(Freelance) Oneshot : Jelly

PhotoGrid_1453484814215

Title : Jelly

Author : Hanami Putri

Main Cast : Oh Sehun (EXO) and Im Yoona (SNSD)

Other Cast : EXO Members

Genre : Comedy, Romance, Fluff

Rated : 17

Desclaimer : Mine, pure mine

++++++++++++

 

Minggu pagi kali ini dihabiskan sebagian member EXO dengan beristirahat di dorm sementara member lainnya melakukan schedule mereka masing-masing. Salah satu member yang menghabiskan waktu kosongnya dengan bermalas-malasan di dorm adalah sang maknae, Oh Sehun.

 

Sedari tadi yang ia lakukan hanya berbaring di tempat tidurnya dengan ponsel di salah satu tangannya. Tapi entah karena apa, kedua mata Sehun melebar seketika saat melihat sesuatu di ponselnya diiringi mulutnya yang perlahan setengah terbuka.

 

Dengan cepat, ia bangun dari posisi tidurnya membuat Suho yang sedari tadi menonton film di tempat tidurnya ikut terkejut melihat aksi sang maknae itu.

 

Suho menoleh kearah Sehun dengan kening yang mengkerut “Ada apa Sehun-ah? Kenapa ekspresimu seperti itu?”

 

Suho yang menunggu jawaban dari mulut Sehun justru tidak mendapatkan respon apapun membuat Suho semakin kebingungan.

 

“Ya! Oh Sehun! Sehun-ah!” panggil sang Leader beberapa kali berusaha menyadarkan lamunan Sehun.

 

Seakan tersadar dari pikirannya, Sehun sedikit tersentak dan dengan cepat menolehkan kepalanya ke Suho tapi tentu saja setelah mengontrol ekspresi wajahnya sebelumnya.

 

“huh?” guman Sehun pelan.

 

“kau kenapa seperti orang kerasukan?” heran Suho.

 

“tidak…bukan apa-apa.” ucap Sehun menggelengkan kepalanya.

 

Dahi Suho semakin mengkerut dengan bibir yang sedikit ia majukan “kau yakin? Jelas-jelas tadi kau seperti sedang terkejut.”

 

“sungguh,tidak apa-apa. Kau berlebihan,Hyung.” gerutu Sehun yang kembali merebahkan tubuhnya di kasur dengan posisi membelakangi Suho.

 

Sehun kembali mengambil ponselnya dan memfokuskan perhatiannya ke benda itu. Kalau tadi Sehun memasang poker facenya di hadapan Suho, kini di wajahnya dapat dilihat kerutan-kerutan dengan matanya yang tajam menatap ke layar ponsel dan tak lupa tangannya yang memegang erat ponsel seakan ingin meremas benda itu.

 

Sehun dengan cepat menggerakkan jari-jarinya menekan tombol keypad ponselnya. Sepertinya ia sedang menchat seseorang tapi anehnya ia menekan keypad dengan penuh tenaga seperti meluapkan emosinya.

 

“cepatlah balas chatku. Awas saja kalau kau tidak membalas chatku dalam waktu 3 menit.” guman Sehun menatap ponselnya menunggu balasan dari seseorang yang mungkin penyebab dari kemarahan Sehun.

 

1 menit …

 

2 menit …

 

3 menit …

 

Ok, cukup! Ini sudah 3 menit tapi balasan yang ditunggu belum juga muncul bahkan orang itu tidak membaca chat dari Sehun sama sekali. Hal ini tentu semakin menambah emosi Sehun.

 

“Im Yoona….awas kau!” bisik Sehun pelan.

 

 

+++++++++++

 

 

“Sehun-ah! Mau bubble tea?” tawar Chen saat melihat Sehun keluar dari kamarnya.

 

“Hyung,apa kau melihat Jongin Hyung?” tanya balik Sehun menghiraukan tawaran Chen.

 

Chen mengkerutkan keningnya bingung “dia sedang di luar, ada schedule.” jawabnya.

 

“memangnya kenapa kau mencari Jongin?” tanya Chen.

 

“ada apa dengan wajahmu itu?” timpal Baekhyun menghampiri mereka berdua dan menoleh kearah Sehun.

 

“memangnya kenapa dengan wajahku?” tanya balik Sehun dengan nada ketus.

 

“semua orang yang melihatmu sudah bisa menebak kalau kau sedang marah. Dari nadamu berbicara dan bahkan tatapan tajammu itu!” hardik Baekhyun menunjuk-nunjuk mata Sehun.

 

“kalau kau sudah tahu aku dalam keadaan badmood, jadi jangan membuat masalah denganku kalau tidak ingin jadi lampiasan kemarahanku.” peringat Sehun dengan wajah datarnya.

 

“woah! Woah! Walaupun kau menyuruhku untuk seperti itu, kau akan tetap memperlakukanku dengan dingin seperti ini~” gerutu Baekhyun mempoutkan bibirnya.

 

“sebenarnya kau kenapa Sehun-ah?” tanya Xiumin ikut nimbrung karena tanpa sengaja ia mendengar percakapan mereka dari tadi.

 

“dan tadi kau bertanya soal Jongin, apa ada hubungannya dengan anak itu?” tebak Xiumin menyipitkan kedua matanya.

 

“sangat berhubungan sekali!” seru Sehun langsung membuat para Hyungnya tersentak melihat reaksi Sehun.

 

“apa yang anak itu lakukan padamu?” penasaran Baekhyun.

 

“WOAHH!! DAEBAK!!” teriakan Chanyeol yang tiba-tiba membuat Sehun yang tadinya berniat menjawab pertanyaan Baekhyun, menutup kembali mulutnya.

 

Mendengar teriakan Chanyeol membuat Suho berlari keluar kamar menghampiri Chanyeol “Ya! Ada apa?!! Kenapa kau berteriak seperti itu?!” khawatir Suho.

 

Kini semua perhatian member beralih ke Chanyeol yang hanya nyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya. “tidak, aku hanya terkejut melihat foto pemotretan Jongin dan Yoona noona hehehe” jelas Chanyeol mengusap lehernya.

 

“APA KAU BILANG?!!”

 

“JONGIN DAN YOONA NOONA!!!!?”

 

“MEREKA BERDUA?!”

 

“KAU SERIUS?!!”

 

Sekarang giliran Chanyeol yang terkejut melihat reaksi member lain yang menjadi ribut dan heboh bahkan kini mereka merebutkan ponsel miliknya ingin melihat foto yang ia sebutkan tadi.

 

Tapi perhatian Chanyeol beralih ke Sehun yang terlihat menahan emosinya dengan tatapan tajamnya yang membuat siapa saja yang melihat pasti akan bergidik ngeri.

 

“woah! Ternyata anak yang satu ini ….”

 

“kenapa dia tidak bilang pada kita?!”

 

“aku sangat iri dengannya”

 

“tapi entah kenapa mereka terlihat co- MFFTH!!” dengan cepat tangan Chanyeol menutup paksa mulut Baekhyun agar ia tidak meneruskan kalimat yang ingin ia ucapkan,berusaha menyelamatkan nyawa temannya yang satu itu.

 

Bahkan kini tatapan tajam Sehun sudah mengarah kearah mereka berdua membuat Baekhyun mengerti arti aksi Chanyeol dan menutup mulutnya rapat-rapat.

 

“mungkin dia hanya lupa memberitahu kita…ya…lupa..” ucap Suho berusaha meredakan emosi Sehun.

 

“be..betul! Kau tahu sendirikan Sehun-ah kalau anak yang satu itu sangat pelupa.” sambung Chen membantu Suho.

 

“atau tidak, mungkin saja dia sudah punya rencana untuk memberitahumu tapi dia tidak sempat-sempat.” timpal Xiumin.

 

Para member secara pelan menghembuskan nafas mereka lega saat melihat ekspresi Sehun yang mulai terlihat sedikit tenang daripada sebelumnya.

 

Tapi sayangnya itu hanya bertahan sementara saat sang tokoh utama tiba-tiba muncul.

 

“aku pulang!” seru Kai perlahan masuk ke dorm seiring terdengarnya bunyi pintu terbuka.

 

Tubuh para member seketika menegang saat mendengar suara Kai dan dengan takut-takut mereka menoleh kearah Sehun yang sudah dapat ditebak dengan wajah yang penuh emosi seakan siap menerkam mangsanya.

 

Beagle line, Baekhyun, Chanyeol dan Chen langsung melakukan komunikasi dengan gerak-gerik mata mereka berusaha menemukan cara agar menyelamatkan Kai dari amukan Sehun.

 

Tak butuh lama, Chanyeol menemukan ide dan menyuruh Baekhyun dan Chen untuk bekerja sama dengannya melakukan aksi ini yang disambut anggukan keduanya menyetujui ide Chanyeol.

 

Tepat ketika Kai masuk ke ruang tengah, Chanyeol segera menghampiri Sehun dan memeluknya erat dari belakang bersamaan dengan datangnya Chen membawa tali yang entah dari mana dia dapat dan langsung melilitkannya ke tubuh Sehun layaknya menangkap para pelaku kriminal. Baekhyun pun juga ikut berpartisipasi dengan mengikatkan tali pada kedua tangan Sehun.

 

Melihat ulah Beagle line membuat Sehun meronta-ronta berusaha melepaskan ikatan di tubuh dan tangannya dengan tatapan tajam yang ia lemparkan kepada ketiga Hyungnya itu.

 

Sepertinya mereka sesaat melupakan kehadiran Kai yang juga ikut menyaksikan ulah para Hyungnya itu pada Sehun.

 

“Hyung,apa kalian sedang main polisi-polisian? Dan sepertinya Sehun pelakunya,ya? Kalau begitu korbannya siapa??” tanya Kai polos membuat semua member menatapnya aneh.

 

“engg…itu..-”

 

“korbannya itu kau,Jongin!” sahut Chen memotong ucapan Suho membuat Kai mengkerutkan dahinya bingung.

 

“hah? Aku?” bingung Kai menunjuk dirinya.

 

“benar,korban di sini itu kau! Tapi untungnya sebelum ‘pelaku’ menerkammu para ‘polisi’ ini sudah menyergap ‘pelaku’nya.” cecar Xiumin menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“aku tidak ikut main,Hyung! Aku baru saja datang!” elak Kai yang rupanya masih tidak menyadari tatapan tajam Sehun yang tertuju kearahnya.

 

“Hyung! Cepat.lepaskan.tali.ini” ancam Sehun dingin dengan penekanan di setiap katanya.

 

“kalau kau tidak melepaskannya, jangan salahkan aku kalau terget berikutnya adalah kalian.” sambung Sehun menatap satu persatu Chanyeol,Chen dan Baekhyun yang kini menelan air liurnya.

 

“tapi bila kami melepaskanmu, kau akan menyerang Jongin!” sahut Baekhyun memberanikan diri.

 

“Hyung~ sudah ku bilang aku tidak ikut permainan kalian. Aku baru datang~” keluh Kai memprotes membuat member lainnya menatapnya kesal.

 

“aishh! Anak ini! Mau tidak mau kau pasti akan menjadi sasaran Sehun!” jelas Xiumin kesal.

 

“kenapa bisa seperti itu?!” ucap Kai tidak terima.

 

“seharusnya kau sadar ini akan terjadi kalau kau memberitahu Sehun terlebih dahulu tentang foto itu.” ungkap Suho menatap Kai iba.

 

Dahi Kai semakin mengkerut “foto apa??”

 

Chen menghela nafas kasar “fotomu dengan Yoona noona!”

 

Setelah mendengar perkataan Chen, Kai langsung mengerti situasi seperti apa sekarang. Sehun yang terlihat sangat emosi membuat para Hyungnya terpaksa mengikatnya dan juga tatapan tajam Sehun yang ia tujukan pada dirinya. Kai dapat menarik kesimpulan bahwa kini ia dalam masalah besar.

 

Perlahan Kai menunjukkan senyum lebarnya dengan tawa renyahnya “ahhh…karena itu rupanya..”

 

“berterima kasihlah pada kami karena telah menyelamatkan nyawamu.” ucap Chanyeol disambut senyuman kaku dari Kai.

 

“karena kau sudah tahu, bisakah kau jelaskan sekarang?” pinta Sehun dingin menatap tajam Kai dengan keadaan masih terikat.

 

Kai menelan air liurnya berusaha membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba mengering “engg…aku lupa memberitahumu,maafkan aku Sehun-ah” pelas Kai memasang wajah memelas.

 

“tapi Yoona Noona pasti sudah memberitahumu kan?” sambung Kai penuh harap.

 

“ya! Kau kira Sehun bereaksi seperti ini setelah Yoona noona memberitahunya?” ucap Baekhyun sarkatis.

 

“jadi…Yoona noona juga tidak memberitahumu..” guman Kai pelan.

 

“tapi kalian tidak melakukan banyak skinship, kan? Kalian hanya melakukannya sekali itu pun yang ada di cover itu kan?” tebak Chanyeol dengan senyum lebarnya.

 

tapi sayangnya respon yang Chanyeol harapkan tidak sesuai dengan ekspresi Kai yang terlihat gelagapan “ohhh…itu….emm…”

 

“jangan bilang di pemotretan kali ini, kalian banyak melakukan skinship.” tebak Chanyeol lagi yang di sambut tatapan Kai yang terlihat semakin ketakutan saat melihat wajah Sehun yang semakin memerah.

 

“ya! Kenapa kau malah memperparah keadaan?!!” bisik Chen dan Baekhyun memukul kepala Chanyeol.

 

“mana aku tahu kalau begini jadinya!” ucap Chanyeol membela diri sembari mengelus-ngelus kepalanya yang menjadi korban pukulan Chen dan Baekhyun.

 

Suho yang sedari tadi hanya diam menghela nafas panjang “Sehun-ah,tenangkan lah dulu dirimu,huh? Kalau emosimu itu telah hilang baru kita bicarakan lagi.” titah Suho.

 

“sekarang kalian bertiga,cepat lepas ikatan itu.” perintah Suho menunjuk kearah Beagle line.

 

Dengan cepat mereka bertiga menggelengkan kepala mereka “aku tidak mau! Dia pasti akan mengamuk pada kami.” tolak Baekhyun ketakutan.

 

“lihat saja matanya!” seru Chen saat melihat tatapan tajam Sehun.

 

“Sehun-ah! Bukan aku yang mengikatmu tapi mereka!” Ungkap Chanyeol menunjuk kearah Chen dan Baekhyun yang kini membulatkan kedua mata mereka terkejut.

 

“apa maksudmu dengan aku yang mengikatnya?! Yang menyuruh aku untuk mengikat Sehun itu kau!” sahut Chen tidak terima.

 

“yang mempunyai ide ini adalah Chanyeol,Sehun-ah!” jelas Baekhyun mengangguk-anggukkan kepalanya berusaha menyakinkan Sehun.

 

“tapi kau yang mengikat tangannya!” timpal Chanyeol lagi tak mau kalah.

 

Xiumin dan Suho yang menyaksikan adu mulut mereka hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka sembari menghela nafas panjang.

 

“aku tidak mau tahu! Cepat lepaskan ikatan ini!” suruh Sehun semakin kesal karena kepalanya bertambah pusing saat mendengarkan cekcok mulut ketiga Hyungnya itu.

 

Baekhyun, Chanyeol dan Chen kembali melakukan komunikasi melalui mata mereka berusaha mencari cara agar nyawa mereka bisa selamat dari amukan Sehun. Saat mereka menemukan ide, mereka saling berpandangan dan menganggukkan kepala mereka.

 

Perlahan mereka mendekati Sehun dan menyeret paksa tubuh Sehun ke kamar tidurnya. Tepat ketika di depan pintu kamar, mereka bertiga dengan cepat melepas ikatan yang ada di tubuh Sehun dan berusaha keras mendorong tubuh Sehun agar masuk ke dalam kamar dan segera mengunci pintu kamar tersebut.

 

Akibat dari dorongan kuat para hyungnya itu, Sehun terjatuh dengan keras di lantai kamar membuat rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya. Menerima perlakuan seperti ini, membuat Sehun mengucapkan sumpah serapahnya pada ketiga Hyungnya dan mengedor pintu kamar berkali-kali.

 

“YA! KEMARI KALIAN BERTIGA!! AWAS KALIAN!!! APA KALIAN HARUS MENDORONGKU SEPERTI ITU!!!?” teriak Sehun meluapkan emosinya sambil memukul-mukul pintu kamar dengan keras.

 

Chanyeol, Baekhyun dan Chen yang awalnya merasa senang karena rencana mereka berhasil, terdiam ketakutan saat melihat reaksi Sehun berusaha mendobrak pintu kamar.

 

“apa kau yakin pintu kamar itu kuat?” tanya Baekhyun pelan.

 

“aku yakin pintu itu tidak akan bertahan lama.” guman Chen.

 

“tenang saja, mana mungkin dia bisa merusak pintu itu dengan mudah.” ucap Chanyeol berusaha menenangkan kedua member itu.

 

Krekk! Krekk!

 

“tapi sepertinya pintu itu sebentar lagi akan hancur.” ucap Xiumin saat mereka mendengar bunyi retakan yang berasal dari pintu kamar Sehun.

 

Chanyeol segera menoleh kearah Suho “Hyung! Cepat telepon Yoona noona!!!” paniknya.

 

“dan kau Jongin-ah! Mau kemana kau!? Jangan berusaha kabur dari sini! Kau itu penyebab dari ini semua!” seru Chen saat melihat Kai berjalan perlahan menuju pintu depan.

 

Kai langsung terdiam dan menoleh kearah para Hyungnya “aku takut,Hyung~” rengeknya.

 

“kau pikir kami tidak takut,huh? Cepat ke sini!” perintah Baekhyun membuat Kai perlahan berjalan kembali menuju ruang tengah dengan mempoutkan bibirnya.

 

“Hyung,cepat hubungi noona!” pinta Chen pada Suho.

 

Suho segera mengeluarkan ponselnya dan menggerakkan jari-jarinya pada layar ponsel dan menempelkan ponselnya di telinganya. Menunggu orang yang di seberang sana menjawab panggilannya.

 

“Yoona-ah!!!”

 

“…..”

 

“apa kau sibuk? Sekarang kau ada di mana?”

 

“hyung,tidak usah tanyakan itu! Langsung suruh noona ke sini,kita tidak punya banyak waktu!” sela Chanyeol cepat.

 

“…..”

 

“bisakah kau ke dorm EXO sekarang? Ini sangat darurat!”

 

“….”

 

“nanti akan ku jelaskan, pokoknya kau harus segera ke sini. Ini berhubungan dengan Sehun.”

 

“….”

 

“baiklah. Ku tunggu, cepatlah!”

 

Tuut!

 

“bagaimana Hyung? Apa Yoona noona akan ke sini?” tanya Baekhyun langsung saat Suho mengakhiri panggilannya.

 

Suho mengangguk “dia akan datang sebentar lagi. Untung sekarang dia sedang tidak ada schedule.” jelasnya.

 

“syukurlah~” ucap Chanyeol menghela nafas lega.

 

“dan sepertinya Sehun kelelahan. Dia sudah tidak berusaha mendobrak pintu itu.” ucap Kai menatap kearah pintu kamar Sehun.

 

“pokoknya sekarang kita tinggal menunggu Yoona noona datang.” ucap Chen diiringi anggukan member lain.

 

Sekitar 10 menit, suara bel terdengar membuat para member segera berdiri dan berlari kearah pintu depan membukakan pintu mempersilahkan Yoona masuk.

 

“Yoona noona~” panggil Baekhyun senang.

 

“Noona!” seru Chanyeol.

 

“syukurlah kau datang~” ucap Kai menghela nafas lega.

 

Melihat reaksi member EXO membuat Yoona mengkerutkan dahinya bingung “ada apa dengan kalian? Kenapa kalian terlihat senang sekali saat melihatku?”

 

“noona penyelamat kami.” terang Chen.

 

“penyelamat? Apa maksudmu Jongdae-ah?” tanya Yoona semakin bingung.

 

“penyelamat kami dari amukan Sehun.” jelas Suho menambahi.

 

“Sehun? Mengamuk!? Kenapa?” tanya Yoona beruntun.

 

“masalah foto kita berdua, noona~” jawab Kai menatap Yoona lesu.

 

“fotonya sudah keluar? Kapan? Jadi dia sudah melihatnya?” cecar Yoona lagi.

 

“fotonya baru keluar tadi siang dan sepertinya Sehun yang pertama kali melihat foto itu.” jawab Xiumin.

 

“aishh! Pantas saja dia mengamuk, aku saja belum memberitahunya.” guman Yoona.

 

“makanya dari itu noona, bantulah kami menenangkan Sehun.” pinta Baekhyun memegang tangan Yoona memohon.

 

“apa tadi dia sangat marah? Maksudku… benar-benar marah?” tanya Yoona memastikan.

 

“seumur-umur baru kali ini aku melihat Sehun semarah itu.” ucap Suho menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“bahkan kami tadi mengikatnya karena dia sudah tidak bisa kami kontrol.” ungkap Chanyeol membuat Yoona melongo.

 

“kalian…mengikatnya?” ucap Yoona pelan yang disambut anggukan Chanyeol,Baekhyun dan Chen.

 

“dan sekarang Sehun kami kurung di kamarnya.” sambung Chen.

 

“kenapa kalian tidak bilang kalau masalahnya separah ini?!” kesal Yoona yang mulai terbesit rasa takut dan bersalah di dalam dirinya.

 

“ayolah, noona~ bantu kami! Ini juga ada hubungannya denganmu.” ucap Baekhyun memelas dengan puppy eyes andalannya.

 

Yoona menghela nafas panjang “baiklah,baiklah. Aku akan menemui Sehun. Mana kunci kamarnya?”

 

Chanyeol memberikan kunci ke Yoona “Fighting noona!!” ucapnya memberi semangat diikuti member lainnya.

 

Yoona hanya mengangguk lemah dengan senyum kecilnya dan perlahan berjalan menuju kamar Sehun. Dengan pelan-pelan ia memasukkan kunci dan membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar.

 

“apa kau yakin noona bisa melakukannya?” tanya Chen khawatir saat melihat Yoona yang sudah masuk ke dalam kamar Sehun.

 

“bagaimana kalau Sehun justru mengamuk ke Yoona noona?” duga Baekhyun.

 

“eyyy,tidak mungkin. Mana mungkin Sehun tega menyakiti pacarnya sendiri.” pikir Chanyeol.

 

“kuharap noona akan keluar dalam keadaan hidup.” ucap Kai pelan.

 

“semoga.” sahut member EXO lainnya.

 

 

+++++++++

 

Mendengar bunyi pintu yang terbuka membuat Sehun segera menoleh kearah pintu, seolah-seolah siap menerkam siapa saja yang nantinya akan masuk.

 

Namun ketika ia mendapati sosok Yoona yang justru muncul membuat ekspresi Sehun sedikit melunak tapi ia tetap memasang wajah kesalnya dan kembali merebahkan dirinya di kasur dengan posisi membelakangi Yoona.

 

Melihat reaksi Sehun, Yoona hanya menghela nafas. Perlahan ia berjalan mendekati Sehun dan duduk di pinggir tempat tidur Sehun.

 

“Sehun-ah~” panggil Yoona pelan.

 

“….”

 

“Sehun-ah~~” panggilnya lagi dengan suara yang sedikit keras.

 

“…..”

 

“Oh Sehun~~” kali ini Yoona menggunakan sedikit aegyo-nya berharap kali ini mendapatkan respon dari Sehun.

 

“….”

 

Yoona mempoutkan bibirnya karena ini sudah ketiga kalinya ia memanggil Sehun namun maknae itu tak juga menghiraukan dirinya.

 

“oppa~ Sehun oppa~” panggil Yoona manja, sekarang ia rela melepas harga dirinya dengan memanggil Sehun ‘oppa’.

 

Ini pilihan terakhirnya karena Sehun sering kali memaksanya untuk memanggil dirinya dengan sebutan ‘oppa’ tapi tentu saja biasanya Yoona akan menolak mentah-mentah.

 

Hal ini dibuktikan saat tubuh Sehun terlihat menegang ketika ia mendengar Yoona memanggil dirinya dengan sebutan ‘oppa’. Tapi sayangnya Yoona tidak menyadari reaksi Sehun itu.

 

“tahanlah Sehun! Jernihkan pikiranmu! Jangan lemah!” batin Sehun berusaha menyadarkan dirinya.

 

Yoona semakin panik saat tahu Sehun tidak juga memberikan respon. Dan dengan spontan, Yoona ikut berbaring di samping Sehun dan memeluk erat perut Sehun dari belakang.

 

“Chagi~ Sehun-ah~ Oh Sehun~ Sehun oppa~ maafkan aku! Aku tahu, aku salah karena tidak memberitahukanmu jadi ku mohon maafkan aku!” rengek Yoona yang menenggelamkan wajahnya di punggung lebar Sehun.

 

Saat menerima pelukan Yoona dan juga mendengar panggilan-panggilan sayang dari Yoona yang ditujukan padanya hampir membuat Sehun luluh.

 

“tahan OH SEHUN! Jangan luluh! Tahan saja!” pikir Sehun yang diam-diam menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

 

“Sehun-ah! Maafkan aku! Aku sungguh-sungguh minta maaf! Aku lupa memberitahukanmu! Kau boleh memarahiku semaumu asal kau jangan diamkan aku seperti ini~” ucap Yoona terisak dengan air mata yang perlahan berjatuhan.

 

Sehun yang menyadari nada bicara Yoona yang berubah dan juga merasakan bagian baju belakangnya yang mulai basah membuat Sehun sadar kalau Yoona menangis.

 

Oh tidak! Dia paling tidak tahan dan benci saat melihat Yoona menangis. Apalagi kalau penyebab Yoona menangis karena dirinya.

 

Dengan cepat Sehun berbalik dan menangkup wajah mungil Yoona dengan kedua tangannya. Perlahan ia mengangkat wajah Yoona dan menghapus jejak air mata Yoona satu persatu dengan ibu jarinya.

 

“bodoh! Kenapa kau menangis?! Apa kau mengancamku untuk memaafkanmu dengan menampilkan kelemahanku ini?!” cecar Sehun sembari terus menerus menghapus air mata Yoona.

 

“kau tahu sendiri kalau aku paling benci melihatmu menangis!” sambungnya memarahi Yoona tapi berbeda jauh dari ekspresinya yang melunak saat memandang Yoona.

 

“hiks…hiks…ak-aku…minta…maaf..Sehun-ah..” ucap Yoona pelan disela tangisannya membuat Sehun memeluk tubuh kurus Yoona ke pelukannya.

 

“hentikan tangisanmu bila kau ingin minta maaf denganku.” ucap Sehun yang menaruh kepalanya di bahu Yoona dan menghirup pelan aroma strawberry khas Yoona yang sudah lama tidak ia cium.

 

“aku..hiks…sudah…tidak..menangis..kok..hiks” bisik Yoona yang tak lama ia merasakan bulu kuduknya berdiri saat merasakan hembusan nafas Sehun di lehernya.

 

Cuph!

 

Oke, sekarang wajah Yoona memerah. Kali ini ia merasakan bibir Sehun menempel di lehernya, menciumnya dengan lembut.

 

Merasa risih dengan perlakuan Sehun, Yoona mendorong pelan tubuh Sehun berusaha melepaskan pelukan Sehun. Tapi tangan yang berada di pinggangnya kini semakin mengeratkan pelukannya membuat Yoona kembali ke rengkuhan Sehun.

 

“bila kau berusaha mendorong atau menjauhiku, aku tidak akan menerima permintaan maafmu.” ancam Sehun berbisik.

 

Mendengar ucapan Sehun membuat Yoona mempoutkan bibirnya dan menundukkan kepalanya berusaha melihat wajah Sehun yang masih betah bertengger di lehernya itu. Tangan kanannya perlahan memegang rambut Sehun yang ada di hadapannya dan mengusapnya lembut.

 

Sehun yang menerima perlakuan Yoona hanya diam menikmati sentuhan-sentuhan lembut tangan Yoona di rambutnya. Bahkan kini Sehun semakin menenggelamkan wajahnya di leher Yoona dan mengeratkan pelukannya di pinggang ramping Yoona dengan kedua matanya yang terpejam.

 

“Sehun-ah…”

 

“hmm?”

 

“kau masih marah padaku?”

 

“tergantung.”

 

“ayolah, aku sungguh-sungguh meminta maaf padamu. Maafkan aku,huh?” bujuk Yoona yang mencium singkat dahi Sehun.

 

Sehun mendongakkan wajahnya menatap kedua mata Yoona dan tanpa di duga ia perlahan memajukkan bibirnya lucu seakan meminta Yoona menciumnya.

 

Melihat tingkah Sehun membuat Yoona tertawa geli dan dengan jahil Yoona justru mencium pipi kanan Sehun membuat wajah Sehun cemberut seketika.

 

Yoona hanya tertawa melihat reaksi Sehun dan masih dengan jahilnya Yoona kini mencium hidung Sehun membuat Sehun semakin mempoutkan bibirnya kesal menerima perlakuan Yoona yang sengaja menggodanya.

 

Merasa gemas melihat ekspresi Sehun sekarang, Yoona segera mendaratkan ciumannya di bibir Sehun dan tersenyum manis menatap Sehun yang kini berusaha mengontrol ekspresi wajahnya agar tidak ikut tersenyum.

 

Lagi-lagi Yoona tertawa dan kembali mengecup bibir mungil Sehun lebih lama dari sebelumnya membuat Sehun tidak bisa lagi mengontrol dirinya. Sehun langsung meraih eher Yoona dan mempersatukan bibir mereka kembali, menciumnya lembut. Yoona yang awalnya terkejut perlahan mulai memejamkan kedua matanya dan membalas perlakuan Sehun. Sebuah ciuman lembut tanpa nafsu yang membuat mereka terhanyut di dalam dunia mereka sendiri.

 

Setelah beberapa menit, Yoona menarik wajahnya mengakhiri kegiatan mereka bersamaan dengan deru nafasnya yang tersengal-sengal,kehabisan oksigen. Sama halnya terjadi pada Sehun tapi perlahan muncul smirk di wajah Sehun membuat Yoona menautkan kedua alisnya saat melihat ekspresi Sehun.

 

“ada apa dengan eskpresimu itu? Jangan melakukan itu…itu membuatku takut~” ucap Yoona dengan nada khawatir.

 

Sehun semakin menunjukkan smirk andalannya sembari mendekatkan wajahnya ke telinga Yoona “jangan kau kira aku sudah memaafkanmu. Kau masih belum menerima hukuman dari ku.”

 

+++++++++++

 

 

“kenapa tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar Sehun?” tanya Chen pada member lain saat mereka berkumpul di ruang tengah.

 

“jangan-jangan Sehun melakukan sesuatu pada Yoona noona!” tebak Baekhyun.

 

“eyy~ tidak mungkin Sehun tega seperti itu pada Yoona noona.” elak Chanyeol tidak setuju.

 

“kita berharap saja agar Yoona bisa membujuk Sehun.” ucap Xiumin menghela nafas.

 

“AKKHHH!” tiba-tiba teriakan keras Yoona terdengar dari dalam kamar membuat semua member segera menolehkan kepala mereka ke sumber suara.

 

“apa itu?!” kaget Baekhyun.

 

“bukankah itu suara Yoona noona?” pikir Kai.

 

“tapi kenapa dia berteriak!?” seru Chen panik.

 

Chanyeol segera bergegas menuju ke depan kamar Sehun dan menempelkan telinga kanannya ke permukaan pintu seakan berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

 

Melihat aksi Chanyeol, member lainnya juga ikut berlarian ke depan pintu kamar dan melakukan hal yang sama seperti Chanyeol dengan menempelkan telinga mereka di pintu.

 

“AKHH!! SAKIT!!!” suara Yoona kini kembali terdengar dengan nada meringis membuat member EXO juga ikut meringis seakan mereka ikut merasakannya.

 

“makanya kau tetap diam, jangan bergerak!” titah Sehun.

 

“tapi ini sakit Sehun-ah!” keluh Yoona.

 

“sudah ku bilang tubuhmu jangan tegang, coba kau rileks kan tubuhmu pasti sakitnya akan berkurang.” ucap Sehun yang disambut rintihan kesakitan dari Yoona.

 

“baiklah, aku akan melakukannya lagi!”

 

“AKHH!! SEHUN-AH PELAN SEDIKIT!” teriak Yoona lebih keras membuat member EXO terlonjak kaget bersamaan dengan berbagai macam pemikiran di otak mereka tentang apa yang sebenarnya mereka berdua lakukan di dalam sana.

 

“tahan sedikit! Rasa sakitnya hanya sebentar dan nanti akan hilang.” seru Sehun lagi saat mendengar desahan pelan dari Yoona.

 

Para member EXO yang mendengar itu semua hanya saling pandang dengan perlahan semburat merah menghampiri seluruh wajah mereka kini. Mereka segera bergegas meninggalkan pintu kamar dan kembali ke ruang tengah menghempaskan tubuh mereka di sana berusaha mengontrol detak jatung mereka yang cepat.

 

“ekhmm!” deham Suho berusaha membasahi kerongkongannya yang tiba-tiba mengering.

 

“jadi…..apa yang sebenarnya mereka lakukan di dalam sana?” tanya Baekhyun tiba-tiba menarik perhatian seluruh member.

 

“jangan berlagak kau tidak tahu apa-apa, Byun.” sindir Chanyeol dengan wajah yang masih terlihat merah.

 

“tapi walaupun seperti itu, mana bisa mereka melakukannya di dorm!” protes Chen tidak terima.

 

“itu memang benar tapi apa kalian tidak merasa kasihan pada Yoona noona? Sepertinya Sehun bermain…sedikit…kasar.” guman Kai pelan saat diakhir kalimat dengan wajah yang semakin memerah.

 

“dari teriakan Yoona noona sepertinya Sehun benar-benar melampiaskan kemarahannya.” timpal Baekhyun menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

“ya! Kenapa kalian membicarakan hal itu?! Kita masih belum tahu pasti apa yang mereka lakukan.” tegur Suho berusaha menyudahi pembicaraan mereka yang sedikit ‘private’.

 

“memangnya pemikiran apa yang terbesit di kepalamu,Hyung selain seperti pemikiran kami?” tanya Xiumin penasaran.

 

“enggg…itu…mungkin mereka sedang melakukan hal lain..” jawab Suho pelan menandakan ia juga tidak yakin dengan perkataannya.

 

 

– YoonHun’s side –

 

“Sehun-ah! Ayolah, kita hentikan saja~” bujuk Yoona meraih tangan Sehun dan memegangnya erat.

 

“jangan mengalihkan topik nona Im, kini giliranmu.” tolak Sehun memegang pergelangan tangan Yoona dan dengan cepat, ia memukul pergelangan itu menggunakan telunjuk dan jari tengahnya yang ia rapatkan.

 

“AKH!” rintih Yoona memegang pergelangan tangannya yang kini kembali memerah.

 

“kau tega sekali menyiksaku seperti ini” gerutu Yoona menatap sinis Sehun.

 

Sehun menyipitkan kedua matanya membalas tatapan Yoona “dan kau juga tega menyakitiku secara non-fisik dengan fotomu itu!”

 

Mendengar itu, Yoona kembali mempoutkan bibirnya menatap Sehun dengan puppy eyesnya “Sehun-ah~~ jangan ungkit-ungkit masalah itu lagi~ lagipula itu hanya pekerjaanku~”

 

“tapi kau melakukannya dengan anak hitam itu!” sahut Sehun ketus.

 

“kau juga melakukannya dengan Irene. Dan bahkan kita melakukannya demi penggalangan dana yang sama.” timpal Yoona tak mau kalah.

 

TAK!

 

“AKKHH! SAKITT!” keluh Yoona saat Sehun menjentik dahi mulusnya tiba-tiba.

 

BRAKKK!!!

 

Yoona dan Sehun terlonjak kaget saat melihat pintu kamar yang didobrak secara paksa oleh para member EXO yang menyebabkan mereka berjatuhan ke lantai dengan saling tindih.

 

“apa yang kalian lakukan,Hyung!?” seru Sehun kesal melihat tingkah laku Hyungnya yang kini berusaha berdiri.

 

“YA! Chanyeol-ah! Menyingkir dari tubuhku! Kau sangat berattt!” keluh Baekhyun meronta-ronta berusaha menyingkirkan tubuh Chanyeol yang ada di atasnya.

 

“aku tidak bisa! Ada Jongin yang menindihku! Ya! Kau cepat menyingkir!!” seru Chanyeol memukul-mukul tubuh Kai.

 

“aww! sakit Hyung~~ berhenti memukulku, aku tidak bisa bangun karena ada Jongdae Hyung yang juga menindihku!” protes Kai.

 

“jangan salahkan aku! aku juga tidak bisa!! Minseok Hyung! Cepat berdiri!” titah Chen yang langsung membuat Xiumin berdiri.

 

“seharusnya aku yang paling menderita di sini! Karena kalian berlima menindih tubuhku!!! Cepat berdiri!” kesal Suho yang ternyata berada di posisi paling bawah menampung beban berat dari member lainnya.

 

Chen,Chanyeol,Kai dan Baekhyun segera menarik tubuh mereka menjauh dari Suho yang mulai bangkit dengan rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya dan melemparkan tatapan tajam kearah mereka.

 

“sekarang bisakah kalian jelaskan, kenapa kalian mendobrak pintu saat kalian bisa saja membukanya dengan baik-baik?!” ucap Sehun menyipitkan kedua matanya.

 

Member EXO saling bertukar pandang sambil saling sikut pinggang orang yang ada di sebelah mereka dan berakhir di orang urutan terakhir yaitu Kai.

 

Kai meneguk salivanya pelan “engg…karena kami kira…kalian melakukan sesuatu yang tidak…benar di dalam kamar…” jawabnya dengan suara pelan sembari menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Sehun.

 

“ tapi! Jangan salahkan kami yang mengira seperti itu karena suara Yoona noona yang juga terus berteriak kesakitan jadi kami berpikir kalian melakukan ‘hal itu’..” sambung Kai cepat.

 

Mendengar itu membuat kedua alis Yoona saling bersentuhan, tidak mengerti kearah mana pembicaraan mereka. Sangat berbeda jauh dengan ekspresi Sehun yang kini sedikit memerah.

 

“ekhmm! Memangnya kenapa juga kalau kami benar melakukan ‘hal itu’? Tidak ada urusannya dengan kalian.” sahut Sehun membuat kedua mata member EXO lainnya membulat kaget.

 

“Ya! Jangan pernah berpikir melakukan ‘itu’ di sini! Ada kami juga di sini, kau pikir ini rumahmu,huh?!” protes Chanyeol langsung.

 

“kami akan melakukannya diam-diam sehingga kalian tidak akan mendengarnya jadi tidak usah khawatir.” ucap Sehun santai dengan smirknya.

 

Yoona yang hanya diam, sibuk memandangi member EXO yang sedari tadi saling cekcok mulut tentang entah apa itu “bisakah salah satu dari kalian menjelaskan padaku, apa yang sebenarnya kalian bicarakan???” pinta Yoona.

 

“berbicara lah dengan kata yang mudah dimengerti~” dengus Yoona kesal.

 

“engg…itu masalah-”

 

“jangan diberitahu! Biar aku saja yang memberitahunya dengan melakukannya secara langsung.” goda Sehun menatap Yoona yang kebingungan.

 

“YA! Awas saja bila kau melakukannya, Oh Sehun!!!” teriak Suho berusaha menarik tangan Yoona menjauhkan gadis itu dari Sehun tapi sayangnya ia kalah cepat dari sang maknae yang lebih dulu menarik Yoona ke sisinya.

 

Sehun secara paksa mendorong semua tubuh para Hyungnya agar keluar kamar. Menerima perlakuan Sehun membuat member lain memberontak berusaha menarik Yoona keluar tapi tangan gadis itu masih dipegang erat Sehun membuatnya tidak bisa kemana-mana.

 

Entah dapat kekuatan dari mana, Sehun berhasil mengusir semua member EXO dari dalam kamar dan dengan cepat ia menutup pintu kamar dan menguncinya meninggalkan Yoona dan dirinya.

 

“YA! OH SEHUN! BUKA PINTUNYA!!”

 

“KAU TIDAK AKAN BERANI MELAKUKANNYA DI SINI!!”

 

“KAU TIDAK SUNGGUH-SUNGGUH INGIN MELAKUKANNYA KAN?!”

 

“NOONA!! CEPAT KELUAR BILA KAU INGIN SELAMATT!”

 

Member EXO terus menerus berteriak sambil memukul pintu kamar tanpa henti membuat Sehun tak bisa menahan tawanya sedangkan Yoona hanya menatap aneh pria itu.

 

“apa yang lakukan dengan para Hyungmu itu? Cepat buka pintunya.” suruh Yoona.

 

Sehun menghentikan tawanya dan dengan tiba-tiba menggendong tubuh Yoona ala bridal style dan menghempaskannya ke kasur tempat tidurnya. Yoona yang masih dalam keadaan terkejut semakin membulatkan kedua matanya saat Sehun merangkak mendekati Yoona dan menindih tubuh Yoona dengan kedua tangannya di sisi kepala Yoona menahan tubuhnya agar tidak jatuh.

 

Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona membuat hidung mereka saling bersentuhan “haruskah kita melakukan hal itu, nona Im?” tanya Sehun berbisik sambil menampilkan smirknya.

 

 

THE END

 

 

Note : haiii! Kali ini lagi-lagi aku bawa sebuah Oneshot~ kalau dihitung-hitung sudah lama bangettt aku engga menulis fanfic. Sering kali muncul niat pengen ngelanjut nulis fanfic tapi waktunya ngga memungkinkan dan juga aku lagi sibuk-sibuknya menyesuaikan diri dengan kehidupan perkuliahan. Jadi tolong dimaklumi ya, bila di fanfic ini banyak typo bertebaran. Tolong tinggalkan juga komenan kalian di bawah buat penyemangatku nulis fanfic lagi ^^ terima kasih~~

43 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Jelly

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s