[freelance] What Do You Mean?

kool

written by Nikkireed 

Im Yoona with Oh Sehun

inspired by What Do You Mean -Justin Bieber (with necessary modification). rated 17+

Beberapa tetesan air hujan membasahi bumi Seoul kala itu. Angin berhembus tidak terlalu kencang tapi laki-laki yang berdiri dan bersandar di bawah tiang lampu itu tetap menggigil karena hanya mengenakan kaus putih dan jacket hoodie abu-abu berbahan tipis serta celana training merek sport ternama. Jaket abu-abunya sedikit menggelap karena dibasahi beberapa titik air. Rambutnya yang dicat silver menyerupai putih itu sedikit lepek, membuatnya bukan terkesan culun, melainkan sexy.

Ia menyesap hembusan rokok terakhirnya, lalu membuang rokok itu di tanah dan diinjak.

Tidak jauh darinya, sebuah mobil berhenti dan seseorang keluar mobil tersebut. Laki-laki itu berdiri tegap, menyambut seseorang yang keluar dari mobil itu.

Tanpa melepaskan topinya, orang itu memberikan sebuah korek api pada laki-laki itu. Laki-laki berhoodie itu tersenyum, lalu  merogoh segepok uang yang diikat dari saku celana kanannya – menyerahkan pada orang bertopi itu.

Setelah transaksi gelap itu selesai, orang itu berbalik menuju mobilnya. Sebelum ia masuk, ia bertanya, “Kau tidak pulang?”

“Tidak, aku sedang menunggu, lagi.” Jawab laki-laki itu kembali pada posisinya bersandar dibawah tiang lampu tadi.

“Lebih baik kau pulang, ia menunggumu dirumah.” Ucap orang itu, “Dan hati-hatilah.” Orang itu masuk ke mobil dan melaju pergi.

Yoona sudah menghabiskan 3 jam untuk duduk – berdiri – berjalan bolak balik – duduk – berdiri – memeriksa pintu, secara berulang. Perempuan yang hanya mengenakan lingerie tipis dan sweater rajut kebesaran itu akhirnya menyerah dan menghempaskan tubuh di tempat tidurnya.

Tidak lama kemudian, pintu rumahnya berbunyi. Ia menelengkan kepala melirik jam dinding, pukul 2.46 pagi. Yoona menghembuskan nafas kasar sebelum menarik diri untuk membuka pintu yang ia tunggu sedari tadi.

Yoona meyipitkan mata begitu ia sedikit membuka celah pintu kayu tersebut, ia pulang, batinnya pelan. Dengan setengah hati ia kembali menutup pintu tersebut.

Bel kedua berbunyi lagi. Yoona masih berdiri dibelakang pintu, mengikuti permintaan hati dan otak yang tidak sejalan, ia membuka pintu tersebut dan menarik laki-laki yang sudah setengah basah itu masuk.

Demi hujan dan petir menyambar! Ia tampak sexy karena tetesan air dari rambut lepeknya, sekaligus terlihat hot karena hoodie basahnya. Buru-buru Yoona menarik hoodie tersebut hingga terlepas dari tubuh laki-laki itu. Yoona langsung meraup dalam pelukannya dan menciumi laki-laki itu. Laki-laki itu membalas ciuman Yoona, ikut terbawa suasana sehingga ia mendorong tubuh Yoona itu ke dinding tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

Yoona megap-megap kehabisan pasokan udara diparu-paru, ia melepaskan laki-laki itu. Tapi laki-laki itu masih menciumi leher dan dan pundaknya, membuat Yoona harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk mendorong laki-laki itu.

“Se..sehun!” Yoona sedikit berteriak.

Yang bernama Sehun itu berhenti dan menatap Yoona, “Kau baik-baik saja.”

Itu pernyataan, ia memastikan bahwa Yoona baik-baik saja. Belum selesai Yoona mengambil nafas, Sehun kembali menarik Yoona menuju tempat tidur dan langsung menindih tubuh kecil itu. Dengan masih menciumi leher, bahu dan dada perempuan itu, Sehun mencoba melepaskan kaus putihnya yang sudah basah itu.

Sekali lagi, Yoona terbuai dengan pemandangan itu. Sweater rajutnya sudah entah bagaimana bisa lepas dari tubuhnya. Dirinya hanya mengenakan lingerie tipis berwarna hitam itu duduk di tengah ranjang queen size.

Sehun mengikutinya duduk dihadapannya, tangan kanannya mengusap pipi perempuan itu pelan dan tersenyum. “I miss you.”

Kalimat itu membuat Yoona sedikit menarik bibirnya untuk menahan senyum, “Tapi kita sudah putus, Sehun.”

Sehun buru-buru melumat kembali bibir Yoona, ciuman panas yang ternyata masih dibalas Yoona. Sehun melepaskan diri, matanya menatap Yoona lekat-lekat, “Tapi kau masih membalas ciumanku.”

Kali ini, Yoona mendekatkan dirinya untuk menggapai bibir Sehun. Sehun tersenyum di sela ciuman itu. Yoona melingkarkan tangannya di leher laki-laki topless itu, sedikit meraba punggung laki-laki itu.

Sehun melepaskan decakan pertamanya saat Yoona dengan tidak sengaja mencakar punggung laki-laki itu. Akhirnya Sehun menindih kembali tubuh Yoona dengan tangan kanannya menahan kedua tangan Yoona diatas kepala, “Tanganmu nakal.”

Yoona sekuat tenaga mendorong Sehun agar terbangun dari dirinya, “Get off, Sehun, we are over!”

Sehun menghentikan aktifitasnya. Ia bangun dari tubuh perempuan itu dan berjalan menuju armchair dekat jendela. Sehun mendenguskan nafas kasar sebelum duduk dan menatap Yoona di tempat tidur.

“Yeah, we are over.” Ucap Sehun dengan nada sendu. Tentu sakit. Bagaimanapun juga mereka memang sudah putus kemarin karena Yoona yang memutuskan. Dan Sehun belum bisa menerima kenyataan itu. Sehun juga tahu Yoona belum sepenuhnya melepaskan Sehun. Tapi entah mengapa kalimat yang Yoona ucapkan terakhir itu membuat Sehun terhentak dan menjauhkan dirinya.

Yoona meraih sweater rajutnya dan memakai dengan asal. “Sorry, dear.”

Sorry, dear.

Masih dengan panggilan sayangnya. Bagaimana bisa pasangan yang sudah putus itu tetap memanggil dengan panggilan sayang. Sehun mengerutkan kening sambil memijat bibirnya pelan, tidak mengerti dengan perempuan itu.

Yoona berdiri dan menghampiri Sehun, duduk di pangkuan laki-laki itu. Ia merebahkan kepalanya tepat di dada bidang laki-laki itu. Tangannya melingkar lagi di leher Sehun, “I am truly sorry, Sehun.”

Sehun tidak membalas pelukan Yoona, hanya terdiam.

Yoona duduk tegak melepaskan Sehun, tapi masih di pangkuannya. “Kau tidak memaafkanku?”

Sehun bingung. Pertanyaan Yoona barusan seperti pernyataan. Sehun membelai lembut rambut Yoona dan berhenti di bahunya, “Aku –“

BRAKKKKK!

Pintu kayu itu tersentak dan terbuka. Tiga sosok bertopeng putih dengan pakaian serba hitam dengan cepat menarik Yoona dari Sehun.

“Yoona!” Seru Sehun sebelum kedua tangannya diikat dibelakang tubuhnya dengan paksa oleh 2 sosok yang tidak ia kenali itu.

Yoona sendiri sudah menjerit memberontak agar seseorang yang menahannya seperti Sehun itu melepaskannya. Tapi kekuatan Yoona tidak sebanding dengan orang bertopeng itu.

Sehun akhirnya diseret paksa keluar dari rumah dan ia bisa merasakan sedikit gerimis hujan membasahi kausnya sebelum ia dimasukkan kedalam bagasi belakang mobil. Sedangkan Yoona, setelah tangannya juga diikat dibelakang tubuhnya dengan tali – dimasukkan ke dalam bagasi mobil.

Bisa dibayangkan keadaan bersempit-sempitan di dalam bagasi mobil bersama mantan kekasih?

Setelah bagasi di tutup, Sehun mendecak sekali. “Aku menikmati ini, Yoong.”

Yoona merasa geli. Hembusan nafas Sehun tepat di belakang lehernya. Karena posisi mereka yang terhimpit dan Yoona yang membelakangi Sehun. Bibir Sehun menyentuh tengkuk Yoona lembut dan tersenyum pelan.

Yoona tidak merasakan apa-apa. Hanya kegelian dan mencoba untuk tidak bergerak karena posisi mereka yang begitu sangat dekat.

Tidak lama kemudian, kap bagasi dibuka dan mereka dikeluarkan dengan kasar oleh tiga orang bertopeng.

Kali ini mereka dimasukkan kedalam ruangan gelap dengan hanya 1 lampu redup ditengah ruangan. Tangan Sehun dan Yoona ikat saling membelakangi dan mereka ditinggal oleh orang-orang bertopeng tersebut.

Yoona mencoba bergerak melepaskan ikatan tali tersebut. Sweater rajut yang ia pakai sangat tidak membantu, malah menyusahkannya bergerak. Dan Sehun, laki-laki itu hanya bersandar puas pada punggung Yoona, menahan senyum membayangkan wajah mantan kekasihnya itu mencoba melepaskan tali.

“It’s not funny, Sehun.” Komentar Yoona saat ia merasakan getaran dari punggung Sehun yang menahan tawa. “Ugh…”

“Sudah selesai berusaha, Yoona?”

Yoona sekuat tenaga menarik-narik tali yang mengikati tangannya itu. Dan terdengar dengusan kesal diakhir. “Sekarang, jelaskan mengapa kita ada disini Sehun dan siapa orang-orang ini?”

Sehun mengendikkan bahunya, “Aku tidak tahu. Aku sama sepertimu. Tapi… aku punya ide.”

Yoona mencoba menoleh pada Sehun di belakangnya, menunggu.

“Arahkan tanganmu ke celanaku.”

Yoona memutar mata, “Tidak sekarang Sehun. Kau gila!”

“Bukan itu maksudku, cepat arahkan tanganmu ke celanaku, now or never.” Sehun mendengar langkah kaki mendekat pada mereka.

Tapi Yoona akhirnya meraba celana Sehun dan merasakan ada sesuatu, “What?”

“Itu korek api. Cepat berikan padaku.” Bisik Sehun pada Yoona. Yoona menuruti apa kata Sehun. Sehun dengan cepat menyalakan korek api gas tersebut dan membakar tali yang mengikat tangan mereka. Yoona sedikit meringis karena terkena api ditangan kanannya.

“Kau baik?” Cemas Sehun sebelum ia membantu Yoona berdiri setelah terlepas dari tali-tali itu.

Yoona mengangguk sekali, “Cepat pergi sebelum tali sialan ini –‘

“HEY!”

Terdengar suara langkah kaki yang sedang berlari mendekat pada mereka, karena ruangan gelap mereka tidak tahu darimana arahnya. Buru-buru Sehun menarik tangan Yoona dan berlari ke arah manapun untuk menjauhi datangnya suara yang mengejar mereka.

Mereka berlari layak dikejar hantu, sesekali Sehun menoleh kebelakang mengamati Yoona, sampai mereka berakhir di ujung pintu besi.

Sehun membuka paksa pintu besi tersebut. Maka terkejutlah ia! Karena pintu besi itu tidak berlantai. Jadi jika mereka melangkah keluar, pastilah mereka jatuh kebawah. Dan Sehun tidak bisa melihat apa yang ada dibawah sana. Belum lagi dengan gerimis yang masih turun.

“Yoona, kau percaya padaku?” Sehun memeluk kedua lengan Yoona dan menatap matanya.

Sebelum Yoona menjawab, Sehun sudah menjatuhkan dirinya dan menarik Yoona jatuh bersamanya. Meninggalkan tiga orang bertopeng itu diatas yang memandangi mereka jatuh.

Yoona berteriak sejadi-jadinya! Tapi beruntunglah mereka terjatuh diatas balon karet berwarna abu-abu. Dengan posisi tubuh Yoona masih menindih Sehun, Sehun tersenyum akhirnya wajah Yoona sedekat ini dengannya sekarang.

Yoona bangun melepaskan diri dan membersihkan dirinya dari debu dan asap, “Apa-apaan ini!”

Sehun tersenyum dan ikut bangun membersihkan dirinya. “Aku senang kau jatuh padaku, Yoona.”

Sebuah lampu menyorot pada mereka. Sehun menepis cahaya yang tertangkap di matanya, sama yang dilakukan Yoona.

Laki-laki bertopi yang memberikan Sehun itu menongolkan dirinya dijendela. “Cepatlah masuk!”

Sehun mengenali suara itu dan langsung menarik Yoona masuk kedalam mobil. Yoona belum pulih dari keterkejutannya hanya pasrah ditarik sana-sini oleh Sehun.

Mereka duduk di jok belakang. Sehun mendekap Yoona dalam pelukannya, matanya sedikit sembab – efek terjun bebas yang mendadak. Sehun mengusap pipi Yoona agar menatapnya, “Kau menangis?”

Yoona memejamkan matanya, “Aku – ah, tidak.” Yoona menghapus air mata yang turun di pipinya. “Siapa dia?” Yoona menuding orang yang membawa mobil dengan tatapan takut pada Sehun.

Yang dipertanyakan menoleh dan tersenyum, “Hi, I am Tao. Huang Zi Tao. Nice to meet you, Yoona.” Kemudian ia melirik Yoona dari pantulan kaca depan.

Yoona bingung bagaimana orang ini mengenal namanya. “Ia temanku, tenang. Kau aman bersamaku disini.” Perkataan Sehun menjawab kebingungan Yoona. Jelas, teman Sehun. Sehun pasti sudah bercerita mengenai hubungan mereka. Jadi tidak heran Tao akan mengenal Yoona.

Yoona tidak menghiraukan tangan Sehun yang mengusap-usap punggungnya, sampai ia terpenjam dalam pelukan mantan kekasihnya itu.

An.

Thanks Justin for the great song! MVnya sebeneranya lebih vulgar dari ini, tapi aku buat sebisa mungkin tidak sevulgar MVnya hahaha. Thanks for reading, folks.

62 thoughts on “[freelance] What Do You Mean?

  1. Aah jinja.. Udah end aja
    Kenapa mereka putus? Dan siapa yg ngejar mereka? Butuh penjelasan😀
    Jadi ikut yg lain, sequel juseyo~

    • Hahah namanya juga what do you mean. Aku gatau siapa yg nyulik hahaha nanti dipikirkan lagi ya sequelnya. thanks for reading :)

  2. What do you mean?? What do you mean??
    AKU UDH LIHAT MV NYA TANPA SENGAJA AUTHOOORRRR!!! Ya Allah aku masih volos…
    Jadi maksudnya ini apa ya?? Mereka dikejar siapa sih?? Dan satu hal yg paling penting, Yoona udh ganti baju belum sih?? Tadi kan masih pake lingerie, tipis lagi..berarti, masa gk menggigil lari lari kesana kemari tanpa pakai pakaian layak???? Trus berarti Tao lihat badannya Yoona jg dong????
    Oh ya, untung adegan td gk keterusan yaaa..

    • hahaha emang vulgar kan MVnya hahaha. jadi Yoona lari-lari gitu tetep pake lingerie sama sweater rajutnya gitu sih. iyah Tao menang banyak ya hahaha. thanks for reading🙂

  3. Udah nih?
    Udah end gituu?
    Masih kurang jelas thorrr
    Itu yoona sehun kenapa putus?
    Terus itu sehun transaksi gelap apan juga
    Kalo bisa sih dikasih sequel yah
    Next ff ditunggu

    • namanya juga what do you mean, aku juga gatau kenapa mereka putus hahaha. nanti dipikirkan lagi ya sequelnya. thanks for reading🙂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s