[Freelance] I’ll Be There For You

poster i'll be there for you

I’ll Be There For You

Author : YoonXo

Cast     : Im Yoona, Park Chanyeol

Leght   : Oneshot [6780 words]

Genre   : Sad, Romance

PG       : 14+

Summary : “Aku tidak peduli, sungguh. Aku tidak peduli dengan mereka. Yang kutahu aku hanya ingin bersamamu selamanya, memilikmu, melindungimu, memelukmu dalam hangat, dan mengabulkan cita-citamu yang dulu pernah kau ceritakan padaku, Membangun keluarga kecil yang damai dan hangat”

~~~Happy Reading~~~

Suasana pagi disebuah apartement mewah itu terlihat seperti biasa, tidak terlalu sunyi maupun bising. Bunyi dentingan sendok dan piring terdengar diruang makan apartemen tersebut. Terlihat seorang Pria dan seorang Gadis sedang menikmati sarapan mereka.

“Apakah Oppa hari ini akan pulang larut malam lagi?” gadis berumur 17 tahun itu membuka pembicaraan.

“hmm.. sepertinya banyak scene yang harus diselesaikan hari ini. Oppa minta maaf Yoona-ya..” Park Chanyeol, pria itu menjawab pertanyaan gadisnya sembari membelai sayang suari halus milik gadis tersebut.

“tidak bisakah Oppa meminta pulang lebih awal. Aku bosan hanya seharian sendiri didalam apartemen ini” gadis itu menatap Oppa-nya dengan tatapan memohon.

“Oppa akan usahakan Yoong. Jika memang PD-nim mengijinkan Oppa akan menghubungimu. Jangan marah pada Oppa, Arra?” Chanyeol balas menatap gadisnya dengan menunjukkan tatapan lembut yang menenangkan gadis itu yang dibalas dengan anggukan kecil oleh Gadisnya.

“kau sudah mengerjakkan tugas dari Jung Songsaenim?” tanya Chanyeol lagi dan dibalas dengan anggukan kepala lagi oleh gadis dihadapannya.

Chanyeol melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kekarnya

“Sudah hampir jam 7, 30 menit lagi syuting akan dimulai. Managerku pasti sudah menunggu dibawah, Oppa harus berangkat sekarang” Chanyeol berdiri menyudahi sarapannya seketika gadis dihadapannya juga ikut berdiri. Yoona melangkah mengikuti Chanyeol keruang tengah.

“ini untuk Oppa. harus dihabiskan” Yoona memberikan paper bag berisi kotak makan kepada Chanyeol

“cupcake? Kau membuat sendiri?” tanya Chanyeol setelah melirik isi kotak makan tersebut dari tutupnya yang transparan.

“Ne, Han Ahjumma membantuku” Yoona tersenyum menunjukkan rentetan giginya yang tertata rapi dan putih. Gadis itu memeluk Oppa-nya manja seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Chanyeol. Sedangkan yang dipeluk balas memeluk erat sembari membelai surai gadis-nya.

“jaga dirimu baik-baik, Oppa tidak ingin mendengar kabar jika terjadi sesuatu yang buruk denganmu” Chanyeol menyesap surai halus gadisnya. harum semerbak shampo strawberry di rambut gadis itu selalu membuat Chanyeol ketagihan. Yoona hanya mengangguk kecil didalam dekapan Chanyeol.

“Sebentar lagi Jung Songsaenim akan datang. Kau harus belajar giat. Arra?” Chanyeol mencium puncak kepala Yoona lalu sedikit merenggangkan pelukannya agar bisa menatap wajah manis gadisnya itu.

“Ne, Oppa juga harus berhati-hati dan juga jangan lupa untuk menghubungiku.” Yoona menatap Chanyeol dengan tatapan polosnya lalu kembali menyandarkan kepalanya di dada bidang Chanyeol.

“tentu saja Oppa akan menghubungimu”  Chanyeol mencubit gemas pipi gadisnya.

“Oppa~” rengek Yoona kesal

“hahaa.. sudah. Oppa harus berangkat sekarang. Ada Han Ahjumma dan Jung Songsaenim yang akan menemanimu” Chanyeol melepas pelukan hangat mereka.

Ting.Tong.  bel apartemen berbunyi.

“lihat, sepertinya Jung Songsaenim sudah datang. Oppa berangkat sekarang. Kau harus belajar giat, ingat itu” Chanyeol mengecup dahi gadisnya yang membuat Yoona tersipu malu.

“Sampai Jumpa Oppa” Yoona melambai pada Chanyeol

“Sampai Jumpa Little Princess” balas Chanyeol. Lalu berjalan menuju pintu untuk berangkat syuting sekaligus membukakan pintu untuk Jung Songsaenim.

~~I’ll Be There For You~~

Chanyeol memang seorang aktor terkenal di Korea Selatan. Jadwal padat memang selalu rutinitasnya. Tapi Chanyeol tidak asal mengambil tawaran kontrak. Banyak tawaran kontrak dari berbagai produk telah ditolaknya. Bukan tanpa alasan, Chanyeol tidak ingin terlalu sibuk dan meninggalkan gadisnya terlalu lama sendiri di Apartemen mereka.

Chanyeol dan Yoona memang sudah 2 tahun ini tinggal bersama. Setelah Yoona lulus SMP, Chanyeol mengajak Yoona untuk tinggal bersama di sebuah apartemen mewah yang sudah dibelinya sejak jauh-jauh hari. Perbedaan umur mereka memang terpaut jauh. Chanyeol berumur 25 tahun, dia sudah lulus dari perguruan tinggi tentunya dan sekarang sedang berada di puncak berjayanya dia berkarir sebagai aktor yang sudah dia jalani sejak 4 tahun yang lalu hingga sekarang.Orang tuanya berada di Jepang, mengurus perusahaan yang memang berada disana.

Sedangkan Yoona, gadis itu masih 17 tahun dan masih duduk dibangku kelas 2 SMA. Yoona memang tidak seperti remaja-remaja lainnya yang bersekolah dengan berkumpul bersama teman-temannya disebuah gedung yang memang dikhususkan untuk melakukan kegiatan belajar-mengajar.Sejak Yoona berumur 8 tahun tepatnya saat kelas 2 SD, Yoona memang mulai belajar lebih tepatnya besekolah dirumah. Bukan tanpa alasan gadis itu mengalami trauma, trauma dengan dunia luar. Dia seorang Gadis Yatim-Piatu, Ibunya Meninggal saat melahirkannya sedangkan Ayahnya meninggal karena kecelakaan yang juga melibatkan dirinya.

[Flashback, 14 Juli 2006]

“Appa kita harus membeli bunga dulu” celoteh Yoona kecil pada Ayahnya yang sedang fokus mengemudi disampingnya, mereka akan berkunjung ke makam mendiang Ny.Im.

“tentu saja sayang, Appa tidak lupa itu” Tn.Im tersenyum sembari melirik putri kecilnya.

“Umma sangat suka bunga lily putih jadi Appa harus membelikan bunga itu untuk Umma, tapi Appa harus membelikannya juga untuk Yoona. Apa yang Umma suka, Yoona juga suka” Tn.Im terkekeh pelan melihat tingkah polos putri semata wayangnya itu

“dan Yoona juga harus membelikan bunga itu untuk Appa, biar semuanya impas” ucap Tn.Im berniat menggoda putrinya

“Yoona tidak punya uang” ucap Yoona bingung, sedangkan Tn.Im hanya tertawa melihat raut wajah putrinya

“kenapa Appa tertawa? Yoona tidak punya uang Appa~” rengek Yoona kecil

“kalau begitu Appa juga tidak akan membelikannya untuk Yoona” Tn.Im kembali menggoda putrinya

“APPA~ Yoona berjanji akan menabungkan uang saku Yoona dan akan membelikan bunga untuk Appa” Yoona kecil kembali merengek dengan wajah cemberutnya dan itu berhasil kembali mengundang tawa Tn.Im

“hhahaa.. sudah lupakan dengan membeli bunga untuk Appa sayang, sekarang Appa harus fokus mengemudi, sekarang baca buku dongengmu” Tn.Im membelai surai putrinya dan memberikan buku dongeng milik Yoona kecil yang berada di dasbort mobil.

Sekarang hanya terdengar suaraYoona kecil yang sedang membaca buku dongengnya dan Tn.Im yang sesekali membenarkan ucapan Yoona kecil jika putrinya itu kurang tepat mengucapkan kata. Dering ponsel Tn.Im terdengar, panggilan masuk dari Asisten Pribadinya terpampang di layar ponselnya

“iya Asisten Kwon”

“Presdir, komplotan anak buah Presdir Kim sedang mengikuti anda, anda harus berhati-hati, saya sedang menyusul anda”

“APA?!”

“anda harus berhati-hati Presdir, jika bisa sebaiknya anda harus menghindar dari komplotan Presdir Kim”

“baiklah, Asisten Kwon terimaksih informasinya”

Setelah mematikan sambungan telepon, Tn.Im  melirik kebelakang dari kaca spion untuk memastikan ucapan Asistennya. Dan benar saja ada mobil sedan berwarna hitam dibelakangnya yang terlihat sedang membuntutinya. Sebenarnya Tn.Im sudah melihat mobil itu sejak mobil yang dikemudikannya keluar dari gerbang rumahnya, tapi Tn.Im tidak tau jika mobil itu membuntutinya. Dengan segera Tn.Im menambah kecepatan mobilnya

“Appa kenapa sangat cepat?” tanya Yoona kecil khawatir yang memang baru kali ini dia merasakan Ayahnya mengemudi dengan kecepatan secepat ini

“Tidak apa-apa sayang, tutup matamu jika kau takut, semuanya akan baik-baik saja” ucap Tn.Im masih tetap fokus dengan kemudinya

Duk!? ._.

Suara dentuman mobil terdengar. Anak buah Presdir Kim sengaja menenggorkan mobilnya pada mobil Tn.Im, sekarang kedua mobil itu bersebelahan

“APPA!” pekik Yoona kecil takut

“tenanglah Yoona-ya, tutup matamu sayang”

Mobil komplotan itu kembali menenggorkan mobil Tn.Im. Kali ini tenggorannya cukup kuat sehingga membuat Mobil Tn.Im oleng kepinggir jurang

BRAKK!!

“APPAAA!!” Pekik Yoona kecil

Mobil Tn.Im ditabrak dari belakang yang ternyata ada mobil lain milik anak buah Presdir Kim. Tau jika mobilnya akan masuk jurang, Tn. Im melepas seatblet miliknya dan juga milik Yoona kecil lalu mendekap putrinya erat sebelum membuka pintu mobil dan menjatuhkan dirinya keluar mobil bersama dengan putri kecilnya yang masih berada didalam dekapan eratnya dan,

DUARRR!! Mobil Tn.Im meledak

Darah mengucur dari kepala Tn.Im, sedangkan Yoona kecil masih berada didalam dekapannya mereka terjatuh tak jauh dari mobil yang sudah meledak. Keduanya masih sadar, hanya saja putrinya yang berada didalam dekapannya masih terlihat shock, tatapannya kosong.

“Yoona-ya~” Yoona kecil tersadar setelah mendengar panggilan pelan dari Ayahnya, seketika tangis gadis 8 tahun itu langsung pecah saat melihat tubuh ayahnya penuh darah

“Yoona-ya sstt.. dengarkan Appa sayang” Tn.Im menangkup wajah putrinya, nafasnya tersenggal-senggal, tapi dia tetap mencoba bersikap setenang mungkin dihadapan putri kecilnya.

“Appa…” isak Yoona kecil

“kau harus berjanji pada Appa Yoona-ya~, kau harus hidup bahagia, jadilah putri Appa yang baik. Appa menyayangimu. Ingat selalu itu” Tn.Im mengecup dahi putrinya dan menutup matanya. Jantung Tn.Im masih berdetak lemah, sangat lemah. Dan Yoona masih terlalu kecil untuk mengetahui hal itu

“Appa!!! Bangunlah! Jangan tinggalkan Yoona!” pekik Yoona kecil sambil memeluk erat Appa nya,dan tak lama setelah itu Yoona kecil juga kehilangan kesadarnnya karena luka dibeberapa tubuhnya.

Tn.Im sempat tersadar dirumah sakit. Dia menitipkan putrinya kepada Tn.Park, sahabatnya sejak mereka SMP. Tn.Im mempercayakan Tn.Park untuk mengurus Perusahaanya dan mengasuh putrinya. Dan Chanyeol yang saat itu berumur 16 tahun yang berada disana hanya diam melihat kejadian mengharukan itu hingga Tn.Im memanggilnya dan memberi pesan kepadanya sebelum Tn.Im menghembuskan nafas terakhirnya.

“Chanyeol-ah, tolong jaga Yoona, gadis kecilku itu sangat lemah, kumohon jaga dia, apapun yang terjadi.”

Dan Tn.Im pergi saat putrinya belum sadar dari pingsannya.

Selang beberapa hari setelah pemakaman Tn.Im, Tn.Kim diamankan oleh polisi dan ditahan seumur hidup karena hal pembalasan dendam. Tn.Kim mengaku melakukan hal tersebut karena iri dengan kesuksesan Tn.Im. dan setelah itu Yoona menjadi trauma dengan dunia luar, gadis itu akan menangis ketakutan bahkan sampai pingsan jika diajak keluar rumah. Dan karena hal itu akhirnya Tn. Park memutuskan agar Yoona bersekolah dirumah.

~~I’ll Be There For You~~

Yoona duduk diruang tengah dengan gelisah, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 9, dan Chanyeol Oppa-nya belum juga pulang. Chanyeol memberi kabar jika ia akan pulang sebelum matahari pulang keperaduannya. Dan itu artinya sudah lebih dari 3 jam Yoona menunggu Chanyeol. Yoona sudah mencoba menelfon Chanyeol tapi Ponsel pria itu tidak aktif. Sempat terfikir di otak gadis itu untuk menelfon menejer Chanyeol, tapi sialnya dia tidak memiliki nomor Ponselnya.

Malam sudah semakin larut, jarum jam sudah menunjukkan angka 10.20, Han Ahjumma sudah pulang sejak pukul 4 sore lalu dan itu artinya tinggal gadis itu sendirian dirumah itu, karena sudah terlalu lelah akhirnya Yoona tertidur di sofa.

Tepat satu jam setelah itu, pintu apartemen terbuka. Chanyeol melangkah dengan hati-hati memasuki apartemennya. Lampu di seluruh sudut apartemen terlihat masih menyala terang. Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki lebih dalam lagi apartemen tersebut, langkahnya terhenti diruang tengah, dia tersenyum miring mendapati gadisnya yang tertidur di sofa dengan posisi yang akan membuat seluruh badannya pegal ketika bangun esok pagi

‘Oh Astaga! Kenapa kau bodoh sekali Park Chanyeol!’ rutuk pria jakung itu dalam hati.

Chanyeol melangkahkan kakinya mendekati Yoona, lalu dengan hati-hati menyelipkan lengannya di bawah lutut gadis itu dan lengan satunya lagi di belakang punggungnya, lalu dengan perlahan mengangkat gadis itu kedalam kamarnya.

“eengggh..” lenguhan dari gadis itu terdengar tepat sebelum Chanyeol merebahkan Yoona diatas kasur empuk miliknya

“Oppa sudah pulang?” tanya Yoona setelah Chanyeol merebahkan dirinya diatas kasur

“bukankah aku sudah ada didepanmu? Tentu saja Oppa sudah pulang.” Balas Chanyeol seraya menyelimuti gadisnya.

“jam berapa sekarang? Hampir setengah 12. Lihat, Oppa tidak menepati janjimu lagi. Oppa bahkan terlambat 5 jam lebih dari waktu yang Oppa janjikan, Oppa seharusnya memberiku kabar jika tidak jadi pulang lebih awal.” omel gadis itu seraya memasang raut sebalnya

“Oppa minta maaf, Ponselku mati Yoona-ya. PD-nim menyuruh untuk menyelesaikan scene yang seharusnya dilakukan besok untuk diselesaikan hari ini. Dan besok Oppa tidak ada jadwal, lusa libur hari minggu, dan itu artinya Oppa memiliki 2 hari bebas untuk menemanimu.” Jelas Chanyeol sembari menahan senyum melihat ekspresi sebal gadisnya.

“Oppa bisa meminjam Ponsel Menejer untuk menghubungiku” elak Yoona.

“Maaf, itu tidak terfikirkan di otak Oppa, hehe” balas Chanyeol nyengir kuda.

“Oppa memang selalu seperti itu, pelupa” dengus gadis itu.

“Hei sudah jangan cemberut lagi, bukankah Oppa sudah memiliki 2 hari waktu bebas untukmu?” rajuk Chanyeol.

“Meskipun seperti itu aku masih tetap marah dengan Oppa, aku lapar. Dan Oppa harus menggendongku ke ruang makan dan harus memasak untukku dan jangan lupa juga untuk menggendongku kembali kekamar, sekarang juga tanpa ada penolakkan” celoteh Yoona sembari memasang raut wajah segalak mungkin.

“baiklah Tuan Putriku yang cerewet. Dan ekspresi wajah seperti itu sangatlah tidak cocok terpasang diwajah manismu itu Sayang” goda Chanyeol yang berhasil mengubah ekspresi wajah gadis itu menjadi tersipu malu.

“Oppa~” rengek Yoona lalu melompat kepunggung Pria itu.

~~I’ll Be There For You~~

Hari Sabtu siang itu tepatnya setelah Jung Songsaenim pulang, mereka menghabiskan waktu dengan menatap indahnya kota Seoul dari dinding kaca transparan apartemen mewah yang hangat itu. Chanyeol dan Yoona terlihat duduk bersantai diatas sofa empuk yang menghadap langsung ke arah luasnya kota Seoul. Yoona menyandarkan kepalanya pada pundak Chanyeol yang nyaman. Mereka berbagi headset dengan mendengarkan alunan musik merdu bersama.

“Yoongie-ya~” Chanyeol membuka suara.

“emm?” deheman kecil terdengar dari bibir tipis gadis itu.

“Apa kau tidak ingin pergi keluar sana?” tanya Chanyeol sambil menunjuk luasnya kota Seoul.

“Oppa~” Oh, Yoona sangat tidak suka jika Oppa-nya itu membahas tentang hal ini.

“kau tau Yoona-ya~ diluar sana sangat indah. Apa kau tidak ingin melihatnya?”

“Aku sudah banyak melihat indahnya negara ini, tidak tapi dunia ini Oppa. bukankah internet cukup membantu” ucap Yoona mencari alasan.

“Apa kau tidak ingin mengunjunginya secara langsung?” tanya Chanyeol menyelidik.

“Apa yang kau bicarakan Oppa?” Yoona mulai risih dengan pembicaraan ini. Chanyeol mematikan alunan musik dan melepas headset yang mereka pakai lalu merubah posisi duduknya dengan menghadap kearah Yoona. Tak lupa juga tangannya yang menggenggam hangat tangan gadis itu dan juga tatapan menenangkannya.

“kau tau Yoong, aku sangat ingin mengajakmu pergi keluar sana, mengajakmu pergi berpiknik, pergi menonton film dibioskop, berbelanja bersama, mengunjungi tempat-tempat wisata dan masih banyak lagi. Dan yang harus kau tau Yoong, Oppa sangat ingin memperkenalkanmu pada dunia, membuat semua Pria didunia ini iri karna aku memliki seorang gadis yang sangat manis sepertimu” Chanyeol mengangkat dagu Yoona yang menunduk.

“Jangan menunduk, tatap Oppa ketika sedang berbicara” perlahan Yoona menatap ragu kearah iris mata bulat Chanyeol.

“Apa kau tidak ingin keluar sana?” Chanyeol mengulang pertanyaannya kembali.

“Oppa, bukankah pertanyaan seperti itu sudah sering kau tanyakan? Bukankah Oppa sudah tau jawabannku?” Yoona balik melemparkan pertanyaan.

“hei, kali ini Oppa serius Yoong. Apa kau tidak ingin seperti remaja diluar sana? Bersekolah di gedung yang memang diperuntukkan untuk belajar dan juga mempunyai banyak teman, bukankah hal itu menyenangkan? Dan juga apa kau tidak ingin mengunjungi Appa dan Umma mu?” Chanyeol kembali mencoba untuk membujuk Yoona dengan hati-hati.

Mendengar pertanyaan terakhir Chanyeol membuat emosi Yoona naik seketika. Tubuhnya bergetar dan keringat dingin mulai bercucuran.

“Umma.. A-Appa..” gumamnya lirih, gadis itu menunduk sambil meremas kuat tangan kekar Chanyeol

“Apa kau ingin mengunjungi mereka?” tanya Chanyeol tapi gadis itu tetap tak bergeming.

“hei, apa kau ingat kapan terakhir kali kau mengunjungi mereka?” tanya Chanyeol lagi, yang dibalas dengan gelengan pelan dari gadis dihadapannya.

“maka dari itu Apa kau ingin mengunjungi mereka?” mendengar pertanyaan itu Yoona hanya mengangguk pelan.

“Apa kau ingin mengunjungi mereka sore ini?” tanya Chanyeol hati-hati.

“S-Sore ini?” tanya Yoona sedikit terkejut.

“Iya Sore ini, bukankah hari ini hari sabtu? Kau akan melihat ramainya pinggiran kota Seoul yang indah dipenuhi pasangan muda atau keluarga yang sedang melepas penat setelah seminggu menghabiskan waktu untuk bekerja dan sekolah” Chanyeol berusaha meyakinkan gadis itu.

“A-Apakah benar sangat i-indah?” tanya gadis itu ragu dengan sedikit tergagap.

“tentu saja, apa kau meragukanku emm?” tanya Chanyeol dengan memasang raut sedikit kecewa yang dibuat-buatnya untuk menarik gadis itu kedalam misi mengajaknya keluar apartemen itu.

“B-bukan seperti itu Oppa, hanya saja Yoona t-takut” ucapnya masih dengan tubuh bergetarnya. Sebenarnya Chanyeol tak tega melihat wajah ketakutan gadis itu, tapi mau bagaimana lagi ini memang harus dilakukan.

“Bukankah ada Oppa yang akan menemaninmu? Kenapa harus takut? Oppa janji akan membalas siapapun itu yang menyakitimu. Bagaimana? Apa kau mau?” Oh! Chanyeol sudah lelah membujuk gadis itu.

“O-oppa janji? Oppa tidak akan berbohong?” gadis itu masih belum percaya dengan janji janji yang dilontarkan oleh Pria bak tiang listrik dihadapannya. Pasalnya pria itu sering tidak menepati janjinya, seperti semalam.

“Tentu saja. Cubit Oppa yang keras jika berbohong. Bagaimana? Kau mau?” tanya Chanyeol sudah tidak sabar. Dan senyumnya merekah ketika melihat anggukkan kecil gadis dihadapannya.

“Benarkah? Kau ak- AWWW… Kenapa kau mencubitku?!” pekik Chanyeol ketika Yoona mencubit keras pinggang pria itu.

“Itu untuk yang semalam dan juga untuk permulaan Oppa” Oh! Pinggang sexy Pria itu berubah warna menjadi merah.

“Baiklah-baiklah sekarang juga kau harus berdandan yang cantik Nona” ucap Chanyeol yang masih mengelus-elus pinggang malangnya.

 

~~I’ll Be There For You~~

Langkah mereka terhenti tepat di belakang pintu apartemen. Gadis itu menatap pintu apartemen itu dengan tatapan ngeri seperti melihat pintu neraka.

“Kenapa berhenti? Semuanya akan baik-baik saja” Chanyeol merangkul pundak Yoona lalu membuka pintu Apartemen itu, refleks yang dirangkulnya itu memeluk pinggangnya dengan sangat erat.

“O-Oppa..” gadis itu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Chanyeol.

“Tidak apa-apa, jangan sembunyikan wajahmu Yoong” Chanyeol meraih wajah Yoona agar tidak menunduk.

“Lihat, tidak ada apa-apa diluar sana, tidak akan terjadi sesuatu yang mengerikan. Oppa tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum hangat.

“Oppa tidak akan bohong kan” Oh Astaga, Chanyeol benar-benar bosan dengan pertanyaan ini.

“Hei dengarkan Oppa, bukankah Oppa sudah sangat sering mengatakannya padamu apa jawabannya? Kau hanya perlu mempercayaiku Yoong. Dan juga hilangkan fikiran-fikiran negatif itu, semuanya akan baik-baik saja” Chanyeol tidak ingin usaha untuk menghilangkan trauma gadis itu kembali gagal. Pria jakung itu mungkinn sudah ratusan kali mengajak gadisnya untuk keluar dari apartemen itu, tapi hasilnya selalu berakhir di pintu apartemen yang sudah terbuka, karena gaadis itu akan berhenti disana dan kembali berfikir untuk pergi keluar.

Oh jangan lupakan ini Chanyeol pernah sekali berhasil mengajak gadis itu keluar. Tepatnya saat Chanyeol membawa Yoona ke Apartemen baru mereka dari rumah Orang tua Chanyeol bertepatan juga setelah Yoona lulus SMP, tapi sayangnya Chanyeol membawa Yoona pindah ke Apartemen dengan keadaan Yoona yang masih tertidur. Chanyeol tak ingin ambil resiko saat itu mengingat usia gadis itu yang masih belia.

“Baiklah, aku percaya pada Oppa, tapi Oppa harus terus berada disampingku” Ucap Yoona lirih dan seketika Chanyeol langsung mengeratkan rangkulannya pada pundak Yoona tak lupa pula senyum lebarnya yang menawan menghiasi wajahnya yang tampan.

Langkah mereka sangat pelan, karena gadis itu yang terlihat masih ragu dan tentunya Chanyeol juga harus bersabar karena Chanyeol yang terbiasa melangkah cepat dengan kaki lebarnya, sekarang harus menuntun gadis disampingnya yang berjalan begitu pelan.

10 menit sudah terlewatkan, dan sekarang mereka sudah berada diperjalanan menuju makam Orang tua Yoona. Chanyeol melirikkan iris mata bulatnya kesamping, dimana disana gadisnya terduduk dengan kepala yang menunduk.

“Jangan tundukkan kepalamu, kau akan rugi karna tak menikmati pemandangan sore kota ini” Chanyeol menarik dagu gadis itu agar tidak menunduk, dan laki-laki itu kembali menampilkan deretan gigi putih nan rapinya ketika mendapati ekspresi wajah gadisnya yang terlihat takjub.

“Oppa..” gumam gadis itu.

“Kenapa? Tidak buruk bukan?” tanya Chanyeol yang dibalas anggukan pelan dari gadis disampingnya.

“Kenapa Jalan disisi ini terlihat lebih ramai dari jalan yang lainnya Oppa?” Rupanya gadis ini mulai tertarik dengan dunia luar.

“Tentu saja, karena jalan ini adalah pusatnya tempat dimana pedagang pinggir jalan menjajakan jualan mereka, lihat banyak pejalan kaki yang mampir ke beberapa kedai pinggir jalan itu. Ada banyak jajanan yang sangat lezat, Apa kau ingin mampir kesini saat pulang nanti?”Chanyeol merasa seperti dia beralih profesi menjadi pemandu wisata sekarang.

“Benarkah sangat lezat? Aku ingin kesana, Oppa harus membelikan semua yang aku mau” Ucap Yoona masih menatap kepinggiran jalan.

“As your wish Princess” goda Chayeol.

“Oppa kau memang raja gombal” ucap gadis itu dan Chanyeol hanya terkekeh menanggapinya.

“Oh, kenapa Oppa berpakaian seperti itu?” tanya Yoona yang baru sadar jika Chanyeol memakai jaket hitam, topi dan jangan lupakan masker yang bertengger didagunya karena Chanyeol belum memakainya untuk menutupi sebagian wajahnya.

“ini penyamaran Yoona-ya, kau lupa jika Oppamu ini adalah aktor yang sangat tampan dan terkenal?” ucap Chanyeol.

“begitu? Kau percaya diri sekali Oppa” cibir Yoona yang sebelumnya mengangguk-angguk mendengarkan penjelsan Chanyeol.

Ketika mobil mereka berhenti dilampu merah, ada gerombolan siswi SMU yang menyebrang sambil bersenda gurau dan tawa menghiasi wajah mereka, Yoona memandangi mereka dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.

“Apa kau ingin seperti mereka?” tanya Chanyeol yang melihat ekspresi wajah gadisnya itu.

“Entahlah Oppa” jawab gadis itu masih tak melapas pandangannya pada siswi-siswi SMU tadi.

“Kau tidak mau memiliki banyak teman dan bercanda gurau seperti siswi-siswi tadi? Dan kau ingat ini malam apa? Ini malam minggu, dan sepertinya mereka sedang bersenang-senang dan berbelanja untuk mempersiapkan kencan dengan kekasih mereka, apa kau tidak ingin itu Yoong?” jelas Chanyeol mencoba meyakinkan.

“Akan kupertimbangkan Oppa” Oh, dan Chanyeol seperti menang lotre hari ini.

 

~~I’ll Be There For You~~

[Skip, One month letter.]

Setelah terbebas dari jadwal yang paling menyita waktunya yang tak lain adalah film kini Chanyeol memutuskan hanya akan mengambil jadwal yang tak banyak menguras waktunya, dia hanya memiliki jadwal photoshoot dengan beberapa majalah. Dia akan lebih fokus dengan Yoona sekarang, gadis itu sekarang sudah mau bersekolah selayaknya seperti gadis-gadis seumurannya dan Chanyeol juga yang mengantar jemput gadis itu pergi pulang sekolah. Chanyeol ingat ketika dia terlambat menjemput Yoona, gadis itu menangis ketakutan tepat disebelah gerbang sekolah. Maka dari itu Chanyeol selalu menghubungi Jung Songsaenim untuk menanyakan bagaimana gadis itu disekolah tak jarang juga Chanyeol menyuruh Jung Songsaenum untuk menemani Yoona jika Pria jakung itu akan terlambat menjemput gadisnya disekolah terkadang juga Chanyeol akan menyuruh menejernya untuk menjemput Yoona jika memang Chanyeol benar-benar tidak bisa menjemput gadis itu.

Seperti sekarang, Jung Songsaenim menemani Yoona menunggu Chanyeol didepan pintu gerbang sekolah. Keduanya tampak akrab layaknya anak dan ibu.

“kenapa Oppa lama sekali” keluh gadis berambut panjang tergerai itu

“mungkin saja Oppa-mu itu terjebak macet, tunggu saja sebentar lagi pasti sampai” Jung Songsaenim tersenyum melihat wajah merengut Yoona.

“tapi aku pasti terlalu merepotkan Songsaenim” gumam Yoona.

“itu bukan apa-apa Yoona, bukankah ini sudah menjadi tanggung jawab Songsaenim? Kau tidak perlu berfikiran seperti itu” Jung Songsaenim membelai surai halus Yoona.

“Jung Songsaenim memang yang terbaik” ucap Yoona dan memeluk Jung Songsaenim. Sedangkan Jung Songsaenim hanya tersenyum, terkadang guru itu merasa iba dengan kenyataan kehidupan Yoona dan menjadi guru sejak Yoona kelas 1 SMA membuat Jung Songsaenim menyayangi Yoona selayaknya anaknya sendiri.

Tak jauh dari mereka berdiri terlihat beberapa siswi SMA sedang bergerombol sambil berbisik-bisik, mereka mengenakan seragam yang sama dengan Yoona.

“Hey! Sekarang saatnya jalankan rencana kita” ucap salah seorang gadis berambut pendek.

“Sojin benar! Hey Jiyeon cepat kau pura-pura kesakitan dan Naeun akan meminta bantuan pada Jung Songsaenim dan sisanya kita mengawasi dari sini lalu lanjutkan rencana selanjutnya” perintah gadis lainnya yang bernama Suzy, sepertinya gadis itu adalah ketua dari mereka semua.

Mendengar perintah dari bosnya Naeun dan Jiyeon segera menjalankan aksinya dan yang lainnya bersembunyi di belakang tembok pembatas sekolah.

“Songsaenim! Tolong saya! sepertinya magh Jiyeon kambuh!” teriak Naeun, sedangkan Jiyeon pura-pura memegangi perutnya dengan wajah  yang dibuat sedramatis mungkin, Jung Songsaenim yang melihat itu langsung mendekati mereka diikuti Yoona dibelakangnya.

“Songsaenim tolong bantu saya membawanya ke ruang kesehatan!” teriak Naeun histeris dan Jiyeon semakin memperlihatkan bakat aktingnya dengan merintih-rintih kesakitan.

“Oh! Astaga bagaimana ini, Yoona ka—“

“Tidak apa Songsaenim sebentar lagi pasti Oppa datang, sebaiknya Songsaenim membantunya” ucap Yoona memotong kata-kata Songsaenimnya.

“benarkah tidak apa-apa? Kau yakin?” Songsaenimnya itu terlihat ragu untuk meninggalkan siswi kesayangannya itu.

“baiklah, jika terjadi sesuatu hubungi Songsaenim atau Oppamu, jaga dirimu baik-baik” ucap Jung Songsaenim lalu membantu Naeun memapah Jiyeon menuju ruang kesehatan. Meninggalkan Yoona sendirian didekat pintu gerbang.lalu tak lama beberapa gadis mendekatinya.

“kau Im Yoona?” tanya Suzy dengan senyum kecutnya.

“ada apa?” tanya Yoona bingung.

“maukah kau ikut denganku sebentar?” ajak Suzy yang sekarang berdiri didepan Yoona dengan anak buahnya yang mengikutinya bak itik dengan induknya.

“kemana? Aku tak mengenal kalian” balas Yoona.

“tidak akan jauh dan kita bisa berkenalan nanti” ucap Suzy.

“aku tidak bisa, aku sedang menunggu Oppaku menjemputku” balas Yoona, gadis itu terlihat ragu melihat gerombolan gadis seumurannya itu.

“Oppamu? Hahaha.. apakah Oppamu itu tampan? Oppamu seorang aktor yang terkenal? Kau harus ikut kami! Oppamu itu tak akan datang karena dia pasti sedang sibuk mengurus hal bodoh yang disebabkan gadis didepanku ini!” sentak Suzy sambil mendorong tubuh Yoona membuat punggung gadis itu membentur tembok dibelakangnya. Yoona terkejut, tentu saja! Selama ini hanya Jung Sonsaenim dan Kepala sekolah yang tau jika gadis itu tinggal satu atap dengan aktor tampan papan atas yang terekenal.

“Kalian mau apa?” tanya Yoona takut.

“Hey! Kalian berdua tunggu apa lagi? Cepat bawa dia!” perintah Suzy pada Hyorin dan Eunjung.

“Jangan mendekat!” berontak Yoona.

“kau hanya perlu diam jika kau masih ingin hidup! Gadis jalang!” bentak Suzy  dan belalu diikuti Hyorin dan Eunjung yang menyeret Yoona dibelakangnya.

~~I’ll Be There For You~~

Chanyeol terlihat terburu-buru mengemudikan mobilnya, baru saja dia berdebat dengan Menejer dan Mr. Lee -Predir Menejementnya- karena foto-foto Chanyeol dam Yoona yang tersebar diinternet. Pikiran pria itu kalut, dia masih ingat dengan jelas Yoona pernah berkata jika disekolahnya banyak gadis-gadis yang mengidolaknnya dan itu membuat Chanyeol tidak tenang karena foto-foto mereka yang tersebar saat ini. Chanyeol jelas paham bagaimana sikap fanatik penggemarnya hanya dengan melihat komentar-komentar pedas yang dilayangkan untuk Yoona diinternet.

Pria itu memberhentikan mobilnya didepan sekolah Yoona. Sepi, tidak ada siapapun disini dan itu membuat Chanyeol semakin tidak tenang. Chanyeol berlari memasuki area sekolahan untuk mencari Yoona dan tepat saat itu dia melihat Jung Songsaenim yang sepertinya baru keluar dari sebuah ruangan.

“Songsaenim, apa anda melihat Yoona?” tanya Chanyeol dengan nafas terengahnya karena berlari.

“Yoona? Bukankah dia menunggumu didepan gerbang, kau tidak melihatnya? Tadi saya menemaninya, tapi lalu saya meninggalkannya karena harus membawa siswi yang sakit menuju ruang kesehatan” jelas Jung Sonsaenim.

“tidak ada siapa-siapa didepan” jawab Chanyeol dan itu membuat Jung Songsaenim kaget.

“lalu kemana dia. Astaga Chanyeol! Kita harus segera menemukannya!” panik Jung Songsaenim.

“Aku mengerti, sebaiknya kita berpisah” jawab Chanyeol tak kalah panik.

“Saya akan menghubungi pihak keamanan sekolah” ucap Jung Songsaenim dan mereka berpisah mencari Yoona.

Disisi lain terlihat Yoona duduk diatas sebuah kursi, tangan dan kakinya diikat dan mulutnya ditutup dengan potongan kain. Dan didepannya 3 gadis itu menatapnya dengan tatapan mengejek. Mereka berada area kolam renang sekolah yang sudah sangat sepi.

“Kau tau, kau berhadapan dengan siapa?” tanya Suzy sambil menarik rambut Yoona dengan kasar, gadis itu hanya menatap Suzy dengan takut bahkan air mata yang sedari tadi ditahannya sepertinya mulai tumpah.

“Kau brengsek! Berani-beraninya kau menggoda Chanyeol Oppa kami. Memangnya kau ini siapa hah! Dasar gadis jalang!” bentak Hyorin lalu memukul pipi Yoona dengan keras, gadis itu tidak bisa melawan maupun memberontak dan berteriak minta tolong, mulutnya diikat kain.dia hanya bisa menangis dalam diam.

“kau tau ini apa? Benda ini bisa dengan cepat mengeluarkan cairan merah jika digoreskan dikulit pucat menjijikanmu itu” Eunjung mendekat lalu mengarakan Pisau tajam keleher Yoona dan sedikit bermain-main disana.

“Kau terlalu bertele-tele Eunjung-ah!” ucap Suzy dan merebut Cutter dari tangan Eunjung lalu menggoreskannya pada leher Yoona yang membuat cairan merah itu langsung mengucur. Yoona hanya bisa memejamkan matanya kesakitan.

“Hahaha.. aku senang melihat ekspresimu itu sayang” sorak Suzy, lalu dia terus menjalankan aksinya menggoreskan Cutter kebagian tubuh Yoona lainnya yang membuat gadis itu bermandikan darah. Hyorin mengambil sebuah kayu balok yang sudah disiapkan mereka.

“Hey Suzy! Biarkan aku memanjakannya dengan balok ini!” Hyorin memukul perut Yoona dengan keras, gadis itu seperti kesetanan, dia terus memukuli Yoona dengan sangat keras.

“Ngggmm..” rintih Yoona tak jelas karena mulutnya yang dibekap.

“Diam bodoh!” teriak Eunjung sambil menginjak kaki Yoona dengan keras.

“Hey! Kalian melupakan kami?” tanya Jiyeon yang berjalan  mendekat dnegan Naeun.

“kenapa kalian kesini?” tanya Suzy.

“sepertinya Guru bodoh itu sudah pulang” jawab Naeun.

“lihat! Sepertinya telur busuk ini sangat menyenangkan” ucap Jiyeon lalu melempar telur busuk itu ketubuh Yoona.

“Jangan lupakan ini” Hyorin mengguyur Yoona dengan tepung, Yoona terus menangis, seluruh tubuhnya terasa perih . mereka terus melempari Yoona dengan telur dan tepung tak lupa juga dengan memukulinya.

“Hey! Sudah. Baunya sangat busuk. dan gadis jalang ini harus mandi” Suzy mendorong Yoona kedalam kolam renang. Yoona pasrah, gadis itu sudah tidak bisa berenang ditambah dengan kaki dan tangannya yang diikat. Jangan lupakan air kolam renang yang bisa membuat tubuhnya beku. Ini akhir november, musim dingin.

“Hahahaha!! Nikmati itu brengsek! Aku benar-benar puas!” tawa mereka semua.

“DIAM KALIAN!!!” seketika mereka semua terdiam. Melihat Chanyeol, Jung Songsenim dan beberapa petugas keamanan sekolah mendekati mereka.

“ASTAGA YOONA!!” teriak Chanyeol histeris dan langsung menceburkan/? Dirinya kedalam kolam renang, memeluk tubuh Yoona dan membawanya ketepi kolam.

“Ya Tuhan, Chanyeol Oppa terlihat lebih tampan jika dilihat secara langsung!” ucap Suzy girang. Sepertinya mereka semua memang sudah sinting, bukannya takut malah bahagia karena bertemu Chanyeol.

Dan ekspresi girang mereka berubah ketika beberapa petugas keamanan mulai mengikat tangan mereka.

“Hey! Ada apa ini?” berontak Eunjung tak terima.

“dasar gadis sinting” ucap salah satu petugas keamanan itu, setelah itu mereka dibawa pergi entah kemana oleh petugas keamanan sekolah.

Chanyeol membuka ikatan tali Yoona tak lupa juga kain yang menutupi mulutnya. Matanya memanas mendapi tubuh gadisnya yang penuh dengan luka lebam dan goresan benda tajam. Disebelahnya Jung Songsaenim tak kalah panik, Wanita paruh baya itu menghubungi Ambulance dengan tubuh bergetar.

“Yoona kau bisa mendengar Oppa? buka matamu Yoong!” Chanyeol menepuk-nepuk pipi Yoona.

“Astaga Nafasnya!” histeris Chanyeol saat sadar nafas Yoona yang sangat lemah, bahkan Pria itu hampir tidak bisa merasakan hembusan nafas gadis itu. Kontan saja Chanyeol memberi nafas buatan untuknya. Tapi gadis itu tetap tak membuka matanya, Pria itu tak ingin menyerah, dia menekan-nekan dada Yoona berusaha memberi rangsangan pada paru-paru gadis itu.

“Yoong buka matamu sayang, ini Oppa!” Chanyeol kembali memberinya nafas buatan dia benar-benar kalap sekarang, Yoona tetap tak merespon.

“Na-ya…” Chanyeol menangis, Pria itu menangis karena takut kehilangan gadisnya. Dia terus memberi Yoona nafas buatan. Tapi gadis itu benar-benar tak merespon dan membuat Pria itu menunduk Pasrah memeluk tubuh Yoona sambil menangis pilu.

“dimana Ambulance sialan itu!” erang Chanyeol sambil terus menangis.

“Astaga, tubuhmu sangat dingin sayang” Pria itu terus meracau memeluk tubuh lemah gadisnya erat-erat. Tangisnya benar-benar pecah dan ini kali pertamanya Pria itu menangis sepilu ini.

“Oppa..” bisikan lemah yang hampir tak terdengar itu membuat Chanyeol menghentikan tangisnya. Mata gadisnya sedikit terbuka dan tak lama Ambulance datang.

~~I’ll Be There For You~~

Chanyeol duduk termenung menatap wajah pucat Yoona. Dia terus menggenggam tangan dingin gadis itu. Penjelasan dokter yang menangani Yoona kembali tergiang dikepalanya.

‘Nafasnya sempat terhenti karena paru-parunya tak berfungsi dengan baik ini disebabkan karena terlalu banyak air yang masuk ke paru-parunya.Yoona kehilangan banyak darah dan salah satu tulang rusuknya mengalami keretakan yang cukup parah’ Chanyeol bisa sedikit bernafas lega karena stok darah bergolongan B cukup banyak dirumah sakit ini. Namun tetap saja Pria itu belum bisa teanang. Jung Songsaenim mengatakan kejadian ini sudah direncanakan sebelumnya, karena salah dua dari siswi yang memukuli Yoona adalah siswi yang meminta bantuannya ke Ruang Kesehatan. Tentu saja itu membuat Chanyeol geram, ditambah lagi setelah menonton rekaman CCTV yang menunjukkan bagaimana 5 siswi gila itu menganiaya gadisnya tanpa perasaaan. Bagaimana bisa dia memiliki penggemar psikopat seperti mereka. Pihak keamanan sekolah membawa 5 siswi itu kekantor polisi pusat kota dan Chanyeol menuntut mereka untuk ditahan sampai Yoona benar-benar sembuh total.

“Chanyeol-ah…” Chanyeol mendongak mendapati kedua orang tuanya menatapnya dengan tatapan cemas.

“kenapa kalian bisa tau?” tanya Chanyeol bodoh.

“kau bodoh! banyak foto dan video yang beredar diinternet yang menampilkan bagaimana parahnya gadis ini. Bagaimana ini bisa sampai terjadi Chanyeol-ah..” bentak Ibunya dengan suara lirih tak ingin menganggu waktu istirahat gadis yang sudah dia anggap putrinya sendiri itu.

“Maafkan aku..” Chayeol menunduk.

“Chanyeol-ah , Appa ingin berbicara denganmu” Ayahnya menarik Chanyeol keluar ruangan meninggalkan wanita dan gadis itu didalam ruang rawat VVIP tersebut.

Mereka duduk di ruang tunggu lorong rumah sakit yang sudah sepi karena sekarang yang sudah tengah malam.

“Aku sudah mediskusikan ini dengan Ibumu, kau ingat pesanku dulu?” tanya Ayahnya, Chanyeol hanya mengangguk.

“Sudah saatnya kau mengurus perusahaan Chanyeol-ah, tinggalkan dunia entertaiment bodohmu itu” ucap Tn.Park.

“Aku juga memikirkan itu tadi Appa” jawab Chanyeol lesu.

“kau benar-benar harus mulai mengurus perusahaan. Appa sudah tua tak mungkin Appa bisa mengurus perusahaan terus-menerus” Pria paruh baya itu menatap sendu putranya.

“Aku mencintainya Appa” ucap Chanyeol.

“Aku tau! Ayah dan Ibumu jelas tau, dasar Pria bodoh! maka dari itu cabut kontrakmu dengan Agensimu, tinggalkan duniamu itu dan adakan konferensi pers besok!” Pria paruh baya disebelahnya ini menetap putra nya tak habis pikir.

“Appa tidak keberatan dengan jarak usia kami?” tanya Chanyeol.

“Kau tau? Aku tidak peduli, jika kalian saling mencintai. Yang aku inginkan hanya tinggalkan dunia bodohmu itu” ucap Tn.Park.

“benarkah? Kenapa Appa dari tadi mengatakan bodoh?” tanya Chanyeol.

“karena aku baru sadar jika putraku benar-benar bodoh!” Tn.Park Menoyor kepala anak tunggalnya itu.

“APPA! Tapi, terimakasih Appa” ucap Chanyeol lalu memeluk Pria paruh baya dihadapannya.

~~I’ll Be There For You~~

4 hari sudah berlalu, tapi Yoona masih juga belum bangun dari bawah alam sadarnya. Gadis itu masih betah tidur dengan wajah damai nan polosnya. Dan pada saat itu pula Chanyeol tak pernah pergi dari sisi Yoona, Pria itu terus menggenggam tangan gadisnya sambil menatap wajah damainya. Chanyeol benar-benar melakukan konferensi pers keesokan hari dimana Ayahnya menyuruhnya dan dia bisa bernafas lega karna banyak komentar dan dukungan positif untuknya mesti tak sedikit pula komentar negatif yang ditunjukkan untuknya dan Yoona karna perbedaan umur mereka.

Chanyeol mendongak ketika terdengar suara pintu ruang rawat terbuka yang memunculkan Ibunya dengan seorang perawat yang mendorong peralatan untuk membersihkan tubuh Yoona.

“hari sudah sore biarkan Umma membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya sebentar.” Ucap Ibunya yang dibalas dengan Chanyeol yang beranjak lalu berjalan ke balkon ruang rawat inap gadisnya. Dia berdiri disana sambil termenung membayangkan hari-hari yang sudah ia lalui dengan gadis yang baru menginjak 17tahun tersebut. Cukup lama ia melakukannya hingga suara panggilan Ibunya yang membuatnya terlonjak kaget.

“Chanyeol-ah!” Pria itu langsung saja beringsut bangkit dan sedikit berlari kedalam ruangan.

“Yeol-ah! Lihat jarinya bergerak!” beritahu Ibunya dengan wajah berbinar. Kontan saja Chanyeol langsung mendekati gadisnya dan menggenggam tangan gadis itu yang sudah selesai diganti baju rawatnya oleh Ibunya tadi. Raut wajah Pria itu merekah ketika melihat layar kardiograf yang menunjukkan bagaimana beberapa fungsi organ tubuh Yoona yang berkerja meningkat. Tak lama kemudian mata yang sudah lama tertutup itu sedikit membuka kelopaknya. Gadis itu terlihat beberapa kali menutup matanya lalu terbuka lagi meskipun hanya sedikit, mungkin karena sinar matahari yang menerobos masuk ke retinanya yang membuatnya silau.

“Yoongie~ kau bangun? Ini Oppa sayang” Pri itu membelai wajah pucat Yoona yang membuat gadis itu sedikit menoleh karena sadar jika ada orang lain disana. Yoona hanya sedikit menyunggingkan senyum lemahnya. Dia masih terlalu lemah untuk mengucapkan satu dua barang kata. Pintu ruangan kembali terbuka memunculkan dokter yang menangani Yoona dan beberapa suster salah satu dari mereka adalah yang tadi membantu Ibunya membersihkan Yoona. Dokter itu langsung memeriksa keadaan Yoona, mengecek tekanan darah, detak jantungnya dan beberapa bagian tubuh Yoona lainnya.

“Keadaanya sedikit memulih, memar dan luka ditubuhnya sudah sedikit membaik. Fungsi Paru-parunya juga sudah bekerja dengan stabil. Meskipun begitu Yoona tidak boleh terlalu banyak bergerak karena keretakan tulang rusuknya yang memang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pulih.” Jelas dokter tersebut.

“Saya mengerti, terimakasih banyak Dokter.” Ucap Chanyeol sembari sedikit membungkukan badannya lalu Dokter dan Suster itu berlalu. Ny. Park mendekati Yoona dan memeluknya pelan karena takut melukai gadis yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri.

“kau bangun sayang? Eeommoni sangat senang” Ny.Park mengecup dahi yang tertutupi poni itu.

“jaga dia Chanyeol-ah, Eomma keluar sebentar karena kalian pasti butuh bicara” Ny.Park meninggalkan ruangan dengan perasaan bahagia yang menyelimutunya.

“Oppa..” panggil Yoona lirih, Chanyeol tersenyum dan mencium pelan pipi pucat Yoona.

“Selamat sore putri tidurku yang cantik, bagaimana perasaanmu sayang?” pipi Yoona merah padam karena perkataan yang memang sedikit menggombal itu.

“baik..” jawab Yoona, gadis itu sedikit menggerakan badannyayang membuat ekspresi wajahnya berubah kesakitan. Tentu saja hal itu membuat Chanyeol khawatir.

“Kau belum boleh banyak bergerak Sayang, mana yang sakit? Disini?” tanya Chanyeol sembari membelai pelan perut bagian kiri Yoona yang sedikit membengkak karena salah satu tulang rusuknya yang retak.

Yoona baru merasaknnya, seluruh tubunya terasa kaku, perih dan juga sangat nyeri. Gadis itu memejamkan matanya, tangannya yang lemah meremas pelan tangan Chanyeol yang memang sudah sedari tadi tangan pria itu menggenggam tangannya. Yoona menangis terisak pelan karena sakit disekujur tubuhnya yang terasa remuk.

“ssstt.. Jangan menangis Na-ya, kau akan sembuh sayang..” tangannya yang tadi membelai perut gadis itu berpindah kepuncak kepala gadisnya, membelai sayang surai gadis itu. Yoona menggeleng sambil terus terisak kecil.

“S-sakit.. O-oppa..” wajahnya sudah basah karena airmatanya yang dengan mudah meluncur bebas bercampur dengan keringat dingin yang mengucur dari dahinya.

“Oppa tahu, ini akan sembuh, semuanya kan baik-baik saja, maafkan Oppa, ini tidak akan terjadi lagi, Oppa janji, hmm..” Chanyeol mengelap wajah basah gadisnya. Yoona masih sesenggukkan dan Chanyeol memeluknya dengan hati-hati, lalu tak lama gadis itu kembali tertidur didalam dekapan hangat Prianya.

2 Minggu sudah berlalu dan Yoona masih belum diperbolehkan untuk pulang, tapi setidaknya gadis itu jauh lebih baik dari sebelumnya, dia sudah bisa bergerak meskipun tak seaktif dulu karen tulang rusuknya yang masih rentan. Pagi ini Chanyeol mendorong kursi roda Yoona berkeliling rumah sakit, senyum cerah terus terpancar di wajah kecil gadis itu. Yoona tak takut lagi berdua ditempat umum dengan Chanyeol yang tanpa penyamaran. Yoona sangat bahagia sungguh! Karena dia sekarang merasa sangat bebas. Chanyeol memang sudah mengatakan pada Yoona jika Pria itu sudah meninggalkan dunia entertainment dan akan mulai fokus dengan meneruskan mengurus perusahaan Ayahnya.

Chanyeol menghentikan dorongannya, Pria itu mendudukkan dirinya dibangku taman dengan Yoona yang masih duduk dikursi roda dihadapannya, dia meraih tangan Yoona dan mencium punggung tangan gadis itu, membuat sang pemilik tangan tersipu malu menampilkan rona merah dipipinya.

“kau manis sekali” goda Chanyeol yang membuat gadis itu memukul pelan pundak Chanyeol dengan tangan kirinya yang bebas.

“lihatlah pipimu itu” Chanyeol terkekeh.

“Ah Oppa~” rengek Yoona, dia tak suka digoda Chanyeol seperti ini tapi percayalah sebenarnya hatinya sangat bahagia sekarang, kupu-kupu diperutnya terasa berdesakan ingin berebut keluar saking bahagianya.

“Yoona-ya” nada bicara Chanyeol berubah serius membuat Yoona menatap Chanyeol sebagi sahutan panggilan Pria itu.

“Aku benar-benar tak berbohong, aku benar-benar sangat bersyukur memiliki gadis sepertimu” jelas Chanyeol.

“memangnya sejak kapan aku menjadi milik Oppa?” celetuk Yoona.

“Eh?” bingung Chanyeol.

“Bukankah Oppa tidak pernah menyuruhku untuk menjadi milik Oppa?” Skak Mat!! Bodoh! Ayahnya benar jika Chanyeol bodoh. buktinya sampai sekarang Chanyeol belum benar-benar menyatakan perasaanya kepada Yoona secara resmi, meskipun tanpa mengataknnyapun Yoona sudah tau perasaan Chanyeol padanya, tapi tetap saja dia adalah seorang gadis yang menanti sebuah kepastian. Jadi intinya sampai sejauh ini mereka menjalin hubungan tanpa status. Chanyeol merutuki dirinya dalam hati karna hal bodohnya. Pria itu mencoba bersikap setenang mungkin, lalu kembali menatap Yoona serius.

“baiklah, sekarang dengarkan Oppa” ucap Chanyeol mencoba mencairkan suasana yang sebelumnya hening.

“aku tau Yoona-ya, aku tau jika umur kita terpaut cukup jauh, mungkin bagi orang-orang diluar sana hubungan kita hanya cocok sebagai Kakak-Adik. Tapi aku tidak peduli, sungguh. Aku tidak peduli dengan mereka. Yang kutahu aku hanya ingin bersamamu selamanya, memilikmu, melindungimu, memelukmu dalam hangat, dan mengabulkan cita-citamu yang dulu pernah kau ceritakan padaku, kau masih ingat cita-citamu itu? Membangun keluarga kecil yang damai dan hangat” Chanyeol menatap manik mata rusa Yoona yang berbinar, pipinya merona. Yoona tak tau jika Oppa-nya benar-benar bisa melakukan hal semanis ini.

“Yoona-ya? Maukah kau membangun keluarga kecil denganku?” Yoona gerogi, mungkin detak jantung sialan gadis itu didengar oleh Chanyeol.

“t-tap..”

“tentu saja setelah umurmu cukup dan kau benar-benar sudah siap dan juga aku ingin kau menyelesaikan pendidikanmu dulu sayang” Chanyeol seperti mengerti isi pikiran Yoona.

“Oppa..” tangan Yoona bergetar saking gugupnya.

“bagaimana? Kau mau kan?” Chanyeol mengeratkan genggaman tangannya, merasakan tangan gadisnya yang  sedikit bergetar.

“t-ten-tu saja, ak-ku mau” jawab Yoona gugup disertai anggukan kecil kepalanya. Dan seketika gadis itu sudah berada didalam dekapan Chanyeol.

“terimakasih sayang, aku akan menunggumu sampai kau siap calon istriku” beritahu Chanyeol sambil memnghirup wangi shampo strawberry dari surai halus gadis yang berada direngkuhannya tersebut. Yoona tersenyum kecil dan membalas pelukan Chanyeol menyembunyikan wajahnya pada dada bidang calon suaminya itu.

~~I’ll Be There For You~~

[Five Years Latter]

Gadis yang sekarang sudah menjadi wanita yang menginjak umur 22 tahun itu berjalan dengan anggun diatas altar, raut wajahnya terlihat sangat gugup namun tetap saja raut wajah bahagia lebih mendominasi diwajahnya. Wanita itu masih ingat bagimana prianya kembali melamarnya pada saat acara wisudanya satu bulan yang lalu. Disampingnya Tn.Kwon mantan Asisten sekaligus sahabat dekat Ayahnya menuntun wanita itu menuju altar. Tinggal selangkah lagi dan akhirnya Tn.Kwon memberikan tangan wanita itu pada tangan Pria berumur 30 tahun yang sudah menunggunya bertahun-tahun lamanya. Keduanya tampak gugup menghapad pendeta.

“Park Chanyeol, apakah kau bersedia berjanji selamanya untuk sehidup semati menemani Im YoonA dalam susah maupun senang, miskin maupun kaya dan tua maupun muda?”

“Ya, saya bersedia.”

“Im YoonA, apakah kau bersedia berjanji selamanya untuk sehidup semati menemani Park Chanyeol dalam susah maupun senang, miskin maupun kaya dan tua maupun muda?”

“Ya saya bersedia.”

“Sekarang, kalian bisa berciuman”

Dan didepan Tuhan mereka, didepan Tn. dan Ny.Park, didepan seluruh tamu undangan yang hadir keduanya bersatu secara otomatis tanpa rasa canggung. Tak ada melihat jika Tn. dan Ny.Im menatap putrinya dengan senyum terpatri dibibir keduanya.

 

—-FIN—-

Aaahhh… akhirnya selesai juga ngetik ini fanfict sampai keriting ini jari😀 bagaimana? Kurang bagus, kurang panjang, atau kurang grerget kah? Mohon dimaklumi karena ini FF PERTAMA saya, hhehehe.. sebenernya ini mau aku bikin TwoShot tapi nanggung aja gitu males kirim dua kalinya😀 jadi aku jadiin OneShot deh😀

Aku sengaja buat Yoona jauh lebih muda dari Chanyeol disini, gk tau kenapa tiba2 ide itu muncul begitu saja. Dan aku memang lebih suka ff yang Cast Yeoja nya lebih muda dari Namjanya. Jadi ya begini deh jadinya.

Makasih yang udah mau baca, tolong kasih komentarnya dan kritik sarannya J

 

 

19 thoughts on “[Freelance] I’ll Be There For You

  1. Uwaaah critnya keren. Sukaaa buanget.
    Walau beda usia, tp cinta mereka tetp terbaik.
    Yeah, happy ending!!!!

    Keep writting thor!

  2. Aiis baca awal awalnnya bikin hati nyes gitu… uring uringan gak karuan. Yoona dibully gitu bikin hati sakit, tapi untung akhirnyaa bahagiaaaa. Walaupun menurut aku kurang panjang bagian bagian bahagianya hahah

  3. Uwaaahhhh senangnyaaaaaaaaaaaa

    Sequel dong author..perlu lanjutan ini maahhhh…d tunggu ya sequelnya..wajib…

    Oh ya, ceritanya keren..kok bisa gitu yaaa???iihhhhh Chanyeoolll, aduh argh ih kok keren sih ini gmn yaaaaa????

  4. Aaa keren,, bagus ffny.. Chanyeol Yoona momentny sweet bngt.. Sesaeng fans chanyeol ngeri bngt -_- kasian Yoona ny ;(
    happy end,, salut sma mrka yg nunggu smpai 5 thn.. Untung gx lumutan/?😀
    ditunggu ff lainny😉
    keep writting thor ^^

  5. Sumpah author ini ff bagus banget aku suka banget sama ini ff:). Ceritanya juga nyambung, feelnya dapet, kasihan Yoona nya dia trauma…;(

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s