[Freelance] I Liked the Simplicity

yoona

(Freelance) Oneshoot: I Liked the Simplicity

Starring : Park Chanyeol

 Im yoona

And other

Genre: Romance, family life, sad, and ???

Rating: PG-15

Story by Nani hunhan

Don’t Bash be a silent Reader..

Hope You Like it

////////  Happy Reading ////////

 

Semua orang pasti mau hidup dengan kesempurnaan.

Tapi jika takdirku berkehendak lain, maka aku tak  akan bisa mencegahnya. Dan aku tak akan menyesalinya.

Aku adalah Park Yoona, istri dari Park Chanyeol.

Aku adalah seorang guru. Tepatnya guru fisika di Daeyoung High School.

 

Aku menyukai kesederhanaan yang kujalani bersama suamiku dan anak tunggal kami.

 

Park Chanyeol adalah suamiku. Ia tak bekerja, seperti kebanyakan suami. Ia tak suka berbicara, ah tepatnya membenci berbicara. Ia tak akan berbicara dengan orang lain atau keorang banyak namun bukan berarti ia bisu. Chanyeol menggunakan kursi roda, namun bukan berarti ia tak bisa jalan atau lumpuh.

Selain itu, diusia pernikahan kami yang tlah menginjak 8 tahun ini, kami belum dikaruniai seorang anak.

Sebenarnya, aku pernah hamil. Namun, kenyataan pahit harus kami terima 7 tahun lalu. Aku keguguran karena kecelakaan yang menimpaku bersama oppaku, Lay.

Karena kejadian tersebut, Park Chanyeol menyuruhku untuk tak membahas seorang anak lagi.

Flashback

Juni, 2013

“morning, oppa.. apa tidurmu nyenyak?” Tanya Yoona pagi itu.

Chanyeol hanya mengangguk dan tersenyum pada istrinya tersebut.

“Aku akan kembali mengajar hari ini, jadi oppa tak masalahkan jika Lay oppa menemanimu?” Tanya Yoona.

Masih dengan tersenyum, Chanyeol lagi-lagi hanya manganggukan kepalanya tanda ia setuju-setuju saja.

“ teruslah tersenyum seperti itu, oppa.” lirih Yoona sambil mensejajarkan tingginya dengan Chanyeol yang terduduk dikursi roda tersebut.

“waeyo?” Chanyeol menyerngit heran.

“Aigoo, betapa manisnya suamiku ini. Jika kau tersenyum seperti tadi, kau semakin tampan sayang. Dan virus ketampananmu itu bisa membuat aku semangat menjalani hariku.” Jawab Yoona sambil terkekeh.

Chanyeol hanya tertawa dalam diam. Lalu, mengecup pipi sang istri.

“Saranghae..” ucap Chanyeol. Yoona mendaratkan sebuah kecupan dibibir Chanyeol.

+++

“Yeol, apa kau tak kesepian?” Lay bertanya. Chanyeol mnoleh padanya dan menggelengkan kepalanya.

“ah, sudah kuduga. Yeol, aku tak mungkin akan selalu menemanimu, kau tahukan suatu saat nanti aku pasti akan menikah. Aku tak mungkin selamanya menjagamu selama Yoona mengajar disekolah.  Aku adalah seorang dokter sekaligus CEO diperusahaan milik ayahmu, Yeol.” Lanjut Lay.

“sebenarnya, aku tak masalah dengan masa depanku. Tapi, saat Yoona menemuiku hari rabu lalu aku baru berpikiran tentang ini. Aku melihat Yoona sangat menyukai anak kecil dan bukan hanya dia, tapi kau juga. Ah.. aku terlalu banyak berbicara ternyata. Maksud dari semua ucapanku sejak tadi adalah, aku ingin kalian mengasuh seorang anak. Tak perlu mengadopsi dip anti asuhan, di rumah sakit ini ada bayi yang ditinggal pergi orangtuanya. Ibunya meninggal karena kecelakaan dan ayahnya telah tiada sebelum menikahi ibu sang bayi ah tepatnya anak mungkin yah…  Adikku, ah maksudku istrimu sangat menyukai anak ini. Jika kau mengizinkannya, pasti Yoona sangat senang.” Jelas Lay panjang lebar.

Lay memandang penuh harap pada Chanyeol. Namun Chanyeol memandangnya balik tanpa ekspresi.

“oh, ayolah Dobi. Setidaknya anggukan kepalamu atau gelengkan kepalamu sebagai monolog panjang dariku.” kesal Lay.

Hening sesaat, dan 5 menit setelahnya Chanyeol member respon dengan menganggukan kepalanya. Sebenarnya sejak tadi ia ingin menganggukan kepalanya, tapi sedikit mengerjai Lay hyung tak apalah.

“ne? kau setuju? Jinjja?” pekik Lay

“ aku akan mengurus semuanya, dan tenang saja Yeol. Anak ini tak memiliki keluarga lagi dikarenakan ibunya dari panti asuhan. Ah pasti Yoongie sangat senang mengetahuinya.” Tukas Lay.

“kaja, kita perlu mengisi perut ini dan setelah itu, kita melihat anak itu.” Lanjut Lay lagi sambil mendorong kursi roda Chanyeol menuju taman rumah sakit untuk makan siang mereka.

Lim Yixing, kakak dari Yoona yang lahir di China. Dia adalah seorang dokter awalnya, namun semenjak ibu Chanyeol mewariskan sebuah perusahaan terbesar untuk anaknya. Karena kondisi Chanyeol tak memungkinkan , Lay dengan besar hati menggantikan posisi Chanyeol atas permintaan sang adik. Meski kedua orangtua Chanyeol telah mengusirnya, bukan berarti mereka tak mencintai Chanyeol. Hanya saja, mereka merasa bersalah jika Chanyeol tinggal bersama ayah dan ibunya, sebab mendiang adiknya pernah berkata jika ia tiada ia tak ingin oppanya hidup bersama orangtua mereka.

Jadi begitulah, menjadi Dokter adalah pekerjaan sampingan Lay untuk sementara waktu..

Flashback end

Author pov

“eomma… aku lapar.” Pekik Sehun.

sehun

Park Sehun, 5 tahun.

Merasa sang eomma tak mendengarnya, karena terbukti tak ada sahutan dari sang eomma . sehun menghampiri sang ayah.

“pelfet, eomma eodiga?” Tanya sehun pada sang ayah dengan panggilan ‘pelfect’.

“Chanyeol mengarahkan jari telunjuknya , menunjuk arah kamar sehun tempat istrinya berada.

“ah, gomawo pelfet…” ujar Sehun sambil mencium pipi kanan Chanyeol kilat dan hendak berlalu kekamarnya namun Chanyeon menahan lengan kecil sang anak.

Sehun hanya menyerngit heran.

“nu- nugu?” Tanya Chanyeol.

Sehun tak mengerti dengan perkataan sang ayah.

“nu-nu..nugu? ya-yang menga..-ngajarimmmu se pertti ittu?” Tanya Chanyeol ulang dengan cara bicaranya yang sedikit susah berbicara.

“songsaengnim mengajariku disekolah, eomma dan appa mengajariku dirumah. Seperti itukan?” jawab Sehun polos

“bu kan itu mak..maksud appa. Tapi siapa yang mengajarimu memanggil appa dengan se bu tan Perfect?” Chanyeol memperjelasnya lagi.

“oh, ne. memang appa tak menyukainya? Paman Lay  yang mengatakannya.” Ujar Sehun cepat tanpa ragu.

Setelah mengatakan itu, Sehun menertawakan ayahnya.

“hehehe…..”

“Mwooya?” Chanyeol menyerngit heran.

Sehun melepaskan genggaman sang ayah, dan berkata “dari pada aku memanggil appa Park Dobi.”

Sehun dengan cepat lari dari hadapan sang ayah.

‘aish, Lay hyung benar-benar menyebalkan.’ Batin Chanyeol.

Setelah asik mengerjai sang appa, Sehun menuju kamarnya.

Cklek

Pintu kamarnya terbuka, dan Sehun dengan imutnya menghampiri sang ibu sambil memegang perutnya.

“oh, Hunnie… waegure?” Tanya Yoona saat melihat Tampang Sehun, anaknya.

“eomma, aku lapar. Hunnie tejak tadi memanggil eomma, tapi eomma tak mendengalnya.” Jawab Sehun sambil meminta agar di gendong oleh Yoona.

Yoona menggendong sang anak.

“mianhe, eomma tak tahu. Kajja, Hunnie harus makan.” Ungkap Yoona namun respon Sehun justru tak suka.

“wae? Kau tak mau makan, sayang?” heran Yoona.

“eomma, aku ingin punya adik. Apa olang lapal halut makan? Paman Lay bilang, olang lapal tandanya tetekali minta adik. Dan Hunnie juga ingin adik eommaaa…” rengek Sehun.

“aigoo, Hunnie. Kenapa kau lebih sering mendengar pamanmu itu sih? Besok eomma yang akan mengantar jemputmu kesekolah. Lay oppa benar-benar tak waras mengajari anak sekecilmu sepertinya..” Ucap Yoona pada dirinya sendiri, namun Sehun masih bisa mendengarnya. “ eomma, jangan marahi paman. Eomma tahu, aku selalu menyuluh paman untuk jalan-jalan, agal eomma bita beltama appa. Hunnie tak mau appa ketepian. Dan Hunnie tahu ini, kalena Paman Lay.” Potong Sehun membela pamannya itu.

“tapi tetap saja, kau masih kecil Hunnie..” tegas Yoona

“tapi appa pelnah bilang, Hunnie nanti akan dewata. Ah.. eomma, ppaliwa.. aku mau makan dengan appa.” Rengek Sehun dan Yoona menganggukan ucapan Sehun.

Sebuah keluarga apalagi berumah tangga, tak lengkap rasanya tanpa cobaan. Seperti itulah kisah hidup Chanyeol  bersama istri dan anaknya. Meski susah mengatasinya.

Banyak cobaan yang diterima, namun mereka menjalaninya dengan cinta.

Hidup tak harus sempurna, tak harus mewah, dan tak harus mengumbar kemesraan.

Sempurna, tak ada manusia yang sempurna.

Kemewahan, hidup mewah tapi tak menjamin kebahagiaan.

Keromantisan atau mengumbar kemesraan, tak menjamin adanya keharmonisan.

+++

@sungai Han

Hari minggu adalah hari yang paling dinanti keluara kecil ini.

Setiap minggu pagi, Yoona akan mengajak sang suami sera anak tunggalnya berjalan-jalan  ataupun mengelilingi sungai Han.

 

“Hei, yoong…”sapa seorang namja yang berpapasan dengan keluarga kecil Yoona.

“anyeong jagoan kecil..” kini ia menyapa Sehun. Dengan mimic wajah menyebalnya, ia memandang remeh Chanyeol.

“oh, hai Baekhyun-ssi..” sapa balik Yoona pada namja tersebut agar mencairkan suasana.

“kupukir kau sekarang telah menikah dan berumah tangga bahagia bersama Kris Hyung, ternyata berita yang kudengar saat itu benar. Kau lebih memilih namja mantan narapidana seperti dia ketimbang Kris hyung.” Ungkap Baekhyun santai menyindir Chanyeol.

Yoona ingin menjawabnya, namun Baekhyun menyelanya, “aku mundur dan mengalah serta berusaha menghapus perasaanku karena Kris hyung dapat membahagiakanmu. Tapi, apa sekarang? Dimana Kris hyung dan kalau aku tahu seperti ini, aku pasti tak akan mengalah. Aku masih mencintaimu, Yoongie.”

“mian, Baek. Tapi itu hanyalah masa lalu untuk kita. Aku memilih Chanyeol, karena aku tahu ia yang terbaik untukku. Soal Kris oppa, apa kau tak tahu? Kris oppa tak sengaja menghamili Dasom dan pertunangan kami batal karena itu. Aku juga wanita, aku mengerti perasaan Dasom. aku menerimanya dengan senang hati, karena aku tahu itu yang terbaik untukku.” Balas Yoona.

“mianhe. Aku sungguh mencintaimu, Yoong. Jeongmal sarangheo. However, I must take responbility for what I have done in Dasom even though the events at the pub owned Luhan was an accident, beyond awareness both of us. Tapi aku telah berbuat, aku harus menikahi Dasom. Mian, kita batalin pertunangan kita. Aku harap, kau bias mendapatkan pria yang lebih baik lagi dariku.” –Kris

Sedari tadi, hanya Yoona yang meladeni semua ucapan Baekhyun sedangkan Sehun hanya diam sambil menatap wajah sang appa yang tersirat kemarahan. Sehun tahu makna tatapan itu, meski ia hanyalah anak kecil. Salahkan paman Lay yang membuatnya dewasa lebih awal.

Chanyeol hanya menatap Chanyeol sengit, marah dan tak suka. Baekhyun adalah teman sekelasnya saat ia SMP dulu. Sahabat karib, namun berubah kini hanya karena seorang wanita.

“Aku muak melihat kalian.” Kata Baekhyun, sambil melangkah pergi meninggalkan keluarga kecil Chanyeol.

 

Flashback on

“permisi, boleh aku bertanya pada anda?” Tanya Chanyeol.

Kala itu, Park Chanyeol siswa daro SOPA menghampiri seorang gadis di depan pintu gerbang Daeyoung High School. Ia jauh-jauh datang hanya karena menanyakan tentang kebar sahabatnya, Byun Baekhyun.

“kau siswa SOPA? Hmm, oppaku juga sekolah disana. Perkenalkan, aku Im Yoona dank au ingin bertanya soal apa?” jawab sang gadis sambil memperkenalkan dirinya.

“Chanyeol imnida. Tujuanku kemari, aku ingin menanyakan keberadaan Byun Baekhyun. Apa kau mengenalnya? Sudah 3 minggu aku tak melihatnya dan aku hilang kontak dengannya.apa ia masih datang ke sekolah?” Tanya Chanyeol, sedikit sedih.

“aku tentu mengenal Baekhyun oppa, ia adalah mantan kekasihku. Tapi sejak 1 bulan yang lalu ia memutuskan pindah sekolah, aku tidak tahu mengapa. Ibunyapun tak tahu ada apa dengan anaknya tersebut.” Jawab Yoona, sambil memandang kagum wajah rupawan Chanyeol.

Tiba-tiba Eunji menghampiri Yoona yang sedang mengobrol dengan namja asing.

“hati-hati dengan tatapan itu. Kris oppa akan cemburu jika tahu tentang ini.”bisik Eunji pada yoona. Merasa kaget karena kedatangan Eunji, Yoona mendelik sebal pada salah satu sahabatnya ini.

Pip pip pip

Klakson mobil terdengar. Itu mobil oppanya, Lay.

Lay menyempatkan keluar dari mobilnya karena melihat salah satu adik kelasnya mengobrol dengan adiknya.

“hei, kalian sedang apa? Dan kau Park Chanyeol, apa yang membawamu kemari?” selidik Lay, penasaran.

Chanyeol pov

‘aish, bagaimana ini. Kalau Lay sunbae tahu aku datang mencari Baekhyun, pasti ia akan memarahiku nanti. Baekhyun kan telah membuat masalah dengan sunbae, dengan berbuat onar disekolah saat itu. Huft, aku terpaksa berbohong untuk ini.’

“mmm, itu.. aku kemari..” ah, aku bingung harus mengatakan apa.

“ia kemari untuk menanyakan keberadaan Ba-“ oh, no!

Aku reflex menutup mulut gadis itu.

“aku kemari ingin menanyakan keberadaan Yoona. Aku menyukainya, makanya aku ingin mentakan perasaanku padanya.” Ujarku santai setelah memotong ucapan Yoona, nama gadis itu.

“mwo?” pekik gadis disamping Yoona, ah dia pasti adiknya Lay Sunbae.

“lepaskan tanganmu.” Pinta Yoona, ah aku lupa jika aku masih mendekap mulutnya.

Reaksi Lay? Ia terdiam dengan Ekspresi terkejut.

“kau menyukai adikku? Oh,kau sungguh malang. Tapi adikku telah memiliki kekasih, Hobaeku.”kata Lay.

Mwo? Jadi bukan gadis disamping Yoona ini adiknya? Yoona adik Lay hyung? Berarti ia adalah kekasih Baekhyun yang sering ia ceritakan. Ahh, Chanyeol pabbo. Tadi Yoona sempat mengatakannya padaku, jika ia adalah mantan kekasih Baekhyun.

“Yoona palli, kemobil. Eunji, kau mau pulang bareng kami?” ujar Lay namun bukan kepadaku.

Chanyeol pov end

Yoona segera mengikuti perintah Lay. Sedangkan Eunji menolak dengan halus ajakan Lay. Eunji masih penasaran dengan Chanyeol kemari.

“kau sebaiknya segera pulang, Yeol nanti ibumu mencarimu. Kami duluan, yah” ucap Lay dan segara mengendarai mobilnya pergi dari tempat itu.

Sepeninggalnya Lay dan Yoona, Eunji segera menayakan tujuan Chanyeol. Ia tahu Chanyeol berbohong tadi. “ kau pasti mencari keberadaan Baekhyun? Baekhyun menghilang setela Lay oppa menjodohkan Yoona dengan sutradara terkenal itu. Salahkan Baekhyun yang sempat membuat Lay oppa memusuhinya.” Jelas Eunji dan berlalu begitu saja setelah mengatakan itu.

“Namja seperti Lay hyung ternyata bias memiliki adik yeoja yang cantik juga ternyata. Apa Lay hyung anak tetangga? Hehe.. kalau tahu adik Lay secantik tadi, aku pasti tak akan menolak ide Lay hyung untuk menjodohkanku dengan adiknya saat itu. Baekhyun, pabbo. Aku dan Baekhyun jeongmal pabbo.. hehehe..” gumam Chanyeol.

Flashback end.

 

“Hunnie, kenapa kau memandangi Appamu terus hm?” tegur Yoona yang ditujukan untuk Sehun, Chanyeol yang baru menyadarinya balik memandang Sehun, anaknya.

“appa tellihat sepelti macan jika tedang malah. Kata paman Lay, appa akan belubah menjadi Palk Dobi jika tedang malah atau ketal, eomma. Hunnie, tuka melihatnya.” Jawab Sehun polos.

Chanyeol mendengar itu akhirnya tersenyum, begitupula dengan Yoona.

“eomma, aku ingin ketempat itu. “ ucap Sehun menunju arah tempat anak kecil berkumpul bersama hewan peliharaan ditaman.

Yoona mengiyakannya dan Chanyeol hanya tersenyum saja sebagai jawaban.

 

Chanyeon dan Yoona asik memandang Sehun sedang bermain, anak itu gampang bersosialisasi dengan orang lain. Hening diantara mereka berdua.

Yoona tahu, setelah berpapasan dengan Baekhyun tadi, Chanyeol selalu menatap Yoona sendu. Baekhyun adalah mantan kekasihnya saat SMA namun menghilang, ah tepatnya menjauh dari Yoona usai mengetahui Yoona telah dijodohkan dengan pria yang berprofesi sebagai sutradara, yakni Kris Wu.

“yeol, kau masih memikirkan ucapan Baekhyun? Oppa tak perlu memikirkannya, ia memang seperti itu.” Yoona membuka suara. Sebelum menjawab, Chanyeol menghela nafas kasar, “ ottoetkeh? Jika yang mengatakan aku tak pantas untukmu hanya Baekhyun yang mengatakan itu, aku tak masalah. Tapi, kau tahu sendiri kita sering mendengar hinaan itu, Yoong. Aku sungguh tak ingin seperti ini, tapi entah kenapa penyakit konyol itu tak dapat sembuh.” Tukas Chanyeol sedih.

Yoona juga merasakannya. Inilah hidup, sederhana namun tak sesederhana seperti yang kita pikirkan.

“jangan dengarkan mereka, oppa. Kau tak perlu memikirkannya, sebab yang perlu kau ketahui adalah Aku mencintaimu. Masih ada aku, Sehun, dan Lay yang menyayangimu oppa. Meski Kai, Hyorin, Rania, Changmin, Baekhyun, atau siapapun mengataimu seperti apa, yang perlu kau tahu adalah aku tulus padamu dan aku menyukai kesedarhanaan karena bersamamu.” Tutur Yoona disertai senyuman manis untuk suaminya tersebut.

Chanyeol merasa tenang akhirnya, dan kembali menatap Anak mereka yang masih asik bermain.

Flashback on

Agustus 2000

Malam itu, di sebuah rumah mewah telah terjadi percecokkan. Park Chanyeol tak menerima apa yang dituduhkan adikya resebut padanya jika Ia telah menyebabkan Baekhyun pergi. Park Jongdae atau sering dipanggil Chen ini sangat membenci hyungnya setelah Baekhyun pergi.

Jongdae salah paham, Baekhyun pergi bukan karena menhetahui dari Chanyeol jika Chen menyukai Yoona, kekasih Baekhyun. Tapi Baekhyun pergi karena ia putus asa setelah tahu Lay hyung tak merestui hubungan Yoona dengan adiknya. Selain itu, Lay sempat menyuruh Chanyeol agar menjadi kekasih Yoona saat itu di depan Baekhyun.

Karena amarah itu tak bisa lagi ditahan oleh Chen, ia mulai mencaci maki Chanyeol. Kedua orangtua mereka sedang diluar kota, mengurus bisnis mereka. Hanya para maid di rumah selain mereka berdua. Chen mencari-cari cara agar Chanyeol meluapkan emosinya dan membunuhnya. Chen telah putus asa dengan hidupnya.

Namun, Chanyeol tetap bersabar. Tak mengubris makian dari adiknya. Saat Chanyeol memutuskan keluar dari kamar sang adik, sepupunya yang bernama Kim Jongin datang berniat melerai mereka dan keadaan kembali hening. Hingga Chanyeol meminum jus pemberian Chen saat Jongin kekamar mandi yang ada dikamar Chen, ia menjadi ganas diluar kendalinya. Jus itu tak mengandung racun, namun obat peransang yang Chanyeol sendiri tak tahu.

Jongin menasihati mereka berdua dan diluar dugaan Chanyeol menikam Jongin tepat diperutnya. Setelah itu, Chen berusaha membuat Hyungnya tersebut marah dan menyerangnya. “aaakkkhhh…” teriak Jongin kesakitan dan itu membuat para maid menghampiri kamar Chen dan tepat saat itu Chanyeol sedang memukul Chen yang tak bernyawa. Para maid yang melihat itu segera berbondong-bondong menghubungi polisi dan mencari bantuan. Sedangkan Chanyeol pingsan setelah polisi dan ambulans datang.

Jongin sempat sadar dari kritisnya dan mengatakan pada orangtua Chanyeol jika ini semua perbutan Chanyeol. “ Chen sempat mengatakan padaku jika ia tak ingin Chanyeol tinggal bersama paman dan bibi karena ia adalah seorang psikopat dan pembunuh. Chen mengatakan itu saat kami sedang dikelas, makanya malam itu aku datang kerumah. Namun bagiku, ini semua buk-kan kesala-han Chan-Chanyeol.” Setelah mengatakan itu, Jongin menghembuskan nafas terakhir.

Flashback off

Drrt drrt

Tiba-tiba Ponsel Yoona bunyi, tanda ada panggilan masuk. Yoona mengisyaratkan pada suaminya, jika yang menelponnya adalah Kim Suho.

“yoebseo..” Yoona

“2 minggu lagi adalah ujian pelulusan, namun ada perwalianmu yang sudah 2 minggu tak masuk sekolah. Kau adalah wali kelasnya, tapi kau tak bias mengkoordinasi siswa seperti ini? Aku harap kau bias mengatasi ini. Anyeong.” Jelas Kim Suho, kepsek ditempat Yoona mengajar.

Sungguh tak sopan, bahkan ia tak menjawab sapaan Yoona. Hmm, begitulah Kim Suho, jika sedang kesal ia akan seperti itu.

Yoona menghela nafas pelan, bukannya ia tak mengurusi para siswa-siswinya. Ia telah berusaha mencari keberadaan siswanya tersebut untuk membujuknya masuk sekolah dan ingin tahu apa masalah yang dialaminya. Namun, ia sangat susah menemukan keberadaan siswanya tersebut.

Sehun berlari kecil menghampiri keberadaan kedua orangtuanya. “eomma, aku ingin pulang. Tebental lagi, paman Lay akan membawakan Hunnie Pizza dan Bubble tea.” Ajak Sehun. Mereka memutuskan pulang.

 

Ternyata ucapan Sehun benar, Lay telah berada di apartemen mereka ketika mereka tiba. Lay memang membawakan Sehun pizza dan Bubble tea, namun ia juga membawa seorang namja. Yoona sangat senang dengan apa yang telah oppanya lakukan, Lay membawa siswanya yang jarang masuk atau tepatnya ia hadir senin kamis dikelas. Huang Zi Tao, namanya. Memang, Lay dapat diandalkan walau kadang-kadang oppanya itu ceroboh dan pelupa.

“maaf, aku masuk tanpa sepengetahuan kalian. Aku datang disini untuk mengatakan dan meminta izin pada kalian agar Tao tinggal bersama kalian untuk masa yang lama.” Kata Lay membuka percakapan.

“paman, Lihat matanya! Ia seperti kungfu panda yang kita tonton.” Kata Sehun dan segera menuju dapur.

“sepertinya Chanyeol lelah, sebauknya bawa suamimu istirahat Yoong.” Saran Lay

Yoona pun setuju akan perkataan oppanya itu, segera menuntun Chanyeol kekamar mereka.

Sesampainya di kamar, Chanyeol mengisttahatkan diri dengan berbaring. “Dia siswamu?” Tanya Chanyeol menyinggung Tao, Yoona hanya mengiyakan.

“Lay oppa mempunyai rencana. Karena untuk setahun yang akan mendatang ia akan focus pada perusahaan dan akan melamar Eunji. Dan apa hubungannya dengan Tao? Tao akan menemani kalian disaat aku tak ada menggantikan Lay oppa. Tao tak memiliki tempat tinggal dan aku menyarankam Lay oppa agar setelah Tao menyelesaikan pendidikan S1nya, ia akan mengambil alih perusahaan. Pada saat itu, Lay akan kembali menjadi Dokter dan menjalani hidup bersama istrinya serta tak akan menjaga oppa dan anak kita Sehun. Otte? Apa kau setuju dengan rencana kami?” jelas Yoona sekaligus meminta izin pada suaminya tersebut. “ aku akan menerima semua keputusanmu, sayang. Kelurlah, temui mereka dan biarkan Tao sekamar dengan Sehun. Sehun pasti akan senang.” Pinta Chanyeol.

“sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku akhir-akhir ini sering mual, dan Lay mengatakan jika aku sedang hamil. Tapi aku tak percaya dengan perkataan Lay oppa karena oppa bukan Dokter spesialis kandungan. Setelah kemarin aku memeriksakan keadaanku ke Dokter bersama Sehun, ternyata perkataan Lay oppa benar. Aku hamil, usia kehamilanku telah menginjak 5 minngu.” Ucap Yoona dan reaksi Chanyeol begitu terkaget. Ia segera memeluk Yoona, tanpa mengeluarkan sekatapun. “coba saja aku memeriksanya sebelum ulangtahunmu, pasti ini akan menjadi hadiah terbear untukmu.” Sambung Yoona, dan meneteskan air mata kebahagiaan. “kalian telah memberiku hadiah yang berarti tiap harinya sayang. Dan aku sungguh menyukai hadiah kelain kemarin, meski sebenarnya itu tak perlu. Kau temui Lay hyung dan lihat Sehun sedang apa sekarang” Chanyeol mengecup pipi istrinya dengan sayang dan setelahnya Yoona keluar menemui Oppanya dan salah satu anak didiknya tersebut.

THE END

 

A/N: mian jika ceritanya pasaran dan feelnya kurang. Aku terinspirasi kisah seseorang yang telah kuanggap oppaku sendiri. Ada member Exo yang tidak disebut dalam cerita, dan yang tidak aku sebut itu adalah anak Yoona-Chanyeol. Nanti piker sendiri yah lanjutannya.

Aku membuat ini cerita disaat-saat persiapan presentase kimia kelompok aku. Bukannya menyiapkan diri, aku malah asik mengetik ini ff, habis giliran kelompokku tampilnya lama. walau filenya sempat hilang ah tepatnya semua file, tapi syukur aku masih bias menyelesaikannya. Sebenarnya ini special to birthday Park Chanyeol, namun karena beberapa hal, jadi telat gini deh.

chanyeol

Happy birthday, Chanyeol oppa. Semoga makin sukses dengan karirnya bersama EXO, MAKIN TAMPAN, SEHAT SELALU, meski ultahnya udah lewat😀

Oh yah, bagi yang menyukai ff dengan main cast Yoona, ke www.imyoonadeer.wordpress.com saja. Disana ada ff Yoona-Chanyeol, Yoona-sehun, dll. (numpang promosiin blog milik teman)

Terakhir, thanks yah buat admin yang telah mempublishkan my fanfict.

6 thoughts on “[Freelance] I Liked the Simplicity

  1. Seperti komen diatas, iya betul, aku juga ngerasa gitu.. tapi penempatan kata perkata nya udh pas, kalau misalnya difokuskan sama satu masalah mungkin lbh dapet feelnya, “ini kenapa gamau bicara?” “Kok pakai kursi roda?” Mungkin harus difokusin ke penjelasan2 buat hal2 yg blm terjawab disini.. dan ga dijelasin penyakit apa sebenernya, jadi dari satu pertanyaan banyak spekulasi tertentunya.. author hwaiting buat next ff nya!!

  2. Hemm gimana ya. Entah aku yg kurang nangkep cerita ini atau gimana, aku ngerasa judul sama isi cerita gak terlalu nyambung. Isi ceritanya terlalu luas sampe aku bingung konflik utamanya dibagian mana. Selain itu, ada hal2 yg menurut ku agak kurang masuk akal. Chen kok ya tega ngebuat chanyeol jadi kayak gitu. Menurut ku sih agak lebay chen masukin obat yg bikin orang kalap. Dan itu semua cuma gara2 baekhyun yg pergi gitu aja. Okelah gapapa kalo jelas gitu, tapi ini gak ada bagian yg menjelaskan hubungan chanyeol chen baekhyun yg emang deket banget.
    Saran ku sih, mending buat cerita yg simple tapi masuk akal gitu. Soalnya aku gak suka crita yg terlalu dibuat2. Itu aja sih menurutku. Dan jangan anggap ini sebagai bash ya. Aku cuma nyampein pendapatku aja

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s