[Freelance] Series : Broken Heart #3

Broken Heart Cover #3

Broken Heart #3

Tintin’s Present

.

.

Im Yoona | Oh Sehun | Seo Johyun

Series || PG 15

Sad | Romance | | friendship | Teens

Disclaimer :The cast’s   belong to god. The plot of this story is mine

 

Sehun tak pernah melihat Yoona sekacau ini. Bahkan ketika kakak lelakinya meninggal dalam kecelakaan beberapa bulan yang lalu, Yoona tak pernah sampai sebegini kacaunya.

Kamar Yoona selalu rapi. Tapi yang Sehun lihat saat ini bahkan lebih buruk dari sebuah Gudang. Barang-barang berserakan, semua berantakan. Dan di sudut kamar, Yoona meringkuk, menjerit ketakutan.

“Tidak! Bukan aku! Itu kamu! Kamu pembunuhnya!!.”

Yoona terisak di sana, dan Sehun Kecil jelas takkan tega melihatnya.

Biasanya Yoona-nya Akan tersenyum menyambutnya, matanya akan berbinar ketika tahu Sehun menghampirinya. Tapi Yoona yang ada disini sekarang membuat Sehun takut dan hampir menangis.

“Y-yoona..”

“I-itu bukan aku!.. tidak! Bukan aku yang membiarkanya mati! Bukan.. B-bukan aku!!”

“Y-yoona!!”

“ Ya tuhan.. Sehun!” Mama Yoona memikik terkejut melihat Sehun mematung di daun pintu“apa yang kau lakukan disini.. Yoona sedang tidak stabil. Keluar Sehun sebelum Yoona bertambah sakit!”

Sehun mengeleng keras air matanya berjatuhan sejak tadi.

Sehun tak tahu pasti, apa yang membuat kondisi Yoona tidak Stabil seperti yang Mama Yoona katakan tadi, karna seminggu lalu Ayahnya membawanya dalam perjalanan bisnis.Dan ketika pulang ia mendapati berita jikalau Yoona sakit.

Tapi sakit yang Yoona derita saat ini sungguh jauh dari apa yang Sehun pikirkan. Dan itu cukup membuat kepalanya pusing dan hampir saja terjatuh. Jikalau Mama Yoona tidak langsung membawanya keluar.

Dan Saat itu Sehun bersumpah akan melakukan segala hal untuk membuat Yoona sembuh dari sakitnya.

.

 

.

 

.

Ayah Seohyun telah di izinkan pulang setelah lima hari di rawat di rumah sakit. Sehun masih menemaninya meskipun tidak sampai setiap saat, karna Sehun juga perlu mandi dan berganti baju. Dan selebihnya ia akan ada di rumah sakit.

Mengingat itu, Seohyun tak henti-hentinya tersenyum senang. Meski Yoona tak ada ia punya Sehun yang selalu menemaninya setidaknya dalam lima harian ini.

Mengingat Yoona, Anehnya gadis itu selama lima hari belakangan ini tak pernah memunculkan dirinya. Yang Seohyun ketahui terakhir, adalah saat Sehun bilang jikalau Yoona membawakan pakaian ganti untuknya dan pergi setelahnya.

Hal itu membuat Seohyun berfikir keras, apa yang sebenarnya mereka pertengkarkan?

Apa begitu besar pertengkaranya sehingga Yoona tak pernah muncul.

 

“Aku ambil mobil dulu, tunggu di sini”

Seohyun mengangguk. Membiarkan Sehun melangkah lebar keluar dari Lobby Rumah Sakit.

“Ayah tidak melihat Yoona sedari kemarin, kemana dia?”

Pertanyaan Ayahnya menyetak pemikiranya untuk sesaat. Seohyun tahu pasti Pertanyaan itu harus di jawab dan itu mutlak.Tapi haruskah dirinya bilang “Sehun dan Yoona bertengkar ayah itulah kenapa Yoona tak datang”

Oh.. konyol sekali.

Sementara Setahu Ayahnya Pertemanan mereka sebegitu eratnya dan akan terdengar lucu jika ia menjawab demikian.

Jadi Seohyun hanya menggeleng, dan merubah topik pembicaraan sampai ketika Sehun memberhentikan Mobil Audi tepat di depannya, Seohyun dengan langkah lebar mendorong Kursi roda Ayahnya untuk kemudian masuk ke dalam mobil.

.

 

.

 

.

Yoona yang tak ada kabarnya lima hari ini, nyatanya hanya menghabiskan waktu senggangnya ketika pulang sekolah dengan berbaring dan tidur sepanjang hari.

Baru saja Seohyun mengirimkan pesan padanya. Mengatakan jikalau ayahnya telah di izinkan keluar dari Rumah sakit, dan saat ini dalam perjalanan pulang dengan Sehun yang mengantarnya

Sehun..

Nama itu—

—Ah.. Sehun selalu saja membuat Yoona Pusing hanya dengan mendengar namanya.Dan Pertengkarannya dengan Sehun kemarin itu, uh.. yah entah itu bisa dikatakan bertengkar atau apapun itu, yang jelas Sehun sudah tak lagi segan menyinggungnya dan itu akan berbahaya.

Yoona sudah mempersiapkan ini semua sejak lama, dan ini semua harus berjalan sesuai dengan planningnya.

Tak boleh ada yang mengacaukan perjuanganya tidak siapapun, meskipun itu Sehun.Jadi yang pertama harus Yoona lakukan adalah menghubungi Sehun,dan mengajaknya bertemu.

Mereka harus membicarakan ini, karna dia tahu dengan pasti Sehun takkan menolak keinginannya, seperti kata Sehun kemarin dia sudah terlalu menyayangi Yoona dan..

Oh tuhan…

Yoona menggeram sakit. Tanpa sadar tanganya menekan kuat sisian dadanya

Dia tak tahu pasti bagaimana rasanya tersakiti karna hati. Tapi jika sakit yang saat ini tiba-tiba menderanya adalah sakit yang semua orang rela melakukan apapun untuk tidak merasakanya, Yoona rasa-rasanya takkan bisa menahanya.

Meski begitu, Yoona jelas telah punya tujuan dalam hidupnya.

Sejak kecil ia bercita-cita untuk dapat menikah dan bahagia bersama Sehun

Tapi sejak kejadian itu,

Tujuan hidup Yoona berubah total

Yoona sudah bertekat!

Bahkan jika orang itu meminta Dunia, akan Yoona berikan

Karna Tujuan utama hidup Yoona saat ini, adalah—

 

—Membahagiakan Seohyun.

 

.

 

.

 

.

 

Setelah sesi makan siang Ala keluarga Im selesai, yang sungguh jika bisa menahan kelaparan-nya Yoona jelas takkan ikut dalam acara makan semi-formal Keluarganya itu.

Jadi sekarang dengan Ponsel ditangan, Yoona menekan tombol Dial-2 dalam sambungan cepatnya.

Yoona yang hendak berucap pada Sehun tercenung, ketika dalam sambungnya Sehun berkata tak perlu menelponya hanya turun kebawah, karna posisinya saat ini ada di ruang tamu sedang berbicara dengan mamanya.

Oh.. bagaimana bisa?

Jadi saat itu Yoona mengikut Instruksi Sehun. Turun dari lantai dua kamarnya dan mendapati Sehun di sana sedang tertawa lepas dengan kedua orang tuanya.

‘Kapan terakhir kali kau melihat tawa itu, Yoona?’

Bisikan kecil itu mengudara dalam benaknya.

Sehun jarang tertawa. Sikapnya berubahmenjadi lebih tertutup mengikut pada Yoona yang juga menutup dirinya.

Dan haruskah Yoona beritahu alasanya?

Bahkan ketika Yoona menyuruh Sehun untuk terjun dari balkon lantai tiga bekas kamar kakaknya, berani bertaruh! Sehun akan menyanggupinya.

Karna Sehun akan melakukan apapun untuk Yoona

Karna sehun akan mengikut apapun sikap Yoona

Karna Sehun juga begitu mencintainya sama sperti Yoona.

 

“Oh Yoona, Kemarilah”Ketika suara ibunya terdengar, Yoona menyingkir dari posisi mematungnya di ujung tangga, dan duduk bersisian dengan Sehun di sampingnya.

“Maaf ya, Tadi Sehun sebenarnya sudah akan naik ke kamarmu, tapi mama menahanya karna ingin mengobrol sebentar denganya”

“Tak masalah ma.. aku juga sudah terlalu sering bertemu Sehun..”

Sehun menoleh pada Yoona menatapnya untuk beberapa saat, lekat dan dalam.

“Tapi akhir-akhir ini kita jarang bertemu Yoona.. tak tahukah aku begitu merindukanmu?”

Orang tua Yoona saling memandang, kemudian tersenyum memaklumi

“kalau begitu Mama dan Papa ke kamar dulu yah.. Sehun, Yoona. Nikmati waktu kalian”

Setalah Mama dan Papanya beranjak pergi, Yoona berbalik dengan cepat. Iris-nya menatap sehun marah.

“Jangan pernah berbicara seperti itu lagi.. Tidak di depan Mama dan Papa”

Sehun merespon dengan senyum singkat

“Oh, Kenapa Yoona? Ku rasa mereka sudah terbiasa dengan itu”.

Yoona menarik napas menahan kekesalanya.

Ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar. Ada hal yang lebih penting untuk di bicarakan

“Terserahlah!. Kenapa kemari?”

“Kenapa menelponku?”

“Sehun”

Sehun mengangkat bahu. Kedua tanganya ia biarkan bersidekap di depan dada, dan bersandar di lengan sofa dengan gaya seolah berkata ‘hari ini aku yang berkuasa’.

“logikanya, kau menelpon-ku tanpa tahu aku ada di sini”

“Jadi apa yang membuat Yoona-ku ini menelpon?”

Ucapan sehun barusan membuat Yoona memutar mata

Ini dia, Oh sehun dengan sisi dominannya

“kau sungguh pintar memutar pertanyaan”

Alis tebal Sehun mengangkat santai

“ku anggap itu pujian”

“Aku ingin berbicara serius. ini masalah—“

“Jika ini tentang dia, Demi Tuhan!. Yoona.. aku tak datang untuk ini”

Sehun menggeram dengan spontan di sampingnya bahkan ketika Yoona belum menyelesaikan ucapanya. Dia, entah bagaimana, telah lebih dulu tahu kemana Yoona akan membawa pembicaraanya.

“Sehun..”

“Cukup yang kemarin Yoona.jangan membuatku lebih marah lagi”

“ Ohh.. Baiklah, maafkan aku..”

ini finalnya, Yoona mungkin akan membahas masalah ini lain kali ketika Sehun dalam keadaan baik untuk berdiskusi. Sehun saat marah sangat menyeramkan. kemarin saja (saat sehun dan Yoona bertengkar) Yoona sampai tak bisa berkata-kata.

“Jangan mengucap maaf padaku Yoona.. kau tahu betapa aku membencinya.”

Mata sehun berkilat tak suka sedang Yoona ..

Ayolah! Sebenarnya apa sih yang mama Sehun makan saat hamil? Kenapa sikap Sehun jadi begini!.

“Aku datang bukan untuk melihatmu begini. Ikut aku..”

.

 

.

 

Ketika sehun bilang akan mengajaknya ke suatu tempat sebelum membawanya masuk ke dalam mobilnya tadi, Entah bagaimana Yoona sudah yakin akan tempat ini,

Pantai.

Yoona takkan pernah lupa sebesar apa ketenangan yang Pantai berikan ketika ia berada di sekitaranya. terpaan Ombak di pantai entah mengapa selalu membuatnya nyaman.

Yoona yang masih terdiam di tempatnya tak sadar ketika Sehun sudah berjalan lebih dulu di depan, menggambar lingkaran dan meneriakkan nama Yoona Untuk segera menghampirinya.

“Duduklah” pinta Sehun ketika Yoona tetap berdiri diam.

Yoona menurut dan duduk tepat di dalam lingkaran yang Sehun gambar.

Tapi yang tak di sangka olehnya, Sehun duduk di belakangnya dan langsung memeluknya dalam posisi duduk dengan dagunya yang bersandar di bahu Yoona yang kurus.

“Sehun..”

“Biarkan seperti ini, kumohon”

Terpaan ombak menghempas rambutnya yang tergerai dan itu menenangkan.

Dan Sehun yang masih betah memeluknya membuat persaan Yoona semakin tenang.

“Mulai sekarang aku juga akan menyukai pantai”

Suara Sehun membuat Yoona meliriknya

“Kenapa?”

Sehun membuka mata, menatap Yoona dengan perbedaan jarak sesenti saja. Ini terlalu dekat dan membuat persaan Sehun menghangat.

“Karna kau juga suka.Dan aku akan menyukai apapun yang kau suka”

Ohh.. ya, Yoona tahu itu. Sehun akan menyukai apapun yang Yoona suka.

“Jadi kau akan berfikir untuk belajar berenang?”

Kening Sehun yang mengerut terlihat jelas dari sudut matanya

“Ku rasa itu tak ada hubunganya dengan pantai”

“Ayolah, Setiap orang yang datang ke pantai takkan melepas kesempatan untuk berenang di dalamnya”

“ya.. setiap orang kecuali aku”

Yoona tertawa mendengarnya.

“Kau cantik saat tertawa”

Yoona memutar mata tanpa sadar. Meski begitu tetap diam dan kembali menatap ke depan

“Aku serius. Dan Jangan tertawa secantik ini di depan orang lain, hanya padaku saja.”

Ucapan Sehun saat itu, membuat sisian pipinya merona dengan sendirinya.

Karna Yoona akan selalu menjadi dirinya yang sebenarnya ketika Sehun ada.

“Aku suka saat kau merona”

Ada apa sebenarnya dengan sehun hari ini. Mengapa dia bertindak begitu manis

Dalam hati Yoona mengumpat. Sehun dalam mode manis seperti ini hanya ada dalam beberapa kondisi. Salah satunya adalah saat­, Ohh.. tidak jangan katakan Sehun akan—

“Kau tahu-kan bagaimana aku mencintaimu Yoona…”

Sehun mengengam tanganya, bermain sesaat dengan jemari lentiknya.

Sementara di sebelahnya, Yoona mengatupkan mata.

Ini tidak benar!

“Sehun sebaiknya kita pulang”

Yoona baru saja akan berdiri ketika tangan sehun mencekalnya dan membuatnya kembali duduk dalam posisi. Dengan sehun yang masih memeluknya

“Aku belum selesai Yoona”

Sehun menatapnya dalam, tapi Yoona tahu ada amarah di disana

“Ayo berkencan”

“Sehun!”

Yoona memkik tak suka. Sedang Sehun seolah tak peduli dengan responya

“Ayo kita berkencan Yoona.. “ ulang-nya lagi.

Ini sudah terhitung yang ketiga kalinya, Sehun mengatakan pada Yoona dan tanggapan gadis itu sama. Yoona tidak suka mendengarnya dan selalu mengalihkan pembicaraanya.

Sehun tahu Yoona punya alasan kenapa selalu bersikap demikian, tapi jika alasan kali ini masih sama, alasan bahwa balas budinya belum berjalan sempurna, atau apalah alasan menyangkut Seohyun dan keluarganya, Sehun benar-benar akan menyudahi semua.

“Kau tahu kita tidak bisa, Sehun.. tidak saat Seohyun—”

Sura Yoona bergetar, tak mampu melanjutkan manik indahnya itu mentap Sehun penuh penyesalan.

“Tidak. kita bisa Yoona, Kau bisa. Dan demi tuhan! Apa kau benar-benar berharap aku bersama Seohyun?!”.

Yoona terdiam dengan kepala tertunduk dalam

“Yoona dengarkan aku—“ Sehun mengangkat kepalanya perlahan. manik matanya saling menatap lekat.

“—Aku tahu kau bisa melewati ini, Kita hanya perlu mencari cara lain”

Lanjutnya kemudian.

Dari sudut matanya Sehun bisa melihat Yoona mengeluarkan Air mata,dan ini menyakitkannya. tentu saja! apa yang lebih menyakitkan lagi dari melihat orang yang kamu cintai menangis seperti ini.

“Tidak ada cara lain Sehun, tidak ada..”

Yoona menjawab setengah berteriak. Dalam hati meyakinkan dirinya jika memang ada cara lain untuk menebus pengorbanan orang itu ia akan lakukan. Apapun itu! tapi nyatanya tidak ada.Dan Yoona yakin Sehun tahu itu.

“Kau tahu lebih dari siapapun Sehun.. sudah tak ada cara lagi”

Isakan Yoona itu membuat Sehun marah dan sedih di saat yang sama

“kalau begitu hentikan saja! Lupakan balas budi-mu itu dan berhenti menyiksa di rimu! b-berhentilah menyiksaku..”

Entah bagaimana awalnya, kini wajah Sehun sudah sama basahnya.Air mata juga turut jatuh dari kedua matanya tapi respon Yoona tetap sama.

Yoona bahkan mengeleng kuat dengan tubuh yang mulai bergeter hebat.

“B-bagimana bisa aku melupakanya Sehun… d-dia menyelamatkanku, t-tapi aku membiarkan mati begitu saja…aku masih bisa mengingatnya, d-darahnya ada di tanganku.. d-darah ada dimana-mana”

Sehun langsung memeluk Yoona ketika melihat betapa frustasinya dia, bahkan ia menatap dirinya sendiri hina. Seakan itu memang kesalahanya dan Sehun sungguh tak kuat untuk melihat Yoona seperti itu.

“Maafkan aku Yoona, maafkan aku… kita akan tetap melanjutkannya, kita tetap akan melanjutkanya…”

Sehun berucap berulang-ulang

Tapi Yoona yang memekik ketakutan dalam pelukanya membuat Sehun mau tak mau makin mengeratkan pelukan. Tak peduli Yoona akan kesakitan. Sebab Sehun tahu pasti, saat ini pikiran Yoona jauh melayang pergi entah kemana,yang ada hanya Im Yoona dengan segala traumatik yang dia derita sebelas tahun lamanya.

Meskipun merasa sama frustasinya dengan Yoona,

Sehuntak dapat berbuat banyak. yang bisa di lakukanya kini hanya terus memanggil nama Yoona, berusaha menyadarkanya yang jelas terguncang hebat dalam pelukanya, seraya menahan tangisnya meski percuma, Airmata itu nyatanya sudah lebih dulu menerobos jatuh mengaliri pipinya.

.

 

.

Ketika sampai di pekarangan Rumah Yoona, Sehun menatap Jam Rolex hitam yang Yoona berikan sebagai hadiah ketika Ulang tahun ke-tujuhbelas nya dan mendesah, ketika jarum pendek yang berdenting itu menunjuk pukul 11 lewat.

Butuh waktu lama untuk menenangkan Yoona dari Traumanya. Dan Sehun sangat menyesal karna bagaimanapun, dialah yang memunculkan kembali ketakutan yang Yoona pendam bertahun-tahun itu.

Sehun melirik Yoona yang tertidur di sebelahnya cukup lama, sebelum keluar untuk kemudian mengendong Yoona dan membawanya masuk kerumahnya.

“Ya tuhan.. Sehun, bagaimana Yoona?”

Mama Yoona bersuara, ketika Sehun melewati ruang tengah.

Wajah Wanita setengah baya itu terlihat cemas ketika melihat Yoona berada dalam boponganya.

Sehun tadi menghubungi Mama Yoona dan berkata bahwa trauma Yoona menghampirinya dan itu membuat Yoona   histeris dalam pelukannya.

“ Dia baik-baik saja, mungkin karna lelah membuatnya tertidur. Dan maaf Ma… aku masih harus menunggu dia tenang tadi itulah mengapa aku terlambat membawanya pulang.”

“Lega mendengarnya…kalau begitu bawalah dia ke kamarnya, Sehun”

Sehun menganguk, Sekilas memperbaiki posisi Yoona dalamgendonganya, dan segera meniti tangga membawa Yoona ke kamarnya.

Ketika Sehun membaringkannya, Yoona sedikit melengguh dalam tidurnya tapi sesaat kemudian terbuai kembali dalam mimpinya.

Sehun untuk sejenak terpana.

Yoona selalu cantik dalam kondisi apapun, bahkan setelah menangis dan berteriak seperti tadi, semua itu tak dapat menutupi bagaimana cantiknya gadis itu saat ini. Itulah mengapa hingga beberapa menit setelahnya, Sehun masih tetap memperhatikan Yoona dalam diamnya.

Tapi ketika kemudian matanya tak sengaja melirik weker Merah di atas meja, Sehun sadar ini sudah terlalu larut. Jadi dia benagkit memperbaiki posisi selimut Yoona, dan mengecup keningnya lama, sebelum kemudian membisikan sesuatu di telinganya.

Dan, benar-benar berlalu dari sana.

 

 

 

Ketika Sehun dirasa sudah tak ada, Yoona membuka mata menatap kosong pintu yang sehun tutup sebelumnya kemudian berucap dengan nada penuh ke lirih-an yang membekamnya

“Aku juga sehun… aku juga mencintaimu…”

.

 

.

 

Tbc…

A/N :Nah loh.. siapa yang mikir nih cuman cerita Roman dengan genre Teens biasa? Ini jelas beda sama apa yang kalian pikir Kan? *bener gak sih*

Hehe.. okey lah gak pengen banyak cuap2 juga ntar apa-apanya yang masih ngebingungin bakal di kupas dari part ke part…

So… Sampai ketemu di part 4

PS : kalau responya banyak bakal di posting lebih cepat😀

52 thoughts on “[Freelance] Series : Broken Heart #3

  1. thoor….
    pliz deh….
    ane kire uda nak tamat ni crite…
    ternyata masi ada 1 lagi…
    ye laaaaa
    ane tunggu ya thoor…

  2. Yaampun keren bgt!!!
    Bagus thor ffnya
    Hehehee
    Duh makin kepo gmna yoona sama sehun kedepannya😦
    Yoona punya utang budi apa sih sama seohyun😦
    Penasaran wkwk
    Ditunggu chapter slanjutnya ya thor

  3. Oh Jadi krn Seohyun yoona jadi ga nerima sehun
    Tapi nih ya aku bingung, yg nyelametin yoona emg siapa? Kok sampe histeris gitu? Apa hub nya sama Seohyun coba? Aku uda lupa part sblm nya Soalnya hehe

  4. Nyesssssek bgt thor😱😭 oppa ama eooni nae hrus tersiksa gtuh pdhl slg cinta😢 huhuhu terbaik thor👍 maaf bru bisa ngomen cause nae lg uts kmrn😛ditunggu series slanjutnya thor😀😊😁 fighting!

  5. Apa hubungan nya yoona sma keluarga seohyun? Balas budi apa?
    Masih tanda tanya?
    Berharap sehun sma yoona ga nyerah sma perasaannya cuma ragara balas budi🙂

  6. AAAAAAAA ff nya keren bangetttttt
    Itu si yoona kebaikan dehhhh
    Aduhhhh kasian kan yoona sama sehun yaang sengsaraa
    Next chapt dilanjut thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s