(Freelance) The Bad Neighbor (Chapter 1)

page 1

(Freelance) Multichapter: The Bad Neighbor Chapter 1

Title          : (Freelance)The Bad Neighbor Chap. 1

Author       : riskaagustyaa

Length       : Multichapter

Main Cast   :

  • EXO Member (Xiumin, Suho, Baekhyun, Chanyeol, D.O, Lay, Kai, Sehun, Chen)
  • Im Yoona
  • Bae Irene
  • Son Wendy
  • Hwang Tiffany
  • Jeno as Bae Jeno
  • Na YeonHee (Irene & Jeno Mother * Yoona & Wendy Aunt)
  • Song HyunJae (Exo Manager)

Genre        : Romance, Family, Comedy

Disclaimer   : Fanfiction ini terinspirasi dari web drama Exo Next Door.       Selebihnya cerita merupakan asli dari karangan author sendiri.

 

“Hei … dengarkan aku!Aku punya berita baik untuk kalian.” Manager Song berujar setelah ia mendudukkan dirinya dihadapan sembilan pria yang duduk membentuk setengah lingkaran. Sembilan pria itu hanya terdiam, memandang penasaran kearah sang manager yang selama ini selalu bersama mereka bersembilan. Apa yang diakatakan Song Hyunjae ditambah dengan nada suaranya yang membuat penasaran. Tidak mampu untuk menutupi keingintahuan mereka tentang berita baik itu.

Manager Song tersenyum menggoda, melihat wajah-wajah penasaran dihadapannya. “Ahh ..palli Hyung. Apa kau mau menggoda kami?!” suara sengit itu keluar dari mulut pria termuda yang ada diantara Sembilan pria itu. Manager  Song terkekeh pelan, “Arraseo … Arraseo ..” ucapnya.

Sebuah amplop putih besar mendarat dengan mulus diatas meja yang ada diantara mereka semua. Mereka yang ada disana saling menatap dengan bingung kepada sang manager dan amplop yang baru saja diletakkannya diatas meja. “Apa ini?” tanya sang magnae lagi.

“Kau boleh membukanya Sehun.Kurasa semua hyungmu juga ingin tahu apa isi didalamnya.”

Sehun menatap managernya itu sebelum akhirnya mengambil amplop putih itu.sehun membukan dan menemukan beberapa lembar kertas foto. Dan gambar yang berada dilembar kertas foto itu adalah sebuah rumah dan segala sudut ruangan dan fasilitas yang dimiliki rumah itu.sehun bergiliran mengoper foto-foto itu kepada kakak laki-lakinya yang lain.

“Apa kau berencana membeli rumah baru?Hyung, ayolah, jangan main-main.Kami semua sudah cukup lelah untuk hari ini apalagi untuk ikut memberikan komentar mengenai rumah ini” kali ini seorang pria yang ditunjuk sebagai leader dikelompok sembilan pria itu yang bersuara.Apa yang dikatakan suho memang benar, wajah-wajah kelelahan begitu tergambar jelas diwajah tampan yang mereka miliki. Sebenarnya, mereka sudah merasa kesal saat sang manager mereka meminta untuk tidak langsung kembali ke dorm karena ingin membicarakan sesuatu. Dan jika pembicaran sesuatu yang seperti ini, bisakah Song Hyun jae membicarakannya besok. Apa dia tidak tahu bahwa Suho, Xiumin, Baekhyun, Kai, D.o, Canhyeol, Lay, Sehun,Chen sudah sangat membutuhkan istirahat, setelah seharian menyelesaikan jadwal mereka sebagai boy group papan atas Korea.

HyunJae kembali terkekeh sebelum memulai pembicaraannya, “Baiklah. Aku akan langsung saja, melihat wajah kalian yang seperti ini cukup menyeramkan. Rumah ini akan menjadi dorm baru kalian. Bukankah rumah ini bagus dan nyaman?”Hyunjae mengakhiri ucapannya dengan senyum sumringah.

Tapi hal itu justru berbanding kebalik dengan wajah Sembilan pria dihadapannya.Mereka masih saja menatap Hyunjae dengan bingung dan aneh. Hyunjae berdecak kesal melihat tingkah bodoh pria-pria yang selama ini ia asuh, “haissh …!! Sepertinya rasa lelah kalian ini membuat otak kalian berjalan lambat.”Gerutu hyunjae dengan kesal yang dibalas wajah sengit dari beberapa pria yang ada dihadapannya.

“Jadi begini.Apa kalian tidak ingat saat Sooman Seosangnim menjajikan sebuah hadiah pada kalian pada saat kalian akan debut? Terserah kalian ingat atau tidak. Yang pasti karena sooman seosangnim sudah berjanji akan memberikan kalian hadiah kalau kalian berhasil melampaui penjualan album DBSK SNSD dan juga Super Junior ditambah dengan banyaknya daesang yang telah kalian dapatkan. Sooman seosangnim memutuskan untuk memberikan hadiah itu sekarang.Dan itulah hadiah kalian.Kalian tidak harus lagi berdesak-desakan di apartement. Karena, sooman seosangnim menyewakan kalian sebuah rumah, ingat sebuah rumah! Sebuah rumah dengan fasilitas yang lengkap untuk kalian tinggali selama kalian adalah member  EXO. Dan rumah itu adalah rumah yang akan kalian tinggali.”Akhir dari penjelasan Song Hyunjae yang membuat semua kesembilan member EXO sedikit merasa tercengang.

“jadi, karena penjualan kita berhasil mengalah para sunbae. Kita mendapatkan kesempatan tinggal di sebuah rumah yang akan menjadi Dorm kita?”Suho bertanya untuk kepastiannya kepada Hyunjae, yang dibalas dengan anggukan yakin managernya itu.

“Daebak!”secara bersamaan Lay dan Sehun berseru setelah mengerti apa yang sedari tadi mereka bicarakan.  Begitu pun dengan semua member EXO yang lain mereka merasa senang dengan berita ini. “kurasa kita harus berterima kasih dengan Sooman seosangnim.” Celetuk Chanyeol yang balas anggukan yang lainnya.

“Tapi, bukankah itu bisa membuat artisnya lainnya merasa tidak adil?” Do bertanya dengan menampakkan wajah resahnya. Pasalnya, entah mengapa ia merasa tidak enak dengan ini. Mereka hanya seorang junior, mereka anak baru tapi mereka sudah mendapat fasilitas semacam ini.

Hyunjae menyetuh bahu Do yang duduk tak jauh darinya, “Kau tidak perlu khawatir Kyungsoo-ah, mereka semua sudah mendapatkannya.” Do menatap sanksi kepada Hyunjae, “Changmin, dan Yunho  mendapatkan jatah saham SM Ent. Yang cukup besar begitupun dengan BoA dan Kangta, SNSD mendapat mobil van baru dengan spesifikasi dan harga yang paling tinggi ditambah dengan masing-masing member yang mendapat manager, asisten, team make up& wardrobe dan mobil sendiri-sendiri, bagaimana dengan Suju? Kalian tahu kalau saat ini SM membuatkan perusahaan dan management sendiri untuk kelangsungan karir mereka.Jadi, kalian tidak perlu merasa khwatir. Oke Do.” Penjelan Hyunjae kemudian membuat semuanya termasuk Do yang mengajukan pertanyaan mengaggukan kepalanya paham.

Manager Song bangkit dari duduknya, “Baiklah.Semua sudah jelas sekarang. Kalian bisa kembali ke dorm dan beristirahat karena besok siang kita akan ke Singapore.Dan juga mulai packing untuk pindah. Karena, kita pindah minggu depan.” Manager  Song mengakhiri pembicaran mereka.

~

Malam baru saja menunjukka pukul delapan malam. Dan Yoona baru saja memakirkan Mercedes Benz E-Coupe miliknya tepat didepan rumahnya atau lebih tepatnya rumah bibinya yang berada di cluster perumahan Mt. Bukhan Pyeongchang-dong di pusat kota Seoul. Suasana perumahan yang cukup nyaman begitu terasa dikawasan itu. udara yang dimilikinya jauh lebih segar dari tempat lainnya, suasana rindang juga begitu menenangkan dengan banyak pohon, ditambah lagi semua rumah yang berada di cluster ini tidak memiliki pagar, didepan bangunan utama rumh adalah sebuah halaman yang cukup luas sampai trotoar yang menjadi batas antara jalanan umum dan halaman rumah. Jadi banyak dari para warga yang tinggal disitu memanfaatkan halaman depan belakang mereka yang cukup luas untuk menjadikan taman yang cantik.

Yoona berjalan melewati taman bunga kecil tapi cantik dihalaman rumah sebelum mencapai bangunan rumahnya. Dengan wajah yang lumayan suntuk Yoona menekan tombol password pintu rumahnya.Ia melangkah masuk dan mengganti high heels yang dikenakannya menjadi sandal rumah.  “Aku pulang” pekiknya memberitahukan keberadaannya kepada orang-orang yang juga tinggal dirumah itu.

Yoona melanjutkan langkah menuju dapur saat tak ada satupun orang yang menyahutnya. Setelah melihat jam dipergelangan tangan kirinya, ia yakin dijam segini pasti bibinya tengah menyiapkan makan malam. Benar saja, ia menemuka seorang wanita paruh baya yang sedang sibuk menata meja makan yang sudah terisi penuh dengan beberapa hidangan, hanya tempat utama atau tempat yang paling tengah dari meja makanitu belum terisi. Sepertinya menu makan malam utamanya belum matang.

“Imo ..” sapanya pada wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.

“Oh, Yoongie ..kau sudah kembali.” Balasnya tanpa mengalihkan pandangannya dari sendok yang sedang ia tata diatas meja. Yoona tetap menganggukan kepalanya walaupun bibinya tidak melihat karena terlalu focus pada kegiatannya. Yoona memandang sekitar dan benar-benar yakin menemukan bahwa bibinya sendirian didapur yang terhubung keruang meja makan itu.“Imo, kenapa sendiri?Wendy dan Irene tidak membantumu? Dimana Jeno?” tanya Yoona kemudian sambil meletakan tas, kunci mobil, dan mantel yang dari tadi disampirkannya dilengah kirinya diatas buffet tak jauh dari dapur. Ia lalu mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas dan meminumnya.

“Imo sengaja menyiapkannya sendirian. Imo menyuruh Irene dan  Wendy untuk mulai membersihkan rumah sebelah karena kurang dari seminggu akan mulai ditempati.” Jawab bibi Yoona –Nyonya Na Yeon Hee.Yoona menjauhkan botol minum dari mulutnya.

“Jadi, rumah sebelah sudah ada yang menyewa?”

“Ya. Dua hari yang lalu kami sudah menandatangami surat perjanjiannya. Kau tahu berapa lama mereka akan menyewa Yoong?”Yoona menggeleng mendengar pertanyaan bibinya.

“Dua tahun.Dan belum lagi mereka mengatakan ada kemungkinan perpanjangan kontrak.”Bibi Na kembali menimpali dengan semangat.

“ahh .. mungkinkah mereka pengantin baru ?” tanya Yoona lagi.

“Aniya… mana mungkin ada pengantin baru yang memilih menyewa rumah dengan harga yang mahal, kalau mereka bisa membeli rumah sendiri.Lagipula, rumah itu terlalu besar untuk ditinggali oleh sepasang suami istri.”Kini Bibi Yoona sibuk memotong timun sebagai pelengkap masakannya malam ini.“Lalu siapa?”

“yang mereka bilang, yang akan tinggal disana dalam beberapa pria muda.” Jawab Bibi Na.Yoona sedikit sanski mendengar penuturan bibinya itu.“Imo? Kau bilang beberapa pria muda ..apa kau tidak curiga akan sesuatu yang tidak baik?” Setelah cukup mengabaikan Yoona akhirnya bibi Na menolehkan kepalanya menatap Yoona yang sedang bersandar disisi lan counter dapur. “Arra.Tapi, mereka sudah menjamin kalau mereka ini bukanlah orang-orang semacam itu.rumah itu hanya akan dijadikan sebuah asrama. Yaa semacam itulah.”Penjelah bibi Na masih membuat Yoona meragu.

“Apa jaminannya?” tanyanya lagi.Bibi Na menghembuskan nafanya, kemudian menghentikan kegiatan potong memotongnya. “Nona Im, sudahlah tidak ada yang perlu kau khawatirkan. Serahkan semuanya pada imo.Kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan imo yang akan menyelesaikannya.”Setelah mengakhiri perkataannya bibi Na kembali pada aktivitas sebelumnya.Sedangkan, Yoona mengangkat bahunya, menyerah.

“Baiklah, terserah imo.”Ucapnya sambil meletakkan botol minumnya, dan meraih barang-barangnya, “Aku keatas dulu imo.Aku mau mandi.”Lanjut  Yoona kemudian sambil berlalu menuju tangga yang menghubungkannya kekamar tidurnya yang berada dilantai dua rumah itu.

Setelah selesai mandi dan membuatnya diri kembali terlihat segar, Yoona kembali berjalan ,mneuruni tangga dan menuju dapur ia menemukan sang bibi kini sedang menatap kagum hasil masakannya sendiri. Yoona hanya tersenyum melihatnya. Walaupun ia single parents tapi dia adalah seorang ibu yang hebat walau terkadang ia bisa berubah menjadi menyebalkan. terkadang itulah yang membuat Yoona merasa iri dengan kedua sepupunya itu.

“Imo…” panggil Yoona yang membuat Bibi Na sedikit tersentak.

“Oh , sayang … kau sudah selesai?” Yoona menganggukan kepalany.“Imo, mereka semua belum kembali?” kali ini giliran bibi Na yang menggeleng. “Ahh ..iya, bisakah kau panggilkan Irene dan Wendy dirumah sebelah dan juga tolong telfonkan Jeno yaa .. imo mau kekamar mandi dulu.” Pesan bibi Na pada Yoona sebelum menghilang dibalik pintu kamar mandi.Yoona lalu segera melangkahkan kakinya. Setelah berada diluar rumah sambil berjalan menuju rumah yang terletak di sebelah rumah yang ditinggalinya, ia berjalan sambil mencoba menelfon seseorang.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya panggilan itu terjawab, “Nde Noona?” sapa orang diseberang sana. “Yaa… Jeno-yaa dimana kau?Ibumu memintamu segera pulang untuk makan malam.” Samar-samar Yoona mendengar suara bising music ia juga merasa Jeno harus berteriak saat bicara dengannya ditelfon. “Yak! Jeno! Jangan-jangan kau …”

“Aniya!Aku ada di Hongdae street sekarang.Sedang ada festival music jalanan disini.Jadi, aku datang. Kalian tidak perlu menungguku, makan saja duluan .aku tidak bisa jamin bisa sampai rumah tepat waktu.” Terang Jeno diseberang telfon.

“Yaak! Hey Jeno! Kenapa kau tidak bilang pada ibumu?” tanya Yoona lagi.

“Sudahlah, Yoona Noona. Aku tutup dulu yaa ..annyeong ..” bukannya menjawab pertanyaan yang diajukan kakak sepupunya, jeno malah seenaknya memutus sambungan telfon. Yoona menatap kesal layar ponselnya, “Dasar anak ini!” gerutunya.

Ia telah sampai didepan pintu rumah yang ditujunya.Ia mulai masuk kedalam rumah itu yang passwordnya memang ia ketahui. Baru saja selangkah memasuki rumah itu, Yoona sudah bisa mendengar sayup-sayup umpatan dan gerutuan suara wanita.Yoona dengan jelas mengenal pemilik suara itu dengan baik.

“Ckckckck … apa yang kalian lakukan?Kulihat tidak ada yang berubah dari tempat ini.” Ujar Yoona saat dirinya menemukan dua orang gadis diruang tengah rumah besar  itu. kedua wanita itu menoleh dan menatap Yoona dengan sengit.

“Jangan bicara!Kalau kau tidak mengerjakan apapun!” ketus Wendy dengan kesal.Yoona hanya terkekeh menanggapinya, “Baiklah baiklah, aku minta maaf.Kajja, kita pulang imo sudah menyiapkan makan malam untuk kalian.”Mendengar ajakan Yoona, Wendy dan Irene secara bersamaan melempar sapu dan kemoceng yang ada ditangannya.Lalu menghempaskan diri mereka diatas lantai.

“Ya … Yoong ..berarti kau sudah tahu kan, rumah ini akan segera berpenghuni?” tanya Irene pada Yoona yang sibuk memandang kesekelilingan ruangan itu. “Yaa ..” Jawab Yoona sambil menganggukan kepalanya.

“Aku benar-benar tak habis fikir bagaimana eomma bisa menyetujuinya saat tahu bahwa mereka yang tinggal disini adalah beberapa pria muda ..apa eomma tidak takut kalau misalnya pria-pria muda itu ternyata teroris yang sedang bersembunyi, atau Bandar narkoba.” Irene mengeluarkan unek-uneknya dengan diikuti anggukan semangat Wendy.

“Well ..aku sudah mengatakan pada eomma-mu.. dan ia bilang kalau mereka berani menjamin orang-orang yang akan tinggal disini adalah orang baik-baik.” jawab Yoona.

“Apa jaminannya?” secara bersamaan Wendy dan Irene bertanya. Yoona mengangkat bahunya, karena memang ia sendiri tidak tahu apa jaminan yang dimaksud bibinya itu. “Eomma-mu juga bilang apapun yang terjadi ia yang akan mempertanggung jawabkannya.”Lanjut Yoona kemudia.

“Ckckckck … itulah eomma-mu, Eonnie.” cibir Wendy pada Irene yang menatapnya kesal.

“ya sudahlah! Aku tahu kalian kesal bukan karena siapa yang akan tinggal disini, Karena aku tahu kalian itu tidak akan peduli. Kalian kesal karena disuruh untuk membersihkan tempat ini bukan.”Apa yang dikatakan Yoonamemang tepat sasaran, tapi Wendy dan Irene sama-sama memilih bungkam. Yang sebenarnya mereka juga membenarkan.

~

sedang sibuknya bekerja dibalik layar I-Macnya, Yoona merasa ada seseorang yang duduk diseberang meja kerjanya. ia beralih dari layar i-macnya dan melihat seorang wanita yang terduduk dihadapannya dengan wajah yang kesal. “Waeyo?” tanya Yoona pada salah satu rekan kerjanya yang juga sahabat dekatnya. Yoona sendiri kembali focus pada pekerjaannya.

“Aku benar-benar kesal saat ini, Yoong!” gerutu wanita itu tanpa mengatakan maksudnya yang jelas. “Apa yang membuatmu kesal, steph?” tanya Yoona lagi.

“Aku enggan membahasnya.Kemana kau setelah pulang kerja?” gantian Tiffany yang balik bertanya pada Yoona. “kapan? Sekarang?”Yoona bertanya balik memperjelas pertanyaan Tiffany. “Ya”

“Pulang kerumah.Aku malas kemana-mana setelah pulang kerja, aku ingin dirumah saja.”Yoona mengutarakan keinginannya setelah pulang kerja.

“ya sudah .. aku ikut kerumahmu yaa? Aku bosan di apartement sendirian..” uajr Tiffany lagi. Tanpa banyak berfikir Yoona menganggukan kepalany. “baiklah…”

“Okay … kalau begitu aku kembali kemeja kerjaku dulu yaa .. Bye Yoongie.” Tiffany berlalu dan Yoona hanya membalasnya dengan deheman tanpa menatap kepergian Tiffany.

~

Exo baru saja selesai berpose di red carpet untuk ajang penghargaan music tahunan yang mereka hadiri saat ini.Mereka segera pergi menuju keruang ganti yang telah disediakan khusus oleh staff acara.Beberapa diantara mereka ada yang langsung ditangani oleh para stylist dan beberapa yang lainnya memilih sibuk sendiri-sendiri.

Pintu ruang ganti kembali terbuka, dan menampilkan Song Hyunjae dan seorang staff, “Exo kalian akan segera naik stage sepuluh menit lagi. Mohon untuk segera mempersiapkan diri.” Setelah mengatakan itu, staff itu berlalu.Para stylist langsung berusaha untuk kembali merapihkan penampilam artisnya itu.Manager Song melihat untuk sebentar sebelum akhirnya ikut berlalu meningglakan ruangan itu.

~

Yoona bersamaan dengan Tiffany baru saja tiba dirumah bibi Na setelah pulang kerja.Seperti yang dikatakan Tiffany sebelumnya, gadis itu benar-benar ikut kerumah bibi Na. saat mereka mulai turun dari mobil, pandangan Tiffany sudah disibukkan dengan para pekerja dari agen pindah rumah yang sibuk memindahkan beberapa barang-barang kedalam rumah yang ada disebelah rumah bibi Na.

“Apa rumah itu akan segera ditempati?” tanya Tiifany pada Yoona sambil mengikuti langkah gadis itu masuk kedalam lingkungan rumahnya. Yoona mengangguk, “ya ..sejak beberapa hari yang lalu barang-barangnya sudah mulai dipindahkan.” Jelas Yoona. “Kurasa yang akan tinggal disini ada seseorang yang istimewa. Barang-barangnya saja lengkap sekali.” Lanjut Yoona kemudian.Tiffany hanya terkekeh tanpa banyak bertanya.

Sesampainya didalam rumah, setelah menyapa bibi Na. Tiffany langsung saja berlalu dan naik keatas menuju kamar Irene.Membuat Yoona dan Bibi Na saling menatap bingung.Setelahnya, Yoona langsung mengikuti Tiffany kekamar atas.

Yoona membuka kamar Irene, dan menemukan pemandangan yang dimana, ada tiga orang gadis tiduran telungkup dan berjejer diatas tempat tidur sambil pandangan sama-sama tertuju pada layar laptop didepan mereka.Sepertinya mereka tidak menyadari kehadiran Yoona.

“Apa aku melewatkan banyak?” suara itu berasal dari Tiffany.

“Cukup banyak kurasa. Kau melewatkan red carpet, pembukaan, dan penghargaan pertama yang didapatkan Exo.” Balas Wendy yang disetejui Irene.

“Aisshh … benar-benar!! Kenapa aku bisa ketinggalan sebanyak itu … menyebalkan..!!” gerutu Tiffany.

“Tenang saja eonnie.Exo masih belum performance.Dan lagi kuyakin Exo akan kembali mendapatkan daesang.”Irene mencoba menenangkan Tiffany yang merasa buruk karena melewatkan banyak bagian dari artis idolanya itu.

“Aigooo ..kenapa Do oppa semakin hari terlihat semakin mempesona.” Desis Wendy berlebihan.

Yoona yang mendengar dan menyaksikan itu semua, hanya menggelengkan kepalanya.Ia tidak habis fikir dengan wanita-wanita didepannya ini. Mereka sudah bukan anak gadis remaja.Tapi, tingkah mereka saat membicarakan idola mereka yang, hebohnya melebihi anak remaja.

“Ckckckckckck … Jadi, ini alasanmu ingin ikut kerumahku, Steph?” pertanyaan Yoona membuat semuanya menoleh kepadanya. Tiffany tersenyum canggung, “Wi-Fi dirumahku error .jadi, aku kesal. Aku tidak ingin ketinggalan acara ini.Jadi, aku putuskan untuk nonton streaming disini bersama exo-l yang lainnya.Iya kan?”Tiffany begitu antusias begitupun dengan Wendy dan Irene.

“Yaa ..Yoong.Mau ikut menonton bersama?” Tanya Irene, yang mampu membuat Yoona bergidik ngeri mendengarnya. “Shirreo!”

Yoona memutuskan untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang belum selesai tadi dikantor.Ia mulai membukan laptop dan buku sketsanya, dan mulai mengerjakan pekerjaannya,

Baru saja setengah jam berlalu, Yoona sudah dikejutkan oleh suara teriakan yang cukup ramai dari kamar sebelahnya. Ia mengelus dadanya yag terasa naik turun saat terkejut tadi. Tahu siapa pelakunya.Yoona dengan kesal segera keluar dari kamarnya. Dan ia menemukan dua orang lainnya yang sedang menatap kesal kearah pintu yang membuat kehebohan dadakan itu. dengan bersama-sama mereka membuka pintu itu. dan menemukan tiga orang wanita yang tengah saling memeluk sambil berloncat-lancatan. Ketiganya terkejut dengan kedatangan Yoona , bibi Na, dan Jeno yang tiba-tiba. Membuat mereka hanya saling menatap.

“Exo … berhasil ..memenangkan ..daesang ..lagi.” Irene dengan pelan-pelan memberitahu kenapa mereka berteriak heboh seperti tadi.

“YAKKKK!!!!” teriakan itu dihadiahkan untuk Tiffany, Wendy, dan Irene. Oleh Yoona, bibi Na, dan Jeno.”

~

“Sebenarnya apa yang istimewa dari Exo?! Mereka hanya bisa menari-nari diatas panggung.Tapi begitu digilai banyak orang. Yak!! Apa kalian ini anak-anak remaja tanggung, kenapa begitu bersikap kekanakan seperti itu! seharusnya diusia kalian yang sekarang ini, kalian sudah memikirkan tentang masa depan. Pikirkanlah menikah!!” dipagi hari yang cerah sudah disambut dengan omelan bibi Na kepada putri dan juga keponakannya itu, karena sudah membuat keributan semalam.“Eomma, mereka memikirkan menikah. Tapi, dengan salah satu member exo itu.” gurauan Jeno membuat Wendy dan Irene kompak  berniat menghadiahkan pukulan kerasa kekepala pria itu. Jeno berhasil mengelak.Dengan kompak Yoona dan Jeno cekikikan melihat Wendy dan Irene lagi-lagi diomeli karena kegilaan mereka pada boy group exo itu.“Heuh!!Teruslah bermimpi!!” ketus bibi Na sambil meletakan mangkuk berisi nasi diatas meja makan.

“Eomma, sebenarnya mereka itu bisa bernyanyi dan acting.” Lirih Irene yang sialnya didengar oleh Eommanya, merasa tahu akan meledak lagi Irene segera memeluk eommanya itu, “Aniya eomma … akulah yang salah ..baiklah aku yang salah.” Irene memeluk eommanya dengan kuat tanpa memperdulikan eommanya yang terus berontak.

Setelah berhasil melepaskan pelukan putri satu-satunya itu, ia dengan berapi-api berujar, “Kalau aku sampai menemukan hal seperti semalam atau tingkah gila kalian karena si exo itu. kupastikan kalian tidak akan pernah melihat koleksi album itu lagi.” Ancam bibi Na kepada Irene dan Wendy yang langsung membuat keduanya ciut, diam membisu.

“Hahahahaha ,,, rasakan itu nona-nona.” Jeno tertawa dengan bahagia sambil meledek kedua kakak perempuannya itu.“Yakk! Kau juga Jeno! Berhenti melihat para girlgroup itu menari seksi. Atau eomma pindahkan kau kesekolah umum!.” Ancaman yang tak kalah menyeramkan juga keluar untuk Jeno.Membuat jeno diam tidak berkutik.

Yoona sendiri hanya menggelengkan kepalanya, melihat kekisruhan yang terjadi dimeja makan pagi ini.

Setelah menyelesaikan sarapan mereka yang penuh emosi.Bibi Na meminta semuanya untuk tidak beranjak. Karena tahu, kondisi wanita paruh baya itu sedang panas akan emosi semuanya tidak ada yang membantah. “Aku ingin kalian tahu, bahwa, aku sudah mengundurkan diri dari pekerjaanku.”

Apa yang dikatakan oleh bibi Na membuat yang ada disana merasa shock dan terkejut. “Waeyo eomma?Apa eomma dipecat?” Tanya Jeno.

“Yak! Bodoh! Bukankah sudah kubilang kalau aku yang mengundurkan diri.” Balas bibi Na dengan ketus.Jeno merutuki kebodohannya.Tak hanya Jeno Yoona, Wendy, dan Irene juga menatapnya dengan horror.

“ada pekerjaan lain yang ditawarkan padaku. Kebetula pekerjaan ini juga adalah kesukaanku..bayaran yang kuterima pun cukup banyak. Jadi, terhitung mulai hari ini aku tidak lagi seorang dosen.” Penjelasan dilanjutkan oleh bibi Na.

“Eomma kau mendapat pekerjaan apa?” kali ini Irene bertanya dengan hati-hati.

~

“Mwoya?? Pekerjaan macam apa itu?! bagaimana mungkin eomma bisa menyia-nyiakan gelar profesornya demi menjadi tukang masak.” Irene mengeluarkan kekesalannya setelah keluar dari rumahnya. “Yaa ,, memasak itu hidupnya. Kalau eomma mendengar, kau kupasikan hancur lebur.”timpal Jeno.

“Aku benar-benar penasaran siapa sih mereka yang akan tinggal dirumah sebelah?”Wendy penasaran sambil menatap rumah sebelahnya diikuti oleh Jeno, Yoona, dan Irene. “Mereka bisa membuat imo menjadi pengangguran dan beralih menjadi pelayan mereka dalam sekejap.” Lanjut Wendy lagi.

“Sudahlah.Mungkin imo punya alasan yang tepat. Kajja! Kita berangkat kerja dan Jeno kau harus sekolah.”Yoona mencoba mengakhiri ini.

“Aku ikut mobilmu”Irene mendahului langkah yang lainnya dan masuk begitu saja kedalam mobil Yoona.

“Aku juga”

“Aku juga, noona.”

Dan diikuti oleh Wendy dan Jeno.Yoona memutar bola matanya malas. Jika, sudah seperti ini berarti ia harus mengatarkan para penumpangnya itu ketempat tujuan mereka masing-masing dipagi ini. Yoona mendesah dengan pasrah dan dengan berat berjalan menuju mobilnya. Hari ini akan menjadi pagi yang panjang untuknya. Mengantarkan Irene kerumah sakit di gangnam, mengantarkan wendy ke tempat bimbingan belajar b,inggris di cheondamdong, mengantarkan Jeno ke tempat sekolahnya SOPA di Guro. Lalu ketempat kerjanya sendiri di Ulsan.Ia bisa pastikan dirinya akan terlambat sampai dikantornya sendiri.

~

Exo baru saja tiba kembali di Incheon Aiport setelah menghadiri sebuah acara penghargaan music di Beijing. Saat ini mereka sudah berada dalam mobil menuju kantor pusat agensi mereka, SM entertainment. Didalam mobil van yang berisi Suho, Sehun, Baekhyun, Kai, dan Chanyeol ditambah dengan supir dan manager mereka Song Hyunjae.Sedangkan yang lainnya berada di mobil van yang lainnya.Hyunjae yang duduk disebelah supir menoleh kebelakang menatap member exo yang ada didalam mobil itu.

“Kalian akan pindah malam ini.Setelah mengisi acara di Sukira. Kalian yakin tidak ada yang tertinggal lagi diapartement kan?” tanya Hyunjae. Sehun menganggukan kepalanya. “Sudah kami pastikan tidak ada yang tertinggal hyung.” Timpal Suho.

Hyunjae menganggukan kepalanya mengerti.“Baiklah kalau begitu.Barang-barang kalian semua sudah dipindahkan dan ditata dirumah baru kalian. Do,Xiumin, Lay, dan Chen. Baru akan pindah besok setelah mereka kembali dari busan besok pagi. Setelah mengahadiri acara radio mereka akan langsung terbang ke Busan.”Penjelasan Hyunjae diabaikan oleh semua member Exo.Mereka terlalu lelah untuk kembali mendengar retetan schedule yang begitu mengerikan.

~

Malam sudah menunjukkan hamper tengah malam. Sudah saatnya untuk beristirahat dan terlelap.Tapi tidak dengan Jeno. Pria yang sedang dalam masa puber itu tetap terjaga, karena ia lebih memilih begadang sampai pagi dengan membaca komik daripada pergi tidur.

Sebenarnya sejak tadi ia sendiri merasa terganggu dengan kegaduhan yang terjadi dirumah sebelah, “Apa mereka masih terus memindahkan barang-barang dijam hampir tengah malam. Dan sebenarnya seberapa banyak mobil yang mereka punya kenapa ramai sekali sih.” Suara gaduh itu semakin menjadi saat terdengar ada mobil yang suara mesinnya cukup mengganggu.

Dengan kesal Jeno menghempaskan selimutnya dan meleparkan komiknya, Ia menyingkap tirai jendela yang ada dikamarnya. Dan sekarang dia dapat melihat dirumah sebelah terlihat lalu lalang yang sibuk.Ia melihat mobil van yang sepertinya baru saja berhenti tepat didepan rumah itu. ia dapat melihat orang-orang yang sebelumnya berada disekitaran rumah itu, buru-buru mengahampiri mobil itu dan mengambil barang-barang yang berada dalam mobil itu. beberapa koper dan kotak-kotak yang Jeno sendiri tidak tahu apa isinya, dan beberapa kantung-kantung berisi setelan jas mahal pasti.

Tak lama berselang, keluar orang-orang yang berada didalam mobil itu.dandanan mereka cukup tertutup dengan mantel tebal dan topi. tapi, entah mengapa Jeno merasa pernah melihat orang-orang itu, wajahnya terasa familiar untuknya. Tapi, ia sendiri lupa dimana ia pernah melihat mereka. Lagipula, ini sudah malam dan penglihatannya juga tidak jelas. Setelah berpaling untuk beberapa saat ia kembali melihat keluar jendela, namun didepan rumah itu sekarang hanya terlihat orang-orang yang memang sejak tadi berlalu lalang dirumah itu. mereka pasti sudah masuk kedalam.

~

Suho, Sehun, Baekhyun, Kai, dan Chanyeol tiba dirumah yang akan dijadikan dorm tempat tinggal mereka yang baru. Walaupun merasa sangat lelah, mereka tidak dapat menutupi kegembiraannya saat mengetahui bagaimana kondisi rumah itu.rumah itu begitu besar dan nyaman ditambah perusahann mereka begitu baik memberikan fasilitas yang lengkap untuk mereka.

“Mengenai penjelasan apapun mengenai rumah ini dan lainnya akan kujelaskan besok saat kalian semua sudah berkumpul.Sekarang pasti kalian sangat lelah. Istirahatlah roommate kalian sama seperti sebelumnya. Kalian bisa cek sendiri mana kamar kalian.Karena barang-barang kalian sudah ada disana dan juga sudah ditata dengan sedemikian rapi disana.” semuanya mengangguk paham.

“Nde hyung.Kami tidur dulu. Selamat malam hyung.” Ucap mereka sebelum berlalu. “nde. Selamat malam .”

~

Kediaman bibi Na terlihat tenang melakukan kegiatan sarapan mereka. Tapi mereka sebenarnya tidak bisa beralih dari kotak-kotak makanan yang terjejer rapi di counter dapur. Mereka tahu kalau wanita bernama Na Yeonhee itu sudah bangun lebih awal dari sebelumnya untuk mengisi kotak-kotak makanan itu dengan masakannya.Terlebih lagi bibi Na terlihat buru-buru memakan makanannya.

“Eomma, kau bilang mereka yang akan menempati rumah milik Kang Ahjussi akan datang seminggu lagi, bukankah itu hari ini. Apa hari ini mereka jadi pindah ?” tanya Irene dengan hati-hati.

“Ya … yang kutahu mereka seharusnya sudah pindah. Karena menurut perjanjian mulai hari inilah aku membuatkan sarapan untuk mereka.” Jawab bibi Na. yang disambut anggukan semua orang yang ada dimeja makan.Terkecuali, Jeno yang sejak tadi memejamkan matanya akibat begadang semalaman membaca komik. “Bae Jeno! Kalau kau tidak menghabiskan makananmu aku akan menumpahkannya kewajahmu sayang!” lembut tapi menusuk, perkataan ibunya masih belum mampu menyadarkan putra semata wayangnya itu.untuk mencegah hal-hal yang terjadi dipagi hari ini Yoona dan Irene meminta Wendy untuk membangunkan Jeno yang duduk disebelahnya.  Wendy langsung saja menabrakan bahunya dengan bahu Jeno yang membuat Jeno langsung tersentak dan terbangun, “Kalau kau tidak memakan sarapan mu kau akan hancur.” Bisik wendy ditelingah Jeno. Yang langsung membuatnya memakan sarapanya.

Ditengah-tengah kegiatan makannya Jeno memadang ketiga peremuan yang juga sedang memandangnya, “Eomma eodiga?” tanyanya yang menyadari tak ada kehadiran sang ibu. Yoona memberikan isyarat yang menunjuk kepintu kamar Bibi Na. Jeno langsung mengangguk mengerti.

~

Irene memandang malas ibunya yang kini sibuk merapihkan tatanan rambutnya dengan berkaca pada kaca jendela rumahnya.“Eomma, apa kau tau kalau kau sekarang terlihat berlebihan?” sindir Irene.Bibi Na menoleh dan menatap putrinya itu.

“Kau kalau tak mengerti apa-apa jangan bicara!Arra!” diakhiri dengan bentakan yang lumaya memekakan telinga.Irene memilih untuk mengunci mulutnya rapat. Bibi Na kembali merai kotak-kotak makanan yang ada dimeja depan dan mengambil kotak makan lainnya yang dipegang oleh Wendy dan Yoona.

“Imo yakin tidak mau kami bantu? Kami bisa membantumu mengantarkannya kesana.” Tanya Yoona diikuti anggukan Wendy.Bibi Na menggelengkan kepalanya, “Aniya.Tidak perlu, aku bisa mengatasinya sendiri. Kalian berangkatlah! Sudah siang nanti terlambat.” Tolak bibi Na.

Mereka yang sedari tadi memang sudah didepan rumah, membiarkan Bibi Na berjalan sendiri mengantarkan masakannya ketetangga baru mereka. “Its your mom.” Desah wendy, “I know. And I Love her so much.” Balas Irene.Yang membuat Yoona, Wendy, dan Jeno menatapnya. “Mwo?” tanya Irene saat menyadari tatapan mereka.

“Eomma! Baiklah kami berangkat! Eomma hati-hati yaa … saranghae!” teriak Jeno membuat langkah bibi Na berhenti dan berbalik menatap ketiga manusia yang begitu dicintainya.“Ya!! Kalian juga harus hati-hati!! I Love You my angels.” Balas bibi Na. yang entah mengapa membuat mood ketiga angel itu merasa sangat baik.

Mereka lalu mulai melanjutkan langkah mereka menuju mobil Yoona yang terparkir didepan.Ya. Kali ini mereka akan kembali ikut mobil Yoona, dan dengan berat hati ia harus mengantarkan para penumpangnya lagi ketempat tujuan mereka.

Saat mereka sudah sampai di mobil dan bersiap untuk naik, Irene mengalihkan pandangannya pada sang ibu yang sedang menunggu dibukakan pintu, “tunggu sebentar,” perkataan Irene membuat Yoona, Wendy, dan Jeno menghentikan kegiatannya yang akan masuk kedalam mobil. “Aku ingin lihat siapa tetangga baru tercinta kita itu.sehebat apa dia.” Lanjut Irene dengan nada yang terdengar seperti pendendam walau pada dasarnya ia bukanlah seorang gadis yang pendendam seperti itu. hanya saja Irene merasa kesal dengan orang itu yang membuat ibunya dengan gegabah berhenti dari pekerjaan yang dengan susah payah diraihnya sampai saat ini.

Yang lainnya pun menurut dan memandang lurus kearah rumah disebalah itu.tak lama kemudian keluarlah seorang pria dari balik pintu yang akhirnya terbuka itu. ia tersenyum hangat menyambut Nyonya Na. “jadi, itu orangnya.” Gumam Irene. “Kurasa ia juga orang yang kulihat semalam. Ya aku ingat mereka pindah semalam.” Cetus Jeno.Membuat pandangan Wendy dan Yoona beralih padanya.sedangkan, Irene masih sibuk menatap kearah ibunya yang masih asik berbincang dengan pria itu.

“Kau melihat mereka pindah semalam?” tanya Wendy pada Jeno. Yang dibalas anggukan kepala.“Aaww … yaakk!!Noona!!” jeno menatap horror pada Yoona yang memberinya sebuah pukulan dikepala, “Bukankah kau sudah berjanji untuk tidak begadang lagi!” gerutu Yoona dengan Jeno yang ada dalam kungkungan tangan Wendy. “arra! Arra! Aku salah.”

“Aisshh ,,, bisakah kalian tenang!” gerutu Irene yang masih belum memalingkan pandangannya dari sang ibu. Wendy, Yoona, dan Jeno menghentikan pertengkaran mereka dan kembali focus pada apa yang mereka lakukan sebelumnya, diiringi dengan gerutuan Jeno.

Sebuah mobil van melintas disebelah mereka saat mereka masih asik melakukan pengintaian.Karena suara mesinnya yang cukup keras mereka berempat menoleh mengikuti kemana arah mobil van itu berhenti.Dan mobil itu berhenti tepat didepan rumah milik tetangga baru mereka itu.kali ini mereka focus pada mobil van yang pintunya mulai terbuka.

Hingga seorang pria tampan dengan penampilan yang memang terlihat biasa turun dari mobil van itu, tak lama berselang beberapa pria lain yang tak kalah keren ikut keluar dari dalam mobil van itu. Irene dan Wendy jelas menyadari siapa mereka.Tapi entah mengapa mereka berdua terdiam kaku tanpa bereaksi apapun.Sedangkan, Yoona dan Jeno hanya memandangi mereka tanpa mengenal siapa mereka.

Dengan susah payah Wendy dan Irene mulai saling berhadapan dan saling menggengam tangan, “me ..mere..mereka .. Wendy-ah …” Irene tidak mampu untuk berkata-kata begitu pun dengan Wendy yang sama tercengangnya dengan apa yang barusan mereka lihat.

“AAAKKKHHHHH!!!EXOOO!!”

Teriakan yang cukup menganggetkan itu terdengar begitu nyaring.Bahkan Jeno dan Yoona saja sampai terlonjak kaget.Tak hanya mereka.Orang-orang yang saat ini sedang berada didepan rumah sebelah mereka juga, dan saat ini mereka tengah memandang kearah kumpulan Yoona dan yang lainnya.Begitupun dengan Nyonya Na.

Pelaku teriakan itu justru saat ini tengah saling berpelukan riang dan loncat-loncatan berlebihan karena perasaan bahagia yang kini tengah mereka rasakan.Tanpa memperdulikan tatapan yang tertuju pada mereka berdua.Ditambah dengan tatapan sengit milik Nyonya Na.

Merasakan kondisi yang tidak baik ditambah Yoona dan Jeno sama-sama menyadari tatapan galak yang diarahkan kearah mereka.Dengan cepat Yoona dan Jeno langsung dengan paksa memasukan kedua gadis gila itu kedalam mobil berwarna merah itu.

Setelah berhasil memasukan kedua orang gila itu kedalam mobil Jeno langsung saja memposisikan dirinya disamping kemudi sopir.Sebelum masuk kedalam mobil Yoona membungkukkan badannyaa berkali sambil mengucapkan kata maaf.

~

Saat ini semua member Exo dan empat manager ditambah asisten yang menangani mereka.Tengah berkumpul bersama diruang tengah yang sudah disulap menjadi tempat berkumpul yang nyaman dengan segala fasilitas pelengkapnya.Bahkan dirumah itu exo memiliki ruangan khusus untuk bermain dengan alat-alat permainan elektronik lainnya, dilengkapi dengan ruang latihan juga.

Sesuai dengan janji Hyunjae bahwa pagi ini ia akan menjelaskan mengenai apapun terutama tentang rumah ini, karena itulah mereka berkumpul sekarang. Hyunjae terlihat akan mempersiapkan diri memulai pidatonya sambil menatap semua orang yang kini juga tengah menatapnya dengan gayannya masing-masing.

“Oke baiklah.Alamat rumah ini adalah Cluster TulipGarden Block AC No 25 Mt. Bukhan Pyeongchang-Dong, Seoul. Semalam kami baru saja menyelesaikan pemasangan kamera cctv yang kami letakan dibeberapa sudut rumah ini. Kepindahan kalian kerumah ini sudah dipastikan tidak ada media manapun yang tau, tapi, aku tidak menjamin sasaeng fans.Walaupun seperti kalian tidak perlu merasa khawatir.Keamanan didaerah ini adalah yang terbaik. Sekalipun kalian membuang dompet kalian kedepan dijalanan sana, aku yakin besoknya kalian masih akan menemukan dompet itu ada disana. jadi, dengan keamanan yang super ketat kalian tidak perlu mengkhawatirkan sasaeng fans. Dan kalian tidak perlu merasa khawatir dengan tetangga kalian yang mungkin akan mengenali kalian dan justru membuat kalian susah berada disini. Kami sudah melakukan penyelidikan bahwa rata-rata mereka yang tinggal disini ada para lansia. Kami tidak menemukan adanya remaja tanggung dan labil tinggal didaerah ini setidaknya di Cluster ini …”

“Apa menurutmu kami tidak memiliki fans Lansia?” celetukan yang keluar dari mulut Lay berhasil memotong penjelasan yang sedang dilakukan Hyunjae.

“Bagaimana menurutmu, Lay-ssi? Sekalipun mereka mengenalimu mereka tidak akan bersikap berlebihan seperti fans remajamu itu kan..” untuk sesaat Lay terdiam. Membuat semua yang ada disana memotar bola matanya malas, “Lanjutkan, Hyung. Aku yang akan menjelaskannya nanti.” Ujar Sehun yang kini merangkul Lay yang masih terlihat berpikir.

“Oke.Kawasan ini juga sepi dan tenang.Dan kalian sendiri bisa merasakan bagaimana suasananya rumah ini. Kami juga sudah bekerja sama dengan security dikawasan ini mengenai keamanan kalian dan kerahasiaan kalian. Demi keamanan dan mencegah kemungkinan buruk yang terjadi kami tidak akan membiarkan mobil van kalian menginap disini. Jadi, kalian juga bisa membawa mobil kalian masing-masing kesini.Rumah ini memiliki garasi yang mampu menampung enam mobil, empat mobil berada dalam bangunan, yang dua berada tepat didepat pintu garasi tapi tidak dijalanan.Dan sisanya bisa parkir dipinggir jalanan.Kalian tidak perlu mengkhawatirkan keamannya. Seperti yang kukatakan keamanan disini tekendali dengan baik.ah ..ya ..dan juga kalian tidak perlu terlalu memikirkan makan kalian. Kali ini kalian akan lebih sehat lagi. Karena, bibi yang tinggal dirumah sebelah yang juga seseorang yang dipercaya untuk mengelola rumah ini akan memasak untuk kalian setiap sarapan dan makan malam. Dan karena pembagian kamar sudah jelas semua, Sehun-Suho, Baekhyun-Chanyeol, Kai-D.O, Chen-Lay, dan Xiumin sendiri, tidak ada masalah kan. Rumah ini adalah rumah yang paling memenuhi syarat untuk menjadi tempat tinggal kalian.Dan iya ada satu lagi ruang kamar kosong dibawah dan aku menjadikannya tempat untuk menyimpan hadiah dari fans. Ini ada ruang kama paling kecil dari ruang kamar yang kalian gunakan. Ruang kamar Xiumin dan ruang kamar hadiah ini memiliki ukuran yang sama. Tapi, karena Xiumin biasa sendirian kuharap itu tidak menjadi masalah.”Akhir penjelasan Hyunjae dengan menatap Xiumin.

“Tentu saja tidak masalah.Hyung ruangan itu cukup besar malah hanya memang lebih kecil dari kamar yang lainnya. Tapi sangat cukup untukku.” Terang Xiumin kemudian.

“Baiklah kalau begitu.”Hyunjae memberikan tepukan singkat dibahu Xiumin.

“Lalu, Bagaimana dengan perempuan-peremuan yang membuat kehebohan pagi tadi? Kau yakin semua aman??” tanya D.O dengan sanksi saat mengingat kelakuan Wendy dan Irene saat mereka baru saja tiba. Beberapa member exo yang tidak mengetahui kejadian itu langsung menatap D.O dan Hyunjae dengan bingung.

“memang apa yang terjadi pagi tadi?” tanya Suho.

“Kehebohan apa?” tanya Baekhyun.

“Saat kami tiba tadi tiba-tiba saja ada yang berteriak dengan heboh dan mengatakan EXO.” Jelas Chen kepada yang lainnya yang belum tahu.

“Aku tidak begitu yakin.Tapi, kurasa kalian tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.kurasa ini juga salahku, aku terlalu sibuk kesana kemari sampai lupa memberitahukan siapa yang akan menempati rumah ini. Jadi, tadi aku kerumah bibi Na YeonHee itu dan mulai menjelaskan. Dan ia juga meminta maaf atas kelakuan putri-putrinya. Ia bilang putri-putrinya bukanlah seorang remaja atau fans yang menyeramkan. Mereka hanya seorang pekerja wanita biasa. Tapi, yang pasti mereka bisa mengendalikan diri mereka, kalau mereka tidak bisa maka bibi Na lah yang akan bertindak. Yang pasti bibi Na meminta kita untuk santai saja dan tidak terlalu khawatir.” Jelas Hyunjae.

“Jadi, Wanita-wanita itu adalah putrinya?” tanya Xiumin dengan antusias.

“Ya.Seorang perawat, guru bahasa inggris, dan arsitek.”Balas Hyunjae lagi.

“Yaa ..kurasa aku benar-benar ingin melihat wanita-wanita itu hyung …” Ujar Sehun bercanda.

“Wow… sepertinya mereka adalah kebanggan ibu mereka..”Kali ini Kai yang bersuara.

“Lansia apanya.Buktinya masih saja ada mereka.Kau pastikan hyung tidak terjadi masalah. Aku ingin sekali terbebas dari mereka (fans) untuk beberapa waktu yang cukup lama.” Ucap D.O pada Hyunjae.

“Arraseo! Tidak perlu khawatir! Dan kembali tidur sana! Aku tahu kau setengah sadar saat mendengar penjelasanku tadi.Ya sudah. Kalian semua bebas schedule untuk hari ini. Jadi, selamat menikmati rumah baru kalian.Aku akan kembali kekantor.” Hyunjae bersama dengan rekan-rekannya yang lain mulai beranjak pergi.

~

Yoona, Jeno dan juga Nyonya Na terkerjut saat melihat Wendy dan Irene turun dari tangga menuju ruang makan dengan raut wajah yang riang ditambah dengan wajah mereka yang full make up dan dengan pakaian mereka yang berbeda dari biasanya.

Awalnya Yoona kira ia akan melihat wajah suntuk dan bengkak karena kurang tidur dari keduanya. Tapi, dugaannya meleset jauh.Setelah semalam suntuk diberikan pidato dengan betakan yang cukup menakutkan karena insiden reaksi berlebihan pagi tadi hingga membuat bibi Na merasa malu ditambah dengan keduanya ketahuan mengintip rumah sebelah dengan teropong dari kamar Irene.

Tapi, sekarang keduanya turun dengan penampilan yang berbeda dan rona wajah yang ceria, “Good Morning everbody.” Sapa Wendy dengan ceria.Mereka lalu mulai mengambil posisi duduk mereka seperti biasanya dimeja makan.

“Kalian baik-baik saja?” bisik Yoona pada Irene yang duduk disebelahnya.Irene hanya menoleh dengan senyuman yang sedikit menyeramkan untuk Yoona.

“Eomma bolehkah kami membatumu?” tanya Irene setelah ia menghabiskan sarapannya.

“Katakan saja apa mau kalian?” balas Nyonya Na dengan ketus.Seketika membuat Irene merasa sedikit ciut.Ia lalu menatap Wendy dan meminta Wendy untuk melakukan sesuatu melalui isyarat matanya. Sedangkan, Yoona dan Jeno hanya terdiam mengawasi segala bentuk kelakuan kedua wanita itu ditambah dengan Nyonya Na.

“Imo.Biarkan kali ini kami membantumu ya … biar kami saja yang mengantarkan makan sarapan untuk tetangga sebelah kita. Bagaimana imo?” perkataan Wendy sukses membuat Yoona menyemburkan kembali air yang baru ditenggaknya dan membuat Jeno tersedar sup ayam yang sedang dimakannya. Jangan lupakan Nyonya Na yang langsung menghadiakan tatapan horornya kepada kedua gadis itu.

Yoona merutuki kebodohan kedua adiknya itu.bagaimana mungkin mereka bisa meminta hal itu, setelah semalam suntuk diomeli habis-habisan oleh bibi Na. tak bisakah mereka menunggu keadaan menjadi lebih baik sebelum bertindak yang tidak-tidak.

“Jadi, alasan kalian menggunakan pakaian seperti ini dengan dandanan seperti badut ini. Setelah apa yang kalian lakukan, kalian belum juga sadar?1 Huh?!” makian dan bentakan kemabli dihadiahkan kepada Irene dan Wendy. “Eomma, lagipula kenapa kau tidak mengatakan kalau yang akan pindah itu Exo. Jadi, kami kan bisa mempersiapkan diri.” Rengek Irene tanpa memandang mata sang ibu.

“Yakk!! Gadis nakal!! Kau piker ibu tahu apa!! Bukankah sudah kuberitahu semalam alesan mereka pindah kesini. Kalau kalian melakukan hal yang berlebihn itu akan membuat mereka pergi lagi. Dan jika mereka pergi, merek tak akan membayarku untuk memasak. Dan, bagaiaman bisa aku membiayai hidup ini.” Kali amarah bibi Na benar-benar tersulut oleh kelakuan Wendy dan Irene.

Nyonya Na merasa lelah setelah memaki kedua anak gadisnya itu.ia terdiam sambil berusaha menenangkan dirinya. Wendy yang melihat sebuah kesempatan emas mulai mencari kelengahan Nyonya Na. Wendy memberi isyarat kepada Irene untuk mengikutinya.

Yoona dan Jeno yang sadar dengan apa yang akan dilakukan oleh mereka berdua berusaha menggelengkan kepala untuk menghentikan mereka. Set! Dalam tiga detik Wendy dan Irene berhasil meraih beberapa kotak makan itu dan dengan cepat berusaha membawanya keluar.Yoona memijit pelipis pelan melihat tingkah keduanya.Sedangkan, Jeno mengantisipasi ledakan eommanya. “Mianhae Eomma/Imo.” Teriak mereka bersamaan saat akan mencapai pintu keluar.

Nyonya Na yang menyadari hal itu langsung saja naik pitam dan berusaha mengejar kedua anak nakal itu.dengan sigap Jeno langsung memeluk eomman dan berusaha untuk mencegah eommany keluar rumah. “Eomma… eomma… tenaglah.Kau tenang saja, eomma tidak perlu lelah untuk mengejar mereka.Aku yang akan menghajar mereka nanti.”Jeno mencoba menenangkan ibunya dengan kata-katanya yang terdengar menyebalkan.Yoona dengan cepat meraih barang-barangnya dan ikut berlari keluar rumah menyusul kedua sepupunya itu.

Sesampainya diluar Yoona menemukan Wendy dan Irene yang sedang berdiri didepan pintu rumah yang ditempati member Exo itu.mereka berdua terlihat gugup menunggu pintu yang akan dibuka. “Didalam rumah terasa mencekam dan sekarang mereka terlihat begitu tenang didepan pintu rumah orang lain.” Yoona bergumam sambil bersandar di mobilnya menunggu kedua gadis itu. “Ck ..ahh.. jadi seperti itulah EXO. Aku bahkan belum melihat mereka dengan jelas. Tapi, kurasa tidak ada yang menarik.” Yoona masih saja asyik bergumam sendiri.

“Yaa,, ingat apa yang dikatakan Imo. Alasan mereka pindah kesini. Dan keinginan mereka untuk jauh dari fans yang berlebihan. Jadi, sebisa mungkin kita harus tenang dan terlihat anggun dan juga sedikit jual mahal.Arraseo.”Wendy mencoba mengajari Irene. Irene sendiri menganggukan kepalanya walaupun ia merasa dirinya sedang dilanda kegugupan yang parah.

Cklek!

Pintu terbuka secara bersamaan Wendy dan Irene mengalihkan focus mereka pada pintu yang perlahan terbuka.Jantung mereka berdua berdegup kencang, tangan mereka mulai terasa basah Karena keringat dingin dan terasa gemetar.Mereka masih tak percaya kalau seseorang yang ada dibalik pintu itu adalah mereka yang ingin sekali mereka temui.

Dan pada akhirnya pintu terbuka …

~To Be Continue~

 

Oke … hai saya author baru disini ,,, dan ini ff pertama yang saya publish disni dan juga ff pertama yang pake cast member exo dan red velvet. Ini masih chapter satu ..dan masih awal cerita banget … klau masih bnyk yang kurang jelas atau typo mohon maaf, untuk kejelasan masing-masing peran akan mulai dibukan dichapter selajutnya. Dan sekarang chapter selanjutnya lgi mulai pengerjaan. Pkoknya disini Irene sama Wendy ditambah Tiffany itu ngefans berat sama Exo.  Dan juga disini yang anaknya Nyonya Na yeonhee itu cuma Irene sma Jeno. Yoona sama Wendy itu keponakannya, tapi Wendy sama Yoona bukan adik kakak yaa … hehehe ,,,

Makasih bngt buat yang sudah maau nyempetin baca …

Dan mohon bangt kritik dan saran ..serta masukan-masukan ..

Buat memperbaiki di ff yang selanjutnya…

Terima kasih ..

Jangan lupa RCL …😉

42 thoughts on “(Freelance) The Bad Neighbor (Chapter 1)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s