[Freelance] Gone (Chapter 3)

poster-gone3

 Gone

 by dodofan

Family, brothership, litle mistery.

Yoona SNSD as Im YoonA

D.O. EXO as Do Kyung Soo

Wu Yi Fan as Kris Wu

Chanyeol EXO as dr.Park Chanyeol

Other cast        : Find by your self

Yang lupa atau belum baca chapter sebelumnnya

Chapter 1 | Chapter 2

Chapter 3

2 a.m.

Chanyeol meringkuk dalam selimutnya, bukan kedinginan apalagi ketakutan tapi karena ia terus memikirkan Yoona dan ditambah lagi dengan Kyungsoo yang terus mengganggu pikirannya, hingga ia tak bisa tidur dengan tenang seperti biasa. Chanyeol bangkit dari tempat tidurnya lalu menyalakan tv, dan kembali berbaring di tempat tidurnya, dan dalam sekejap Chanyeol dapat menutup matanya dan tertidur.

4 hours later…

Tringggg~ Tringgg~ alarm di samping tempat tidurnya berbunyi, Chanyeol yang masih menutup matanya berusaha mematikan alarm, tapi gagal. Chanyeol menendang-nendang selimutnya frustasi itu karena tadi malam ia tak bisa tidur.

“Ah- ini semua karena mereka berdua.” Umpat Chanyeol kesal.

Drttt drtt..

“Aigoo, siapa lagi ini.” Chanyeol mengambil ponselnya, 12 panggilan tak terjawab, dan ada 8 pesan.

“Astaga, aku lupa jika hari ini aku ada jadwal operasi.” Chanyeol segera berganti baju sembari berkumur-kumur dengan terburu-buru, tanpa berapih-rapih. Chanyeol mengambil tasnya dan mantel berwarna coklat lalu segera keluar bahkan ia memakai sepatu tanpa kaos kaki, dan memakai kemeja yang kusut.

Ting! Chanyeol segera masuk ke dalam lift, dan terus menekan tombol tutup berkali-kali.

“Hyung.. kau bisa merusaknya.” Ucap seseorang yang sudah berdiri di belakangnya yang tak lain Kyungsoo.

“Astaga! Kau membuatku kaget.” “Eh~ kau tak tinggal bersamanya, berarti…”“Apa Yoona berselingkuh dengan anak SMA, bagaimana bisa?” gerutu Chanyeol pelan.

“Tidak seperti itu, hyung…”

“Eh kau mendengarnya, mian.”“Uh~ kau bersekolah di SMA Sungwon rupanya? Wah pantas saja, aku familiar dengan seragammu. Kau tahu, aku juga lulusan dari sana.” Jelas Chanyeol. Sepanjang dalam lift Chanyeol terus berbicara sedangkan Kyungsoo mendengarkan dan sesekali menjawab ketika Chanyeol bertanya.

Obrolan mereka terhenti begitu pintu lift terbuka.

“Maaf ya, hyung terburu-buru. Sampai jumpa.” Chanyeol melirik sekilas lalu berlari sembari melambaikan tangannya.

“Ne Hyung, sampai jumpa lagi.” Ucap Kyungsoo sembari membungkuk hormat.

***

Di apartmennya, Yoona terus melirik jam sembari mondar mandir.

“Aigoo.. aku lupa hari ini sekolah Kyungsoo mengadakan festival dan kenapa aku membuat janji pada Kris untuk ke rumahnya.” gerutu Yoona.

“Ah~sudahlah, acaranya pasti akan berlangsung lama.” ucap Yoona yang berarti ia memilih menemui Kris terlebih dahulu. Yoona menyelendangkan tas kecilnya, lalu memakai high heels merahnya.

.

.

.

Chanyeol telah menyelesaikan operasinya, wajahnya tak terlihat lelah dan terus memasang senyum pada siapapun yang menyapanya.

Drtt drtt..

Chanyeol mengangkat ponselnya, lalu tersenyum.

“Eomma!”

“…”

“Ah.. malas sekali.”

“…”

“Eh.. tunggu… SMA Sungwon?”

“…”

“Baiklah eomma, aku akan ke sana. Sampai jumpa.”

Chanyeol berlari sembari meloncat-loncat, hingga akhirnya menabrak Luhan yang baru saja tiba di Rumah Sakit.

“Ya! dr. Park.. KAU PIKIR INI TAM–” Ucap Luhan lalu terpotong karena melihat orang-orang yang malah menatapnya sebagai pengganggu. Chanyeol menahan tawanya, dan pergi begitu saja. Sementara Luhan pergi menutup wajahnya yang terlajur malu di depan pasien-pasiennya sendiri.

***

“Kris! Oppa?” Teriak Yoona begitu masuk ke dalam rumah yang cukup besar dan tentu saja rumah ini adalah rumah sang kekasih, Kris.

“Selamat datang nona…” Ucap seorang pria paruh baya sembari berlari mendekati Yoona, terlihat dari pakaian yang ia pakai, jelas ia adalah pelayan rumah.

“Paman.. senang melihatmu, Kris di mana?”

“Mari saya antarkan.” Ucap paman pelayan rumah.

“Nona, boleh aku mengatakan sesuatu?”

“Sesuatu tentang apa?” Tanya Yoona tanpa menghentikan langkahnya.

“Tentang nona dan tuan Wu..”

“Aku? Kris oppa? Apa itu..?” Ucap Yoona menghentikan langkahnya lalu melirik sang paman pelayan.

“Ini..” belum sempat menyelesaikan jawabannya, sang paman mendadak diam karena Kris menatapnya lalu perlahan berjalan ke arah mereka.

“Yoongie~” Ucap Kris lalu merangkul Yoona untuk berjalan bersamanya.

“Paman.. kau bisa mengatakannya lain waktu, ok..” ucap Yoona sembari menengokan kepalanya. Paman menunduk mengiyakan. Sementara Kris tak bereaksi apapun, wajahnya datar dan dingin tapi begitu Yoona menatapnya ekspresi seketika berubah menjadi tatapan hangat dan berseri-seri.

.

.

.

Keduanya duduk berhadapan dengan meja makan yang membatasi mereka, dalam acara makan siang mereka yang diselingi obrolan ringan dan sesekali keduanya tertawa berkat guyonan-guyonan konyol yang diciptakan Yoona.

“Oiya oppa, apa kau tahu SMA Sungwon?” Ucap Yoona setelah menyelesaikan suapan terakhir dari acara makan siangnya bersama Kris. Kris terdiam seperkian detik.

“Memang kenapa?” Ucap Kris lalu menatap Yoona.

“Hari ini ada festival.”

“Oh..benarkah? Tapi untuk apa kau ke sana.” Ucap Kris tanpa menatap Yoona.

“Aku hanya ingin merasakan festival sekolah, kau tahukan aku tak dapat mengingat masa-masa sekolahku dulu. “

“Bisakah kau tak pergi? Kita bisa mengunjungi banyak festival di lain waktu.”

“Ada apa denganmu oppa?”

“Aku hanya khawatir, Yoong.”

“Tak usah khawatir, jika kau sibuk, aku bisa sendiri, aku mengerti.” Yoona bangkit lalu merapihkan tampilannya.

“Aku pergi..” ucap Yoona berjalan menuju ambang pintu lalu pergi tanpa menunggu respon dari Kris. Kris mematung dan menatap datar Yoona yang sudah menghilang dari pandangannya.

***

Chanyeol menatap plang sekolah lamanya, lalu berjalan melewati lorong-lorong kelas yang sepi hanya ada satu atau dua siswa yang terlihat berjalan membawa papan berjalan dan walkie talkie itu karena sedang berlangsung festival sekolah di gedung olahraga.

“Hyung!” sebuah suara menggema menyapa Chanyeol.

Chanyeol menghetikan langkahnya dan menatap sekitar ragu “Siapa itu? Kyungsoo?” ucap Chanyeol pelan sembari mencari sumber suara yang ia tebak adalah Kyungsoo.

“Whoa… Hyung.. dari mana kau tahu, itu aku.” Kyungsoo keluar dari salah satu pintu.

“Hanya kau saja yang memanggilku hyung, jadi aku tahu.”

“Tapi kau terlihat ketakutan tadi.”

“Itu bukan ketakutan tapi terkejut.”

“Itu sama saja.”

“Yaa.. itu karena kau seperti hantu.” ucap Chanyeol dengan ekspresi horror, Kyungsoo tak merespon. “Kenapa kau menatapku seperti itu? Aku hanya bercanda.” lanjut Chanyeol, setelah itu Kyungsoo tertawa melihat itu Chanyeolpun ikut tertawa.

“Ada apa hyung datang kemari?”

“Oh itu…” Chanyeol menghentikan kalimatnya karena ia mendengar derap langkah yang sedang berlari menuju arah mereka, Chanyeol dan Kyungsoo menengok kearah datangnya suara.

“Kyungie..” Teriak Yoona yang sudah di ujung lorong. Yoona dengan setengah berlari menghampiri keduanya. Kyungsoo melihat kedatangan Yoona dengan senyuman sedangkan Chanyeol menaikan alisnya merasa aneh dengan perlakuan Yoona terhadap Kyungsoo yang jelas sangat berbeda terhadapnya maupun Kris kekasih Yoona sendiri.

“Kenapa kau ada di sini?” tanya Yoona pada Chanyeol.

“Aku diundang di sini.”jawab Chanyeol dengan angkuh.

“Noona, apa kau tahu tentang festival ini?”

“Tentu saja, apa aku terlambat?”

“Sedikit, Apa noona dan hyung ingin melihat penampilanku, aku akan tunjukan rekamannya.”

“Maaf noona terlambat.”

“Tak apa.”

“Sudah cepat, aku ingin melihat penampilanmu.” sela Chanyeol. Kyungsoo membawa keduanya ke sebuah ruangan studio sekolah.

“Hyung kau play videonya, aku harus pergi, aku agak malu melihat rekaman penampilanku sendiri apalagi ada kau dan noona.”

“Ok, baiklah..”

Kyungsoo melangkah pergi meninggalkan keduanya.

“Ya! Cepat play videonya.”

“Tak bisakah kau bersabar sedikit.” ucap Chanyeol lalu mengklik tombol play.

Musik mulai menggalun, lampu sorot menyala sehingga terlihat Kyungsoo yang berdiri di tengah panggung. Keduanya hanyut melihat dan mendengarkan penampilan dan suara lembut Kyungsoo membawakan sebuah lagu melo berjudul Missing You. Seorang wanita paruh baya yang tak sengaja melewati ruang studio berbalik dan berdiri tak jauh di belakang kedua orang yang sangat fokus menonton sampai-sampai tak menyadari kedatangannya. Sang wanita paruh baya itu tersenyum jahil.

“Hei! Nak!” ucapnya dengan nada yang keras sembari menggebark meja. Seperti yang diharapkan, keduanya terlonjak kaget dan berdiri berbalik ke arah yang sama hingga terjadi tabrakan antara dagu Chanyeol dan dahi Yoona, sebagai dampaknya Chanyeol terjengkang kebelakang dan malangnya Yoona yang secara sepontan menggenggam tangan Chanyeol sama-sama terbawa jatuh. Bukannya terjadi adegan romantis seperti dalam drama, tapi yang terjadi adalah keduanyapingsan dengan tangan masih saling menggenggam. Wanita paruh baya itu terlihat bingung.

“Astaga.. Chanyeolie, anakku..” ucapnya. Tak salah lagi dia adalah Ny. Park, Ibu Chanyeol. Ny.Park berusaha melepaskan tangan mereka yang saling bergenggaman tapi tak bisa karena sangat erat, tak patah arah Ny.Park mencoba mengangkat Yoona dan gagal. Alahsil Ny. Park meringis kesakitan dan mengusap-ngusap punggungnya

“Aigoo, punggungku..” Ny. Park mengeluarkan ponselnya bermaksud menelepon balabantuan, Ny. Park menekan nomer bernama Guru Jung.

“Bisakah kau ke Ruang studio.”

“…”

“Ajak dua orang laki-laki, siswa ataupun guru lain terserah. aku butuh bantuan, Cepat!”

.

.

.

Balabantuanpun datang, bantuan yang datang melebihi yang diharapkan ada beberapa siswa siswi yang mengikuti Guru Jung itu karena mereka melihat Guru Jung berlari panik sembari meminta tolong.

“Nyonya! Apa yang terjadi? Anda baik-baik saja?”

“Ya.. Soojung, kenapa kau membawa banyak orang. Sudah cepat tolong mereka berdua.” ucap Ny. Park lalu menunjuk kebawah.

Begitu semua mata tertuju pada arah telunjuk Ny. Park.

“Woah.. ini seperti drama di tv.” ucap salah satu siswi.

“Yak! Kenapa kalian hanya diam cepat tolong mereka.”

Beberapa siswa segera bergerak, terlebih dahulu mereka akan melepaskan gengaman keduanya, raut wajah mereka terlihat sangat bersusah payah.

“Sebenarnya apa yang terjadi nyonya?”

“Ah ini tadi bermaksud mengagetkan Chanyeol dan gadis ini yang sangat fokus melihat itu dan aku berhasil tapi setelah itu terjadi hal ini.” ungkap Ny. Park sembari menunjuk laptop yang masih menyala dengan sebuah video yang telah selesai diputar.

Guru Jung hanya terdiam mendengar penjelasan Ny. Park.

Seorang siswi mengeluarkan ponselnya, tak berapa lama kilatan flash menyala. Ny. Park menatap tajam siswi itu tapi kemudian tersenyum.

.

.

.

Sudah lebih dari satu jam Chanyeol dan Yoona kehilangan kesadaran, saat ini keduanya tertidur di ruang kesehatan sekolah.

“Hyung! Noona!” ucap Kyungsoo.

Chanyeol Yoona secara ajaib dan bersamaan membuka mata lalu bangun dari posisi tidurnya.

Chanyeol melihat sekeliling “Di mana aku?”“Aigoo daguku.” Chanyeol menyerenyit begitu mengusap dagunya.

Yoona yang mendengar ada orang lain yang bersamanya menengok ke arah sumber suara, lalu menyingkapkan tirai yang menghalaginya. Yoona menurunkan tirai itu kembali, menghela napas panjang karena teringat apa yang terjadi padanya tadi.

Chanyeol menyingkapkan tirai kembali “Hei nona, kau tak merasa bersalah, lihat daguku.” Chanyeol mendongak memperlihatkan dagunya yang sedikit luka.

“Mian..”

“Hanya itu, dasar..” Chanyeol turun dari ranjang lalu membuka kotak p3k yang tergantung di dinding dan mengambil satu plester untuk menutup luka di dagunya, Chanyeol meraba-raba dagunya agar bisa menempelkan plesternya dengan tepat. Yoona yang melihat itu, merasa bersalah, ia turun dan mengambil plester lain kemudian mendekat ke Chanyeol. Chanyeol mundur begitu Yoona mendekat.

“Ya! Kenapa kau mundur.” Yoona kembali mendekat.

“Jangan mentapku, angkat dagumu, bodoh!” Perintah Yoona kembali, Chanyeol menuruti perintah Yoona, Yoona menempelkan plesternya pada dagu Chanyeol.

“Sudah.” ucap Yoona lalu kembali ke ranjangnya untuk memakai sepatu dan tasnya, Chanyeol menyadari jika dahi Yoonapun terluka.

Chanyeol mendekat “Kau mau apa?” ucap Yoona.

Chanyeol menyingkapkan poni Yoona lalu menempelkan plester miliknya “Kau bahkan tak sadar kau juga terluka.”

Yoona tertegun beberapa saat, atmosfir berubah menjadi canggung, keduanya sama-sama diam dan memilih merapihkan pakaian dan penampilan agar dapat segera pergi.

“Kemana Kyungsoo, tadi aku mendengar suaranya.” gumam Yoona pelan.

“Kau juga mendengarnya, kukira aku bermimpi.” sahut Chanyeol.

“Maaf, aku harus pergi sekarang.” Yoona berjalan meninggalkan ruang kesehatan.

Chanyeol terbengong sesaat hingga sadar ia juga harus pergi. Chanyeol keluar dari ruang kesehatan, tapi seseorang memanggilnya.

“Chanyeol oppa!”

Chanyeol menengok rupanya Soojunglah yang memanggilnya.

“Soojung-ah…” ucap Chanyeol lalu berbalik membentangkan lengannya.

Soojung mendekat “Apa kau kira aku akan memelukmu, huh?”

“Jadi, kau tak mau jadi dongsaengku lagi.” Chanyeol membuat mimik wajah sedih.

“Aku tak mau jadi dongsaengmu..kenapa kau tak mengabariku jika kau di Korea?” ucap Soojung lalu memeluk Chanyeol erat.

“Uh- Kau memakai make up dan high heels, woah Soojungku sudah dewasa sekarang.”

“Apa kau ingin menikahiku sekarang?”

“Heh? Bagaimana mungkin aku menikahi adikku.” ucap Chanyeol lalu mengacak-ngacak rambut Soojung.

“Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di ruang studio tadi?.”

“Aku menonton penampilan Kyungsoo dia salah seorang siswa di sini.”

“Huh? Setahuku Kyungsoo belum tampil..”

“Kau tahu Kyungsoo? Do Kyungsoo siswa tahun pertama”

“Tentu saja, aku wali kelasnya.”

“Eih.. mungkin kau salah.”

“Tak mungkin, hanya ada satu Do Kyungsoo di sekolah ini. Kau ingin melihat penampilannya? Cepat sebelum terlambat.”

Soojung menuju gedung olah raga yang dipakai untuk festival, Chanyeol dengan setia mengikutinya dari belakang. Chanyeol menyipitkan matanya, background panggungjelas sangat berbeda dengan yang ia lihat dalam rekaman.

“Apa kalian mengganti background panggung setiap penampilan? Dan mana Kyungsoo?”

“Tidak, itu merepotkan. Dan orang yang sedang tampil adalah Kyungsoo, Do Kyung Soo..” Soojung menunjuk siswa tinggi, berkaca mata yang sedang bernyanyi.

Chanyeol meninggalkan tempat acara diikuti Soojung. Chanyeol masuk ke ruang studio begitu pun Soojung. Soojung terpana begitu rekaman video itu mulai diputar.

Tbc…

entah kenapa ngerasa Ff ini makin aneh.. mian kalo ceritanya makin aneh+bosenin dan kelamaan ngepostnya sampe-sampe lupa jalan ceritanya. Oleh karena itu harap readers sekalian memberi komentar apa kekurangan dari fanfic yang kutulis. Terima kasih kalian yang sudah membaca dan meninggalkan komentar di chap sebelumnya.

Sorry for Typos

See next Chapter..

16 thoughts on “[Freelance] Gone (Chapter 3)

  1. thooooooooorrrrr!!!!! //manggil Thor yang di Avenger// lanjoooot!!! keren thor! trus yang tadi tampil siapa? skarang yg tampil siapa? aku siapa? lanjut pokoknya thor sumpah ini seru bgt!!!! //readers maksa////korban salah gaul//

  2. Aigoo, it YoonYeol d’ksh kaget ampe pingsan gtu.
    Tp ne chap rada kpendekn dr chap sbelumnya.
    Tp tetp seru kok critanya🙂
    next chap d.tnggu!

  3. Engga engga thor ga aneh sama sekali, malah bikin merinding + penasaran sumpah deh thorr..jangan lama lama ya thor next chap nya, fighting!

  4. Pnsarann, sbnernya do itu nyata ngk si? Pnsrn bngt sma identitas nya,
    Btw aku hmpur lpa ama ff ni thor, hbis ngk prnah nongol lgi :v, untung ad review nya , d tnggu next ny ya thor

  5. Bagus kok ffnya..tapi ada beberapa yg ngebingungin..
    Mungkin bahasanya juga bisa diperbaiki di chapter selanjutnya..🙂

    Kok sikapnya Kris mencurigakan gitu ya?
    Terus pelayan itu mau ngomong apa ke Yoona?

    Bikin penasaran…
    Ditunggu chapter selanjutnya^^

  6. Author sebetulnya ini ff bagus banget..tapi ada beberapa bagian yg aku nggak ngerti maksudnya..aku harap d chapter selanjutnya,bagian2 itu menjadi jelas dan ringkas supaya ff nya panjang gitu..

    Tuh kan, Kyungsoo makin aneh dan gaje keberadaannya,makin yakin klo dia ini gk nyataaa…kyk KangWoo di IOIL

    Lalu,kenapa sikap Kris aneh yaa??apa yg ingin d katakan paman yg ada d rumah Kris itu???

    Lalu,apa yg d sembunyikan Guru Jung??sepertinya dia ada hubungannya dgn Kyungsoo..
    Nanti Yoona akhirnya sm siapaaaa????
    Update utk chapter selanjutnya cepat yaa…Klo lama2 nanti bisa lupa cerita yg sebelumnya lhoo..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s