7 Days to Love You (Chapter 1)

7 Days to Love You 

Title     : 7 Days to Love You

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Oneshot

Rating  : PG-16

Genre  : Romance, Sad

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Sehun EXO

Other Cast :

  • EXO
  • SNSD

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan atau hanya terinspirasi.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow. Cerita ini terinspirasi dari lagu. Untuk syair – syairnya author ambil dari buku novel Clockwork Prince by Cassandra Clare dan Clockwork Princess by Cassandra Clare. Karena sejujurnya author tidak pernah membaca tentang syair. Jadi syairnya diambil dari novel tersebut.

Disarankan membaca sambil mendengarkan lagu : With You – Levi Kreis & The Word Goodbye – Levi Kreis (2 lagu ini bener-bener pas)

Visit my personal Blog : cocoafanfiction.wordpress.com

Credit poster goes to :

peniadts @Art Fantasy

Please Don’t Bash ya and Sorry For the TYPO.

Dengan sangat, author mohon LEAVE A COMMENT ya….

Gamsahamnida~

Happy Reading!!!

 Oh iyaa…. Before kalian baca FF ini liat dulu yaa teasernya 

Thank you ^^

***

“Aku tidak pernah mempunyai tujuan hidup. Hidupku yang singkat ini kujalani tanpa tahu apa yang benar – benar kuinginkan. Tanpa tahu apa alasanku untuk masih tetap bernafas. Until I Met You.”

 

***

Day 1

 

“Chogiyo, boleh aku duduk disini ? Tempat lain sudah penuh” ucap yeoja berkacamata itu pada namja yang duduk tepat di hadapannya.

Namja itu hanya diam, terus membaca bukunya.

Merasa kesal karena tidak dihiraukan “Diammu kuanggap sebagai Ya, gamsahamnida” ucap Yeoja itu namun namja dihadapannya masih tidak peduli.

“Menyebalkan sekali, apa dia tidak punya telinga” bisik yeoja tersebut sambil meletakkan kameranya dan mengeluarkan sebuah buku sketsa serta pensil dari dalam tas.

Dia membalikkan buku sketsa tersebut sampai menemukan halaman kosong, menyesap sedikit kopinya lalu mengambil pensil dan mulai menorehkan garis – garis.

Sesekali yeoja itu memejamkan matanya kemudian kembali menggerakkan pensilnya. Sedikit demi sedikit mulai terlihat apa yang akan di gambar oleh yeoja tersebut.

Namun rasa kesalnya ternyata mengganggu semua imajinasinya “Bagaimana bisa namja ini tidak menjawab pertanyanku sama sekali ? Atau mungkin dia bisu ?” bisik yeoja itu masih tetap mencoba menggambar sesuatu di bukunya.

“Atau jangan – jangan namja ini buta ? Aish, dasar bodoh” yeoja itu memukul pelan kepalanya “Jika dia buta, bagaimana bisa dia membaca buku itu bodoh. Omo!! Aku kan tidak berniat menggambar seorang namja. Aku jadi harus mengulangnya lagi, Argh!!” kesal yeoja itu lalu merobekkan kertas tersebut dan mengubahnya menjadi bentuk yang tidak jelas.

Merasa terganggu dengan keributan di hadapannya, namja itu menatap yeoja di hadapannya dengan tatapan kesal.

Merasa diperhatikan yeoja itu mengangkat wajahnya dan untuk sesaat namja itu hanya diam menatapi wajah di hadapannya itu.

“Kenapa menatapku seperti itu ?” tanya yeoja itu bingung.

Namja itu tersadar dari lamunannya lalu menggelengkan kepalanya pelan.

Tidak, kau tidak boleh Oh Sehun, batin namja itu yang bernama Oh Sehun menahan dirinya.

Sehun itu lalu berdiri meninggalkan café tersebut.

Sedangkan yeoja itu hanya bisa melihat kepergian namja tersebut dengan wajah heran.

“Ada apa dengan namja itu ? Apa aku melakukan sesuatu ?” yeoja itu mengedikkan bahunya dan kembali menatap buku sketsanya namun tanpa sengaja dia melihat buku yang baru saja di baca oleh namja tadi.

Yeoja itu lalu mengambil buku tersebut dan segera berdiri, berniat untuk mengejar namja tadi dan mengembalikan bukunya namun kemudian diurungkannya niatnya tersebut begitu melihat jendela kaca besar di sampingnya. Namja itu sudah tidak terlihat lagi.

Dia kemudian duduk lalu melihat buku tersebut ‘A Tale of Two Cities’ itu yang tertulis di cover buku tersebut.

Tidak ada niatan dari yeoja tersebut untuk mengetahui apa cerita dari buku tersebut sampai rasa penasarannya membuat dirinya ingin membaca buku tersebut setelah dia membaca kalimat di halaman pertama dari buku tersebut.

***

Day 2

“Kursi lain penuh, bolehkah aku duduk disini ?” tanya yeoja itu.

Berbeda dengan sebelumnya, kali ini Sehun menatap yeoja itu sebentar namun langsung kembali tenggelam dalam bukunya. Buku lainnya.

“Diammu kuanggap sebagai Ya” ucap yeoja itu namun kali ini tidak ada rasa kesal darinya.

“Oh ya, bukumu tertinggal kemarin” ucap yeoja itu lagi sambil mengambil buku yang dimaksud dari tasnya dan meletakkannya di atas meja.

Sehun menatap buku tersebut lalu membiarkannya tetap berada di atas meja “Kau tidak perlu mengembalikannya seharusnya kau biarkan saja” ucap Sehun kembali membaca buku yang ada di tangannya sambil mengambil secangkir kopi dihadapannya.

“ ‘Saat itu adalah waktu terbaik, sekaligus waktu terburuk. Masa kebijaksanaan, sekaligus masa kebodohan. Zaman keyakinan, sekaligus zaman keraguan. Musim terang, sekaligus musim kegelapan. Musim semi pengharapan, sekaligus musim dingin keputusasaan. Kita memiliki semuanya di hadapan kita, sekaligus tidak memiliki semuanya. Kita semua langsung pergi ke surga, sekaligus langsung pergi ke jalan lainnya. Pendeknya, zaman itu begitu persis dengan zaman sekarang’ucap yeoja itu mengutip kalimat pembuka dari buku itu yang membuatnya ingin membaca buku tersebut.

Sehun mengehentikan tangannya yang sedang ingin mendekatkan secangkir gelas kopi untuk di minumnya.

“Atau mungkin kau bisa menyimpannya dan membacanya” ucap Sehun lalu meminum kopinya.

“Maaf aku membaca bukumu tanpa meminta izin terlebih dahulu” ucap yeoja tersebut dengan raut menyesal.

“Untuk apa meminta izin, aku sudah menganggap buku itu hilang yang berarti buku itu sudah tidak memiliki kepemilikan. Kau bebas untuk membacanya tanpa harus meminta izin” jelas Sehun.

“Tapi… kurasa buku itu penting untukmu” ucap yeoja itu pelan namun masih dapat terdengar oleh Sehun.

“Mengapa kau merasa seperti itu ?” tanya Sehun penasaran.

“Mungkin… karena kau berbicara denganku saat ini ketika kau sedang membaca buku lainnya tapi ketika kau membaca buku ini…” yeoja itu menatap buku ‘A Tale of Two Cities’ di hadapannya “Kau sama sekali tidak menghiraukanku” jelas yeoja tersebut.

“Sebegitu hauskah kau akan perhatian nona” ucap Sehun

“Im Yoon Ah, kau bisa memanggilku Yoona” ucap yeoja itu yang bernama Yoona memperkenalkan dirinya.

Sehun hanya diam, kembali membaca bukunya.

“Apa kau tidak berniat memberitahukan namamu ?” tanya Yoona kali ini sedikit kesal pada namja dihadapannya ini.

“Aku tidak meminta kau memberitahukan namamu” jawab Sehun santai.

“Tapi aku baru saja memperkenalkan diriku. Bukankah seharusnya kau juga melakukan hal yang sama ?” tanya Yoona sinis.

“Sydney… kau bisa memanggilku Sydney” ucap Sehun tidak memberikan nama aslinya.

“Sydney ? Sydney seperti yang di dalam buku ?” Sehun mengangguk.

“Apa itu nama aslimu ?” tanya Yoona lagi.

Sehun menggelengkan kepalanya.

“Lalu… kenapa kau tidak memberitahukan nama asl-“

“Jadi kau sudah membaca buku itu” potong Sehun sambil menunjuk ke arah buku di hadapan Yoona.

“Ne ?” Yoona menatap buku yang ditunjuk Sehun lalu menganggukkan kepalanya untuk menjawabnya.

“Ya, aku sudah membacanya. Kau tahu, awalnya aku merasa ada terlalu banyak keputusasaan di dalam buku ini” ucap Yoona.

“Begitukah menurutmu ?” tanya Sehun, Yoona mengangguk sebaga jawabannya.

Sehun mengambil buku tersebut “Siapa karakter kesukaanmu ?”

“Kau” jawab Yoona mantap.

“Ne ?” ucap Sehun kaget mendengar jawaban Yoona.

“Sydney, kau tahu ? Aku menyukai karakternya” jelas Yoona

Seketika ada perasaan aneh yang dirasakan Sehun begitu mendengarkan penjelasan Yoona.

“ ‘Kalau tidak mustahil… bahwa kau bisa mengembalikan cinta dari pria yang ada di hadapanmu –makhluk malang yang rusak, terbuang, tersia-sia, mabuk seperti yang kau tahu– dia akan sadar pada hari dan jam ini juga, walaupun dia sedang bahagia, bahwa dia akan membuatmu sengsara, membuatmu berduka dan menyesal, menodaimu, merusakmu, menjerumuskanmu bersamanya’ “ ucap Yoona mengutip kata-kata Sydney dari buku tersebut.

“Bukankah itu sungguh romantis ? Maksudku pengorbanannya, demi seseorang yang dicintainya maka dia rela melepaskannya” jelas Yoona.

Sehun menatap Yoona lama.

“Kenapa kau menatapku seperti itu ? Apa aku terlihat bodoh sehingga membuatmu kaget mendengarku mengutip kata-kata itu” kesal Yoona dilihatnya Sehun menatap dirinya dengan tatapan kaget dan tidak percaya.

“Ah… mian. Aku tidak bermaksud seperti itu” ucap Sehun langsung meminta maaf begitu tersadar.

“Tidak masalah, aku sudah terbiasa” jawab Yoona santai sambil meminum ice green tea latte nya.

“Apa maksudmu ?”

“Orang – orang sering menganggapku bodoh hanya karena aku tidak ingin terlihat pintar” jelas Yoona lalu menatap Sehun yang masih dengan tatapan tidak mengerti.

Yoona tersenyum sekilas menatap raut wajah Sehun yang menurutnya terlihat lucu.

“Kau tahu… orang yang terlihat sehat belum tentu dia benar-benar sehat bisa saja ternyata dia sakit. Begitu pula sebaliknya. Terlihat dingin tapi ternyata dia adalah orang yang hangat. Kau mengerti maksudku ?”

“Don’t judge a book by it’s cover” ucap mereka bersamaan, lalu mereka terdiam dan kemudian tertawa.

 

Bukankah terasa sangat familiar ?

Kau dan aku tertawa bersama 

Kita atau mungkin hanya aku….

Sudah lama tidak mempunyai seseorang untuk diajak berbicara…

 

Bukankah ini terasa sangat aneh ?

Kita mempunyai suatu kesamaan

 

Kau membuatku merasa nyaman

 

Dan…

 

Kau membuatku ingin meminta maaf…

 

***

Day 3

“Hai Mr. S” sapa Yoona dan langsung duduk di hadapan Sehun.

Sehun tersenyum “Hai Miss who never found a place to sit”

Yoona mempoutkan bibirnya mendengar julukan yang baru saja diberikan oleh Sehun. Melihat tingkah Yoona yang menurutnya sangat menggemaskan itu, Sehun refleks mengacak rambut Yoona.

Meskipun menurut Sehun itu bukanlah suatu hal yang istimewa tapi berbeda dengan Yoona yang seketika merasakan sesuatu yang berbeda.

Untuk pertama kalinya ada seorang namja yang melakukan hal seperti itu.

“Kenapa tiba-tiba diam ?” tanya Sehun yang tidak mengerti.

“Ne ?” Yoona sadar dari lamunannya “Ani…”

“ ‘Maka bagilah kepedihanmu, biarkan kesedihan itu reda’ “ ucap Sehun tiba – tiba dengan wajah tenangnya.

Yoona diam mendengar kalimat yang baru saja Sehun katakan, merasa seperti pernah mendengarnya,

“ ‘Hati manusia punya harta terpendam, Tersimpan dalam rahasia, tersegel dalam diam; pikiran, harapan, mimpi, kegembiraan, yang pesonanya akan hilang jika disingkapkan’ “ ucap Yoona sebagai balasan untuk Sehun.

“Evening Solace ? Tidak buruk. Balasan yang bagus sekali nona” ucap Sehun memuji.

“Eloisa to Abelard ? Permulaan yang bagus” kali ini Yoona yang memberikan pujiannya.

“Jadi… mungkin bisa kau jelaskan padaku bagaimana bisa seorang yeoja sepertimu dengan pengetahuan yang luas berakhir duduk di café ini di tempat dan waktu yang sama ?” tanya Sehun penasaran dengan kehidupan yeoja di hadapannya ini.

“Pengetahuan yang luas ? Kau bisa menyimpulkan hal seperti itu hanya dengan syair yang kukutip dari Evening Solace ?”

“Tentu saja tidak. Hanya saja di zaman sekarang sulit untuk menemukan yeoja yang menyukai syair apalagi jika syair tersebut berasal dari abad ke-19” jelas Sehun.

“Apa aku terlihat aneh ?” tanya Yoona spontan dan berhasil membuat Sehun tertawa melihat kepolosannya.

“Kenapa aneh ? Bukankah itu suatu hal yang langka ?”

“Jangan tertawa” kesal Yoona “Karena itu adalah hal yang langka apakah membuatku terlihat aneh ?” tanya Yoona lagi dengan serius.

“Ani… aku menyukainya. Jadilah dirimu sendiri. Kelemahanmu adalah kekuatanmu. Kau adalah bagaimana dirimu menginginkannya” ucap Sehun tersenyum lembut.

Yoona hanya diam menatap Sehun.

“Apa aku salah bicara ?” tanya Sehun begitu melihat tatapan Yoona.

Sehun menatap jam di tangannya “Kurasa aku harus pergi”

Sehun berdiri sebelum dia melangkah “Jika kau butuh teman untuk berbagi, kau bisa berbagi denganku, sampai bertemu besok” ucap Sehun lalu melangkah keluar café.

Yoona hanya menatap kepergian Sehun dalam diam “Ini pertama kalinya ada yang berkata seperti itu dan ini pertama kalinya aku merasa seperti ini” Yoona memegang dadanya.

**

Sehun berjalan keluar café menuju seseorang yang sepertinya dirinya disertai dengan sebuah mobil mewah dan beberapa orang yang telihat seperti bodyguard.

“Hyung, bisakah hanya kau yang mengantarku. Tanpa mereka” pinta Sehun sambil menunjuk ke arah para bodyguard tersebut.

Untuk sesaat namja yang dipanggil hyung tersebut diam, berpikir. “Baiklah jika itu maumu tapi kau harus berjanji untuk tidak kabur”

“Tentu” ucap Sehun lalu duduk di samping kursi pengemudi.

“Kalian kembali saja, biar aku yang mengantarnya” perintah Namja tersebut lalu dia menuju kursi pengemudi.

“Jadi ada apa ? Tidak biasanya kau meminta hal seperti ini ?” tanya Namja itu.

“Aku butuh seseorang untuk berbagi Kris hyung” ucap Sehun pada namja yang bernama Kris tersebut.

“Apa ini tentang yeoja bernama Yoona ?” tanya Kris, dia tersenyum melihat raut kaget Sehun “Jadi aku benar”

“Kau tahu dari mana hyung ?”

“Aku melihat buku sketsamu. Tidak biasanya kau menggambar seorang yeoja. Namanya aku tahu karena kau menulisnya” jelas Kris.

“Bagaimana bisa kau melihat buku sketsaku tanpa meminta izin” kesal Sehun.

“Apa kau marah ?” tanya Kris.

“Jangan berpura-pura tidak tahu hyung. Kau tahu aku tidak bisa marah padamu” Kris terkekeh mendengar jawaban Sehun.

“Jadi ada apa ?”

Untuk beberapa saat Sehun hanya diam dan Kris dengan sabar menunggu seseorang yang sudah dianggapnya sebagai adik tersebut.

“Aku… Aku merasa berbeda. Ini pertama kalinya aku merasa seperti ini. Ketika bersamanya aku tidak bisa berhenti berpikir untuk terus bertahan. Aku senang jika melihatnya tersenyum dan tertawa, aku selalu kagum dengan segala sesuatu yang keluar dari bibir indahnya”

“Aku…”

“Kau menyukainya” ucap Kris.

“Aku mencintainya hyung”

“Hanya dalam 3 hari ?” ucap Kris tidak percaya.

“Jika ada cinta pada pandangan pertama kenapa dalam 3 hari tidak mungkin ?” tanya Sehun namun tidak mendapat jawaban dari Kris. Sehun tahu diam Kris adalah tanda bahwa dirinya benar.

Sehun melanjutkan “Untuk pertama kalinya aku ingin bertahan agar dapat terus menemuinya, melihatnya, mendengar suaranya, mendengar tawanya”

“Maka dari itu bertahanlah”

“Bicara memang mudah” ucap Sehun kali ini raut wajahnya menunjukkan kesedihan.

“Lalu apa yang akan kau lakukan ?”

Sehun menutup matanya “Dasar jantung bodoh” ucapnya.

 

Ini sangat sulit….

 

Haruskah aku memendam perasaan ini ?

Atau haruskah aku menghilangkan perasaan ini ?

 

Tapi…

Semua itu hanya akan membuat perasaan ini semakin membesar dan mendalam…

 

Aku tidak ingin melewati ini semua…

Aku berkata kepada diriku untuk tidak pernah mencintai seseorang…

 

Mungkin jika kau mengetahui hal ini…

Kau tidak akan mengerti…

 

Ini adalah suatu kesalahan besar

Untukku…

 

Terutama untukmu…

 -TBC-

 

 

 

46 thoughts on “7 Days to Love You (Chapter 1)

  1. Ige mwoya?? akhirnya ff ini update jga chap 1 nya😀
    ‘jantung bodoh’? Sehun sakit kah? Apa cuma akibat lg kasmaran aja?
    Tp itu yg harus bertahan apa? Aaa suka galau sendiri
    Jgn sad ending ya author.. Jebal😦

  2. Akhirnya yang ditunggu dari awal teaser nongol jugaa😂🔫 ffnya memuaskan sih meskipun lama apdetnya ya thor /plak😂 eh itu sehun sakit apaan jan ampe koid ninggalin yunah unnie. Curiga sad ending kayanya nih? Bener ga thor? Ah pokoknya Ch2nya ditunggu thorr, fighting!😄

  3. ahhh..akhirnya bisanaca chap satu nya. ada perasaan yg janggal di sehunnya…penasaran nih. lanjut chap 2 thor jngan lama lama

  4. Akhirnyaa chapt 1 nya keluarrr
    Jadi si sehun semacam holkay gimana gitu?
    Terus dia nya sakit?
    Atau gimana?
    Penasarannnn
    Chapt 2 nya ditunggu dan kalau bisa dipanjangin ya thor

  5. “kesalahan besar ” kenapa ???
    aku awalnya mikir sehun punya penyakit jantung, tapi kayanya bukan deh…
    tapi apa?

    ditunggu kelanjutannya ^^

  6. anyeong chingu ! aku onlyclorieda, dulu username aku choclorieda. tapi karna suatu hal aku bikin wp baru lagi # sekedarinfo
    ahhh akhirnya setelah sekian lama nunggu chap1 ini update juga..
    penasaran knp sehun ga boleh suka sama yoona ?? apa dia malaikat ? atau mahluk dari planet lain ? jadi ga blh suka sama yoona yg manusia ?
    atau karna dia tajir bgt dan udah d jodohin sama cewe yg tajir juga ???
    sepertinya aku butuh jawaban yg pasti chingu jadi dimohon segera update chap2 nya😀😛
    keep writing chingu ^^

  7. Mwo ini apa “maka dari itu bertahanlah”/?? Mksudny itu gmna,apa sesuatu terjadi dengan Sehun atau Sehun sakit?? “7 days to love you”.. Tdi di ffny ada hari ke satu,dua dan tiga.. Ada apa dgn 7 days /? Duh perasaanku gk enak,apw emng gara2 aku lgi baper ya hehe.. Thor aku gak mau ah nebak2 cerita😀 ntar bisa2 pusing sendiri :v jdi chapt 2 ny update cepet ya #Modusss -_- pokokny ffny bagus ^^
    Keep writing n FIGHTING!!!

  8. Jadi sehun sakit???? Bakal sad ending ya???
    Masih bisa ada keajaiban gk? Di bikin happy ending gtu… biar yoonhun bahagia, saya shipernya pun ikut bahagia thor. hahaha

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s