Nugget

Unghctitled-2
Roxxiedite

Yoona Im  x  Baekhyun Byun
Comedy #Fail // > 600 words // General

Summary:
“Hei, gaji pertamamu kau belanjakan nugget semua?”


Seharusnya, tatkala matahari masih betah menggantung di ufuk timur, itulah ruang kesempatan Baekhyun untuk bisa mati sejenak dalam nikmatnya ranjang beserta selimut tebal. Kalaupun tidak, jadilah baginya dapat nonton sinema kartun Spongebob—Pororo juga lumayan— sambil melahap seloyang pizza yang belum sempat terjamah malam tadi.

Okay, seharusnya ya seharusnya. Siapa sangka pagi-pagi sekali kediaman Baekhyun disambangi wujud asing dari pintu belakang?

Fix sekali soal wujud macam apa yang tega meluluh lantahkan agenda pagi Baekhyun, tipe Gadis beringas yang untung-untung punya pangkat sebagai ‘adik-emas-kakak-Byun’. Dengan tampang kusut bak tissue toilet juga seabrek kantong belanjaan, Im Yoona mendobrak cuma-cuma rumah saudara tanpa hendak menghadiahkan frasa berupa sapaan hangat pada pemilik.

“Mendingan Kakak duduk, aku mau buat sarapan dulu.” Suruhnya dibalas dengus dongkol Baekhyun. Maaf saja sayang, waktu sarapan Baekhyun biasa terlaksana tepat tiap kali jarum jam memangkas angka sepuluh, bukan enam; tak bedanya seperti sekarang.

Pun walau hati menolak, Baekhyun tetap melancarkan titah Sang adik dengan membiarkan bokongnya ditopang oleh bantalan empuk sofa warna navy di sudut dapur. Duduk ala preman plus tampang unik setelah bangun tidur akan membantumu merasakan dorongan ingin muntah sekilas mengamati sosok Byun Baekhyun kala itu. Jijik tahu.

“Kak, pilih bacon atau nugget?” Baekhyun menjeling, buru-buru merespon pertanyaan Yoona sambil ekor matanya lirik-lirik ke arah bungkusan paket daging babi, nampak tragis sebab tergeletak sendiri di atas kulkas. Bukan prihatin ya, Baekhyun cuma kepikiran tentang harga Bacon yang kian melunjak disanding  nugget— singkatnya, dia lagi ngidam makanan mahal.

Yoona termangu sejemang, lantas berbalik meraup perhatian Baekhyun. “Nugget aja ya, kak. Aku lagi mau bacon soalnya.”

Tibalah saat Baekhyun mulai melantunkan nama-nama penghuni kebun binatang, tambah-tambah aksara kata sejenis ‘Fu*k’ dan sebangsanya. Oh, Im Yoona sungguh mirip Dora hari ini. Tahu jawaban, justru melempar kalimat tanya retoris yang demi bulu hidung Chanyeol mampu menaikan tekanan darah orang sampai menyentuh tingkat maksimum. Sialan.

Kok datang waktu liburan? Kerta part time mu gimana?” Nada bicara Baekhyun gamblang menyiratkan rasa risih, seolah memaksa Yoona agar cepat-cepat lenyap; Bilang saja begitu.

Sudut bibir Yoona naik satu, membentuk segaris senyum abstrak berupa asimetris.

“Ini hari minggu.”

“Lalu ada yang spesial dengan hari minggu?”

“Hari minggu ya hari libur.”

“Libur memang, tapi tak ada tanggal merah di jadwal part time mu.”

“Memang. Sebab aku barusan di pecat.” Pungkas Yoona. Pula jari-jari nakalnya ikut andil menyusuri surai selaras cairan mocca yang empunya adalah Baekhyun, baru sadar perihal warna rambut Lelaki itu menjelma jadi warna normal. Dia menambahkan sebelum kembali sibuk bersama kompor berikut bahan makanan lain. “Aku lebih suka rambut platinummu.”

Alih-alih beri tanggapan, Baekhyun justru Beranjak meninggalkan beribu kesal yang sempat dipikulnya tadi. Merasa ajang pembalasan tengah berlangsung. Dia paham secuil tentang Yoona yang benci digoda, serta merta membangkitkan gairah Si Kakak untuk coba-coba bereksperimen atas luapan emosi Yoona.

Baekhyun berdeham pelan, lalu mencubit gemas sebelah pipi adiknya. “Ya ampun, baru seminggu sudah dipecat. Kasihan sekali~” Tidak, tidak. Bukan Yoona benci digoda, masalahnya lain kalau Baekhyun yang melakukan itu. Tak sungkan membuat Yoona berakhir menghantam tengkorak Baekhyun dengan bongkahan beku nugget.

Ah, terserah, paling-paling Baekhyun amnesia dibuat Yoona. Ujung-ujungnya juga dia yang angkat tangan ‘kan?

Semulanya Baekhyun hendak kembali ke kamar, namun dua kantong plastik gemuk di atas meja berhasil menunda sebentar rencana awal. “Hei, gaji pertamamu kau belanjakan nugget semua?” Kuriositasnya makin meningkat seiring iris hazel itu menilik sana-sini isi kantong.

“Mereka menolak membayarku.”

Terus?

“Jadi kuambil saja seluruh persedian nugget di Café, hitung-hitung balas dendam.”

A-ha, pastilah ini adiknya. Manusia liar yang bersembunyi dalam rupa menawan, tipe Gadis lupa diri yang kadar kurang ajarnya sudah lewat batas; katakanlah overdosis.

.

.

.

.

.

“Yoona-a. Kalau nanti dipanggil polisi, jangan libatkan nama kakak ya?”

.

.

.

.

.

Fin

Apa deh ini, aku juga gak paham. Lagi-lagi bang Chanyeol kubuat nista, walau namanya cuma numpang lewat #Maaf.
Bagi yang udah mau baca, makasih😀🙂

16 thoughts on “Nugget

  1. ak kira baekyoon pacaran… trnyta ade kaka… yoona kocak jg… msa gara2 di pecat dia ngambil nugget…
    next thor di tggu ff lainya…

  2. .aigoo, ngakak deh bacanya. Bru krja part time seminggu, ud dipecat? Parah jg thuc. Gk digaji eh malah diam2 ngambil persediaan Nugget di Cafe. Yoona parah jg neh. Baekhyun gk mau ikut2n jika dilaporin dipolisi gra2 Nugget😀 critanya lucu aplg pas endingnya.

  3. Hhahaaha, ngakak. Geli sendiri bcanya, YoonA ekstrim. Ga dbyar iya dndam, hhhaha lagian bru sminggu ko bsa dipecat?
    Dtunggu aja krya slnjutnya!!
    FIGHTING!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s