kagum.

“Ini indah sekali.. Siapa yang menghiasnya?” tanya Yoona sambil duduk di atas kursi yang dipersilakan Kris tadi.

“Tentu saja aku. Aku membuatnya dengan susah payah.” Ucap Kris sambil mendorong maju kursi Yoona agar lebih dekat ke meja makan.

“Benarkah? Woah, kau sangat romantis, eoh?” puji Yoona yang membuat Kris terkekeh pelan.

“Tentu saja. Kau juga harus berbahagia, karena kau orang kedua setelah ibuku yang kuperlakukan istimewa seperti ini.” Ucap Kris sambil duduk di kursi yang beehadapan dengan Yoona.

“Ya, ya, aku sangat tersentuh Tuan Kris.” Ucap Yoona terkekeh.

Kris meletakkan sebuah kotak berpita pink di depan Yoona. “Apa ini?” tanya Yoona bingung.

“Oleh-oleh dari Australia.” Ucap Kris tersenyum manis.

Yoona segera membuka kotak berpita pink itu dan terpampanglah sebuah kalung berbentuk hati yang terbuat dari permata “Apa kau serius memberikan kalung indah ini padaku?”

“Tentu saja, Yoong.” Jawab Kris senang karena melihat Yoona senang.

“Terima kasih, Kris! Aku sangat menyayangimu!” Ucap Yoona sambil berlari memeluk Kris.

  • ¨©ª

Pagi itu, Yoona berjalan menuju taman sekolah untuk mendengarkan musik. Ia memilih taman sekolah karena tidak mau bertemu dengan Sehun di atap sekolah.

BUGG! Seseorang menabrak Yoona.

Aw, sakit bodoh! Apa kau tidak punya mata?!” Teriak seorang yeoja berambut panjang pada Yoona.

“Kau yang menabrakku.” Ucap Yoona singkat bersiap untuk pergi.

Yeoja itu menarik lengan Yoona “Kau tidak meminta maaf? Dasar nerdy, sudah jelek, tidak sopan lagi.”

“Kau yang seharusnya minta maaf.” Ucap Yoona dingin sambil menghempaskan lengannya yang dipegang yeoja itu kemudian pergi meninggalkan yeoja itu.

.

.

Pagi ini, kelas 11-A menjadi sangat ribut, semua murid berbicara satu sama lain, kecuali Yoona yang sedang membaca buku dan Sehun yang sibuk meladeni yeoja-yeoja di kelasnya dengan malas.

Hey, apa kau tahu murid dari kelas sebelah yang baru masuk dua hari yang lalu?”

Yeoja cantik itu kan?”

“Selain cantik, dia juga ramah dan baik.”

Woah, sempurna sekali! Kalau tidak salah namanya… Seohyun.”

“Iya—YA! Itu kan Seohyun?!”

Seorang yeoja berambut panjang masuk ke kelas 11-A dan berjalan ke arah Sehun yang dikelilingi banyak yeoja “Permisi, Sehun-ssi, bisa kita bicara sebentar?”

Who are you?” tanya Sehun malas.

Ah, aku Seohyun, aku murid baru di sekolah ini dan kudengar kau juga murid baru di sini?” ucap Seohyun sambil tersenyum manis.

Oh, iya.” Jawab Sehun singkat.

“Jadi.. Apa kita bisa berbicara sebentar?” tanya Seohyun memandang Sehun dengan puppy eyes-nya.

“Apa ada yang perlu dibicarakan antara dua orang yang tidak saling mengenal?” tanya Sehun tajam.

Hm, tentu saja ada.. jadi apa bisa kita berbicara sebentar?” tanya Seohyun dengan nada memelas.

“Bicaralah sekarang.” Ucap Sehun sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

“Bisakah kita berbicara di taman saja?” tanya Seohyun sambil tersenyum.

Sehun mendesah kasar, “tidak lama.” Ucap Sehun langsung keluar dari kelas yang diikuti oleh Seohyun yang masih tersenyum manis sambil membungkuk ke arah murid-murid lain yang ada di kelas.

“Yahh, siapa yang bisa menahan pesona Seohyun yang manis dan baik itu? Sehun yang dingin saja bisa luluh olehnya.” Ucap salah seorang murid di kelas itu.

Seorang yeoja yang sedari tadi diam hanya dapat bertanya dalam hatinya, ‘bukannya dia yeoja kasar yang menabrakku tadi ?’

.

.

“Ada apa?” tanya Sehun setelah sampai di taman.

Hm—mari berteman baik.” ucap Seohyun sambil mengulurkan tangannya.

“Kau mengajakku keluar hanya untuk ini?” tanya Sehun kesal.

“Tentu saja. Aku hanya ingin mencoba ramah pada semua orang.” Ucap Seohyun sambil tersenyum manis.

“Bagaimana kau bisa tahu namaku?” tanya Sehun.

“Aku tahu dari anak-anak lain karena mereka terus mengatakan bahwa kau sangat populer dan tampan.” Ucap Seohyun dengan wajah polosnya.

Oh.” Balas Sehun singkat.

“Bisa kau berikan nomor ponselmu?” tanya Seohyun sambil menyodorkan ponselnya pada Sehun.

“Tidak.” Ucap Sehun singkat.

“Ke” ucapan Seohyun terputus karena tiba-tiba Sehun berlari ke arah seorang yeoja yang membawa setumpuk buku di tangannya dan kemudian membantu yeoja berkacamata itu, sedangkan Seohyun hanya dapat memandang kesal ke arah mereka.

“Sudah kubilang tidak usah membantuku.” Ucap Yoona ingin menarik kembali buku-buku yang diambil oleh Sehun tadi.

“Sudah kubilang kalau aku mau membantumu.” Ucap Sehun mengeratkan genggamannya pada buku-buku tersebut.

Yoona memutar bola matanya, “whatever.”

Heterochromia iridum.”

Yoona menghentikan langkah kakinya, “A, apa?”

“Bola matamu berwarna apa, hm?”

“A,apa maksudmu?” tanya Yoona gugup.

“Tidak usah berpura-pura. Ibumu menderita heterochromia iridum, sehingga itu juga menurun padamu.” Jelas Sehun.

“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Yoona kaget.

“Aku ini hebat dalam menggali informasi.” Ucap Sehun menyombongkan dirinya.

“Kaudasar stalker!” ucap Yoona merebut buku-buku di tangan Sehun kemudian pergi meninggalkan Sehun sendirian.

Bagaimana ini? Sehun sudah tahu tentang mataku, arghh!’ batin Yoona sambil berjalan keluar dari perpustakaan setelah mengembalikan buku-buku tadi.

Hey, nerdy!” teriak seorang yeoja.

Yoona tidak menghiraukan panggilan itu dan terus berjalan ke arah taman hingga yeoja tadi mencekal lengan Yoona.

“Apa kau tuli? Aku memanggilmu bodoh!” teriak yeoja itu sambil mencengkram keras lengan Yoona.

“Aku tidak merasa dipanggil.” Ucap Yoona pelan sambil melepaskan cengkraman tangan yeoja ituSeohyun.

YA! Aku ingin mengingatkanmu agar tidak mendekati Sehun ataupun Kris Oppa! Kau tidak pantas berdekatan dengan mereka! Mereka tampan dan populer, sedangkan kau? Jelek dan culun. Mereka lebih cocok dekat bersamaku!” bentak Seohyun sambil mencekal kerah seragam Yoona.

“Aku tidak peduli.” Ucap Yoona dingin sambil melepaskan tangan Seohyun dari kerah seragamnya.

“Dasar kurang ajar!” teriak Seohyun bersiap menampar Yoona tetapi ditahan oleh Yoona.

Tiba-tiba Seohyun melepaskan tangannya dari Yoona dan jatuh tersungkur ke tanah, “aww! Sakit..” Rintih Seohyun.

“Im Yoona! Apa yang kau lakukan pada Seohyun?!” teriak sebuah suara.

“Kris?”

Kris berlari ke arah Seohyun dan menolongnya berdiri, “apa kau baik-baik saja?”

Ne, aku baik-baik saja. Hanya ada beberapa bagian yang terluka.” Ucap Seohyun dengan suara pelan.

YA! Im Yoona! Apa kau tahu apa yang baru saja lakukan? Kau telah melukai seseorang! Mengapa kau melakukannya, Yoong?” ucap Kris sedikit membentak.

“Aku tidak melukainya.” Ucap Yoona kesal karena dituduh melukai Seohyun.

“Aku melihatmu menggenggam tanganya kemudian mendorongnya hingga ia tersungkur di tanah, Yoong.” Ucap Kris sambil merangkul Seohyun.

“Aku tidak mendorongnya. Dia yang melepaskan dirinya sendiri dari genggamanku.” Ucap Yoona menatap Kris tajam.

“Sudahlah, Yoong. Aku ingin kau meminta maaf padanya.” Ucap Kris tegas.

“Tidak mau.” Ucap Yoona membuang muka.

“Im Yoona!” Bentak Kris.

“Sudahlah, aku tidak apa-apa. Salahku juga yang membuat Yoona kesal padaku hingga ia tanpa sadar mendorongku.” Ucap Seohyun pelan.

“Walau begitu dia tidak harus mendorongmu, SeohyunAku kecewa padamu, Yoong.” Ucap Kris meninggalkan Yoona sambil merangkul Seohyun yang tidak bisa berjalan dengan benar karena kakinya terluka.

.

.

Murid-murid di Hannyoung High School perlahan-lahan mulai berkurang karena sudah waktunya mereka pulang ke rumah. Langit yang tadinya biru sekarang sudah berubah menjadi keorenan tanda hari sudah sore.

“Yoona-ya, Choi songsaengnim menunggumu di ruang kesenian. Katanya ada sesuatu yang harus dibicarakan.” Ucap Seohyun sambil tersenyum ramah pada Yoona.

Yoona memberikan tatapan tajam pada Seohyun yang pura-pura baik di depan murid-murid lain, “Seohyun-ah, ayo pulang bersama!” ajak beberapa murid yang sudah menunggu di luar kelas 11-A.

Seohyun berjalan ke arah mereka, “maaf. Hari ini aku sudah janji akan pulang bersama Kris Oppa, lain kali ya!”

Yoona menghembuskan napasnya dengan kasar karena banyak sekali masalah yang menimpanya. Yoona menutup matanya sebentar untuk menenangkan pikirannya hingga ia teringat bahwa ada sesuatu yang harus dilakukan, ‘Ahh, aku harus membereskan beberapa buku di perpustakaan kemudian pergi ke ruang kesenian, tapi ada apa Choi saem mencariku?’

Kemudian Yoona membereskan barang-barangnya kemudian keluar dari kelasnya yang sudah kosong. Ia berjalan menyusuri lorong sekolah yang sudah sepi dan mulai gelap itu kemudian masuk ke dalam perpustakaan.

Setelah selesai membereskan buku-buku di perpustakaan, Yoona berjalan keluar dan sampailah ia di sebuah pintu yang bertuliskan ‘Ruang Kesenian’

Yoona mengetuk pelan pintunya kemudian memutar kenop pintunya dan masuk ke dalam. Di dalam ruang kesenian penuh dengan lukisan-lukisan dan patung-patung yang dibuat oleh murid-murid, “Choi saem?” panggil Yoona.

“Choi saem?” panggil Yoona lagi tetapi tak kunjung mendapat jawaban.

Tiba-tiba ruangan kesenian yang tadi masih terang oleh cahaya lampu, kini menjadi gelap karena tidak ada cahaya lampu yang menerangi. Yoona langsung berlari mencari pintu keluar dan mencoba memutar kenop pintunya, tetapi tak kunjung terbuka karena pintu tersebut sudah dikunci.

Yoona menggedor pintu tersebut dengan keras, “Tolong! Masih ada orang di dalam sini! Tolong aku!” Yoona terus berteriak minta tolong tetapi tak kunjung mendapat pertolongan. Badannya mulai bergetar dan air matanya perlahan-lahan jatuh dari matanya. Ya, Yoona takut dengan kegelapan.

Yoona menatap sekelilingnya yang gelap dan hanya ada sedikit cahaya bulan yang menyelip masuk dari sebuah jendela kecil. Ia bisa melihat beberapa patung-patung yang entah mengapa tampak mengerikan pada malam hari. Ia mengambil ponselnya dan mencoba menelepon seseorang tapi tak kunjung diangkat. Saat ia ingin menelepon lagi, tiba-tiba ponselnya mati.

Yoona memeluk lututnya erat dan menangis dalam diam berharap ada seseorang yang dapat menolongnya sekarang. Tak berapa lama kemudian, badan Yoona terasa sangat panas dan keringatnya mulai bercucuran.

“Im Yoona! Im Yoona! Apa kau ada di dalam?!” teriak seseorang dari luar sambil menggedor-gedor pintu ruang kesenian, kemudian pandangan Yoona menjadi gelap gulita.

  • ¨©ª

Haiiii! Maaf banget ya kalo ceritanya makin lama makin gajelas. Soalnya mentok banget otakku. Tapi aku bakalan berusaha untuk memikirkan ide yang lebih bagus lagi untuk ff ini. Mungkin ini ff terabsurd dan teraneh yang pernah kalian baca T.T

Ditunggu next chapternya yah! Kalo ada saran silahkan comment! Terima kasihh!

Don’t be siders pleasee~

73 thoughts on “[Freelance] Special Girl {Chapter 3)

  1. awalnya seneng liat moment yoonkris romantis tpi seketika jadi ga suka sma kris karna ga percaya sma yoona pdhalkan mereka temenan dari kecil tpi ko malah belain seo sih jadi bete sma seo juga berharap yoonhun aja deh

  2. Kris-_- sifatnya kenapa tiba tiba jadi orang yg gatau apa apa tapi ngomong paling kenceng berasa apa yang dia lihat adalah kenyataan yg paling akurat?
    Ini keren ini keren. Ff nya bagus banget, karakter yoona juga keren. Tapi sehun agak… kepo kepo menghanyutkan ya.
    Ini udah bagus banget thor, tapu typo nya masih kececer. Diperbaiki lagi ya thor.

  3. Pasti yg ngunci yoona si seohyun -.-
    Sok polos bgt sih huh
    Hehehhe kesel sendiri jadinya
    Btw yg pas tuan oh njelasin tentang kenapa yoona di bully, harusnya itu sehun thor bukan kris hehe🙂
    Keren critanya! Ditunggu chapter slanjutnya ya thor

  4. wah bener2 emang seohyun baru muncul tapi langsung nyebelin ih, apa itu ulah nya seohyun? dia sengaja kan jebak yoona di ruang kesenian? dan yg manggil2 yoona itu sehun bukan? atau kris? feeling aku sehun kayaknya…

    ditunggu next chap nya! keep fighting!!

  5. udah yoona sama sehun aza…Daripada sama kris…
    Seohyun manggil yoona nerdy krn dia kyk’a tahu dech klo yoona itu mank aneh penampilannya…Dgn bola mata yg berbeda warna dan rambut yg biru…
    Ditunggu aza kelanjutannya…

  6. sebel banget sama Seohyun… Dia benar2 munafik, bermuka dua…
    dan teteganya Kris membentak Yoona demi membela Seohyun… klau dia tau sifat Seohyun yang sbenarnya psti dia akan menyasal… biar tau rasa…..
    siapa yang tega mengunci Yoona diruang gelap??? pasti itu kerjaan Seohyun…
    semoga orang yang menolong Yoona itu Sehun…
    Thor… ditunggu next partnya… FIGHTING!!!

  7. Wah akhirny ff ini dipublish jga🙂 ffny gx aneh kok thor,,tpi unik ajh😀 baru baca ff klau yoona punya penampilan fisik yg unik.. Ini menambah pgetahuan jga lho thor .. Kekeke😀
    btw berharap yg nolongin yoona itu Sehun -_- terlanjur mlez sma kris yg belain Seohyun tdi,,pdhl Kris gx tau apa2 *Jitak Kris* :p
    Cie Sehun mulai suka sma Yoona ya.. Itu tdi kykny ada typo yh thor,,ada kata yg seharusny nma Sehun tpi jdi nma Kris waktu Sehun kepoin Yoona ke Appany😀
    thor please ffny nnti usahain smpai end yh😀 jgn digantung,,ini ff aq tunggu bnget klnjutanny😉
    Keep Writing thor ^^
    Fighting !!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s