Relationship

feeeeeeeeeee

Roxxiedite

Baekhyun Byun  x  Yoona Im
Fluff, AU  //  577 words [Ficlet]  //  T

Summary:
Tahu saja kalau hari ini berlangsungnya kencan pertama Baekhyun


Caffe tak seramai biasa, mengingat Baekhyun mengambil jam paginya untuk sekedar bertengger manis di posisi terpojok ruangan, menghadap tepat ke trotoar persimpangan lampu merah. Untung-untung ditemani setangkup Waffle dengan siraman madu serta Ice cream rasa Vanilla.

Okay, Baekhyun mencetak rekor pertama pelanggan Caffe yang memesan Ice cream ketika matahari bahkan belum sampai menjunjung puncak tertingginya― Baru juga jam delapan pagi.

 

‘Sinting kali? Mau kena diare?’

 

Chanyeol bilang begitu. Obsidiannya menemukan presensi Baekhyun dari balik kaca pembatas utama Caffe sesaat Si Jangkung tengah melakukan perjalanan menuju kantor. Sempat terlintas niatan hendak bergabung mengganggu pagi tenang milik teman satu jurusannya, justru berakhir mengeluarkan sumpah serapah setelah beberapa sekon kaki tajam Baekhyun menendang kehadirannya keluar Caffe dengan embel-embel Chanyeol hanya akan merusak.

Tahu saja hari ini berlangsungnya kencan pertama Baekhyun, dan kalaupun Chanyeol berusaha jadi pengacau― mati saja Lelaki itu di rawa-rawa.

 

KRING

 

Lonceng pintu berayun, menyuarakan kerincing pelan penarik atensi Baekhyun. Pupilnya perlahan berputar arah, hingga senyum khas lima senti terpahat nyata di sepanjang garis bibir.

 

“Yoona!!”

 

Oh, dia melihat Baekhyun melambai ringan. Lantas tungkai kakinya dipaksa berlari kecil layak bocah berumur 5 tahun, sampai memekik kecil pun dilakukan selang lengan gagah Baekhyun memenjarakan tubuh.

“Oppa! Tu me manqu.. ― Akh! Sakit!”

Telunjuk Baekhyun kembali melayang menghantam dahi Yoona. “Kau pakai Bahasa Prancis, aku pergi dari sini.”

“Kau saja yang tidak paham artinya.” Ledek Yoona cepat, lantas melepas cekalan Baekhyun yang memeluk erat badannya. Tersenyum jahil sekilas, lalu buru-buru mendaratkan satu kecupan ringan di pipi Sang belahan jiwa. Ya ampun, jangan tanya apa-apa soal Baekhyun, kupu-kupu sedang gencar sekali menari di relung hatinya detik ini.

“Yoona, kenapa makin cantik? Kau menyuntikan sesuatu pada wajahmu? Botox ‘kah?”

“Sialan kau.”

Baekhyun terkekeh, mendapati Gadis itu menghempaskan posisi nyaman pada salah satu bangku menghadapnya. Cekatan meraih cup Ice Cream kepunyaan Baekhyun. “Eomma belum tahu kalau aku ke Korea, pastilah rambut-rambutkku merontok sesudah dijambaknya nanti.” Rutukan lirih Yoona menguar. Eomma Im memang terlampau kejam sih, Salah Yoona sendiri yang punya kebiasaan cari gara-gara.

“Aku antar kau pulang dulu, sekalian bantu beres-beres kopermu.”

“Tidak kerja? Kukira atasanmu galak. Si Botak gila itu ‘kan yang membatalkan cuti liburmu ke eropa tahun kemarin? Dasar tua rapuh.”

Ouh, Kecantikan Yoona nyatanya memang bertambah. Tapi, celah mulut itu masih terbiasa menyumpahi kaum-kaum polos tanpa dosa; Pengecualian untuk ‘Si Botak gila’. Khusus bagi Yoona, Baekhyun beri empat jempol setuju atas umpatannya.

Sepotong Waffle ia tandaskan dalam sekali gigit, Baekhyun pasang senyum miring. “Siang nanti aku akan dapat panggilan. Sebenarnya di kantor sedang ada banyak masalah.” Yoona mengangguk samar, kendati tak paham sama sekali bagaimana kacaunya perasaan Baekhyun yang kini berada di ujung tanduk― Deadlinenya menggantung banyak minta dituntaskan.

“Eumm, Oppa.. ―”

“Hmm?”

“Kau orang pertama yang kuberi tahu. Pastikan menutup mulut, jangan ketahuan sampai ke telinga Eomma.”

Yoona meraih ponselnya, menempatkan layar tepat di depan muka baekhyun.

 

“Sehun namanya. Kami cocok ‘kan?”

 

“N-nugu?” Alis Baekhyun berjengit naik, bingung jelas menyerbunya.

“Oh-Se-Hun. Tampan ‘kan? Kami jadian sejak 3 bulan lalu.” Ulang Yoona, memberi penjelasan perlu. Alih-alih mematikan layar ponsel, Baekhyun langsung merebut benda persegi itu. Menilik penampilan Si Lelaki yang dikata Yoona tampan bagai dewa walau daya tariknya hanya sekedar bertampang model, lumayanan juga Baekhyun.

“Aku ingin bertemu dengannya, minggu depan.” Sahutan Baekhyun terdengar dan Yoona sukses berjingkrak senang di sana, memamerkan sederetan gigi cemerlangnya. Kemajuan pesat, terakhir kali dia menunjukan foto sejenis berbeda wujud― mantan pacarnya Kim Jongin―, Baekhyun malah bersikap apatis langsung menolak mentah-mentah.

 

“Ini saatnya kamu menggandeng Pria bukan?  Sebentar lagi aku juga akan menikah. Siapa yang bisa jaga Adik kesayanganku kalau Kakaknya sibuk nanti?

.

.

.

.

.

.

“Menikah? Dengan siapa? Dengan Park Chanyeol? Kalian saling suka ‘kan?”

Kesimpulan pendek, Baekhyun mungkin belum laku-laku. Tapi menempatkan alasan ‘gay’ sebagai pembawaan sifatnya adalah kesalahan besar.

Baekhyun positif sakit hati sebab pemikiran ala kadar Yoona.

.

.

.

.

.

Kkeut.

Jujur aja, awalnya ini ff  bakal ku buat sad ending. Baru nyadar aja malah berakhir ke comedy gini -_-

20 thoughts on “Relationship

  1. Yah.. Pas liat ini ff berasa ff aku secuil layk upil.. Katakatanya bagus banget, mendayu-dayu, terperangkap aku dibuat mu.. Yeayy!!

  2. berasa sih ya komedinya WKWKKW, pas awal masih ketebak jalan ceritanya terus pas mulai ke akhir cerita malah jadi “loh kok gini” seru seru ngggak ketebak gitu😄

  3. Aihhh, aku kira friendzone..
    Lucuuuu,, Jbakannya lumayan, udah bkin aku salah sangka.
    Nice,,
    Dtunggu krya sljutnya!!
    HWAITING!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s