(Freelance) Who Are You?

Who are you?

Oh Pyxis

Oh Sehun | Im Yoona || Romance | Mysteri || Ficlet || All Rated

Terkadang kenyataan itu mencengangkan.

 

Waktu telah menunjukkan pukul 16.30 KST, bel berbunyi lebih cepat dari biasanya. Aku pun bergegas untuk pulang. Kakiku melangkah melewati jalan pintas agar lebih cepat sampai karena awan hitam telah bergelantungan di langit. Jalanan ini selalu saja sepi, hanya ada satu atau dua orang yang terlihat, kendaraan pun tak ada yang melintas.

Aku penasaran kenapa jalanan ini selalu sepi? Padahal aku selalu mendapati seorang gadis cantik menatapku dari balik jendela rumahnya. Gadis itu sangat cantik, rambutnya tergerai begitu saja sungguh mempesona, ditambah lagi senyumannya yang manis.

Saat melihatnya kala itu aku memutuskan untuk melewati jalan ini kembali. Aku tertarik untuk melihatnya lagi, melihat senyuman manisnya. Benar saja hari ini aku menemukannya lagi disana, di jendela rumahnya seperti kemarin dengan senyuman yang tetap menghiasi bibirnya. Dan kali ini aku memberanikan diri untuk membalas senyumannya.

*

Sudah tiga hari ini aku tidak pergi ke sekolah, aku merasakan kepalaku yang berdenyut dan tubuhku yang terasa lemas, mungkin karena akhir-akhir ini aku selalu tidur lewat tengah malam akibat tugas sekolah yang menumpuk. Entah mengapa aku tiba-tiba merindukan senyuman gadis itu. Tidak! bukan hanya senyumannya, aku juga merindukan gadis itu. Ada apa denganku? Padahal kami tidak mengenal satu sama lain.

Hari ini aku memutuskan untuk pergi ke sekolah. Mengapa hatiku berdebar-debar saat hanya memikirkan bahwa aku akan melihat gadis itu lagi? Baru saja bel berbunyi, aku menemukan diriku langsung bergegas untuk meninggalkan sekolah, bahkan semakin lama aku semakin berlari. Aku tidak sabar untuk melihatnya lagi. Aneh. Baru pertama kali aku merasakan hal seperti ini.

Kakiku tiba-tiba berhenti berlari, jalanan itu sangat ramai. Tak seperti biasanya. Aku yakin pusat keramaian ini berada tepat di depan rumah itu. Rumah gadis itu. Apa yang terjadi?

“Permisi, apa yang terjadi paman?” Aku mencoba untuk mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi.

“Ada pembunuhan di rumah itu.” Ia berbicara sambil menunjuk ke arah rumah tempat gadis itu berada.

“Apa? Pe-pembunuhan?” aku hampir memekik karena terlalu terkejut.

 

Siapa yang terbunuh? Bagaimana keadaan gadis itu? Oh Tuhan, mengapa aku begitu khawatir?

 

“Yoona telah membunuh seorang gadis semalam. Aku tak habis pikir gadis secantik itu tega membunuh, aku tahu dia depresi tapi ku kira dia adalah gadis baik. Benar-benar gadis mengerikan. Mengapa dia mengikuti jejak ayahnya? Jalanan ini pasti akan bertambah sepi karena ulah keluarga kejam itu.”

Aku tahu bibi itu berbicara padaku, tapi aku benar-benar tak menghiraukannya. Aku melangkah menerobos orang-orang itu walau kakiku terasa lemas. Aku memang tak tahu siapa Yoona, tapi aku yakin Yoona yang dimaksud bibi tadi adalah gadis itu. Gadis yang telah membuat hatiku berdebar aneh akhir-akhir ini.

Aku berhasil menerobos kerumunan itu tepat saat polisi membawanya ke dalam mobil. Tatapan kami bertemu. Tapi untuk yang pertama kalinya ia tak tersenyum padaku. Tentu saja, bagaimana mungkin ia masih bisa tersenyum disaat seprti ini? Bahkan aku pun sangat sulit untuk melakukannya. Darahku berdesir aneh ketika melihatnya seperti ini.

Entah mengapa aku sangat ingin merebut tangannya dari orang-orang berseragam itu. Aku sangat ingin membawanya pergi dari kerumunan ini. Bahkan aku ingin membawanya lari dari kenyataan yang mengerikan ini.

 

Aku ingin melindunginya.

 

Kejadian itu begitu cepat terjadi. Aku belum puas menatapnya, aku masih ingin melihat senyum manisnya, bahkan aku belum mendengar suaranya. Tetapi mengapa orang-orang itu sudah membawanya pergi?

Keramaian ini sudah lama hilang. Orang-orang sudah pergi dan mungkin mengunci rumahnya rapat-rapat, takut akan kehadiran gadis itu. Tetapi aku menemukan diriku tetap mematung di tempat ini. Aku tak peduli ia seorang pembunuh. Dalam lubuk hatiku aku ingin menunggunya, menunggu untuk ia kembali tersenyum padaku. Walaupun aku tak tahu ia akan kembali atau tidak.

 

Aku rasa aku benar-benar mencintainya.

 

Mencintai seorang pembunuh.

 

Cepatlah kembali. Yoona.

 

 *

Epilog

 

Seorang gadis berseragam sekolah memasuki rumah yang cukup familiar dalam penglihatannya akhir-akhir ini. Ia merasa tak rela pria yang dicintainya sejak beberapa tahun lalu tersenyum pada gadis yang bahkan hanya terlihat dari balik jendela rumahnya.

Setelah mengetuk dengan keras, akhirnya pintu itu terbuka dan menampilkan seseorang yang ia cari.

“Siapa kau? Mengapa kau berani sekali tersenyum pada Oh Sehun?!”

“Aku Yoona.” Suaranya lembut, bahkan mungkin lebih lembut dari angin.

“Aku tak bertanya tentang namamu! Aku bertanya siapa kau bagi seorang Oh Sehun! Aku perintahkan kau untuk tak lagi muncul di jendelamu itu saat Oh Sehun berjalan melewati rumah ini!” Ia berteriak hingga wajahnya memerah, dan itu sangat terlihat jelas walau di malam hari seperti ini.

“Masuklah, kita bicara di dalam.” Dingin. Suaranya terdengar dingin bahkan melebihi dinginnya malam yang menusuk ini.

 

Aku juga mencintainya gadis angkuh.

 

FIN

17 thoughts on “(Freelance) Who Are You?

  1. Bagus thor critanya
    Tapi masih bingung nih
    Sebenernya yoona itu siapa?
    Knapa dia bisa depresi sampe bunuh org?
    Yg dibunuh yoona itu jg siapa?
    Hehehehe
    Agak ga ngerti😀
    Tapi ffnya keren kok thor

  2. Oohhhh…jd epilognya iti flashback sebelum Yoona ngebunuh cewek misterius itu ya???? Wah, kesannya dpt banget nih, kereeeeeeennnn….
    Jd…..

    Apa kelanjutannya yaaa???

  3. hooo… serem juga yoona disini, ngebunuh cewek itu kan? lagian juga sih ngapain coba tuh cewek nya kegenitan sm sehun.. haha

    btw aku mau sequel nya dong.. sayang nih gantung… jadi penasaran sm yoonhun selanjutnya, yoona di penjara kah? atau gmn??

    hrs dibikin sequel pokoknya. #maksa hehe.. ditungg7lu ^o^ fighting!!

  4. ohhh aku ngerti kenapa yoona ngebunuh gadis itu..
    karna gadis itu memaki yoona dan mencintai sehun yg juga yoona cintai kan ?!

  5. wah yoona serem juga yaaa hehe. well aku suka genre kaya gini tapi ending nya gantung banget nih thor, adakah sequel? keep writing ya^^

  6. Well, aku agak bingung sama ff ini
    Tapi setelah mbaca epilog nya 2 kali mulai agak mudeng kek nya
    Jadi itu yoona ngebunuh cewek yang marahin dia gitu?
    Ini butuh sequell thorrrr

  7. Jadi apa maksudnya ? Yoona yang pembunuh atau cewek lain yang berusaha membunuh Yoona ? Aku nggak ngerti ini, buat sequel nya dong !!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s