My Love, My Coffee [9]

_render__snsd_yoona_png__2__by_kirstenkpoper4ever-d6szuhx_副本

 

Casts : Im Yoona

           Xi Luhan

Other casts : Xi Family

                           Oh Sehun

                           Park Chorong A pink

Genre : Romance, marriage

Rating : PG 17

Disclaimer : Seperti biasa ,tokoh menggunakan idol kpop dan oc, Karakter tokoh Is Mine

Story by Yoonafika

 

HAPPY READING

Yoona tersenyum saat di ranjangnya sudah ada gaun hijau sutra yang sangat cantik namun sederhana, ini pasti gaun santai yang Luhan pilih agar ia mengenakannya, sementara Luhan sudah menunggu di bawah.
Ia mengambil bra dan celana dalam berwarna senada lalu memakainya. Kemudian memakai gaun hijau pilihan Luhan. Sedikit memoles riasan di wajah dan tersenyum melihat dirinya di balik kaca. Cukup santai dan elegan.
Yoona mengambil ponselnya lalu berjalan ke pintu dan memakai sendal lalu mengunci pintunya. Ia pasti sudah membuat Luhan menunggu.
“Diam disana dan pikirkan apa yang sudah kau lakukan”
Yoona tersentak mendengar suara itu. Ia langsung berlari mencari sumber suara, dan ketika ia sampai di ujung kamar hotel, Yoona melihat Kris sedang berteriak-teriak di hadapan pintu. Pandangan mereka bertemu.

Yoona Pov

Aku melihat Kris oppa. Matanya terlihat merah mungkin karna dia sedang marah dan dia tadi berteriak di depan pintu kamar hotelnya. Apa dia meneriaki Jessica?
Tapi kenapa?
Aku hanya terdiam ketika Kris berjalan menghampiri ku dengan langkah yang tergesa-gesa. Dia sedikit tersenyum kemudian meraih bahu ku.
“Kau mau kemana?” ucapanya dengan suara serak, ada apa dengannya.
“A-aku akan pergi jalan-jalan bersama Luhan oppa” Tubuh Kris yang semula terlihat tegang kini nampak terlihat santai.
“Boleh aku ikut?” Aku mengerejap kemudian mengangguk. Aku sedikit terkejut melihatnya seperti ini. Kris adalah tipe orang yang dingin seperti es batu namun jarang menunjukan hal itu ketika di hadapan ku, tapi sekarang? Dia menunjukan sifat dinginnya walau segera meleleh karena aku menatapnya khawatir.
Kris kemudian merangkul ku pergi. Aku masih bisa mendengar suara teriakan Jessica. Aku ingin bertanya pada Kris, namun pria itu terlihat sedang marah karena rahangnya mengeras dan tatapannya masih terlihat dingin.
Mungkin ia sudah bertengkar dengan Jessica, sehingga moodnya sedang buruk.

*****

“Hai!”
Aku tersenyum melihat Luhan oppa. Dia terlihat sangat tampan sekarang. Wajahnya sangat segar dan cute, astaga aku mencintai pria itu.
Luhan manarik alisnya melihat ku dan Kris oppa. Ia meneliti pakaian ku dari atas hingga ke bawah, kemudian ia tersenyum dan memberi dua jempol pada ku. Lalu menarik ku dari rangkulan Kris oppa.
“Aku tepat memilih style mu, kau sangat segar, seperti bunga yang baru mekar di pagi hari” aku tersipu mendengar pujian Luhan, dia sangat pandai merayu.
Walau kadang pria ini selalu membuatku kesal dan marah tapi entahlah Luhan adalah pria yang sangat cocok untuk ku, dia juga sangat penyabar.
Tapi pikiranku terusik, aku melirik Kris yang hanya diam saja dan menatap kosong jalanan.
Aku merasa dia sudah berubah, dulu saat aku belum menikah dengan Luhan, Kris adalah pria yang lembut dan perhatian padaku tapi setelah aku menikah dengan Luhan, semua sifat hangatnya menghilang.
Aku tau dia mencintai ku tapi aku benar-benar menganggapnya sebagai kakak ku sendiri, lagi pula Kris sudah menikah dengan Jessica, dia seharusnya tidak mencintaiku.
“Yoong!” Aku tersadar saat Luhan oppa menepuk bahu ku dan menatap ku heran
“Apa yang kau pikirkan?”
Aku menggeleng pelan, merasa malu karena mungkin ia sedari tadi melihat ku yang sedang melamun.
“Kalau begitu ayo, kita jalan-jalan mereka sudah menunggu lama” ujar Luhan bersemangat, lalu ia melirik Kris yang hanya diam.
“Hyung, mana Jessica?”
Sontak hal itu membuat ku gelisah dan menatap Kris yang terlihat tenang-tenang saja.
Tidak mungkinkan Kris mengatakan bahwa dia sudah mengurung Jessica karena sebuah alasan yang tidak jelas.
“Jessica merasa tidak enak badan tapi dia ingin jalan-jalan. Jadi aku menyuruhnya tetap di kamar agar ia tetap istirahat”
Alasan yang pintar dan tidak sepenuhnya berbohong.
“Ya, Sica lebih baik beristirahat. Baiklah, kajja kita bersenang-senang”

*****

Sekarang kami berada di perjalan menuju Festival musim gugur, Luhan bilang bahwa festival itu hanya di adakan di setiap musim dan festival terbesar di pulau ini.
Dari hotel tidak terlalu jauh, sekitar 15 menit kami sudah tiba di Festival musim gugur.
“Kau akan senang, disini aku punya salah satu teman yang seprofesi dengan ku, dia menjual berbagai jenis kopi dan dia juga menjual tanamannya” ujar Luhan, saat ia membuka pintu mobilnya untuk ku.
Kris dan Chorong ikut bersama kami dan mereka mungkin akan terus berada di belakang kami, sesekali aku melihat wajah Chorong yang terlihat masam. Dia sepertinya gerah melihat ku dan Luhan bermesraan, well Park Chorong, kita lihat saja seberapa jauh kau tahan berada di belakang kami.
Aku melihat Luhan yang tersenyum pada ku, dengan manja aku langsung bergelayut di lengannya.
“Oh benarkah? Pasti teman oppa seorang pengusaha kopi juga?” ujar ku dengan suara manja.
“Iya, tapi usahanya tidak terlalu besar, dia masih baru dalam bidang ini dan aku membantunya untuk mengembangkan usahanya di pulau Jeju. Tapi dia cukup berhasil menanam biji kopi, dia punya kebun kopi yang luas di Jeju” Aku mengangguk kecil
sambil merangkul pinggang Luhan mesra, Luhan melirik ku dengan senyum manisnya, ia sudah tau kenapa aku tiba-tiba bersikap manja seperti ini. Sekali lagi aku melirik Chorong, wajahnya semakin kusut melihat kemesraan ku dengan Luhan. Aku tersenyum melihat itu, dia boleh saja teman kecil Luhan tapi dia tidak boleh mengambil Luhan dari ku.
Namun tiba-tiba aku beradu tatapan dengan Kris. Dia sedang menatapku dengan dingin, matanya terarah pada tangan ku yang merangkul pinggang Luhan, aku merasa terganggu dengan tatapannya, dengan segera aku langsung melepaskan rangkulan ku dan beralih menggenggam tangan Luhan dan menariknya pergi.
Luhan sempat bingung namun ia tetap diam dan mengikuti ku. Entah kenapa aku merasa tak nyaman bersama Kris, dia benar-benar sangat berbeda sekarang. Kris seolah-olah sedang mengancam ku atau mungkin itu hanya perasaan ku saja, tapi entahlah mungkin aku terlalu berlebihan lagi pula Kris adalah pria yang baik, aku sudah lama mengenalnya dari kecil, ia tidak mungkin berbuat jahat pada ku.
“Kenapa?” aku tersentak, Luhan sedari tadi menatap ku tapi aku sama sekali tidak menyadari hal itu, aku tersenyum kikuk.
“Tidak apa-apa”
“Katakan Yoong, apa yang sedang kau pikirkan?” lihat, Luhan jadi penasaran, aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Dia bisa saja memarahiku karna berfikir yang tidak-tidak.
“Tidak ada apa-apa sungguh, kajja, kau bilang akan mengajak ku kedai kopi teman mu”
“Oke, tapi jika ada masalah kau bisa mengatakannya pada ku. Aku ini suami mu Yoona, kau harus terbuka pada ku”
“Iya oppa, aku tahu tapi aku benar-benar tidak punya masalah sekarang” Luhan menghela napas pelan, Yoona sangat keras kepala. Terpaksa dia harus mengalah, mungkin dia akan mengatakannya nanti.
“Baiklah, kajja. Tempat nya tidak jauh dari sini, aku sudah mengatakan padanya jika aku akan mengunjunginya sekarang”

*****

Kris menatap pasangan itu yang semakin menjauh. Yoona sudah merasa tidak nyaman dengannya, itu karena dia melihat apa yang baru saja ia lakukan di hotel. Ia harus mengubah rencananya. Yoona tidak seharusnya merasa tidak nyaman ketika ia bersamanya, terlihat sekali ketika gadis itu menatapnya. Tapi ia sungguh tidak tahan melihat kedekatan Luhan dan Yoona, ketika ia melihat mereka, ia merasa hatinya terbakar dan kemarahan yang meluap.
“Huh, apa dia mencoba menantang ku, awas kau Im Yoona aku akan membalas mu”
Kris mengalihkan pandangannya pada Chorong yang berdiri tepat di sampingnya. Ia tau, gadis itu sangatlah membenci Yoona dan mungkin secara terang-terangan Chorong berusaha mendapatkan Luhan. Tapi bagi Luhan, Chorong adalah teman masa kecilnya, tapi seharusnya Luhan bersama Chorong, dengan begitu Yoona akan menjadi miliknya.
“Kenapa oppa melihat ku seperti itu” Chorong tiba-tiba sudah berdiri tepat di hadapannya, dengan gugup Kris mengalihkan pandangannya kearah lain, ia sudah tertangkap basah menatap gadis itu.
“Tidak…tidak ada apa-apa” Chorong menyipitkan matanya, jarang-jarang Kris menatapnya seperti itu, atau jangan-jangan!!
“Oppa!!”
“Wae?”
“Apa di wajah ku ada sesuatu? Apakah ada jerawat?”
“Mwo?”

*****

“Gege apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu sejak kau sibuk dengan perusahaan mu. Aku mendengar kau bekerja sangat keras hingga perusahaan mu menjadi terkenal” Luhan tersenyum mendengar hal itu. Memang dia sudah lama tidak bertemua dengan temannya ini, dia terlalu sibuk mengurus perusahaannya dan lagi pula dia sibuk mengurus pernikahannya dengan Yoona.
“Aku baik, maafkan aku karena tidak menghubungi mu, oh iya perkenalkan ini Istri ku Yoona” Pria itu melirik Yoona yang sedari tadi hanya diam di samping Luhan.
“Ka..kau sudah menikah?” Luhan tersenyum minta maaf, dia tidak sempat mengundang teman-temannya. Karena dari awal ibunya ingin pernikahannya dengan Yoona di adakan secara sederhana hanya keluarga dan kerabat dekat yang menjadi saksi pernikahannya. Namun setelah Yoona lulus dari kampusnya, ia berjanji untuk membuat pesta pernikahan yang meriah.
“Maafkan aku, tidak mengundang mu karena kami hanya mengadakan pernikahan sederhana tapi nanti kami akan mengadakan pesta dan aku akan mengundang mu”
“Oh seperti itu, baiklah aku akan menunggu undangan mu” Pria itu kini menatap Yoona dengan senyum cerahnya.
“Hai aku Kevin, senang bertemu dengan mu” Yoona mengamati wajah pria itu. Dia terlihat sedikit aneh, bagaimana tidak, sejak tapi pria ini hanya tersenyum lebar yang menunjukan gigi putihnya yang rapi. Apakah dia tidak lelah terus tersenyum lebar seperti itu, tapi sepertinya dia orang yang menyenangkan.
“Aku Yoona” balasnya singkat. Kevin kembali mengalihkan tatapannya pada Luhan.
“Mari duduk, aku sudah membuatkan kopi andalan kami disini”
Luhan dan Yoona mengangguk sambil mengkuti Kevin. Suasana kedai sangat ramai, namun Kevin masih bisa menyempatkan diri berbincang-bincang dengan mereka. Yoona melirik Luhan yang hanya tersenyum sambil mengenggema erat tangannya.
“Oppa!”
“Wae?”
“Tangan ku kesemutan” Luhan melirik tangan Yoona yang ia genggam dengan erat, sambil tersenyum malu Luhan melepaskan pegangannya.
“Maaf”
“Kenapa oppa menggengam ku begitu erat? Tidak biasanya” ujar Yoona sambil mengusap-usap tangannya.
“Karena aku ingin menunjukan pada semua orang bahwa kau adalah milik ku, kau tidak lihat? Pengunjung pria disini sedari tadi memperhatikan mu dengan tampang mesum nya ada juga yang melihat mu dengan tatapan memuja”
Yoona melihat sekeliling ruangan dan merasa tidak ada hal yang aneh, tidak ada yang memperhatikan, kenapa Luhan sangat berlebihan.
“Oppa bercanda? Tidak ada yang memperhatikan ku disini”
“Mereka memalingkan wajahnya begitu kau melihat sekeliling” dengus Luhan, istrinya memang cantik, sangking cantiknya ia harus menjaga Yoona dengan ketat agar tidak ada pria-pria yang menghampiri istrinya.

*****

“Kenapa kau mengurung ku! Aku berjanji akan mengatakan semua ini pada eommonim begitu aku keluar dari sini! Kris apa kau mendengar ku? Keluarkan aku atau aku akan berteriak, KRIS!!”
Tidak ada sahutan di luar sana, apa pria itu sudah pergi? “Aisshhh sialan kau Kris….” Jessica menjerit, kenapa Kris setega ini mengurungnya di kamar. Kenapa Kris berbuat seperti ini demi gadis itu, apakah dia tidak ingin di ganggu ketika mendekati Yoona?. Kenapa Kris masih mencintai gadis itu, bukankah Yoona sudah menikah dengan adiknya, apakah Kris akan merebut Yoona dari Luhan? Tapi kenapa? Apakah selama ini dia tidak berhasil membuat Kris jatuh cinta dengannya?.
Dia sangat mencintai Kris hingga ia rela mengorbankan hatinya selama ini. Dia terima jika Kris berperilaku kasar dan dingin padanya. Selama ini dia menahan rasa perih di hatinya ketika menatap Yoona dengan penuh cinta, sejak ia bertemu dengan Yoona dan mereka menjadi sahabat, ia selalu berusaha agar Yoona mau membawanya ke rumah keluarga Xi agar ia dapat melihat Kris dan mengetahui lebih banyak tentang pria itu, ia sudah lama mencintai Kris. Tapi kenapa? Kenapa Kris tidak pernah mau membalas cintanya selama ini.
Jessica jatuh terduduk sambil menangis, menangis pilu karena hatinya benar-benar sakit. Dia sudah mengalami banyak hal, tapi semua orang tidak pernah peduli padanya.
Dia hanya ingin Kris mencintainya, hanya itu saja yang ia mau. Tapi kemudian Yoona merenggut semua itu, Kris mencintai Yoona sejak dulu, bahkan sebelum Yoona dengan Luhan namun dia berhasil mendapatkan Kris karena perjodohan ini. Dan dia tidak akan pernah melepaskan Kris sampai kapan pun.
Jessica melirik ponselnya dan dengan segera ia meraih benda itu.
“Yeobseo…Kau harus kembali ke hotel dan mengeluarkan ku dari sini” dengan cepat Jessica langsung memutuskan sambungannya. Dia harus segera keluar dari sini dan menghentikan mereka.

*****

“Ini adalah robusta arab, aku mendapat kiriman dari bibi samatha, dia mengirim ku kopi kualitas terbaik di arab dan mengatakan bahwa akan mengirim kopi termahal di dunia”
“Benarkah? Hmm…sepertinya aku tertarik bekerja sama dengan mu, apakah kau mau?”
Kevin tertawa keras mendengar hal itu sementara Yoona terperanjat mendengar tawa keras itu dan menatap Luhan seolah-olah berkata ‘apa pria ini sudah gila?’ Luhan mengangkat bahu dan tersenyum membalas tatapan Yoona.
“Kau ini licik sekali, kau melupakan ku setelah terkenal dan kembali lagi pada ku ketika membutuhkan batuan”
“Tapi setidaknya aku berjasa untuk mu, bukankah kau bisa membuat kedai ini berkat bantuan ku?” Tawa keras itu berubah menjadi senyum malu yang menjengkelkan menurut Yoona.
“Sudahlah, lupakan hal itu , aku hanya bercanda kenapa kau terlihat serius seperti itu hahaha….”
“Tidak, aku serius mengajak mu kerja sama lagi”
“Oke, kita akan membincarakan hal itu nanti. Nah sekarang bagaimana jika kita membuat kopi? Kita sudah lama tidak membuat kopi bersama”
Luhan melirik Yoona meminta persetujuan, Yoona hanya tersenyum dan mengangguk. Melihat hal itu Kevin langsung menatap kearah Yoona, ia hampir melupakan gadis itu dan sepertinya dia juga tidak banyak berbicara.
“Ohh ya nona manis ini apakah bisa membuat kopi?”
Yoona tersenyum kaku, kemampuannya meracik kopi masih di bawah rata-rata. Tidak pernah ada yang bilang kopinya enak, kecuali Luhan, itu pun karena Luhan hanya ingin menyenangkannya.
“Sepertinya kami harus…”
“Tidak, aku bisa membuat kopi, aku sudah mahir meracik minuman kopi jenis apapun” ujar Yoona memotong perkataan Luhan.
Kevin menarik satu alisnya melihat Yoona, ia tau gadis ini tidak mahir meracik kopi. Luhan pernah mengatakan hal itu padanya, tapi kenapa gadis ini tidak jujur? Dan terlihat angkuh, hmm lihat saja nanti.
“Baiklah, ayo ikuti aku.”
Kevin membawa Yoona dan Luhan ke dapur kopinya yang sangat luas, luasnya hampir sama dengan dapur kopi milik keluarga Xi, hanya saja disini terlihat penuh dan sesak karena menyimpan banyak karung-karung biji kopi.
“Jika kita terus disini, kita akan melewatkan Festival musim gugurnya Yoong” bisik Luhan yang tentu saja hanya akan di dengar oleh mereka berdua.
“Aku melihat pria ini menatap remeh pada ku, aku harus mempertahankan harga diriku. Apa kau tidak malu pada orang lain? Istri seorang pengusaha kopi tersukses di Korea tidak bisa membuat kopinya sendiri”
“Itu tidak masalah jika kau tidak bisa membuat kopi”
“Tapi itu masalah untuk ku oppa, harga diri ku akan hancur” Luhan terkekeh pelan mendengar jawaban Yoona, istrinya terlalu berlebihan pada Kevin. Kenapa Yoona harus susah-susah mempertahankan harga dirinya padahal Kevin sudah mengetahui bahwa dia tidak bisa membuat kopi.

*****

“Jessica Unnie, kenapa kau tidak keluar”
“Kris mengurung ku di kamar”
“Mwo? Kenapa bisa”
“Sudahlah nanti aku ceritakan, sekarang cepat kau minta kunci cadangan pada resepsionis atau pada siapapun untuk membuka pintu sialan ini”
“Tapi..”
“Cepat! Aku sudah lama disini dan kau pergi keluar tanpa ku, tega sekali?”
“Aku pikir kau sudah pergi duluan”
“Jika aku pergi, aku akan bersama Kris, sekarang cepat pergi dan cari kunci itu!!”
“Ohh nde, baiklah”
Jessica menghela nafas. Kenapa tidak dari tadi saja ia menelepon Chorong dan malah berteriak-teriak bodoh seperti orang gila, Kris sudah pasti meninggalkannya tanpa memperdulikannya.

*****

Yoona tersenyum puas pada hasil karyanya, ia sudah berhasil membuat Americano coffe dengan sempurna. Pria aneh itu harusnya tidak meremahkan kemampuannya membuat kopi. Yoona menatap Luhan dan Kevin dengan senyum lebar, kemudian dengan angkuh Yoona berjalan mendekati mereka berdua dan memberikan mug kopinya.
“Cobalah” serunya menatap Luhan tanpa meninggalkan senyum indahnya. Luhan yang di tatap seperti itu ikut tersenyum dan mengambil mug kopi yang di berikan Yoona. Kevin menatap ragu pada mug itu, karena sedari tadi ia memperhatikan gadis itu membuat kopi, dan menurutnya cara gadis itu meracik Americano coffe sedikit salah, seharusnya Yoona menunggu air itu hingga mendidih dan kemudian air panas itu di campurkan langsung dengan Espresso tapi gadis itu malah menunggu air itu hangat, tentu saja air hangat dan bubuk kopinya tidak akan tercampur dengan sempurna , selain itu dia hanya menambahkan sesendok gula pasir, itu akan menjadi terasa pahit karena seharusnya dia menambahkan 2 sendok gula ke dalam kopi.
Kevin melirik Luhan kasihan kemudian menggelengkan kepalanya saat Yoona menatapnya, gadis itu langsung menatapnya tajam seakan-akan ingin menusuknya melewati mata rusa itu. Benar-benar menyebalkan.
Luhan meminum kopi istimewa buatan istrinya, dengan perlahan cairan hitam itu mengalir ke tenggorokannya, lidahnya menemukan rasa kopi yang amat sangat pahit, ingin sekali ia langsung memuntahkan cairan ini tapi ia tahan, ini adalah kopi istimewanya jadi sepahit apapun rasanya ia harus menerimanya karena istrinya sudah membuat kopi ini dengan cintanya yang manis.
Luhan tersenyum menatap Yoona yang menunggu pendapatnya dengan ekpresi lucu yang menggemaskan. Uhh… seandainya tidak ada Kevin disini, ia sudah pasti menerkam gadis itu sekarang juga.
“Bagaimana?”
“Enak..”
“Jeongmal?”
“Tentu saja, aku suka semua kopi buatan istri ku” Ia langsung di hadiahi pelukan oleh istrinya yang cantik, sesuatu yang langka karena selama ini selalu ia saja yang memulai.
Kevin melongo melihat pemandangan di hadapannya, apakah ia tidak salah dengan? Luhan mengatakan kopi itu enak?
“Tidak mungkin, apakah kau su…aww!” cubitan keras di lengannya cukup membuat ia menghentikan ucapannya. Luhan mengatakan diam tanpa suara sementara pria itu masih menikmati pelukan dari istrinya. Melihat itu Kevin menggelengkan kepalanya pelan, ia mengerti Luhan hanya ingin menyenangkan istrinya saja.
“Sekarang bagaimana kalo kita keluar dan menikmati festival, sayang”
“Oke” balas Yoona tertawa kecil, gadis itu terlihat bahagia.
“Kevin kami harus pergi, aku akan menghubungi mu lagi nanti, kita akan membahas kerja sama itu yang sudah kau janjikan, ya?”
“Tentu saja, aku akan senang bisa bekerja sama lagi dengan mu, terimakasih sudah mampir ke kedai ku”
Luhan tersenyum dan mengangguk pelan, kemudian menarik tangan Yoona untuk pergi. Yoona sempat menoleh pada Kevin dan memberikan senyum terbaiknya untuk lelaki itu, Kevin membalas senyum itu dengan senyum lebarnya sambil melambaikan tangan.

*****

Itu dia disana, pria itu sedang duduk bersama kedua orang tuanya dan Sehun, kebetulan sekali. Tapi ia tidak melihat gadis itu di sana.
“Eommonim…!” Jessica berlari menghampiri Ny.Xi dan memeluknya, ia menatap tajam pada Kris. Ia harus membalas perbuatan pria itu.
“Omo Sica-ya, kenapa kau keluar, Kris bilang kau sakit?”
Apa? Pria itu mengatakan pada semua orang bahwa ia sakit, kurang ajar.
“Tidak eommonim, aku….”
“Kenapa kau keluar? Aku sudah bilang kau harus istirahat Jessica” Kris tiba-tiba menyela ucapannya dan menarik tanganya hingga ia duduk. Pria itu berlaku manis hanya di depan orang tuanya saja, menyebalkan.
Di tatapnya wajah Kris yang tersenyum manis, astaga! Andai saja Kris selalu tersenyum seperti ini padanya, pikiran itu membuat hatinya menghangat, pasti lambat laun Kris akan bersikap manis padanya, tunggu sampai ia berhasil menyingkirkan Yoona dari keluarga Xi.
“Aku…aku hanya bosan di kamar”
“Tapi kau harus tetap berada di kamar”
“Sudahlah Kris, tidak seharusnya kau memaksa Jessica, dia pasti juga ingin jalan-jalan keluar” Tak ada sehutan dari Kris, pria itu terdiam sambil menatap Jessica yang tersenyum menang.
“Oh yah, di mana Luhan dan Yoona?”
“Kami disini”
Luhan berjalan sambil menggandeng tangan Yoona dengan senyum mereka di wajah masing-masing.
“Dari mana saja kalian?”
“Kami berjalan-jalan Appa, karena kami melewatkan Festivalnya jadi kami jalan-jalan di sepanjang pantai” ujar Luhan sambil merangkul Yoona dengan mesra. “Sedang apa kalian berkumpul disini?” tambahnya.
“Tidak ada, kami hanya istirahat di sini, ibu mu kelelahan karena sedari tadi berjalan”
“Kalau begitu sekarang kita makan siang di restoran seafood langganan kita”
“Ya, mari kita kesana aku sudah lama tidak makan di restoran itu” Ny.Xi berseru semangat, ini sudah waktunya makan siang dan mereka tidak boleh melewatkan untuk mencicipi hidangan di restoran seafood. Jarak restoran seafood dari temat mereka berada tidak terlalu jauh, jadi mereka bisa berjalan kaki untuk bisa sampai ke tempat itu.

Sesampai di restoran itu, keluarga Xi langsung memesan berbagai macam hidangan-hidangan laut yang menggunggah selera, seperti udang goreng dengan sambal khas pulau Jeju, Cumi bakar saus tiram, lobster bumbu asam manis dan lain-lain. Semua makanan itu hampir membuat Yoona meneteskan air liuarnya, ia sangat menyukai seafood terutama udang, dari kecil makanan kesukaanya adalah udang. Saat ibunya masih ada, beliau selalu memasak masakan seafood kesukaan Yoona yang sangat enak, ibunya selalu memasak udang yang di masak menjadi berbagai macam hidangan lezat.
Luhan tersenyum memperhatikan ekspresi Yoona yang terlihat sangat senang. Ia tau, Yoona menyukai seafood terutama udang. Tapi menurutnya, istrinya itu pemakan segalanya, hanya saja udanglah yang paling dia sukai.
Yoona mengambil berbagai makanan laut ke piringnya, ia lebih banyak mengambil udang ke piringnya. Setelah itu, Yoona mengambil piring suaminya dan mengisi dengan nasi serta lauk kesukaan Luhan yang sudah ia hapal.
“Bukankah seharusnya kau lebih dulu mengambil makanan untuk suami mu, itu adalah tradisi seorang suami istri. Kenapa kau bertindak tidak sopan pada suami mu?”
Tangan Yoona berhenti sejenak. Dengan gugup ia menatap Ny.Xi yang sudah menatapnya dengan tajam.
“Lihatlah Jessica mengambil makanan untuk Kris terlebih dahulu setelah itu dia mengambil makanannya sendiri. Apakah kau tidak tahu hal sekecil itu sama sekali?”
Yoona menutup matanya dan bergumam meminta maaf, dia benar-benar sangat bodoh, sangat bodoh melupakan hal sekecil itu yang tentu akan mendapat semburan marah dari Ny.Xi
“Sudahlah kau jangan marah-marah seperti itu istriku, mungkin Yoona kelaparan jadi dia lupa mengambil makanan untuk Luhan” bela Tuan Xi. Dalam hati Yoona merasa bersyukur bahwa tuan Xi masih berada di pihaknya, ia tidak bisa mengambil resiko kalau seluruh keluarga ini membenci dirinya.

“Jangan menunduk Yoong, jangan dengarkan ucapan eomma, kau tau bukan? Kadang-kadang dia seperti induk beruang betina yang sedang kehilangan madunya” bisik Luhan menghibur dan berhasil membuat Yoona terkekeh pelan. Mood gadis itu kembali membaik.

Acara makan pun di mulai dengan santai dan tenang. Berbagai hidangan laut yang nikmat dan lezat mampu membuat suasana menjadi hangat untuk keluarga Xi. Tentu saja kesempatan ini tidak di sia-siakan Jessica. Di hadapan Tuan dan Nyonya Xi ia bisa bertindak semaunya seperti bermanja-manja dengan Kris, ia yakin pasti sudah membuat pria itu kesal setengah mati padanya.
“Oppa aa…” ucap Jessica sambil menyodorkan udang asam manis yang sudah ia kupas kulitnya, Kris sangat menyukai udang, pria itu bisa menghabiskan satu porsi udang goreng sekaligus. Jessica tersenyum senang melihat wajah Kris yang terlihat pasrah, biasanya dia akan menolak dan marah jika di perlakukan manis seperti ini. Benar-benar keterlaluan.

Setelah menghabiskan semua hidangan-hidangan laut itu, mereka tidak langsung kembali ke hotel. Mereka akan menikmati matahari terbenam.
Luhan dan Tuan Xi berbicara santai mengenai perkerjaan, Luhan bilang bahwa temannya akan bekerja sama lagi dengan perusahaan, Tuan Xi menyetujuinya selagi kerja sama mereka berjalan dengan baik. Sesekali Kris ikut menimpal ketika Tuan Xi bertanya mengenai perkembangan cafénya. Kris sudah hampir selesai membangun cabang baru di Gangnam, dia hanya perlu membeli barang-barang dan perlengkapan café barunya nanti, setelah itu akan ia resmikan setelah semuanya selesai. Mendengar hal itu Ny.Xi sangat senang, sesekali wanita itu memuji anak-anak lelakinya yang sangat pandai berbisnis, ia merasa sudah berhasi mendidik anak-anak nya menjadi sukses, dan ia bangga pada keduanya.
“Bagaimana jika kita merayakan hari ini dengan sebotol Soju? Pasti sangat menyenangkan!” timpal Jessica semangat.
“Benar! Cocok untuk hari ini, aku sudah lama tidak mabuk” seru Chorong sama bersemangatnya dengan Jessica.
“Tidak! Chorong kau jangan mabuk, jangan minum berakohol”
“Ayolah eomma, untuk hari ini saja. Tidak seru jika liburan tanpa ada party bukan, lihat ini pantai yang indah tapi tidak akan sempurna jika tidak ada Soju” ujar Jessica meyakinkan Ny.Xi
“Dan kita bisa tambahkan lemon dan Tequilla” tambah Chorong tertawa pelan. Jessica memutar matanya.
“Kenapa kau tidak menyanyi lagu So Nyuh Shi Dae Party saja huh!” timpal Sehun yang sedari tadi hanya diam.
“Ooohh yeahh kau benar, Here we go! We can’t stop stop stop yeogin Party time Idaero gyesok Party time! Its Party!!!!”

*****

“Aigo Im Yoona-ssi, mau saja kau di bodohi oleh penyihir-penyihir itu huh? Jika sudah tau kau tidak suka minum alcohol kenapa kau malah menerima gelas yang putih itu!”
“Oppa kepala ku pusing!”
“Aissh jangan muntah di baju ku! Kemana si Luhan hyung!”
Sedari tadi Sehun terus mengoceh sembari menyangga tubuh Yoona yang sedang mabuk berat sementara Luhan sedang pergi ke toilet.
Jessica dan Chorong sukses membuat party yang mereka buat. Bersenang-senang sambil meminum minuman berakohol hingga pada akhirnya Ny.Xi pun ikut mabuk, jadi saat mereka akan pulang para pria lah yang kerepotan harus memapah wanita-wanitanya untuk pulang, untung saja mobil sudah sigap terpakir di depan. Tuan Xi bahkan memapah Ny.Xi dan Chorong, menyeret kedua wanita itu ke dalam mobil.
“Oppa ayo kita pulang” lengguh Yoona, tangannya berusaha menggapai kedua pipi Sehun namun terhenti karena rasa mualnya dan ia beberapa kali hampir muntah.
“Aku peringatkan kau jangan muntah di baju ku atau aku akan menjatuhkan mu”
“Kenapa kau berbicara seperti itu?? Kau membenci ku oppa? Kau benci pada ku?” jerit Yoona, ia menunjukan wajah cemberutnya, kemudian bersandar di bahu Sehun.
“Kumohon jangan membenci ku, aigo kau sangat wangi oppa, aku mencintai mu”
“Yoona aku Sehun, Luhan hyung suami mu itu yang sangat menyebalkan sedang berada di toilet, aku bersumpah jika kau muntah di baju ku, aku akan mencekik leher hyung” sungut Sehun dan beberapa kali menyingkirkan wajah Yoona di bahunya. Ia sangat membenci orang mabuk yang muntah di bahunya, itu sangat menjijikan tentu saja.
Sehun bernapas lega saat melihat Luhan berlari kearah mereka, ia tidak tau berapa lama Luhan menghabiskan waktunya di toilet atau mungkin saja pria itu sudah poop.
Yoona sudah tidak tahan, isi perutnya seperti sedang di kocok-kocok dan kepalanya pusing.
“Hyung cepatlah! Sebelum istrimu mu-“
“Huueeekkk…!”
“Oh astaga!!!!

TBC

 

Ekhmmm… pertama-tama🙂 saya mau ucapin maaf yg sebesar-besarnya, pada owner wp dan readers ku yg tercinta. karena aku gk ngpost di wp ini sampe mungkin ada 1 tahun lebih mybe -_- maaf banget. dan aku sempet terharu masih ada readers yg nanyain ff jelek ku ini :’), aku gak buka lagi wp udh berapa abad tahun lamanya sampe lupa gimana caranya ngpost :v. dan mungkin kalian juga udh hilang ingatan sama ini cerita, sebenernya ff nya udh nangkring di file tpi aku males post di tambah posternya gak ada sama sekali yg mau buatin padahal udh req tpi enggak di tnaggepin. jadilah poster jelek di atas sana buat memperindah aja🙂. sekali lagi Maaf ya buat readers, aku bangkit lagi buat nulis demi orang-orang yg nanyain ff aku loh, jadi makasih ya buat kalian🙂 so jika kalian lupa sama ceritanya monggo bisa flashback kebelakang lagi hee😉 . InsyaAlloh kedepannya posting lagi, aku lanjutin lagi sama BS juga. Dan mungkin gaya bahasa ku kedepan ungkin berubah sama yg sebelumnya entah meningkat atau malam memburuk hehe. ok gomawo #BOW

 

p.s : Dan satu lagi terimakasih pada owner yg belum kick aku hahaa

48 thoughts on “My Love, My Coffee [9]

  1. finally ohmy di post juga part9 sumpahyaaa thor kepo banget sama tiap partnyaa dann kalo belum di post2 tu penasarannya prahh, kapann yoona bs dterima sm keluarga xi?? huaa nxt please jgn lama2 thor 😂😂

  2. Sunbae (0.0) Udah wisuda belum Sunbae?
    Kalau udah berarti kan udah lulus SMA (0.0)
    Ayo Sunbae, lanjutin Sunbae (0.0) Gegara keasyikan baca, lupa belum comment
    Mianhamnida, Sunbae :3

  3. MAAF Readers ku! Aku bakal ngelanjutin crita-crita ku setelah saya lulus SMA nanti. doain sekarang aku mau menghadapi UN 2016!! MOHON DOA NYA UNNIE, DONGSAENG, READERNIM ^^

  4. Aku pikir ff nya ga dilanjutin lagi ..😞 tapi akhirnya athor yg baik nge post lagi yeyyy mudah2an chapter selanjutnya ga selama yang ini.. makasih thor udh nge post lagi yeyeye seneng, semangat thor..

  5. Aaahh akhirnyaa ff ini dilanjutin lgi. Alhamdulillah sempet baca jug Walaupun telat.
    omg kok kris jadi Jahat sih
    ditunggu next chap nya yaaa

  6. Finally this chapter coming out. Sempet agak lupa sama alur sebelumnya thor saking lama kaga updatenya, but its okay. Yg penting udah update. Ah, sayang sekali moment luyoon sedikit sekali, terbentur dg moment temen luhan, semoga next chapter ada momen luyon, disini aku juga merasa kasian sm jessica haha. Keep writing thor, hwaiting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s