[Freelance] Forlorn (1)

Forlorn

Forlorn

Author: Nikkireed | Cast: Im Yoona, Kim Jongin, Do Kyungsoo | Genre: Drama | Rated for 17+

Jongin langsung menyambar ponselnya dan menekan speed dial ke ponsel Kyung Soo.
“Kau masih meneleponnya?” Tanya Yoona dengan suara parau.
“Tentu saja, Kyung Soo temanku.” Jongin mendeham menjawab pertanyaan Yoona, keningnya berkerut dan kakinya berjalan mondar-mandir di hadapan Yoona.
“DAN DIA JUGA ANAKKU!” Yoona menaikkan suaranya, ia muak.
“Aku tahu, Yoong, aku tahu.” Jongin masih mondar-mandir setelah diteriaki oleh Yoona, kepanikan yang menyerangnya dan tekanan dari Yoona.
Yoona menelan kembali emosinya yang sudah memuncak. Marah pada Jongin sekarang tidak menyelesaikan masalah. Toh semua sudah jelas.
“Aku hanya mencoba memperbaiki semuanya. Aku hanya tidak mau kehilangan kau, ataupun Kyung Soo temanku, tidak.” Jongin menggeleng, menjauhkan ponsel dari telinganya. “Jelas sekali ia menolak panggilanku.” Ia mengambil kaus hitamnya dan celana jeans, memakainya dengan cepat.
“Aku akan kembali.” Jongin mencium puncak kepala Yoona sebelum beranjak.
“Jongin..”
Jongin menghilang dibalik pintu kamarnya. Ia menatap tempat tidur yang berantakan ini dengan pasrah dan air mata yang tumpah.
30 minutes before this..
Kyung Soo dengan terburu-buru menaikki anak tangga rumahnya yang menuju lantai 2. Jika bukan karena sisa saldo direkeningnya yang hanya tersisa 3 angka, ia tidak akan seperti ini.
Ya, ia harus membayar perbuatannya – minuman keras yang sudah ia teguk semalam ternyata lebih mahal dari yang ia kira. Dan salahkan Baekhyun dan Kris yang gila mencekokinya terus-menerus.
Kyung Soo melirik jam tangannya, pukul 12.45, Semoga ia belum bangun, batin Kyung Soo saat ia memegang kenop pintu.
“Ma..” Kepala Kyung Soo muncul sedikit, memastikan Ibunya belum bangun. Karena lampu kamar yang agak temaram, akhirnya Kyung Soo memutar saklar lampu sedikit untuk meneranginya, tanpa ingin membangunkan Ibunya.
Tapi Kyung Soo kaget bukan main ketika melihat Ibunya sedang berciuman dengan seseorang..
“Eomma?”
Yoona yang menghadap ke Kyung Soo langsung melepaskan diri, kaku. Dirinya hanya ditutupi selimut dan tempat tidurnya terlihat berantakan.
“Kyung Soo-ah?”
Lelaki yang bertelanjang dada itu melepaskan pelukannya, lalu berbalik badan menghadap Kyung Soo.
Kyung Soo bersumpah apa yang ia lihat barusan adalah kiamat.
“Jongin? Apa yang –“
“Kyung Soo, ini bukan seperti yang kau bayangkan.” Jongin bangun dari tempat tidur Yoona, hanya mengenakan boxer berwarna hitam. Semakin mengejutkan untuk seorang Kyung Soo.
“Kyung Soo-ah. Darimana saja kau, sayang?” Yoona ingin sekali memeluk putranya, tapi keadaannya yang naked itu tidak memungkinkan dirinya untuk bangkit – bahkan bergerak dari tempatnya pun ia tidak sanggup.
Mata Kyung Soo merah, otot ditangan kiri-kanannya mengencang saat ia mengepalkan jemarinya dengan kuat.
“Jelas. Maaf aku sudah mengganggu kalian.”
Kyung Soo berbalik dengan cepat dan keluar sambil membanting kamar Ibunya. Ia menuruni tangga dengan sedikit berlari dan langsung keluar dari rumah itu sambil berteriak.
Puas berteriak mengeluarkan emosinya, ia menendang apa saja yang ada dihadapannya itu. Lalu masuk ke mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi.
30 minutes after that..
Yoona bangkit dari tempat tidurnya, bergegas membersikan diri. Tidak peduli dengan dinginnya hawa tengah malam yang menusuk, ia perlu menyusul putranya itu.
Setelah merapikan semua kamarnya, ia memeriksa ponselnya. Ternyata Kyung Soo menelponnya, maka menyesal-lah Yoona mengaktifkan mode vibrate ponselnya sehingga Kyung Soo terpaksa harus menyusulnya sampai ke kamar.
Kemudian Yoona mendengar pesan suara yang Kyung Soo tinggalkan.
47 menit yang lalu, ‘Ma, aku butuh uang, saldoku tidak cukup untuk bayar.’
30 menit yang lalu, ‘Ma, aku di Exodus, tidak pulang jika tidak bayar. Bantu aku.’
Yoona menutup mata mendengar suara Kyung Soo diponselnya. Tentang 2 hal yang ia rasakan. Pertama. Kyung Soo, putranya yang anak baik-baik itu berani pergi ke bar. Kedua. Kyung Soo terlibat hutang.
Yoona langsung membuka laptopnya, memasang ponselnya pada device connector. Ia segera login untuk e-banking melalui laptop dan mentransfer sejumlah uang untuk Kyung Soo. Semoga Kyung Soo tidak terjebak dalam masalah, batin Yoona saat menekan enter.
Ponsel Yoona berdering, mengejutkan Yoona dari tangisannya.
“Kyung Soo hilang. Aku tidak tahu kemana.” Suara Jongin terdengar lelah, seperti sehabis berlari jauh. “Kau baik, Yoong?”
Yoona meremas ponsel di telinganya, “Aku baik. Kyung Soo di Exodus.”
“Ba-bagaimana kau bisa tahu?”
“Aku menerima pesan suaranya sejam yang lalu. Ia di bar dan terlibat hutang, Jongin. Kumohon, cari Kyung Soo. Jangan sampai.. jangan sampai Kyung Sooku.. Kyung Sooku..” Yoona terisak. Sungguh, ini bukan akhir yang ia inginkan. Ketahuan berhubungan dengan teman anaknya sendiri dan merasa bersalah, bahkan pada dirinya sendiri.
“Ya, tenang Yoong. Aku akan mencarinya. Kau istirahat saja.” Jongin memutuskan teleponnya.

Kyung Soo berjalan masuk kembali ke Exodus ketika mendapat pesan dari e-banking bahwa saldonya sudah bertambah. Ia masih mengepalkan tangannya dan matanya gelap.
Setelah menemukan Baekhyun dan Kris di meja bar, ia duduk bergabung dengan wajah yang merah.
“Woah, kau kembali, Kyung Soo.” Seru Baekhyun sambil mengangkat gelas bir, ia menyeringai pada Kris yang berpindah tempat di samping Kyung Soo.
“You’re back brother, huh.” Kris merangkul pundak Kyung Soo, “What’s wrong with you?”
Kepalan tangan Kyung Soo memutih, yang artinya buku jarinya meminta dilepaskan sebelum urat ditangannya pecah, “Aku menemukan Ibuku bersama orang lain.” Kyung Soo tersenyum sedih.
“Lalu apa salahnya?” Kris masih bertanya.
Kyung Soo mengendikkan bahu sehingga rangkulan Kris terlepas, “Aku menemukan Ibu bersama orang lain yang sudah kuanggap seperti saudaraku sendiri.”
Baekhyun tersenyum bingung, “Kau terlalu overthinking, Kyung Soo. Nikmati ini.” Baekhyun menyodorkan segelas bir penuh pada Kyung Soo.
Kyung Soo langsung meneguk sampai habis, memandang lurus dan kosong, “Aku melihat Ibuku berciuman dengan Jongin.”
Jongin yang berdiri tidak jauh dari mereka bertiga langsung mematung saat mendengarkan namanya disebut.
Kris yang memainkan gelas birnya, menoleh terkejut pada Kyung Soo.
Baekhyun yang sedang meneguk birnya langsung tersedak, menoleh terkejut pada Kyung Soo.
“Ya, aku terlalu overthinking kata Baek. Jadi santai saja. Mari kita bersenang-senang!” Kyung Soo mengangkat gelasnya lalu beranjak. Meninggalkan kedua temannya di meja bar dan tenggelam dalam lantai dansa.
Jongin langsung menyerbu Kyung Soo menariknya kembali ke tempat Kris dan Baekhyun.
“Apa masalahmu, HUH!” Teriak Kyung Soo saat Jongin mengangkat kerah baju Kyung Soo dengan paksa.
“Kyung Soo, maaf. Ini bukan seperti yang kau bayangkan. Aku – “
BUGH!!!!
Sebuah tinjuan mendarat di wajah Jongin. Sudut bibirnya mengeluarkan darah.
“Kau memacari ibu sahabatmu sendiri, Jongin! Kau sadar? APA KAU SADAR?” Kyung Soo berteriak. Ia mabuk, tapi ia masih emosi. Baekhyun dan Kris segera menahan Kyung Soo agar tidak memukul Jongin untuk kedua kalinya.
“Kyung Soo, jangan buat masalah disini. Ayo bicara diluar.” Tegas Kris menahan Kyung Soo yang begitu marah menatap Jongin.
“Kris hyung, kau tidak tahu masalahnya, jangan ikut campur.” Kyung Soo berbicara disela giginya. Ia berbicara tanpa menatap Kris, tapi matanya menggelap tertuju pada Jongin yang menyeka sudut bibirnya.
“Aku minta maaf, Kyung Soo. Aku dan Yoona –“
BUGH!
Sekali lagi tinjuan yang ditahan Kris dan Baekhyun dari Kyung Soo melayang ke tulang pipi Jongin.
“Jongin, pergilah!” Seru Baekhyun.
“Jangan pernah memanggil nama Ibuku dihadapanku LAGI!” Kyung Soo yang berteriak lebih kencang dari Baekhyun. Ia ingin melepaskan diri dari kedua kekangan dari Kris dan Baekhyun. “Lepaskan aku, Baek. Ini bukan urusanmu!”
Kyung Soo masih ingin melepaskan diri dari tahanan Kris dan Baekhyun tapi mereka semakin mengeratkan tangan Kyung Soo.
Jongin melemas terjatuh karena tinjuan Kyung Soo tepat mengenai rahangnya. Tapi ia tetap berusaha berdiri karena beberapa pasang mata memandangi drama yang terjadi, ia menyeka bibirnya dan menatap Kyung Soo, “Aku minta maaf. Sungguh.”
Kemudian Jongin berjalan memecah kerumunan dan pergi meninggalkan tiga temannya tersebut. Yang masih ia anggap teman.

3 weeks before this..
Kyung Soo turun dari kursi penumpang. Ia merapihkan dasi kupu-kupunya di kaca spion dan membetulkan poni yang ia sisir keatas, well.. Ibunya yang menyisir keatas.
“Kau sudah tampan, Kyung Soo.” Seru Yoona yang ikut keluar dari mobil dan menghampiri putranya. Ia mengenakan atasan denim dan hotpants, semua orang akan tahu jika Yoona bukan dari bagian putranya yang akan ikut pesta dansa prom akhir tahun di sekolah.
“Tentu, apa aku akan mengingatkanmu pada Appa?” Kyung Soo tidak ingin mengingatkan Yoona pada Ayahnya, tapi hanya karena kalimat itu yang keluar lalu Kyung Soo mencium pipi kanan Yoona, “Tentu saja tidak, karena aku lebih tampan dari Appa. Aku pergi.” Seru Kyung Soo sambil berlari meninggalkan Ibunya yang tersenyum.
“Oh Kyung Soo-ah, nanti Eomma jemput jam berapa?” Teriak Yoona.
“Aku akan pulang bersama Jongin atau Baekhyun.” Balas Kyung Soo sambil melambai lalu masuk ke dalam gedung sekolahnya. Yoona hanya tersenyum tipis memandang putranya yang tampan itu. Memang Kyung Soo tampan, persis Ayahnya. Yoona sadar itu.
Angin malam menusuk kulit putih Yoona, sepatu skedsnya juga tidak menolong kakinya menggigil, ia berlari sedikit menuju mobil dan memutar setir untuk pulang.
Perhatian Yoona sedikit tertarik saat melihat seorang anak lelaki muncul di depan mobilnya, senyumnya tidak tampan melainkan menyeramkan. Ditambah lampu depan mobil yang menyorot ke arahnya. Yoona bergidik sebelum keluar lagi dari mobilnya.
“A-ada yang bisa saya bantu, apa kau?” Yoona menyipitkan matanya, “Jongin-ah?” Panggil Yoona begitu ia menyadari itu adalah Jongin, teman dekat Kyung Soo.
“Oh, ne, ahjumma.” Jongin membungkuk memberikan salam dan tersenyum dengan wajah lebam.
3 weeks after that..
Singkatnya, Jongin melewati pesta dansa prom di sekolah dan menghabiskan waktu untuk bercerita panjang lebar pada Yoona mengenai masalah keluarga yang ia hadapi. Bagaimanapun juga Yoona menyayangi Jongin seperti menyayangi Kyung Soo anaknya.
Jongin enggan pulang kerumahnya karena takut akan dihajar orangtuanya lagi (karena Jongin tidak ingin meneruskan pendidikan sesuai keinginan orangtuanya), akhirnya Yoona membawanya kerumahnya.
Dan Kyung Soo tidak keberatan, tentu saja. Sahabat seumur hidupnya itu sudah ia anggap seperti saudara kandungnya sendiri. Kyung Soo bahkan berbagi kamar dengan Jongin, pergi mencari pekerjaan sambilan sambil menunggu pembukaan pendaftaran sekolah (Jongin bermaksud untuk masuk ke perguruan tinggi yang sama dengan Kyung Soo, tapi orangtuanya memaksa Jongin untuk studi di luar negri), bahkan mereka sampai ikut menjadi ‘cowok nakal’ dengan pergi ke club bersama tanpa sepengetahuan Yoona.
Sampai akhirnya waktu itu untuk pertama kalinya Jongin menolak ajakan Kyung Soo untuk pergi ke Exodus bersama Baekhyun dan Kris.

An.
Warning!! This is not finish yet, seriously. Hahaha. Tiba-tiba kepikiran aja buat yang begini. Aku akan melanjutkan jika dapat respon bagus dari readers. Thanks for reading 

43 thoughts on “[Freelance] Forlorn (1)

  1. Lanjut dongh masih penasaran sma hubungan jongin yoona
    Suka bgt sma ceritanya haha lucu aja gitu ternyat jongin temennya d.o
    Next chap jangan lama lama yaaaaa
    Keep writing thor….

  2. Lucu thor ceritanyaa haha soalnya yoona jadi ibu-ibu
    makin penasaran gimana kelanjutannya
    jangan lama-lama keep writing ^^

  3. Lanjut chingu, aku suka alur cerita nya.
    Pengen tau dr kai yg notabene msh manggil yoona ahjuma sampai yoonkai akhirnya punya skinship di bedroom. Ahahahaha
    Hwaiting chingu.

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s