Raindrop Boarding School – Prolog

by chiyo1011@DA(4)

Raindrop Boarding School – Prolog

Presented by Cerfymour

Chaptered || PG15+ || Drama, School Life || Yoona SNSD, Kai EXO, Lay EXO dan EXO member lainnya.

It’s my imagination, MINE! so don’t be ridiculous say that my fanfic is yours. Then the casts are belong to their parents,agencies, and GOD.

WARNING NO PLAGIARISM, DON’T BASH, DON’T COPY without my permission. Typo bertebaran, SIDERS please go away, TRUE READERS semangat buat komentnya. RCL juseyo semoga suka.

Happy Reading

Ting!

Sebuah pintu elevator pun terbuka. Bau wallpaper yang sudah kusam, ditambah dengan dinding-dinding kayu elevator tersebut yang sepertinya sudah tak terurus membuat elevator tua ini jarang sekali peminatnya, karena hanya beberapa orang yang bersedia memasuki gedung kondominium tua yang hampir roboh ini. Sepasang kaki indah nan jenjang melangkah masuk menuju kedalam elevator tua tersebut berada. Mini dress dengan motif bunga dan berwarna pastel pink tetap tak bisa menutupi resah yang dia rasakan sejak malam, karena itulah wajahnya saat ini terlihat sangat kusam. Sesekali rambut cokelatnya dikibaskan kebelakang sambil mengigiti bibir bawahnya-kebiasaannya sejak kecil. Matanya yang cokelat tak lelah mengikuti arah lampu elevator yang menunjukkan sudah sampai lantai keberapa dia berada.

Ting!

Lantai 9

Kondominium tua ini berisi enam kondo setiap lantainya, dan salah satu dari kondo ini adalah milik temannya Yoona. Meski terasa kusam dan berbau apek, tetapi koridor yang menghubungkan kondo satu ke kondo lainnya tak membuat gadis yang bernama Yuri ini ketakutan dan mengurungkan niatnya untuk pergi menuju ke kondo 5-kondo paling ujung. Satu buah jendela berbingkai kayu mempertontonkan suasana diluar gedung, rupanya sudah memasuki masa senja dimana matahari sebentar lagi membenamkan dirinya sendiri dan memancarkan warna oranye kehitaman pertanda Raja malam segera tiba. Dipeganginya tas selempang yang sedari tadi dia kenakan, ujung sneakers putih favoritnya dia ketuk-ketukkan pada alas lantai kondominium. Sedikit harapan si empu kondo berada di kondonya saat ini, karena dia sendiri langsung saja kemari tanpa memberitahukan kedatangannya.

Ting!

Tong!

“Yoona-ya, buka pintunya ini aku,” akhirnya dia mengeluarkan suara cempreng khas miliknya, mencoba memanggil sahabat dekatnya smeenjak mereka berdua memasuki Junior School bersama-sama. Samar-samar terdengar jawaban dari dalam kondo yang membuat Yuri terlihat lega, seulas senyum terpancar di wajahnya yang masih memperlihatkan wajah resahnya. Yuri mengarahkan wajahnya kebelakang tubuhnya, takut ada seorang pria-tetangga Yoona-yang keluar dari pintu kondo seberang kondo milik Yoona, sebuah desahan nafas lega terdengar dari bibirnya yang sedikit terkatup. Yoona yang mengetahui temannya datang, dia segera membukakan pintu untuk Yuri. Karena Yoona tahu satu rahasia Yuri yang tidak bisa dia tutupi dari sahabatnya, dan selama ini dialah yang menjadi tameng dan solusi untuk masalah Yuri.

“Masuklah,” ucap Yoona setelah dia menarik daun pintu kondo warna cokelat gelap miliknya. Dia terlihat santai dengan baju piyama terusan yang dia kenakan, bermotif rillakuma-favoritnya-. Yuri pun dengan segera memasuki kondo kecil milik temannya tersebut.

“Untung saja, Ahjushi yang menjaga gedung ini sedang tidak ada,” satu kalimat pertama yang keluar semenjak dia menginjakkan kakinya di kondo kecil namun sangat bersih ini. “Ya, kudengar Kim Ahjushi sedang disibukkan oleh anaknya yang berkelahi. Dia tadi terlihat tergesa-gesa menuju kantor polisi,” jawab Yoona langsung duduk di sofa favoritnya yang disusul Yuri yang langsung membenamkan pantatnya di sofa yang nyaman itu.

“Ouh.. Yoona, kenapa kau bisa tahu Kim Ahjushi sedang kearah kantor polisi?”

“Kebetulan saja aku tadi keluar untuk membeli camilan malam, dan dibawah aku berpapasan dengannya. Langsung saja aku sapa Kim Ahjushi,” terang Yoona. “Pantas saja aku memiliki perasaan akan ada tamu malam ini. Entah kenapa sejak tadi siang aku ingin sekali membeli camilan malam dan membersihkan kamar tamu. Rupanya kau yang menjadi tamunya,” ucap Yoona terkekeh. Yuri hanya bisa mem-poutkan bibirnya dengan manja.

“Kau kesini, pasti ada masalah dirumahmu,” ujar Yoona bersamaan dengan Yuri yang mulai memasukkan snack rumput laut kesukaannya. “Ibuku ingin aku masuk ke sekolah campuran.”

“Mwo?”

Yuri hanya mengangguk. “Lalu bagaimana kau meresponnya? Kau tidak langsung bilang iya kan? Kau bisa mati disana, Yuri-ya,” Yoona begitu terkejut mendengarnya sampai dia pun menyila-kan kakinya keatas sofa tersebut dan menghadap kearah Yuri – dengan wajah seriusnya.

“Karena itulah aku ingin membicarakan ini denganmu. Ibuku mengancam akan menghapus aku dari daftar pewaris keluarga jika aku tidak bisa mengikuti perintahnya.” Yuri terlihat murung, sudah lama sekali dia memendam penyakit psikologis dari keluarganya dan selama ini Yoona-lah yang selalu membantunya. Penyakit ini juga yang menjadi alasan Yuri bersikeras untuk memasuki Junior School dimana hanya ada murid perempuan disana. Dan yang lebih menyebalkan Oppa-nya sendiri yang mengusulkan pada Eomma mereka, agar Yuri dimasukkan ke Raindrop Boarding School. “Lalu, apa yang ingin kau bicarakan denganku?” tanya Yoona yang baru menyadari kalimat pertama Yuri.

“Aku ingin memohon padamu,”

“Memohon untuk apa?”

“Jadilah diriku selama disana?”

“MWO?!” Deer eyes Yoona membulat sempurna. Itu adalah sesuatu yang tidak mungkin.

“Aku akan menerima keputusannya Ibuku, tetapi dengan dua syarat. Aku ingin identitasku dirahasiakan dan jangan sampai ada satu anggota keluarga pun yang menjengukku selama aku di asrama tersebut.” Ucap Yuri, sambil menenggak susu yang ada dimeja, didepannya.

“Aku tahu maksudmu, kau gila Yuri. Aku tidak mau.” Jawab Yoona, membuat Yuri tercengang dengan keputusan Yoona yang sangat cepat. “Ayolah Yoona, kau tega membiarkanku masuk dengan Androphobia[1] akut ini? Kau akan tega membiarkanku terkena serangan tiba-tiba setiap waktunya yang membuatku keringat dingin dengan debit air yang mengucur deras, dan merasakan sesak di dada serta ketakutan yang berlebihan?”

“Baiklah jika itu maumu Yuri-ya, tapi pastikan keluargamu tidak ada yang mengetahui hal ini. Atau kau akan melihat kepalaku yang terpenggal dengan mata kepalamu sendiri,” jawab Yoona dengan pelan, begitu pelan dia berbicara karena dia sendiri tidak yakin dengan apa yang dia katakan barusan. Semua yang dia lakukan hanya untuk Yuri, satu-satunya sahabat yang dia miliki saat ini.

**

“Huh, baru aku tahu kalau pemilik dari sebuah academy harus memasuki academy tersebut. Peraturan macam apa itu,” seru Kai yang menyuarakan kekesalannya, dia baru saja keluar dari ruang kerja Ayahnya yang mempunyai perusahaan di bidang pendidikan. Sistem pendidikan yang keluarga ini kembangkan sangat ampuh untuk mengembangkan kemampuan tiap siswanya, terbaik di negara ini. Tapi karena Kai ini baru memasuki rumah keluarga besar ini setelah berumur 10 tahun, sifat dan sikapnya tidak bisa menunjukkan kalau dia berasal dari keluarga yang berpendidikan. Setiap tutur kata dan sikapnya dari hari ke hari membuat kening Ayahnya berkerut dan tak henti meninggalkan rasa pening dikepalanya.

Kai berbeda jauh dengan saudara kembarnya Taemin, jika Kai adalah bumi maka Taemin langitnya, segala tutur kata dan sikap Taemin benar-benar memperlihatkan kalau dia berasal dari keluarga yang berada karena Taemin lebih dewasa, dia mengerti bahwa dia dan adik kembarnya hanyalah seorang anak dari wanita simpanan Ayahnya. Karena itulah Taemin lebih mudah patuh terhadap perintah Ayah mereka, seolah-olah ingin menutupi bahwa mereka berdua hanya seorang anak dari wanita simpanan yang kini sudah tidak ada di dunia.

.

.

Seorang pelayan rumah yang lebih dikenal sebagai Butler (Pelayan pribadi) memasuki kamar dimana Kai berada, masih dengan kesalnya dia hanya melirik sebentar Butler-nya tersebut.

“Tuan telah menelpon Tuan Muda Taemin. Tuan Muda Taemin akan memastikan anda masuk dan mengikuti semua sistem pendidikan disana Tuan. Dan,” Baru saja pelayan tersebut akan meneruskan pemberitahuannya, tiba-tiba ponsel Kai berbunyi memperlihatkan deretan angka yang tak asing lagi baginya karena disertai no kode negara dimana kakak kembarnya saat ini sedang berada.

“Ne, Hyung,” jawab Kai setelah memencet tombol hijau di ponsel androidnya.

“Kau harus mematuhi apa perintah Ayah. Bersabarlah, sebentar lagi aku yang akan menggantikan Ayah dan aku hanya ingin kau bersabar dan bersikap baik dan patuh hingga saat itu tiba. Arraseo?” Kata Taemin diujung telepon.

“Baiklah. Pegang janjimu itu Hyung, kau harus bisa merebut perusahaan ini.” Jawab Kai singkat. Telepon yang tersambung pun segera ditutupnya. Kai begitu dekat dengan kakaknya, bahkan setiap peraturan dan perintah yang biasanya dia tidak patuhi apabila Taemin yang memintanya Kai akan bersikap manis dan mengikuti perintahnya, begitu juga ketika Taemin diminta untuk bersekolah diluar negeri Kai begitu kehilangan namun dengan tujuan mereka berdua yang sama dia tidak bisa mengehntikan lnagkah kakak kembarnya begitu saja. Dia begitu mendukung Taemin, karena itulah dia mengijinkan Taemin berjauhan darinya. Setelah telepon tersebut tak tersambung Kai hanya diam dan mengucapkan beberapa kata setelahnya.

“Siapkan seragam dan segala yang kubutuhkan untuk sekolah asrama keparat itu,” ucapnya pada Butler Cha.

“Baik Tuan, jawab Butler Cha dengan sigapnya. Dia pun segera keluar dari kamar Tuannya.

**

Seorang lelaki terlihat begitu fokus dengan TV layar datar yang ada dihadapannya. TV tersebut menampilkan berita yang mengejutkan untuknya. Seorang reporter terlihat begitu berusaha untuk mewawancarai pria yang tengah tertunduk dan terduduk di kursi roda, namun beberapa bodyguard pria tersebut menghalangi kesempatannya untuk mewawancarai pria tersebut.

“Bagaimana tanggapan anda mengenai tuduhan terhadap perusahaan anda saat ini? Apa sebenarnya yang anda rahasiakan di perusahaan anda? Bagaimana bisa selama bertahun-tahun ini anda menyembunyikan bahwa beberapa anak perusahaan anda yang dipimpin oleh orang kepercayaan anda ternyata melakukan hal buruk seperti tidak membayar pajak dan hanya menyuap kepala biro pajak pada saat itu?” deretan pertanyaan mengalir deras dari bibir mungil reporter tersebut, meski dengan rambut yang pendek justru reporter wanita tersebut terlihat lebih elegan dan berpakaian sangat pas dan pantas untuk tubuhnya.

“Keumanhae Eunji-ya,” jawab Pria tersebut saat dia akan menaiki mobil jemputan miliknya yang segera akan mengarah ke kantor polisi.

“Hentikan ocehanmu dan pekerjaan tak berguna-mu itu. Dan kembalilah, bantu Ayah,” ucapnya tanpa memedulikan reporter lainnya yag begitu terkejut mendengarnya. Hwang Eunji adalah satu-satunya anak perempuan milik Hwang Dongil-pria tadi- yang sudah dua tahun ini meninggalkan rumah karena pikirannya selalu tak sejalan dengan pikiran Ayahnya dan hanya menimbulkan percikan pertengkaran setiap harinya. Karena sangat tertarik akan jurnalism, Eunji pun mencoba peruntungan di dunia tersebut dan akhirnya bisa menjadi seorang reporter. Meski dia sendiri tidak pernah menyangka akan dan harus mewawancarai Ayahnya sendiri seperti ini.

Sementara lelaki yang sedang fokus melihat berita itu juga tak lain adalah putra satu-satunya, anak bungsu dari keluarga Hwang. Terlihat miris memang, dia melihat sendiri kakak perempuannya Eunji yang sengaja memojokkan Ayahnya dengan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Padahal Lay yakin Ayahnya tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti yang diberitakan di saluran TV saat ini. Lay percaya, Ayahnya hanya terlalu mempercayai sahabt-sahabatnya yang bersiap dan berniat untuk menggulingkannya. Dengan semua masalah ini, Lay ingin berusaha menjadi anak yang baik dan mengikui perintah Ayahnya sebelumnya. Memasuki Raindrop Boarding School sesuai keinginan Ayahnya sebelumnya.

Kedua kakinya yang menyilang dia lepaskan dan langsung menapak di lantai marmer rumahnya yang luas. Dengan sebuah tombol, dia akhirnya memanggil Butler setianya Butler Co yang langsung datang menghampirinya.

“Hari ini pembukaan semester pertama di sekolah tersebut kan? Siapkan seragam untukku dan segala keperluanku untuk menginap disana.” Lay langsung beranjak dan membawa ponsel miliknya, sebuah nomor dia pencet dan telepon pun tersambung.

“Apa yang sudah kau lakukan Noona? Kau bersikap keterlaluan pada Ayah, kembali kerumah sekarang juga atau aku tidak akan pernah memaafkanmu sama sekali. Dan ini akan menjadi pembicaraan pertama semenjak dua tahun yang lalu kau meninggalkan rumah dan akan menjadi yang terakhir kalinya kalau Noona tidak mau kembali dan membantu Ayah. Ayah terlalu memanjakanmu selama ini.” Lay langsung menutup teleponnya tanpa menunggu jawaban dari kaka perempuan satu-satunya itu. Terlalu kesal dengan sikap Noonanya.

**

Raindrop Boarding School adalah sekolah asrama terbaik yang pernah ada. Dibawah asuhan keluarga Kim, yayasan yang mengelola Sekolah ini bekerja dengan sangat profesional. Karena itu, untuk menyempurnakan kesempurnaannya sekolah menerapkan sistem menginap selama lima hari masa sekolah dan memberikan hari libur Sabtu dan Minggu. Sistem dengan running class membuat setiap siswa harus selalu memastikan jadwal dengan tepat dan tidak diperkenankan untuk terlambat karena disini menerapkan sistem point yag semakin kecil nilai point yang ada maka kemungkinan untuk dropout mendadak semakin besar, tak peduli kau anak keluarga dari mana.

Penetapan running class dan peraturan tidak boleh terlambat ini membuat siswa membiasakan diri untuk hidup teratur dan disiplin secara tidak langsung. Meski begitu, sekolah ini juga masih memperbolehkan Butler setiap keluarga untuk membantu Tuannya masing-masing dan menyiapkan ruangan untuk mereka juga selama masa menginap.

Asramanya terdiri dari beberapa tingkat sesuai dengan nilai masuk pertama ketika para siswa baru mendaftar. Untuk asrama perempuan ada tiga tingkatan, yakni Lilac, Rose dan Jasmine. Jasmine tingkatan paling rendah dimana siswa yang memasuki asrama tersebut merupakan siswa dengan nilai paling rendah, Rose tingkatan menengah dan Lilac adalah tingkatan yang paling tinggi. Sedangkan untuk asrama laki-laki ada tiga juga, yakni Vivo, Vela, dan Veoni.

Dan mulai dari sinilah kehidupan sekolah dari masing-masing siswa akan dimulai.

Bagaimana Yoona menutupi rahasia terbesarnya dan bersekolah dengan biasa di sekolah elite ini?

To be continue…

Ps: Cerita ini baru prolog, dan karena banyak yang bilang cerita saya terlalu cepat jadi melalui judul ini saya ingin mencoba sistem yang lebih lambat terutama untuk romancenya. Jadi jangan pada protes kalau romancenya baru sedikit khususnya untuk chapter pertama. Dan semoga sukaa ^^

[1] Androphobia merupakan ketakutan yang berlebih kepada laki-laki. Orang yang menderita phobia jenis ini akan merasa tidak nyaman dan resah saat berada di dekat laki-laki. Hal ini dapat disebabkan oleh trauma masa lalu atau sugesti yang berlebihan saat kecil.

41 thoughts on “Raindrop Boarding School – Prolog

  1. Wah.. Daebak!! chapter 1 nya kpn di publish ? kokkayaknya lama bgt ff nya di publish ? dari bulan september lagi , kan kasian readers nya nungguin lama bgt. Ataukah admin nya lg hiatus sementara ?

  2. unnie! akhirnya ada ff multichapter lagi dengan theme school.

    FF unnie selalu bagus kok, terutama Royal Beethoven dan ini😀 ditunggu chapter 1 nya unnie!

  3. Prolog’y aja dah keren, yoona’y bakalan jadi yuri,gimana ya nanti kalau Yonna ketemu ama kai?? Apakah yoona tetap blng klaw nama’y yuri???penasaran banget….
    Cepat publish ya thor!!!

  4. Yoona bersekolah sebagai yuri . Kai juga sekolah disanav? . Yoona itu sodara yuri apa sahabatnya? . gua masi bingung masa . Yo dah deh ditunggu kelanjutannya . Semangat

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s