[Freelance] Not Enough

poster not enough

Not Enough

Sehun x Yoona// Romance// Pg-16// Oneshot

by mirgyoo

***

 

Pernah gak sih kalian menyukai—mencintai lebih tepatnya—seseorang yang sangat berbeda dengan kalian? Aku, pernah, saat ini. Dan pernah gak kalian mengagung-agungkan seorang lelaki seperti itu Tuhanmu saja? What did I say, pardon my words. Tetapi itu memang benar, dia layaknya Tuhan dan aku hanyalah hambanya saja. Bukan berarti dia Tuhanku, ya.

Tetapi for 3 years loving that bastard, dia tidak pernah menganggapku seorang wanita. Dia hanya menganggapku sebagai sahabat yang selalu ada saat dia mabuk berat gara-gara putus cinta dengan mantan-mantannya, mengantar dia pulang dengan bau alkohol yang sangat tajam sampai aku ingin muntah saja saat itu, but I bear it, because of him. Gak sampai situ, aku harus menuntun ke apartmentnya dengan tubuhnya yang beratnya 62kg. Aku bingung juga, kenapa aku  bisa cinta mati ya sama dia, seperti aku mau nikah langsung aja kalau sama dia  gak usah pacaran thingy ala anak-anak ABG. Tetapi gara-gara cinta itu, aku mau melakukan apapun sama dia, walaupun hanya dicium pas dia mabuk galau sambil berbicara gak jelas tentang mantan-mantannya. But it’s enough, walaupun cuman dicium waktu dia mabuk.

And you know, who is that bastard’s name? Oh Sehun.

            Yup, Sehun. Si bastard yang selalu bikin hatiku deg-degan gak karuan, serasa aku pingin mati aja waktu dia senyum manis ke arahku, dan saat dia memasang wajah serius-penasaran saat aku  bercerita apapun ke dia sambil dia menatap mata hangatnya yang bikin aku mau langsung nikah aja  sama dia. Oke, mungkin aku udah nulis kalimat ‘nikah’ itu dua kali.

Dan sekarang, aku dalam perjalanan ke salah satu club langganan dia, di saat jam 2 dini hari, dimana seharusnya aku masih tidur dengan nyenyak atau tidak mengerjakan tugas kantor yang sampai saat ini belum kukerjakan, padahal deadline dua hari lagi. Ya siapa juga, kalau bukan si bastard Sehun. Dia menelponku, meracau tentang –yang katanya—cinta matinya, Irene. Cinta mati, your ass. Your fucking ‘cinta mati’ is me, Oh Sehun. When will you realize it?

And here I am, di club langganan Sehun. Dengan memakai baju kasual berjalan ke dalam club untuk menjadi babu dia. Bau alkohol-pun sudah dimana-mana, lampu berkelap-kelip, some bitches, music dugem yang not my style banget. Anyway, semenjak aku mendapat kerjaan tahun  lalu, aku sudah tidak pernah masuk tempat jahanam ini lagi. Dan aku sering ke tempat ini lagi ya gara-gara si bastard itu.

Aku melihat-lihat sekeliling tempat jahanam ini dan akhirnya menemukan dia. Dengan memakai sweater berwarna abu-abu, memakai celana jeans dan mengenakan sneakers  berwarna hitam putih. Ditambah lagi rambut hitamnya yang acak-acakan. Damn, why is he so handsome effortless  this night? Makes me want to party on his body.

            Aku menghampirinya dan menarik tangannya untuk keluar dari tempat jahanam ini dan mengantarkan ke apartmentnya. Dia jalan sempoyongan dan seperti biasa, dia tersenyum nakal ke arahku sambil mainin rambut ini. Mending lo mainin rambut gue, daripada mainin hati gue, Hun.

Di dalam perjalanan pun aku hanya diam saja, mendengarkan keluh kesahnya tentang cinta mati palsunya. Aku hanya mengiyakan dan mengucapkan sepatah dua patah karena aku sudah sebal banget sama dia.     

Sesampainya di apartmentnya, dia berlari ke kamar mandi, untuk memuntahkan air alkohol yang ada di dalam tubuhnya. Dan aku hanya duduk di sofa ruang tamu.

Diapun sudah kembali dari kamar mandi, walaupun agak sedikit mabuk, dia berjalan ke arahku lalu mendudukkan badannya di sampingku.

So, what’s wrong with you, Oh Sehun!” kataku yang agak berteriak kepadanya. Dia hanya tersenyum palsu sambil menatapku. Mata itu terlihat sedih dan sendu. Mata yang sangat aku tidak sukai saat ini karena membuatku sedih saja. Well, kenapa aku harus sedih juga ya? I’m just nobody.

I love her but why did she betray me?” katanya sambil menatap TV yang sedang mati. Because you’re so stupid, Sehun. You’re so stupid because you didn’t realize that she wanted to be your girlfriend because of  your fucking money. Because you’re so fucking rich.

            Aku hanya terdiam. Tidak mungkin aku menjawab dengan kata hatiku. Realita memang menyakitkan. “Because… she’s not your true love. Dia bukan cinta matimu walaupun lo selalu berkata bahwa  dia cinta matimu,” kataku sambil menatapnya. “Gue udah bilang ke lo kan kalau dia emang ga butuh sama cinta lo, dia butuh yang lain dari lo.” Tambahku.

Don’t you dare to say that! Gue ngerti kalau Irene memang masih belum bisa melupakan mantannya dan gue sebagai pelarian. Tapi this is enough, yoong, lo tau kan perjuangan gue mendapatkannya?”

And now you’re angry with me because I said that about that bitch. Wow. Dan…apa? Gak bisa melupakan mantannya? Sudah tau kenapa dia mutusin kamu? Dia sudah menemukan mangsanya lagi, yang lebih kaya dari kamu, yang menurutnya lebih tampan darimu, yang gajinya lebih banyak darimu. Tapi, buatku walaupun kamu miskin, jelek, gaji dikit, kalau kamu Oh Sehun, aku bakalan selalu cinta, walaupun definisi jelek sangat tidak pantas buat laki-laki yang bernama Sehun itu.

Money. Dia hanya butuh duit buat dia belanja barang-barang bermerknya yang harganya selangit, lo gak nyadar apa? Like, udah berapa juta duit yang lo keluarkan hanya untuk si bitch itu?” Aku berdiri menatapnya dengan amarahku.

Shut up, Yoong! Gak ada gunanya gue cerita ke lo lagi. Gue tau dari dulu lo emang gak suka sama Irene. Pergi dari sini sekarang!”

Dan aku pun diusir gara-gara si bitch Irene itu. Wow, kekuatan cinta macam apa ini. Aku menatapnya lekat-lekat dan berkata, “Sebelum gue pulang, gue punya beberapa pertanyaan ke elo.” Sehun mengerutkan dahinya. “Kamu, pernah gak sekalipun memandang gue sebagai wanita bukan sahabat elo yang selalu elo telponin saat elo mabuk berat gini?’ Aku melihat Sehun dan dia terkejut dengan pertanyaanku. Akupun hanya tertawa hambar, “Hahaha,  gak pernah ya? Udah gue duga.”

“Pernah.” Sehun menatapku.

“Gue sering menganggap lo sebagai wanita dan jatuh cinta ke lo,” tambahnya dengan muka seriusnya.

Aku menatapnya tidak percaya.

“Lo tahu, kenapa gue jatuh cinta ke elo padahal gue udah pacaran sama Irene?”

Sehun kembali menatapku. Keheningan pun terjadi. Mungkin hanya suara jam dan suara jantung ini yang dapat kita dengar.

Because you know me better than anyone else.”

.

.

            It’s not enough, Sehun. I want more.

 

a/n : kalimat “this is enough” terinspirasi dari novel karya Ika Natassa yang berjudul Antologi Rasa. That’s my fav novel. Cerita inipun saya tulis setelah membaca novel itu untuk entah keberapa kalinya. Jadinya aku terinspirasi dari novel itu. Aku menggunakan bahasa gaul ‘gue,elo’ di dialog karena agar lebih nyata saja, sebenarnya semuanya pake kata ‘gue, elo’ tetapi kok kayaknya agak gimana gitu hehehe. So, drop a comment please! This is my first fanfic yang kukirim disini. Kritik dan saran akan sangat membantu. Thank you so much!

 

 

24 thoughts on “[Freelance] Not Enough

  1. Sequel dibutuhin bgt nih thor
    Wkwkwk
    Penasaran sama klanjutannya yoona sehun gimana
    Hehehe
    Bagus critanya
    Sehun sbenernya suka gak sama yoona?
    Ditunggu sequel nya ya thor :3

  2. It’s not enough, I want more for this ff, ahhhh andai ada lanjutannya thor hehe. Ceritanya suka banget tapi haruskah sesingkat ini?haha. Keep writing!

  3. it’s cool, author!! really nice! i love this >< walaupun pake gue elo, tapi gatau knp nyaman aja pas baca

    btw blh minta dibikin sequel, mungkin? hehe
    cause i'm curious with their next relation after this hahah

    so, ditunggu karya selanjutnya ^^ fighting!!

  4. What the…. actually this is a great fic but yeah like the others said bahasanya agak gimana.. gitu. Pas baca, gila bahasa apaan nih =_= feelnya jadi anjlok(?) . Kalo teenlit sih emang bhs gaul ya wajar tp kalo ff.. big no. #sorry 😟
    Nwy, mind to make a sequel? Im looking forward to see it. Last, pake bhs baku ya hihihi

  5. Huaa aku gk suka ma endingnya, gk adil buat yoona. Klu bsa sequel dong thor!
    Aku suka critanya, menarik!
    Ia thor, klu smua pke loe dan gue agk gman gtu. Tp klu cuma dialoguenya pke loe dan gue gk terlalu aneh kok.
    D’tnggu ff kedua dan seterusnya yg thor kirim d’sini😀😉

    Keep writting thor!

  6. What a cliffhanger!!!!! Huhuuuuuu lagi seru2nya udah tamat😦 Suka diksinya, suka ceritanya, suka karakter Yoona dan Sehun di sini. Jatuh cinta sih jatuh cinta, Hun, tp jangan disia-siain juga. I’ll be more than excited if you make a sequel of this one. Great fic! Love it so much🙂

  7. Wah ini sebenernya keren loh thor, tapi yah karna kebiasaan baca ff dengan bahasa baku, jadinya kurang nendang.😀 hihi.
    Sebenernya gak baku menurut aku fine2 aja, tetapi meskipun gak baku, kosa katanya dipilih2 lagi biar enak dibacanya. ^^
    Ide cerita sudah bagus, tetapi alurnya yang kurang mendukung alias terlalu cepat jadi terasa datar konfliknya. Duh aku cerewet banget ya? Mian thor! Terus berkarya ne, semua keberhasilan bermula dari kekurangan🙂
    Fighting!

  8. Overall nice..
    Cma ada bbrpa bagian yg ga trllu ngena sih..
    Jd agak bingung gitu..
    Trus mksud dr crita itu jg kurang gmana gituu agk kurang greget krna endingnya gantung..
    Tp km uda mau buat aja itu uda bagus bgt cma di kembangkan lagii…
    Hehehee fighting😀

  9. Bagus loh ini ffnya. Tapi dari awal baca kalimatnya udah gak pas.jd jujur agak males bacanya.jadinya langsung liat ending aja. Dan ternyata gue lo gitu kurang sreg bacanyaa.perbaiki yaaaa. Bikin sequelnya deh. Biar diliat juga peningkatannya. Maaf ya sok kritik kaya gini huhuhuu

  10. sebenerya ini bagus loh ya, cuma kurang hurt aja, serasa ada yang kurang gitu, endingnya pun terlalu dini menurutku,duh maaf aku kebanyakan bacot dan ngekritik :3 but fighting yaaa!!! terus berkarya aku suka ffnya :))

  11. Ma’af sebelumnya Bukannya mau ngrendahin ato apa ya..Jujur ini menurutku kalo pake bahasa elu,gue sih rada” aneh..ya mungkin efek kbanyakan baca FF yg pake bahasa baku

    Ini buat aq yg bacanya kurang nyaman,ya ini aq gk tau kalo yg laen nyaman apa kagak..Ceritanya emang menarik tp cara penyampaian/bahasanya kurang greget gitu hehehe
    Mian kalo banyak omong..tetap semangat menulis/berkarya agar menjadi Author yg bisa gw Idolain kkkkk
    FIGHTING thor ^^

  12. Hemm gimana ya. Sebenernya ini bagus, tapi entah kenapa cara penyampaiannya aja yg cukup aneh dan kurang ngena. Dan terlalu cepat gue rasa.

  13. Gua suka jalan ceritanya, Kalo bisa bikinin sequel dong. Tapi terserah author sih, Yoona Sehun Itu pairing Yg paling gua suka. Sayang disini mereka gak pacaran. Btw, this is a great fanfic. I would love to see your next fanfic. Keep writing and fighting author

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s