[Freelance] Forlorn (Chapter 2)

Forlorn

Nikkireed‘s storyline

FORLORN

Im Yoona with Kim Jongin and Do Kyungsoo

rated for 17+

poster by apareecium

Rahang Jongin membengkak. Ujung pelipisnya membiru dan sudut bibirnya juga berdarah. Kepalanya sedikit pusing saat ia melangkah masuk ke rumah Kyung Soo.

Kurang ajar memang, sehabis dipukul oleh sahabatnya sendiri tapi masih pulang kerumah sahabatnya itu. Ya, Jongin lebih mengambil resiko untuk dicaci-maki oleh Kyung Soo atau Yoona. Daripada ia harus bertemu dengan orangtuanya sendiri.

Yoona keluar dari kamarnya begitu mendengar suara pintu utama terbuka, “Jongin?”

Siluet Jongin yang hanya terpancar lampu ruang tengah yang gelap bergerak, berjalan dengan gontai. “Ya.” Hanya itu yang keluar dari mulut Jongin.

Yoona segera berlari mendekati laki-laki itu, “Kau? Kenapa kau sampai.. apa.. Kyung Soo memukulmu?” Dengan takut Yoona menyeka darah di sudut bibir Jongin dengan jempolnya.

Jongin meringis. Tidak berani menjawab.

“Tunggu disini. Kau harus cepat bersihkan itu.” Yoona melesat pergi mengambil semangkuk air hangat dan sebuah kotak berwarna putih. Ia membasahi handuk dengan air hangat tersebut lalu menyeka wajah Jongin yang membengkak.

Jongin hanya terdiam. Sesekali ia meringis karena usapan Yoona terlalu kencang. Sampai keheningan menyelimuti mereka. Jongin bahkan tidak menyadari Yoona meneteskan air mata saat mengobati lukanya.

“Kau menangis.”

Itu pernyataan Jongin. Segera ia menahan tangan Yoona. Lalu dengan punggung tangannya sendiri, ia menghapus air mata Yoona.

“Aku.. aku merasa bodoh, Jongin. Aku benar-benar bodoh. Ini bukan akhir yang aku mau.” Yoona terisak. Ia sekuat mungkin menggigit bibir bawahnya untuk menahan tangisanya. Tapi pelukan Jongin malah membuatnya semakin parah.

Jongin membelai lembut rambut Yoona dalam dekapannya, “Aku juga tidak.”

Pintu utama tiba-tiba terbuka dan sosok Kyung Soo masuk tanpa sadar langsung menuju arah tangga. Sontak, Yoona melepaskan pelukan Jongin dan segera berdiri. Kyung Soo menyadari ada orang yang diruang tengah, berhenti menaiki tangga.

“Lanjutkan saja, anggap saja aku tidak ada.” Kyung Soo memberikan tatapan datar dan sesinis mungkin pada Jongin dan Yoona. Kemudian ia kembali menaiki tangga dan masuk ke kamarnya sendiri dengan membanting pintu.

3 years ago..

Menjadi seorang yatim-piatu bukanlah cita-cita. Kehilangan sosok orangtua yang sangat disayangkan juga bukanlah keinginan semua orang didunia ini. Kecuali Do Kyung Soo.

Setelah mengetahui Appa berselingkuh semenjak Eomma kandungnya meninggal, ia menjadi anak yang baik. Berbanding 180° dari sebelumnya yang  ia adalah anak berandalan.

Do Kyung Soo, selama masa sekolah, dikenal sebagai murid ternakal. Tak heran ia sering berpindah sekolah dan tidak mempunyai teman yang tetap. Tidak, kecuali Jongin.

Jongin-lah, teman semasa hidupnya yang memperhatikan perubahan hidup Kyung Soo. Dari sekolah dasar sampai ke sekolah menengah, Kyung Soo akan susah mengerjakan PR, tidak suka berolahraga, cuek dan kasar.

Tapi semenjak Appa membawa pulang seorang tante muda (menurut Kyung Soo, Yoona termasuk tante) waktu itu, ia marah besar. Ia benci Appa yang tega menyelingkuhi Eomma. Ia benci Eomma yang sudah meninggal dan meninggalkannya sendiri. Ia benci hidupnya. Itulah mengapa Kyung Soo sempat bercita-cita menjadi yatim-piatu saja. Well, cita-cita itu tidak akan pernah terjadi.

Malam itu, Kyung Soo diajak pergi bersama Appa dan Yoona untuk fitting baju. Pernikahan mereka dalam hitungaan minggu. Dengan wajah masam dan menganggap seolah Yoona tidak kelihatan, Kyung Soo menjalani hidupnya dengan pura-pura ikut senang.

Jongin sebagai sahabat Kyung Soo, tidak tega melihat sahabatnya terpuruk seperti itu. Oleh karena itu, Jongin memberikan sebuah saran. Menjadi lebih baik dan membuat Appa dan Yoona menyesal.

Tapi siapa sangka, rencana untuk membuat Appa dan Yoona menyesal diawali dengan tidak baik. Acara bulan madu setelah pernikahan orangtua Kyung Soo mengalami kecelakaan. Tentu bukan Kyung Soo yang merencanakan kerusakan mesin pesawat yang menurutnya konyol itu. Saat Appa dinyatakan menjadi penumpang yang hilang, disitulah Kyung Soo merasa ia benar-benar yatim-piatu.

Tapi, Yoona selamat. Sebagai ibu tiri yang sudah sah, Yoona menyayangi Kyung Soo. Mungkin karena merasa bersalah atas kehilangan ayah Kyung Soo.

Ia masuk ke kamar Kyung Soo dengan wajah murung setelah pemakaman tersebut (setelah 100 hari kehilangan ayah Kyung Soo, ayah Kyung Soo dinyatakan sudah meninggal). “Kyung Soo-ah..” Suara Yoona parau, menatap Kyung Soo terduduk di sisi tempat tidur dengan wajah menunduk.

“Aku minta maaf.”

Kyung Soo menoleh, “Bukan salahmu.”

“Tapi Eomma tetap merasa bersalah.”

Kyung Soo menggeleng pelan, “Kau bukan Eomma-ku. Eomma-ku sudah meninggal.”

Yoona tahu, dari kalimat barusan Kyung Soo mengalami tekanan berat. Sontak, Yoona memeluk Kyung Soo dengan penuh kasih. “Aku Eomma-mu sekarang, Kyung Soo-ah.”

Dan mereka menangis.

Kyung Soo menuruni anak tangga dengan tas ransel besar di punggungnya, sebuah koper ditangan kanan dan ponsel di tangan kiri. Ia mengenakan kaus dan celana selutut, sepatu sport terbaru dan snapback.

Yoona yang mendengar keributan dari tangga, menoleh. (Yoona tidur di sofa, karena kamarnya bersebelahan dengan Kyung Soo dan keengganan dirinya untuk mengganggu Kyung Soo di lantai atas)

“Kau mau kemana, Kyung Soo-ah?”

Kyung Soo meletakkan kopernya di depan pintu. Lalu menghampiri Yoona, “Sekarang pilih, aku yang keluar dari rumah ini, atau kau?”

Yoona melongo tidak percaya, “A-apa maksudmu?”

“Baik, kalau begitu aku yang keluar dari rumah ini. Semoga, semoga kalian senang.” Ia merogoh saku kanannya, mengeluarkan kartu kunci rumah dan melempar ke meja kopi dihadapan Yoona.

Yoona tersentak menatap kartu kunci di hadapannya, “Kyung Soo!”

“Dimana Jongin?” Kyung Soo mengedarkan pandangannya, “Apa ia tidur di kamarmu? Katakan padanya, aku minta maaf karena memukulnya semalam.”

Kyung Soo berjalan kepintu depan, “Aku pergi. Dan jangan mencariku.” Ia menutup pintu dengan kencang.

Yoona terpaku ditempatnya. Air mata mulai membasahi pelupuk matanya lagi.

Kyung Soo menghela nafas begitu ia turun dari bus. Ini kedua kalinya ia naik bus. Pertama, waktu itu saat Yoona hendak menjemputnya sepulang sekolah namun ban mobil yang tidak berfungsi seperti biasanya dan membuat mereka harus naik bus pulang kerumah. Dan ini yang kedua kalinya, saat ia pergi meninggalkan rumahnya.

Kyung Soo mengeluarkan ponselnya, “Kris hyung, apa aku bisa menginap ditempatmu? Kau tahu, aku gelandangan sekarang.”

“Datang saja, Kyung.”

“Baik. Trims, hyung.” Kyung Soo menutup ponselnya. Tidak salah ia sudah turun di depan komplek rumah Kris. Ia tersenyum pucat sambil menarik kopernya mengingat-ingat rumah Kris.

“Apa Kyung Soo baru datang?”

Suara Jongin berasal dari belakang Yoona, membuatnya sedikit terlonjak. Yoona hanya mengangguk pelan. Tangan masih tetap memotong tomat dan meletakkan tomat-tomat tersebut diatas roti. Membuat sandwich tuna sebagai sarapan, bagian favorit Kyung Soo.

“Apa ia pergi? Aku baru saja memeriksa kamarnya. Tapi sebagian barang-barangnya hilang. Dan aku menemukan ini.”

Sontak, Yoona berbalik, ingin tahu apa yang ditemukan Jongin. Jongin menyerahkan sebuah bingkai foto. Pecah. Foto Kyung Soo, ayahnya dan Yoona.

“Jangan sentuh barang Kyung Soo, tanpa seijinku.” Geram Yoona. Dengan kasar ia meraih bingkai foto yang sudah tidak bernyawa itu dan meletakkannya di meja makan. Kemudian menghirup nafas panjang dan menghembuskannya disela tangisannya.

Jongin langsung menyeka pipi Yoona, sedikit mendongakkan wajah Yoona agar mau memandangnya. “Yoong.”

Yoona melangkah mundur dua langkah, menjauhi Jongin. “Tidak, aku tidak bisa seperti ini, Jongin-ah.”

Jongin malah maju selangkah dan menangkap pinggang Yoona agar mendekat padanya, sedikit memeluknya, “Yoong, kau terlalu memaksakan dirimu. Kyung Soo salah paham.”

“Salah paham apanya!” Teriak Yoona seketika, kali ini ia berjalan semakin jauh, memutari meja agar Jongin tidak memeluknya lagi.

“Kyung Soo hanya salah paham tentang semua ini. Kau menikahi ayahnya karena kau..”

“Cukup, Jongin!”

Yoona mengangkat tangan kanannya, “Aku tidak mau membicarakan ini.” Yoona membuka celemeknya dan melemparkan ke meja. Ia berjalan menuju tangga, lalu berhenti di langkah ketiga, “Tinggalkan aku sendiri. Aku.. aku butuh waktu sendiri.”

Dan Jongin menendang kursi makan dengan kesal.

“Hyung, aku ingin membuat tato. Seperti punyamu.”

Begitu ucap Kyung Soo setelah Kris keluar dari kamar mandinya, dan setelah melihat Kris topless menampilkan dada putih dan tato di punggungnya.

“Wae? Kau mengagumiku sekarang? Please, Kyung, I know you’re in trouble, but being gay is not the solution.” Canda Kris sambil mengambil kaus dari lemarinya dan memakai dengan cepat sebelum bantal dari Kyung Soo mendarat di kepalanya.

Kyung Soo sedikit tertawa, kemudian wajahnya tidak ceria lagi. “Aku serius, hyung. Kurasa aku harus kembali menjadi diriku yang dulu. Ini semua hanya akan sia-sia.” Kyung Soo merebahkan dirinya di kasur.

“Kyung, kurasa kau harus menyelesaikannya. Dengan baik, bukan dengan melarikan diri seperti ini. Apa tanggapan ibumu? Apa ia tahu?”

Kyung Soo mendengus cuek, “Tentu saja, aku bahkan melemparkan kunci rumah padanya. Aku tak ingin kembali. Sama sekali tidak.”

Kris menghampiri Kyung Soo dan duduk di sebelahnya, “Kau tahu, dari cara bicaramu, itu bukan yang sebenarnya kau inginkan.”

“Kau tahu, dari cara bicaramu, kau seperti ibu Baekhyun yang selalu mengomel. Sudahlah, aku sedang tidak ingin memikirkan hal itu, hyung. Membuatku semakin membencinya.” Kyung Soo membalikkan tubuhnya, tidak ingin Kris melihat wajahnya yang sebenarnya.

“Baiklah, bagaimana sekarang kita pergi? Aku belum makan dari siang.” Ajak Kris sambil berdiri dan disusul Kyung Soo.

“Kau serius?” Tanya Baekhyun begitu Kyung Soo selesai menceritakan semuanya. “Apa kau sudah bertemu Jongin? Ia masih tinggal dirumahmu?”

Pertanyaan bodoh Baekhyun membuat Kris memutar mata disampingnya.

Kyung Soo menegak bir di gelasnya sampai tandas, “Ya, dan tidak. Aku tidak tahu. Aku tidak menemuinya.”

“Lalu.. bagaimana, maksudku, bagaimana kau meninggalkan rumah itu begitu saja? Bukankah ayahmu memberikannya padamu? Atau pada ibumu?”

Kyung Soo mendecak sebal, “Baek, aku datang bukan untuk berdiskusi mengenai masalah itu, atau untuk melaporkan apa yang terjadi. Aku sedang mencoba tenang, tolonglah bisa kau diam sebentar?”

Baekhyun langsung mengatupkan mulutnya rapat dan melirik Kris yang tersenyum datar sebelum minum di gelasnya. “Maaf, tapi Jongin mencarimu. Tadi sebelum kau dan Kris hyung datang, ia kesini dan mengatakan ‘Kabari aku kalau kau menemuinya’.” Baekhyun mencoba meniru gaya ucapan Jongin, semakin membuat Kyung Soo sebal.

“Dan sekarang dia disini.” Baekhyun menggerakkan alisnya, memberi tanda bahwa Jongin datang dari arah kiri Kyung Soo.

Sontak, Kyung Soo menoleh, lalu membuang nafas kasar tepat saat Jongin sampai pada tempatnya.

“Kyung –“

Kyung Soo berdiri, menggeser kursinya. “Aku selesai, Baek. Kris hyung, kau sudah mau pergi?” Ia sama sekali tidak menghiraukan kehadiran Jongin di sampingnya.

“Kyung Soo, dengarkan aku. Aku perlu memberitau semuanya. Padamu.”

Kata terakhir membuat Kyung Soo terhenti, tanpa menoleh ia menjawab, “Kurasa aku tidak perlu tahu lagi. Semua sudah jelas. Pertemanan kita selama ini, jelas maksudnya.”

Kyung Soo mengambil langkah lagi.

“Tapi ini mengenai Yoona, ibumu.”

Kyung Soo lagi-lagi terhenti, kemudian dengan reflek cepat ia mengangkat kerah baju Jongin, sebelum Kris dan Baekhyun sempat menahan, “Tau apa kau mengenai ibuku, hah, KIM JONGIN?”

“Sudahlah, Kyung.” Ucap Kris menahan Kyung Soo.

Sorot mata Kyung Soo penuh amarah tertuju pada Jongin.

“Yoona.. sakit.”

Dan kerah baju Jongin terlepas dari cengkraman jemari Kyung Soo.

An.

Yang penasaran umur Yoona berapa, seharusnya bisa nebak setelah chapter ini. Maaf bangetttttt karena keterlambatan post. Aku ga mau bikin ini terlalu panjang, karena genre drama menurutku ga harus panjang dan ngejelimet. Makasih buat yang udah respon Forlorn1-nya yaaaa, aku ga nyangka akan banyak yang tertarik hahaha. Thanks for reading🙂

38 thoughts on “[Freelance] Forlorn (Chapter 2)

  1. penasaran sama Yoona sakit apa, D.O merasa bersalah pasti

    dududu Yoona kamu terlalu muda untuk jadi ibu -_-

    Next thorrr

  2. Makin penasaran sama kelanjutannya nih thor
    Kok chapter ini pendek banget 😢
    Next chapter jangan lama lama yah thor
    Keep Writing

  3. Mwo? Yoona sakit?
    Trus Yoona trnyata msh muda, tp tak seumuran ma mrk Kyungsoo dan Kai lah coz mna mungkn Kyungsoo manggil Yoona Eomma pdhl mrka seumurankan?
    TBC nya tepat bnget.
    Next chap d’tnggu!

  4. Sumpahhh blm bsa nebak umur yoona walaupun dipanggil tante, ohh ya yoona lkenapa aduhhh pnasarannn bangetttttt nextnya jgn lama” ya thor

  5. Umur yoona??
    Kayaknya seumuran sama jongin ya??
    Tapi penasaran knapa dia nikah sama appa nya kyungsoo
    Keren bgt critanya!!!!
    Menarik!!!
    Ditunggu chapter slanjutnya ya thor

  6. Paling umurnya Yoona setara kaya Jongin, soalnya Jongin manggil Yoona dgn namanya aja sih..Tapi gk tau deng..

    Oooohhhhh..jd Yoona nya sakiiiitt???lah kenapa gk d kasih tahu siihh??? Oh iya ya, klo d kasih tahu nanti malah gk seruuuu..
    Lah, jd Kyungsoo blum tahu dong, kok Jongin aja yg tahu??? Penasaran Yoona sakit apa??
    Apa ini akan ada banyak chapter???kok terasa udh mau habis???
    Oke, pokoknya chapter selanjutnya lebih cepat post nya..okee…

  7. Yoona sakit apa? Jangan2 dia nikah sama appa kyungsoo karna uang nya doang ‘-‘ Penasaran,ditunggu chapter selanjut nya thor fighting!!!

  8. Aku ngebayangin yoona itu setipe sophia mueller gitu. Dia kan hot mom bangettttt hahahahah
    Ah yoona sakit apa? Kenapa tbcnya pas banget sih -_-

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s