Cafuné

anigif_enhanced-buzz-24558-1368548881-7.gif

proudly presented by

Aressa

Byun Baekhyun and Im Yoona

Cafuné

(v). Running your fingers through your lover’s hair.

 

.

.

Yoona suka segala sesuatu tentang Baekhyun.

Seperti saat pertama kali dia bertemu dengan lelaki itu. Byun Baekhyun adalah seorang pianist yang terkenal. Yang dibayar jutaan dollar hanya untuk 15 menit, tidak lebih tidak kurang. Yoona bertemu pertama kali saat keluarganya mengajaknya menghadiri permainan lelaki itu. Awalnya, Yoona menolak mentah mentah. Dia lebih suka menghabiskan malamnya dengan T-shirt and jeans, ditemani dengan Caramel Greentea shakenya dan canda tawa dengan Park Jiyeon dibandingkan harus dengan gaun malam dan nada nada membosankan di aula sebesar lapangan bola. Ugh, not her type.

Tapi dengan setelan jas pearl grey dan Carnation putih di sakunya, Baekhyun sukses membuat Yoona kehilangan rasa kantuknya. Permainan lelaki itu luar biasa. Dari kursi VVIP yang keluarganya duduki, mata Yoona tidak lepas dari bagaimana jari jari itu bergerak dengan lihai diatas tuts.

Dan diiringi dengan tepukan meriah serta decakan kagum, Byun Baekhyun menyunggingkan senyumnya terhadap Im Yoona.

//

“Apa menu sarapan hari ini?”

Yoona menghabiskan sisa minggu itu di apartemen Baekhyun. Dia sedang bermalas malasan didepan setumpuk CD saat Baekhyun datang dengan secangkir teh hangat yang mengepul.

“Apa kau sedang mengejekku?” Yoona mendengus. Dia itu anti dengan peralatan dapur. Bukan salahnya juga, seumur umur Yoona masuk dapur hanya untuk membuka kulkas, “Delivery saja jika kau lapar” ini masih pukul 8 pagi, menu sarapan pagi di restoran Franchise dekat apartemen Baekhyun masih ada.

Lelaki itu mendengus dan memainkan bulu Candy—anjing kecil milik Tao yang dititipkan padanya—yang menyalak galak sebelum lari kepangkuan Yoona, “Kau tahu, aku bosan dengan makanan fastfood”

“….”

“Aku tadi baca berita, katanya makanan cepat saji bisa menyebabkan stroke lebih cepat. Duh, aku tidak ingin terjadi. Bagaimana denganmu?”

Dasar bodoh, Baekhyun bertanya dengan tampang polos yang ingin sekali Yoona cakar, “Kalau kau sakit, ujung ujungnya kau merengek seperti bayi besar juga padaku”

“Iya, makanya jangan makan makanan cepat saji ya?”

“Kalau begitu antarkan aku pulang, Bibi Kim pasti sudah menyediakan banyak menu di meja. Nanti aku beri—“

“Buatkan aku pancake”

Yoona menatap Baekhyun tak percaya. Dia pernah dua kali membuat pancake. Yang pertama, gagal total. Yang kedua, tidak buruk, tapi tampilannya tidak layak disebut Pancake. Yoona merinding, dan menggeleng.

“Tidak”

“Nanti aku ajak jalan jalan deh”

“Aku bisa pergi dengan Jiyeon”

“Jiyeon kan sedang menjadi babysitter”

“Maka aku harus menyelematkannya”

“Sebelumnya, selamatkan aku dari cacing perutku”

Yooona menahan nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Menghadapi Byun Baekhyun memang membutuhkan banyak ketenangan, “Terakhir kali kau makan masakan buatanku, kau diare selama 2 hari”

“Kali ini tidak deh” Baekhyun menggeleng kuat kuat, “Aku sudah melabeli setiap bumbu di dapur, kau tidak perlu takut salah mengambil bumbu”

“Pancake nya tidak akan berbentuk pancake nanti” tapi dia masih senang mematahkan argument kekasihnya.

“Nanti juga kukunyah tidak berbentuk pancake”

“Pokoknya tidak”

“Aku ini pemaksa lho”

“Masa bodoh”

Yoona sekali lagi menggeleng. Tangannya sibuk mencari CD yang ingin dia tonton sementara Candy menjilati kakinya. Tapi kemudian Baekhyun menarik tangannya dan dalam sepersekian detik tubuhnya sudah berada di dekapan pria itu.

“Buatkan aku pancake” katanya memandang langsung mata Yoona. Ugh, dasar anak nakal. Memangnya Baekhyun tidak merasakan kalau jantungnya sedang lomba lari sekarang? Jahat sekali, wajahnya pasti memalukan sekarang.

“Tidak mau”

Lelaki itu menyeringai. Membuat Yoona bergidik geli. Baekhyun itu wajahnya imut, kalau menyeringai pasti aneh. Tidak seperti Jongin—pacarnya Jiyeon—atau Sehun—sepupunya—yang kalau menyeringai pasti membuat Yoona merinding takut. Kalau Baekhyun menyeri—

Dasar mesum, bahkan sebelum Yoona berhasil menyelesaikan pikirannya, Baekhyun sudah menciumnya lembut. Bibir lelaki itu begitu lihai menggodanya. Setelah Yoona merah kekurangan oksigen, Baekhyun baru melepaskan Yoona.

“Buatkan aku pancake atau kuhabisi kau”

Yoona masih memandang Baekhyun tidak percaya. Tangan lelaki itu masih dipunggungnya. Tatapannya masih menggodanya. Yoona masih belum pulih dari senam jantungnya. Jadi dia mengangguk tanpa pikiran

Baekhyun terkekeh melihat ekspresi Yoona yang seperti orang bodoh. Dia mengecup bibir Yoona singkat dan melepaskan wanita itu dari cengkramannya, “Kan aku sudah bilang. Aku ini pemaksa” dan melenggang tertawa tawa begitu saja.

Byun Baekhyun memang nakal dan menyebalkan. Tapi sekali lagi, Yoona menyukainya.

//

Baekhyun menatap pancake nya dengan tatapan sedih. Yah, bukan salahnya juga, tampilan kue bulat itu—tidak, dia tidak yakin itu bulat.

“Abstrak” desis Baekhyun

“Masa bodoh, kau yang memaksaku”

Dia melemparkan tatapan memelas pada Yoona yang merajuk di sofa, “Apa tidak ada kemajuan sama sekali?”

“Kau tahu, apa gunanya kau punya banyak uang jika kau masih harus menyiapkan makananmu sendiri?” ketus wanita itu. Sebenarnya dia gugup sekali. Yoona tidak suka memasak dan tidak bisa memasak. Selama dia bernafas di bumi, dia selalu memakan masakan restoran, ibunya, ayahnya atau koki rumahnya.

Tapi Byun Baekhyun memang kutu yang ugh, Yoona ingin sekali melemparnya jauh ke antartika sana.

Eh, tapi nanti kalau Baekhyun kena hiportemia dan tidak bisa kembali ke Seoul bagaimana? Biar semenyebalkan nya Baekhyun, Yoona sayang sekali dengan pria pendek—ups itu.

“Memangnya nanti kau mau memberi makan bayimu dengan kentang goreng?”

Yoona melempar bantal sofa kea rah Baekhyun, “Aku kan tidak punya bayi, bodoh”

“Tapi kau kan nanti punya” Baekhyun mengernyit. Mengambil sendok, dan menatap pancakenya hati hati. Dia sedang galau. Dia lapar sekali, dan meskipun tampilannya mengerikan, aroma pancake itu sungguh membuatnya sanggup memakan kursi saat itu juga. Oke, hapus itu. Terlalu berlebihan.

“Kata siapa?”

“Kan nanti kita membuatnya” Baekhyun mencium potongan pancake di sendoknya. Sepertinya lebih tertarik dengan pancake dibandingkan Yoona.

Dasar bodoh, apa dia tidak tahu kalau wajah Yoona sudah seperti kepiting rebus sekarang? Dan seenaknya saja mencela makanan yang demi dewa dewi di Olympus, Yoona bekerja sangat keras untuk itu.

Awas saja, dasar sialan, dia tidak akan menuruti lagi permintaan si Byun pendek itu!

Ketika Baekhyun dengan wajah mengerikan memakan pancakenya. Yoona seperti berdiri ditepi jurang, siap melompat. Jantungnya berpacu cepat dan dia nyaris mencengkram ujung kausnya hingga nyaris sobek sekarang.

“Rasanya……” gumam Baekhyun putus putus

Dia menunduk takut. Ugh, kenapa dia bisa begitu tidak bergunanya? Membuatkan pacarnya sarapan yang layak saja tidak bisa! Yoona kesal sekali hingga dia tidak sadar kalau matanya sudah berair.

Pat pat

Yoona mendongak, menatap Baekhyun yang menepuk nepuk kepalanya. Lelaki itu tersenyum manis, “Rasanya aneh, bentuknya pun aneh” kemudian lelaki itu mencium puncak kepala Yoona, “tapi karena kau membuatnya dengan tulus, rasanya jadi enak”

Yoona merasa dibodohi. Seperti kau dijatuhkan dari lantai atas gedung kerja ayahnya hanya untuk mendapati ada trampoline besar yang siap memantulkannya kembali. Tanpa sadar Yoona tertawa dan sesenggukan seperti anak kecil.

Baekhyun tidak berkomentar apa apa. Tangannya mengacak ngacak rambut Yoona. Kemudian merapikannya kembali, hanya untuk diacak acak kembali. Begitu terus hingga Yoona berhenti sesenggukan.

“Jangan nangis lagi ya. Aku sedih jika mata yang biasanya memelototiku jadi seperti genangan di jalan”

Dasar Baekhyun! Memangnya Yoona kubangan air got apa? Yoona meninju lengan Baekhyun keras keras dan bersedekap.

Lelaki itu tertawa dan kembali, jemarinya bergerak di rambutnya yang halus. Mengirimkan sejuta perasaan yang membuat jantungnya tidak mau diam.

“Meskipun begitu, aku tetap mencintaimu kok”

Byun Baekhyun mungkin bukan pria romantis. Tapi dengan jemarinya yang bermain di helaian rambut Yoona, dia sudah cukup menjadi pria romantic.

Dan sekali lagi, itu hanya satu dari sekian alasan kenapa Im Yoona sangat menyukai Byun Baekhyun

///

Oke, aku tau ini aneh banget.

It’s been a long time. Aku sangat sibuk beberapa bulan terakhir dan memutuskan untuk hiatus. But exam is just over guys and holidays is coming!!! Get up your asses and running your finger through your laptop keyboard again! Where’s the cheers? Wkwkwk

Aku ga janji bakal update setelah ini, because hell, school isn’t just about papers and homework. It’s about organization too. And I’ve got a lot to do with multiple organization.

But here’s come the good ones! I’ll update Hidden Scene immediately. I don’t know when and I don’t know how but I’m working on it. Hope that my little head got the entire universe ideas.

Last, thank you for all of your support. Don’t forget to drop your comment below okay?

Withlove,

 

Aressa

 

 

 

 

 

 

25 thoughts on “Cafuné

  1. Aku suka ceritanya.. gk biasa tapi romantis, sweet & feelnya dapat banget. Cuma klo mnrut aku kurang panjang dikit. Hehehe tapi tetap bagus koq. Love it.

    Btw, segera thor Hidden scene nya. Aku udh Tnggu next chapt ampe lumutan nih… please dlm minggu ini di post ya. fighting!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s