Perfect – Chapter Two [END]

large

Perfect – Chapter Two

by apareecium // EXO D.O & SNSD Yoona // Romance // PG 15+

Baby, I’m perfect for you

“Hei, aku ada di basement apartemenmu.”

Kyungsoo menutup sambungan telepon dengan kekasihnya, Im Yoona. Dia membuka laci yang berada di dashboard mobilnya, lalu mengelurkan sebuah amplop dari sana. 2 lembar tiket ke Paris akhir bulan ini yang Kyungsoo percaya tidak ada satu pun artis SM yang memiliki jadwal, yakni kesempatan yang dimiliki olehnya.

Tak lama kemudian, dia melihat seorang wanita yang telah ditunggu olehnya sedari tadi muncul dari pintu yang tak jauh dari mobilnya. Dia meletakkan amplop itu kembali ke laci dashboard, lalu memegang stir mobilnya kembali.

Pintu sebelah kanannya terbuka, lalu Yoona–wanita yang ditunggu olehnya sedari tadi–duduk di kursi penumpang sebelah kanan. Dia membuka hoodie yang dikenakan olehnya, lalu menatap Kyungsoo.

“Ada apa tengah malam kesini?” Tanya Yoona to the point.

“Aku kangen.” Lagi-lagi dua kata itu yang keluar dari mulut seorang Do Kyungsoo.

Yoona hanya mengangguk pelan, lalu menoleh ke arah Kyungsoo lagi, “aku ingin minum kopi. Ke kedai kopi biasa, yuk!”

Kyungsoo menginjak pedal gasnya, “baiklah, nona!” Candanya.

Mobil sedan hitam milik Kyungsoo berhenti di depan kedai kopi yang sudah menjadi kedai kopi langganan Yoona. Yoona melepaskan sabuk pengamannya, lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.

“Kau mau apa?” Tanya Yoona.

“Seperti biasa saja.” Jawab Kyungsoo.

“Baiklah. Tunggu sebentar.” Balas Yoona sebelum dia keluar dari mobil Kyungsoo dan masuk ke dalam kedai kopi tersebut.

Yoona memang seperti itu orangnya. Walaupun menerima bayaran besar dari SM, dia tidak pernah membeli minuman atau makanan yang akan menghabiskan setengah uang jajan anak sekolah jaman sekarang. Yang enak akan selalu menjadi pilihannya. Jadi, Kyungsoo tak pernah heran mengapa Yoona selalu memilih tempat ini untuk membeli kopi. Lagi pula rasanya juga enak.

Tak memakan waktu yang lama, Yoona sudah muncul di pintu keluar kedai kopi tersebut dengan 2 cup kopi yang dipesan olehnya. Kyungsoo melepas sabuk pengamannya, lalu sedikit menunduk untuk meraih knop pintu mobil agar Yoona dapat masuk. Yoona membuka pintu itu lebih lebar lagi dengan pinggulnya, karena kedua tangannya sudah penuh oleh kopi yang dibeli olehnya.

“Ini punyamu.” Yoona memberikan salah satu kopi untuk Kyungsoo.

Gomawo.” Balas Kyungsoo.

Yoona masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku penumpang sebelah kanan. Dia meniup-niup kopinya yang masih panas sebelum diteguk olehnya. Tapi tiupannya terlalu kencang sehingga cairan kopi tersebut tertiup keluar dari cup oleh Yoona. Yoona mendecak pelan hingga Kyungsoo menoleh ke arahnya.

“Yoona-ya? Ada apa?” Tanya Kyungsoo langsung. Dia melihat sedikit cairan yang mengenai jeans panjang Yoona. Dengan cepat Kyungsoo mengambil kopi Yoona, lalu diletakkannya di tempat minuman di dalam mobil, dia membuka laci dashboard, mengambil tisu kering untuk membersihkan kopi yang mengenai Yoona.

“Panas sekali, ya?” Tanya Kyungsoo sambil membersihkan kopi yang tumpah tersebut.

Yoona hanya mengangguk pelan sambil memerhatikan Kyungsoo yang sedang membersihkan kopi yang mengenai jeans-nya itu. Dia mengalihkan pandangannya ke laci dashboard. Ada amplop putih, pikirnya. Tangannya terulur ke amplop putih tersebut, dia membuka amplop itu perlahan sampai….

“Yoona?” Panggilan dari Kyungsoo itu menghentikan aktifitasnya. Namun, Yoona sadar akan pergerakan mata Kyungsoo yang kini menatap amplop tersebut. Tak menunggu lebih lama lagi, Kyungsoo langsung merebutnya.

Yoona yang melihat Kyungsoo yang seperti itu langsung kebingungan. Dia menatap mata Kyungsoo yang sedang memegang amplop putih tersebut. “Itu apa?”

“I-Ini? Respon Kyungsoo terbatah-batah.

Yoona hanya mengangguk, lalu menatap amplop tersebut sambil memberi isyarat untuk membukanya. Kyungsoo yang mengerti hanya diam berpikir apa yang harus dilakukan olehnya, dia membuka amplop tersebut, lalu berpura-pura mengintip ke dalam.

“Ah, bukan apa-apa.” Ucap Kyungsoo.

Yoona mengernyitkan dahinya, “aku tahu kau berbohong.”

“Aku tidak–” Balasan Kyungsoo terhenti karena melihat raut wajah Yoona yang kecewa karena dia berbohong. Kyungsoo membuang napasnya pelan.

“Aku sudah menyimpan ini selama satu bulan dan aku berencana untuk memberi tahumu minggu depan. Tapi kau sudah menemuinya terlebih dahulu. Jadi, mau bagaimana?” Curhat Kyungsoo dengan pertanyaan yang seperti dia tanyakan ke diri dia sendiri, “aku harus memebri tahumu sekarang, kan?”

Kyungsoo memberikan amplop putih tersebut kepada Yoona, “bukalah. Kau ingin mengetahuinya, bukan?”

Tak enak hati. Yoona hanya menatap amplop itu cukup lama. Dia mendorong amplop itu perlahan, “tak usah. Kau bisa memberikan itu padaku minggu depan, kok.”

Kyungsoo mengangguk paham, “kalau begitu, akan kubuka sekarang.”

Jari lentik Kyungsoo membuka amplop putih tersebut, lalu mengeluarkan 2 tiket pesawat ke Paris yang telah dibeli olehnya sekitar 1 bulan yang lalu. Dia menujukkan kedua tiket itu ke Yoona dengan senyuman indah yang terlukis di wajahnya.

“Untuk kita.” Ucap Kyungsoo.

Yoona menatap dua tiket tersebut, dapat dilihat olehnya tempat tujuan yang tertulis Paris. Dia menatap Kyungsoo langsung, “Paris?”

“Yep!” Jawab Kyungsoo dengan semangatnya.

“Kau…..serius? Ini bukan bercanda ‘kan?” Tanya Yoona sekali lagi.

“Sejak kapan aku suka berbohong? Dan hm, yang tadi tidak dalam hitungan sebagai bohong lho!” Balas Kyungsoo.

Senyuman lebar khas Yoona muncul di wajahnya, kedua pipinya yang memerah itu ikut naik ketika senyuman Yoona semakin lebar, bahkan kedua matanya berbentuk bulan sabit.

“Aku tak tahu kalau kau akan melakukan ini, Kyungsoo.”

“Aku pun begitu.”

Yoona menunjuk kedua tiket tersebut, “boleh kupegang?”

Kyungsoo memberi kedua tiket tersebut, lalu menjawab, “tentu saja!”

Tangan kanan Yoona meraih tiket tersebut, sekali lagi dia mengecek tempat tujuan yang tertulis disana. Siapa tahu dia salah liat. Paris, itulah yang tertulis disana.

“Kalau begitu aku mau pergi ke Versailles (Pengucapan oleh Yoona: Versaylz)!” Ucap Yoona dengan semangatnya.

Kyungsoo terkekeh pelan, “Bukan Versaylz, tapi Versailles (Pengucapan yang benar: Versye)”

Yoona berdecak pelan, “apapun itu. Aku mau kesana, Kyungsoo-ya!

Hanya anggukkan pelan yang diterima oleh Yoona, “kalau begitu kita kembali ke dorm-mu, ya?”

Okay! Tapi aku mau buka jendela mobil, boleh?” Tanya Yoona.

“Tentu saja.” Balas Kyungsoo.

Dan malam itu, Yoona diantar pulang oleh Kyungsoo dengan mobil sedan hitam miliknya yang jendelanya terbuka mebiarkan angin malam menyentuh kulit wajah mulus Yoona dan juga Kyungsoo.

END

7 thoughts on “Perfect – Chapter Two [END]

  1. Yoonanya disini polos banget, dikit2 minta ijin ke Dio😀
    ini bagut banget. tp btw thor, oini bneran udah END? Lanjut diparisnya dong thor😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s