[Freelance] Shocking Fansign

Shockin Fansign Poster_resized

Author: @NikenPark | Tittle: Shocking Fansign | Main Cast: Im Yoona, Park Chanyeol | Genre : Fluff | Length: Drabble | Rate: PG 15
Disclaimer: The story and OC is pure mine. Don’t do plagiarism or copy cat without my permission and be a good reader please😉
A/N: Kalimat yang bercetak miring itu si ‘aku’ (Yoona) nya lagi ngomong di dalam hati. Dan ff ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama–AKU ^^ Enjoy yaaa ^^

*
*
*
*
*

Aku hanya tersenyum miris mengingat sederet kicauan di beranda twitterku. Kenapa? Aku kesal sekaligus iri tentu saja. Sebagian besar akun fansite Chanyeol memamerkan percakapan beberapa fans dengan bias kesayanganku itu. Dan sialnya Park Chanyeol selalu menggoda dan tebar pesona pada para gadis itu. Ugh!

Oke, ini bisa jadi kesempatan pertama dan terakhirku. Jujur, bukanlah hal mudah untuk mendapatkan izin dari ibuku. Oleh karena itu seumur hidupku menjadi EXO-L aku tidak pernah sekalipun menghadiri fansign mereka. Heol.

“Im Yoona fighting!!!”

Aku berseru kemudian mengantri di sebuah barisan panjang bak semut berbaris. Ayolah, aku rela melewatkan mata kuliah statistik demi bertatap muka dengan seorang Park Chanyeol.

“Astaga, astaga…!!!”

Jantungku mulai berdegup kencang ketika barisan di depanku mulai berkurang, tersisa dua gadis di depanku kemudian aku di baris ke tiga.
Manik mataku tak pernah lepas dari paras tampannya. Oh ya ampun, apa itu? Dia melakukan eye contact??? Sungguh, aku berharap senyuman dan tatapan itu hanya untukku. Ada perasaan tak rela saat melihatnya tersenyum pada gadis lain, namun aku tak berhak melarangnya. Karena aku hanya seorang fans. Menyedihkan…
“Hey…”

“…”

“Nona?”

“…”

“Maaf, sekarang giliranmu.”

Aku tersadar dan segera menarik diri dari dunia khayalku, suara berat yang selalu kurindukan itu berhasil membangunkanku. Dan… dia tersenyum manis seperti biasanya.

“Hallo…,” kataku ramah, dan dijawabnya pula tak kalah ramah.

“Hai, siapa namamu?” Sorot matanya meneliti wajahku.

“Aku Im Yoona.”

Ujarku lalu tersenyum lantas menyodorkan album terbaru mereka, Love Me Right dan memintanya bertanda tangan di sana. Sembari menunggunya kuberanikan diri untuk mengatakan apa yang ada di benakku.

“Maaf, tapi… aku sedikit heran kenapa kau selalu menjawab ajakan ‘aneh’ para fansmu, Chanyeol-ssi?”

Jemarinya telah berhenti menggoreskan tintah hitam di albumku, dan kulihat ia mendongak menatap wajahku. “Apa maksudmu?” Ujarnya bertanya balik.

“Eumm… yaa… masa kau tidak mengerti?” Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal, “itu… bukankah… para fans sering melamarmu?!” Lanjutku kemudian dengan sedikit berbisik.

“Aah… aku mengerti sekarang.” Chanyeol mengangguk dua kali dan tersenyum lagi. Damn, senyumnya!!

“Sekarang aku tanya padamu, kalau kau… ada di posisiku–sebagai seorang idol, lalu apa kau akan menolak mereka dan menjawab tidak? Kemudian membiarkan mereka pulang dengan hati yang kecewa?” Aku terdiam, “tidak ‘kan? Oleh karena itu… aku selalu mencoba memberikan jawaban seperti yang mereka inginkan.” Chanyeol menutup penuturannya dengan melipat kedua tangannya di atas meja dan tetap menatap ke arahku.

“Kalau begitu… tidak masalah ‘kan aku melakukan hal yang sama?” Ujarku menyeringai jahil.

“Tentu saja.” Chanyeol mengangguk yakin.

“Baiklah! Aku ingin kau jadi pacarku.”

“Oke! Kita pacaran sekarang.”

Heol! Ini seperti yang ia katakan pada fans waktu itu. Hmm… baiklah, kita lanjutkan permainan ini.

“Aku ingin kita menikah.”

“Ya, kita menikah sekarang!” Chanyeol masih mempertahankan senyuman lebarnya.

“Aku ingin kita eye contact selama sepuluh detik.” Kataku semangat dan samar ku dengar suara kikikan Byun Baekhyun di sebelahnya.

“Oke!”

“1… 2… 3…” niatku menghitung dalam hati terlupakan saat kurasakan jantungku berdebar hebat, “astagaaa….! Aku bersumpah Park Chanyeol adalah pangeran paling tampan di dunia ini!!” Seruku dalam hati, namun detik berikutnya aku dikejutkan dengan jentikan jari di depan wajahku.

“Sudah!” Pemuda jangkung itu bersuara.

“Eo-oh!!” Aku tergagap seperti orang bodoh dan terus memaki jantung yang menggila ini. Oh Tuhan, rasanya kedua kakiku telah berubah menjadi jelly. “Eum… boleh aku meminta satu lagi?” Ucapku ragu.

“Tentu. Toh kau adalah fans terakhirku hari ini, jadi tak masalah. Anggap saja kau lucky fans.” Chanyeol berkata ramah, dan aku baru sadar bahwa aku adalah yang terakhir, ya… tempat ini sudah mulai normal, ribuan semut tadi sudah pulang rupanya. Dan dapat kulihat Baekhyun mulai bersantai dengan ponselnya, Lay yang masih sibuk melayani beberapa fans, dan Kai yang tengah berbicara dengan security. Oh ayolah, aku tidak peduli apa yang mereka bicarakan.

“Jadi… kau mau apa?”

Chanyeol berucap santai.

“Aku…”

Gila! Gila!! Gila!!! Gila!!!

“Aku… ingin…”

Ayolah, ini hanya permainan. Katakan Im Yoona, cepat! Kau penasaran bagaimana reaksinya bukan?! Cepat!!!

“Cium aku sekarang!”

Degg…

Degg…

Degg…

Yang kudengar sekarang hanyalah debuman jantungku, entahlah… aku merasa waktu berhenti, riuh bising yang tadi menggema telah hilang, lalu perlahan kubuka kedua mataku untuk melihat reaksinya.

Shit!!! Dia tersenyum mematikan!

“Kau yakin?”

Apa-apan? Kenapa tersenyum seperti itu? Sial, aku bisa mati!

“Aa..hahahhaha! aku bercanda! Tenang saja, aku hanya bercanda jangan dianggap serius. Tidak mungkin kan kau melakukan itu, aku bisa mati dibunuh fans mu yang lain jika itu terjadi.” Jelasku sembari tertawa hambar.

“Serius juga tidak apa-apa” Park Chanyeol mulai menembakkan seringainya. Oh God, jangan lagi…

“Ne?? Emm.. se-sepertinya aku sudah selesai. Aku harus pergi. Terimakasih!!”

Aku berniat berbalik setelah membungkukan badan namun kurasakan sesuatu menarik pergelangan tanganku dan satu tangan meraih tengkukku. Lalu…

Ciuman?!!

Ia menciumku!!! Oh Tuhan….!!! Aku pasti sudah mati sekarang. Ayolah, bagaimana menjelaskan ini. Bibirnya menyenyuh bibirku! Astaga, bibir Park Chanyeol yang lembut dan… hangat. Oh…

“Aku sudah menciummu.”

Chanyeol memecah keheningan, senyuman indah itu masih belum pudar. Aku masih bisa melihatnya di sana… di wajahnya, senyum hangat yang membawa kebahagiaan.

“Kau tidak perlu takut, karena tidak ada fans lain yang melihat.” Ujarnya hangat seakan menjawab kekhawatiranku.

Dan benar, kemana perginya mereka? Aula ini semakin terasa sepi karena hanya menyisakan 4 member EXO yang hadir dan beberapa security. Jangan tanya bagaimana aku sekarang! Aku hanya bisa berdiam diri seperti patung bodoh. Baekhyun benar-benar puas menertawaiku.

“Yaakk… sepertinya kalian sangat menikmati moment langka ini eoh? Lihatlah, kau bahkan tidak sadar fans lain telah pergi sudah sejak limabelas menit yang lalu.” Celoteh Baekhyun sembari tersenyum jahil.

“A..aku pergi!!” Akhirnya kuputuskan untuk melenyapkan diri dari aula sialan ini setelah membungkukkan badan untuk yang kedua kalinya, dan tentu saja tanpa cekalan di pergelangan tanganku.

Tidak! Aku tidak tahan lagi!! Aku ingin pergi dari tempat ini dan berteriak sampai pita suaraku putus. Terserah! Ini terlalu gila!!! PARK CHANYEOL KAU GILA! Dan… bisakah kau berhenti tersenyum seperti itu?! Sialan kau tampan sekali!

-END-

Hi!! ^^ aku ragu kalo ini drabble, soalnya ya… ini terlalu panjang buat ukuran drabble dan lebih cocok disebut ficlet😀 hihi tapi aku terserah kalian aja mau nganggep apa yang penting kalian udah mau baca dan komen aja aku udah seneng kok 😊 Bye!

53 thoughts on “[Freelance] Shocking Fansign

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s