[Freelance] Can You Promise? (Sequel to Who is Him?)

YooonA
School Life, Drama
Main Cast:    Im Yoona
Byun Baekhyun
Other cast:    Find by yourself
Summary: Bukankah perasaan orang bisa berubah?
 
 

 __
 
Kalau kalian berpikir Baekhyun itu pintar, dewasa, baik dan ramah pada semua orang. Kalian benar. Tapi jika dia sedang bersamaku hm maksudku – jika dia ada di sekitarku dia itu menjadi berbeda. Kekanak-kanakkan namun pemarah. Bisa kalian bayangkan?
Pernah sewaktu aku dan dia bekerja kelompok di rumah Kyungsoo. Dia menyuruhku membelikan beberapa snack ringan di mini market yang jauh di ujung komplek rumah Kyungsoo dengan menunjukkan aegyonya yang mungkin aegyo ku lebih imut daripada dia. Setelah aku kembali dari mini market, dia malah memarahiku karena aku membelikannya snack terlalu banyak(?) Padahal dia yang menyuruhku membelikannya tidak lebih dari 5.
Akibat marahnya yang berteriak dan mengganggu semua keluarga Kyungsoo, aku mengalah. Membiarkan uangku yang terpakai. Namun anehnya semua snack yang aku beli di habiskan olehnya. Aku, Kyungsoo serta Jinri tidak boleh memakannya sama sekali. Benar-benar kekanakkan bukan? Tapi aku juga tak bisa memungkiri bahwa aku menyukainya.
 
28 September 2009
 
Author POV
 
“Iya!! Iya! Iya!!!”
“Terima!! terimaaaa!!”
Yoona sedang melihat seorang lelaki yang menyatakan perasaannya kepada seorang perempuan. Koridor sekolah itu ramai, siswa-siswa di sana membentuk sebuar lingkaran  yang di tengah-tengahnya merupakan tempat dimana dua orang sedang di mabuk cinta. Dia hanya menatap kejadian itu dengan datar. Perempuan itu menunduk menutupi wajah manisnya. Yoona mengernyit saat memperhatikan si perempuan, kini mata rusanya menatap pria yang sedang menunggu jawaban dari perempuan yang menunduk itu.
“Hm.. aku terima” ucap perempuan itu malu-malu.
Sontak suara tepuk tangan begitu nyaring di koridor itu. Yoona yang melihat kejadian itu sedari awal menghela napas dan menggelengkan kepalanya. Kakinya berbalik tak lagi menghadap sepasang kekasih baru yang menjadi sorotan para siswa-siswa disana.
Baekhyun tersenyum senang memperlihatkan gigi-giginya yang rapi. Tatapannya kini beralih pada punggung Yoona yang menjauh. Ya, dia melihat Yoona sedari tadi. Baekhyun merasa Yoona itu terlalu cuek saat kejadian ini berlangsung.
“Baekhyun! Baekhyun! Bunganya!” ucap Jongdae.
Fokus Baekhyun kembali buyar. Langkahnya membawa dia ketempat kejadian itu berlangsung, yaitu di tengah-tengah koridor. Baekhyun memberikan seikat bunga pada Jongdae yang mungkin memang menunggu dari tadi.
“Bunga ini aku persembahkan untukmu chagiya” Jongdae tersenyum malu-malu sambil menatap Jiyeon yang sama sepertinya.
Kyungsoo menyikut bahu Baekhyun pelan “Kapan kau akan seperti ini, Baek?”
Baekhyun tersenyum tipis “Kau tunggu saja”
“Dari kelas 10 kau selalu berkata seperti itu. Kau sudah menyukainya dari awal kita sekolah disini. Ck, Aigooo”  Kyungsoo mengacak rambut frustasi. Sedangkan Baekhyun menatap aneh Kyungsoo “Bukannya aku yang seperti itu kenapa harus dia?” batinnya.
 
Yoona POV
 
Aku membaringkan kepalaku di atas meja sambil menatap bangku Jinri yang ada di sampingku. Kosong. Kepalaku terasa berat, sangat berat. Jika Jinri tak masuk aku malas keluar kelas. Tapi karena aku sangat lapar makanya tadi aku keluar dan gara-gara kejadian itu akan tak bisa ke kantin, karena aku sangat penasaran pada si perempuan itu. Ah, aku tak tahu apa yang akan dirasakan Jinri kalau dia mengetahui Jongdae dan gadis—yang entah aku tak tahu siapa namanya berpacaran.

“Yak! Kenapa kau tadi pergi saat Jongdae menyatakan cinta pada Jiyeon? Ahh, apa kau menyukai Jongdae? Mengapa kau tak menangis saja? Menangislah mumpung kelas kita masih sepi”
Aku melupakan sifatnya yang satu ini, perlu kalian tahu. Baekhyun juga sangat cerewet sama seperti Kai dan Krystal. Tak tahu apa aku sedang lapar dan aku malas berdebat dengannya.
“Baek, aku sangat lapar. Tolong belikan aku makanan, jebal aku tak sanggup ke kantin” mengeluarkan aegyo ku sambil mempautkan kedua tanganku. Dia menatapku datar.
“Tapi kau harus menjawab pertanyaakun barusan” Aish anak ini apa pula pentingnya hal itu. Eh, apa mungkin dia cemburu. Owh owh, Yoong seperti biasa kau selalu percaya diri.
“Ya.. ya.. ya” jawabku akhirnya
“Ne, baiklah akan aku belikan” ucapnya sambil mengangguk. Mendengar hal itu aku bertepuk tangan riang.
“Jeongmal? Kau sangat baik Baekhyun-ah. Tunggu” Aku merogoh saku baju seragamku mengambil beberapa uang disana.
“Ini uangnya” saat aku hendak memberikan uangku padanya, dia sudah tak ada. Tanpa sadar bibirku membentuk sebuah lengkungan merasakan kembali kupu-kupu yang berterbangan di perutku.
22.39 KST
Baekhyun’s Home
“Apa mungkin yang menyukai Jongdae itu Jinri?” Kyungsoo menjilat-jilati tangannya yang habis memegang permen gula-gula.
“Aku tak tahu. Yoona hanya bilang bahwa ada temannya yang suka dan dia takut kalau temannya sedih. Perluku ingatkan sekali lagi, dia tak menyebutkan nama Kyungsoo-ah” ucap Baekhyun terdengar kesal.
“Oh ya ya, aku tahu. Aku hanya menebak saja.” Kyungsoo kini menjitak pala Baekhyun pelan.
“Appo!” Baekhyun meringis lalu melotot ke arah Kyungsoo sambil mengelus-ngelus kepalanya.
Sudah 15 menit mereka terdiam. Biasanya jika Kyungsoo menginap di rumah Baekhyun banyak sekali topik yang mereka berdua bicarakan. Mulai dari topik yang serius sampai topik yang tak berbobot sama sekali.
Kyungso memperhatikan Baekhyun yang kini sedang mengotak-atik ponselnya sambil tersenyum. Karena kekepoan Kyungsoo yang terlalu akut ia ingin sekali tahu apa yang di lihat Baekhyun di ponselnya. Baekhyun yang sedang ada di bawah kasur itu memudahkan Kyungsoo yang ada di atas kasur untuk melihat alasan mengapa Baekhyun tersenyum. Mata Kyungsoo menatap ponsel Baekhyun, lalu dia tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Lalu bagaimana dengan perasaanmu padanya?” ucap Kyungsoo tanpa menghilangkan senyumnya.
“Perasaanku pada siapa hah?” Baekhyun menjawab, matanya masih tetap fokus pada ponselnya.
“Pada seseorang yang sedang kau stalk akun instagramnya” mendengar hal itu Baekhyun hanya menggaruk tengkuknya asal.
“Aku…”
“Apa kau tahu banyak siswa yang menyukainya” Kyungsoo memotong ucapan Baekhyun, secara langsung Baekhyun menjawab “Aku tahu”
“Apa kau tahu Luhan sunbae dan Kris sunbae menyukainya?” Kyungsoo kini mulai memanasi Baekhyun.
“Ck. Aku tahu” Ucap Baekhyun malas
“Apakah kau juga tahu bahwa aku juga menyuka—“ Kyungsoo memotong pembicaraannya karena Baekhyun menatapnya tajam.
“Whoa, whoa, aku hanya bercanda, Baek” ucap lelaki itu.
“Awas saja kau jika itu benar terjadi!” Baekhyun merebahkan badannya yang kini sudah terasa lelah. Memikirkan bagaimana caranya untuk mendapatkan hati si perempuan itu.
 
12 Oktober 2009
“Aku ingin ke kantin bersama Yoona!”
“Hei, kau ini siapa? Aku yang akan pergi bersamanya!”
“Luhan sunbae, Kris sunbae, sudahlah aku ingin ke kantin sen—“ Yoona kini di tarik oleh seorang laki-laki yang kini menghadap dua orang lelaki yang sedari tadi bertengkar memperebutkan mana yang akan pergi ke kantin bersama Yoona.
“Dia akan pergi bersamaku. Kajja, Yoong” Baekhyun menggandeng tangan Yoona menuju kantin. Sedangkan Yoona memperhatikan tangannya yang menyatu dengan tangan Baekhyun.nMata rusanya kini memperhatikan jalan. Tunggu.
“Eh, ini bukan jalan ke kantin, Baek” ucap Yoona yang menatap Baekhyun singkat karena dia takut dengan suara jantungnya yang berdegup kencang, ya ia takut suara itu akan terdengar oleh Baekhyun.
Baekhyun hanya terdiam. Kini mereka berada di koridor yang sepi dan pergelangan tangan yang menyatu kini sudah terlepas. Yoona hanya menatap Baekhyun bingung karena sedari tadi lelaki itu tidak berbicara.
“Aku ingin ke kantin.” Ucap Yoona singkat. Berbalik arah menuju jalan yang tadi mereka lewati.
“Aku sudah tak sanggup, Yoong” Kini tangan Baekhyun menggenggam kembali tangan Yoona.
“Ap-apa?” Yoona tak mengerti dan iapun merasa gugup.
“Aku menyukaimu. Aku sangat menyukaimu. Aku menyukaimu sudah sejak lama, Yoong. Sejak kita masuk ke sekolah ini. Aku memperhatikanmu dari dulu. Dari kita kelas sepuluh. Aku tak tahu apa ini cinta atau apa. Tapi yang perlu kau tahu, aku memilihmu. Aku memilihmu untuk menggenggam hati ini. Tapi sebelumnya, apa kau juga menyukaiku?” Baekhyun berbicara panjang lebar.
Yoona sedari tadi hanya menatap Baekhyun tanpa berkedip. Merasa kaget atas apa yang baru dia dengar. “Yoong, ja—“
BRUK
Yoona memeluk Baekhyun. Lelaki itu terbelalak.
“Aku juga menyukaimu Byun Baekhyun” Yoona merasakan senyuman Baekhyun saat mereka berpelukan. Setelah beberapa menit menyalurkan perasaan lewat pelukan itu, mereka melepaskannya. Yoona menatap Baekhyun bahagia, begitupula dengan Baekhyun. Namun tatapan Yoona kini menjadi sendu.
“Bukankah perasaan orang bisa berubah?” Yoona mengalihkan pandangannya pada taman kecil yang berada di samping koridor itu.
“Ha?” ucap Beakhyun tidak mengerti.
“Perasaan orang bisa berubah Baekhyun-ah. Berjanjilah padaku, jika suatu saat perasaanmu telah berubah. Katakanlah padaku.”
“Tapi Yoong..”
“Berjanjilah padaku. Ku mohon. Jika perasaanmu telah berubah aku akan melepaskanmu, meskipun aku masih menyukaimu.”
Baekhyun terdiam. Mencernai semua kata-kata Yoona.
“Kalau begitu, kau pun juga harus berjanji padaku. Jika perasaanmu telah berubah katakanlah. Aku juga akan melepaskanmu, walaupun aku masih menyukaimu.”
Yoona terkekeh “Kau meniru kata-kataku” Mereka berdua tertawa bersama.
“Percayalah. Perasaanku tak akan berubah sampai kapanpun.” Batin Baekhyun dan Yoona bersamaan.
 
FIN

15 thoughts on “[Freelance] Can You Promise? (Sequel to Who is Him?)

  1. cie cie…yg cintanya g jadi bertepuk sebelah tangan
    senengnya klo cinta kita terbalaskan juga
    sma2 cinta tpi sma2 g taunya😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s