In The Dinning Room

hehe
.

a fanfiction by chiharu

In The Dinning Room

starring by Im Yoona and Oh Sehun

genre: Family

rated for Teen

disclaimer:
image source from Google. this plot is mine, don’t claim this as yours.

chiharu (c) 2015

.

Aroma burger menguar melalui indera penciumannya. Yoona hanya mampu menyerah dengan keadaan ini. Ketentuan bahwa ia harus berdiet ternyata kalah juga oleh aroma sialan yang sialnya bisa membuatnya dilema parah seperti ini. Kalau sudah dilema tentang diet begini, Yoona biasanya akan memilih hal yang paling diinginkannya, walaupun buruk dan melanggar semua aturan yang telah ia buat sebelumnya.

Fix, sekarang ia meninggalkan diet itu, mungkin satu atau dua jam lagi ia akan kembali berdiet dan mengabdi pada aturan utamanya. Huh, diet macam apa itu?!

‘Hanya kali ini saja.’

Ya, ‘hanya kali ini saja’, tapi selalu ia ucapkan berulang-ulang. Apa maunya, sih?!

Sudahlah, nampaknya ia sudah tidak peduli lagi. Ia segera melahap burger ukuran jumbo yang ada di hadapannya. Sehun tidak akan marah, mungkin saja—karena anak itu tidak pelit.

“Noona, apa yang kau lakukakan?!”

Mata Yoona melotot kala mendengar pekikan khas dari seorang Sehun. Dia menolehkan kepalanya ke arah adik sepupunya itu. “Aku hanya memakan sedikit makananmu,” ucap Yoona diikuti oleh tawa yang terdengar hambar—sambil memegang barang bukti kalau ia melakukan kesalahan. Ya, kesalahan memakan burger milik orang lain, apalagi setelah ia mengumumkan pada semua orang bahwa ia akan menjalani diet.

“Sepertinya kau tidak sukses di diet kali ini.” Sehun berusaha bersikap tenang. Ia segera menempatkan dirinya duduk di hadapan Yoona sambil menilik kantong makanannya. Syukurlah, ia masih bisa bernafas lega karena sebagian makanannya masih ada—walaupun yang tersisa hanya sebuah burger dan kentang gorengnya saja. Itu tandanya ia belum terlambat untuk menyelamatkan itu semua.

“Tidak. Aku hanya tertarik melihat burger super besar ini,” kata Yoona di sela-sela makannya. Sepertinya ia benar-benar memuja burger besar itu. Sehun hanya menatapnya malas karena kandas sudah burger untuk kekasihnya.

“Sekarang tinggal satu.” Terdengar nada menyesal dalam suara Sehun. Ia menyandarkan dirinya pada punggung kursi sambil melipat kedua tangan di depan dada, ia kesal dengan Yoona saat ini.

“Kau makan saja. Kenapa kau mendadak pelit begitu?”

Huh, Sehun sepertinya sudah geram akan tingkah Yoona. Mana mungkin kakak sepupunya itu bersikap biasa-biasa saja setelah mengambil barang milik orang lain. Sepertinya selama ini ia terlalu baik.

“Noona, aku akan kencan dan ini semua gagal karenamu,” kata Sehun sambil mendecik. Melihat itu, Yoona langsung menghentikan aktifitas makannya.

“Benarkah? Jadi…” ia tidak melanjutkan kalimatnya, menyadari ada yang salah dengan sepupunya—Sehun tidak biasanya terlihat kesal seperti ini.

“Sudahlah, mungkin gagal,” ucap Sehun terdengar frustrasi.

“Lagipula kau kan masih SMP, masa sudah berani berpacaran?!”

Sehun tidak menjawab. Ia bersumpah kalau apa yang dikatakan Luhan tentang Yoona memang benar. Bahkan sepupunya yang tinggal di Beijing itu bilang kalau Yoona adalah nenek lampir cerewet yang menyebalkan.

“Sehun, kenapa kau diam saja?”

“Menurutmu saja.”

“Oh, jadi kau marah gara-gara aku mengacaukan kencanmu?” Yoona mendecik saat melihat Sehun tetap pada air mukanya yang belagak kesal itu. “tapi tunggu, kalau kau mau kencan kenapa membelikan dia burger besar seperti ini? Sama sekali tidak romantis. Itu sama saja kau menyuruh pacarmu menambah berat badannya, dan kau tahu bahwa perempuan tidak suka kalau berat badannya bertambah.”

Sehun hanya mendecik tatkala Yoona sudah menyelesaikan perkataan yang menurutnya sama sekali tidak penting dan terkesan sok tahu. “Terserah katamu saja, sudahlah,” katanya kemudian.

Yoona merasa kalau dirinya tidak dianggap karena Sehun terlihat kesal dan mendiamkannya. “Sehun, maafkan aku. Jangan bersikap seolah-olah kau yang paling tertindas, kau membuatku sangat merasa bersalah,” rengek Yoona pada adik sepupunya itu diikuti dengan air mukanya yang berubah seperti sedang memohon.

“Memang aku yang paling tertindas, memangnya siapa lagi?” cecar Sehun sebal.

“Aku juga tertindas karena melihat makananmu. Karena itu, dietku menjadi gagal seperti ini,” celoteh Yoona sambil mengibaskan sebelah tangannya. Nada suaranya sudah berubah saja.

Sehun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena kakak sepupunya itu benar-benar berkata sekenanya.

.

—fin—

.

Notes:

Apa kabar? Long time no post ya hehe😀

Nggak tahu juga ini apaan. Maaf juga udah buat Yoona nyebelin di sini, dan Sehun yang keras kepala.

Pokoknya selamat liburan aja.

See ya❤❤

9 thoughts on “In The Dinning Room

  1. Lah itu kpn akurny thor :’v Yoona gagal diet,Sehun gagal kencan .. Haha
    bagus thor,,ditunggu ff lainny😉
    Keep writting n FIGHTING!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s