(Freelance) Ficlet : Wrong?

Wrong

By CalisJ

Yoona & Chanyeol

PG15/Ficlet/Notfound.

Yoona tak berhenti bersungut sejak kembali dari kampus. Air mukanya kusut seakan kesal akan sesuatu. Ia bahkan mengunci rapat bibirnya saat Chanyeol mengajaknya bicara.

“Hey, ada apa denganmu?” Ini sudah pertanyaan kelima dan Yoona masih saja membisu.

Chanyeol memijit keningnya frustasi. Kekasihnya itu pulang sekitar 15 menit lalu dengan hentakan yang berbeda. Kaki jenjang gadis itu seakan terpaksa menguntai langkah dan terlihat tak puas. Kemudian Yoona langsung saja melemparkan tas selempang pink-nya ke kamar. Tak ada kata-kata manis, sebuah pelukan, atau senyum hangat.

        ‘Apa yang salah dengannya?’

Yoona mengambil posisi duduk bersila di depan TV. Menyetel channel acara music dengan volume yang cukup besar.

Lelaki jangkung yang masih berdiri itu terperangah. Melihat tingkah sang gadis yang berlagak seakan tak menyadari kehadirannya, well itu cukup menyakitkan. Ia baru saja pulang dari kota tetangga namun harus mendapat kejutan seperti ini.

Chanyeol tak tahan lagi.

“Yoong!” Ia meninggikan suaranya, berharap mendapat reaksi dari Yoona.

Sayang sekali, seruannya masih belum cukup.

“YOONA!”

Yoona menoleh. Memandang Chanyeol dengan tatapan sengit yang hampir berhasil membuat lelaki itu jatuh terjengkang—ah ini berlebihan.

“Kenapa kau teriak?  Kau kira aku tuli?”

“Kau daritadi mengabaikanku. Sebenarnya apa yang salah denganmu?” Nada kedua insan itu meningkat. Menimbulkan kesetegangan bagi orang-orang yang apabila melihatnya.

“Aku baru saja kembali dan kau bahkan tidak senang melihatku,” Chanyeol berhenti sejenak. Menetralkan emosi yang ada pada dirinya kini. “Ada apa?”

Yoona menghela napasnya, lalu bersuara “Coba lihat handphonemu.”

Chanyeol sedikit menyerngit namun tetap mengikuti apa yang Yoona suruh.

“Sudah. Apa hubungannya dengan handphoneku? Aish”

“Coba kau lihat ada berapa missed call dan pesan baru di sana.”

Chanyeol mendengus. ‘Sebenarnya apa ini?’.

“Lalu apa lagi?”

Yoona menyipitkan matanya—tak percaya. “YA! AKU MENGHUBUNGIMU BEBERAPA KALI TAPI KAU MENGACUHKAN PANGGILANKU! DAN KAU BERTANYA SIAPA AKU DAN BERPURA-PURA MENJADI ORANG LAIN SAAT AKU MENGIRIMU PESAN!”

Lelaki itu menutup telinganya. Volume TV dan Yoona benar-benar merusak alat pendengarannya.

“Apa maksudmu? Aku tidak menerima satupun panggilan ataupun pesan darimu” Tukas Chanyeol membela diri.

Sang lawan bicara masih tampak tak puas. Ia menyunggingkan senyum sinisnya sebelum melempar beberapa bantal sofa yang tak terletak jauh dari mereka.

“Hey Yoong! Henti—akh apa-apa-an ini, Hey—Yoong!”

“Kau selingkuh kan? Kau menghapus dan mereject semua panggilanku. Iya kan? Jawab aku!” Kembali, ia melayangkan beberapa barang kecil pada Chanyeol tanpa ampun. Yoona sungguh seorang monster apabila telah marah.

Chanyeol bergerak cepat, mencoba menepis tumpukan yang tertuju padanya dengan tangan. Kini ia berada di belakang Yoona. Memeluk gadis itu dari belakang dan mencoba menenangkannya.

“Dengarkan aku dulu, hey!”

Yoona terdiam sejenak, masih dengan ekspresi kesal—tentu saja.

“Aku pikir ada sesuatu yang salah di sini.”

Ia menyudahi dekapannya, kemudian beralih ke gadget bercase minion milik Yoona. Dengan tangan yang sibuk pada layar, matanya sesekali melihat Yoona. Mengantisipasi remote yang sedang berada di tangan si wanita beralih menyentuh dahinya.

“Yoong,”

Masih dengan rasa kesal, Yoona menggumam.

“Ini bukan nomorku.”

“Ck yang benar saja. Kebohongan apa lagi—APA?” Bagai petir, ia melonjak kearah Chanyeol. Merebut paksa handphone itu dan ternganga.

Chanyeol menggelengkan kepala, puas. Setidaknya ini bukan kesalahannya. “Bagaimana mungkin kau salah menyimpan nomor kekasihmu sendiri?”

Yoona menatap Chanyeol selidik.

“Kau… kau mengganti nomormu kan?” Yang ditanya menggeleng cepat lalu menunjukkan tanda peace di udara.

Yoona mencoba mengingat. Mereka akhir-akhir ini jarang melakukan komunikasi elektronik. Rasanya buang-buang pulsa saja mengingat mereka sering bersama.

Kelopak madu itu berbinar saat ingatannya berhenti di saat yang tepat. Jemari-jemari lentiknya sibuk bermain di layar berukuran tak lebih dari 15 cm itu.

“Astaga! Ini dia! Ternyata namamu di kontak ‘Park Chanyeol’”.

Chanyeol yang mendengar itu, menautkan alisnya. “Kau menggantinya?”

“Bukan, bukan aku. Sepertinya Jessica. Ia meminjam handphoneku waktu itu.”

“Lalu nomor siapa yang kau kira nomorku?”

Yoona menepuk dahinya. Ia memeriksa kotak masuk dengan nama ‘sayangku’ yang sebelumnya sempat ia baca, namun ia abaikan lagi saat itu.

        ‘Maaf anda siapa?’

Bukan ini.

        ‘Aku Luhan bukan Sehun.’

“Luhan?”

Hening.

“ASTAGA! LUHAN! ASTAGA BAGAIMANA INI?” Yoona histeris dan itu lagi-lagi membuat Chanyeol meringis.

        ‘Jessica s*alan’

“Siapa Luhan?” Tanya Chanyeol akhirnya.

“Diaa… dosenku.”

FIN

Yahoo! Selesai juga :v Gatau kenapa tiba-tiba kepikiran buat yang beginian wkwk Absurd banget kan? Yaudahlah ya mau gimana lagi😀 Sorry kalo ada kalimat yang membingungkan, typo dan sebagainya. Author hanya manusia biasa huhu

21 thoughts on “(Freelance) Ficlet : Wrong?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s