(Freelance) Get Your Girlfriend

giphy

GreenAngel presents
Get Your Girlfriend

Rating | Genre | Length
PG15 | School Life | Oneshot

Happy reading😀
***

Siapa yang tak mengenal seorang Luhan? Jika ada siswa Hanyang High School yang mengatakan bahwa ia tak mengenal Luhan, maka bisa dipastikan siswa tersebut melakukan kebohongan besar.

Luhan. Satu kata. Namun banyak kata yang mampu mendeskripsikannya. Ia adalah salah satu murid tingkat akhir Hanyang High School. Murid kesayangan para guru karena prestasi akademik yang luar biasa. Jangan lupakan prestasi non akademik yang dimiliki juga tak kalah dengan akademiknya. Untuk yang kesekian kalinya, ia sebagai kapten sepak bola Hanyang High School mampu membawa timnya mengikuti dan memenangkan perlombaan. Oh! Tentu saja! Ia adalah remaja lelaki berwajah tampan.

Prestasi akademik baik. Prestasi non akademik juga sama baiknya. Tak lupa dengan anugerah wajah tampan yang dimilikinya. Sempurna? Orang yang mengenalnya akan berpendapat seperti itu. Lain halnya dengan Luhan.

Entah mengapa ia merasa kata “sempurna” yang dilabeli sebagai miliknya oleh orang lain adalah hal yang salah. Jauh dalam hatinya –well ia tidak mau mengakui pada siapapun– ia merasa bahwa seorang Oh Sehun lebih sempurna dibanding dirinya.

Sehun. Lelaki yang menyandang status sebagai sahabatnya. Remaja lelaki yang biasa-biasa saja. Sehun memang pintar, tapi tak sepintar Luhan. Sehun sibuk dengan klub dance sedangkan Luhan dengan sepak bolanya. Untuk tingkat ketampanan, Sehun dan Luhan memang tampan!

Sehun bagaikan musim salju. Dingin dan seperti patung berjalan. Ia tidak akan berbicara jika bukan hal yang penting. Yang lebih parah, ia tidak akan berbicara lebih dari sepuluh kata. Sikapnya tak pelak membuat remaja perempuan di sekolahnya menjadikan Luhan sebagai “idola” mereka.

Berbanding terbalik dengan Sehun, Luhan adalah musim semi. Ramah dan mudah tersenyum. Ia juga pribadi yang seru sebagai teman bercanda. Jadi bukan hal yang aneh bukan jika banyak yang menjadi fan girls seorang Luhan?

Orang tua Luhan dan Sehun bersahabat dan tinggal dalam satu komplek perumahan yang sama. Orang tua Luhan kerap kali memperlakukan Sehun sebagai anak sendiri. Begitu juga dengan orang tua Sehun yang memperlakukan Luhan sebagai bagian anggota keluarga mereka.

Tumbuh bersama dengan Sehun sejak usia mereka empat tahun kerap kali membuat mereka bersaing. Well sejujurnya, dalam hal ini Luhan lah yang selalu ingin menyaingi Sehun. Sedari kecil, Sehun selalu menjadi pusat perhatian teman sepermainan mereka. Dan hal itulah yang membuat Luhan ingin menyaingi Sehun dalam hal apapun.

Predikat lelaki populer di sekolahnya tak lantas menjadikannya bangga. Entah bagaimana ia masih merasakan bahwa Sehun lebih baik dibanding dirinya. Terlebih saat ia tahu bahwa Sehun, manusia patung itu memiliki seorang kekasih. Hell! Seem unbelievable for him.

Percayalah ini adalah hal tergila yang akan Luhan lakukan. Ide gila untuk membuat kekasih seorang Sehun jatuh cinta padanya dan menjadi miliknya. Yeah ide gila.

Butuh waktu lama untuk mencari tahu siapa kekasih Sehun. Well Sehun hanya mengatakan jika ia memiliki kekasih namun tak mengatakan siapa yang menjadi kekasihnya. Hingga akhirnya suatu malam Luhan duel game PES terbaru dengan Sehun di kamarnya. Kebetulan saat itu Sehun pergi ke kamar mandi, fortunately ia meninggalkan handphonenya di kasur Luhan. Luhan yang menyadari hal itu langsung melihat isi handphone Sehun. Mulai dari sms, telpon, email, whatsapp, line dan bbm.

Dari hasil pencariannya, ia dapatkan satu nama. Im Yoona. Ia yakin dengan sangat bahwa Im Yoona adalah kekasih Sehun, mengingat di salah satu percakapan line milik Sehun. Mereka –Yoona dan Sehun– sering mengumbar kata romantis yang bahkan membuat Luhan menggelengkan kepalanya saat membacanya.

Tak butuh waktu lama untuk Luhan mencari tahu seperti apa seorang Im Yoona. Sejauh yang ia tahu Yoona adalah gadis yang biasa-biasa saja. Ia cantik, namun banyak yang lebih cantik darinya.

Tak lupa Luhan juga mengamati interaksi antara Sehun-Yoona di sekolah. Sekali lagi, Luhan yakin bahwa Sehun dan Yoona adalah sepasang kekasih. Namun apa yang Luhan amati menunjukkan seolah Sehun dan Yoona tidak mengenal satu sama lain. Mereka tidak terlihat sering bersama seperti pada umumnya orang berkencan. Bahkan saat mereka berpapasan, mereka tidak saling bertegur sapa. Aneh.

Tiba-tiba satu pikiran terlintas di pikirannya. Ia ingat bahwa Sehun pernah mengatakan bahwa Luhan adalah satu-satunya orang yang tahu bahwa Sehun memiliki kekasih dan memintanya untuk tidak memberi tahu siapapun. Bagaikan kepingan puzzle, ia mencoba menggabungkan kepingan-kepingannya. Mungkinkah Sehun-Yoona berkencan secara diam-diam?

Well jika itu benar, maka kesempatan Luhan untuk mendekati Yoona semakin besar. Karena tak ada satupun yang tahu, kecuali dia tentunya bahwa Yoona memiliki seorang kekasih. Bukankah dalam pandangan orang awam merupakan hal yang sah-sah saja jika Luhan mendekati Yoona? Untuk mengatasi Sehun, Luhan akan berpura-pura bahwa ia tidak tahu bahwa Yoona adalah kekasih sahabatnya. Sehingga kemungkinan besar Sehun tidak akan berpikir bahwa Luhan mencoba merebut kekasihnya.

Butuh waktu berminggu-minggu untuk mendekati Yoona. Ia akui Yoona bukanlah gadis yang tak mudah ditaklukan. Mulai dari memberikan setangkai mawar di meja gadis itu hingga ajakan kencan tak mampu meluluhkan hati gadis itu.

Saat ia mendekati Yoona, Luhan juga sering mencari tahu bagaimana tanggapan Sehun. Tak seperti yang ia duga, Sehun terlihat tenang dan tak mempermasalahkan aksi Luhan. Bahkan Luhan secara terang-terangan mengatakan bahwa ia menyukai Yoona yang dibalas anggukan dan kata “Oh.” dari Sehun.

Hal tersebut semakin membuat Luhan gencar melancarkan aksinya mendekati Yoona. Pernah suatu hari saat Yoona mencapai puncak kesabarannya karena Luhan terus mengganggunya, ia mengatakan bahwa ia memiliki seorang kekasih. Yoona mengira dengan ia mengatakan hal itu Luhan akan berhenti mengganggunya. Sayangnya tidak. Dengan santainya Luhan membalas bahwa ia tidak masalah jika Yoona memiliki kekasih. Hal itu tentu saja membuat Yoona shock dan mengatainya lelaki gila sebelum beranjak pergi menghindarinya.

Luhan kira ia tidak akan jatuh cinta. Well setidaknya itulah yang ia pikirkan. Ia mendekati Yoona bukan karena ia mencintainya. Hal tersebut semata-mata karena Yoona adalah kekasih sahabat sekaligus rivalnya. Hingga suatu hari, ia merasakan jantungnya berdetak cepat ketika melihat Yoona tersenyum amat manis.

Pagi itu, seperti biasa Luhan akan menemui Yoona di kelasnya sekedar untuk mencari perhatian darinya. Tepat di depan pintu kelas Yoona, ia terpaku menatap Yoona yang tersenyum saat melihat mawar putih di mejanya. Sungguh, bukan Luhan yang meletakkan mawar itu di meja Yoona. Luhan selalu meletakkan bunga mawar berwarna merah. Tidak ada alasan khusus, ia menyukai warna merah. Ia melihatnya. Momen saat Yoona meraih mawar tersebut dan mencium aromanya. Ia bersumpah ini pertama kalinya melihat Yoona tersenyum lembut. Selama ini gadis itu selalu menghujaninya dengan kalimat-kalimat menusuk. Dengan jantung yang berdegup lebih cepat, ia yakin bahwa ia jatuh cinta. Pada Im Yoona.

Semenjak hari itu, rencananya berubah total. Ia ingin memiliki Yoona karena ia benar-benar jatuh cinta.

Jatuh cinta memang menyenangkan. Segalanya terasa lebih indah. Apalagi jika kau bersama dengan orang yang kau cintai. Seperti hari ini, Luhan asik mengobrol dengan Yoona. Sesungguhnya ini cukup mengejutkan Luhan mengingat gadis itu tidak pernah merespon apapun yang Luhan katakan. Bahkan gadis itu bersedia saat Luhan mengajaknya berkencan.

Sesuai yang sudah mereka sepakati bersama, mereka akan bertemu di Namsan Tower pukul tujuh malam. Luhan kira malam itu akan menjadi malam yang spesial untuknya. Ia bahkan berencana untuk menyatakan perasaannya pada gadis itu.

Namun rencananya benar-benar gagal saat Yoona memintanya dengan sangat agar tidak mengganggunya lagi. Saat Luhan akan membantahnya, dengan cepat gadis itu mengatakan bahwa ia memiliki kekasih dan sangat mencintai kekasihnya.

Tentu saja Luhan tahu bahwa Yoona memiliki kekasih, bahkan ia tahu siapa kekasih gadis itu. Tapi ia tetap berpura-pura tidak tahu.

Hal yang paling mengejutkan adalah usai Yoona mengatakan bahwa ia memiliki kekasih, entah bagaimana secara tiba-tiba Sehun datang dan melingkarkan tangannya pada pinggang Yoona. Hal tersebut membuat Luhan seketika membisu. Terlebih saat Sehun mengatakan untuk berhenti mendekati kekasihnya. Selama tahunan mengenal Sehun, Luhan tidak pernah melihat raut wajah intimidasi milik Sehun saat lelaki itu mengucapkan kalimat tersebut pada Luhan.

Ada jeda yang cukup lama sebelum Sehun dan Yoona memutuskan untuk berpaling dan melangkahkan kaki meninggalkan Luhan. Baru beberapa langkah berjalan, Sehun dan Yoona dikejutkan dengan suara teriakan frustasi Luhan yang menanyakan apa kelebihan yang dimiliki Sehun dibandingkan dengan dirinya.

Luhan benar-benar tak menyangka akan jawaban Yoona malam itu. Dengan senyum lembut Yoona mengatakan bahwa ia dapat merasakan ketulusan Sehun dari pancaran matanya. Tak seperti Luhan, seberapa keras usaha Luhan untuk mendekati Yoona. Gadis itu tahu bahwa Luhan tak bersungguh-sungguh. Yang membuat Luhan terkejut adalah kalimat Yoona selanjutnya yang menyayangkan bahwa ia melihat ketulusan Luhan beberapa hari terakhir namun Luhan terlambat karena jika sejak awal lelaki itu bersungguh-sungguh, gadis itu mengakui bahwa ia akan tunduk pada pesona Luhan.

Setelah menuntaskan kalimatnya. Yoona berbalik dan melangkah bersama Sehun disisinya. Meninggalkan Luhan sendirian dengan segala penyesalan yang ada. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Luhan mengakui bahwa ia kalah telak dari seorang Oh Sehun.

End

Hai. Aduh pasti absurd banget ceritanya -_- dan alurnya cepet banget -_- tiba-tiba aja otak ku dipenuhi dengan ide gila ini hehehe dan kalian pasti sadar kalo di cerita ini gak ada percakapan sama sekali, cuma narasi aja hehehehe semoga kalian gak bingung jalan cerita ini hehehe
Gimana ceritanya? Memuaskan kah? Aku ingin mengasah kemampuan ku. So please I don’t mind if you guys give me comment. I’ll appreciate it😀
Aku juga sebenernya mau bilang, aku gak bisa buat sequel. Oleh karena itu untuk readers IF yang meminta sequel, maaf banget karena aku gak pernah yakin bikin sequelnya hehehe apalagi aku melakukan kesalahan fatal di cerita itu wks -_-
Terakhir untuk The Vow nya, uhm aku gatau update kapan. Karena lagi galau KRSan dan aku belum konsul sama dosbing yang mengharuskan aku kembali ke tempat rantauan. Padahal masih pengen liburan -_- selain itu idenya sering muncul lalu hilang begitu aja hehehehe smoga aja minggu depan bisa update part 2 nya. Semoga…. hehehe
Aku sangat menghargai kalian yang member kritik, komentar dan saran buat aku. Terima kasih!

35 thoughts on “(Freelance) Get Your Girlfriend

  1. Bang lulu , jangan gitu ah gak baik , obsesi ama cinta mah beda . Akhirnya nyebur sendiri deh kebawa perasaan kan . Jangan nakal gitu . Bang lulu kan ganteng . Kasian mah sehun. Gua masih alwess buat elu kok bangg :* /plakk/ . Keren . Iya sihh thorr gua juga mikir dialognya mane tapi mudah dipahami kok (y) , keep writing ^^

  2. Kasihan Luhan,, sebenarnya lebih suka kalau LuYoon tapi endingnya YoonHun Чά”̮ gpp juga….😀 ϑɪ̣̇ tunggu fanfic lainnya thor… Fighting!!!

  3. Luhan kasian :’) dia pasti nyesegggg.com
    Tapi seharusnya dari awal emang ngga seharusnya punya niat kaya gitu ke sehun.

    Good thor ceritanyaa, tapi dialog tokoh nya sedikiit. Banyak di narasi nya. Haha

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s