BACK IN TIME 6

back-in-time-8

Tittle : BACK IN TIME

AUTHOrs : Rifda Harmianah,Firda Auliana

MAIN CASTS :Im Yoona,Xi Luhan,Song Jong Ki,Lee Min Ho | MINOR CASTS :-

GENRE : Romance | RATING :PG 14

*******

https://yoongexo.wordpress.com/2014/06/01/back-in-time/

https://yoongexo.wordpress.com/2014/06/17/back-in-time-2/

https://yoongexo.wordpress.com/2014/08/21/back-in-time-3/

https://yoongexo.wordpress.com/2014/09/21/back-in-time-4/

https://yoongexo.wordpress.com/2014/10/15/back-in-time-5/

-BACK IN TIME 6-

“jangan sentuh Yoona ku!!” marah Joong Ki, emosi nya sudah memuncak, ia tak sudi melihat gadisnya harus di cium oleh Pria selain dirinya.

PRANG..

Joong KI  berteriak dan tepat pada saat itu kaca yang berada di sampingnya pecah. Membuat Luhan menghentikan ciumannya dan langsung memeluk Yoona.

“Hyung..“ panggil seseorang, Joong Ki terdiam saat orang itu telah berada di depannya. Taemin –scheduler – itu berada di depannya untuk menyadarkan apa yang ia perbuat tadi.

“Hyung, apa yang kau lakukan tadi, eoh!? kau hampir mencelakakan orang yang kau cintai!” ujar Taemin. Joong Ki tak mengindahkan pertanyaan Taemin, ia malah menatap Yoona yang tengah shock.

“Sajangnim, gwenchana?” tanya Yoona saat ia mulai melepas pelukannya.

“nan gwenchana. “ balas Luhan seraya menatap heran pada salah satu jendela yang kaca nya baru saja pecah tanpa adanya penyebab yang pasti. Yoona terdiam, ia masih terlalu shock.

“bagaimana bisa Jendela ini pecah? Padahal jendela ini telah di pasang khusus oleh pekerja Internasional. Dan seluruh jendela perusahaan ini dari Dari Jerman.” Luhan bertolak pinggang. Tak berapa lama Tim Keamanan Perusahaan Xi Grup datang.

“Sajangnim, apakah Anda terluka?”  tanya mereka panik melihat Boss mereka terlihat tengah menatap tak percaya pada jendela itu.

“Cepat cari tahu apa yang terjadi hingga membuat jendela ini pecah!“ perintah Luhan, mereka membungkuk hormat lalu berlalu.

“Aku akan ke bawah memeriksa apa yang terjadi, lebih baik kau menghidar dulu dari ruangan ini.“ Yoona mengagguk mengiyakan. Luhan berjalan pergi menggunakan Lift, tapi sayang lift tersebut mati karna insiden ini, semua listrik di matikan agar tak terjadi hal yang tak diinginkan.

Terpaksa Luhan harus memakai tangga darurat, di belakangnya tampak Joong Ki menatap dingin Luhan. Perasaan jengkel masih melekat di hati Joong Ki. Luhan terus menuruni tangga, Joong Ki yang melihat itu tersenyum licik.

BUK

Luhan langsung terjatuh dari tangga saat kakinya tersandung anak tangga yang ia langkahi. Luhan mengerjap, ia heran.

“Aigoo, hampir saja aku mati.” gumam Luhan seraya mengelus dadanya.

“ya, lebih baik kau mati, agar kau tak menyentuh Yoona ku lagi!” tandas Joong Ki dingin yang tentu saja Luhan tak mendengarnya.

“ya, Hyung!” tegur Taemin, ia tak habis pikir dengan apa yang ada di kepala Pria yang bahkan sudah ia anggap sebagai kakak nya sendiri.

Joong Ki menoleh, tatapan tajamnya kini terfokus pada Taemin yang masih menatapnya tak percaya. Setelahnya Joong Ki berdecih, dan meninggalkan Taemin juga Luhan begitu saja.

**

“aaww.. pelan-pelan, Yoona.” rintih Luhan. Saat ini wajahnya terlihat sedikit pucat menahan sakit, luka lebam lantaran terjatuh dari anak tangga yang dipijaknya tengah dikompres oleh Gadis cantik yang sudah berhasil membuatnya tergila-gila.

“tahan, Sajangnim.”

“sshh.. kau.. kau tidak marah?” ragu Luhan memulai topik pembicaraan yang agaknya sedikit membuat detak jantung keduanya menjadi kembali tak beraturan.

“marah?” ulang Yoona, saat ini ia tengah berakting seolah tak terjadi apapun di antara keduanya hari ni.

“kenapa harus marah?” sambungnya, namun ia tetap tak berani beradu tatap dengan Luhan yang masih menatapnya dengan raut penasaran yang amat kentara.

“aku justru merasa aneh jika kau merasa tidak marah, Yoona. ayolah, berhenti berakting. Kau itu Sekretaris pribadi ku, bukan aktris papan atas. Apa mungkin kau juga..” ujar Luhan seraya memasang tatapan menyelidiknya.

“ah, sudah selesai!” potong Yoona, berusaha melarikan diri dari Luhan. Sungguh, rona merah di wajahnya sama sekali tak bisa ia sembunyikan, dan yang semakin parahnya lagi, detak jantung juga desiran aneh di dada nya semakin intens.

Grep. Luhan menahan pergelangan tangan gadis itu kala ia hendak berbalik meninggalkan Luhan seorang diri.

“jangan seperti ini, Yoona. kumohon.” Lirih Luhan, sementara Yoona masih tidak dapat berkata, hanya menggigit kecil bibir bawahnya sangsi.

“Sajangnim.” Suara seorang Pria menginterupsi dialog Luhan selanjutnya, membuat Luhan sontak melepaskan genggaman tangannya di pergelangan tangan Yoona, tidak ingin gadisnya menghadapi segala desas-desus dari pegawai lainnya.

“ya?”

“kami masih belum mengetahui penyebab pecahnya kaca jendela di ruangan Sajangnim. Maafkan kami, Sajangnim.” Lapor Pegawai yang tak lain adalah Security di gedung itu.

“ah, sudahlah. Mungkin hanya kaca yang tidak lagi merekat pada frame nya.” Ujar Luhan tenang, membuat beberapa pegawai nya itu termasuk Yoona terperangah akan menghilangnya sosok arogan atasan mereka itu.

“ba-baiklah. Kami permisi dulu, Sajangnim.” Kata salah satu dari mereka.

Luhan hanya mengangguk kecil, dengan mata tak lepas dari Yoona yang masih terpaku di tempatnya.

“sa-saya juga permisi, Sajangnim.” Pamit Yoona terbata.

Kini tak ada satu pun kata yang mampu dikeluarkan Luhan, ia sadar bahwa Yoona nya secara tidak langsung memilih untuk menghindar darinya, dan itu berarti Yoona sama sekali tidak merasakan cinta sepertinya. Dia gagal.

Hening, itulah suasana yang tercipta sepeninggal Yoona. Kini Luhan hanya terdiam di sofa tamu nya, tangannya sesekali mengacak frustasi rambutnya. Hari ini begitu berat bagi seorang Xi Luhan.

**

“HYUNG!” seru Taemin saat Joong Ki hendak menghindari nya lagi.

Buugg. Tinjuan Taemin segera menyambut pipi Joong Ki kala Pria itu baru hendak berbalik menghadap Taemin.

“apa masalahmu, eoh?” bentak Joong Ki tidak terima.

“aku yang seharusnya menanyakan itu, Hyung. Apa yang salah denganmu, eoh?! Apa masalahmu dengan Pria bernama Luhan itu, eoh!? Kau cemburu padanya!? Jika seperti itu, kembalilah hidup! Dan sayangnya, sampai kapan pun kau takkan bisa kembali hidup, mengerti!?” sahut Taemin kalap.

Bug. Kali ini giliran Taemin yang terkena pukulan mentah dari Joong Ki, membuat nya sedikit terhuyung ke belakang.

“dengarkan aku baik-baik, Taemin-ah!” Joong Ki kini sudah mencengkram kerah kemeja Taemin, dan semakin mendekatkan wajahnya pada telinga Pria yang baru saja terkena pukulannya.

“apa kau mengerti arti dari cinta? Apa kau pernah merasakan jatuh cinta? Tidak pernah, bukan! Jadi, berhenti bersikap sok tahu! Kau tidak mengerti apa-apa! Bagaimana jika kau berada di posisiku, eoh!? Aku rasa mungkin kau sudah membunuh Pria yang mencumbu Gadis yang kau cintai, bukan!? Jadi, berhenti bersikap sok dewasa!” sambungnya dengan penuh penekanan, membuat Taemin harus menahan geramnya. Pria ini sudah keterlaluan melampaui batasannya. Itulah yang ada di benak Taemin saat ini.

Joong Ki menghempaskan kerah kemeja Taemin, lalu menghela napas kasar. Sementara Taemin berusaha merapihkan kerah kemeja nya yang kini terlihat sedikit lusuh akibat cengkraman tangan Joong Ki tadi.

“semua yang kau katakan tadi memang ada benarnya, Joong Ki-ssi. Aku memang tidak mengerti apa arti mencintai dan dicintai. Aku bahkan sama sekali tidak mengetahui apakah aku pernah memiliki kehidupan sebelumnya seperti kalian atau tidak. Tapi, satu yang pasti. Aku ditugaskan Tuhan untuk selalu mengawasimu, mencegahmu melakukan hal bodoh seperti tadi. Kau tahu apa efek atas perbuatan bodohmu tadi, Hyung. Para manusia itu pada dasarnya memiliki rasa keingintahuan yang besar, dan mereka pasti akan mencari dan terus mencari apa yang terjadi. Kelakuanmu tadi membawa rasa kegelisahan bagi para manusia, kau tahu? Kelakuanmu sungguh sangat dewasa, Hyung. Sangat!” ujar Taemin berusaha mengatur emosinya.

Joong Ki terdiam, lalu terduduk di salah satu kotak kayu yang terlihat agak rapuh.

“aku hanya tidak ingin dia menyentuh gadisku, Taemin-ah. Hanya itu. Aku.. aku masih bisa merasakan yang namanya cemburu. Rasanya aku ingin membunuh siapapun Pria yang berani menyentuh gadis ku meskipun hanya sehelai rambut.” Gumam Joong Ki setelah sebelumnya kembai menghela napas berat.

“aku mengerti, Hyung. Setidaknya, cobalah belajar mengatur emosimu. Bukannya aku sama sekali tidak bisa memahamimu, tapi aku hanya ingin mengingatkanmu mengenai kebenaran bahwa kau dan dia sudah tidak bisa bersatu lagi. Jadi,..”

“maksudmu aku harus melepaskan gadis ku ke tangan Pria mesum sepertinya!? Tidak akan!” sela Joong Ki dengan amarah yang kembali naik ke permukaan.

Taemin menghela napas berat, “hah.. sepertinya saat ini aku lebih baik diam saja.” Gumamnya.

“aku mencintainya, Taemin. Sangat mencintainya. Bisakah kau menghidupkanku kembali?” gumam Joong Ki dengan mata menerawang ke langit biru yang kini terlihat agak gelap lantaran awan hitam mulai berdatangan, menandakan sebentar lagi akan turun hujan.

Taemin memilih untuk duduk di samping Pria yang menurutnya sedang rapuh itu, kemudian menepuk pelan bahunya.

“maafkan aku, Hyung. Aku tak bisa membantumu banyak. Tapi, setidaknya kau bisa membuatnya kembali mengingatmu. Tuhan memberimu kesempatan seperti ini hanya untuk itu. Membantunya mengingat masa lalunya, setidaknya itu membuatnya tidak lagi bingung dengan apa yang harus menjadi pijakannya.” Ujar Taemin, membuat Joong Ki kontan menoleh padanya.

“apakah aku tidak akan membuatnya semakin menderita jika kembali mengingat tentang masa lalunya?”

Taemin mengangguk kecil, “meskipun awalnya akan jadi seperti itu, tapi itu adalah hal yang terbaik yang bisa kau lakukan. Setidaknya buat dia merasa pernah memiliki arti bagi orang-orang di masa lalu nya, seperti dirimu. Selebihnya, biarkan waktu yang menyembuhkan lukanya. Kau hanya boleh melakukan itu. Tuhan tidak pernah mengizinkanmu untuk merubah takdir siapapun, dan apa yang kau lakukan hari ini, secara tidak langsung berusaha merubah takdir Tuhan. Bagaimana jika Luhan atau Yoona terluka atau lebih parahnya harus meregang nyawa akibat ulahmu? Itulah alasan mengapa aku sangat kecewa padamu, Hyung.”

Joong Ki terdiam, “entahlah, Taemin. Saat ini aku hanya akan melakukan apapun untuk melindungi Yoona ku. Aku tidak ingin dia jatuh ke tangan orang yang salah.”

Taemin menghela napas panjang. “lakukanlah apapun sesukamu, Hyung. Tapi ingat, jangan pernah melakukan hal bodoh karena pengaruh emosi mu seperti hari ini lagi. Jika itu terjadi lagi, aku tidak akan segan-segan membawamu menghadap Tuhan.”

Diam, tak ada satu pun jawaban dari Joong Ki, membuat Taemin diam-diam harus mengacak pelan rambutnya, mulai frustasi menghadapi Pria yang satu ini.

**

“Yoona!”

Teguran tadi kontan membawakan kembali kesadaran sang pemilik nama yang sejak tadi hanya sibuk dengan argumen di kepalanya, dengan tangan yang sibuk mengaduk-aduk Bulgogi yang tersaji di piring nya.

“Ya, Oppa! kenapa berteriak seperti itu!? Aku belum tuli!” protes Yoona.

Pria itu menatap Yoona dengan ragu seraya menaikkan satu alisnya.

“apakah kau yakin kau belum tuli, Yoongie-ah?” canda nya, membuat Yoona kontan membelalak.

“aish, Min Ho oppa! mengapa kau begitu menyebalkan hari ini, eoh!?” omel Yoona seraya memasang wajah cemberut nya, seketika mengundang kekehan kecil dari Pria yang tak lain adalah Min Ho.

“habisnya, kerjaanmu tiga hari ini hanya melamun terus. Lalu, mengapa sampai detik ini kau masih belum menjelaskan padaku alasanmu membolos kerja dua hari ini, eum?” ujar Min Ho.

Yoona mendesah sebal, “aigoo.. bisakah kau membahas topik lain, Oppa?”

“apakah ada masalah di kantor? Ayolah, ceritakan padaku. apakah Luhan menyakitimu? Yoona, aku akan menghajarnya jika dia menyakitimu. Sekarang, cepat jelaskan padaku!” desak Min Ho, membuat Yoona kontan menelan saliva nya lambat.

‘apa yang harus kukatakan pada Min Ho oppa? tidak mungkin aku mengatakan bahwa Luhan sajangnim menciumku, bukan!? Aish, Luhan sajangnim! mengapa kau harus menciumku, eoh!?’ batin Yoona berkecamuk.

“Im Yoon Ah, cepat jelaskan padaku.” desak Min Ho saat Yoona tak juga bersuara.

“Oppa, aku hanya sedang tidak enak badan. Aku selalu merasakan pusing belakangan ini. Percayalah, tidak terjadi apa-apa di kantor. Dan Luhan sajangnim sama sekali tidak menyakitiku. Jika dia berani menyakitiku, aku akan mematahkan tangannya terlebih dahulu. Percayalah.” Kilah Yoona, sementara Min Ho masih menatapnya penuh selidik.

“Oppa tidak percaya padaku, eum?” Yoona mulai mengeluarkan aegyo andalannya, membuat Min Ho mendesah pasrah, dia kalah jika Yoona sudah mulai mengeluarkan aegyo nya yang terlihat sangat menggemaskan di mata siapapun.

“baiklah, baiklah. Oppa percaya padamu. Tapi, mulai besok kau harus Oppa antar-jemput setiap hari ke kantor. Bagaimana?” ujar Min Ho, membuat Yoona diam-diam harus merutuki ucapan bodohnya tadi.

Di kepala gadis itu sudah mulai membayangkan apa yang akan terjadi jika suatu hari Min Ho bertemu dengan atasannya itu di halaman kantornya. Pasti akan terjadi perang dingin yang sangat luar biasa, dan Yoona sama sekali tidak ingin mengalami bagaimana rasanya menjadi pihak ketiga seperti apa yang selama ini ia alami jika Min Ho juga Luhan tengah saling berseteru. Ia sendiri juga tidak mengerti apa yang membuat kedua Pria tampan itu menjelma menjadi ‘Tom and Jerry’ setiap kali bertemu, namun Yoona yakin, hal itu bukanlah karenanya. Karena Yoona merasa dirinya tidak secantik Angelina Jolie atau pun Jennifer Lopez.

“tapi, Oppa..”

“tidak ada bantahan, Im  Yoon Ah.” Baru saja Yoona hendak menolak usul Min Ho yang menurutnya terlalu berbahaya jika direalisasikan, Min Ho menginterupsi ucapan penolakannya, membuatnya tertunduk lesu.

“baiklah, sekarang kau harus istirahat. Besok akan Oppa antar kau ke kantor. Arraseo?” tambah Min Ho.

“ne, Oppa.” sahut Yoona lesu, lalu segera bangkit menuju kamarnya.

**

“selamat pagi, semua.” Sapa Yoona riang kepada seluruh Karyawan yang berada satu ruangan dengannya.

“pa..” sahutan Luhan terhenti seketika saat dirinya baru saja muncul dari balik pintu ruangannya, matanya menangkap satu sosok yang paling tidak ingin dilihatnya pagi ini.

“Min Ho-ssi, mengapa kau ada di kantor ku, eoh!?” kini pertanyaan sengit yang menggantikan sapaannya tadi.

“aku hanya ingin memastikan YOONA KU tiba di tempat nya dengan selamat tanpa ada satu pun makhluk yang MENGGANGGU NYA!” sahut Min Ho santai seraya memberikan penekanan pada dua kata, ‘Yoona ku’ dan ‘Mengganggu nya’. Tentu saja agar Luhan sadar bahwa gadis ini hanyalah miliknya.

Luhan berdecih kesal, “Yoona itu pegawai ku, tidak akan ada yang berani menggangu nya. Dia adalah tanggung jawabku, jika ada yang berani menggangu nya, orang itu akan berhadapan langsung denganku. Jadi, kau tak usah lagi khawatir, Min Ho-ssi!”

Diam-diam Yoona harus mengatur degup jantungnya saat Luhan mengatakan bahwa dirinya adalah tanggung-jawab Pria berparas campuran itu.

Min Ho mendengus geli, “ya, memang. Tapi, bagaimana jika kau lah yang menggangu nya, eum?”

Yoona menggigit bibir bawahnya sangsi, saat ini mereka sudah menjadi bahan tontonan gratis bagi para Karyawan yang berlalu-lalang di lantai itu.

“Oppa, sudahlah. Bukankah kau ada operasi pagi ini? Aku baik-baik saja, Oppa. kau lihat sendiri keadaanku saat ini, bukan!? Aku sudah sehat sepenuhnya, dan aku yakin tidak ada satu pun yang berani menggangguku.” Yoona berusaha menghentikkan acara perang dingin di antara Sajangnim juga Pria yang sudah dianggapnya sebagai kakak sendiri itu.

Min Ho menatap Yoona dalam, “apakah kau yakin, Yoongie-ah?”

Yoona mengangguk mantap, “eum! Cepatlah, nanti Oppa terlambat.”

“baiklah, nanti Oppa jemput jam 5 sore, ya. Annyeong.” Pamit Min Ho akhirnya, dengan tangan mengusap lembut puncak kepala Yoona, membuat sang empunya agaknya membelalak, juga sepesang mata kecil itu kian menyipit, melemparkan tatapan tak suka nya.

Yoona memandang lega punggung Min Ho yang sudah menghilang di balik pintu lift itu, namun ia harus kembali memasang wajah canggung nya kala tatapan tajam Luhan mulai menyambutnya saat ia hendak berbalik menuju kursi nya.

“Im Yoon Ah-ssi, ikut ke ruanganku, sekarang!” perintah Luhan dengan nada dinginnya, membuat Yoona harus menghela napas berat. Sepertinya hari ini akan kembali menjadi hari berat bagi seorang Im Yoon Ah.

**

“dia tampan sekali.” Gumam Yoona. saat ini dia tengah berada di ruangan Luhan.

Sang empunya ruangan tampak tengah terlelap, wajahnya terlihat begitu lelah. Wajar saja, dia sudah tidak tidur selama 3 hari belakangan ini, sejak hari itu, hari dimana Luhan mencium bibir gadis yang tak lain adalah Sekretaris pribadi nya sendiri.

“aish, apa yang sedang kupikirkan!? Tampan!? Cih, yang benar saja. Dia terlihat tampan hanya jika dia mem-bebas-tugas-kan ku dari arsip yang berserakan ini. Baru dua hari aku tidak masuk kantor saja sudah menimbulkan pekerjaan menggunung seperti ini, bagaimana jika aku menghilang selama satu tahun. Kurasa kota Seoul akan penuh dengan kertas-kertas sialan ini!” Yoona kembali menggerutu sendiri.

“Eomma..” rintihan pelan dari Luhan mulai mengalihkan fokus Yoona.

“Eomma..” lagi, suara itu terdengar lebih parau dari sebelumnya, membuat Yoona sudi meninggalkan kursinya dan menghampiri atasannya yang kini terlihat pucat pasi dengan peluh membasahi kening juga pelipis wajahnya.

“Eomma, jangan pergi..” kali ini perlahan cairan bening mulai mengalir, menerobos pertahan pelupuk mata nya yang tengah tertutup rapat.

“Sajangnim..” panggil Yoona lembut, berusaha mengembalikan kesadaran CEO Xi Taesan ini.

Grep. Kedua iris cokelat milik Yoona membelalak kala tangan besar dan dingin mulai menahan satu pergelangan tangannya yang terletak tak jauh dari tangan itu.

“Eomma..” kini Luhan sudah terisak. Entah apa yang membuat Yoona ikut terenyuh, hingga kini gadis itu mulai mengusap lembut punggung Pria yang tengah tertidur dengan posisi menelungkup ke meja kebesarannya.

Yoona mulai menarik salah satu kursi terdekat dari meja Luhan tanpa melepaskan tangan Luhan yang masih menggenggam erat, lalu mulai duduk dan kembali mengusap lembut punggung lebar itu.

“sstt.. tidurlah, Sajangnim. Aku ada di sini. Tidurlah dengan lelap. Jangan menangis. Aku akan selalu menemanimu.” Tanpa sadar bibir mungil miliknya berucap, terdengar begitu tulus dan lembut, tanpa adanya keterpaksaan.

“permisi, Saja..” ucapan salah satu Pegawai dari Divisi Financial tergantung kala matanya mulai membulat saat menangkap satu pemandangan yang menurutnya WOW.

Terlihat Yoona mulai menggeliat kecil, menandakan ia akan segera mengakhiri perjalanan fantasi alam mimpinya, begitu pun dengan Luhan. Kedua iris Yoona kontan membelalak, dan sontak menjaga jarak dengan Sajangnim nya yang sebelumnya tengah memeluknya erat. Kontan, Luhan kembali mendapatkan kesadarannya tanpa adanya embel-embel menggeliat ataupun menguap lagi.

“ma-maafkan saya, Sajangnim. Tadi saya.. Yoona-ssi.. ah, maafkan saya.” Pegawai itu kehilangan kata-katanya, wajahnya kini sudah memerah layaknya tomat segar yang hendak dipanen.

Yoona membungkuk hormat, berusaha meminta maaf atas apa yang baru saja dilihatnya.

“bisakah kau mengetuk pintunya terlebih dahulu, KyungSoo-ssi?!” seru Luhan, berusaha menutupi rasa malu yang sudah di ubun-ubun.

“ma-maafkan saya. Saya permisi.”

Blam.  Pintu tertutup keras, meninggalkan sepasang insan yang tengah dikuasai degupan jantung yang tak beraturan, dan kupu-kupu penghuni perut keduanya mulai menari indah bersamaan dengan khayalan keduanya yang mulai berasumsi mengenai apa saja yang terjadi selama kedua pasang mata itu tertutup rapat.

“ma-maafkan saya, Sajangnim. Aku..”

“mengapa kau tidur di sini?”

“nde?!”

“kau.. mengapa kau tidur di sebelahku? Apa yang baru saja kulakukan padamu? Apa aku menyakitimu? Jelaskan semuanya padaku, Yoona-ssi.” Ujar Luhan seraya tertunduk malu.

“ah, itu.. sebenarnya aku tidak tahu pasti apa yang terjadi. Tapi.. sebelumnya aku tengah mengerjakan berkas-berkas yang kau perintahkan, lalu.. ah, aku tidak yakin harus menceritakan hal ini atau tidak.”

“cepat ceritakan semuanya, Yoona-ssi, atau kau akan kupecat!” desak Luhan, ia sendiri tak berani membayangkan apa yang terjadi di antara dirinya dan Yoona, terlalu mengerikan. Bagaimana jika dirinya lah yang memaksa Yoona dan menyakiti gadis itu? Tidak, membayangkannya saja sudah sangat mengerikan, apalagi jika Yoona nya menjauh darinya lantaran peristiwa ini.

“itu.. kau.. Sajangnim mengigau.” Ujar Yoona ragu.

“nde?!” pekik Luhan, ia sama sekali tidak mengerti saat ini.

“iya, kau mengigau dan terus memanggil Eomma mu, lalu.. kau.. menangis.”

Luhan terpaku, dalam hati ia merutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dia melakukan itu semua di saat Pegawai nya tengah bersamanya, itu sama saja membongkar semua kelemahannya. Bodoh! Xi Luhan, kau sangat bodoh! Rutuknya dalam hati.

Luhan berdeham kecil, “mm.. itu..”

“lalu, aku tidak tega melihatnya, jadi aku memutuskan untuk menemanimu. Mm.. aku juga mengusap punggungmu. Maafkan kelancanganku.” Sela Yoona, semakin membuat Luhan terpaku. Yoona mengusap punggungnya? Itu adalah suatu keajaiban Tuhan.

“eum, tidak apa-apa.” Hanya kata-kata itu yang dapat Luhan lontarkan.

“baiklah, saya pemisi sebentar, Sajangnim.”

“Yoona.” cegah Luhan saat Yoona baru akan memutar knop pintu ruangannya, membuat gadis itu berbalik menghadapnya.

“terima kasih kau sudah perduli padaku.” sambungnya dengan suara kecil, mungkin terlalu malu untuk mengutarakan itu pada gadis yang kau cintai.

Yoona mulai mengembangkan senyum simpulnya. “eum, tidak perlu berterima kasih, Sajangnim.”

Sepeninggal Yoona, Luhan langsung mengecek degup jantungnya, dan seperti dugaan nya, seakan tengah berpacu di arena pacu kuda, organ tubuhnya yang satu itu berdegup dengan kencangnya. Setelahnya tangannya beralih pada wajahnya, merasakan betapa hangatnnya wajahnya saat ini, dan ia sangat yakin, semburat meah jambu itu pasti sudah bersemayam indah di kedua pipinya.

Di sisi lain, Yoona tengah menyandarkan tubuhnya pada dinding kamar mandi kantor, seakan sudah berjodoh, ia pun melakukan hal yang sama seperti yang Luhan lakukan di ruangannya.

Kini dia mulai memutar kran air, membasuh wajahnya, berusaha menghilangkan semburat merah jambu nya, seraya berusaha mendapatkan kembali akal sehatnya. Apa yang baru saja dilakukannya saat Luhan menangis dalam tidurnya sungguh di luar akal sehatnya.

“Tuhan, mengapa jantungku selalu seperti ini jika dia bersama ku? Apa.. aish, tidak mungkin. Jangan gila, Im Yoon Ah! Kembalilah sadar, status kalian jauh berbeda! Aish, aku pasti sudah gila. Ini pasti efek kejadian tadi, ya pasti.”

******

TO BE CONTINUED

Long time no see guys.. back in time.. kembali…

18 thoughts on “BACK IN TIME 6

  1. Maaf ya baru ngasih coment,klo boleh minta momen JoNa,jongki n yona,kasian jongkinya,2 chapter lc,kasiiiiiian jongki,,,ntar buat luhan n minho berjuang merebutkn hti yona yg ikut mati tatkala ingtan dengan jongki kembali,,,,.

  2. Ini udah chapter 6 ya?
    Aku belum baca chapter2 yg sebelumnya :3 Mian, Thor 😁
    Besok bakal aku baca deh ^^
    Btw, aku suka sama ff ini nih (0.0) Ada Joong Ki nyaaaaa 😆😆😆
    Next next Thor, hwaitiing!

  3. Sorry thor jd siders sementara. Hehehehe.
    Thor chap7nya agk d cptin y, q jg bingung nih nnt pairingnya yoona-song joongki / yoona-minho / luyoon?? Tp knp joong ki gk cpt* ngasih ingatan kembali k yoona? Kan kasihan yoonanya. Minho sm luhan jg jgn berantrm trs dong kasian yoonanya tau. Hehehe. Y udh comentq kebanyakan. Udh y thor, tunggu chap7nya………..
    FIGHTING!!!!

  4. DAEBAK.. ff terkereeeen… ayo chingu di tggu kelanjutannya. Oh luyoon feels. Kangen luhan… ff ini mengobati rasa rindu luyoon shipper. Gomawo chingu. Hwaiting

  5. akhirnya update juga udah lama banget thor duuuh lucu hantu joongki cemburu ditmbah minho luhan klau ketemu selalu saja ribut next thor….

  6. luhan minho klo ktmu aneh2 aja deh bertengkarnya..
    pnsran sma masa lalu yoona joong ki
    kpan yoona bisa kmbali lagi ingatannya??
    buat yoong cpet balik lagi ingatannya dan cpet brsatu sama luhan ya thor..
    klo luyoon brsatu minho gmna??

  7. Akhrnya updte jg lnjutnya…
    Seneng deeehh luhan ma yoona udh mulai suka aplgi td momentnya bnyak..
    Next part jgn klmaan thor

  8. Tidaaaaak! Kenapa harus tbc T.T thor next chap pliiss jangan lama2 mereka udah saling suka thor, ayolah buat mereka segera bersatu ^o^

  9. Nunggggggggguuuunya lama bangetttttttt kirain dah berhenti??luhan dan minho bersaing sama makhluk dunia lain penasaran yoona milih siapa???plissssss updatenya jgn lama yaaaaaaaaaa

  10. wah q pkr g akn lnjt lg heheheh akhrnya dlnjt jd yoona luhan udah mulai jth cinta n joongki marah knp dia g coba berhub lg ma yoona…pasti ntar luhan minho tmbh brntm

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s