The Truth

19

THE TRUTH

⌈ Im Yoona ♦  Oh Sehun⌋


Yoona penasaran apa yang sebenarnya sedang Sehun tulis. Ia bahkan sempat memaksa Sehun mengangkat bukunya, tetapi nihil. Sehun bahkan hanya membalas Yoona dengan gelengan menyebalkan yang sontak membuat Yoona kesal sendiri, ia bahkan tidak berheti mendecakkan bibirnya. Bayangkan saja, Sehun yang sudah ia kenal selama 6 tahun, yang selalu bercerita apapun pada Yoona, ya tepatnya bukan Yoona seorang melainkan kelompok persahabatannya. Terdengar kuno memang, tetapi serius ini lah pertama kalinya Sehun bermain rahasia-rahasiaan dan hanya kepada Yoona.

Semakin Sehun menutup-nutupinya, semakin Yoona kerap dihantui oleh pemikirannya sendiri. Mungkinkah itu surat cinta? Tetapi untuk siapa? Siapa gadis beruntung yang berhasil mendapatkan Oh Sehun?. Tidak. Bukan siapa gadis beruntung yang berhasil mendapatkan Oh Sehun, melainkan siapa gadis kurang ajar yang berani mendekati Oh Sehun. Pikiran Yoona campur aduk. Perasaanya menggelitik dirinya, membuat perutnya serasa ditarik secara paksa. Jika saja tidak ada janji sialan itu, mungkin Yoona sudah mengutarakan kalimat ‘aku suka Sehun’ yang selama ini selalu ia simpan dalam-dalam seperti bom waktu yang akan meledak. Memendam sebuah peraasaan selama 2 tahun terasa seperti menjalani sebuah skenario usang. Semakin dipendam semakin dalam rasanya. Entahlah, Yoona sendiri lupa bagaimana ia bisa melewati hal-hal itu. Sialnya, Oh Sehun tidak sadar. Dasar, lelaki memang buta.

Yoona bertekad untuk mengambil secarik kertas itu, menemukan siapa gadis sialan itu. Sayangnya, sejak pagi sampai detik mau pulang, Sehun tidak beranjak dari kursinya, bahkan ia belum menyapa Yoona secara pribadi melainkan semisal jika Yerim sedang bersamanya maka Sehun akan menyapa.

Mungkin, Tuhan memang adil karena tepat saat bel pulang, Yoona melihat Sehun menaruh kertas keramatnya itu di bawah mejanya dan meninggalkannya, membuat Yoona langsung menghampirinya, mengambil dan membacanya.

Lokermu.

Entah, Yoona sama sekali tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Sejak pagi hingga sore seperti ini sebuah kalimat yang Yoona pikirkan hanyalah seperti ini. Haruskah Yoona bilang bahwa ini hanyalah sampah? Atau memang ini sesuatu yang Sehun maksudkan. Sekali-kali ia melirik lokernya, kalau-kalau yang dimaksud Sehun itu dirinya, walaupun pada akhirnya Yoona sendiri mengembalikan kertas itu dan langsung menuju pulang tanpa tahu kebenaran apa yang sedang menunggu Yoona di dalam lokernya. Secarik kertas yang bertuliskan ;

Im Yoona aku cinta kau.

END

AUTHOR NOTE ;

HAI SEMUANYA AKU KEMBALI.

Maafkan aku yang tiba-tiba hilang, aku terlalu fokus sama artwork waktu itu dan sekarang akhirnya aku memutuskan untuk fokus pada nulis fanfic lagi. Entahlah lagi kehilangan passion di artwork jadi aku memutuskan untuk kembali ke menulis. Semua fanfic lagiku daur ulang-semuanya. Ga terkecuali black town yg aku buat udh sampe chapt 3 semuanya ku tata ulang bahasanya karena aku ngerasa kemarin lagi ganiat nulis cerita. Yang diataspun aku buat buru-buru HEHEHE cuman buat ngumumin aku comeback. Jadi hai semuahhh.

 

 

24 thoughts on “The Truth

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s