Possessive and Obssesion ( Chapter 3 )

Possessive and Obsession : Rome, Italy Special ( Chapter 3 )

P&O2

A Story by Vifasha Flory
Starring Im Yoona, Oh Sehun, Park Chanyeol
Support Cast : Ahn Jaehyun, Kwon Yuri, Kim Soohyun
With Genre Romance, AU
Length : Chapter
Rating : PG 16

Disclaimer : The Cast Is Belong To God. I Just use Their Name to My Story. The Story is PURE Mine. It is PURE from my IMAGINATION. DON’T PLAGIAT THIS STORY WITHOUT MY PERMISSION!!!.

DON’T BE SILENT READERS! LEAVE A COMMENT OR LIKE IT! BE A GOOD READER

Sorry for Late post, Typo(s). Kesalahan tanda baca, alur cerita yang kurang disukai readers, cerita yang menurut kalian kurang menarik, kurang kreatif dan lain sebagainya.

Cover by Blackpapper ( Thanks^^ )
.

Kini tiba saatnya kedua insan itu saling menautkan bibir. Sehun mendekatkan kepalanya pada Yoona, kemudian mempersatukan bibirnya dengan bibir merah ranum gadis itu. Melumat bibir tipis itu lembut, sangat menikmatinya.

Sejujurnya Yoona juga menikmati pagutan yang diberikan pria itu, namun jauh di dalam lubuk hatinya ada secerca rasa sakit yang tertancap di hatinya.

Dari ekor matanya, gadis itu melirik ke arah pria berkemeja putih yang duduk paling depan.

Pria itu menatap mereka tajam. Datar. Dingin. Dan…. Penuh kebencian.

Aku tidak akan menyerah

Aku akan mendapatkan gadis itu

Gadis itu MILIKKU

Happy Reading

^_^

.

.

.

Pesta pertunangan itu telah selesai. Yoona berjalan masuk ke ruang ganti dan duduk di salah satu kursi yang tersedia disana. Ia mengamati cincin yang terlingkar manis di jarinya. Ada perasaan sakit bermain – main di hatinya. Mengapa takdir begitu jahat padanya? Tak bisakah ia bahagia dengan orang yang dicintainya?

Dia bahkan sama sekali belum mengenal ‘pasangan’ nya itu. Yang ia tahu pria itu hanyalah pria posesif yang tiba – tiba masuk dalam hidupnya. Mimpi apa ia semalam hingga paginya harus bertunangan dengan pria sepertinya?

Bagaimana kehidupannya kelak? Akan seperti apa dirinya bersama pria terkutuk itu?

Ia sudah tak bisa mengubah takdirnya. Bahakn masa depannya sudah ditentukan. Sudah pasti ia akan menikah dengan pria berhati ‘batu’ itu jika tak mau lagi menyaksikan airmata kesedihan dan kebencian dimana – mana.

Seharusnya gadis itu marah! Sebab Appanyalah yang menyebabkan ini semua terjadi! Bukankah ini semua adalah kesalahan Appanya? Tapi mengapa ia yang harus menjadi ‘kambing hitam’ ? Appanyalah yang telah mengubah takdirnya!

Ia ingin menyesal. Tapi semua sudah terlambat. Yang bisa ia lakukan hanya terus melangkah ke depan menghadapi masa depannya.

.

.

Pintu terbuka. Menimbulkan suara decitan yang sedikit mengganggu indra pendengaran. Seorang pria yang tak lain ialah ‘tunangan’ nya itu melangkah masuk ke dalam ruang ganti itu. ia duduk di sebelah gadis yang masih mengamati cincinnya tanpa menyadari kedatangannya.

“Kau tak perlu menyesal, Yoona” Yoona menoleh padanya. Ia dapat membaca tatapan iris gadis itu bahwa gadis itu sedikit merasa canggung karena mereka hanya berdua di ruangan tertutup ini.

“Aku janji tak akan membuatmu menyesali pertunangan ini” Sehun tersenyum lembut. Yoona merasa hatinya bergetar. Melihat pria itu tersenyum amat lembut padanya. Belum lagi mata teduhnya yang menatap amat dalam kedua manik matanya.

“Apa kau ingin bulan madu?”

“Nde?” Yoona terkesiap. Apa telinganya tak salah dengar?

“Bulan madu”

“Ya Tuhan…. Oh Sehun… Ini bahkan hanya pertunangan. Kita belum menikah. Tak ada yang namanya bulan madu karena ‘pertunangan’. Oh, Ayolah! Jangan berlebihan. Bulan madu hanya untuk menghabiskan uang. Untuk apa bulan madu? Lebih baik uang itu kau gunakan untuk hal – hal yang lebih berguna”

Bukannya menjawab. Oh Sehun justru menatap Yoona tajam. Yoona sedikit bergidik ngeri menatap iris hazel itu yang tatapannya bak pedang tajam yang baru diasah selama 4 jam.

“Apa… Apa ada yang salah dengan ucapanku?” Tanya Yoona. Ia mengalihkan pandangannya menghindari tatapan tajam Oh Sehun.

Sehun meraih dagu Yoona. Ditariknya dagu gadis itu sehingga iris madu gadis itu menatap tepat di iris hazelnya. Yoona yang tak mengerti hanya menatap bingung pria itu dengan puppy eyes nya.

“Jangan pernah kau mengatakan pertunangan ini ‘hanya pertunangan’. Jika aku mendengar itu sekali lagi keluar dari bibir mungilmu, kau akan mendapat hukuman”

“Dan kita akan tetap berbulan madu di tempat yang sudah kupilih walaupun kau tak ingin dan kau tak menjawab dimana tempat bulan madu kita”

Sehun berjalan pergi meninggalkan gadis itu. Yoona masih kalut dengan perasaan kesal dan emosinya.

“Arrrgghh” Yoona menjerit. Ditendangkannya kakinya pada kursi dihadapannya yang notabonenya adalah kursi yang baru saja Sehun duduki. Kursi itu sampai tersungkur jatuh ke lantai dan terlempar beberapa jauh akibat tendangan mautnya.

Ia merintih kesakitan. Kakinya terasa amat sakit setelah menendang kursi itu.

Matanya perlahan – lahan memerah. Disusul lagi oleh sebuah selaput kabut air mata. Ia menangis. Gadis itu menangis.
Mengapa ia harus bertunangan dengan pria yang sangat posesif?
Mengapa ia yang harus menanggung semua kesalahan yang diperbuat oleh Appanya?
Mengapa Appanya harus mempercayai orang asing yang bahkan sama sekali belum dikenalnya?
Mengapa pria itu sangatlah angkuh dan sombong? Pria berhati beku yang ia yakini bahkan belum pernah menyentuh atau memiliki kekasih sekalipun!
Pria bermata tajam bagaikan elang yang siap mencengkram mangsanya
Pria dengan sifat egois yang benar – benar tinggi! Pria yang tidak akan pernah mau ucapannya dibantah oleh siapapun!

.

“Oh Tuhan…. Dia bahkan belum bertanya padaku dimana lokasi bulan madu kami….”

“Bulan madu? Cih! Aku tak sudi berbulan madu dengan pria sepertinya! Pria dengan rasa egois yang benar – benar tinggi! Seberapa banyak uang yang dimilikinya? Sampai ia melakukan hal yang tidak penting seperti ini! Lagipula aku lebih suka kuliah bersama teman – teman dan melihat Chanyeol Sunbae tentu saja daripada berada di tempat asing hanya dengan dirinya!”

Ia bersumpah. Tidak akan pernah jatuh hati apalagi mencintai pria itu!

“Aku tidak akan pernah mencintai pria itu! TIDAK AKAN. Hanya Chanyeol Sunbae yang selalu ada di hatiku. Ia tak pantas digantikan oleh pria seegois Oh Sehun! Cih! Apa mereka berpikir cinta bisa dibeli dengan uang? TIDAK! TIDAK sampai kapanpun! Cintaku sama sekali tak bisa dibeli dengan apapun dan tak ternilai harganya!”

.

Pria itu berdiri di depan pintu berwarna putih gading bergaya minimalis itu. Ia mendengarkan semua pernyataaan gadis itu. ia mendengarkan tiap kata sumpah serapah yang gadis itu ucapkan yang tak lain adalah untuk dirinya sendiri.

Hatinya terasa sakit. Terasa teriris – iris oleh kapak yang baru saja diasah selama 5 jam. Tanpa sadar matanya mulai berkaca – kaca. Siap menjatuhkan ribuan tetes airmata.

Tangannya mengepal kerasa saat gadis itu mengsucapkan seseorang bernama ‘Chanyeol’. Siapa pria itu? Ia dapat memastikan jika pri itu adalah pria yang disukai oleh gadisnya.

Ia bersumpah akan mendapatkan hati gadis itu! Dan membuat gadis itu jatuh dalam pelukannya! Mencintainya!

Dan tak akan pernah melepaskan gadis itu bersama pria yang bernama ‘Chanyeol’

Entah dengan apapun caranya

.

.

.

4 days later

23.30 P.M

Ponsel gadis itu bergetar keras. Mebangunkan Im Yoona yang sedang terlelap jauh di alam mimpinya. Gadis itu mendesah. Saat mendengar suara geta ponselnya. Siapa orang bodoh yang memanggilnya pada jam larut seperti ini? Ia berdecak kesal. Saat melihat di layar ponselnya terpampang nama ‘itu’ lagi. Oh Sehun.

“Yeoboseyo?!” Serunya dengan suara khas orang mengantuk yang merasa amat sangat terganggu oleh panggilannya.

“Sebaiknya kau bersiap – siap sekarang. Kita akan berangkat bulan madu besok. Aku akan menjemputmu jam 7 pagi dan kita akan berangkat bersama – sama ke bandara”

“Mwo?! Besok? Yak! Apa kau bodoh, eoh? Mengapa mendadak sekali. Aku punya jadwal kuliah besok!”

“Tenang saja. Aku sudah mengurus semuanya”

“Bagaimana kau bisa melakukan itu? Kita akan berbulan madu ke-“

‘Tut – tut – tut’ Panggilan itu diputus sepihak. Yoona memekik keras. Tetapi ia kembali menutup mulutnya dengan kelima jari lentiknya dan membulatkan mata besarnya. Ia takut akan membangunkan Appa dan Eommanya yang sedang terlelap di alam bawah sadar mereka.

Ia mengacak rambutnya kesal. Ia sangat membenci pria itu! Mengapa ada manusia seegois pria bernama ‘Oh Sehun’ itu?

Dengan rasa kantuk yang masih menyelubunginya, ia berjalan gontai menuju lemari pakaiannya. Mengambil koper besar berwarna merah yang terletak di atas lemari itu, dan mulai memasukkan beberapa pakaian yang menurutny dibutuhkan.

Ia akan berbulan madu? Bukankah itu artinya ia tak akan melihat Chanyeol selama beberapa hari? Ia pasti akan sangat merindukkan pria bermarga ‘Park’ itu!

“Andai Chanyeol sunbae yang menjadi tunanganku. Walaupun ia berkelakuan seperti ini,aku akan tetap mencintainya.

.
.

Yoona berlari kencang menuruni tangga rumahnya. Membuka knop pintu utama, dan berlari menuju sebuah mobil sedan putih mewah yang sudah terparkir manis di halaman rumahnya. Di depan mobil itu berdiri seorang pria yang tampan nan rupawan. Pria tmapan dengan kemeja biru donker bergaris yang lengannya ia gulung sampai sebatas siku. Belum lagi celana jeans hitamnya serta rambutny ayang ditata serapih mungkin semakin menambah ketampanannya yang mungkin saja sudah menyandingi ketampanan dewa Yunani. Ketampanannya bisa membuat hati semua gadis meluluh seketika saat menatapnya. Tapi tidak untuk gadis yang satu ini.

“Masuk” Ujar pria itu pelan. Nada bicaranya terkesan dingin dan matanya menatap datar. Kemudian Yoonapun masuk ke dalam sedan mewah itu tanpa berkata sepatah katapun.

Kedua iris rusanya menatap seorang pelayan yang sibuk memasukkan kopernya ke dalam bagasi mobil. Kemudian ia mengalihkan pandangannya dan melihat pria itu tersenyum pada Appanya. Eommanya? Entahlah… Wanita itu bahkan masih berdiam diri di kamarnya. Sepertinya ia masih sangat stress dan trauma atas bencana yang menimpa mereka. Bencana perusahaan appanya yang hampir bangkrut.

Seperti kata Appanya, Eommanya tidak dapat hidup ‘Miskin’.

.

.

35 menit telah berlalu. Mereka masih dalam perjalanan menuju ke bandara. Tetapi suasana hening masih menyelimuti kedua insan itu. Suasana seperti ini membuat gadis itu bosan. Ia mengambil inisiatif untuk menyalakan tape radio. Tetapi tape itu langsung dimatikan oleh ‘tunangan’nya. Ia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya dan mengerucutkan bibirnya.

“Wae?!”

“Aku tidak bisa fokus menyetir jika ada musik mengganggu telingaku” Jawabnya sambil melemparkan sebuah senyuman manis. Senyuman yang mampu membuat hati gadis siapapun akan meleleh seketika. Tapi Yoona serasa ingin muntah melihatnya.

Tangannya ia masukkan ke dalam tas gold nya. Mencari – cari sebuah earphone dan ponselnya. Tapi tangannya hanya menemukan ponselnya. Sial! Ia baru ingat jika earphone itu disimpannya pada kopernya. Mengapa ia bodoh sekali?

Ketika ia menyalakan ponselnya, ponsel itu tidak mau menyala. Hei! Apa yang terjadi dengan ponsel kesayangannya ini? Apa ia lupa mengisi ulang baterainya?

Benar. Gadis itu lupa jika ponselnya low-batt dan ia tidak mengisi ulang baterainya. Bodoh.

“Kau pasti bosan ya…. Ckck… Kasihan sekali” Pria itu menyeletuk sambil menggeleng – gelengkan kepalanya dan mengerucutkan bibir bawahnya.

Terkutuklah pria itu! Rasanya Yoona ingin memukul kepala egoisnya berulang kali atau melemparkannya pada samudera atlantik! Ya Tuhan… Mengapa kau ciptakan seorang pria dengan sifat seburuk ini?

Yoona memain – mainkan bibirnya sambil menggerutu kesal. Apakah ini akhir dari semuanya? Apakah takdirnya benar – benar bersama pria itu? Apakah mimpinya bersama Chanyeol cukup sampai disini?

Gadis itu tiba – tiba merasa sedih. Kepalanya ia tundukkan dalam. Matanya kembali berselimut kabut kesedihan. Hembusan nafas kasar berulang kali keluar dari mulut mungilnya.

“Ada apa? Apa yang terjadi denganmu?” Yoona hanya mampu menggeleng lemah. Sial! Mengapa airmatanya mengalir semakin deras? Digerakannya kedua tangannya mengusap buliran – buliran airmataya.

Sehun menepikan mobilnya kemudian memberhentikannya secara mendadak.

Ia membuka seatbelt nya, kemudian menangkup kedua pipi mulus gadis itu dengan lembut. Matanya menangkap selimut kesedihan di sekelilingnya. Dan mata beningnys yang berkaca – kaca.

“Apa yang terjadi? Apa kau baik – baik saja? Mengapa kau menangis?”

“Apa kau menangis karena….. Aku?”

Yoona mengepalkan kedua telapak tangannya. Kemudian menepis kedua lengan besar pria itu. Ia mengalihkan pandangannya

“Apa kau tidak sadar, eoh? Kaulah yang membuatku seperti ini! Dasar bodoh! Kau pria paling egois dan keras kepala yang pernah kukenal seumur hidupku! Mengapa kau sulit sekali mendengarkan orang lain, eoh? Karena kau, aku kehilangan kesempatan bersama pria yang kusukai – ani – kucintai!!” Yoona memekik keras. Ia menumpahkan seluruh amarah yang telah lama ia pendam.

Kini, giliran pria itulah yang tersulut amarahnya.

“Karena aku kau bilang? Cih! Lebih tepatnya karena Appamu! Kau tahu? Jika Appamu tidak melakukan kesalahan besar pada perusahaanya, kita tidak akan bertemu! Appaku tidak akan menjodohkan kita! Dan kau masih memiliki kesempatan untuk hidup dengan pria ‘pujaan’ mu itu! Jadi jangan salahkan atas apa semua yang telah terjadi!”

Sehun menatap Yoona geram. Matanya berkilat – kilat masih menahan amarahnya. Yoona sedikit bergidik melihat tatapan mata sang ‘tunangan’ yang begitu tajam menatapnya.

.

Sehun kembali memasang seatbelt nya. Kemudian kembali menginjak pedal gas mobil dan menjalankannya dengan kecepatan sedang.

“Tapi karena kau telah menjadi tunanganku, aku tak akan melepaskanmu. Itu artinya kau telah menjadi milikku”

“Mwo?!”

Apalagi ini? Setelah ia menjadi tunangan seseorang yang o\posesif, kini ia juga menjadi tunangan seseorang yang terobsesi padanya?

“Yak! Bagaimana bisa begitu? Kau tidak berhak mencampuri kehidupanku!”

“Dulu sebelum kau menjadi tunanganku, memang begitu. Tapi sekarang tidak lagi. Kau akan menjadi istriku tentu saja”

Yoona mengacak rambutnya kesal. Pria ini benar – benar!

“Kau bisa menganggap perjalanan ini jalan – jalan. Bukan bulan madu”

Apa? Jalan – jalan dengan pria sepertinya? Dengan iblis berhati keras sepertinya? Dan… Hanya berdua dengan pria sepertinya?

Mengapa takdir begitu kejam kepadanya….

.

.

Mereka telah sampai ke Incheon Airport. Yoona cepat – cepat mengambil dua benda berharga pada kopernya. Benda berharga itu tak lain adalah Powerbank dan Earphone nya. Sehun menggeleng – gelengkan kepalanya geli melihat tingah gadis’nya’.

“Kau sudah membeli tiketnya?”

“Tentu…. Ini dia” Sehun mengeluarkan dua buah lembar tiket perjalan ke Italia dari saku kemejanya. Kemudian menyerahkan salah satu tiket itu pada Yoona.

“Ke Italia??” Mata Yoona berbinar – binar menatap tiket itu. Senyum lebar tampak menghiasi wajah cantiknya. Hatinya yang hancur menjadi terbentuk kembali dan berbunga – bunga seketika.

Pria itu mengangguk dan tersenyum lembut.

“Gumawo Sehun….ssi”

“Panggil saja aku Sehun Oppa. Aku tak nyaman mendengar kata ‘ssi’ dalam kalimatmu saat memanggilku”

“Ah, baiklah Sehun…. Oppa” Yoona menggaruk tengkuknya salah tingkah. Kata ‘Oppa’ sangatlah asing dalam telinganya. Apalagi jika ia mengatakannya pada orang yang sangat ia benci.

Orang yang ia anggap telah membuat takdirnya menjadi sekejam ini.

“Maafkan aku atas kejadian di mobil tadi.Aku sungguh minta maaf” Sehun berlutut menyamai tubuhnya yang terduduk di bangku bandara. Ia menggenggam kedua telapak tangan Yoona dan tersneyum amat lembut padanya. Mata Yoona berkaca – kaca. Mengapa ia selalu terlihat amat lemah di depan pria ini?

“Sekali lagi maafkan aku. Maafkan sikapku yang membuatmu membenciku. Sifat ini memang sudah tertanam amat dalam pada hatiku. Dan amat sulit untuk mencabutnya. Jadi kumohon… Mengertilah. Kaulah gadis pertama yang kuperlakukan seposesif ini”

.

.

Beberapa jam telah berlalu. Tubuh Yoona terasa amat kaku dan pegal. Sangat sulit untuk digerakkan akibat duduk terlalu lama. Ia merasakan perutnya amatlah lapar dan sudah menggerutu berulang kali. Ia menatap pria disampingnya. Pria itu tampak asik mendengarkan lagu dari earphonenya.

“Sehun….” Pria itu menoleh.

“Ne?”

“Aku lapar…”

“Sabar sedikit. Mereka sedang membuat makan siang”. Sebentar lagi pasti mereka akan datang” Ucap pria itu lembut sambil mengusap lembut puncak kepala Yoona. Entah mengapa jantungnya berdegub sangat cepat saat ia mengusap kepala gadis itu.

“Permisi… Ini makan siangnya. Selamat makan” Salah satu pramugari menghampiri mereka sambil membawakan dua buah sterofoam yang berisikan seporsi spaghetti.

“Ne… Terimakasih”

“Wahhhhh……” Mata Yoona berbinar – binar menatap spaghetti yang maish hangat itu. Spaghetti dengan lelehan keju diatasnya dan saus barbeque yang aromanya menyeruak kemana – mana. Potongan sosis dan bawang bombainya serta parutan keju mozarella semakin menambah nafsu makan siapapunyang melihatnya.

”Selamat Makan….” Gadis itu melahap makanannya dengan amat lahap. Sungguh menikmati setiap rasa bumbu spaghetti yang terasa di lidahnya. Sesekali terselip sebuah lengkungan manis di bibir indahnya.

Sehun memandangi pemandangan yang sangat indah di depan. Seorang gadis yang ia cintai melahap makanannya dengan sempurna. Ia tersenyum kecil. Hatinya sungguh sangat bahagia melihat gadis itu tersenyum.

Yoona mendapati Sehun yang sedang memperhatikannya. Ia merasa bingung kendati Sehun hanya memerhatikannya tanpa berniat memakan spaghettinya yang mungkin saja akan mendingin sebentar lagi.

“Sehun-ssi, Maksudku Sehun Oppa, mengapa kau tidak memakan spaghettimu? Apa kau tidak nafsu makan? Jika kau tidak nafsu makan, lebih baik spaghetti itu untukku saja. Aku rasa, aku masih kurang jika makan spaghetti selezat ini hanya seporsi”

“Kau masih ingin makan spaghetti ini? Kalau begitu, makanlah punyaku. Aku juga tidak terlalu lapar”

“Ah, tidak Sehun Oppa, Aku hanya bercanda. Lebih baik kau makan spaghetti itu sekarang. Maih hangat dan masih nikmat. Sayang jika kau melewatkan spaghetti selezat ini”

“Sungguh?”

“Hmmmm….”

“Baiklah. Tapi jangan menyesal karena telah memberinya kepadaku. Nde?” Ucapnya disertai kekehan kecil di akhirnya.

“Tentu. Lagipula itu punyamu. Aku tidak memberinya” Jawab gadis itu sambil tersenyum manis. Entah mengapa senyumannya cukup membuat suatu getaran pada hati seorang ‘Oh Sehun’.

“Ah baiklah jika begitu. Lagipula, aku juga tidak mau calon istriku nanti terlalu gendut” Sekali lagi kekehan terdengar dari bibir pria itu.

Kata ‘Calon Istriku’ entah mengapa membuat hati Yoona kembali sakit. Ia seperti merasakan kembali sebuah pisau menancap disana.

Sesunguhnya ia belum sepenuhnya merelakan sepenuh hatinya pada pria bermarga ‘Oh’ itu.

.

.

.

Yoona dan Sehun telah sampai di Italia. Tepatnya di kota Roma. Mereka berada di dalam sebuah taksi yang akan membawa mereka ke sebuah hotel yang sudah Sehun pesan beberapa hari yang lalu. Pemandangan kota itu sangatlah Indah. Dengan lampu berkelap – kelip di sekeliling jalannya. Bangunan – bangunan megah terpajang dimana – mana. Pahatan Romawi modernnya sangatlah indah dan menyejukkan mata. Berhubung mereka sampai di Roma cukup malam setelah menempuh perjalanan yang amat panjang, kedua iris mereka dihadiahkan sebuah pemandangan yang sungguh menakjubkan. Yoona tak henti – hentinya tersenyum melihat semua itu. Begitu pula dengan Sehun. Hatinya terasa ditumbuhi beribu bunga setelah melihat lengkungan manis bak pelangi inda itu terlukis di bibir cantik gadis disampingnya.

.

.

Mereka telah sampai di sepan sebuah Hotel. Hotel dengan nama ‘ The Inn at the Spanish Steps’ itu benar – benar tampak megah dan mewah. Dengan ornamen – ornamen modern terpanjang di setiap inchi Hotel itu. Terletak di jantung kota Roma, ‘The Inn at the Spanish Steps’ hanya beberapa langkah dari Caffe Greco dan Tangga Spanyol. Tidak jauh dari tempat ini juga terdapat Air Mancur Trevi dan Pantheon.

Sehun dan Yoona berjalan beriringan memasukki pintu masuk Hotel itu. Pegawai Hotel menyambut mereka dengan begitu ramah dan hormat. Kemudian, salah satu pegawai yang bertugas di lobi hotel itu menyerahkan sebuah kartu yang digunakan untuk memasukki kamar Hotel pada Sehun.

“Kau hanya memesan satu kamar?”

“Ya

“Jadi, kita satu kamar?”

“Ya”

“Yak! Bagaimana bisa begitu! Aku ingin kamar yang terpisah denganmu!”

“Sudahlah… Lagipula aku tak akan berbuat macam – macam denganmu”

“Kau janji?”

“Ya”

“Baiklah… Aku mempercayaimu. Kau tidak boleh mengingkari janjimu kau tahu itu!”

.

.

Yoona tampak terperangah melihat kamar hotel itu. Sungguh bagus dan mewah! Kamar itu berpenyejuk udara dan dilengkapi minibar dan brankas. Mereka dapat menggunakan akses internet kabel dan nirkabel kecepatan tinggi secara gratis di kamar. Kamar juga dilengkapi dengan televisi layar datar dengan saluran TV satelit. Semua kamar menyediakan meja tulis dan telepon. Kamar mandi menyediakan bathtub atau shower, kloset, pengering rambut, dan perlengkapan mandi gratis.

Dengan kamar bernuansa coklat keemasan tersebut sudah pasti membuat siapapun yang berada di dalamnya akan terasa sangat nyaman dan akan sulit untuk meninggalkan kamar tersebut. Dua ranjang berukuran king size yang empuk dan nyaman serta selimut yang tebal dan hangat semakin menambah terjaganya tidur mereka. Belum lagi bau harum parfum Victoria Secret yang menyeruak keseluruh bagian kamar tidur tersebut.

“Sehun, ini benar – benar kamar yang hebat! Aku menyukainya. Tapi sayang, sama sekali tidak ada warna kuning disini. Hanya ada warna coklat keemasan” Seru Yoona mengungkapkan apresiasinya sekaligus juga mengungkapkan protesnya.

“Maafkan aku. Aku tidak tahu kau menyukai warna kuning” Sehun mengusap bagian belakang lehernya sekaligus tersenyum kikuk.

“Gwenchana… Kamar ini sudah sangat bagus menurutku. Pasti kamar ini mahal bukan? Bagaimana jika aku juga membayar setengahnya? Kebetulan aku masih-“

“Kau tidak perlu membayarnya. Aku sudah membayar sewa kamar ini dari beberapa hari yang lalu. Kau tidak perlu khawatir”

“Bagaimana aku tidak khawatir? Aku merasa tidak enak denganmu Sehun-ssi, ehm maksudku Sehun Oppa… Aku merasa berhutang banyak padamu”

“Tidak perlu dipikirkan. Lebih baik sekarang kita beristirahat. Besok aku akan mengajakmu berjalan – jalan”

“Jinjja? Kau tidak bercanda bukan?” Mata Yoona berbinar – binar seketika. Sepertinya gadis ini memang sangat menyukai travelling.

“Untuk apa aku berbohong?”

.

.

.

“Sehun Oppa…. Irreona. Cepat bangun! Yak! Dasar pemalas!”

Sudah berulang kali gadis itu menggerak – gerakkan tubuh pria di depannya. Namun, pria itu tak kunjung bangun.

“Ah… Sepertinya aku tahu apa yang harus kulakukan” Kemudian, gadis itu berlari mengambil sebuah gelas , dan melangkah ke kamar mandi. Kemudian mengisi air sampai ¼ isi gelas tersebut. Dan kembali berjalan mendekati pria itu. Dan menuangkan seluruh air di dalam gelas itu ke wajah tampan Oh Sehun.

“Yak! Yak! Apa yang kau lakukan?” Sehun bangun seketika sambil mengusap – usap wajah tampannya. Yoona terkikik geli melihatnya.

”Tenanglah… Ini hanya air. Sekarang cepat bangun tukang tidur!”

“Baiklah….” Sehun akhirnya menyerah dan berjalan dengan langkah gontai menuju kamar mandi sambil sesekali mengusap – usap matanya yang masih mengantuk.

Yoona tersenyum melihat perilaku pria itu yang notabonenya adalah tunangannya. Tingkahnya terkadang lucu, kekanakkan, dingin, cuek, romantis, lembut, dan entahlah. Pria itu seperti punya berbagai macam topeng yang menutupi wajah sempurna miliknya.

Kau terkadang menggemaskan Oh Sehun

.

Setelah masuk ke kamar mandi, Sehun mengeluarkan ponselnya yang berada dalam saku baju tidurnya.

“Chansoo, Siapkan semua yang pernah kukatakan padamu. Jangan lewatkan sedikitpun! Decor kamar ini seromantis mungkin…”

Ya…. Pria itu akan membuat sebuah kejutan manis untuk Im Yoona. Gadis yang telah membuatnya jatuh dalam pesona anggunnya.

*

*

*

*

Tujuan pertama mereka kali ini adalah ‘Trevi Fountain’ atau dalam bahasa Italia ‘Fontana di Trevi’ yang terletak tidak terlalu jauh dari The Inn at the Spanish Hotel. Tempat yang beralamat di ‘Piazza di Trevi, 00187 Rome, Italy’ ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara setiap harinya. Trevi Fountain merupakan air mancur bergaya Baroque Style yang terbesar di Roma dan merupakan salah satu air mancur terkenal di dunia.

Trevi Fountain adalah kolam air mancur berukuran besar dengan tinggi 26, 3 m dan lebar 49, 5 m yang dhiasi banyak patung. Patung – patung di Trevi Fountain menggambarkan sebuah cerita kiasan bertema “Taming of The Waters”, atau menjinakkan air. Di bagian tengah fountain, digambarkan Neptunus atau Poseidon ( dewa laut ) sedang menaiki kereta tempur yang berbentuk kerang. Kereta tersebut diarik oleh dua ekor monster laut berbentuk kuda yang masing – masing dikemudikan oleh Triton ( dewa laut bawahan, berekor lumba – lumba ). Dua kuda ini, yang satu tenang dan patuh sementara yang lain gelisah dan membelot, menggambarkan sifat laut yang berfluktuasi, kadang tenang tetapi kadang juga bergejolak, dan kurang bersahabat.

Di sisi tangan kiri Neptunus, terdapat patung relief Abundance ( kemakmuran ) yang menuangkan air dari dalam kendi, dan sisi kanan terdapat Salubrity ( kesehatan ) yang memegang cangkir berisi air yang sedang diminum oleh seekor ular. Cerita ini menggambarkan kisah pembangunan saluran air ‘Aqua Virgo’, dengan salah satu patung menggambarkan pembangunnya, Agrippa. Sebagai latar belakang Trevi Fountain adalah Palazzo ( Istana ) Poli dengan desain selaras dengan Trevi Fountain.

Daya tarik lain dari Trevi Fountain adalah tradisi dan mitos melempat uang koin ke dalam air kolamnya.

“Oppa, apa kau ingin melempar koin?” Tanya Yoona. Gadis itu tampak cantik dengan pakaian simple nya. Dengan kaos setengah lengan, jaket putih yang diikat pada pinggang rampingnya, topi putih besarnya, dan celana jeans donkernya, tas bermerk ‘Prada’ dan make up naturalnya, semakin menambah kecantikan gadis itu.

“Kau percaya mitos itu?”

“Percaya tidak percaya, kuharap mitos itu benar. Aku harap aku benar – benar akan kembali ke kota eksotis ini suatu saat nanti. Meskipun jika hanyalah sekedar mitos, uang ini kemudian digunakan untuk mensubsidi sebuah supermarket yang diperuntukkan bagi warga miskin dan membutuhkan di kota Roma”

“Whoaaa…. Kau benar – benar pintar Im Yoona”

“Tentu saja. Sekarang, ikuti caraku melempar koin. Arahkan punggungmu membelakangi Trevi Fountain atau arahkan punggungmu menghadap kolam, dan lempar melalui atas bahu”

“Aku sudah melempar koinnya”

“Kuharap mitos ini benar – benar terjadi….”

.

.

Setelah mengunjungi Trevi Fountain, tujuan kedua mereka adalah ‘Piazza Novona’. Piazza Navona adalah salah satu alun –alun paling indah dan terkenal di kota Roma, Italia. Alun –alun ini terletak di pusat sejarah kota Roma, dan berada di sebelah barat Pantheon. Beberapa fitur yang ada di Piazza Navona yang menandai alun –alun ini adalah obeliks dan sebuah kolam air mancur yang berada di tengah piazza. Alun –alun ini dikelilingi oleh bangunan berarsitektur indah seperti gereja, dan juga istana. Di Piazza Navona dan area sekitarnya juga terdapat banyak cafe outdoor, restoran, dan klub malam yang membuat alun –alun ini dan kawasan sekitarnya menjadi salah satu kawasan paling ‘ hidup’ di kota Roma. Berbagai macam toko juga semakin meghiasi alun – alun itu.

Sehun tampak kelelahan membawa banyak papper bag di kedua tangannya. Papper bag siapa lagi? Tentu saja di dalamnya berisi berbagai macam barang – barang milik gadis itu dan sedikit barang – barang miliknya. Gadis itu sepertinya sangat menyukai shopping .

Tetapi di sela – sela kelelahan pria itu, terselip sebuah senyuman kecil. Senyum karena Yoona bukanlah gadis seperti gadis – gadis lain yang sangat menyukai uang dan shopping jika berada di dekatnya. Yoona membeli barang – barang itu menggunakan uang dan kartu kredit miliknya. Sehun sudah berulang kali memaksa agar Yoona menggunakan black card nya, tapi gadis itu tetap keras kepala. Alhasil, Sehun menyerah dan menawarkan membawakan papper bag milik gadis itu. tentu saja Yoona tak akan menolak. Pasalnya, tangan gadis itu juga sudah penuh dengan papper bag miliknya.

“Sehun, menurutmu lebih bagus yang mana? Dress dengan renda, atau dengan pita besar?” Tanya Yoona sambil menunjukkan dua buah dress di tangan kanan dan kirinya. Sehun tersenyum manis.

“Aku lebih suka dress dengan pita besar”

“Baiklah.Aku akan mengambil dress ini. Kau tetap diam disini dan jangan memaksaku untuk menggunakan black card mu itu!” Yoona berjalan cepat menuju meja kasir sambil sesekali menoleh ke belakang memastikkan Sehun tak mengikutinya. Senyum Sehun bertambah lebar dan manis. Jantungnya tak berhenti berdebar sejak pagi tadi. Sepertinya, ia memang benar – benar mencintai gadis itu sejak pertama kali melihat fotonya…

.

.

.

Sebelum mereka kembali ke hotel, mereka menikmati segelas Cappuccino dan Mochaccino serta cemilan kecil lainnya di Caffe Greco.

Caffe yang beralamat di ‘Via dei Condotti 86’ terlihat begitu klasik dan indah dengan ornamen – ornamen modern dipajang di sekelilingnya. Membuat siapapun akan betah berlama – lama di dalam caffe itu.

.

.

.

Mereka berjalan bergandengan tangan memasukki hotel. Saling menyalurkan kehangatan di tengah dinginnya hawa udara kota Roma.

Tiba – tiba Sehun menutup kedua mata Yoona dengan tangannya. Ini merupakan salah satu bagian kejutan yang telah ia persiapkan dengan matang untuk tunangannya.

“Oppa apa yang kau lakukan?”

“Ikuti saja aku dan jangan mengintip”

Yoona berjalan dengan sedikit kewalahan karena tangan Sehun yang masih setia menutup matanya. Sebenarnya ada apa dengan pria ini? Apa yang terjadi?

“Sekarang buka matamu” Setelah membuka pintu kamar, Sehun melepas tangannya yang menutupi mata indah Yoona.

Dengan perlahan – lahan, Yoona membuka matanya. Setelah kedua mata indahnya membuka sempurna, gadis itu refleks membulatkan matanya menutup mulutnya. Ia terkejut! Sungguh sangat terkejut!

Apa yang membuatnya terkejut? Tentu saja karena di depannya kini terpampang sebuah banner besar bertuliskan ‘IM YOONA, WILL YOU MARRY ME?’.

Kamar merekapun kini disulap menjadi sebuah tempat yang sangat romantis. Ratusan kelopak bunga mawar berbentuk ‘Love’, Lilin – lilin di sekelilingnya, bau parfum Immortal Twilght, rangkaian bunga di atas meja, dan sebagainya.

“Im Yoona…” Sehun tiba – tiba muncul di belakang gadis itu. Pria itu tampak bak dewa Yunani tertampan dengan setelan jas putih dan rambut yang ditata ke atas.

Yoona benar – benar terpukau dengan Oh Sehun saat ini

Sehun mengeluarkan setangkai bunga Mawar dari saku jasnya, dan berlutut di hadapan Yoona.

“Will You Marry Me?”

“Maafkan aku. Aku memang pria paling egois dan posesif yang pernah kau temui seumur hidupmu, tapi semua itu kulakukan untuk melindungimu dan menjagamu…”

“Maafkan aku….”

“Aku mencintaimu Yoona Sejak pertama kali aku melihatmu, saat itulah aku sadar bahwa kau memang calon istriku kelak. Dan aku akan berusaha untuk mendapatkanmu dan membahagiakanmu apapun caranya”

“Aku sadar kau masih ragu dan kau masih mencintai sunbaemu. Tapi kumohon… Berilah aku kesempatan untuk membahagiakanmu… Belajarlah untuk mencintaiku…”

“ Kau tahu? Kau adalah wanita pertama yang kuperlakukan seperti ini. Dan kaujuga kekasih pertamaku”

Demi Tuhan! Apa yang telah dikatannya? Bukankah pria itu telah memiliki banyak mantan kekasih? Jadi…Apa yang dipikirkannya selama ini salah?

Dan hati Yoona merasa benar – benar bahagia dan tersanjung mendengar semuanya.

“Aku tahu ini berat untukmu… Tapi belajarlah untuk menerimaku… Kumohon”

Pria itu benar. Sehun benar. Tidak seharusnya ia terlalu mengharapkan Chanyeol sunbae. Mungkin sudah saatnya ia menatap orang yang benar – benar mencintainya dibandingkan menatap orang yang belum tentu mencintainya.

Ia akan belajar mencintai pria itu.

“Will You Marry Me?”

Yoona menutup matanya sebentar. Kemudian menarik nafas dalam, dan menghembuskannya perlahan – lahan. Mencoba menguatkan hatinya. Atas segala yang telah ia putuskan.

“Yes, Of course” Ucap Yoona. Jari – jemari lentiknya mengambil setangkai mawar yang Sehun berikan. Diberikannya senyuman lembut untuk tunangannya itu. Mata Sehun berkaca – kaca. Begitu pula mata Yoona. Sehun bangkit dan memeluk Yoona.

“Terimakasih…. Terimakasih Yoona. Aku berjanji akan membuatmu bahagia dan tak akan membuatmu meneteskan airmata” Sehun mencium puncak kepala Yoona. Hatinya benar – benar bahagia saat ini.

Yoona mengangkat tangannya membalas pelukan pria itu.

Setelah beberapa lama mereka berpelukan, Sehun melepas pelukan itu. Ia menangkup kedua pipi Yoona, kemudian mencium bibir mungil gadisnya. Melumatnya lembut. Sangat lembut. Merasakan betapa manisnya bibir lembut Im Yoona.

Kau harus yakin Im Yoona… Bahwa kau bisa melupakan Chanyeol

.

.

.

.

TBC

Halo! Maaf ya updatenya lama…. Soalnya kadang mood ku buat lanjut ff ini suka labil. Niatnya nyalain Notebook buat lanjut ff, eh… tapi malah jadi nonton film, nonton dramkor, ataupun main game. Hehehe…

Sekali lagi maafkan aku karena Chanyeol juga sama sekali ga muncul di part ini… Cuma disebut – sebut ma YoonHae aja. Dan maaf, part ini konfliknya gak terlalu nonjol, malah gak ada mungkin? Hehe…

Oh ya! Aku buat part ini spesial Roma karena aku suka banget sama Italy❤. Info – info tentang tempat wisata + hotelnya juga aku banyak dapet dari Google. Hehe…

THANKS FOR READING

See You in next chapter!

DON’T FORGET TO RCL😀

57 thoughts on “Possessive and Obssesion ( Chapter 3 )

  1. Yaampun seandainya di dunia ini ada cowo yang kaya sehun, ngajak honeymoon padahal mereka baru tunangan doang ke italy apalagi kalo udah nikah aduuh gak kebayang deh betapa sweet nya uri maknae~

  2. Sumpah sehun sweet bgt. Karakter nya random gitu aku suka haha..
    Btw author kok kayaknya tau bgt itali ya ? Haha
    Lanjut nextchap
    keep writing

  3. Wah, baru kali ini baca ff yg ‘bulan madu’ sehabis pertunangan bukan pernikahan, hehe sehun mah gitu..
    Bener deh, feelnya dapet banget thor yg sehun nyatain cinta ke yoong.. Pokoknya keren deh!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s