[Freelance] It’s Time For Goodbye

It’s Time For Goodbye 

By Moonixie

Yoona and EXO-K

Romance, Angst, Family

 ‘Setiap pertemuan pasti akan diakhiri dengan perpisahan

 

 

Yoona – Joonmyeon

 

Ku harap perpisahan ini akan sesingkat pertemuan sebelumnya, tapi sepertinya itu tak akan terjadi.

 

Perpisahan ini bukanlah perpisahan untuk tak saling bertemu kembali. Hanya perpisahan sementara yang semoga saja tak menjadi selamanya. Hubungan Yoona dan Joonmyeon hanyalah sekedar hubungan seorang pasien dan dokter, tak lebih dari itu. Semenjak satu bulan lalu Yoona telah menjadi pasien di rumah sakit itu, mengidap penyakit yang bisa dibilang berbahaya.

Alzheimer.

Yoona adalah seorang gadis yang cantik meskipun wajahnya berubah semakin pucat dari hari kehari dan Joonmyeon mengakui itu. Joonmyeon selalu mencoba untuk berkomunikasi dengan Yoona walaupun gadis itu kerap kali melupakannya, bahkan gadis itu melupakan namanya sendiri.

Semakin lama penyakit itu semakin membuat tubuh Yoona tak terkendali, ia seperti orang bodoh yang hanya akan melamun dan melupakan semua hal. Joonmyeon mengakui bahwa pasiennya itu menarik perhatiannya lebih dari pasiennya yang lain, entah mengapa setiap melihat gadis itu ia merasa damai dalam dirinya yang selama ini jarang ia rasakan. Ia sangat ingin untuk menyembuhkan gadis itu, membuatnya kembali menjadi dirinya yang semula.

 

“Kami akan membawa Yoona ke Jepang, bisakah kau merekomendasikan rumah sakit yang bagus?”

 

Sejak saat itu Joonmyeon tak dapat lagi melihat sosoknya disalah satu kamar inap di rumah sakit tempatnya bekerja, ia tak dapat lagi merasakan damai saat melihat gadis itu. Joonmyeon tahu semua ini demi kebaikan Yoona dan jika ia bisa ia ingin menunggu gadis itu, menunggu gadis itu menjadi dirinya yang sebenarnya.

 

‘Walau kemungkinannya tak terlalu besar, aku harap kau akan sembuh. Aku akan selalu memohon pada Tuhan agar mengabulkan permintaanku.’

 

Yoona – Baekhyun

 

Kurasa aku adalah orang baik, tapi mengapa Tuhan mengambil noonaku?

 

Baekhyun adalah anak yang ceria, dia akan tertawa sepanjang hari terlebih disaat hari ulang tahunnya. Baekhyun selalu menyukai tanggal 6 Mei, karena tanggal itu sangat bersejarah baginya.

Pertama, ditanggal itulah ia dilahirkan 23 tahun lalu. Kedua, ditanggal itulah ia selalu mendapatkan hadiah yang ia inginkan mulai dari komik Detective Conan terbaru, buku serial Sherlock Holmes yang belum ia miliki, sepatu yang mahal, dan yang lainnya. Keluarganya akan mengabulkan semuanya.

Tapi semenjak 5 tahun lalu Baekhyun membenci setiap hari ulang tahunnya. Baekhyun tak lagi menyukai tanggal 6 Mei. Karena ditanggal itulah Tuhan mengambil orang itu, orang yang sangat Baekhyun sayangi, orang yang dipanggilnya dengan sebutan ‘noona’ .

Dulu ia paling anti dengan menangis karena noonanya itu akan menertawainya sepanjang tahun, tapi kali ini Baekhyun bahkan menangis meraung-raung seperti seorang gadis yang kehilangan kekasihnya. Baekhyun bahkan rela jika ditertawakan oleh gadis itu sepanjang hidupnya, asalkan gadis itu kembali berada disampingnya. Kembali menjadi seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya.

Sejak saat itu tak ada lagi yang ia minta pada Tuhan selain ia yang menginginkan noonanya untuk kembali berada dihidupnya.

 

“Ibu, mengapa Tuhan mengambil Yoona noona dariku? Padahal aku adalah orang yang baik, apakah Tuhan tak percaya padaku bahwa aku dapat menjaganya?”

 

“Kau sudah besar dan seharusnya kau mengerti Baek, berhentilah mengatakan itu!”

 

Baekhyun memang tak kehilangan senyumnya, ia masih menjahili teman-temannya seperti dulu, ia masih melontarkan lelucon seperti saat ia masih dapat melihat noonanya. Tapi ada saatnya ia menangis karena terlalu merindukan sosok itu.

 

‘Aku merindukanmu, apakah jika aku tetap menjadi Baekhyun yang dulu kau akan kembali, noona?’

 

Yoona – Chanyeol

 

Mengapa aku ingin bertemu denganmu lagi?

 

Yoona dan Chanyeol adalah teman sekelas, mereka tak terlalu dekat seperti sepasang sahabat, hubungan mereka hanyalah teman biasa yang bahkan tak saling memiliki nomor telphone dan semacamnya. Jika bertemu saja mereka jarang menyapa. Pokoknya mereka hanya teman biasa.

Tapi mengapa Chanyeol merasa kehilangan saat gadis itu pergi? Chanyeol pikir itu hanyalah perasaan kehilangan kepada seorang teman. Tapi mengapa sampai saat ini ia selalu mengingat gadis itu? Bahkan saat tahun-tahun telah berlalu. Ia merasa heran, teman dekatnya yang sudah pergi keluar negri saja jarang sekali berada dipikirannya. Bahkan ia saja tak pernah memikirkan mantan kekasihnya. Tapi mengapa nama Yoona terus terngiang diotaknya?

Chanyeol dan Yoona hanya memiliki sedikit cerita yang bahkan tak ada spesialnya sama sekali. Mereka hanya pernah berada pada kelompok yang sama dua kali. Mereka tak sering menaiki bus kesekolah bersama. Tapi pernah sekali mereka terkena hukuman bersama karena telat memasuki kelas matematika dan tertawa terbahak karena mereka harus membersihkan ruang teater yang cukup besar, itupun tak terlalu spesial. Tapi mengapa Chanyeol merasa ingin kembali ke waktu itu?

 

“Aku memiliki seorang teman yang bahkan tak terlalu dekat, tapi mengapa dia selalu berada dipikiranku selama bertahun-tahun?”

 

“Itu karena kau merindukannya, bodoh!”

 

Ya. Chanyeol akui bahwa ia merindukan temannya itu, ia merindukan seorang gadis yang berada satu kelas dengannya, ia merindukan orang itu yang telah pergi ketempat yang sangat jauh, ia merindukan gadis itu, ia merindukan Im Yoona. Park Chanyeol merindukan seorang Im Yoona yang bahkan tak mengenalnya dengan baik.

 

‘Sampai jumpa lagi Yoona! Jika kita bertemu kembali, mari tertawa bersama lagi seperti waktu itu, karena aku menyukainya.’

 

Yoona – Kyungsoo

 

Apakah kau merindukan untuk duduk di bangku itu, dan memesan satu cup cappucino lagi padaku?

 

Awalnya Kyungsoo sering mengeluh bekerja di kedai kopi itu karena pemiliknya yang cerewet, tapi mau bagaimana lagi, ia membutuhkan pekerjaan itu untuk menyambung hidupnya. Hari itu hari selasa, dan sejak saat itulah ia mulai mengurangi keluhannya pada pekerjaannya karena seseorang yang memesan satu cup cappucino. Ia tertarik dengan gadis bersurai hitam yang memiliki mata seperti mata seekor rusa kecil. Ia tertarik dengan gadis itu yang setiap harinya duduk dipojok kedai kopi tempatnya bekerja. Ia pikir ia mulai menyukai gadis itu.

Sudah dua minggu gadis itu selalu datang kemari, dan Kyungsoo suka melihat senyum manisnya. Pernah terbersit dalam pikirannya untuk berkenalan dengan gadis itu tapi ia urungkan niatnya saat pernah satu kali gadis itu datang dengan seorang pria. Kyungsoo rasa ia terlambat.

Suatu hari Kyungsoo terheran karena mendapati gadis itu yang tak beranjak sejak dua jam lalu, kedai kopi itu akan ia tutup karena memang sudah waktunya untuk pulang dan beristirahat dirumah. Ia mencoba memberanikan diri untuk menyapa gadis itu dan menyuruhnya untuk pulang, lagipula ini sudah malam tak baik bagi seorang gadis untuk pulang malam hari.

 

“Maaf nona, aku akan menutup kedai ini, jadi-“

 

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal, Kyungsoo-ssi.”

 

Sejak hari itulah Kyungsoo tak pernah lagi melihat gadis itu muncul. Jujur saja Kyungsoo merindukannya yang akan memesan satu cup cappucino dan tersenyum padanya. Hari itu Kyungsoo ingin sekali bertanya mengapa gadis itu mengucapkan selamat tinggal padahal mereka belum pernah berkenalan sebelumnya, tapi saat gadis itu tersenyum ia urungkan niatnya karena ia pikir semuanya akan baik-baik saja.  Masalah gadis itu mengetahui namanya mungkin dari nametag yang ia pakai. Bagaimanapun Kyungsoo merasa kehilangan, ia ingin sekali mengetahui kemana gadis itu pergi, tapi sampai saat ini ia tak mendapatkan informasi apapun tentang gadis itu.

 

‘Kemana kau pergi? Mengapa kau mengucapkan selamat tinggal? Apa mungkin kita tak akan pernah bertemu kembali?’

 

Yoona – Jongin

 

Mungkin kau tidak akan pernah datang, tapi entah mengapa aku selalu mendapati diriku menunggumu.

 

Jongin bertemu dengan Yoona pertama kali saat usia mereka tujuh tahun. Mereka bertemu di taman dekat rumah Jongin. Kala itu Jongin sedang bermain dengan temannya yang lain, dan pada saat yang sama ia melihat seorang anak dengan ice cream ditangannya, seorang anak dengan memakai gaun yang sangat cantik, dan wajahnya yang jauh lebih cantik dibanding dengan baju yang anak itu kenakan.

Jongin mendekati anak itu, ia ingin berkenalan dengannya. Jongin lalu menyapanya, mengulurkan tangannya, dan mengenalkan dirinya pada anak perempuan dihadapannya. Anak itu membalas uluran tangan Jongin, menyebutkan namanya yang ternyata adalah Im Yoona, lalu tersenyum dengan manis. Jongin rasa ia akan meleleh seperti ice cream ditangan Yoona saat ia melihat senyuman Yoona yang sangat indah itu.

Tak butuh waktu yang lama untuk mereka menjadi akrab. Mereka bermain petak umpet bersama, melihat kumbang yang berada pada bunga bersama dan Jongin memetik satu bunga untuk Yoona, dan anak itu terlihat sangat gembira.

 

“Ini sudah sore, sepertinya ibuku telah menunggu, terimakasih untuk bunganya, Jongin.”

 

“Kau akan kembali lagi kan besok?”

 

Jongin sangat berharap Yoona akan kembali besok, tapi dunia terlalu kejam untuk mengabulkan pengharapan si kecil Jongin. Jongin ingin sekali menangis dengan kencang saat ia melihat mobil yang dinaiki Yoona ditabrak mobil lain ketika baru saja beberapa meter melaju.

Hari itu adalah hari pertama dan terakhir ia bertemu Yoona. Ia benar-benar tak akan melupakan anak itu yang tetap menggenggam bunga pemberiannya padahal Tuhan telah memanggilnya. Kim Jongin akan selalu ingat pada Im Yoona.

 

‘Mengapa Tuhan mempertemukan kita pada  hari yang sama saat kita berpisah?’

 

Yoona – Sehun

 

Sehun pikir mereka akan kembali bertemu, karena ia hanya pergi untuk sementara.

 

Sudah terhitung tujuh tahun mereka menjadi sepasang kekasih. Sehun sangat mencintai Yoona, begitupun sebaliknya. Mereka seperti pasangan lainnya yang akan berkencan dihari libur, tertawa bersama dan sebagainya, tapi ada saatnya mereka juga bertengkar karena satu atau beberapa hal. Mereka akui pertengkaran itu membuat mereka semakin dekat satu sama lain, jadi mereka tak pernah menyesalinya.

Hari itu Sehun memutuskan untuk pergi wajib militer, ia pikir ia hanya pergi kurang lebih dua tahun dan ia rasa ia tak perlu khawatir tentang hubungan mereka karena hubungan mereka sudah jauh lebih lama terjalin ketimbang hal ini. Sehun terkejut saat Yoona menitikan air mata di hari ia akan pergi. Bukankah Yoona tahu bahwa ia akan pergi sebentar saja, bahwa hari itu bukanlah perpisahan yang sebenarnya. Tapi Sehun pikir semua wanita mungkin memiliki sifat yang sangat sensitif. Dan Sehun pergi tanpa perasaan khawatir.

Semuanya berjalan sesuai harapan. Tak ada hal berarti yang terjadi, sampai suatu hari Sehun rasa dunia benar-benar berhenti berputar saat ia mendapat berita bahwa tempat mereka tinggal, tempat mereka biasa bersama telah tersapu tsunami hingga tak ada lagi yang tersisa. Semuanya rata dengan tanah.

 

“Apakah kau tahu Yoona dimana? Dia selamat ‘kan?”

 

“Aku benar-benar tak tahu. Tapi saat itu Yoona mengatakan ia akan pergi ke pantai. Aku tak lagi melihatnya sejak itu.”

 

Sehun membenci dunia ini. Ia benci dengan pantai yang telah menjadi saksi bisu hubungan mereka beberapa tahun ini. Ternyata pantai itu benar-benar mengerikan, mengapa ia pernah menyukai tempat itu?

Tak pernah satu kali pun Sehun berpikir bahwa hari itu akan menjadi perpisahan untuk waktu yang lama. Bagaimana kabar gadisnya sekarang? Bahkan Sehun tak pernah tahu apakah gadisnya itu selamat atau tidak. Hingga saat ini Sehun tak pernah mendapatkan informasi apapun tentang gadisnya.

 

‘Jauh dilubuk hatiku, aku percaya bahwa kau baik-baik saja dan kita akan bertemu kembali, tak peduli meskipun pertemuan itu akan terjadi di dunia selanjutnya. Aku mencintaimu Yoona.’

 

FIN

 

Hi, makasih udah mau baca ff ini, semoga kalian suka. Menurut kalian bagian mana yang paling seru? Kalau ada waktu aku bakal buat long ver. nya deh^^ .

23 thoughts on “[Freelance] It’s Time For Goodbye

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s