[Frelance] Naman Sarangbwajo

wef-copy

Tittle:  NAMAN SARANGBWAJO (Ani Jadongcha)

By Nani hunhan

With starring: Oh Sehun

Im Yoona

Rated: PG-13+

Italic=flashback

$ Oh Sehun, all pov  $

@ ENJOY THIS FANFICTION AND HAPPY READING GUYS @

Poster by: deerkkamjong07

(gue gak sempat req poster, jd pake poster yg lama aj yang pernah gue pake di ffku sebelumnya.

+++++❤ ++++

Jika kalian pandang langit menjelang siang, sungguh suguhan pemandangan yang indah dan suasana cerah di kotaku, Seoul. Langit cerah secerah hatiku. Hari ini aku serta 8 member lainnya disibukkan dengan pembuatan Video klip lagu terbaru kami. Dan sekarang aku bernafas lega, karena syuting pembuatan video klip pun kelar.

Namaku, Oh Sehun. Aku adalah salah satu member EXO dan magnae dalam grup tersebut. EXO adalah boyband naungan SM entertainment. Dan tahun 2016 ini adalah tahun puncak dari kepopuleran kami.

Meski hati dan perasaanku sedang cerah, namun jiwaku ini merindukkan sosoknya. Sosok yang pernah kucintai. Jika kau bisa melihatku sekarang, aku harap kau bangga padaku.

Hari ini, hujan ditemani petir bagai membela bumi. Aku meringkuk ketakutan di depan pintu gerbang sekolahku. Aku memang payah, padahal aku adalah namja tapi sifat penakut adalah diriku. Disaat aku putus asa akan yang kualami sekarang, kau bagai pahlawan berjiwa malaikat pelindungku. Kau menghampiriku dan secepat kilat memelukku. Membuat tubuh ini hangat akan pelukanmu. Disaat aku berada dalam gelap, kau adalah cahaya untukku.

“Gwenchana? Mianhe, aku terlambat menjemputmu pulang sekolah.” Dan suaramu bagaikan melody yang menutupi bunyi gemercik air hujan dan gemuruh petir. Kau tersenyum padaku. Senyumanmu itu adalah candu bagiku.

Disaat dengan kecemasanmu mengkhawatirkan diriku, aku ingin selalu seperti ini. Aku selalu hanya diam membisu akan dirimu yang selalu menanyaiku ‘apa kau baik-baik saja? Apa ada yang sakit?’ karena diriku telah terhipnotis akan dirimu. Dan saat kau sadar aku tak mengubris semua ucapanmu, kau akan mengecup bibir ini dengan manis. Manis yang luar biasa. Dan setelah kau melepaskan tautan bibir kita, kau kembali memelukku dengan erat. “kau kedinginan, Hun-ah. Kajja, kita pulang. Aku tak ingin kau sakit.” Ujarmu dan setelah itu kau mengiringku untuk masuk kedalam mobil yang kuyakini Dasom noona ada didalam, duduk dikursi kemudi. Oh Dasom  adalah kakak perempuanku dan anak perempuan  satu-satunya dikeluargaku. Dasom selelu mengerti akan diriku.

Namanya, Im Yoona. Aku mengenalnya karena Dasom noona dan ia adalah tetanggaku. Yoona adalah gadis sederhana namun kebahagiaan selalu dirasakan dalam hidupnya. Ia adalah anak bungsu dari 2 bersaudara. Kedua orangtuanya telah bercerai, ibunya pergi membawa kakak perempuannya dan meninggalkan Yoona bersama sang ayah. Itulah sebabnya ia tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu dan kakak. Ayahnya, Im Zi Tao pria Mandarin yang berprofesi Pelatih sepak bola nasional sekaligus guru wushu. Ayahnya kadang jarang pulang, karena jadwal pelatihan sepak bola dan pertandingan sepak bola yang padat membuat Yoona harus hidup menemaniku. Awalnya setiap Ayah Yoona pergi, Yoona akan selalu diajak. Namun setelah berkat usaha Dasom, Yoona tak mengikuti sang Ayah lagi. Usia kami terpaut 4 tahun, yah aku lebih mudah darinya. Yoona adalah guru privatku, berkat usaha Dasom noona juga tentunya.

Yoona noona tak melanjutkan pendidikannya di jenjang perguruan tinggi, ia hanya lulusan sekolah menengah atas tapi Yoona noona sungguh cerdas. Tao ahjussi pernah mengatakan padaku, “Yoona trauma. Yoona adalah anakku yang terhebat. dia tak ingin melanjutkan pendidikannya, karena setinngi apapun gelar yang ia raih ia akan tetap menjadi ibu rumah tangga. Aku tahu, jika Yoona anakku tak ingin seperti eommanya. Lulusan sarjana Psycologi dengan prestasi dan pendidikan tinggi. Namun, setelah menikahiku, menjadi istriku, ibu Yoona tetap harus menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga. Tiap hari mengurusi rumah, memasak didapur, mengurus anak-anak dan mengurusiku. Rupanya, ibu Yoona merasakan kebosanan hidup denganku dan memutuskan bercerai untuk menjadi sukses lagi. Saat itu, umur Yoona masih 7 tahun.”

Aku tahu mengapa Yoona tak melanjutkan pendidikannya karena perkataan Tao Ahjussi saat itu. Ayah Yoona memutuskan tak menikah lagi karena ia tak mencintai seorang wanita lagi selain anaknya, Im Yoona.

Setelah Yoona menjadi guru privatku dirumah, aku tak tahu mengapa aku menjadi lemah dan haus akan perhatiannya. Ia adalah guru privat sekaligus baby sitter untukku. Dan semua hal yang dikatakan Yoona noona padaku adalah menjagakku selamanya. Aku ingin Segera dewasa dan menikahimu. Hidup bahagia bersama tak seperti appa dan eommamu, tapi seperti ibu dan ayahku.jika aku mengisi hariku ditemani para saudaraku, rasanya menyenangkan tapi tak sedikit pula rasa membosankan itu timbul. Lain halnya jika aku menghabiskan hariku bersama Yoona noona, rasanya seperti menang undian tiap detik.

 

Aku punya banyak hal untuk dikatakan. Tapi aku yakin kau sudah tahu bahwa aku merindukkanmu. Itulah mengapa aku tak pernah khawatir tentang hal itu. Karena meskipun kau tak disini, tak disampingku, aku tahu bahwa kau tak jauh.

Kini kita sudah terpisah jauh, dan hati kita sudah tak sama. Namun, Kali ini sepertinya aku merindukkanmu. Ingin rasanya aku berteriak seperti itu, Namun aku tahu bahwa kau tak akan mendengarnya.

Jika beberapa member EXO memutuska pulang kerumah orangtua mereka, maka lain denganku. Aku tak ingin pulang. Oh Sehun tak ingin pulang kerumah orangtuanya. Rumah yang penuh kenangan bersama Yoona. Aku tak ingin pulang bukan karena rumah itu penuh kenangan diriku dengan Yoona noona, namun karena di rumah itu ada sepasang suami-istri yang bahagia tapi tidak untukku. Aku tak kuat melihat kemesraan itu dan aku tak kuasa memandang wajah appa Yoona karena bukan aku yang menjadi menantunya.

“aku ingin mengatakan sesuatu padamu, Noona.” Ujarku dengan lantang saat ia membukakan pintu rumahnya untukku. Yoona noona mempersilahkan diriku masuk dan duduk di sofa ruang nonton. Yoona noona hanya tersenyum menanggapiku, dan rasanya jantungku ini membeku karena senyumannya.

“wah, aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Tapi kau duluan saja. Ayo katakan!” jawabnya.

Sebenarnya aku ragu mengatakannya, tapi aku butuh kepastian. “Noona, aku menyukai Minah. Kau tahu kan Minah adiknya Bang Yongguk hyung salah satu murid ayahmu.” Yoona hanya mengangguk pelan. “ aku sudah resmi jadian dengannya, dan sekarang kami resmi menjadi sepasang kekasih. Noona tahu, Minah yang menembakku, maksudku Minah yang mengatakan perasaannya duluan dan akhirnya aku menerimanya. Aku senang sekali, noona.” Sebenarnya aku hanya ingin tahu reaksi Yoona noona. Apakah ia akan marah atau cemburu padaku. Memang sih, aku resmi menjadi kekasih Minah, teman sekelasku. Dan benar juga Minah yang mengatakan perasaannya padaku tepat saat aku dikantin bersama Taehyung dan Suga temanku. Sebenarnya aku ingin menolaknya, tapi Minah adalah yeoja, dan ia mengatakannya di kantin pada jam istirahat sekolah dan suasana kantin sangat ramai. Jika aku menolaknya, maka aku akan membuat seorang yeoja malu setengah mati hanya karena aku. Aku tak ingin itu terjadi karena aku mempunyai kakak perempuan dan aku tak ingin Dasom noona mengalaminya. Di lain pihak, aku tak menyukainya tapi aku mencintai Yoona noona, hanya Yoona noona. Dan akhirnya keputusanku menerima Minah sebagai kekasihku, agar aku juga bisa tahu reaksi Yoona noona seperti apa. Setelah itu, aku akan jujur pada Minah untuk mengakhiri kami.

‘Ayolah Noona, aku ingin tahu reaksimu seperti apa?’

“jin-jinja? Hmm-Chukaeoyo..” hanya itu? Tapi aku telah paham akan kegugupan itu, sikap gugupmu pasti karena tak percaya apa yang telah terjadi sekarang.

Kini keheningan kembali menyelimuti suasana.

Aku tidak suka akan keheningan tapi jika itu bersamanya, aku tak masalah.

“sepertinya akan hujan, apa kau tak ingin pulang?” tanyanya, mengusir keheningan atau mengusirku untuk pulang?

“aku bisa menginap dirumahmu, Noona!”

“Hunnie, aku harus menemani appaku ke Busan menemui paman kami. Jika aku tak pergi, kau bisa menginap di rumah ini. Mianhe, ne?!”

Selelu saja ada alasan. “oh, ya! Kini giliranmu noona, kau ingin mengatakan apa tadi?”

“lupakan saja, bukan hal yang penting Hun.”

Hal sekecil apapun, akan sangat penting jika itu mengenai dirimu.

“tapi aku ingin mengetahinya, noona. Katakanlah, jebal..” pintahku.

“ baiklah, jika kau memaksa. Sebenarnya aku ingin menganjurkanmu untuk ikut audisi di SM ENT, Kau pernah bilangkan padaku jika kau ingin sekali menjadi salah satu member boyband seperti Super junior. Otte? Apa kau mau ikut audisi itu?”

Oh, jadi itu. Sebenarnya aku mengatakan ingin seperti super junior, karena kau sering memuji magnaenya yang bernama Cho Kyuhyun itu jika bersamaku.

“Aku pasti ikut, demi Noona.” Ucapku.

 “ne, kau sudah mendengarnyakan. Sekarang kau harus pulang, sebelum tubuhmu itu terkena air hujan dan sakit.” Yoona noona menarikku dengan halus menuju puntu depan. Setelah membukakan pintu, Yoona menyempatkan mencium pipiku dan menyuruku keluar. Setelah aku keluar dan sedikit shock, aku berniat mengucapkan salam perpisahan namun Yoona noona duluan menutup pintu rumahnya untukku.

 

Seminggu kemudian, aku lolos audisi. Saat itu juga aku mengakhiri hubunganku dengan Minah dan aku ingin mengatakan kabar bahagia ini sesampainya dirumah nanti.

Namun, aku harus menelan pil pahit, ah tepatnya pil beracun yang memusnahkanku. Bagaimana tidak, yeoja yang kucintai dan beberapa hari kutinggal kini akan di jodohkan dengan Hyungku? Apa ini? Aku tahu betul, Luhan hyung hanya menyukai Yoona noona sekedar rasa kagum, tak lebih. Saat aku tibapun, Luhan hyung segera kekamarnya sedangkan Yoona noona memutuskan untuk pulang ditemani appanya. Hey, ada apa ini? Katakan ini tak benar, hanya sandiwara. Apa aku ulangtahun sekarang? “Tanggal berapa sekarang? Aku ulang tahun tanggal berapa?” teriakku.

“ada apa denganmu, anakku. Gwenchana?” Tanya appaku. “Hunnie,bagaimana dengan audisinya sayang?” kini Eommaku yang bertanya. Aku hanya terduduk diam. Tak ingin bicara, aku masih shock berat. Dalam situasi seperti ini, masih saja bertanya soal audisi itu.

“eomma dan appa, kekamar dulu Hunnie. Tanpa bicarapun, eomma tahu kau lolos audisi.” Mengelus kepalaku, dan menyusul appa kekamar. Kini hanya ada aku dan Dasom noona di ruang tamu.

“Noona, tanggal berapa sekarang? Apa hari ini atau besok adalah hari ulang tahunku?”

“Aigoo, kau kacau sekali adikku. Tapi hari ini bukan tanggal 14 April adikku, itu tandanya ulang-tahunmu bukan hari ini.” Jawabnya.

“aku mengerti perasaanmu dan jangan salahkan siapapun. Ini semua karena kau sendiri. Jika kau tak memiliki kekasih, Yoona dan Luhan oppa tak mungkin dijodohkan seperti sekarang. Atau, kau yang akan di jodohkan dengan Yoona. Jika Noona bisa membantu, aku akan membantumu semampuku.” Lanjutnya.

Kau memang selalu mengerti aku, Dasom Noona. “gomawo.” Ucapku dan beranjak ke kamar.

“Di saat kau mengikuti audisi, disaat itupula Yoona dan Luhan oppa bertunagan, ini adalah kehendak appa dan eomma. Luhan oppa sangat marah padamu, ia melampiaskannya padaku. Namun, kau perlu tahu bahwa Luhan oppa terpaksa dan Yoona sebenarnya mencintaimu, bukan Luhan oppa, Hunnie.” Aku sempat mendengar ucapan terakhir Dasom noona ini. Saat aku ingin melangkah, entah kenapa raga dan jiwaku ini tak sanggup menerima ini semua. Akhirnya, aku jatuh pingsan dan sempat kudengar dengan samar Dasom noona berteriak kaget,

Paginya, aku sadar. Entahlah, ini pagi atau masih cahaya bulan yang berjaga. Yang pasti, Disaat aku membuka mataku, hal pertama yang kulihat adalah Yoona noona, dan ini bukan mimpi. Aku melihatnya tersenyum. Apa kau masih bisa tersenyum setelah ini? Kau tersenyum cerah padaku, aliran darahku sepertinya membeku.kau masih bisa tersenyum, tapi aku tak bisa. Aku akhirnya menangis, menangisi kebodohanku. Aku memang payah. “saranghae.. aku hanya mencintaimu, aku dan Minah tak ada hubungan apapun selain teman. Mianhe..” ucapku sekuat tenaga. Aku munafik, yah? Jelas-jelas aku sempat menjalin hubungan dengan Minah meski tak ada rasa cinta. Tapi aku hanya ingin meyakinkan Yoona noona, makanya aku mengatakan itu.

Aku ingin memelukmu, namun yang terjadi malah aku terjatuh dari ranjang dan mendarat mulus dilantai. kau membantuku untuk bangun dan membantukku berdiri lalu  membaringkanku di ranjang tempat tidurku. Aku sempat memergoki Dasom noona mangintipku dengan Yoona noona. Tapi aku tak ambil pusing, karena aku kembali merasa lebih baik atas bantuan Yoona noona. Entah kenapa, aku malah kembali terlelap efek dari sentuhan lembut tangan Yoona noona di pipiku.

Dan aku terbangun lagi. Namun sekarang saat aku bangun dari tidur nyenyakku, bukan lagi Yoona noona yang kulihat tapi si anak sulung, Kris hyung yang ku dapat. “kapan kau pulang?” tanpa basa-basi, aku bertanya padanya.  “aku tiba di Seoul tadi malam, tapi pulang kerumah baru saja. Aku tadi malam meyempatkan kerumah kakek dan bermalam disana.” Jawabnya.

“ aku kekamarmu, bukan karena aku merindukkanmu karena aku hanya merindukkan Dasom-ah. Tapi, untuk membangunkanmu untuk sarapan. Palliwa, kau telah istirahat cukup lama dan kau juga tak sakit.” Lanjut, Kris hyung.

Setelah mengatakan itu, Kris hyung beranjak keluar. Yah, Kris hyung adalah anak pertama, sedangkan Luhan Hyung anak kedua. Kami empat saudara, memiliki sifat yang berbeda pasti. Kami bertiga, sangat menyayangi Dasom noona begitu pula appa dan eomma karena hanya Dasom noona anak perempuan. Aku sangat membenci Kris hyung,kami sering bertengkar saat masih kecil. Kris hyung memutuskan kuliah diluar Negara Korea Selatan, dan aku tidak mau tahu tentang itu. Luhan hyung? Hyungku yang satu ini, malas tahu orangnya. Jika aku sedang bertengkar dengan Kris hyung, maka ia akan membiarkannya dan tak melerai kami. Sedangkan Dasom noona, ia paling menyayangiku diantara saudara lelakinya. Alasannya selalu karena aku adalah anak bungsu. Dasom noonalah yang sering memarahi Kris hyung jika tahu Kris hyung merebut mainan atau apapun yang kumiliki. Intinya aku paling tidak suka dengan sifat yang dimiliki Kris hyung yang satu itu. Aku takut sifat perebutnya ini akan berlangsung sampai ia mati,dan aku tidak mau itu terjadi. Aku tidak ingin dan tidak mau semua yang kumiliki akan direbut olehnya.

 

Pagi ini kami menjalani sarapan dalam diam dan tenang. Ini pagikan? Jadi Yoona noona menemuiku tadi bukan pagi, yah? Hmm, coba saja tadi aku tak terlelap kembali.

“Bagaimana audisinya?” eommaku bertanya, dan aku baru menyadari jika tak ada Kris hyung. “eomma sudah tahu, kenapa bertanya lagi? Oh, ya! Hyung dimana?”

“kris oppa sedang istirahat, lelah katanya.” Dasom noona yang menjawab.

“karena aku lolos audisi, aku akan menjalani training sebelum debut.” Jawabku dan asik menyantap sarapanku. Ini karena efek kehadiran Yoona tadi.

“apa kau tak ingin menikah, anakku?” kini appa yang bertanya.

“pikirkan saja dulu pernikahan Luhan hyung, lagi pula aku harus fokus dengan training yang kujalani.”

‘impianku adalah menikah dengan Yoona noona, tapi sepertinya aku tak bisa mewujudkannya. Maka aku harus mencapai cita-citaku, karena cita-citaku adalah cita-cita Yoona noona juga.’

“sebenarnya appa dan eomma….” Sebelum appa menyelesaikan ucapannya, aku dengan segera meminta izin untuk membereskan barang-barangku dikamar karena aku akan tinggal di asrama dan aku juga mengatakan jangan ada yang membantuku termasuk Dasom noona. “Hunnie..” aku menghiraukan panggilan Dasom noona untuk pertama kalinya. Aku memutuskan beranjak dari sarapan itu, tak ingin mendengar tentang persiapan pernikahan itu.

 

Andai saja saat itu aku tak memotong ucapan appa, aku pasti bisa meraih impianku untuk bersamanya. Dan andai saja aku tidak menghiraukan panggilan Dasom noona, pasti jodohku akan seperti yang kuharapkan.

 

Tak terasa aku telah menjalani training selama setahun lebih, dan selama itu pula aku selalu memikirkan Yoona noona. Aku selalu berpikir, jika Yoona noona tak disampingku lagi maka aku harus kuat menjalani hidup ini. Setelah aku debut, pasti aku akan menemukan cinta baru yaitu di penggemarku. Aku selalu memikirkan tentang itu.

“Sehunnie, ada telpon untukmu. Katanya, ia Noonamu.” Chanyeol, salah satu training dan akan juga debut bersamaku ini menyadarkanku. “kau melamun lagi?” kini Lay hyung yang bersuara.

“Anio, aku hanya berpikir saja hyung. Ah, gomawo Chanyeol hyung untuk informasinya.” Ucapku pada mereka berdua dan bergegas meninggalkan mereka untuk menerima panggilan dari Dasom noona.

“Yoebseo?” ucapku. Baekhyun malah menertawaiku. Ada apa dengannya?

“sampai kau berbicara 94 kalipun, tak akan ada yang menyahut. Sebaiknya kau tutup telpon itu, dan dengarkan aku.” Ah, kenapa aku tidak menyadarinya. Pasti Baekhyun telah menerima panggilan telpon dari Dasom noona.

“wae? Kenapa aku mesti mendengarmu? Kau yang menerima panggilan dari Noonaku yah?” tanyaku tak suka.

“yakh, kenapa kau malah menuduhku. Dengarkan aku, Dasom noonamu itu tidak menelponmu tapi Yoona yang menghubungi Lay hyung menanyakan kabarmu. Setelah itu, umm..” Baekhyun menghentikan ucapannya. Yoona noona menanyakan kabarku di Lay hyung? Tapi, bagaimana bisa? Dan aish Baekhyun membuatku penasaran saja.

“setelah itu apa?” tanyaku penasaran. “umm..” aku menunggu kalimat selanjutnya yang akan dikatakan Baekhyun. “umm, setelah itu—“ lagi-lagi Baekhyun membuatku penasaran.

“setelah itu, kau tanyakan saja pada Lay hyung.” Kini malah Chanyeol yang menjawab. “yah, kau! Aku masih ingin membuatnya penasaran kau malah muncul.” Marah Baekhyun. Namun Chanyeol tak mengubrisnya, malah memberi tahu padaku, “aku pikir tadi itu memang Dasom noona menghubungimu karena saat kutanya pada Lay hyung, ia berkata seperti itu. makanya, aku memberitahumu.”

“kau kan tahu Yeol, Lay hyung pelupa jadi bisa saja ia lupa siapa yang menghubunginya. Lagian, Yoona noonamu itu Hun, neomu neomu yeppo. Tak sia-sia aku memaksa ikut pergi dengan Lay hyung. Kalian tahu, Yoona noona itu adalah tetangga dan sahabat baik Lay hyung dari kecil di Beijing.” Tambah Baekhyun. “ah, sudalah. Aku ingin menemui Lay hyung untuk menanyakan kepastiannya.” Ucapku, namun mereka berdua malah asik menggosipkan tentang Yoona noona yang ditemui Baekhyun dan Lay kemarin. Mereka berdua memang seperti ahjumah penggosip.

 

Saat aku mencari keberadaan Lay hyung, ternyata ia bersama Jongin sedang bercanda gurau. Aku menghampiri mereka berdua di balkon kamar Lay hyung dengan Jongdae. “ekhem, Jongin kau di cari Baekhyun di bawah. Katanya ada hal yang penting.” Dustaku. “aish, sudah kukatakan padamu panggil saja aku Kai jangan Jongin.” Amuknya. Apa salahnya coba aku memanggilnya Jongin bukan Kai? Sebelum meninggalkan kami berdua, Jongin, ah maksudku Kai meminta izin keluar pada Lay hyung. Sopan sekali dia, coba.

Setelah Kai pergi, aku menatap tajam pada Lay hyung. “kau mau menerkamku, yah? Yang benar saja, kau itu bukan vampire atau makhluk halus.” Aish, ia malah tak mengerti dengan tatapan yang kuberikan padanya. “Yakh, Hyung. Kau tak mengerti yah aku sedang marah padamu.”

“arraseo. Kau memang marah padaku mengenai apa?” aish, ia malah balik Tanya padaku.

“kau tadi mengatakan jika Kakakku menelpon, tapi kau berbohong padaku. Dan kata Baekhyun kau menemui Yoona noona kemarin yah? Kenapa tak bilang padaku? Kenapa juga kau tak bilang, jika Yoona noona adalah sahabatmu? Padahal aku ingin sekali bertemu dengannya.”

“banyak sekali pertanyaanmu.”

“jawab saja.” Pintaku

“Dasom noona mu itu tadi ia berpesan padamu jika ia telah menyuruh Supir Kang untuk membawakan surat undangan pernikahan Hyungmu dengan Yoona untukmu dan untukku. Ia baru saja menghubungiku tadi saat aku bersama Kai. Dan soal Yoona noona, aku menemuinya kemarin karena aku ingin bertemu dengan Tao ahjussi. Mungkin, saat aku berbicara dengan Appa Yoona, Baekhyun mengobrol dengan Yoona. Dan, aku lupa apa lagi tadi pertanyaanmu selain itu?”

“lupakan!” kataku dan hendak keluar namun Kai telah menghampiri kami. Ah, apa ia akan memarahiku karena aku berbohong padanya. “Ada supir dari keluargamu datang. Turun dan temuilah.” Beritahunya. “ nde.” Jawabku. “ kau jangan mengulanginya lagi berbohong seperti tadi, jika memang kau ingin berbicara dengan Lay hyung empat mata saja. Kau tahu? Baekhyun itu sangat cerewet, karenamu ia malah menyuruhku mendengar ceritanya.” Sambung Kai. Aku dan Lay hyung hanya tertawa mendengarnya.

“ada apa supir Kang menemuiku?” tanyaku, berbasa-basi.

“aku diperintahkan Nyonya untuk membawa undangan ini untuk tuan muda.”

“kenapa dua?”

“satu lagi, untuk Lay sahabat nona Yoona.”

“baiklah, kau boleh pergi dan jangan lupa sampaikan salam rinduku untuk Yoona noona.”

Luhan hyung, apa kau benar-benar akan menikah dengan gadisku? Tanpa melihat surat undangan itu dengan jelas, aku langsung meletakkannya diatas sofa.

Lay hyung muncul setelah aku kembali dari dapur mengambil segelas air.

“huaa… sayang sekali bukan nama Oh Sehun yang terpampang di undangannya sebagai mempelai prianya. Tapi, jika dipikir-pikir mereka berdua cocok yah Hun.” Pikir Lay

Aku ikut duduk disamping Lay hyung, ia hanya menggeleng-gelengkan kepala.

“yakh, sampai ayam bergigipun Yoona noona tak akan pernah cocok dengan Luhan hyung, pria cantik itu. Yoona noona hanya cocok jika ia menjadi pendampingku. HYUNG DENGAR ITU?!” ucap Sehun dengan lantang.

“kau tak perlu berteriak seperti itu! Pabbo, kau pikir memang ayam bergigi? Tidak! Dan kau buta, hm? Kau tak lihat di undangannya ini bukan Oh Luhan tapi Kris Oh, Hunnie. Oh, aku harus ke dokter THT sepertinya karenamu.” Jelas Lay dan berlalu pergi dengan memegang telinganya.

‘MWO? Kris Oh? Tapi bukannya yang akan menikahi Yoona noona itu Luhan hyung? Ada apa dengannya?’

Aku terus memandang surat undangan itu dengan berkali-kali, memastikan jika nama Kris yang terpampang. Kenapa harus Kris hyung?

Aku berniat menemui Dasom noona, untuk mengkonfirmasinya. Namun tiba-tiba, Suho hyung muncul di ikuti Lay hyung.

“Hyungmu, kecelakaan. Eommamu mengabariku, ia mengatakan kau harus ke rumah sakit sekarang.” Jelas Suho hyung.

“Nugu? Lagipula, sebentar itu ada latihan. Aku tak bisa.” Jawabku.

“soal latihan, aku akan mengatasinya. Kau kerumah sakit saja!” Suruhnya.

Tiba-tiba, Baekhyung memanggil Suho hyung yang harus meningalkan aku sekarang berdua dengan Lay hyung.

“kajja, kita pergi. Yoona menyuruhku untuk menemanimu.” Aku tetap menggeleng menolak.

“yakh, Kris hyung yang mengalami kecelakaan. Kau tahu? Dengan ia kecelakaan seperti ini, itu akan membuat Yoona bersimpati padanya dan berniat menemaninya. Apalagi, dari yang kudengar Kris hyung kekurangan kasih sayang maka dari itu ia tak disekolahkan di Seoul dan tumbuh dewasa tanpa kasih sayang kedua orang tuamu. Yoona noona memiliki hati malaikat, aku tahu karena aku telah mengenalnya dari ia lahir.”

“aku tetap tak akan pergi. Lagipula, jika aku kerumah sakitpun tak akan mengubah kenyataan yang terjadi sekarang. Yoona noona tetap akan menikah dengannya. Kalau kau ingin pergi, pergilah!”

Dapat kulihat, Lay hyung menghela napas kasar. “ kau memang keras kepala. Ini semua terjadi karena keras kepalamu itu. Andai saja kau tak memotong apa yang akan Appa katakan, ini semua tak akan terjadi. Luhan oppa juga tak akan kabur dari rumah setelah acara pertunangan itu. Aku bahkan Yoona  datang ke asramamu, namun kau malah tak ingin bertemu kami. Padahal kami berniat agar kau menggantikan posisi Luhan oppa saat itu. Yoona sekarang didera rasa bersalah. Ia berniat kabu, dan rmembuat Kris oppa harus mencarinya dan membuat kecelakaan itu terjadi. Tao ahjussi telah memutuskan, jika anaknya akan tetap menikah dengan Kris oppa. Jadi kau tak perlu menjenguk Kris oppa, kau focus saja dengan debut kalian. Ini cita-citamu dan Lay oppa juga tahu jika Yoona ingin melihat Oh Sehun menjadi anggota Boyband popular mengalahkan kesuksesan Super junior.” Ungkap Dasom noona yang tiba-tiba muncul. Aku tak bisa menahan air mataku untuk jatuh, aku menangis juga akhirnya. Kapan air mataku ini mengalami kekeringan? Kenapa aku tak bisa seperti Yoona noona, bisa tersenyum meski hatinya pilu.

“noona.. aku akan berusaha melupakan Yoona noona tapi ijinkan aku untuk tak menghapus rasa cintaku untuknya. Aku akan merelakannya demi keluarga kita, demi Kris hyung. Noona bisa pulang sekarang, tak perlu mencemaskanku.” Ujarku sebelum berlalu dari hadapan noonaku.

“ Hunnie…” lirih Dasom noona “

 

 

Sudahlah, menyesal kini tak ada gunanya.

“Hun-ah, kau tak ingin pulang untuk sekedar menengok orangtuamu?” Tanya Lay hyung saat menghampiriku. Sekarang aku beserta Lay hyung ada di Drom, sedangkan member lain entahlah mereka kemana.

“entahlah, aku malas menginjakan kaki di rumah megah itu.” Jawabku malas.

“ah, sayang sekali. Tadinya aku pikir kau akan menengok orangtuamu, tapi ternyata mood Oh Sehun sedang dalam level buruk. Baiklah, aku akan mengajak Baekhyun saja untuk menemaniku.”

“ memang Hyung tak ingin ke Beijing? Dan kau mengajak Baek hyung untuk menemanimu, kau mau kemana?”

“ aku mau kerumah orangtuamu, kudengar dari Tao ahjussi Yoona sedang sakit.”

“Mwo? Yakh.. apa Kris hyung tak bisa menjaga istrinya? Suami macam apa dia!” marahku.

Ting tong!

“biar aku yang membukanya, kau hangatkan dulu jiwamu itu.” Ucap Lay hyung dan pergi membukakan pintu.

1 menit

2 menit

6 menit

7 menit berlalu

Apa perlu butuh waktu lama untuk membukakan pintu. Apa Lay hyung ditelan oleh pintu di drom ini.

Aku ingin memastikan siapa yang datang sampai Lay hyung tak kunjung kembali.

Dan ternyata yang datang adalah Kris hyung. Untuk pertama kalinya ia datang menemuiku. Lay hyung? Ia hanya melongo kaget di depan pintu dan belum mempersilahkan Kris hyung masuk.

“Masuklah!” pintaku.

“ kau ingin minum apa, biar aku buatkan?”

“ aku pikir aku tak berkunjung di restoran atau Café, jadi aku tak perlu memesan minuman. Tapi jika kalian berinisiatif, terserah apa saja, aku meminum semua macam minuman.” Ungkap Kris hyung. Ugh, dia menyebalkan sekali, bagaimana bisa ia menjadi suami Yoona yang baik jika seperti ini.

“ biar aku buatkan.” Lay hyung akhirnya bersuara. Aku hanya mengangguk setuju.

Setelah Lay berlalu untuk membuatkan minuman, Kris berucap “ bagaimana kabarmu?”

“aku baik, seperti yang kau lihat!” jawabku enteng

“tidak biasanya kau datang menemuiku. Ada apa?” lanjutku tak ingin berbasa-basi.

Kris tertawa terbahak-bahak. Apa ia gila? Tak ada pentas komedi seperti biasa Lay hyung perlihatkan  sekarang, apa yang harus di tertawakan. Ah, ngomong-ngomong tentang Lay hyung, kenapa minumannya tak kunjung datang?

“ Aku tahu kau mencintainya. Aku juga tahu kenapa kau tak pernah lagi mengunjungi appa dan eomma dirumah saat EXO mendapatkan libur. Aku tahu kau terusik dengan keberadaanku disamping Yoona sebagai suaminya. Apa begitu susah bagimu untuk move on?” jelas Kris tanpa mengalihkan pandangannya padaku.

Bukannya aku tak tahu ingin berkata apa, tapi aku terlalu malas meladeninya.

“ Yoona sedang sakit dan ia ingin menemuimu. Makanya aku berada disini sekarang. Tapi aku kemari bukan untuk membujukmu agar menemuinya, namun aku hanya ingin memberi tahu padamu bahwa aku akan mengajak Yoona untuk menetap di Canada. Lebih baik ia tinggal dan hidup bersamaku di Canada, agar ia bisa melupakanmu. Dari kecil kau selalu menang. Jadi Tuhan tahu kapan aku harus menang, dan merasakan kebahagiaan. Mungkin untuk sekarang aku belum bisa membuatnya mencintaiku, tapi seiring berjalannya waktu ia bisa mencintaiku.”

Sebenarnya aku telah berusaha melupakan Yoona, tapi kenapa ia melakukan ini?

“ menyuruhmu untuk mengalahpun sudah terlambat. Mungkin benar apa yang Tao ahjussi katakan, kami tak jodoh. Tapi, ijinkan aku menemuinya untuk terakhir kalinya Hyung?” mungkin ini memang yang terbaik.

“ aku tak menginjinkan kalian untuk menemuinya. Aku akan membawanya pergi, karena aku tak ingin istriku menemuimu.” Jawab Kris hyung masih menatapku.

Ting tong!

Lay berlari untuk membukakan pintu.

Kami berdua diam akhirnya.

“ Hyung, siapa yang datang?” seruku untuk Lay hyung, berusaha memecah suasana sih sebenarnya.

“apakah kau harus menatapku juga seperti itu?” kesalku. Aku tak suka di pandang seperti itu.

Lay menghampiri kami dengan ekspresi yang tak kumengerti. Aku juga malas untuk bertanya.

“Istriku? Kenapa kau kemari. Kau sedang sakit.” Ucapan Kris hyung berhasil membuatku menoleh.

Yoona noona? Oh, sudah lama sekali aku tak melihatnya.

“aku merindukan Sehunie.. “ Yoona menatapku. Aku merindukan tatapan hangatnya. Entah kenapa aku merasa sekarang seperti hanya kami berdua.

“kau bantu aku membuatkan minuman di dapur. Kajja!” Lay hyung menarik Kris hyung pergi.

kenapa lidahku keluh untuk bertanya. “Noona jangan sakit. Noona harus sehat.” Ah, bicara apa aku sekarang.

“mianhe. Mianhe, Hunnie..” isaknya. Oh, jebal jangan menangis

 

“Noona tak akan pergi meninggalkankukan?” Tanyaku saat Yoona noona membukakan pintu rumahnya untukku. Dengan seragam sekolah masih kukenakan ditubuhku.

“waeyo?”

“aku mendengarnya dari Dasom noona, Yoona noona tak bisa menjemputku pulang karena noona akan pergi. Noona jangan pergi, jebal!” ku buerusaha memohon padanya.

“aku memang akan pergi. Tapi untuk beberapa saat saja, sekitar 3 hari. Aku harus menemui appaku, ia sedang sakit di Busan sekarang. Aku pasti kembali, Hunnie..” yoona noona mencubit pipiku gemas, rasanya seperti terbang tinggi hingga ke bulan. Apa aku bisa selalu merasakan ini? Aku berharapi iya.

“apa aku bisa ikut?” tanyaku. Aku ingin sekali ikut pergi, bersamanya.

Yoona noona menggeleng. “ kau harus sekolah, Hunnie. Jika liburan musim dingin tiba, aku akan mengajakmu kesana.” Oh, senyumannya. Senyumannya, tak tergantikan.

“ tapi noona harus janji, selamanya tak akan meninggalkanku.”

“mianhe, Hunnie. Aku tak bisa berjanji, karena Tuhan yang tahu kehidupan kita untuk masa yang akan datang.”

“noona berjanji saja. Janji tak akan meninggalkanku untuk masa sekarang dan besok. Masa yang akan datang, biar nanti masa itu datang baru  kita membuat janji lagi.”

“arraseo, Noona janji tak akan meninggalkanmu.” Jawab Yoona noona, dengan tawa pelan. Aku senang jika ia tertawa karenaku.

Aku ikut tertawa riang mendengarnya, sampai Luhan hyung berteriak padaku. “Yakh, anak nakal. Mau pacaran, hm? Cepat pulang, dan ganti pakaianmu dulu baru menemui yeojachingumu dirumahnya. Yoona-ah, usir anak nakal itu dari rumahmu.” Setelah mengatakan itu, Luhan hyung segera masuk kedalam rumah.

“noona, tak akan mengusirkukan? Hyung bicara selalu mengada-ngada, padahalkan aku bukan anak nakal.”

“ tapi kau harus mengganti pakaianmu lalu makan, sebelum menemuiku. Itu baru bukan anak nakal.” Ucapnya, lalu ia mengecup pipiku dengan manis.

“noona, aku maunya disini.” Aku meletakkan jari telunjukku di bibir.

“pulanglah, aku mengusirmu.” Lalu Yoona menutup pintu rumahnya.

‘saranghae, noona!’ teriakku dalam hati ini.

 

Tak terasa, semenjak kedatangan Kris hyung dan Yoona noona saat itu berlalu. Kris hyung juga tak main-main dengan ucapannya saat itu, ia telah membawa Yoona ke Canada. Sedangkan aku hanya bisa mengenang masa indahku dan Yoona noona.

“kau masih memiliki keluarga. kedua orangtua, Dasom noona, EXO, dan cinta dari EXO-L. kita memang tak seperti dulu lagi, Hun. Sekarang aku mencintaimu karena aku adalah Exo-L dan aku adalah kakak iparmu. Hargai orang yang menyayangimu, Hunnie. Kita memang tak jodoh, dan kau jangan sesali itu karena masih ada cinta untukmu. Tapi, kau juga tak perlu memaksakannya. Karena aku juga tahu, aku juga merasakannya.” Ucapan Yoona noona untuk terakhir kalinya sebelum ia pergi ke Canada, selalu terngiang olehku.

Aku tahu sekarang. Kita harus menghargai hidup ini, meski tak sesuai dengan harapan kita.

Tak jodoh, bukan berarti tak bisa bersama. Namun, karena cinta memiliki sejuta jenis. Tak jodoh bisa bersama ataupun bersatu, namun cinta didalamnya yang berbeda.

.

.

.

.

THE END

A/N: Mianhe, jika typo masih bertebaran dan bahasa yang bikin ngantuk. Sesuai janjiku, ff Yoonhun. But Sorry, tak tepat waktu. Laptop sempat kesita sama my mother sampai hari ultahnya Sehun oppa karena aku harus focus belajar biar gak hanya sekedar lulus tapi dapat nilai bagus. Inipun, ampe minjam laptop my  ex-boyfriend.

Mau gimana lagi, udah dapat peringkat bagus eh tapi rada kecewa sih ma nilai fisikaku. Yang awalnya 90 terus kini jadi 83 karena gurunya berbeda. Itupun nilai 83 yang paling tinngi dikelasku, tapi kami ngrasa kecewa saja. Sudah gurunya yang mengajar bikin ngantuk, yang punya penyakit imsomnia sepertinya bisa sembuh jika mendengar guru fisikaku menjelaskan. Eh, gak pernah ngerti dan kikir nilai pula. #mianmalahcurhat

Awalnya sih mau happy ending dan Yoonhunnya bersatu kembali, tapi karena suasana hatiku yang unhappy, jadi beginilah. Aku merubahnya kembali dan judulnya ditambahin aja biar pas. Sekedar info aja, ini ff karyaku tahun lalu tp baru sempat post sekarang. Inipun aku curi2 waktu karena aku uda US. Doain yah guys..

Always support to EXO and SNSD’S Yoona.

JADILAH READER YANG BIJAKSANA DAN JUJUR

JADILAH EXO-L DAN YOONADDICT YANG SETIA

8 thoughts on “[Frelance] Naman Sarangbwajo

  1. kasian sehun coba aja kalo dia gak motog omongan appanya.
    tapi ya namanya juga udah gak jodoh mau gimana lagi.

  2. Waaahh kasian sehunn hiks hiks oppa sama aku aja yaa hahaha *pletak
    Prtma baca aku rada gak ngerti aih, hehehe tapi stlah dihayati baru aku ngertii wkwkwk
    Lanjutkan karya mu thoorr hwaiting!!!

  3. Sehun terimage seperti bocah sekali yaaaa, pembawaan ceritanya keren meskipun akhirnya tidak bersatuu…
    thanks authornim! Lanjutkanlah terus karya karyamu!

  4. Bagus banget ceritanya ,tapi kasian sehun nya..😢 berharap ada squelnya tapi sehun ma yoona harus bersatu… hehehe maaf yh thor permintannya aneh.. 😂😂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s