[Freelance] Special Girl (Chapter 5)

Special Girl - Poster

Chastell present

Im Yoon Ah | Oh Sehun | Kris Wu

School life, romance, fluff

Poster by Xoshinki

Akhir-akhir ini, setiap kelas dari Hannyoung High School sibuk mempersiapkan drama musikal, terutama pada hari ini mereka berlatih sangat keras karena festival ulang tahun sekolah akan dilaksanakan besok. Hanya tersisa hari ini hingga besok mereka akan tampil di atas panggung. Kesibukan itu juga berlaku di kelas 11-A dan kelas 11-B yang bergabung.

“Baiklah. Latihan kita cukup sampai di sini saja dan aku rasa latihan kita selama beberapa minggu ini sudah cukup. Mari kita lakukan yang terbaik agar penampilan kita dapat maksimal. Ayo, semangat!” Ucap seorang namja yang selama ini sudah mengatur proses latihan drama musikal mereka.

Semua murid yang ada di kelas bertepuk tangan dan berteriak-teriak tanda mereka siap untuk tampil besok, “istirahat yang cukup. Agar besok bisa tampil dengan fresh. Jaga kesehatan kalian,” ucap Seohyun sambil tersenyum manis yang disambut dengan senyuman kagum para murid di kelas itu.

Setelah itu, semua murid-murid mulai membereskan barang-barang mereka sambil sedikit berbincang-bincang.

“Apa kalian tahu, aku sangat kaget dengan kemampuan acting Yoona saat pertama kali kita latihan!”

“Aku juga kaget! Ia tampak sangat… Berbeda!”

“Itu benar! Kemampuan acting-nya patut diacungkan jempol! Dia terlihat sangat keren!”

“Ternyata orang menakutkan seperti dia bisa ber-acting juga ya…”

“Walaupun sedih, tapi tak bisa kupungkiri, chemistry Sehun dan Yoona sangat… ahh.. tak dapat kudeskripsikan dengan kata-kata,”

Begitulah perbincangan murid-murid di kelas itu dan sepertinya perbincangan itu sampai di telinga Sehun dan Yoona.

Ekhm, apa kau senang?” Tanya Sehun ingin menggoda Yoona.

“A, aku tak mengerti apa maksudmu,” jawab Yoona sambil menundukan wajahnya.

“Untuk pertama kalinya kau dipandang postif oleh mereka, bahkan mereka memujimu. Hm, I think you’re flying now,” lanjut Sehun semakin menggodanya.

YA! Stop it!” Ucap Yoona sedikit berbisik sambil memukul Sehun.

“Sepertinya ada yang sedang malu,” jawab Sehun sambil terkekeh senang melihat ekspresi Yoona.

“Oh Sehun!” Ucap Yoona dengan suara kecil sambil mencubit pinggang Sehun kuat.

Aw! YA! It’s hurt!” Teriak Sehun tiba-tiba yang membuat murid-murid yang masih ada di kelas melihat ke arahnya.

Oh shit. Yoona tak suka menjadi pusat perhatian, oleh karena itu ia segera keluar dari kelas yang kemudian disusul oleh Sehun.

YA! Mengapa kau tiba-tiba pergi?” Tanya Sehun sedikit kesal karena ditinggal Yoona secara tiba-tiba.

“Kau tahu, aku tak suka menjadi pusat perhatian,” jawab Yoona kesal.

“Kau bahkan akan tampil di atas panggung besok dan akan menjadi pusat perhatian,” ucap Sehun tak kalah kesalnya.

“Gara-gara siapa aku harus menjadi pusat perhatian besok?” Tanya Yoona menatap tajam Sehun.

“Dan mengapa kau menerimanya?” Tanya Sehun membalas tatapan Yoona.

“Karena kau selalu menghantuiku dengan kata-kata hutang budi harus dibayar dan aku bukan tipe orang yang suka berhutang dengan orang. Seberat apapun itu, pasti akan kubayar.” Jawab Yoona menatap tajam Sehun.

“Jadi… Kalau aku memintamu menciumku, kau juga harus mau, hm?” Tanya Sehun mulai menggoda Yoona lagi.

“Apa?” Tanya Yoona nyaris berteriak.

Kiss me,” jawab Sehun sambil menahan tawa melihat reaksi Yoona.

“Dasar be—” ucapan Yoona terputus karena ada seseorang yang memanggilnya.

“Apa yang kau lakukan di sini bersama Sehun?” Tanya orang itu—Kris.

Yoona menatap malas Kris setelah melihat seorang yeoja di samping Kris, “hanya sedikit berbincang.”

“Sepertinya… Kalian semakin dekat, hm?” Tanya Kris dengan nada tidak suka.

“Tentu saja dan sepertinya kalian juga sangat dekat. Apa kalian sudah pacaran?” Tanya Sehun sambil tersenyum miring.

“A, apa yang kau maksud Sehun-ah. Aku dan Kris oppa memang dekat. Tapi kami tidak pacaran. Lagi pula, aku ‘kan juga dekat denganmu,” ucap Seohyun sambil tersenyum malu yang hanya dibalas dengan tatapan ‘aku tak pernah merasa kalau kita ini dekat’ dari Sehun.

Hm, Yoong. Mari kita bicara sebentar,” ucap Kris sambil menarik tangan Yoona dengan lembut.

“Mengapa tidak bicara di sini saja?” Tanya Seohyun tak suka.

“Karena ini hal pribadi, Seo. Tunggulah di sini,” jawab Kris yang membuat Seohyun cemberut tetapi kemudian tersenyum lagi ketika mengajak Sehun berbicara.

Yoona hanya mengikuti langkah Kris yang semakin menjauh dari Sehun dan Seohyun.

“Apa yang mau kau bicarakan?”Tanya Yoona.

“Apa kau marah padaku?” Tanya Kris.

Yoona mengerutkan keningnya, “mengapa aku harus marah?”

“Kau jarang menjawab pesanku dan kau tampak seperti menghindariku,” jawab Kris.

“Itu hanya perasaanmu saja,” jawab Yoona.

“Tidak, Yoong. I feel like there is a gap between us.” Ucap Kris.

Hm, really? I don’t think so.” Jawab Yoona sambil melihat ke arah lain.

“Apa kau marah karena aku pernah memarahimu karena Seohyun?” Tanya Kris penasaran.

“Aku tidak marah.” Jawab Yoona singkat.

“Kau berbohong. Kita sudah berteman sejak kecil dan aku sungguh mengertimu.” Ucap Kris tegas.

Oh, really? Kalau begitu mengapa kau lebih percaya pada Seohyun yang baru kau kenal dibandingkan aku yang sudah berteman denganmu sejak kecil?” Tanya Yoona yang mulai kesal.

“Jadi kau ma—” Ucapan Kris terpotong karena Yoona tiba-tiba melanjutkan ucapannya.

“Kau selalu memandang secara objektif, Kris. tak bisakah kau memandang secara subjektif? Coba kau pikir, untuk apa aku mendorong Seohyun yang belum aku kenal? Memangnya aku tipe orang yang seperti itu? Lalu untuk apa aku mencuri handphone Seohyun kalau aku sendiri sudah memiliki handphone yang baru kubeli sebulan lalu? Kau bilang kalau kau sudah sangat mengerti dan mengenalku, tapi? Cih.” Ucap Yoona mengeluarkan semua kekesalannya.

Kris terdiam untuk beberapa detik untuk mencerna perkataan Yoona, “kau benar… Tapi untuk kasus kau mendorong Seohyun aku tak bisa tak menyalahkanmu karena aku melihat sendiri bahwa tanganmu mendorong tangannya hingga ia terjatuh.”

Yoona mendesah napasnya kasar, “apa kau tahu kejadian sebenarnya? Ia yang melepaskan tangannya dari genggamanku dan tiba-tiba melemparkan diri hingga jatuh.”

“Apa? Tapi, untuk apa dia sengaja melemparkan diri?” Tanya Kris kaget.

“Bagaimana aku bisa tahu. Sudahlah Kris, terserah kau mau percaya atau tidak. Yang jelas, aku tak mau berdebat denganmu.” Ucap Yoona malas.

“Baiklah. Akan kupikirkan nanti. Hm, mau pulang bersama?” Tanya Kris.

“Tidak. Ada James yang sudah menungguku di depan. Aku pergi dulu,” ucap Yoona sambil berjalan ke arah Sehun dan Seohyun yang diikuti oleh Kris.

“Sudah selesai, oppa? Ayo kita pulang, ajak Sehun dan Yoona juga ya?” Tanya Seohyun yang bergelayut manja di lengan Kris.

Sehun memandang jijik ke arah Seohyun dan mengalihkan pandangannya ke arah Yoona yang memberikan tatapan ‘aku pulang dulu ya’. Kemudian Yoona langsung membalikkan badannya dan pergi begitu saja.

“Mengapa Yoona selalu cuek padaku?” Tanya Seohyun memasang wajah sedih.

“Dia memang tipe yang seperti itu. Tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik,” jawab Kris sambil tersenyum memandang punggung Yoona.

“Tapi, dia tak pernah baik padaku. Aku jadi sedih…” Jawab Seohyun menundukkan kepalanya, tepat setelah Seohyun berbicara Sehun berjalan pergi.

“Sehun-ah! Pulanglah bersama kami!” Teriak Seohyun.

Sehun hanya diam dan terus berjalan tidak menggubris ucapan Seohyun dan itu membuat Seohyun menggigit bibirnya kesal.

“Sudahlah, ayo pulang. Aku capek,” ucap Kris yang dibalas dengan anggukan manis dari Seohyun.

««««

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh murid-murid serta guru-guru dari Hannyoung High School, festival ulang tahun sekolah. Selain karena tidak sabar untuk menampilkan dan menyaksikan drama musikal dari tiap kelas, mereka juga sangat senang dengan suasana festival yang menyenangkan, ditemani oleh beraneka makanan dan minuman yang enak.

“Mau berkeliling bersama?” Tanya Sehun pada yeoja di sampingnya.

Hm, no. I’ll just stay here till we perform,” jawab yeoja itu sambil memainkan handphone-nya.

Are you sure? I think you’ll be bored soon,” jawab Sehun sambil menarik handphone yeoja itu.

YA! Kembalikan handphone-ku!” Ucap yeoja itu sambil berusaha mengambil kembali handphone-nya.

Nope. Ayolah, masa kau mau berdiam di sini selama lima jam?” Tanya Sehun.

“Asal bersama handphone dan bukuku, waktu akan berjalan cepat. So gimme back my phone!” Jawab Yoona berusaha merebut kembali handphone-nya.

“Mengapa kau tak mau berkeliling?” Tanya Sehun.

Yoona terdiam untuk beberapa detik setelah mendengar pertanyaan Sehun, “sebenarnya aku sangat ingin berkeliling dan menikmati suasana festival, tetapi aku tidak mau berkeliling denganmu.”

Why?” Tanya Sehun memasang wajah datar.

Yoona tersenyum tipis melihat wajah Sehun yang tidak ada ekspresi, “kau populer dan apabila aku berjalan bersamamu maka—”

“Maka kau akan menjadi pusat perhatian dan kau tidak suka itu,” lanjut Sehun yang memotong ucapan Yoona.

Yoona hanya terkekeh pelan mendengar ucapan Sehun. “Ayolah, Yoona. Tidak usah mempedulikan mereka. Temani aku,” ucap Sehun yang langsung menarik tangan Yoona dan keluar dari belakang panggung yang sepi.

“Kau selalu seenaknya,” ucap Yoona sambil mengimbangi jalannya dengan Sehun.

That’s why many people love me,” jawab Sehun masih menggandeng tangan Yoona.

“Percaya diri sekali, Tuan Oh,” ucap Yoona sambil menatap Sehun tajam.

Oh, percaya diri harus dimiliki setiap orang,” jawab Sehun tanpa melihat ke arah Yoona.

Jawaban Sehun membuat Yoona menghembuskan napas kasarnya karena ia tahu bahwa ia tak akan menang kalau berdebat dengan Sehun.

Selama berjalan-jalan mengitari stand-stand makanan dan minuman, Yoona merasakan banyak sekali mata yang memandangnya dan terdengar juga bisikan-bisikan mereka yang tak sengaja sampai ke telinga Yoona.

“Sehun selalu cuek dengan yeoja lain, tetapi ia sangat dekat dengan Yoona yang notabenenya adalah yeoja kutu buku yang tidak populer.”

“Aku sangat iri dengan kedekatan Yoona dengan Sehun, kadang aku merasa marah karena Yoona selalu mendekati Sehun.”

“Tapi, mereka ada hubungan apa?”

“Tidak tahu. Dengan kondisi kedua tangan mereka yang bertautan, mereka terlihat seperti… pasangan.”

Oh, tidak. Itu tidak boleh terjadi.”

Mendengar bisikan itu, Yoona langsung melihat ke arah tangannya yang bergandengan dengan tangan Sehun dan menggigit bibir bawahnya, “Sehun-ah,”

“Apa?” Tanya Sehun yang masih melihat-lihat stand yang akan mereka kunjungi.

“Kau lupa melepaskan tanganku,” ucap Yoona sambil berbisik pelan.

“Aku tidak lupa, tapi aku sengaja,” jawaban singkat Sehun itu membuat mata Yoona terbelalak.

Baru saja Yoona ingin mengucapkan kalimat protesnya, Sehun berbicara dengannya, “Ah, di sana ada stand ice ceram. Want it?

Yoona melihat ke arah yang Sehun maksud kemudian memandangnya dengan mata yang berbinar-binar, “Of course!

Dengan santai mereka berjalan ke arah stand ice cream itu, “Satu ice cream choco mint dan satu ice cream green tea.”

Dengan cepat penjual es krim membuat pesanan mereka kemudian menyerahkan es krim yang sudah selesai itu pada mereka berdua, “silahkan menikmati,”

Setelah mengambil ice cream itu, mereka berjalan menuju sebuah bangku taman yang sepi karena letaknya lumayan jauh dari tempat festival diadakan. Baru saja Yoona meletakkan bibirnya ke ice cream choco mint-nya, tiba-tiba bibir Sehun juga mendarat di ice cream Yoona yang menyebabkan wajah mereka sangat dekat dan kedua bibir mereka hampir bertemu.

Yoona yang kaget hanya bisa mematung dengan mata yang terbuka lebar, sedangkan Sehun melepaskan mulutnya dari ice cream Yoona, “Enak juga. Lain kali aku akan membeli rasa itu. Mau coba punyaku?” Tanya Sehun sambil menyodorkan ice cream-nya.

Karena bingung melihat Yoona yang masih berada di posisi tadi dan tidak menjawab pertanyaannya, Sehun pun melambaikan kedua tangannya di depan wajah Yoona dan itu membuat Yoona sadar, “ahh, ya?”

“Apa yang sedang kau lamunkan?” Tanya Sehun pada Yoona.

Eh? Oh, no, nothing,” jawab Yoona melihat ke arah lain.

“Yoona!” Panggil sebuah suara yang membuat Yoona menoleh ke arah sang suara, “Kris?”

“Kemana saja kau? Dari tadi aku mencarimu tapi tak kunjung menemukanmu dan ternyata kau di sini—bersama Sehun,” ucap Kris sambil menatap lekat Yoona.

“Ada apa?” Tanya Yoona.

Hm, ada yang ingin kusampaikan, bisa kita bicara berdua sebentar saja?” tanya Kris menatap Yoona penuh harap.

Yoona menatap Sehun sejenak dan hanya dibalas dengan tatapan ‘pergi saja’ dari Sehun yang membuat Yoona tersenyum tipis dan menyanggupi permintaan Kris.

Kris menarik tangan Yoona dan menggandengnya menjauh dari Sehun, “jadi, apa yang ingin kau sampaikan?”

“Aku sudah memikirkannya tadi malam dan kau benar. Maafkan aku…” Lirih Kris menatap Yoona dengan tatapan bersalah.

“Yah, baguslah kalau kau masih bisa percaya padaku,” jawab Yoona pelan.

“Maafkan aku. Seharusnya aku lebih mempercayaimu yang notabenenya adalah orang yang sudah kukenal selama bertahun-tahun,” ucap Kris menatap dalam Yoona.

Yoona hanya mengangguk pelan, “sudah, lupakan saja.”

Kris memeluk Yoona dan berbisik dengan lembut, “aku menyayangimu, Yoong.”

Entah mengapa, hanya dengan tiga kata yang diucapkan Kris itu bisa membuat darah Yoona berdesir. Yoona merasa bahwa kata-kata itu benar-benar diucapkan dari lubuk hati terdalamnya Kris.

“Aku juga menyayangimu,” jawab Yoona sambil tersenyum lembut.

“Mau berkeliling bersama?” Tanya Kris tanpa melepaskan pelukannya.

“Boleh saja, tapi, aku bersama dengan Sehun,” jawab Yoona.

“Kau sekarang dekat dengnnya,” ucap Kris dengan nada cemburu.

“Semenjak kau dekat dengan Seohyun,” balas Yoona sambil terkekeh pelan.

“Aku baik pada Seohyun karena dia pernah menyelamatkan eomma dan dia selalu menemuiku setiap saat, jadi bagaimana bisa aku tidak menjadi dekat dengannya,” ucap Kris.

Yoona hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Kris. “Sehun itu—bagaimana?” Tanya Kris.

Yoona menatap Kris sambil tersenyum tipis, “dia baik, entah mengapa Sehun bisa membuatku nyaman ketika bersamanya. Padahal kita baru saja kenal.”

Jawaban Yoona membuat hati Kris berdenyut perih. “Mari kembali ke taman, sepertinya Sehun sudah menunggu lama,” ucap Yoona sambil menggandeng tangan Kris.

««««

Saat ini, semua murid-murid duduk di bangku yang telah disediakan untuk menonton pertunjukan drama musikal kecuali murid dari kelas 11-A dan 11-B yang mendapatkan nomor undian ketiga untuk tampil. Setelah beberapa kelas sebelumnya yang menampilkan drama mereka dengan cukup bagus, kini giliran kelas 11-A dan 11-B yang akan menampilkan drama musikal Cinderella-nya.

“Semangat! Kita pasti bisa melakukannya dengan baik,” ucap Sehun menyemangati Yoona yang tampak gugup.

Yoona tersenyum gugup, “ya, tapi aku masih saja gugup walaupun aku sudah mengatakan berulang kali pada diriku bahwa ini akan berjalan baik-baik saja.”

Sehun mengangkat kedua tangannya kemudian menggeliti Yoona yang langsung melompat berdiri karena kaget dan geli, “YA! What are you doing?!” Bisik Yoona karena tak mau murid lain menyadari apa yang ia lakukan.

Sehun tidak menghiraukan pertanyaan Yoona, ia dengan cepat mulai menggeliti pinggang Yoona lagi dan itu semakin membuat Yoona geli, “Sehun! Stop it! Please!

Setelah puas menggeliti Yoona, Sehun terkekeh pelan kemudian menatap Yoona, “feel better?

What?” Tanya Yoona yang tak mengerti pertanyaan Sehun.

Feel better?” Ulang Sehun.

Yoona terdiam sejenak, tetapi tak berapa lama kemudian Yoona menatap Sehun, “apa kau menggelitiku agar rasa gugupku hilang?”

Sehun hanya mengangguk pelan sebagai jawaban dari pertanyaan Yoona.

Yoona tersenyum tipis dan menatap Sehun dalam, “terima kasih.”

.

.

Semua orang bertepuk tangan ketika tirai panggung dibuka dan tampaklah Yoona yang berpakaian lusuh dengan rambut disanggul ke belakang sedang menyapu lantai. Semua penonton tampak sedikit kaget dengan penampilan Yoona yang berbeda, apalagi Yoona tidak memakai kacamata. Mereka juga kaget akan kemampuan acting Yoona yang bagus bak profesional, tak lupa dengan suaranya yang ternyata sangat merdu saat bernyanyi.

Semua penonton berteriak dan bertepuk tangan saat Yoona bertemu dengan Sehun dan berdansa. Sampailah cerita pada klimaksnya, Yoona berlari keluar istana karena sudah jam dua belas malam, tetapi sepatu kacanya tertinggal di belakang dan diambil oleh Sehun.

Setelah adegan itu selesai, tirai ditutup sejenak untuk mengganti latar. Ketika tirai dibuka, tampaklah Yoona dan Seohyun yang berada sebuah kamar.

“Kau kemanakan gaun mahalku?!” Teriak Seohyun.

“Saya tidak tahu, kak. Saya tidak pernah melihatnya,” jawab Yoona dengan suara yang lembut.

“Kau tidak usah berbohong!” Teriak Seohyun sambil mengambil air yang berisikan lemon yang ada di atas meja dan menyiramkannya ke wajah Yoona.

Yoona kaget dengan adegan yang sebenarnya tidak ada di skenario itu. Mata Yoona menjadi perih karena air lemon yang masuk ke dalam matanya, karena tidak tahan, Yoona mengucek-ngucek matanya yang perih itu dan lepaslah softlens yang dipakai oleh Yoona.

Aduh, bagaimana ini. Softlens-ku lepas.’ Batin Yoona yang sedang sangat panik. Tetapi Yoona tidak mau hasil latihan mereka selama ini sia-sia hanya karena ini. Jadi, Yoona tetap melanjutkan acting-nya.

“Saya tidak berbohong, kak.” Ucap Yoona masih menundukkan kepalanya.

“PEMBOHONG! Apa kau tidak tahu betapa mahalnya gaun itu?! Dasar kurang ajar!” Teriak Seohyun sambil menjambak keras rambut Yoona.

Yoona tersentak kaget karena perlakuan Seohyun yang sangat kasar dalam menarik rambutnya. Tiba-tiba saja Seohyun menghentakkan rambut Yoona hingga jepit-jepit kecil yang Yoona gunakan untuk menempel di kepalanya terlepas dan jatuhlah wig hitam Yoona ke atas lantai. Terpampanglah rambut biru Yoona.

Setelah kejadian itu, suasana menjadi sangat hening. Semua penonton sangat kaget dengan apa yang baru mereka lihat, terutama Seohyun yang melihat dalam jarak dekat. Yoona mengeratkan kedua tangannya dan berusaha menahan tangis dan mencoba berani. Yoona tidak mau merusak drama mereka.

Yoona mengambil rambut palsunya yang jatuh di atas lantai kemudian memasangkannya asal di kepalanya dan melanjutkan acting-nya. Seohyun yang awalnya masih shock ditatap tajam oleh Yoona agar melanjutkan acting mereka.

Setelah beberapa menit, selesailah drama musikal mereka. Drama mereka bisa dibilang sukses jika melupakan kejadian lepasnya rambut dan softlens Yoona. Tirai panggung ditutup diiringi dengan tepuk tangan dari penonton. Setelah tirai sudah tertutup sempurna, Yoona langsung berlari keluar dari area panggung dikejar oleh Sehun.

“Yoona!” Panggil Sehun yang masih mengejar Yoona. Sedangkan Yoona masih terus berlari hingga sampai di atas atap sekolah dan menangislah Yoona.

Sehun datang duduk di samping Yoona, “jangan menangis, Yoona.”

Yoona terus saja menangis dengan badan yang bergetar. Sehun yang tidak tahan melihat Yoona langsung menarik Yoona ke dalam pelukannya.

“Menangislah sepuasmu. Aku akan menemanimu…” Ucap Sehun sambil mengelus rambut Yoona.

Mendengar ucapan Sehun, tangisan Yoona semakin menjadi-jadi, “bagaimana ini? Semuanya sudah ketahuan. Aku takut…”

Ini pertama kalinya Sehun melihat Yoona yang tegar dan dingin menjadi Yoona yang lemah dan ketakutan. Ini juga pertama kalinya Sehun melihat Yoona menangis, “Tenangkan dirimu dulu…”

Setelah beberapa menit, tangisan Yoona mulai mereda dan tubuhnya sudah tidak bergetar lagi, Yoonapun melepaskan pelukannya dari Sehun.

Feel better?” Tanya Sehun menatap Yoona.

Yeah. Thanks for the hug and comfort.” Ucap Yoona sedikit tersenyum.

Sehun membalas senyuman Yoona dengan tatapan yang lembut kemudian perlahan meletakkan tangannya di atas kepala Yoona dan melepaskan wig Yoona yang membuat sang empunya kebingungan dengan kelakuan Sehun.

Sehun memegang kedua bahu Yoona dan menghadapkan Yoona ke arahnya agar ia dapat melihat Yoona lebih jelas.

Look at my eyes.” Ucap Sehun yang membuat Yoona perlahan-lahan menatap Sehun.

Setelah beberapa detik Sehun memandang Yoona, akhirnya Sehun membuka mulutnya, “Are you stupid?

What?” Tanya Yoona yang kaget dengan pertanyaan Sehun.

“Kau bodoh, Im Yoona. Untuk apa menyembunyikan penampilan aslimu?” Tanya Sehun.

“Aku sudah pernah menceritakannya padamu saat kau memintaku untuk menceritakan diriku,” jawab Yoona.

“Maksudku, untuk apa menyembunyikan sesuatu yang indah? Kau menutup dirimu yang indah dengan penampilan lain. Apa itu tidak bodoh?” Tanya Sehun menatap lekat mata Yoona.

“Apa kau tidak tahu bahwa banyak orang di luar sana yang ingin mempunyai mata seindah milikmu. Banyak orang di luar sana yang ingin memiliki rambut biru indah sepertimu. Tapi? Mereka tidak bisa memilikinya. Mungkin mereka bisa dengan menggunakan softlens dan wig atau mengecat rambut mereka. Tapi itu berbeda dengan milikmu. Milikmu itu adalah alami, asli dan itu adalah keindahan yang diberikan oleh Tuhan.” Ucap Sehun panjang lebar yang membuat Yoona tertegun.

“Untuk apa takut? Masa lalu? Lupakanlah. Jangan terpaku oleh masa lalu. Pikirkanlah hari ini dan hari yang akan datang. Kurasa semua orang di dunia ini akan iri padamu.” Lanjut Sehun yang dibalas dengan tatapan tidak mengerti dari Yoona.

“Iri karena kau bisa mendapatkan keindahan seperti ini tanpa bersusah-susah. Ingat, kau cantik. Kau bahkan lebih cantik dengan rambut birumu dan mata berbeda warnamu. Kurasa, kau akan menjadi yeoja yang paling cantik di dunia ini dan akan banyak namja-namja yang mengejarmu. Kau spesial,” Ucap Sehun sambil tersenyum hangat.

“Kau tidak usah melebih-lebihkan,” ucap Yoona sambil sedikit terkekeh.

Hey, aku tidak melebih-lebihkan. Aku berbicara tentang fakta,” jawab Sehun penuh percaya diri.

“Fakta yang belum pernah terjadi,” jawab Yoona sambil memutar bola matanya.

“Jadi, cobalah terbuka. Tidak ada salahnya membuka diri. Jika ada yang berani mengganggumu, ada aku di sisimu,” ucap Sehun yang membuat Yoona tertegun karena tersentuh.

“Terima kasih. Aku… Akan coba memikirkannya…” Ucap Yoona sambil melihat ke arah langit.

“Ya, pikirkanlah baik-baik…” Ucap Sehun lembut.

««««

TOK TOK TOK!

Yoona yang awalnya sedang melamun sedikit tersentak karena suara pintu yang tiba-tiba berbunyi. Yoona berjalan pelan ke arah pintu dan memutar kenopnya, “Kris?”

“Apa kau baik-baik saja? Aku mencarimu saat di sekolah setelah drama musikal kalian selesai, tapi aku tak menemukanmu,” ucap Kris panjang lebar sambil menatap Yoona cemas.

“Aku baik-baik saja,” jawab Yoona tersenyum tipis.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?” Tanya Kris.

“Aku—sedang memikirkannya…” Jawab Yoona pelan.

“Tidak ada yang perlu disembunyikan lagi karena semuanya sudah melihat penampilan aslimu, Yoong. Be yourself,” ucap Kris sambil menatap lekat mata Yoona.

Hm, I know. Aku sedang mencoba untuk memberanikan diriku,” jawab Yoona.

“Baguslah. If something bad happen, I’ll protect you,” ucap Kris sepenuh hati sambil memeluk Yoona.

Thank you,” jawab Yoona sambil membalas pelukan Kris.

.

.

Sehun berlari cepat menuju ke atap sekolah setelah melihat tas Yoona sudah terletak rapi di meja Yoona. Setelah sampai, Sehun langsung membuka pintu atap sekolah dan Sehun terdiam untuk beberapa saat.

Bagaimana Sehun tidak terpaku melihat seorang Yoona sedang berdiri di bawah mentari pagi dengan rambut biru dan matanya yang indah. Seorang Yoona yang sedang tersenyum manis ke arahnya. Sehun merasa—berbeda.

“Sehun-ah?” Panggil Yoona karena Sehun sudah berdiri di depan pintu dan tak bergerak selama lebih dari 30 detik.

Eh, hm, ya?” Tanya Sehun yang tersadar dari lamunannya.

“Apa yang kau lakukan di sana ?” Tanya Yoona.

Ah, tidak,” jawab Sehun sambil berjalan ke arah Yoona. “Kau—membuat keputusan yang benar,” lanjutnya.

“Aku sudah memikirkannya matang-matang. I’ll just going to be myself,” jawab Yoona yakin.

Sehun tersenyum lembut ke arah Yoona sambil mengelus pelan rambut biru Yoona, “Terima kasih untuk tidak menyiksa dirimu lagi.”

Yoona yang tak mengerti hanya dapat memberikan Sehun tatapan bingungnya, Sehun yang sadar akan kebingungan Yoona pun membuka mulutnya, “aku tahu bahwa kau tersiksa selama ini karena telah memaksa untuk menyembunyikan penampilan dan sifat aslimu.”

Yoona tertegun dengan pernytaan Sehun dan hanya bisa menundukkan kepalanya karena tak tahu harus berbuat apa, “terima kasih.”

“Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Kita harus segera pergi ke kelas,” ucap Sehun.

Yoona menahan tangan Sehun, “Aku—takut.”

“Tidak perlu takut. I’m here with you. Perkenalkanlah dirimu yang asli kepada mereka, I’ll help you,” ucap Sehun yang membuat Yoona mengangguk pelan dan berjalan masuk ke gedung sekolah.

.

.

Semua murid menjadi sangat berisik dan berbondong-bondong berkumpul di depan kelas 11-A untuk melihat Yoona yang sekarang sedang berdiri di depan kelasnya ditemani Sehun.

Yoona memandang Sehun gugup dan dibalas dengan anggukkan mantap dari Sehun. Yoona menghirup napas yang panjang kemudian memberanikan diri untuk melihat ke arah teman-teman sekelasnya.

“Hai. Ini adalah—penampilan asliku yang sudah kututupi selama ini—”

TBC.

Haiii! Balik lagi sama chapter 5! Maaf kalau lambat publish-nya. Soalnya banyak banget ulangan dan udah mulai pemantapan tiap hari T.T

Maaf juga ya kalo ceritanya makin ga jelas soalnya akunya juga bener-bener stuck T.T

Aku ada baca comment kalian semua. Lalu salah satunya ada yang bilang kenapa Yoona pakai wig padahal bisa cat rambut. Jadii, aku mau jelasin nih. Waktu itu kan Yoona masih kecil, masa kecil-kecil udah dicat rambutnya? Apalagi kalo cat rambut, jadinya harus cat berkali-kali karena kalo rambut udah panjang bagian atasnya nampak warna asli rambutnya, kan jadinya repot. Jadi, pake wig aja dengg wkwkwk.

Makasih buat para readers baik hati yang udah mau comment dan baca ff ini, aku seneng banget😄

Keep reading and support me yah! Don’t forget to comment yah!😀

Bonus pic for my lovely readers! The blue hair Yoona!

87 thoughts on “[Freelance] Special Girl (Chapter 5)

  1. Omg akhirnya yoona mnunjukan jati dirinya, aku suka ktika moment yoonhun, greget bnht sma seohyun yang bermuka dua, dan kris kemna ajh bru percya sma yoona..
    Next chapter thor!! Ditunggu bngt bikin penasaran deh..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s