(Freelance) Oneshot : Heavenly Eyes

tumblr_n8mak5uA6D1txokf8o1_500

HEAVENLY EYES

 

Oh Sehun and Im Yoona

with Nana Afterschool

AU, School Life, Romance

PG 15

 

Oneshot

Summary : seperti sebuah magnet berbeda kutub, mata itu akan menarikku kedalamnya dikala aku memandanginya.

©pixiecalee

+++

Namanya Yoona, tapi ia lebih akrab disapa deer yoong. Gadis ‘rusa’ ini mempunyai kebiasaan berdiam di atap sekolah sebelum bel istirahat berakhir. Seperti saat ini, ketika dia berteriak dan merentangkan tangan tanpa peduli dengan angin yang menerpa wajah; membelai lembut pipinya.

Pandangan Yoona mengedarkan, memastikan bahwa hanya ada dirinya seorang di sana. Tapi, netranya menangkap… sebuah objek asing yang membuatnya penasaran, pada sebuah gudang. Namun, bukan itu yang menjadi perhatiannya, melainkan sebuah jas almamater yang menggantung di atasnya. Setiap ia pergi ke atap sekolah, almamater itu selalu menggantung dengan indah di sana. Anehnya, almamater itu selalu bersih. Berbekalkan rasa penasaran, Yoona pun naik ke atas gudang itu menggunakan tangga besi.

Dan coba tebak apa yang didapat oleh rasa penasarannya?

Sesosok pemuda yang terpejam, dengan kepala menghadap langit dan tangan yang dijadikan tumpuan. Menyangka sosok tersebut adalah makhluk halus, Yoona memberanikan diri untuk menyentuh pundak lelaki tersebut.  “Eh bisa kusentuh,” gumamnya.

Mungkin akibat ‘rasa penasaran’ Yoona,  tiba-tiba lelaki itu membuka mata. Pada mulanya si lelaki belum menyadari keberadaan Yoona di sana. Berbeda dengan Yoona, perempuan itu malah terus memandangi lelaki di hadapannya ini dengan mata berbinar hingga mata lelaki itu benar-benar terbuka.

‘OMG TAMPAN SEKALI!’ Itu pekikan Yoona di dalam hati.

 

“KYA!! MATAMU BERWARNA BIRU INDAHNYA!” Kali ini, teriakan itu disuarakan, sambil melompat turun dari tangga besi.

 

Hebat sekali suaranya, gumam Sehun dalam hati. Ya, ternyata ia adalah Oh Sehun. Apa sebutan yang pantas untuk versi laki-laki dari primadona? Mungkin, Sehun pantas menyandangnya. Ia sangat terkenal sampai kalangan guru, akibat kebiasaannya membolos di jam pelajaran. Dan Yoona terhitung sangat beruntung bisa bertatapan langsung dengan Oh Sehun.

 

Sehun ikut melompat dan menghampiri Yoona, “Siapa namamu?”

 

“Nama asliku Im Yoona tapi teman-teman ku memanggilku deer yoong karena sifatku yang lincah seperti rusa,” jawab Yoona panjang lebar yang hanya dibalas anggukan oleh Sehun.

 

Tapi bukan Yoona bila tak berujar dengan heboh, “HEY MATAMU—AH GAWAT SEBENTAR LAGI PELAJARAN BAHASA INGGRIS. AH MISS HWANG AKAN MEMARAHIKU JIKA TELAT!

 

“Cepat kembali ke kelas,titah Sehun dan kembali naik ke atas gudang itu.

 

Heran, Yoona bertanya, “Kau tidak ke kelas, Sunbaenim?” Padahal sudah berbunyi 15 menit yang lalu dan lelaki itu malah kembali naik ke atas gudang.

 

“Bangunkan aku setelah jam pelajaran bahasa Inggrismu selesai ya?balas Sehun sambil mengedipkan sebelah mata. Ah, itu tidak terdengar seperti jawaban melainkan sebuah perintah.

 

Hingga membuat Yoona—tanpa sadar—menganggkukan kepalanya, “i-iya.

 

Yoona pun membalikkan badan dan melangkahkan kakinya meninggalkan atap itu. Tapi saat ia baru memegang gagang pintu atap, tibatiba lelaki itu kembali berucap dan berhasil membuat jantungnya—entah mengapa—berdetak sangat cepat,

 

“Hey Yoong, atap ini rahasia ya?”

 

Bibir Yoona tertarik keatas membentuk senyuman yang sangat cantik namun sayangnya Oh Sehun tidak melihat senyuman itu.

 

“O-OKE SUNBAE-NIM!” teriak Yoona dan langsung berlari menuruni anak tangga dengan cepat, secepat detakan jantungnya dan lihatlah pipi putihnya yang kini mulai memerah.

 

Yang tadi itu… apa?

 

 

+++

 

Setelah sampai di dekat kelasnya ia berjalan dengan mengendapendap dan berdoa semoga Miss Hwang—guru bahasa Inggrisnya—belum datang. Pelan. ia membuka pintu kelasnya. Setelah pintu itu benarbenar terbuka Yoona bernafas lega, rupanya Dewi Fortuna yang keberadaannya masih diragukan, masih berpihak padanya.

 

Kenapa matanya berwarna biru? Ataukah ia seorang blasteran?

 

Kenapa ia sering membolos di jam pelajaran?

 

Kenapa aku terus memikirkannya!!!

 

+++

                                                                                                                       

                                                                                               

      Miss Hwang masih dengan setia  menerangkan materi bahasa Inggris yang sangat dibenci oleh Yoona, padahal jam mengajarnya seharusnya sudah berakhir semenjak sepuluh menit lalu. Dan ini membuat Yoona kesal karena dua hal: 1). Tidak mengerti apa yang sedang diucapkan oleh gurunya, 2)  Ia ingin segera keluar dari kelas ini.

 

“Baiklah anakanak itulah materi saya hari ini jangan lupa kerjakan tugas yang sudah saya berikan, Terimakasih.Miss Hwang pun melangkahkan kakinya keluar kelas dan suasana di kelas pun menjadi ribut membicarakan tugas dari si guru cantik itu. Sementara Yoona? Malah tak memerdulikan dan pula bergegas keluar; mengikuti gurunya. Tentu, dengan destinasi yang berbeda.

 

“HEY, YOONG! KAU MAU KEMANA?!” teriak Sooyoung yang melihat kepergian Yoona. Sebagai jawaban, Yoona menolehkan kepalan, dan membentuk kata A-T-A-P dengan mulutnya.

 

      Tak lama berselang, langkah kakinya berhenti di atap sekolah. Yoona mendudukan dirinya lalu menghirup udara sebanyak yang mampu ditampung paru-paru, dan menghembuskannya. Oh, sungguh. Ia sangat membutuhkan hari libur atauwell, dalam bahasa Inggrisnya adalah I Need Holidays.

 

Aku benci bahasa Inggris! Aku benci Miss Hwang!! Aku benci si penemu bahasa Inggris itu!” gerutunya, tak jelas. “Ah! Aku lupa, harus membangunkan Sehun sunbae,” lanjutnya tibatiba dan langsung bangkit dari duduk.

 

Ternyata, dialog monologis itu ada yang menyahuti, Aku sudah bangun.Berasal dari sebuah suara yang sangat Yoona yakini adalah milik Sehun. Oh, bahkan ia sudah mengingat suara pria itu dengan baik. Yoona pun berjalan menuju ke atas gudang menggunakan tangga besi untuk menyusul Sehun.

 

Jangan, biar aku saja yang turun kesana,” cegat Sehun. Sedangkan Yoona yang berada di bawah berusaha matimatian menyembunyikan rona merah dipipinya. Tapi, Yoona tak berusaha menutupi bahwa ia terus memperhatikan Sehun tanpa melewatkan sedikitpun dari pergerakan si lelaki. Saat Sehun semakin dekat, bersinergi dengan jantung Yoona pun ikut semakin berdetak cepat. Seperti akan lepas dari tempatnya, walaupun yang satu ini tidak mungkin terjadi.

 

Kenapa kau menatapku seperti itu?”

 

Bukan Yoona namanya, bila tak mengucapkan apa yang ada di pikiran. Habisnya, matamu biru. Indah sekali,” jawabnya tanpa melepaskan pandangan dari mata biru Sehun.

 

“Sebenarnya ini bukan lensa mata asliku, ini hanya lensa kontak.

 

Kaget. Tentu bukan jawaban yang diharapkan Yoona, “IYE?!”

 

Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Yoona, namun gadis itu masih belum sadar dari lamunannya. Ia masih menatap mata biru Sehun, dalam. “Suaramu sangat hebat lho hingga terngiangngiang di otakku.

 

BLUSH!

 

Seketika angin menerpa rambutnya dan di saat itu juga Yoona menyadari bahwa jarak wajahnya dengan Sehun hanya terpaut beberapa senti. Refleks, ia pun memundurkan badannya. “YAK! SUNBAENIM!”

 

“HAHAHAHA!Sehun tertawa dengan puasnya.Wajahmu lucu sekali!”

 

Beep! Beep!

 

Kala itu, ponsel Sehun berbunyi ia pun mengambil ponsel yang berada di saku celana, dan membaca pesan yang baru saja masuk.

 

From : Nana

 

Berhenti mengejarku, aku akan bertunangan setelah lulus nanti

 

Sehun tersenyum membaca pesan masuk itu, tipe senyum yang…

 

‘Kenapa senyumnya terlihat sedih seperti itu?’ ternyata Yoona menyadari senyum lelaki itu.

 

“Eh sunbaenim sedari tadi kau tidur? Tadi kau membolos pelajaran apa?” Yoona berusaha mengembalikan suasana.

 

Tidak ada pelajaran apaapa kok,” jawab Sehun dan kembali memasukan ponselnya tanpa membalas pesan yang masuk tadi dan berjalan menuju pintu.

 

Oh, seperti itueh sunbae! Kau mau kemana?” Yoona berlari kecil menyusul Sehun.

 

Kembali ke kelas.” Sehun mengeluarkan sebuah jarum besi dari saku lainnya.

 

Eh itu untuk apa?” tanya Yoona.

 

Aku kan sudah bilang kalau atap ini rahasia, biasanya selalu terkunci.

 

Selalu terkunci? Padahal atap ini adalah tempat favoritku, dan saat aku kesini pintunya selalu terbuka,” gumam Yoona.  Sehun mengabaikan gumaman Yoona dan mengunci pintu itu dengan jarum besi yang ia bawa.

 

Tunggu, Yoona baru menyadari sesuatu. Berarti setiap aku kesini, Sehun sunbae juga berada disini?” Ia kembali bergumam.

 

Ya, belakangan ini aku selalu melihatmu disini,” jawab Sehun namun sedetik kemudian ia terdiam di tempat dan merutuki dirinya. Sial, ia keceplosan.

 

Sehun menuruni tangga diikuti Yoona dibelakangnya,Mmm…a-aku baru tahu.

 

Di mana kelasmu?” tanya Sehun setelah berada di koridor menuju kelas 2.

 

Aku kelas 2-4!” jawab Yoona.Terimakasih Sehun sunbae-nim.

 

Jangan panggil sunbae. Kau harus memanggilku Sehun oppa, mengerti?!”

 

“Ba-baiklah, mmm Sehun sunb­ah maksudku oppa, besok mau kubangunkan jam berapa?” Yoona menggaruk kepalannya yang tak gatal.

 

Beginilah diriku, mulai saat ini aku menjadi jam weker untuknya.

 

+++

 

     Terhitung dari ‘pertemuan pertama’, kini sudah empat bulan Yoona menjadi seorang ‘gadis alarm’ bagi Oh Sehun. Hubungan mereka semakin dekat namun tidak ada yang mengetahui berhubung komunikasi hanya ada ketika mereka berada di atap. Sedangkan saat diluar tempat itu? Mereka hanya bisa saling bertatapan dan membalas senyum saja untuk jaga aman dari fans fanatik Oh Sehun.

 

“Selamat pagi Yul! Selamat pagi Soo!” pekik Yoona saat memasuki kelas ia pun menyimpan tasnya dan kembali meninggalkan kelas.

 

Akhir – akhir ini dia sering menghilang ya, Soo?” gumam Yuri sambil menatap punggung Yoona yang perlahan menghilang dari hadapan mereka. Kemana tujuannya? Tentu, atap sekolah.

 

Yoona menyunggingkan senyumnya saat melihat sebuah punggung, siapa lagi kalau bukan punggung Oh Sehun. Ia memelankan langkahnya berencana untuk mengejutkan.

 

“ANNYEONG!!!” teriak Yoona sambil menepuk punggung itu kencang.

 

Berhasil, Sehun memekik kencang, “AISH! KAU MENGAGETKANKU YOONG!” sambil menarik lengan Yoona. Karena lelaki itu terlalu kencang menarik lengannya, Yoona pun tersungkur kedalam pelukan Oh Sehun.

 

Hmm dia pakai parfum apa? Aku mau membelinya juga, ah maksudku aku suka harumnya…,gumam Yoona sambil mengendusendus baju lelaki itu.

 

Mau sampai kapan kau begini yoong?” gumam Sehun, menahan senyum.

 

Yoona langsung membuka mata, kesadarannya sudah benarbenar pulih. Tolong dicatat, karena kejadian ini akan menjadi kejadian paling bersejarah dalam hidupnya.! Sontak, ia pun langsung mendorong Oh Sehun dengan sekuat tenaga, hingga pemuda itu tersungkur.

 

“Kau perempuan tersadis yang pernah ku kenal,” gerutu Sehun.

 

Rasakan itu!” pekik Yoona sambil menyilangka tangan di dada. Tibatiba, ia membulatkan matanya saat melihat sebuah majalah yang berada di sebelah Sehun.

 

I-itu kan majalahku!! Kenapa bisa ada padamu?!”

 

Jangan salah paham dulu, kemarin saat aku mengantarmu pulang tibatiba anjingmu melempar majalah ini padaku. Lalu, sampul majalah ini adalah Nana, jadi aku penasaran dan membawanya pulang,” jelas Sehun panjang lebar disertai dengan ekspresi wajah yang mmm… derp namun tetap terlihat tampan.

 

Oh, Nana eonni ya. Sebenarnya, majalah itu milik Nana eonni dan mau aku kembalikan sekarang, jawab Yoona dengan nada yang sedih namun sepertinya Sehun tidak menyadari itu.

 

Dia memang sangat cantik, ya?celetuk Sehun sambil mengamati wajah Nana yang menjadi sampul di majalah tersebut.

 

Oh, iya, aku juga suka meminjam majalah fashionnya, dia memang sangat baik.” Yoona berusaha tersenyum riang dan menormalkan nada bicaranya. Dia sangat baik, cantik dan pintar banyak pria yang mengincarnya. Sangat berbeda jauh denganku bahkan semua pria yang berbicara denganku selalu menutup telinga.

 

Aku tidak,sergah Sehun, terlalu cepat. “Aku sangat menyukai nada bicaramu, aku sangat menyukai teriakanmu yang terdengar selalu bahagia” gumam Sehun  sambil mengusap kepala Yoona lembut. Yoona menatap mata biru Sehun, tak peduli walaupun itu adalah lensa kontak. Karena saat ia sedang menatap mata itu entah kenapa dirinya seperti terhisap kedalamnya.

 

Sehun oppa sangat berbeda dengan lelaki yang kukenal.

 

Aku sangat menyukainya.

 

+++

 

      Hari berikutnya, Yoona duduk diatap sambil menghadap ke arah utara. Matanya memang tertuju pada langit, namun pikirannya melayang entah kemana.

 

FIUH!

 

Tiba – tiba telingannya seperti ada yang meniup namun Yoona mengira itu hanya angin belaka.

 

FIUH!

 

Oh, kali ini tiupan itu cukup berhasilmengganggunya. Yoona reflex menoleh dan… langsung dihadapkan dengan wajah seorang Oh Sehun yang menyeringai, dengan jarak yang tak lebih jauh dari sepuluh sentimeter. Pemuda itu, semakin mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka pun bersentuhan. Yoona memejamkan matanya, tak sanggup melihat mata yang lebih indah daripada lazuardi di atas kepala. Dan apa yang terjadi?

 

FIUH!

 

Sehun kembali meniup, kali ini di mata Yoona,Yak! Kau ini berpikiran macammacam!Karena mendapatkan pandangan kesal dari perempuan di hadapan, Sehun pun melanjutkan, Hey? Kau marah? Ayolah kau juga terlambat membangunkanku berarti kita impas.

 

Tapi kau kan sudah bangun! Jadi aku tak usah membangunkanmu lagi!” seru Yoona tak mau kalah.

 

Baiklah terserah kau saja,” jawab Sehun malas, ia pun mendudukan dirinya menghadap ke arah pagar pembatas. Yoona ikut mendudukan dirinya disamping Sehun.

 

Sebenarnya, aku menyukai Nana.

 

Yoona terkejut, sangat terkejut ia mengepalkan tangannya kuatkuat untuk menahan emosi.Hahahaha! Sudah kuduga, siapa yang tidak menyukainya dia nyaris sempurna!” seru Yoona sambil tertawa hambar, berusaha menutupi gejolak perasaan di dalam diri.

 

Tapi, aku tahu saat sudah lulus nanti dia akan bertunangan,timpal Sehun sambil menunjukan senyumnya. “Dia menyukai pria yang bermata biru, oleh sebab itu aku memakai lensa kontak berwarna biru.”

 

Kalau kau benarbenar mencintainya, kau harus mengejarnya sampai dia menjadi milikmu!Walaupun sangat sakit tapi Yoona tetap mengeluarkan pernyataan itu.

 

Lagipula aku sudah ditolak, mau bagaimana lagi?tanya Sehun, retoris. “Ah, baiklah aku mau kembali ke kelas, sampai jumpa,” lanjut Sehun langsung berdiri meninggalkan Yoona.

 

 

Untuk pertama kalinya aku melihat mata itu bersedih

 

Kenapa hatiku seperti tersayat

 

Aku harus membantunya

 

Ya walaupun itu menyakiti diriku sendiri

 

 

+++

 

Terlintas dalam benak Yoona. ‘Apakah jika Sehun sudah lulus nanti, dia akan meninggalkannya? Apakah… apakah…?’ Berbagai pertanyaan, berkecamuk dalam benak gadis rusa tersebut. Dan dia, bodohnya melamun sambil melemparlempar batu kearah tembok gudang ‘mereka’. Tiba – tiba batu yang ia lempar ke tembok itu pun memantul dan mengenai keningnya “Ugh!” rintihnya

 

Hey, Yoong!!! Kau itu bodoh ya?” teriak sebuah suara dari belakangnya, suara siapa lagi kalau bukan suara Sehun? Dengan cepat Sehun menghampiri Yoona kentara sekali bahwa Sehun sangat khawatir.  Ayo kita ke uks!” Sehun menarik tangan Yoona namun perempuan itu masih berdiam di tempat.

 

Tidak usah, aku membawa plester kok!” Yoona mengeluarkan plester dari sakunya lalu dipasangkannya plester itu pada luka di keningnya.

 

Kau membuatku sangat khawatir saja, untung lukanya tidak terlalu parah!” cerocos Sehun sambil menatap Yoona cemas.

 

Yoona mengalihkan tatapannya pada mata Sehun.

 

 

Tunggu ada yang aneh dari matannya

 

 

OPPA, MATAMU MENJADI HITAM!!!”

 

Sehun tersenyum penuh makna.Ya, aku melepas lensa kontakku,” jawab nya masih menatap mata Yoona. Kau ingin tau kenapa alasanku melepas lensa kontaknya?” lanjutnya, Yoona pun menganggukkan kepala sebagai jawaban.

 

Sehun mendekatkan kepalanya pada wajah Yoona dan mempersempit jarak mereka hingga hidung mereka pun bersentuhan. “Kau benarbenar ingin tahu?” bisik Sehun. Tanpa menunggu jawaban gadis itu, Sehun langsung menempelkan bibirnya pada bibir ranum Yoona. Perempuan itu memelototkan matanya namun perlahan memejamkan matanya dan larut oleh pesona Oh Sehun.

 

 

 

 

 

 

Alasannya adalah perempuan bernama Calistha itu, jika aku masih memakai lensa kontak

orang – orang akan berpikiran bahwa aku masih menyukai Nana — Oh Sehun

 

 

 

Aku sangat terkejut bahwa dia melepas lensa kontaknya, namun

 aku  sangat menyukai alasan dibalik itu. — Yoona Lim

 

 

 

END

 

So, inilah ff oneshot pertamaku maaf ga sesuai ekspektasi kalian pas baca teaser. Maaf juga ya lama banget nge post nya soalnya tiba – tiba ada lomba cerpen disekolah dan jadinya aku malah focus ke cerpen itu sedangkan ff ini aku tunda dulu huwehehe minta maaf banget. Oh iya ternyata bikin ff oneshot itu lebih susah daripada ff chapter dan semacamnya:”D

 

Terimakasih sudah mau membaca ff yang garing ini tolong berikan saran dan kritik kalian di kolom comment/?

 

HAPPY NEW YEAR AND HAPPY HOLIDAY \(‘o’)/

 

See You~

 

*(+++ = ganti scene)

17 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Heavenly Eyes

    • Calistha itu yoona, asalnya di ff ini aku ganti nama yoona jadi calistha tapi feel nya ga kerasa, terus aku ubah lagi jadi yoona dan yg itu kayanya kelewat deh. maaf ya~ :”D

    • Calistha itu yoona, asalnya di ff ini aku ganti nama yoona jadi calistha tapi feel nya ga kerasa, aku ubah lagi jadi yoona deh dan yg itu kayanya kelewat deh. maaf ya~ :”D

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s