[Freelance] Sorry, Not You Again

PicsArt_1438815723871

Sorry, Not You Again.

Cast : Oh Sehun, Im Yoon Ah, and Do Kyungsoo
Genre : Sad, Romance
Author : DOmino

Seorang gadis tengah menunggu seseorang lainnya disebuah halte bis yang tengah dilanda hujan, ponselnya bergetar secara tiba-tiba di saku celana panjang warna cokelatnya.

“Yeoboseyo?,” tak ada jawaban, ia menjauhkan telepon genggamnya melihat nama yang tertera kemudian berdecak tersenyum, “Sehun! Ternyata kau, yeobseyo?,” ulangnya sekali lagi

Ia mendesah berpikir bahwa mungkin Sehun tak sengaja menekan tombol, niat untuk mematikan telpon sudah muncul, hingga ia urungkan lagi ketika sebuah suara menyentuh pendengarannya,

“Yeoboseyo,” ucap sebuah suara diujung sana.

Tertegun.

Gadis itu memang mengharapkan sebuah balasan namun, bukan sebuah suara wanita yang ia ingin dengar, Yoona berusaha berpikir positif.

“Halo maaf ini siapa? Aku tak sengaja menekan tombol, dan tak ada nama mu di handphone Sehun,” ujarnya dengan nada menyesal

Tak ada namanya?

Sebelum Yoona menjawab, ponsel itu tiba-tiba dimatikan begitu saja.

Ingin rasanya Gadis itu mencari nama Sehun di ponselnya dan memintanya untuk datang ke halte bis itu untuk menjemputnya namun, lagi-lagi niatnya harus diurungkan kala lelaki itu mengiriminya pesan.

From : Oh Sehun

To : Im Yoona          

“Maaf, aku ada acara lain. Kita tak jadi bertemu,”

Yoona mencoba mengerti tapi, bukan pilihan bagus duduk dibawah atap halte bis dengan hujan yang terus semakin membesar. Terlintas salah satu nama dalam pikirannya.

“Byunnie, bisakkah kau jemput aku?,” tanya Yoona

15 menit kemudian sampailah seorang lelaki dengan mobil hitamnya menyuruh Yoona untuk segera masuk, lelaki itu, Byun Baekhyun, sahabat kecil Yoona.

“Wow! Pakaian mu rapih sekali Yoong, kau ingin berkencan ya?,” tanyanya kala matanya menatap jalanan sepi.

“Ani, aku baru pulang dari kuliah,” ujar Yoona lesu

Baekhyun menyadari sesuatu terjadi pada Yoona namun, ia memilih untuk bungkam, ketika dilihatnya sahabat kecilnya itu menguap menahan rasa lelah, hingga beberapa detik kemudian terlelap dengan alunan musik Afraid – Lily M.

Beberapa hari kemudian.

Yoona mengajak Sehun untuk bertemu di restauran dekat kampus mereka.

“Wuah Sehun! seperti sudah setahun tak bertemu denganmu, bogoshipoyo!,” ucap Yoona berusaha membuka pembicaraan dengan namja yang dari tadi hanya tersenyum menatap layar telepon genggamnya.

“Sehun kau sudah makan?,” tanya gadis itu, Sehun hanya menggeleng.

“Ayo makan dulu, bagi dua saja denganku,” kata Yoona sekali lagi

“Tak perlu,”

Yoona menghela nafas kasar, ia merasa Sehun mulai berbeda, ia memang bukan tipe yeoja romantis, Yoona malah terkesan cuek dan Sehun sama cueknya pula.

Tapi, ia cukup peka dan perhatian untuk taraf seorang perempuan.

“Ayo makanlah dulu, taruh saja handphone nya,” Yoona mengambil sushi dengan sumpitnya, “Nah aaaa,” kata gadis itu sembari tersenyum, Sehun menggeleng dan terus menggeleng, dan gadis itu terus menerus memaksanya untuk makan.

Sehun secara kasar menyingkirkan sumpit itu membuatnya jatuh terlempar ke lantai dengan sushi yang sudah berserakan tak berbentuk, beruntung pelanggang yang datang hari itu hanya 2-3 orang saja, tak kala Yoona melihat tatapan iba dari mereka.

Hening. Kaku. Keduanya terdiam.

Seseorang memasuki restauran itu, kemudian sebuah suara memanggil nama Sehun,

“SEHUN! OH SEHUN!,” gadis itu menghampiri Sehun sembari berlari kecil dengan mata yang tersenyum, gadis eye-smile.

“Hei kau! Disini kau rupanya! Ayolah kita belum menyelesaikan tugas,” kata Tiffany menepuk pundak Sehun secara lembut.

Tiffany melirik seorang gadis di hadapan sehun, “Eh.. maaf maafkan aku, aku tak tau ada kau, apa aku mengganggu?,”

Hening, tak ada jawaban. Dan Tiffany merasakan kecanggungan yang luar biasa hebat.

“Nngg.. ah baiklah, Aku pamit dulu ke Lab, jika sudah selesai cepatlah menyusul, Kai dan Naeun sudah menunggu di Lab,” dan gadis eye-smile itu membungkuk kemudian beranjak pergi

“Tunggu,” ucap sebuah suara, Tiffany berhenti.

Sehun bangun secara kasar dari tempat duduknya, mendorong dengan keras kursinya, ia menatap gadis-nya lama. Hingga berbalik mengikuti Tiffany sembari berucap, “Aku ikut,”

Tiffany memang tidak dekat dengan Yoona namun, sikap Sehun tadi membuat Tiffany setengah mati khawatir dengan perasaan Yoona.

Namun, ia tak bisa apa-apa, hanya bisa mengikuti kaki sehun yang melangkah keluar restaurant.

Yoona terdiam, matanya kosong dan mengarah pada sushi yang terlempar tadi, sebelum pergi Sehun tak berkata apa-apa tapi, ia jelas mendengar Sehun mendecih kasar, tanda ia bosan atau kesal. Dan sekali lagi Yoona hanya bisa berpikir positif.

Malamnya.

From : Yoong

To : Sehunnie

“Kau sudah makan malam?, makan yang banyak!,”

“Kau sedang apa?,”

“Apa kau marah?,”

“Kau sedang futsal ya? Jangan terlalu malam nanti kau sakit,”

“Sehun? Apa kau tidur?,”

“Aku minta maaf soal kejadian tadi siang, aku tak bermaksud,”

“Kau memaafkan aku?,”

“Sehun? Kau sudah selesai bermain?,”

“Baiklah, selamat tidur.”

Yoona mendesah pelan, sudah 9 pesan ia kirim dan tak ada jawaban sama sekali, seseorang mengetuk pintu, “Yoong, kau didalam?,”

“Iya, Yull, masuklah,” kata Yoona

“Kau tak keluar malam ini dengan Sehun? Sudah berapa lama kau tak berjalan-jalan dengannya? Apa semua baik-baik saja?” tanya Yuri, sepupu dekat Yoona.

“Entahlah yull, aku tak mengerti, aku memang gadis cuek tak seperti Tiffany, aku memang sedikit berbicara dan terlalu singkat menjawab tak seperti kau yang detail menjawab, kami juga terlalu sibuk dan tak punya banyak waktu luang seperti Sooyoung dengan Chanyeol. Dan aku berusaha mengerti.”

Gadis itu mengakhiri kalimat dengan bibir yang sedikit bergetar, Yuri mengelus punggung Yoona pelan, seolah mengisyaratkan semua akan baik-baik saja. Yoona yang tadinya menunduk, menengadahkan kepalanya menatap Yuri.

“Ada apa kau kesini yull?,”

“Tadinya aku mau mengajakmu jalan-jalan naik motor sekalian beli belanja bulanan disupermarket tapi, bensinnya habis,” jawab Yuri diakhiri dengan desah kecewanya

Yoona terkekeh pelan, “Lalu?,”

“Dan kebetulan sekali aku datang kesini, menawarkan tumpangan, bukankah begitu?,” ujar sebuah suara dari balik pintu.

Byun Baekhyun. Lelaki itu tersenyum sembari meneguk kaleng soda.

“Baekhyun? Sedang apa kau disini?,” tanya Yoona, “Menjemputmu kubilang.”

“Ayo sana ganti baju,” kata Yuri

“Buat apa? Kan hanya ke supermarket saja, lagipula ini sudah malam, tak akan kelihatan.” kata Yoona

“Ini sweaternya hangat kau tahu? Ayo baekhyun!,”

Diperjalanan Yoona hanya terdiam memandang jalan lewat kaca mobil,

“Mau kubuka jendelanya?,” tanya Baekhyun, Yoona tersenyum.

“Aku tak menyangka kau seteledor itu tak membawa uang ke supermarket,” ujar Baekhyun mencari topik “Untung aku bawa uang,”

“Cerewet, nanti akan ku ganti tenang saja,” kata Yoona

“Harus.” Balas Baekhyun terkekeh, Yoona meringis “Dasar tak peka,”

Dilain tempat.

Sehun membanting handphone kala 9 pesan masuk dan menghela nafas kasar,

“Kau kenapa?,” tanya Kyungsoo, sahabatnya.

“Lelah dengan yeoja sok perhatian dan suka mengatur,” jawab Sehun santai

“Hei! Kau kasar sekali,” kata Kyungsoo, Sehun tak bergeming seolah tak punya niatan menjawab, dan Kyungsoo tak peduli karena ia lebih peduli dengan naskah drama dari Dosennya.

TING-TING, sebuah pesan kembali masuk lagi.

From : Im Yoona

To : Oh Sehun

“Aku disupermarket dengan Baekhyun,”

‘Cih dia pikir aku cemburu,’ kata Sehun pelan dan tertawa dan itu membuat Kyungsoo sedikit risih

“Ada apa dengan mu?,” tanya Kyungsoo

“Aku akan memutuskannya,” kata Sehun

Kyungsoo menutup naskahnya, sekarang pandangannya terfokus 100% pada Sehun, “Maksudmu Yoona?,” Sehun mengangguk

“Aku bosan, dia memang cuek tapi, sok perhatian, sok tidak bisa marah, menanyaiku sudah makan atau belum, melarangku pulang malam, melarang ku main dll, memang dia eomma ku?,” kata Sehun.

Kyungsoo menatap Sehun tak percaya, pasalnya yang mendekati Yoona terlebih dahulu adalah Sehun.

“Tidakkah kau tahu? Aku dulu mati-matian mendekati Yoona, aku pula yang duluan mengenalnya daripada kau tetapi, malah kau yang dipilih, dan sekarang? Kau akan memutuskan nya begitu saja?” Kyungsoo diambang kemarahan dan kekecewaannya.

“Cih, Ambil saja sana kalau kau mau! Aku tak mau dikekang olehnya, dia tak berhak!,” kata Sehun

Biarkan ego Kyungsoo melahapnya terlebih dahulu kali ini, Ia sudah lelah dengan sikap kekanakan dan seenaknya yang Sehun miliki.

“Kau akan menyesal,” dan dengan kalimat itu, Kyungsoo beranjak berdiri, dan membanting pintu kamar Sehun.

“Dan aku tak peduli.” Kata sehun, Sehun kini terfokus pada handphone nya, jari-jarinya menari diatas layar touchscreen-nya.

Dilain tempat.

“Yoong, bangun, sudah sampai,” kata Baekhyun menggucang tubuh Yoona, Yoona terbangun dan masih sedikit tak sadar.

“Baiklah sadarkan dirimu, aku akan mengambil barang belanjaan di belakang,”

Yoona mengangguk, tiba-tiba tangannya bergetar, lebih tepatnya handphone yang ada digenggamannya bergetar, sebuah pesan masuk.

From : Sehunnie

To : Yoong

“Ayo bertemu, besok.”

Yoona tersenyum, akhirnya Sehun-nya kembali. Belum sempat ia membalas, Sebuah pesan masuk lagi.

“Aku tak tahan menunggu hari esok, baik aku akan bicara disini—

Ayo kita akhiri saja hubungan ini,”

Gadis itu terdiam membeku, telepon genggamnya sudah meluncur bebas kebawah jok mobil.

”Ayo kita akhiri saja hubungan ini”

Jangan salahkan Yoona ketika air matanya mulai keluar satu persatu, ditambah dengan perihnya hati, ia terus memukul dadanya menandakkan ia kesakitan, jangan anggap gadis itu lemah, mereka yang menangis adalah mereka yang sudah bertahan terlalu lama tanpa ada Ego yang menguasai mereka.

Jangan salahkan Baekhyun yang kini tengah merengkuh Yoona dalam pelukannya, memberikan ketenangan untuk seorang sahabat yang ia anggap adiknya sendiri.

Jangan salahkan Yoona, jika kini Yuri ikut menangis melihat Yoona kesakitan, ia sudah tahu bahwa akhirnya akan seperti ini, karena dua hari sebelumnya ia melihat Sehun dengan seorang gadis cantik, Seo Joohyun.

Jangan salahkan seseorang bernama Seo Joohyun-Gadis-yang-tak-sengaja-menekan-nomor-, karena sesungguhnya gadis itu tak tahu apa-apa bahwa seorang Sehun sudah dimiliki orang lain.

Jangan salahkan Kyungsoo, yang kini sudah ada diambang kemarahannya ketika melihat gadis itu menangis sesenggukan.

Jangan salahkan Tiffany, karena bukan adiknya yang mendekati Sehun tapi, Sehun yang mendekati adiknya, Seo Joohyun, dan Tiffany memang tak tahu tentang hubungan Seo Joohyun dan Sehun.

Salahkan Sehun untuk semuanya. Salahkan dia karena menyakiti banyak hati.

-Epilog-

Sebuah surat tengah digenggamnya, seseorang dengan tuxedo abu-abunya berjalan kesebuah gedung putih, tempat seorang temannya menikah.

Oh tidak, dua orang temannya menikah.

Tampak Baekhyun dan Yuri yang tengah menggedong dua anak mereka, menyambut Sehun dengan senyuman.

Tampak pula Tiffany dan Kai dengan bergandengan tangan dan melambai ke arah Sehun. Seohyun juga tampak cantik tengah mengobrol bersama Naeun.

Juga Sooyoung yang tengah berjalan dipegangi Chanyeol karena perutnya yang tampak buncit, mereka juga menyambut Sehun bahkan dengan pelukan.

Sehun berjalan mendekati dua pemeran utama hari ini yang mengundangnya.

IM YOONA & DO KYUNGSOO.

“Selamat Yoong, Kyungsoo-ya,” kata Sehun dengan senyum perih yang ia tampilkan

Berbeda dengan Yoona, ia memang tersenyum khawatir, bukan karena ia masih mencintai lelaki itu, hanya saja ia merasa takut jika Kyungsoo dan Sehun tak bisa menjadi sahabat lagi setelah ini. Dan ia juga khawatir karena kini Sehun nampak kurus dan berantakan.

Yoona menepuk punggung Sehun.

“Kau jangan banyak pikiran,” kata Yoona, “Maaf yoong, maafkan aku,” ujar Sehun menunduk, dan bahunya sedikit bergetar.

Yoona melihat Kyungsoo yang menatap Sehun khawatir, namja itu memeluk sahabat satu-satunya yang ia miliki dengan tulus, “Maaf Hyung, maafkan aku,” kata Sehun

“Gwenchana Sehun, Gwenchana,” kata Kyungsoo.

Sehun pamit berbalik badan dan pergi dalam diam dengan senyum yang mengembang, walau rasa perih menghinggapi dadanya, setidaknya ia akan tenang setelah ini.

Ia teringat sebulan setelah ia memutuskan Yoona 3 tahun lalu, ia menyadari betapa hampanya rasa tanpa sebuah perhatian dari gadis itu, dan untuk pertama kalinya ia biarkan rasa gengsi menjauhi hatinya.

Ia memberikan sebuah pesan.

From : Oh Sehun

To : Im Yoona

“Yoong, maaf kan aku selama ini yang tak pernah mengerti dirimu, menyia-nyiakan dirimu, aku sering kalap dengan emosiku, selalu saja seperti itu. Aku tahu aku ini pria brengsek yang mempermainkanmu, aku terlalu mengutamakan harga diriku, aku selalu ingin bebas, aku mempermainkanmu, maafkan aku, maaf.. bisa kah kau menerima maaf dariku? Mau kah kau memberiku kesempatan lagi?,”

Dan Sehun mengirim pesan itu, harap-harap-cemas dengan sebuah balasan.

From : Im Yoona

To : Oh Sehun (Yoona sudah mengganti display name nya)

“Aku memaafkanmu tapi, untuk menerimamu, maaf aku tak bisa, aku sudah bersama orang lain. Dan aku yakin kau pasti akan menyusulku menemukan pasangan mu yang lebih baik,”

Setelah pesan itu terkirim, Sehun keluar dari cafe yang tadi ia tempati dengan air mata yang menggenang, di ujung jalan ia melihat dua orang yang ia kenali sebagai,

Yoona dan Kyungsoo..

Mereka berjalan berdampingan dan dengan tangan yang saling bertautan, sesekali tertawa dan sesekali Kyungsoo mengacak puncak kepala Yoona, dan ia tahu bahwa Yoona sudah jadi milik Kyungsoo.

Ia sudah menyadari, bahwa kini semuanya sudah terlambat.

-END-

A/n

Terimakasih banyak yang udah mau comment ataupun udah baca ff ini, maafin alurnya yang mungkin kecepetan. Dan maaf yang minta sequel “I wish i can see you” aku belum bisa ngerjain, dan untuk ff variety show aku juga baru setengah jalan, mianhae..

Minta kritik dan saran dari kalian ya, chingu!

19 thoughts on “[Freelance] Sorry, Not You Again

  1. thooooooor… suka banget….
    makasi bukan yoona yg menderita….
    hampir q males…
    waktu tau ahirnya… jeng jeng…
    suka banget

  2. Huhuhuhuuhu..rasain tuh Cadel, nyesel kan?!!! Bye bye deh, dah..
    OMG!!! Yoona Kyungsoo, akhirnyaaaaaaaa… Ada lagi, cieee yg waktu ada ff baru, langsung jd pasangan pengantiinnn, cieee…
    Oh ya, Sehun nggak jd sm Tante Seo??

    • maaf ya baru bales commentnya, sebenernya tadinya mau bikin sequel tapi gatau nih sanggup apa engga, iya tante Seo udah tau kelakuan si Om chadel, Tiffany nya ngelarang, dan Seohyun sebelum Kyungsoo Yoona nikah, itu ketemu sama Yoona.. mereka jadi sahabat gitu, dan malahan tadinya Seohyun aku mau ketemuin sama cast baru, sepupunya yoona, tapi, aduh kayanya ga sanggup..

  3. Sad Ending or happy ending ? penyesalan emang datangny diakhir ya,, kasian Sehun :v
    bagus ffny.. Ditunggu ff lainny thor😉
    Keep writing thor ^^
    FIGHTING!!!

  4. Ini udah bagus. Tapi menurutku lebih bagus lagi kalo bagian sehun mutusin yoona dipanjangin lagi, pengen tau kyungsoo ngerebut hati yoona soalnya hahaha

  5. kasian sehun ditinggal yoona nikah lagian sih siapa suruh mutusin yoona akhirnya menyesalkan, memang menyesal datangnya selalu terakhir tp aq seneng akhirnya yoona bahagia walaupun aq shiper yoonhun tp klw sehun udah nyebelin gak apa” deh yoona sm yang lain dari pada yoona menderita dan sakit hati

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s