CALL ME BABY – CHAPTER ONE

r-call-me-baby

AUTHOR :KIM SUYOON

 MAIN CAST : SUHO | YOONA | EXO |OTHER CAST : SEO YU NA (AOA) |CATEGORIES : ROMANCE, FRIENDSHIP |LENGHT : CHAPTER |RATING : PG-17

Seorang author pendatang baru, semoga tulisan ini dapat diterima para YoongExo🙂

Segala ide cerita murni milik author dan dilarang untuk mengambil hak cipta ^^  Selamat membaca dan diharapkan respeknya atas karya author untuk meninggalkan jejak setelah membaca dalam bentuk komentar. Happy reading🙂

~~~~OOooOO~~~~

Tujuh bulan sebelumnya.

……
{Baekhyun] Hey girl yeongwon gatdeon challa
([Xiumin] unmyeong gateun sungan)
[Baekhyun] nareul han sungan ttulkoga
([Suho] beongaecheoreom I segyereul)
[Beakhyun] neon nae ireum bulleojumyeo naegero dagawa

[Chen] nollawo seomgwangcheoreom gadeuk cha
Neoreul majuhan sungan oh my
Pyeonhage yeogi anja ije nae yaegireul deureobwa

……..

[Kai] binnaneun geotdeureun manha,
Geu ane jinjjareul bwabwa
[All] Call me baby, Call me baby,
Call me baby, Call me baby
([Sehun] You know my name girl)
[Xiumin] neol hyanghae keojyeogan maeuma,
Neo malgon geu muneul dada
([Chanyeol] You know I’m here girl)
[All] Call me baby, Call me baby,
Call me baby, Call me baby
[Suho] myeot beonirado Call me girl

Bulan April adalah dimana bulannya EXO comeback dengan membawa sebuah single “Call Me Baby” yang merajai seluruh tangga musik di Korea dan juga dipanggung acara musik comeback. EXO menjuarai semua aksi panggung semua acara musik.

Berbagai panggilan stasiun radio memadati jadwal EXO disamping beberapa rangkaian konser yang akan digelar. Para member menjadi berkali lipat menghadapi kesibukan dan sang leader selalu mempersiapkan dirinya untuk memberikan sekelumit pembicaraan di tiap panggung.

Setidaknya mereka nyaris melewati jadwal tidur mereka sejak album comeback mereka diluncurkan.

Namun suatu kejadian fatal terjadi dalam tujuh bulan kemudian. Sore itu para member EXO melakukan latihan dance diruangan latihan di gedung SM dengan menggunakan lagu Overdose yang akan mereka tampilkan dalam salah satu konser mereka minggu depan di China.

Suho tampak berada didalam formasi EXO K sebelum bergabung bersama member lainnya. Musik overdose yang upbeat terdengar memenuhi ruangan latihan itu. Hingga musik berakhir semuanya merasa puas dan masing-masing mengambil posisi duduk melantai di lantai yang dingin seraya mengusap peluh.

“Jam berapa kita akan berangkat ke Radio Kiss, hyung?” Chanyeol bertanya pada Suho sambil menegak air minumnya.

Suho menggulung lengan t-shirnya seraya mengusap lehernya dengan handuk. Dia menjawab ringan sambil tersenyum tipis. “Sekitar satu setengah jam lagi.”

Baekhyun terlihat membaringkan tubuhnya dilantai dan mengangkat kedua tangannya keudara. “Sepertinya kita semua akan mandi di gedung ini.” Dia menegakkan kepalanya saat dilihatnya seorang pembersih lantai memasuki ruangan dengan membawa perlengkapan mengepelnya. “Ah..ahjumma…jangan lupa nanti meletakkan tanda ‘awas! Lantai basah’ ya.” Baekhyun membalikkan tubuhnya sambil berkata cepat pada wanita paruh baya yang mulai mengepel diarea latihan mereka.

“Ah…ne…” sahut sang Ahjumma tanpa menunda pekerjaannya.

“Kau cerewet sekali, Baekhyun Hyung.” tegur Chen tertawa diikuti member lainnya.

Baekyun segera duduk bersila dan menjawab Chen dengan antusias. “Kita harus hati-hati. Lantai basah jika terinjak oleh kita akan berakibat fatal.” Dengan tampang konyol khasnya, Baekyun memukul mukul lututnya. “Bagi kita kaki ini sangat penting setelah suara.”

“Ahh!! Bicaramu sedikit masuk akal!” Chanyeol berseru seraya mendorong dahi Baekhyun dan suara tawa yang lainnya menyusul.

Beberapa menit kemudian mereka terlihat bercakap-cakap asyik tanpa mengetahui bahwa sang ahjumma sudah keluar dari ruang latihan dan Suho tiba-tiba bangkit berdiri.

“Mau kemana, hyung?” Kai bertanya ambil lalu.

“Aku mau mengambil tasku di loker. Aku mandi duluan.”

Berpikir bahwa sang leader hanya mengambil tas, yang lainnya kembali menyambung percakapan mereka. Namun dimenit kemudian mereka dikejutkan oleh suara erangan yang cukup keras disudut ruangan latihan itu berikut suara jatuh berdebum.

Lay lebih dulu mengangkat mukanya dan segera meloncat berdiri seraya berseru kaget. “Suho!!”

Mendengar seruan horor Lay membuat para member lainnya menghentikan percakapan dan melihat arah berlarinya Lay. Mereka terkejut luar biasa saat melihat bagaimana Suho sudah tergeletak dilantai seraya memegang lutut dan betisnya. Wajah pria itu tampak meringis kesakitan dan dari celah bibirnya keluar erangan pelan.

“Hyung!!!” Serentak semuanya berdiri dan berlari mendekati Suho. Dalam Sekejab mereka mengelilingi Suho dan berusaha mengangkat tubuh sang leader.

Namun Suho sudah tidak bisa berpikir lagi. Lutut kanannya seperti mati rasa dan rasa nyeri hampir sepanjang kaki kanannya dari dari lutut hingga ke mata kaki membuat kepalanya pening.

~~~Oo~~~

“Suho mengalami cedera lutut serius dan tegang otot pada betis kanannya akibat jatuhnya. Itu diakibatkan karena dia juga baru selesai berlatih dan seluruh ototnya masih dalam keadaan tegang.”

Dokter rumah sakit Seoul memberikan diagnosa pada kedua manager EXO dan kedua pria itu saling bertukar pandang. Salah satu dari mereka memajukan tubuhnya.

“Tapi dia akan segera sembuhkan, dok? Suho memiliki tanggung jawab besar terhadap EXO dan member lain. saat ini adalah waktu yang sangat penting bagi karirnya bersama EXO.”

Dokter menatap kedua pria yang duduk didepannya. Dia menatap foto rotgen hasil pemeriksaan Suho diatas mejanya. Dia menghela napas dan menjawab kedua manager yang kebingungan itu.

“Kita akan melihat perkembangannya dalam seminggu ini. Jika tidak ada perubahan, dia akan diberikan terapi dan istirahat total dari semua kegiatannya selama 7 bulan.”

“Apa????” Sang manager bangkit berdiri dan menatap dokter dengan memohon. “Kami mohon dokter. Sembuhkan Suho. Exo membutuhkan dia sebagai leader. Mereka akan melakukan banyak konser demi mempromosikan album comeback mereka. Kami akan membayar sebesar apapun demi Suho sembuh.”

Sekali lagi sang dokter menghela napas. Dia mengatupkan kedua tangannya. Melalui mata seorang professional, dokter separuh baya itu menggeleng. “Ini bukan masalah uang. Ini masalah kesehatan. Kami akan berusaha semampu mungkin untuk mengobati artist anda, namun itu butuh proses dan mental si sakit.”

~~~Oo~~~~

“Hyung..kau harus istirahat. Kalau dokter menyuruhmu minum obat, kau harus meminumnya.” Chanyeol terlihat memberikan semangat pada Suho yang duduk diatas ranjang rumah sakit dengan kaki kanannya yang dibalut.

“Kurasa yang sakit adalah kakiku. Bagaimana aku harus meminumkan obat kekakiku.” Suho tertawa.

Xiumin tampak mendekati ranjang dan menyentuh kaki Suho yang dibalut. “Apa masih sakit?” Pria itu menatap Suho dengan cemas.

Suho menepuk lengan xiumin seraya tertawa. “Kuyakin besok aku sudah akan berlatih bersama kalian.”

Selagi para member mengelilingi ranjang Suho, manager mereka masuk ke dalam kamar. Pria itu langsung mendekati Suho dan menyentuh kepala berambut cokelat itu.

“Bagaimana perasaan mu?”

“Baik-baik saja…” Suho menatap wajah sang manager yang terlihat keruh. “Ada apa hyungnim? Apa yang dikatakan dokter??”

Pertanyaan Suho membuat para member diam dan memperhatikan pria bertubuh besar tinggi itu mengurut tengkuknya.

“Engg….dalam seminggu ini Suho harus istirahat dari kegiatan EXO. Tim dokter akan mengadakan terapi. Kau mengalami cedera serius di lutut dan otot betis.”

“Eehh???” Semua member berseru kaget. Chen mendekati manager dan berkata cepat. “Tapi..minggu depan kita akan konser di China. Besok juga adalah penampilan kita di punggung comeback.”

“Apakah kita akan melakukannya tanpa Suho hyung?” Kai menyambung perkataan Chen.

Manager menghela napas dan menatap Suho yang tampak termenung. “Tapi Suho memang tidak bisa saat sekarang. Dokter berkata akan melihat perkembangan selama seminggu ini. Semoga saja akan sembuh secepatnya.”

Suho melihat bagaimana sang manager berusaha mencari ketenangan bagi para member. Dengan sikap tenang, dia mengibaskan tangannya. “Ayolah..semua akan baik-baik saja dalam seminggu. Aku akan diterapi dulu dan kalian bisa berada di punggung comeback kita dalam beberapa hari ini tanpa aku.” Dengan senyum Suho menatap semua membernya yang terlihat tidak setuju akan perkataannya.

“Tapi kami membutuhkanmu, hyung. Meskipun dalam waktu-waktu tertentu kami lebih senang mengabaikanmu.” cetus Do dengan wajah khasnya yang membuat dia ditepuk oleh Baekhyun.

“YA! Kau terlalu jujur.” Baekhyun Protes dan dia mendengar tawa Suho. “Aniya, Hyung..kami tidak bisa tanpa mu. EXO akan kurang jika kau tak bersama kami.”

Suho masih tertawa ketika menjawab kekhawatiran membernya. “Seminggu akan lewat dan aku pasti akan bersama kalian di panggung.” Suho memegang lututnya yang ditutupi selimut.

Namun seminggu itu ternyata tidak seperti yang direncanakan. Kondisi lutut Suho semakin parah. Dia bisa kesakitan di saat malam menjelang dan akan berteriak sambil memegang lututnya. Ibunya yang lebih sering menjaganya akan segera memanggil perawat dan langsung ditangani dokter. Para member selalu datang berkunjung tiap kali mereka usai tampil di panggung musik. Dan tiap kali pula mereka melihat bahwa kondisi sang leader belum membaik.

Kekhawatiran itu diutarakan Chanyeol di dorm mereka. Sehun terlihat termenung dan memotong percakapan Chanyeol. “Hyung akan mati jika dia tidak bisa menyanyi dan menari bersama kita. Para fans juga akan merasa kecewa jika dia tidak berada di panggung.”

Mendengar kalimat Sehun, semuanya terdiam. Dan seminggupun telah lewat. Pihak management sementara mengundurkan jadwal konser EXO di China.

Suho termenung menatap lututnya dan memutuskan untuk mendatangi ruang dokter yang menanganinya. Dia sudah mendengar dari para member dan berita di internet bahwa konser mereka diundur. Banyak fans yang mengucapkan keprihatinan mereka terhadap dirinya yang cedera. Namun Suho tahu bahwa para fans juga merasa kecewa.

Dia menyambar tongkat disamping ranjang dan mulai berjalan pelan dibantu oleh alat itu. Dia meringis kala merasakan nyeri hebat menyerang lututnya yang langsung menyebar kearea betisnya. Dengan menahan nyeri itu, Suho menyeret kakinya dan keluar dari kamar rawatnya.

Sementara itu, diruang dokter tampak sang manager sedang berbicara serius dengan dokter.

“Anda sedang bercanda, dokter!! Bagaimana… Bagaimana bisa Suho akan menghadapi ini? Dia sangat dibutuhkan oleh para member!!”

Sang dokter mengatupkan kedua tangannya dan menjawab lambat. “Kondisi lututnya semakin parah karena keadaan mentalnya yang drop. Suho membutuhkan terapi khusus dan istirahat total selama 7 bulan dari semua aktivitas menyanyi dan menarinya. Jika anda bersikeras, kami tidak bisa bertanggung jawab.”

Sang manager terduduk dengan wajah pias. Dia mengusap wajahnya. “Hidup Suho adalah EXO…bagaimana bisa dia menghadapi ini…”

Percakapan itu tanpa sengaja didengar jelas oleh Suho yang berdiri tepat disamping pintu ruangan yang terbuka separuh. Dia terdiam dan mencengkram erat tongkatnya. Dia melihat bagaimana frustasinya sang manager. Sepasang mata Suho terasa panas. Dengan rasa pedih, dia membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke kamarnya dengan lambat.

Dan disinilah Suho berdiri, menatap aliran sungai Han yang tenang di musim dingin. Dia merapatkan coatnya dan membalikkan dirinya menuju taksi yang sudah menunggunya. Suho masuk dan meletakkan tongkatnya di sampingnya. “Ke Gimcheon.”

Taksi yang membawa Suho berlalu dari tepian sungai Han tepat mobil yang ditumpangi Sehun dan D.O berhenti. Sehun dan D.O meloncat dari mobil dan mulai berlarian sepanjang tepian sungai Han.

“Dia tidak ada disini…” D.O menatap Sehun dengan sedih. Dia melemparkan tatapannya pada sungai Han yang mengalir tenang. “Suho hyung tidak ada disini….” gumam D.O pelan.

Sehun menggigit bibirnya dan dia membentuk kedua tangannya didepan mulutnya. “Suho Hyuuuungggg!!!!!”

OoO

Gimcheon.

Gimcheon adalah kota persinggahan antara Seoul menuju Busan dimana kota itu dikelilingi oleh pegunungan dan pohon pohon asli disepanjang jalan rayanya yang bersih. Banyak taman disekitarnya dengan jejeran toko toko cantik dan mungil. Warga Gimcheon menyukai tempat untuk bersantai sehingga cafe-cafe dan coffeeshop menjamur di Gimcheon dan menjadi tujuan utama para turis untuk menikmati secangkir cappucinno hangat maupun dingin. Apa lagi diwaktu musim dingin, semua cafe dan coffeeshop akan dipenuhi oleh pengunjung.

Di bagian deretan sebuah pemukiman elit Gimcheon, terdapat deretan coffeeshop cantik dan unik. Terdapat salah satu yang cukup menarik karena bentuk coffeeshopnya berbentuk seperti cafe di tepian kota Paris, dengan beberapa meja berpayung yang ditata di teras coffee shop yang menghadap jalan raya yang bersebrangan dengan perumahan real estate mewah, terdapat display buah-buahan dan dekorasi coffeeshop itu berwarna cokelat susu bahkan aroma coffee shop itu beraroma cokelat dan biji kopi. Yang membuat coffeeshop itu digemari pengunjung adalah namanya yang unik, Deer Coffeeshop ditambah pemiliknya adalah seorang Wanita berusia 26 tahun yang cantik bersama sepupunya yang juga sama cantiknya.

Im Yoona adalah pemilik Deer Coffeeshop tersebut. Bersama sepupunya, Sel Yu Na, yang masih menjadi mahasiswa ditahun pertama, Yoona menjalani bisnis coffeeshop yang dirintisnya sejak dua tahun lalu. Coffeeshop cantik itu dibukanya dengan warisan dari ayahnya yang meninggal 10 tahun lalu. Dimana pesan ayahnya setelah umurnya 21 tahun, dia berhak menerima warisan yang terbilang besar itu untuk digunakan pada sesuatu yang bermanfaat. Berhubung Yoona sudah menyelesaikan kuliahnya, dia memutuskan akan membuka sebuah cafe yang menjual berbagai jenis rasa coffee karena dia begitu menyukai kopi.

Maka dari itu dia membuka sebuah coffeeshop cantik yang didesainnya bersama ibunya tepat dibelakangnya langsung menembus rumah pribadi mereka. Karena ibunya memutuskan akan tinggal dikampung halaman mereka di Busan sambil mengawasi pabrik makanan milik suaminya, akhirnya Yoona tinggal sendiri di Gimcheon. Tapi ternyata sekarang sepupunya dari pihak Ibu ingin kuliah di kota Gimcheon yang memiliki sebuah universitas putri yang merupakan salah satu yang terbaik di Korea Selatan, maka dengan senang hati Yoona menerima kedatangan Yu Na. Tapi secara bergurau dia berkata akan merasa terbantu jika Yu Na bersedia juga sambil ikut membantu bisnisnya. Tentu saja dia tidak akan menggangu jadwal belajar gadis itu. Dan akhirnya kedua manusia cantik itu bersama menjalani usaha tersebut.

Yoona hanya memiliki dua orang karyawan yang membatunya melayani pelanggan dan membantunya saat membuat kopi. Selebihnya semua ditanganinya sendiri bersama Yu Na. Namun jika sudah memasuki musim dingin dan semi, Yoona akan membuka lowongan part time karena di dua musim itu cafenya akan banjir pelanggan yang ingin minum kopi panas atau cokelat hangat.

Siang itu tampak salju perlahan turun di Gimcheon. Dua orang gadis part time terlihat sibuk mengantar pesanan para pelanggan yang keluar masuk cafe sementara Yu Na sibuk di meja kasir. Yoona melihat bahwa meja diluar tampak dipenuhi oleh tetes salju dan memutuskan untuk menutup payung. Dia ingin para pelanggan berada di kafenya yang hangat bersama kopi mereka.

Yoona keluar dan mulai sibuk mengelap meja bundar itu sebelum menutup paying saat matanya tertuju pada sebuah taksi bernomor polisi Seoul berhenti didepan sebuah rumah bertingkat dua yang diketahuinya adalah milik sebuah real estate besar yang selalu menyewakan bagi turis lokal maupun luar negeri.

“Sepertinya akan ada penyewa baru..” Yoona bergumam sendiri sambil mengelap dan matanya tak lepas dari pintu taksi yang terbuka. Dia menghentikan gerakan tangannya saat melihat sesosok pria keluar dari taksi dengan sebuah tongkat yang terjepit dibawah ketiaknya.

Pria yang mengenakan coat kelabu itu tampak membungkuk mengucapkan terima kasih pada supir taksi yang membawakan kopernya. Rambutnya berwarna cokelat terang dan terlihat lembut jatuh pada dahinya.

Yoona terlihat tertarik melihat profil samping pria itu terutama pada tongkat yang menopang kedua kakinya. Pria itu hanya sendirian dan menolak dengan halus saat supir taksi ingin membantunya membawa koper saat ingin menaiki tangga rumah.

Terlihat supir taksi mengangguk dan berjalan kembali ke taksinya. Pria berambut cokelat itu tampak menatap rumah berdinding kream itu sejenak sebelum dengan pelan menyeret kopernya. Yoona dapat melihat usaha keras pria itu menapaki anak tangga dengan tertatih tatih menggunakan tongkatnya.

Ingin Yoona membantu tapi dia khawatir akan ditolak seperti si supir taksi apalagi mereka tidak saling kenal. Akhirnya Yoona hanya menatap dan bernapas lega saat melihat pria itu sukses berada didepan pintu dan mencoba memutar anak kunci.

“Eonni!! Apa kau jadi boneka salju diluar Sana??!”

Suara Yu Na menghentak Yoona dan dia segera mengalihkan matanya dari sosok berpunggung tegap itu. Dengan tangkas dia menutup payung di meja itu dan memutar tubuhnya.

“Ya…aku masuk sekarang!!” Yoona berlari masuk sambil meniup tangannya. Salju mulai turun di Gimcheon. Butir-butir warna putih lembut menghiasi langit dan tanah Gimcheon. Salju pertama telah turun dan saat pintu kafe tertutup didepannya, Yoona melihat pria bercoat abu-abu itu melangkah memasuki rumah bertingkat dia itu. Meski pria itu sedang menunduk namun sekilas Yoona bisa melihat seraut wajah tampan disana. Seraut wajah tampan yang terlihat sedih.

“Siapa dia??”

OoO

Suho tampak berdiri menatap rumah yang disewanya selama yang diinginkannya berada di Gimcheon. Seperti yang dipromosikan pemilik real estate bahwa dia tinggal menempati saja tanpa harus membersihkan terlebih dulu tidaklah berlebihan. Rumah bergaya mediterania itu benar-benar siap ditempati. Tidak ada debu secuilpun bahkan penghangat ruanganpun tinggal dihidupkan saja.

Suho menggembungkan pipinya dan melepaskan pegangannya pada kopernya. Dia menatap kesekeliling ruang tamu yang bernuansa kream itu dan berkata pelan. “Hmm…Minseok akan menyukai suasana bersih seperti ini.” Suho menyentuhkan ujung jarinya pada lengan sofa yang kesat. Dia juga membuang tatapannya pada jendela setengah lingkaran yang menghadap jalan dan sebuah coffeeshop menarik perhatiannya.

Suho berjalan kearah jendela dan menempelkan tangannya pada jendela yang dingin. Salju turun tampak mulai memenuhi jalanan dan senyum terukir dibibirnya yang bagus. “Deer Coffeeshop? Rusa? Minseok akan sangat bahagia jika berada disini. Si penggila kopi itu akan menemukan surganya disini.”

Kemudian Suho terdiam seraya menatap tongkat yang dikepitnya. Dia menghela napas dan mendongakkan kepalanya ke langit-langit.

“Belum satu hari aku sudah merindukan mereka. Semoga semuanya berjalan baik-baik saja tanpa aku.” Suho membalikkan tubuhnya dan mulai menjelajahi rumah bertingkat dua itu dan berseru girang saat menemukan sebuah ruangan luas ditingkat atas. Ruangan itu dikelilingi cermin persis seperti ruang latihan menari EXO di gedung SM.

Suho membuka coatnya dan menatap ruangan luas itu dan menyentuh palang latihan di tepian cermin. Dia bisa berlatih menari disini, pikirnya.

Ponselnya tiba-tiba berdering. Suho menatap nomor tersebut sebelum menyambutnya. “Yeobseyo? Ya. Terapisnya akan aku tunggu besok. Kamsahamnida.”

OoO

Belum selesai berita cedera yang menimpa Suho, kini para fans EXO harus menerima kembali berita menghilangnya sang leader. Gedung SM tampak dipenuhi oleh para fans yang meminta keterangan keberadaan Suho. Mereka menyatakan kesedihan mereka akan hilangnya Suho dan mengharapkan pihak management segera menemukan Suho.

“Kami tidak menuntut konser tapi hanya menginginkan Suho kembali.”

“Temukan Suho Oppa segera.”

Itu adalah sekian dari seruan para fans dan terlihat dari mereka menangis. Pihak SM segera turun untuk menenangkan para fans sementara para member hanya bisa menatap semua itu melalui kaca gedung yang tinggi.

Chanyeol memukul kaca jendela itu dan bersandar disana seraya menatap member lainnya. Matanya yang bulat dan biasanya selalu ceria kini terlihat demikian sedih.

“Dimana dia? Mengapa Suho hyung meninggalkan kita seperti ini? Bagaimana dia berada diluar sana dengan kondisi kaki seperti itu.” Dengan frustasi Chanyeol mengacak rambutnya.

“Aku sudah berkali kali menghubungi ponselnya namun benda itu berkata bahwa nomor diluar jangkauan.” Sehun menatap ponselnya dan menghembuskan napas putus asa.

“Hyung tentu mengganti nomornya.” Kai menyahut pelan seraya menunduk.

D.O yang duduk di lengan sofa menatap semuanya. “Apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Chen menyahut lambat. “Kita tidak mempunyai ruang gerak bebas. Meskipun konser di China ditunda, penampilan kita di Korea tidak ditunda. Kita harus menjalani semua jadwal di Korea.”

Semuanya terdiam. Tiba-tiba terdengar suara bentakan Chanyeol. “Apaan!! Setelah semua jadwal beres, kita akan mencari Suho hyung!! Dia tidak akan berada di liar negeri. Dia pasti ada di suatu tempat di Korea! Aku yakin! Kita we are one kan?!” Chanyeol berkata penuh emosi. Tangannya berada didepan semua member persis seperti yang selalu mereka lakukan sebelum performa di panggung.

Baekhyun tersenyum dan meletakkan tangannya diatas punggung tangan Chanyeol. “We are one!” Gerakan itu serentak diikuti semua member.

Bola mata Chanyeol berkaca-kaca. Dia mengusap sudut matanya yang berair. Dia berkata lantang.

“1…2…3!! We are one, EXO!! kita akan mencari leader kita!”

Setelah mengucapkan itu, mereka turun kebawah dimana para fans masih melakukan aksi didepan gedung SM. Kemunculan para member EXO membuat para fans tenang. Dengan membungkuk hormat, para member menyerahkan pada Chanyeol untuk berbicara.

Dengan berusaha tenang, Chanyeol berkata didepan semua fans. “Kami. Para member EXO berjanji akan membawa kembali leader kami kepada kalian. Kami berjanji akan membawa Suho hyung kembali dan tolong percaya pada kami dan sabarlah untuk menanti.” Dengan dalam Chanyeol kembali membungkuk hormat bersama member lainnya.

Perbuatan itu membuat para fans menangis dan menjawab serentak. “Kami percaya padamu, Oppa. Kami akan menunggu.”

Meskipun dalam keadaan membungkuk, setetes airmata Chanyeol jatuh juga. Dia berkata dalam hati. Kami akan menemukanmu, hyung.

OoO

Suho keluar dari kamar mandi dengan celana pendek dan T-shirt polos putih dengan sebelah tangannya yang memegang handuk sedang mengusap rambutnya yang basah. Sebelah tangannya yang lain tetap memegang tongkat dan dia melangkah memasuki ruang latihan yang dikelilingi cermin dirumah itu. Dia menghidupkan pemanas diruangan itu dan ruangan terlihat terang benderang.

Suho meletakkan music playernya dan menekan tanda play. Musik Overdose mulai terdengar diruangan sunyi itu dan dia melempar tongkatnya dan mulai dengan gerakan pertama lagu itu.

Dengan menahan nyeri dilututnya, Suho tetap mencoba menari sesuai yang seharusnya. Keringat dingin mengucur didahi dan lehernya berikut rasa bagai jarum yang menusuk lutut dan betisnya.

“Ah…!!!” Suho menghentikan tariannya dan segera memegang lutut dan betisnya. Dia terduduk dilantai dingin itu dan berusaha mengatur napasnya yang memburu. Keringat menetes dilantai yang didudukinya. Dia memejamkan matanya mencoba menarik dan menghembuskan napas secara teratur. Rasa nyeri perlahan mulai berkurang dan Suho meraih tongkatnya. Dia bangkit berdiri dan menyeret kakinya menuju jendela ruangan yang lebar menampakkan langit pekat diluar sana.

Suho melihat derai salju menghiasi malam pertamanya di Gimcheon. Suho mengusap keringat yang menetes diujung rambutnya dan menyandarkan punggungnya di kaca jendela itu. Dia menunduk memandang ruangan luas itu sementara lagu Overdose telah usai dan kini berganti pada Call Me Baby. Dia teringat akan semua membernya dan dia menggelengkan kepalanya.

“Mian ne….”

Sementara itu Yoona yang berada di dalam kamarnya yang bersebrangan dengan rumah yang ditempati Suho tampak berdiri ditepi jendelanya dengan handuk masih menutupi rambut basahnya sehabis mandi. Dia menatap kearah rumah bertingkat dua didepan jendela kamarnya dan mendapati pria berambut cokelat itu sedang berdiri membelakangi jendela dilantai atas itu sehingga Yoona hanya melihat punggung lebarnya dan kepalanya yang setengah tertunduk.

Yoona melepas handuk yang melilit rambutnya dan menatap punggung itu. Mengapa dia dapat merasakan bahwa pemilik punggung itu seperti sedang dilanda sedih. Punggung itu tampak begitu kesepian. Yoona maju selangkah dan menempelkan telapak tangannya pada kaca jendelanya. Tatapannya lekat tertuju pada punggung kesepian itu dan hatinya berkata. Mengapa aku begitu ingin tahu pria itu? Mengapa aku dapat merasakan bahwa pria itu seperti sedang sedih dan kesepian?

Suho menghembuskan napasnya dan membalikkan tubuhnya untuk melihat salju yang turun dan saat itu dia melihat seorang wanita berdiri ditepi jendela kamarnya yang berada diseberang rumah sewaannya. Meski jarak mereka dipisahkan oleh lebarnya jalan raya, namun sosok wanita itu cukup jelas bagi Suho. Derai salju tidak menutupi pandangan Suho untuk melihat kehadiran Wanita berambut panjang itu yang kelihatan kaget melihat dia membalikkan tubuhnya.

Yoona tersentak mundur ketika pria yang ditatapnya membalikkan tubuh untuk menatap luar jendela. Walaupun terdengar berlebihan, Yoona seolah melihat bahwa pria itu sedang menatapnya pula. Dia segera berjongkok dengan menutup wajahnya yang memerah dengan handuknya.

“Ya Tuhan…jangan sampai pria itu melihat ku!!” Berulang kali dia mengetuk kepalanya dan mengusap wajahnya yang memanas.

Tapi Suho sudah melihat Yoona bahkan melihat bagaimana wanita itu tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Suho tersenyum menangkap basah wanita itu yang seperti sedang menatapnya. Namun senyumnya menghilang berganti dengan rasa cemas.

“Jangan-jangan dia mengenaliku?” Suho bergumam dan segera menjauhi jendela. Dia mengusap rambutnya. Dia segera memutar otaknya dan dapat menduga bahwa wanita itu adalah pemilik coffeeshop itu dan Suho akan datang besok ke cafe itu untuk menyakinkan dirinya apakah wanita mengenalinya atau tidak.

Yoona sendiri segera berlari keluar kamarnya dan meminum air mineral yang terdapat di lemari pendinginnya. Yu Na yang sedang makan di ruang makan itu menatap Yoona dengan heran.

“Ada Apa?” Yu Na menatap Yoona yang terburu-buru menegak air mineralnya dan seperti sedang mengatur napas.

“eh…” Yoona membelalakkan Matanya menatap wajah Yu Na yang terlihat penasaran. dia menggeleng cepat. “Tidak ada apa apa.” Yoona segera memasukkan kembali botol mineralnya kedalam lemari pendingin.

Yu Na tiba-tiba berseru dengan nada menggoda. “Aissh….wajah mu merah seperti kepiting rebus..Apa yang kau lakukan dikamarmu, eonni…jangan-jangan kau menonton sesuatu…”

Wajah Yoona semakin memerah dan dia melempari wajah Yu Na yang terkekeh dengan handuknya. “YA!! Apa yang ada dalam pikiran mu eoh!”

Yu Na terbahak dan meletakkan handuk itu di meja makan. dia menunjuk wajah yoona. “Wajah mu sungguh merah..” lalu dia pura-pura menutup wajahnya saat Yoona akan memukulnya. “haha….mian ne…aku hanya bercanda…ngomong-ngomong…Apa eonni sudah membaca artikel internet?”

Yoona menghentikan gerakan tangannya dan menatap Yu Na heran. “Artikel? ada berita Apa?”

yu Na meletakkan sumpitnya dan mengeluarkan smartphonenya. dia menunjukkan sebuah artikel internet pada Yoona. dengan kukunya yang bagus, Yu Na mengetuk layar ponselnya.

“Leader EXO, Suho dikabarkan menghilang Setelah mengalami cedera lutut serius pada waktu latihan dua minggu lalu. para member dan pihak keluarga bahkan tidak mengetahui keberadaan Suho dan mereka sedang bekerja sama dengan detektif swasta untuk mencari sang leader. Katanya sore tadi member EXO, Chanyeol berjanji pada EXOL untuk mencari Suho. Kemanakah sang leader? mungkinkah pria tampan itu berada di kota anda?” Yu Na membacakan artikel terbaru itu pada Yoona. “Bagaimana menurutmu? Mungkinkah Suho Oppa berada di Gimcheon? Di kota kita?”

Yoona terdiam mendengar perkataan Yu Na. kemudian dia mengetuk kepala sepupunya itu sambil tertawa. “Dasar pengkhayal. Untuk apa dia bersembunyi di Gimcheon sementara masih banyak kota lain yang lebih maju dari kota persinggahan ini.”

Yu Na mencibir. “Bukankah kota kita pilihan yang tepat. Disini banyak manula yang tidak mengikuti perkembangan kpop.”

Bola mata Yoona membulat. “Siapa bilang? Ahjumma penjual sayur di pasar tahu semua tentang EXO,” Yoona tertawa.

Yu Na menggeleng keras. “Dia pasti ada dikota kita.”

Yoona mendorong dahi Yu Na. “Kau berharap sekali karena kau fangirl Suho haha..lagipula dia akan segera dikenali. Wajahnya sudah sangat terkenal.” Sambil berkata demikian Yoona menatap wajah sang leader EXO yang penuh tawa sehingga sepasang matanya menyipit. Tektur wajah itu demikian halus dan sempurna. Rambut hitam kecokelatan itu begitu menggoda untuk disentuh. Wajah itu dan rambut itu seperti pria kesepian dirumah bertingkat dua itu. Yoona menyentuh kedua pipinya ketika pikiran konyol itu terlintas demikian cepat.

“Tidak mungkin!!!” Yoona menepuk-nepuk pipinya dan ditatap dengan heran oleh Yu Na.

“Kau aneh malam ini, eonni.”

Yoona mengembalikan ponsel Yu Na dan berlari naik ke kamarnya. Dengan bingung dia bersandar pada pintu yang tertutup dan tanpa sadar matanya tertuju pada jendela rumah bertingkat dua didepannya yang kini terlihat gelap. Jantungnya berdebar kencang tanpa di minta. Dia tidak tahu mengapa hatinya begitu ingin tahu akan pria asing itu dan itu terdengar sangat tidak masuk akal.

Sementara itu Suho tampak terbaring termenung menatap langit-langit kamar tidurnya yang luas. Ruangan remang kamar itu semakin membuat semuanya terasa lengkap. Biasanya di dorm dia akan mendengar suara-suara cakap setiap member. Tapi kali ini semuanya terasa sunyi. Dengan perlahan Suho memejamkan matanya, mencoba membiasakan dirinya bersama semua kesunyian itu. Sama sekali belum menyadari bahwa ada sesosok cantik yang sedang menatap jendela gelap ruang latihan rumah sewaan itu dengan perasaan tak menentu.

TBC

 

21 thoughts on “CALL ME BABY – CHAPTER ONE

  1. suho kasian juga cedera kaki lama bgt sembuhnya…
    yoona penasaran bgt sama suho kaya’a…jangan2 nanti suho sama yoona suruh nyamar lgi biar ga ketahuan…
    ditunggu chapter selanjutnya thor..

  2. Penasaran tuh ama reaksi Yoona klw Suho oppa jadi ke coffeshop’y Yoona. Next chapter jangan lama2 ea thor biar gak lupa ama jalan cerita’y

  3. ceritanya bener2 keren thor..apa yg akan dilakukan yoona stlah tahu bahwa leader exo suho ada dikota kimcheon tmpt tinglnya.uuu…penasarn thor kelanjutnya.lanjut,,,, jangan kelamaan ya thor…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s