[Freelance] Trapped In Your Arms

ATT_1440273934716_Trapped

Title: Trapped in Your Arms
Author : Awaa_marwaranzez
Cast : Im Yoona X Park Chanyeol

Di dalam pelukanmu, aku merasa tenang. Engkau bagaikan air yang menyejukkan hatiku.

Berada disisimu aku merasa seakan aku bisa memiliki dunia ini.

Dengan senyumanmu, kau membuat duniaku lebih terang dari sebelumnya. Kau menciptakan batas dunia fana yang begitu menggiurkan.

Engkau tersenyum padaku dan mengulurkan tanganmu padaku. Kau menarikku perlahan hingga aku hanya melihat kedalam bola mata hitammu yang hangat,meski tanpa sadar kau membuatku tak bisa melihat apa yang terjadi dibelakangku..

Untuk sekejap, aku bahagia.

Engkau menjadikanku segalanya bagimu. Segalanya dalam hidupmu. Hal terpenting dalam setiap detik hidupmu. Aku sungguh tak bisa memalingkan pandanganku barang sedikitpun darimu dan kau hanya memelukku erat, tak mengijinkan hal-hal lain selain dirimu dalam pikiranku.

 

Tapi, semakin lama kau disisiku, semakin sering kata cinta itu terucap dari bibirmu, semakin aku merasakan kehambaran yang luar biasa.

Aku mulai memberanikan diri melihat kebelakang, mengabaikan laranganmu.

Aku bingung. Hatiku terasa hampa…Aku merasa aku terkurung dalam suatu keadaan yang memberatkanku di dua sisi. Tapi….

Aku sungguh tak tahu apa itu…..

 

 

“Kau sudah bangun? Ah… kau terlihat sangat cantik bahkan saat kau tertidur…” Lelaki itu tersenyum lebar. Ia menatapku seperti biasa, sorot matanya hangat dan sangat dalam. Pipiku terasa hangat, dan aku sadar jika telapak tangannya berada di wajahku.

“Chan-ah!” Aku berusaha menggerakkan tubuhku, namun sia-sia saja. Rasanya sendi-sendi di tubuhku tak berniat bekerja sama dengan keinginanku. Aku tak bisa bangun bahkan hanya untuk menggerakkan lenganku saja, sungguh aku… harus menghindar. Aku tak ingin dia memaksakan benda itu lagi..

“Kau tak perlu memaksakan dirimu…. tidak untuk mencoba lari dariku..” Pandanganku membuyar. Samar-samar aku melihat wajahnya mendekat hingga deru nafasnya dapat kurasakan menyapu wajahku, “Aku selalu merasa kau ingin kabur dariku lagi saat kau terbangun, tidak bisakah kau tidur untuk selamanya?”

“….Chan…yeol… Kumohon hentikan…” Sungguh aku tak sanggup lagi jika ia terus-terusan memaksakanku minum obat aneh itu lagi. Aku takut, tubuhku akan semakin lemah dan mungkin aku tak akan mampu lagi membuka kelopak mataku sampai berhari-hari,

Namun sekuat apapun aku mencoba menolaknya, jemari kasarnya tetap memaksakan benda –yang kutahu- adalah sebuah pil masuk ke dalam tenggrokanku. Ia mengabaikanku, keinginanku, teriakanku..

“Maafkan aku…. Aku hanya ingin melindungimu. Aku mencintaimu…”

Chanyeol.

Beginikah caramu menyayangiku? Ini yang kau katakan cinta? Mengurungku hingga aku terkurung dalam dunia gelap tanpa cahaya setitikpun?

Kau kejam.

 

~ Trapped in Your Arms ~

FLASHBACK

“Tetap di dalam rumah. Aku tidak mau sesuatu terjadi padamu lagi..” Lelaki tampan itu tersenyum hangat seraya setengah menutup pintu. Yoona mengangguk pelan, sekarang ia hanya bisa mematuhi apa yang di katakan pria yang notabenenya adalah kekasihnya itu . Gadis itu tak mau membuat kekasihnya itu terus-menerus khawatir karena memikirkannya,

Sudah cukup seorang Park Chanyeol harus menjaganya siang dan malam layaknya seorang pengawal. Lelaki itu selalu memaksakan diri berada di sampingnya saat ia berada di luar rumah meski Yoona tahu saat ini Chanyeol sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas kuliahnya –yang ia tahu- menumpuk dan harus segera dikerjakan. Yoona tak pernah meminta Chanyeol mengikutinya terus dan melupakan urusan pria itu sendiri. Yoona tak pernah meminta Chanyeol harus terus-terusan mengerti perasaannya,

Yoona adalah tipe perempuan yang bebas. Ia tidak pernah suka di kurung dalam satu tempat, ia tak suka dipaksa melakukan hal yang ia tak mau. Yoona tidak suka berdiam diri di satu tempat dengan aktivitas yang cenderung monoton. Yah, mungkin Chanyeol hanya terlalu mengerti perasaan gadis itu hingga ia tak berani memaksakan Yoona mengikuti apa yang ia inginkan. Chanyeol hanya tak mau terlihat egois , ia tak mau Yoona terluka, ia hanya tidak mau gadis itu sedih.

Tapi, gadis itu juga tak mau menjadi orang yang egois ataupun kelihatan egois di mata Chanyeol…

“Yoong…?” suara berat Chanyeol menyadarkankannya. Puncak kepalanya terasa hangat, Chanyeol meletakkan telapak tangannya tepat diatas kepala Yoona.

Yoona buru-buru merubah mimik wajahnya, ia tahu Chanyeol akan khawatir hanya karena masalah kecil yang sedang ia pikirkan,

“Ah, Ne?”

“Kau tak apa-apa?” Yoona mengangguk pasti. Ia sedikit mendorong tubuh tinggi pria di hadapannya agar segera keluar dan berhenti memikirkannya, “Gwaenchana. Jeongmal gwaenchana.”

“Kau yakin? Kalau tidak aku-“

“Anio! Kau bilang mau pergi ke kampus kan? Bagaimana dengan skripsimu? Aku tidak akan keluar rumah, tolong jangan menganggapku seperti anak kecil..berhentilah khawatir..”

BAAM!

Yoona menutup paksa pintu hingga meninggalkan bunyi bedebam yang cukup keras. Ia yakin Chanyeol akan terus-terusan memaksakan dirinya sendiri jika ia tidak memaksa pria itu pergi,

“Yoong!” Yoona menutup kelopak matanya, pria ini sangat keras kepala,

“Aku akan marah jika kau tidak segera menemui dosenmu dan mengerjakan tugas mu!”

“Tapi….”

 

Hening.

“Oke. Aku berangkat.. telpon aku jika ada masalah..” Suaranya terdengar putus asa. Yoona mempertajam pendengarannya, langkah kaki itu perlahan menjauh. Ia menghela nafas,

Ia tahu pria itu khawatir…dengan fans-fans seorang pria bernama Byun Baekhyun yang menerornya hampir setiap hari. Tapi sungguh, bahkan Yoona tak bisa mengingat siapa lelaki itu, dan apa hubungannya dengan dirinya, khususnya… apa yang terjadi sebenarnya?

Yah. Yoona kehilangan ingatannya. Ia juga tak tahu persis apa yang terjadi dengannya saat kelopak matanya terbuka dan mendapati dirinya terbangun di sebuah ruangan serba putih dengan bau obat yang menusuk hidung. Yang ia tahu, perban putih terilit rapi di kepalanya….juga di di leher dan kaki kanannya.

Lalu, lelaki tampan bertubuh tinggi itu masuk, menghampiri dan menanyakan “Bagaimana rasanya? Masih sakit? Ah, aku tak suka melihatmu terluka begini…” lelaki itu menatapnya dengan sorot mata bersalah, seakan ia yang menyebabkan semua kejadian yang sama sekali tak ia ingat.

Yoona menanyakan siapa dirinya, apa yang terjadi. Dan lelaki dengan sorot mata hangat itu terlihat kaget, ia seakan teringat sesuatu. Lalu ia tersenyum, “Aku Park Chanyeol. Aku kekasihmu….”

 

 

Yoona merebahkan badannya ke tempat tidur. Tangannya meraih sebuah ponsel lipat berwarna merah jambu dari sakunya. Kontak… Yah, ia harus mengetahui bagaimana dirinya sebelum ia kehilangan ingatan. Ia harus tahu…

Siapa Byun Baekhyun? Siapa orang-orang yang sengaja menabraknya dengan mobil waktu itu? Siapa itu Taeyeon? Apa yang diinginkan para perempuan penggemar Byun Baekhyun itu hingga nekat melukainya, ani! Hampir membunuhnya!? Oh Tuhan… begitu banyak yang ia tak tahu,

Memang Chanyeol banyak menceritakan tentang hubungannya dengan Yoona, sikap Yoona yang biasa, dan bagaimana keluarga Yoona. Tapi, Chanyeol enggan menceritakan tentang teror di rumah Yoona. Tentang coretan ancaman di dinding-dinding rumahnya. Boneka berdarah yang sengaja di letakkan di depan pintu rumahnya. Bahkan e-mail spam dari pengirim yang tidak diketahui namanya…

Chanyeol bahkan tak berniat memberitahukan segalanya kepadanya. Pria itu seperti tak suka jika Yoona mulai menanyakan tentang Byun Baekhyun dan sorot matanya menjadi sangat menyeramkan jika Yoona meneruskan pertanyaannya..

Satu-satunya cara ia harus menyelidikinya sendiri. Yah, mungkin itu cara terbaik untuknya!

 

Seohyun. Kris. Kyungsoo. Sehun. Tunggu….

Dimana kontak telepon dengan label nama Baekhyun dan Taeyeon?

Yoona merasa sesak. Ia terus menekan tombol gulir di ponselnya dan sampai habis, tapi ia sama sekali tak menemukan dua nama yang ia cari.

Kemarin… padahal kemarin dirinya yakin melihat dua nama itu di ponselnya. Ia sangat yakin!

Apa ini… Chanyeol? Apa lelaki itu yang menghapusnya saat ia sedang tidur? Apa sebegitu takutnya pria itu?

Oh, Yoona merasa kepalanya pusing sekali. Kepalanya terasa berdenyut dan pandangannya berbayang-bayang. Cahaya terang seakan menghantamnya, bayangan-bayangan misterius itu memenuhi pelupuk matanya, Yoona… serasa ingin pingsan.

   “Aku tidak akan mentolerir kemauanmu! ”Chanyeol….marah?

   “APA SEBEGITU INGINNYA KAU LARI DARIKU?!!”

   “JIKA KUKATAKAN KAU HARUS BERPISAH DENGANNYA, KAU HARUS MELAKUKANNYA!!” Chanyeol….? tidak mungkin….

   “YOONA!!”

 

~ Trapped in Your Arms ~

“Kubilang jangan masuk seenaknya!” suara Chanyeol…

“Ada apa denganmu? Kau terlihat mencurigakan. Apa yang kau sembunyikan didalam?” siapa?

“Tidak ada! Sama sekali tak ada!…. Yak! Jangan masuk!” Chanyeol…?

Gadis itu mendesah pelan. Kepalanya pusing sekali. Padahal ia hanya melihat sekelebatan pecahan kecil ingatannya, tapi dirinya bahkan tak mampu bangkit setelahnya. Ia baru saja mampu membuka kelopak matanya… saat suara dua orang berdebat terdengar di depan pintu apartemen Chanyeol yang kini ia tempati. Suara langkah kaki yang terburu-buru semakin mendekat ke tempat Yoona terbaring,

Sungguh. Gadis itu tak berkutik. Seorang laki-laki –yang juga tak ia ingat- bertemu pandang dengannya, dan laki-laki itu terkejut.

“Yoona?” Lelaki itu kelihatan lebih muda darinya ataupun Chanyeol. Sorot matanya ambisius, tajam, dan meneliti dirinya. Seperti tak yakin dengan keberadaan gadis itu di depan matanya.

Lelaki berambut hitam itu menggeram kesal. “Park Chanyeol!!”

“Aku sudah bilang padamu, jangan masuk. Dan sekarang kau sungguh sangat menggangguku…Byun Baekhyun” Chanyeol mendesah malas. Ia menatap Yoona sekilas, lau beralih pada sosok lelaki yang Yoona ketahui bernama Baekhyun.

Tunggu! Byun… baekhyun? Baekhyun?

“Apa…apa maksudmu ini?!” Baekhyun berteriak tepat di depan Yoona. “Dia sudah menghilang dari rumahnya sejak 5 hari yang lalu, dan tidak ada yang mengetahui dimana dia… dan kau sama sekali tak memberitahukanku?!”

“Aku tidak percaya dengan siapapun. Tidak untuk saat ini…”

“Aku tahu yang terjadi di rumahnya! Aku tahu semuanya. Kenapa kau bertindak egois dan membawanya sesukamu?!”

“Benarkah? Jadi kau tahu, dan kau tak menghentikannya?!” pria tinggi itu melangkah maju. Ia menghalangi pandangan Baekhyun yang hanya tertuju pada gadis yang ia katakan sebagai kekasihnya, “Aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya sedikit pun…”

 

“Keterlaluan! Kau… kau…. Kau bahkan bukan kekasihnya atau orang yang khusus untuknya! ”

Bolamata hitam indah gadis itu membulat. Bukan…? Chanyeol..bukan kekasihnya? Bagaimana bisa..lelaki itu berbohong disaat ia bahkan tak mengingat dirinya sendiri?

 

Baekhyun melangkah maju dan menarik kerah baju Chanyeol. Lelaki itu emosi, Chanyeol juga. Namun, Chanyeol hanya menatap rivalnya itu tak senang. Kata-kata yang keluar dari bibirnya sungguh tak mampu diprediksi oleh Yoona ataupun Baekhyun.

“Diamlah. Cih, ini bahkan bukan rumahmu. Dan ini urusanku, jangan coba-coba mencampurinya atau aku akan mengikatmu disini agar tak seorangpun dari kalian berdua yang bisa keluar dari sini.”

Yoona bergidik. Kata kata Chanyeol barusan membuatnya tanpa sadar merasa takut, terlebih lagi lelaki tampan itu beralih menatapnya tajam. Membuat gadis itu refleks berusaha menjauh dari kasur hingga ia menabrak meja rias. Sebuah kotak kecil terjatuh tepat di bawah kaki Yoona….. jantung gadis itu semakin berdetak tak karuan tatkala bolamatanya membaca label tulisan di benda itu.

“Chan-Chanyeol…” itu….obat tidur? Yoona tahu Chanyeol tak pernah mengalami imsomnia dan ia juga tahu , lelaki itu tak suka minum obat. Jadi? Kenapa benda ini bisa ada di samping tempat tidurnya?

Yoona membeku di tempatnya. Ia menatap jam dinding di kamar itu…

8 agustus, jam 12 siang. Ia masih ingat… saat ia pingsan… saat itu adalah tanggal 6 agustus.

“Byun Baekhyun…. lebih baik kau cepat keluar dari rumahku. Jika kau mengajakku berkelahi, aku mungkin tidak akan membiarkanmu masuk dan menemuinya lagi”

“Kau kira aku orang bodoh yang akan menuruti kata-katamu?!”

“Terserahmu…” Chanyeol membuka pintu rumahnya, mengisyaratkan lelaki itu agar segera pergi dengan sorot matanya yang mengancam. Baekhyun mengerutkan dahinya tak senang,

“Kau tahu? Aku tak membiarkanmu hidup tenang jika kau melukainya..” desisnya geram. Chanyeol hanya menaikkan satu alisnya, mengejek,

“Kau tahu juga, aku tak akan membiarkannya menangis hanya untuk seorang pengecut yang bahkan tak berani mengakui kekasihnya sendiri…”

Baekhyun tampak terkejut. Kata-kata yang terlontar dari bibir pemuda tinggi itu telah sukses membuatnya marah, “Sudah kubilang-“

“Apa? Kau mau bilang jika Taeyeon hanya menggantikan posisi Yoona didepan umum? Aku heran, bagaimana bisa seorang pengecut sepertimu bisa menjadi terkenal…”suara Chanyeol menjadi lebih berat dari sebelumnya. Ia tertawa sinis “Ah, kau mungkin juga banyak mempermainkan wanita untuk menjadi batu loncatanmu diluar sana…”

BUAGG

Yoona tersentak kaget. Begitu bunyi keras itu terdengar, jantungnya berdegup kencang. Darah kental mengalir dari sudut bibir Chanyeol. Ia harus segera menghentikan ini.

Namun, baru saja ia ingin bangkit. Tubuhnya terasa lemas sekali hingga Yoona ambruk tanpa bisa bergerak. Rasa sakit di kepalanya juga semakin terasa menyiksa.

Ia… harus bangkit. Harus …

Tapi…. kenapa ia tak bisa? Ada apa dengan tubuhnya…?

 

 

~ Trapped in Your Arms ~

I realized it.

Aku menyadarinya sekarang.

Sampai kapanpun. Mungkin sampai ujung nafasku, aku tak bisa melepaskanmu.

Aku tak bisa membiarkanmu menangis lagi.

Aku tidak tahu bagaimana caranya agar kau tetap tersenyum. Aku tak tahu bagaimana caranya menjauhkanmu dari segala hal yang mungkin menyakiti hatimu barang sekecil debu pun. Aku tak tahu cara membuatmu tetap disisiku tanpa harus mengikatmu dalam ruang ego ku yang dalam….

Sungguh aku tak tahu…

Aku hanya ingin kau disisiku. Aku ingin kau menjauh dari dunia luar yang hanya akan melukaimu. Aku tak peduli jika kau akan membenciku, membenci sikapku.

Aku tak peduli lagi. Asal kau hanya akan melihatku di bola matamu yang indah…

Aku tak peduli jika aku harus menjadi seorang iblis yang mengikatmu dalam dunia mimpi dan suatu hari nanti akan ada seorang ksatria pemberani yang akan menyelamatkanmu dan mengalahkanku.

Dan ksatria itu pastilah Baekhyun bukan?

 

Hahaha. Yoona.. aku sungguh sangat mencintaimu.

Aku sangat mencintaimu hingga aku hampir gila jika aku tak melihat wajahmu dan tak bisa menyentuhmu.

Mungkin lebih baik kau tertidur selamanya agar kau tetap disisiku. Yah, itu lebih baik bukan?

Yoona. Aku ingin kau selalu berada dalam pelukanku, dalam kungkungan lenganku..

Good night, my sleeping princess…

 

FIN

27 thoughts on “[Freelance] Trapped In Your Arms

  1. Ide ceritanya bagus. Tentang cwo yg superoverprotective sama cwenya. Smpe segitunya karena takut si cwe ninggalin dia. Saat baca bagian Yoona yg mencoba mengingat masalalunya aku kayak lagi baca cerpen misteri ala2 scherlock holmes. Haha

    Tpi aku rasa cerpen ini butuh lebih banyak deskripsi tentang latar dan waktuny, juga penjelasan karakter tokoh. Awal baca aku sempat bingung dan gak ngerti karena banyak dialog yg gak aku tau siapa yg ngomong apakah chanyeol atau baekhyun, harusnya ada penjelasan lebih bnyak ttg itu. Jadi reader awan sepertiku bisa lebih mudah mencernanya.

    Lanjut terus nulisnya thorr! Ditunggu sequelnya ^^

  2. Aigoo it Yeol oppa sadis bnget sih.
    Kshan jg Yoonanya.
    Baekhyun juga slah sih, nyembunyiin hub.x dgn Yoona.
    Chanyeol cinta mati bnget ama Yoona, ampe segitunya.
    Sequel d0ng thor, endingnya brasa kurang adil buat Yoona.

    Keep writting thor!

  3. Dan jjeeng jjeng jjeeng , gua rada bingung? , jadi gini canyul cinta gua tapi caranya salah? gua ah maksudnya yoona , yoona itu dikungkung? Terjebak? :3 . Mati? Jangan dih — , jangan kejam la pada akak ku , canyul obsesi banget milikin gua bhahaha , nak yang ga gua ngerti antara baekyeon nah ini gua bikin berputar palaku ni , aku indak mengerti , :v yawlo , semoga author ini memberikan sequel pada readers cem kami dan semoga canyul sadar kalo gua lopyu veri veri lophim , semoga kembali ke jalan yang benar -_- karena seharusnya gak belok kanan tapi putar balik perempatan belok kiri jamban syuman masuk deh ke dalem , apa gua bawel? Tapi gua ga bisa komen dikit dikit seenggaknya gua pan readers baek hati dan tidak songong rajin menabung , yang lahirnya tahun semut -_- , cekidaw , next dibutuhkan sequel buat readers yg merasa digantungkan di pohon toge cem gua :v

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s