Who Are You? – 7

nm

by : FN

cast : Yoona, Yuri, Sehun, Kai

genre : friendship, family, sad, complicated

all rated

poster by me dengan editan amatir dan hasil ala kadarnya.

desclaimer : cerita diambil dari berbagai sumber seperti film, komik, novel, drama dll juga dari pikiran author sendiri

note : apapun typos, kesalahan tanda baca, bahasa yang keluar dari EYD de el el tolong dimaafkan

T | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6

bahagia itu mudah hanya saja tergantung bagaimana pola pikir kita untuk mendapatkannya

“YOONA!”

Tenggorokanku tercekat ketika aku mendengar suara yang sangat aku kenal berteriak—bukan namaku tapi—YOONA!.

.

Author pov

Kai hanya mendengus kedua sahabatnya meninggalkannya dikelas sendirian. Sejak tadi mereka memang tak begitu saling bertegur sapa terutama Tao yang biasanya selalu menoleh kebelakang menanyakan hal tak jelas pada Kai yang kadang dijawab Kai dengan amat sangat malas dengan jawaban seadanya yang ada dipikirannya. Sehun, lelaki itu juga tampak tak terlalu berbicara dengan Kai. Hanya sekedar berbasa-basi. Biasanya Sehun akan menceritakan sesuatu tentang graffiti atau game yang baru saja di downloadnya di play store, dia pasti akan menyuruh Kai untuk melanjutkan permainannya atau tidak Sehun akan mengajak Kai libur di klub dan bermain skateboard ditaman kota dengan beberapa anak lelaki dari sekolah lain. Kai menyelempangkan tasnya asal, dia masih belum mengucapkan apapun sejak tadi pagi selain hanya jawaban-jawaban yang dilontarkan teman-temannya atau gurunya. Bahkan pelatih basket bawel yang sangat ingin dia hindari justru bertemu dengannya saat istirahat dan bertanya macam-macam serta memberi Kai nasehat yang bahkan tak didengarnya sedikitpun

Sepi sekali, gumam Kai mengedarkan pandangannya pada daerah sekitar sekolahnya

Memang sudah sangat sepi tapi mata elangnya tak sengaja menemukan sesosok gadis yang belum begitu jelas dimatanya karena jarak mereka teramat jauh. Kai menapakkan kakinya mendekat, memastikan siapa gadis yang tengah berdiri didepan sana. Tapi tiba-tiba

BYYYUURR!!!

Kai menahan nafasnya ketika dia melihat sekumpulan air turun dari atas dan menyiram tubuh gadis yang ada didepannya. Oh—Kai sudah mengetahui siapa gadis yang membuatnya ingin memastikan

“YOONA!!”

Kai berseru, kakinya dengan reflex berlari kearah Yoona yang tampak menunduk. Ketika Kai menyentuh pundak Yoona, matanya melebar. Gadis ini menggigil kedinginan. Kai memutar tubuh Yoona dan menarik dagunya agar memperlihatkan wajahnya dan menatap matanya. Wajah pucat pasi yang membuat Kai menahan nafasnya sejenak sebelum melemparkan tasnya dan melepas jas sekolah miliknya, “Yoona, kau tak apa? masih kedinginan?” pertanyaan itu terlontar begitu saja. Tampang cemas diwajahnya tak bisa hilang sejak dia tahu bahwa Yoona sedang sakit

“aku tak apa” Yoona tergagap menjawab pertanyaan Kai

Kai mendengar suara gemelatuk dari gigi Yoona. Segera dia meraih kembali tasnya dan mengeluarkan jaket miliknya yang memang sengaja dia simpan didalam tasnya. Kai tidak terlalu menyukai jaket. Dia langsung memakaikannya pada Yoona dan menarik jas sekolah yang berada ditangan Yoona dengan keadaan basah karena siraman air

“siapa yang melakukannya?”

Yoona menggeleng tak tahu. Tiba-tiba saja air matanya turun. Menangis tak bersuara. Dia pernah melakukan ini didepan Kai saat Kai menyelamatkannya beberapa minggu yang lalu saat ada sekelompok orang yang ingin memperkosanya karena dia terlalu larut pulang dari café tempatnya bekerja. “uljima” ucap Kai. Tangannya sudah melingkar merengkuh tubuh Yoona yang masih menggigil. Sebuah jas dan sebuah jaket tak bisa menghangatkan tubuh Yoona dengan mudah. Inisiatif lain dengan memeluknya, bisa membuat Yoona jauh lebih baik.

Gadis itu masih menangis, dia tak peduli lagi. Kai sudah pernah melihatnya menangis dan dia bukan mengambil kesempatan dari lelaki yang membuat aliran darahnya berdesir hebat, yang membuat dirinya seolah-olah tersambat oleh petir dengan kekuatan volt yang tinggi. Hangat dan Yoona menyukainya. Ini kali kedua dia merasakan bagaimana dia mendengar suara detak jantung Kai yang berdenyut sangat cepat. Dia juga merasakan tangan Kai yang mengusap-usap kepalanya lembut. Seakan-akan memberitahu Yoona bahwa dia akan selalu ada disana untuknya. Kai sibuk dengan Yoona yang masih tampak menggigil disampingnya. Gadis itu tak mengucapkan sepatah katapun. Kai benar-benar tak tahu harus melakukan apa. Sebenarnya ada satu cara didalam otaknya. Memeluk Yoona, seperti tadi. Tapi itu adalah ide paling bodoh yang paling dia pikirkan. Gadis ini tentu akan memukulnya jika dia berani-berani memeluknya lagi

“kau harus memeluknya” Kai menoleh kaget ketika dia merasa seseorang berbisik ditelinganya

Tao melirik sekilas pada Kai, seolah-olah tak terjadi suatu hal diantara mereka berdua

“Yoon—Yoona”

Gadis itu tak menoleh, dia hanya terus menunduk. Dia sedang sakit dan tiba-tiba saja ada orang yang menyiram air ketubuhnya yang lemas. Kai menggerak-gerakkan tangannya bingung. Dia tak tahu harus melakukan apa. Jarak rumah Yoona juga masih cukup jauh, dengan jas sekolahnya saja itu tak terlalu bisa mengobatinya.

Setelah bergerumul memikirkan caranya. Kai terpaksa melakukan hal yang dipikirkannya. Tangannya langsung menarik pundak milik gadis itu dan mendorong tubuh gadis itu dekat dengan tubuhnya

“jangan menolak. Ini agar kau tak kedinginan” ucap Kai pelan

“K—Kai—”

“kau boleh memukulku atau menendangku ketika kau sembuh tapi biarkan aku melakukan hal ini sekarang” potong Kai.

Yoona masih bergumul dengan selimutnya. Tubuhnya benar-benar meriang sejak kejadian kemarin. Sebenarnya sudah baik-baik saja jika tak ada orang yang berbuat usil padanya. Yoona terus memeluk gulingnya, dia tak mau memberitahu Yunho. Pasti Yunho sendiri juga sibuk dengan pekerjaannya di China

“nona Yoona” bibi Jo melongok, tangannya membawa nampan yang berisi bubur untuk Yoona tapi ketika bibi Jo akan melangkah masuk tiba-tiba saja sebuah tangan terulur dan menapik nampan yang sedang dibawanya

PRAANGG!!!

Bibi Jo menahan nafasnya, dia menatap tak percaya kearah Yuri yang menatap galak kearahnya

“apa?! Protes?!” tantang Yuri

“Yul!” bentak Yoona lemah

“dasar penyakitan!” decih Yuri

Jessica yang memang baru keluar dari kamarnya langsung ikut mendekat. Yuri semalam menceritakan semuanya padanya, tentangnya, Kai dan Yoona. Tak lupa tentang Kai yang mengantar Yoona pulang

“ada apa, Yul?” tanya Jessica

“lihatlah gadis itu sakit! pantas saja aku merasa tubuhku tak enak sejak kemarin. Menyusahkan saja memiliki kembaran sepertimu” dengus Yuri

“kau tak memberitahu jika kau sedang sakit?” kali ini pertanyaan Jessica terarah pada Yoona

“aku belum sesakit sekarang” jawab Yoona pelan

“kenapa eomma harus melahirkanmu jika pekerjaanmu hanya menyusahkan orang lain?!”

Yoona menutup matanya. Setelah pernyataan itu bunyi pintu ditutup keras terdengar. Bibi Jo yang masih berdiri dekat pintu langsung berlari kearah Yoona yang terdiam. Bibi Jo langsung memeluknya penuh sayang. Yoona menangis. Dia tak masalah dengan Yuri dan Jessica yang selalu memarahinya, menghardiknya dan menyiksanya tetapi jika mereka menyerang menggunakan perasaan, Yoona tentu tak akan bisa menahan gejolak hatinya yang mendorong air matanya untuk tidak turun

“ajhumma” lirih Yoona

“aniyo, nona. Nona Yuri tak bermaksud berbicara seperti itu. Percayalah” bibi Jo menenangkannya dengan lembut. dia sendiri tak percaya dengan perkataan yang keluar dari bibir seorang Im Yuri yang merupakan saudara kembar dari Im Yoona sendiri

“nona, istirahatlah. Ajhumma akan membuatkan bubur yang baru”

Yoona mengangguk dan mengikuti ucapan dari bibinya. Setidaknya, ada yang menenangkan hatinya saat ini.

Setiap jam dia habiskan didalam kamar. Mengangkat tubuhnya saja dia merasa tak bisa. Kakinya terasa akan ambruk ketika menyangga tubuhnya. Mungkin dia terlewat lelah. Jarang makan, jarang tidur, terus begadang apalagi jika ada tugas disekolahnya dan memaksanya harus kerja extra setelah pekerjaannya menjadi DJ atau menghadiri perkumpulan.

Drrt…drrtt…drrtt…

From : 010874XXX

Aku dengar kau sedang sakit

To : 010874XXX

Kau siapa?

From : 010874XXX

Keadaanmu sudah membaik?

To : 010874XXX

Jangan katakan kau…

Are you gonna stay the ni—

“keadaanmu sudah membaik?” tanya suara dari sebrang

“bukan urusanmu” jawab Yoona cuek, dia benar-benar tak ingin berbicara dengan lelaki ini

“Yoona” desah Sehun, hampir dia emosi karena jawaban tak menarik yang Yoona lontarkan

“selamat siang”

Tit.

Sehun mengumpat habis-habisan. Gadis ini benar-benar membuatnya kesal setengah mati. Sehun belum menyelesaikan pembicaraannya dan gadis ini secara sengaja memutus hubungan telepon mereka dengan sangat tak sopan. Laki-laki ini tahu Yoona sedang sakit, dia tahu dari Yuri karena sejak tadi Yuri terus mengomel pada kedua temannya bahwa dirinya sedang tak enak badan dan sebenarnya dia juga ingin menanyakan keberadaannya kemarin.

“gara-gara anak bodoh itu sakit, tubuhku menjadi seperti ini. Anak itu memang penyakitan!”

Sehun hampir melempar mejanya kearah Yuri sebelum Kai datang dan menanyakan keadaannya. Sehun sedikit mendengus dan langsung pergi, menghilang setengah hari dan kembali kekelas 3 jam sebelum pulang.

“Hun, kau tahu dimana Yoona? Aku tak melihatnya pagi ini. Apa dia masih sakit?” tanya Kai

Sehun menatap miring kearah Kai, apa laki-laki ini bodoh? atau sedang membodohi dirinya sendiri?

“kau tak tahu?” tanya Sehun

“sebenarnya aku sedikit khawatir dengan keadaannya. Dia disiram oleh air kemarin”

Mata Sehun langsung membulat kaget, “mak—maksudmu?” tanya Sehun

Kai mengernyit, “Yoona disiram air” jawab Kai.

Kai pov

Aku berjalan menuju rumahku. Sehun tampak didepanku karena memang arah rumah kami sama dan bahkan kami satu komplek. Itu yang menyebabkanku sering berangkat sekolah bersamanya meskipun terkadang kami berangkat sendiri-sendiri. Sebenarnya, aku memiliki pertanyaan untuk anak ini. Banyak pertanyaan yang melintas diotakku. Sesuatu yang terus saja terasa menghantuiku karena aku merasa anak ini menyembunyikan sesuatu. Aku kenal dengannya dan Tao sejak kecil. Kami tumbuh bersama-sama dan tentu saja itu bisa dikatakan aku telah mengenal Sehun dan Tao sangat baik.

“Sehun!” panggilku lantang

Dia menghentikan langkahnya, menungguku mensejajari langkahnya yang memang sengaja aku beri jarak sejak keluar dari sekolah

“aku pikir kau pulang lebih dulu” ucap Sehun, dia membuka permen lollipop dan memakannya santai

“lollipop?” tanyaku kaget

“ada yang salah?” tanyanya, alis matanya naik seakan-akan permen yang dihisapnya itu benar-benar nikmat

“aniyo, bukankah kau tak suka lollipop? Kau mengatakan itu adalah hal yang paling bodoh untuk dimakan”

Sehun tertawa kecil dan menonyor kepalaku, “semua orang bisa berubah bodoh, lagipula aku mengatakannya saat kita masih di sekolah dasar, tentu aku tak akan berpikir jernih tentang hal itu”

“Ah… apa kau mau?” dia merogoh sakunya dan memberi satu buah lollipop padaku. Tanpa ragu aku langsung meraihnya. Melakukan hal yang sama dengan yang Sehun lakukan dan sedikit mengeluarkan lelucon kami. Tapi itu tak berlangsung lama setelah aku mengingat sesuatu. Ah… tidak, aku tak bisa menanyakannya sekarang. Aku tak boleh terlalu terburu-buru akan sesuatu. Aku harus bisa menahan hasrat ingin tahuku sendiri atau aku akan berpikiran buruk tentang orang dekatku

“kau sedang memikirkan sesuatu?” tanya Sehun membuyarkan lamunanku

Aku menggeleng cepat, “aku hanya lapar bohongku”

Tentu aku tak akan menanyakannya karena ini bukan saatnya aku mengatakannya. Yang aku pikirkan hanyalah beberapa potong bukti yang tidak bisa menguatkan perkataanku sendiri. Jika aku nekat membicarakannya, tentu itu sama saja membunuh diriku sendiri didepan Sehun. Sehun itu cerdas, pasti dia bisa merangkai kata untuk menyerang semua perkataanku. Ucapan Sehun bagaikan bisa yang bisa membunuhmu dalam sekejap atau dapat membuat tubuhmu lemas seketika. Oke, berlebihan maksudku aku bukanlah seorang genius yang pintar merangkai kata apalagi lawanku adalah Oh Sehun.

Chanyeol pov

Aku melirik kearah jam, setengah jam lagi ada perkumpulan dirumah kami. Aku mengirim pesan pada Baekhyun agar tak melupakannya, laki-laki itu meskipun sudah beberapa bulan bergabung tapi dia masih tergolong baru dan dia sering lupa dengan perkumpulan karena dia ketiduran. Aku mengecek seluruh keadaan rumah. Appa dan eommaku sudah tertidur sedangkan noonaku juga tampak sudah tertidur, kamarnya gelap setelah aku buka sedikit. Aku juga mengecek bibi Kang yang biasanya masih terjaga karena menonton drama di televisi dan juga paman Kwon yang biasanya masih sibuk bersama kopi hitam yang dibuatkan oleh bibi Kang. Benar dugaanku soal paman Kwon tapi tidak untuk bibi Kang. Bibi Kang tampak sudah tertidur pulas dikamarnya. Sedangkan paman Kwon tampak asyik menikmati lagu trot di radio miliknya dengan secangkir kopi dan juga ada satu kotak rokok dimejanya. Tak ada cara lain untukku selain melakukan hal seperti yang Yoona lakukan, meskipun aku sering menertawai Yoona dengan cara kaburnya dari rumah itu ternyata menginspirasiku untuk melakukannya. Dan juga aku harus terpaksa menyewa motor milik Xiumin hyung, tetanggaku yang tahu tentang kegiatanku ini.

Aku melirik arlojiku tapi aku belum menemukan keberadaan Yoona mengendap-endap keluar dari kamarnya. Segera aku menelponnya

“ya… kau dimana? Aku sudah menunggumu ditempat biasa” ujarku pelan

“ah… aku lupa, mianhe. Tunggu 5 menit” ucapnya langsung memutuskan sambungan.

Aku tersenyum melihatnya turun dari atas pagar tapi tatapanku tak percaya dengan fashion yang dia gunakan. Ini bukan musim dingin ataupun musim gugur dan dia memakai pakaian cukup tebal untuk musim semi?

“jangan banyak bertanya, ayo berangkat” acuhnya dan menaiki jok belakang motorku.

Author pov

Mereka semua sudah berkumpul ditempat mereka. Tampak Kris, Lay, Luhan, Key, Baekhyun dan beberapa anak yang lain. Melihat kedatangan Chanyeol dan Yoona, Luhan beranjak dari tempatnya menuju lemari pendingin untuk mengambil dua kaleng minuman. Yoona menghempaskan tubuhnya didekat Kris sedangkan Chanyeol tampak mengikuti Lay yang sedang bermain game dengan Key

“kenapa dengan bajumu?” tanya Kris

Yoona menghembuskan nafasnya, “sedikit demam tapi aku tak apa” entengnya

“kenapa kau harus datang? Kau sepertinya butuh istirahat?”

“ayolah, oppa” desah Yoona

“jangan panggil aku ‘oppa’. Aku sudah sering memperingatkanmu” kata Kris tajam

whatever, usiamu jauh lebih tua dariku” acuh Yoona

Kris hanya memutar bola matanya malas, tak peduli dengan ocehan Yoona yang kerap membuatnya bungkam karena dia kalah telak dengan gadis ini. Meskipun Kris sendiri sebenarnya bisa membantah semua ucapan Yoona tapi tameng yang dimiliki Yoona jauh lebih kuat darinya. Yoona merenggangkan lehernya dan bersandar pada sofa yang dia duduki. Sebelumnya dia menegak sekaleng jus yang disodorkan oleh Luhan. Dia memperhatikan seluruh anggota malam ini, seorang anggotanya absen karena ibunya sakit dan dia harus mejaganya. Baekhyun, lelaki ini juga tampak aktif

“Baekhyun” panggil Yoona

Semua sorot mata langsung tertuju pada mereka berdua. Yoona tetap menatap lurus sedangkan Baekhyun bingung dengan panggilan yang Yoona lakukan. Baekhyun yang sebenarnya ingin menganggap ringan panggilan itu terpaksa menutup webtoon miliknya. Sepertinya gadis didepannya ini memiliki sesuatu yang penting untuk dibicarakan

“jangan bersikap ramah dan menyapaku, terutama ketika di sekolah” ucap Yoona

“maksudmu?”

“bersikaplah seperti 3 bulan yang lalu sebelum kau bergabung disini. Kau melakukan hal itu seolah-olah aku adalah temanmu” terang Yoona

“tapi bukankah memang harus begitu?” tanya Baekhyun, “kita kan teman?” ulangnya

“oh… shit. Keahlian kita berbeda. Kau ditarik suara sedangkan aku di musiknya saja”

“apanya yang salah?”

“kau harus tahu tempatmu, Baekhyun. Pikirkan saja kita tak pernah mengenal hampir selama dua setengah tahun dan tiba-tiba saja kau menyapaku didepan banyak orang. Bukankah itu akan mengakibatkan sebuah tanda tanya besar?” tanya Yoona tak percaya

“memang dia melambaikan tangannya padamu?” tanya Lay memperagakan tangannya melambai-lambai pada Yoona

Yoona mengangguk, “itu menggangguku, sungguh. Untung saat itu tak ada yang mengetahuinya, jika mereka tahu seorang Byun Baekhyun menyapaku mungkin sudah menjadi gossip luar biasa disekolah dan juga Yuri pasti akan bertanya seputar hubunganku dengannya belum ditambah fans-fansnya yang sangat agresif” jawab Yoona melirik kearah Baekhyun

“fans? Woah?! Bocah tengil ini memiliki fans?” tanya Luhan sedangkan yang disebut ‘tengil’ hanya mendengus sebal

“dia termasuk jajaran murid top. Itu yang aku dengar dikelasku” ucap Yoona santai

“mian… aku pikir kita bisa seperti ini meskipun itu diluar kegiatan” ucap Baekhyun mengangkat bahunya

“gwenchana, bersikaplah seperti 3 bulan yang lalu. Aku tak ingin ada masalah lagi apalagi jika sampai namamu tersangkut dengan namaku. Awas saja, aku tak akan pernah mengampunimu. Aku sendiri sudah cukup dengan dua tengil menyebalkan yang selalu menggangguku”

“maksudmu?” tanya Baekhyun tak mengerti. Apa Yoona juga akan memanggilnya ‘tengil’? oh… tiba-tiba Baekhyun benci dengan sebutan itu

“kau—” Yoona menghentikan ucapannya, merasa ada yang ganjil, “kalian tak perlu tahu yang pasti bukan kau” ralatnya.

Yoona pulang dua jam sebelum pagi. Bergegas meminum obatnya dan tidur. Ketika dia bangun, tubuhnya terasa jauh lebih enak daripada sebelumnya. Dia tampaknya juga tak mendengar suara ketukan kamarnya karena bubur dari bibi Jo sudah tersiap rapi diatas nakas. Bergegas dia mempersiapkan dirinya sekolah dan melahap makanannya sembari turun dari kamarnya hingga gerbang rumahnya. Baek ajhussi yang melihat itu tampak khawatir sedangkan Jo ajhumma mengejar dengan membawa kotak bekal dan satu botol air mineral untuk Yoona. Tak ada waktu menunggu bus, karena menurut beberapa orang disana bus akan datang 30 menit lagi dan itu sama saja tak ada celah baginya untuk sampai disekolah tapi langkah larinya tiba-tiba terhenti

“Yoona! Kau mau ikut denganku?” tawar seseorang yang ternyata Kai

Tanpa berpikir atau bertanya lebih lanjut, Yoona langsung setuju dan menaiki jok belakang motor milik Kai. Tentu dia akan memikirkan akibatnya nanti tapi terlambat datang sekolah jauh lebih buruk karena poinnya yang selama ini dia jaga harus berkurang sebanyak 3 poin. Itu mimpi buruk bagi Yoona. Tepat seperti dugaannya, ketika motor hitam milik Kai terparkir banyak anak yang memandang kerahnya dengan tatapan seolah-olah mereka ingin menerkam Yoona saat itu juga. “Kai, terima kasih. Aku harus pergi” Yoona berkata cepat dan langsung melarikan diri dari Kai yang hendak membuka mulutnya untuk bertanya hal lebih jauh.

Sesampainya dikelas Yoona mengibaskan rambutnya agar terlihat sedikit berantakan. Dia langsung menuju kursinya dan melakukan hal yang dia lakukan biasanya. Tak peduli dengan beberapa temannya yang saling berbisik satu sama lain. Sebetulnya dia terlalu lelah untuk memperdulikan hal yang tak seharusnya dia pedulikan sejak awal.

Yoona melongok kesegala penjuru arah. Dia ingin menemui Baekhyun. Dia mendapatkan informasi dari salah satu temannya ada seseorang yang ingin menyewa seorang penyanyi. Tentu saja Yoona langsung menawarkan Baekhyun. Meskipun baru bergabung selama 3 bulan tapi Yoona mengakui suara Baekhyun benar-benar sangat bagus.

“wae?” tanya Baekhyun

“langsung saja oke. Ada pekerjaan untukmu, temanku mengatakan padaku bahwa ada seorang temannya yang mencari seorang penyanyi jalanan bersuara emas untuk memeriahkan acara yang sedang dilakukannya” terang Yoona

“acara apa?”

“aku akan memberikan nomer ponselmu padanya dan dia akan menghubungimu untuk keterangan lebih lanjut”

“Yoona—apa kau yakin aku bisa?” wajah Baekhyun terlihat cemas

Yoona menyentuh pundak Baekhyun seraya tersenyum. Ini pertama kali bagi Baekhyun, dan perasaan gugup itu pasti akan selalu ada, “kita anak berbakat, tentu saja kita bisa melakukannya. Kau hanya perlu menyanyi, itu saja. Bukankah itu keahlianmu? Dan Kau sangat pandai dalam menghayati musik yang kau bawakan, bahkan aku sendiri mengakui jika kau artis papan atas aku akan menjadi salah satu fansmu”

Wajah Baekhyun terlihat tenang daripada sebelumnya, “kau benar. Gumawo atas saranmu. Aku merasa bersemangat karena aku sudah membayangkan gaji pertamaku” ucap Baekhyun tersenyum-senyum

“baiklah aku pergi dulu. Annyeong” Yoona melambaikan tangannya singkat dan langsung bergegas pergi

“Yoona” panggil Baekhyun, “berapa umurmu sebenarnya? Kau terlihat lebih dewasa dari umurmu”

Yoona yang mendengar itu hanya membalas dengan senyuman simpul. Sekali lagi dia hanya melambaikan tangan pada Baekhyun yang masih penasaran. gadis itu baru 18 tahun dan dia sudah menjadi salah satu orang yang berpengaruh didalam kelompoknya.

Yoona bersiap malam ini, dia sudah memberi alasan akan menginap dirumah keluarga Kim. Tentu seluruh keluarganya tahu siapa itu keluarga Kim. Dia mendapatkan job dari teman paman Kim di salah satu klub terbesar di Korea. Setelah sakit beberapa hari yang lalu dan meskipun bibi Jo memaksanya untuk istirahat total tapi Yoona menolak dan tetap melakukan pekerjaannya. Dia menghirup nafasnya dalam, dia bisa mengontrol pengunjung RockTN tapi dia agak ragu dengan pengunjung klub yang ada didepannya. Scarlet’s Bar.

Untuk masuk kesana tidaklah mudah, Yoona hampir terkena usiran dari bodyguard yang berjaga sebelum dia memperlihatkan sebuah ID card khusus yang diberi paman Kim agar dia bisa keluar masuk dengan mudah tapi kesulitan lain menghampirinya. Setiap pelayan bar yang dia tanyai tampak tak berniat memperhatikan pertanyaannya.

“annyeong” kata Yoona menyapa seseorang pelayan bar yang tengah membersihkan gelas cantik

“ingin pesan apa?” tanya lelaki itu tanpa beralih

“aku ingin bertemu pemilik bar ini” jawab Yoona

Laki-laki itu menghentikan pekerjaannya, kepalanya memutar memperhatikan penampilan Yoona yang mungkin bisa dikategorikan gadis udik yang jauh dari kata fashionable. Celana jeans panjang dan kaos casual biasa serta jaket denim yang terlihat usang

“jangan bercanda” ucap lelaki itu

“aku serius. Bosmu ingin menemuiku”

Laki-laki itu tersenyum mengejek, “ada gerangan apa bos ingin menemui gadis sepertimu. sepertinya kau masih SMU? Apa aku benar?”

“aku tak denan pertanyaanmu. Aku hanya ingin bertemu bosmu” ucap Yoona tegas

Laki-laki itu kembali tersenyum, “jangan bercanda, nona muda. Tidak semua orang bisa bertemu dengan bos kami dan sebaiknya kau segera keluar dari sini. Aku bingung dengan bodyguard diluar kenapa membiarkan gadis SMU masuk kedalam sini. Ah… atau kau menyuap mereka?” tawanya mengejek

“bisakah aku bertemu bosmu?” tanya Yoona sekali lagi, nadanya dipenuhi tekanan bahwa dia hampir kehabisan kesabarannya

“sebelum kau mau tidur denganku”

BRRAAKKK!!!

Yoona menggebrak meja bar itu dengan kuat dan membuat orang-orang disekitarnya memberi perhatian pada Yoona. Gadis itu terlihat sangat emosi, sedangkan lelaki didepannya tampak tak terima dengan kelakuan Yoona yang menurutnya sangat merendahkan harga dirinya. “sebelum aku benar-benar marah, sebaiknya kau keluar dari sini. Aku tak memiliki waktu meladeni gadis SMU sepertimu” ucapnya sopan. Yoona melipat tangannya dan tersenyum mengejek, “jangan bercanda. Bosmu yang mengundangku kemari”

Yoona mengeluarkan ID card yang ditunjukkannya ke bodyguard yang berjaga didepan bar. Lelaki itu langsung terkejut. Bibirnya tergagap ingin mengucapkan sesuatu yang terasa sulit keluar dari mulutnya. Itu ID card gold, hanya ada tiga buah dan hanya orang-orang tertentu yang bisa menyentuh ID card itu. Dan tiga orang tersebut bisa dipastikan adalah orang penting bosnya

“aku antarkan” ucap lelaki itu meninggalkan pekerjaannya

Yoona tersenyum penuh kemenangan. Bar terbesar di Korea tetapi memiliki pelayanan yang tak terlalu baik dengan orang lain. Laki-laki tadi mengantarnya kesebuah ruangan dilantai tiga. Lantai paling rapi dan paling tenang daripada lantai dua dan lantai pertama. Di lift yang menghubungkan mereka dengan lantai tiga pun juga ada bodyguard yang menjaganya.

“ini ruangannya” kata lelaki itu

“tunggu” ucap Yoona, “siapa namamu?”

Laki-laki itu tampak menggigit bibirnya. Dia melirik Yoona yang masih menunggu jawaban darinya. Jika gadis didepannya ini kenal bosnya bahkan memegang kartu gold yang sangat keramat itu, bisa dipastikan dia akan kehilangan pekerjaannya malam ini. Apalagi dia teringat dengan ucapannya sendiri yang dia gunakan sebagai persyaratan gadis ini bisa menemui bosnya

“aku bertanya pada—”

“Yoona?!”

Suara itu tampak menginterupsi mereka menoleh dan menghentikan jawaban yang diberikan laki-laki tadi. Lelaki ini menghela nafas lega, setidaknya dia bisa kabur dari pertanyaan yang terlontar dari mulut Yoona

“Hwang ajhussi?” ucap Yoona kaget

“sudah aku duga si Kim itu berbohong” ucap lelaki paruh baya itu sembari memeluk Yoona singkat

“apa yang kau lakukan disini?” pertanyaan paman Hwang tertuju pada lelaki yang mengantar Yoona. Lelaki itu membungkuk singkat dan langsung pergi meninggalkan lantai itu

“maksud ajhussi?” tanya Yoona tak mengerti

“aku sudah pernah bilang ke si Kim agar kau bekerja disini saja tapi dia tetap nekat mempekerjakanmu ditempatnya padahal dia sudah memiliki DJ sendiri” jawab Hwang ajhussi tersenyum senang

“ini—bar milik ajhussi?” tanya Yoona tak yakin

“kau pasti kaget? Appamu pasti tak pernah menceritakannya padamu. Dia pasti hanya bercerita aku memiliki perusahaan makanan cepat saji disini” tebak Hwang ajhussi yang dijawab anggukan dari Yoona.

Hari itu Yoona belum mulai bekerja, paman Hwang menyuruhnya untuk datang besok. Yoona hanya menghabiskan waktunya didalam ruangan salah satu teman appanya itu sembari bercerita dan meminum teh. Paman Hwang dan paman Kim adalah teman dari ayah Yoona, mereka sering berkunjung kerumahnya tapi semenjak ayah Yoona meninggal kedua lelaki itu jarang bertamu kerumahnya. Yoona menyisir rambut hitam miliknya. Memikirkan pekerjaan tetap di klub atau bar itu memang keinginannya tapi dia tak akan bisa datang ke RockTN lagi. Scarlet’s bar memang memberikan gaji yang lebih besar daripada RockTN dan ruangannya jauh lebih besar daripada RockTN. Keamanan disana juga cukup ketat bagi anak-anak dibawah umur. Dan juga itu membuatnya sedikit tenang karena tak ada yang mengganggu pekerjaan miliknya

Tak mau memikirkannya lagi, Yoona bergegas turun dan sarapan bersama kedua saudaranya. Jessica seperti biasa tak peduli dengan kehadiran Yoona sedangkan Yuri terus menatapnya tajam, itu membuat Yoona sedikit risih meskipun dia berusaha tak peduli dengan tatapan milik kembarannya itu

“kemana kau semalam?” tanya Jessica

“…”

“aku bertanya padamu Yoona” Jessica tampak emosi karena tak ada yang menyahut pertanyaannya

“bukankah aku sudah mengatakan aku pergi kerumah paman Kim?” Yoona menatap bingung kedua saudaranya

“jangan bohong” ucap Jessica memojokkan

“mak—maksud eonni?” mata Yoona membulat, dia benar-benar takut jika kedua saudaranya ini tahu tentang pekerjaan yang dia lakukan

Yuri tersenyum smirk, “kau pikir aku bodoh tak akan menelpon Suho?”

“Suho?”

“cih” Yuri menatap meremehkan

“kemana kau pergi tadi malam?” Jessica tampak tak sabar

Yoona mengatur nafasnya sendiri, detak jantungnya berdegup tak karuan dan dia takut jika wajahnya berubah menjadi pucat karena dia tak tahu harus menjawab apa. Yuri dan Jessica terus memandang Yoona dengan tatapan curiga yang sering mereka lakukan. Terutama Yuri yang tampak semakin membencinya dari hari ke hari.

“kenapa tiba-tiba kalian tertarik?” tanya Yoona, tatapannya melurus. “bukankah kalian pernah mengatakan tak akan pernah ikut campur apapun yang akan aku lakukan?” tanya Yoona lagi

Yuri menggeram sedangkan Jessica tampak tenang

“kami tak akan peduli padamu tapi jika tingkahmu membuat keluarga Im malu, tentu aku tak akan tinggal diam” ucap Jessica

“aku pergi kerumah temanku” jawab Yoona

“teman?” kaget Yuri, “bahkan satu sekolah tak ada yang mau mengetahui namamu, bodoh!”

“aku berangkat” ucap Yoona tak menanggapi perkataan Yuri. Yoona hanya sudah terlalu muak dengan gadis itu dan tentu dia masih mengingat jelas bagaimana mereka membuat Yoona menjadi bual-bualan sekolah akibat kecap ikan yang mereka tuangkan ke tubuh Yoona. Dan juga memar ditangan akibat tali yang teramat kuat mengikat pergelangan tangannya.

TBC

maaf ya kalo kelamaan update, sekalinya update kependekan, ceritanya nganeh dan tengah malem kaya gini😦 . maaf ya, nyesuaian jadwal juga mau ngepost kepending mulu karena harus ngampus dari pagi-sore dan malemnya harus ini itu. mau ngelanjutin nulis tiba-tiba ngestuck dan malah muncul ide lain yang nggak diinginkan (weh :v) . tapi tenang aja, selama kalian masih semangat baca ini ff aku bakal usaha! YIHAAA!!!

see you soon

53 thoughts on “Who Are You? – 7

  1. Daebbak, thor..ngefeel banget. Yuri dkk jahat banget sih, kan kasian Yoona. Jangan yoonkai dong thor, yoonhun aja thor. Kalo nggak boleh, ya udah deh yoonkai aja..tapi moment yoonhun banyakin dong, please *muka melas. Kalo Yoona ama Kai, Sehun gimana dong, masak ama Yuri??? Hahhh, bisa gila aku thor, mikirin ini doang. Cepetan dong thor, udah nggak sabar nih. Maaf ya thor kalo aku kebanyakan cincong+maunya, abisan ffnya ngefeel banget sih, jadi keinget terus. Fighting,thor!!!!!!!

  2. Ommoooo daebak daebak thoooor…….FF.a keren bgt..😄 Aq jtuh hati sma ff ini……😍😊 Gemes liat kai ma yoona….Kpn mrka lbih dket lagi thooor dan kpn kai bkal tau kalo yoona gadis beatbox itu…😙 uuuuuh nggc sbar pngn baca klnjutannya…..Jgn update lama lama ne thooor 😊✌ love you…😘😄 fighting ne authooor 😉💪

  3. Daebak thor tpi moment kaiyoon kurang byak thor,,next chap byakin ya thor #plisss wkwkwkwk
    pengen Kaiyoon🙂😀

  4. Ketinggalan 2 chapter :3
    Yuri keterlaluan -,- sama kembaran sendiri begitu 😒
    Jessica juga jahat 😣😣
    Yah, Yoona beruntung ya masih punya teman yg setia 😄
    Oh ya Thor, orang tua mereka meninggal ya? Gegara apa thor?

    Next yaa thor, ditunggu 😄😁 Fighting!

  5. Ceritanya seru dan susah di tebak..,aku suka banget romancenya sehun sama yoona❤ (tambahin romancenya dong..) /agyeogagal/
    Moga aja endingnya SeYoon♥♡/ngarep/
    *apdetnya yg ligat sih thor..nega udah penasaran sa ma kelanjitan nih ff

  6. Suka suka suka…. makin seru. Endingnya yoona bakal ma siapa thor? #gakmungkindijawab hahaha
    Yoonkai aja ya thor, feelnya lbh dpt cz dr awal udh gtu. Ya ya ya. Next chapt jng lama2…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s