[Freelance] Galaxy

1456629276005

 

%%% flowerixy storyline   IM YOONA + KIM SUHO slight!Romance PG-12 ###

 

%% please listen to galaxy by ladies code for more feels when reading this fanfiction //  im skip the repeated part #

 

 

When the star opens its eyes, it shines on me

Oh hi you there, please see me

I’ll climb the hill

Please save me, who is waving and smiling

 

The star cut through the moon, my heart is dancing

The time has come

Our secret sign that only I know

Hi, I’ve waited for you

 

%% 서울 1989 #

 

Suasana Seoul pagi hari ini membuat Gadis berumur 17 tahun itu malas berangkat sekolah, walaupun sekarang dia sudah beberapa langkah lagi hampir tiba di sekolahnyaㅡ Hanlim High School. Ia bernama Yoonaㅡ Im Yoon Ah. Yoona merasa Seoul bukanlah tempat yang pas untuknya, ia lebih menyukai Daegu-nya, tapi apa daya? Kalau bukan karena permohonan Nenek kesayangannya, Yoona akan menolak mentah-mentah pergi dan bersekolah di Seoul. Nenek Yoona sedang sakit parah, jadi Yoona takut menolaknyaㅡ takut sesuatu yang buruk terjadi dan that’s no no.

 

Tanpa sadar, Yoona sudah sampai digerbang sekolahnya. Ia melihat banyak pelajar-pelajar perempuan yang berkumpul dan berbisik-bisik didepan gerbang. Yoona memutar bola matanya, kesal karena ia tidak masuk dan tidak bisa bertemu Arisha ㅡsiswa-pindahan-jugaㅡ. Tapi, Yoona juga merasa penasaran dengan ada-apa-dibalik-para-pelajar-perempuan itu, ia lalu berjinjit dan ikut berdesak-desakan ingin melihat. Telinga Yoona tidak sengaja mendengar siswi disampingnya mengatakan, “Ah, Kim Suho tampan sekali walau rambutnya saja yang terlihat! Anak chaebol (*konglomerat)  tentu saja pasti tampan, kan?”. Yoona melengos mendengarnya, kalau begini ia sudah malas mengetahui siapa itu ‘Suho’ dan beranjak keluar dari kerumunan. Namun sebelum itu, dua bola mata indahnya itu tak sengaja bertatapan dengan ‘Suho’ itu.

 

“Aku mengenalnya.”

 

Orang ituㅡ Suho kemudian membalikkan badannya dan menuju keruang Kepala Sekolah. Para siswi-siswi mulai bubar dan kembali ke kelas mereka masing-masing, tapi tidak dengan YoonA. Iaㅡ membeku?

 

“Kim Junmyeonㅡ Apa itu benar-benar dia? Aku tahu persis bagaimana caranya menatap seseorang dan matanyaㅡ” gumam Yoona kebingungan.

 

 

ㅎㅅㅎ

 

 

Seperti biasanya, setiap pagi murid-murid akan mendapatkan pengarahan dari masing-masing wali kelas, mendapatkan informasi apa saja yang akan terjadi nantinya. Namun, kali ini Wali Kelas dari kelas 3-2 telatㅡ Yoona pikir mungkin banyak urusan dan hal itu sangat bagus karena Yoona kesal dengan Wali Kelasnya yang selalu bertanya pada Yoona ‘bagaimana Daegu’ itu. Drk! Seluruh mata murid kelas 3-2 mengarah pada pintu kelas yang berbunyi dan muncullah sang Wali Kelas yang telat. Para murid curiga dengan gaya Wali Kelas mereka hari ini yang terlihat lebih rapih, pasti ada sesuatu dibelakangnyaㅡ mungkin ia ketahuan kalau selalu meluapkan emosinya pada anak didiknya ini? Entahlah, siapa peduli?

 

Seorang siswa kemudian masuk ke kelas, membuat suasana menjadi gaduh. Yoona penasaran dan mengalihkan pandangannya dari suasana diluar jendelaㅡ mata Yoona melebar. Melihat siswa tersebutㅡ orang itu akan sekelas dengannya! Yoona menggigit bibir bawahnya, ingin sekali dia teriak dan menanyakan namanyaㅡ memastika bahwa orang itu Junmyeon. Siswa tersebut kemudian tersenyum kepada siswa-siswi dan membungkukkan badannya sopan, membuat seluruh siswi-siswi menjadi agak histeris melihatnya, sementara para siswa hanya melengos kesal. Saingan lagi, pikir mereka.

 

“Nama Saya Suho. Kim Suho. Saya pindahan dari SMA yang ada di Gangnam. Mohon bantuannya!” ucap ㅡSuhoㅡ kemudian membungkukkan badannya lagi dan tersenyum.

 

“Suho, silahkan menempati bangku yang kosong. Nah, hari iniㅡㅡ”

 

Mata Yoona mengikuti kemana Suho melangkah, telinganya seolah-olah tak bisa mendengar apa yang diucapkan Wali Kelasnya. Bagian tubuhnya yang bekerja sekarang hanya matanya saja. Bahkan Yoona tak menyadari Suho berjalan kearahnyaㅡ tidak tepat disampingnya. Ternyata Suho hanya memutari, agar lebih sopan dan tidak melewati Wali Kelasnya. Wah, para siswi sekarang makin terkagum dan cemburu pada Yoona.

 

Suho kemudian mengeluarkan sebuah sticky note, namun saat ingin mengambil kotak pensilnya, tangan Suho tak sengaja membuat sticky notenya jatuh. Yoona ingin sekali mengambilnya, namun ia sangat malu. Yoona tak sengaja melihat sticky note tersebut dan melihat tulisan ‘준면 김. 천사.‘ Yoona melukis senyuman diwajahnya, ia segera mengambil sticky note tersebut dan menaruhnya dimeja Suhoㅡ yang sedang tidak sadar karena sedang sibuk mengacak tasnya tanpa mengalihkan pandangan barang sedetik pun.

 

‘Hi, I’ve waited for you’ gumam Yoona pelanㅡ hanya dirinya yang bisa mendengar.

 

 

 

 

When I open my eyes, it’s dark space

Oh that’s okay, this is Deja vu

At this place where no one knows me

I feel so comfortable

 

Seminggu setelah Suho masuk sekolah, ia sudah banyak mendapatkan teman, baik siswi maupun siswa. Tidak seperti Yoona yang hanyak tergantung pada Arisha dan teman-teman sekelasnya saja. Ia bahkan tidak tahu apa-apa tentang gosip di sekolahnya. Yoona hanya mengamati Suho saja, dia terlalu penasaran dengan semua ini. Junmyeon atau Suho? Siapa dia? Yoona benar-benar dibuat bingung dengan ini semua. Bosan dengan suasana kantin, Yoona memanfaatkan waktu istirahat ini untuk ketempat ‘misterius’-nya. Tidakㅡ tempat itu hanya Perpustakaan saja.

 

Yoona mengambil buku tebal yang sudah siap ia baca, tapi tempat duduk kesayangannya sepertinya sudah ditempati orang lain karena ada buku dimeja tersebut. Tapi karena tempat itu kosong, Yoona memutuskan untuk duduk disitu saja, salah siapa meninggalkan tempat itu kosong? Saat Yoona ingin menarik bangku untuk duduk, seseorang memegang tangan Yoonaㅡ berniat untuk memberhentikannya. Yoona terkejut, bukan karena orang itu memegang tangannya, tapi karena ‘tangan’ itu sendiri. Ia mengangkat kepalanya dan terkejut, menyingkirkan tangannya dari kursi tersebut dan melangkah mundur.

 

“Ah, ini tempat dudukku. Maaf, aku menakutimu ya?” Orang itu Suho, makanya Yoona terkejut.

“Iyaㅡ Oh, Tidak! Maksudku, ya kau duluan yang mendapatinya jadi apa boleh buat, kan?” ujar Yoona gugup, Ia tidak tahu harus berbuat apa.

“Tapi, kau saja yang duduk disini. Aku bisa duduk ditempat lain.”

“Apa?” Yoona terkejut.

“Tidak tidak, Aku hanya ingin duduk didekat kipas saja, jadi ya kau bisa duduk disini.” ucap Suho sembari mengangkat buku-bukunya. “Permisi, Yoona.”

 

Yoona dibuat semakin terkejut. Bisa-bisa ia terkena serangan jantung sekarang juga. “Tidak, dia pasti memang sudah hafal seluruh nama murid dikelas. Ya. Itu benar, sangat sangat.”

 

 

 

 

You twinkled as if you came to me

Hi, I’ve waited for you

 

 

Hari ini tepat sekali Junmyeon berulang tahun, Yoona penasaran apakah Suho juga Ulang Tahun? Tentu saja harus iya, karena dia Kim Junmyeon kan? Yoona memasuki kelasnya dan disambut oleh Arisha yang tersenyum lebar kepadanya. Menarik tangan Yoona menuju bangkunyaㅡ Tidak! menuju Suho!. Suho yang melihat Yoona memberikannya sebuah kartu undangan tanpa berbicara sepatah katapun dan hanya memberikan senyumanㅡ kartu undangan? Sial! Ulang Tahun? Yoona sudah sangat sangat yakin 200% kalau Suho ini memang Kim Junmyeon.

 

“Arisha, kita berangkat bersama ya.” ajak Yoona.

“Tentu, pulangnya nanti kuantar juga ya! Dengan Ayahku, tak keberatan bukan?” Arisha tersenyum pada Yoona.

Yoona yang mendengarnya semakin lega, “Tentu saja tidak!”

 

Yoona memikirkan hadiah yang akan diberikan, ia lalu ingat sesuatu! Galaxyㅡ dulu saat masih kecil, Yoona sangat suka menggambar Galaxy bersama Suho. Apa salahnya menghadiahkan ‘Galaxy’, siapa tahu saja Suho ingat padanya dan sekalian membuat dirinya benar-benar percaya bahwa Suho adalah Kim Junmyeon-nya.

 

 

 

 

Will you take me to the galaxy?

(Mayday)

An endless emergency

Here, the universe that shines in the darkness

Will you please greet the unfamiliar me?

 

Suho tersenyum menerima hadiah dari teman-teman sekelasnya. Selagi menunggu teman-teman yang lain datang, ia berniat membuka hadiah-hadiah tersebut. Mata Suho menangkap sebuah kado yang bersampung Galaxy. Tangannya segera meraihnya dan membuka hadiah tersebut tanpa pikir panjangㅡ sebuah Map. Hadiahnya. Suho tersadar Map itu dibuat sendiri atau Hand-made. Map tentang Galaxy. Bagaimana seseorang bisa memberikan hadiah yang dari dulu sangat ia inginkan? Suho lalu meraih sampul kado yang sudah dirobekinya dan melihat nama ‘임윤아 ㅡ준면!’. Suho makin terkejut, bagaimana Yoona tahu nama aslinya adalah Junmyeon? Suho telah mengubur nama Junmyeon itu sangat dalamㅡ Yoona?

 

Tunggu!

 

Suho sangat familiar dengan nama itu. Bagaimana bisa ia baru memikirkan itu sekarang?

 

 

%% 대구, 1978. #

 

 

Kim Junmyeon kembali diolok-oloki teman-temannya karena membawa kotak makan berwarna pinkㅡ itu karena Ibunya sangat menyukai warna pink. Junmyeon kesal, ia ingin menangis tapi tidak bisa. Disini terlalu ramai dan ia pasti akan tambah diolok teman-temannya lagi. Junmyeon kecil menutup kotak makannya dan keluar kelas dengan perasaan kesalnya.

 

“Kenapa dengan mereka semua?” kesalnya. “Sepertinya tidak ada yang mau berteman denganku bahkan anak yang bermain bunga itu, ingin pindah saja!!”

 

Anak yang disebutkan namanya itu berbalik badan dan menatap Junmyeon tajam. Ia menghampiri Junmyeon dan duduk disampingnya. Junmyeon terkejut dan menutup mulut kecilnya dengan tangan kecilnya juga, lalu menundukkan kepalanya. Ada rasa takut karena Anak itu dikenal galak dan pemberani dikelasnya. Bahkan anak-anak yang suka mengolokinya akan langsung diam saat Anak itu berbicara sesuatu dan langsung bertingkah baik. Siapa Anak itu? Tak lain dan tak bukan, Im Yoon Ah. Yoona kecil menyelipkan bunga yang ada ditangannya ketelinga Junmyeon.

 

“Apa yang kau lakukan?” tanya Junmyeon.

“Tidak tahu, hanyaㅡ”

Junmyeon memotong ucapan Yoona, “Wah, Galaxy! Aku suka bajumu, dimana kau membelinya? Berapa harganya? Apa jauh dari sini? Jauh dari Daegu?”

“Ssh!! Kau berisik sekali sih! Tidak tidak, baju ini.. Ayahku yang menggambarnya dengan kuas sendiri! Keren kan??” Yoona membanggakan bajunya, membuat Junmyeon semakin dibuat iri. “Kau suka ya? Galaxy?”

“Iya, jika aku punya banyak uang.. aku akan kesana!” jawab Junmyeon dengan gembira.

 

Mereka berdua kemudian berbicara tentang Galaxy, apa yang membuat mereka suka dan tertarik kepadanya. Junmyeon yang saat itu sedang kesal, perlahan perasaan itu hilang saat berbicara dengan Yoona. Ia merasa senang, baru kali ini ia mengetahui ada orang lain selain keluarganya yang tahu tentang Galaxy sama seperti dirinya. Bel masuk terdengar, mereka memutuskan untuk kembali kekelas lagi.

 

“Oh iya! Mulai besok, kita tukeran tempat bekal makan ya? Kau pakai punyaku dan aku punyamu!” ujar Yoona melewati Suho yang terkejut.

“Ka-kalau begitu, kau juga akan aku ajak ke Galaxy!”

 

 

Take me to the galaxy

Save me from the

jealousy

 

Hi, I’ve waited for you

 

Suho tersadar dan segera keluar dari ruangannya. Matanya mencari sosok Yoona. Ia merasa dirinya sangat bodoh karena tidak langsung menyadari bahwa Yoona adalah Im Yoona-nya. Anak kecil yang telah membuat hari-harinya lebih berwarna dan membuatnya lebih mengetahui tentang Galaxy lebih jauh lagiㅡ tak lupa menyelamatkannya dari anak-anak nakal yang suka mengolokinya dengan bertukar tempat bekal makan. Karena kesal tak menemukan, Suho bertanya pada Arisha yang sedang asik berbicara pada teman perempuan lain.

 

“Arisha, aku pikir kau bersama Yoona?” tanya Suho bingung.

“Yoona baru saja keluar dari rumahmu, dia bilang dia ingin pulang karena belum mengerjakan tugas. Tenang saja, dia bersama supirku danㅡ”

 

Suho segera keluar rumahnya, memohon agar Yoona masih ada disekitar rumahnya dan ternyata Dang! Yoona masih ada dipekarangan rumahnya. Ia melihat punggung Yoona yang berjalan menjauh menaiki mobil Arisha, Suho tersenyum. Ia bergumam,

 

Hi, I’ve waited for you.”

 

 

 

Will you pull me

From the gravity (Hurry)

Hold my hands, Can you see

The universe that shines in the darkness

Will you please greet the unfamiliar me?

 

Setelah pulang dari rumah Suho, Yoona mendapati perutnya sangat sakit. Oleh karena itu, ia jadi tak masuk sekolah selama satu mingguㅡ dan tidak ada yang datang menjenguknya karena tidak ada yang tahu dimana rumah Yoona. Untuk menghubungi Arisha juga ia tidak bisa, ia tidak punya ponsel bahkan tidak tahu nomor Arisha.

 

Namun, Yoona adalah perempuan yang kuat. Kini, ia sudah bisa bersekolah lagi. Hh, pasti banyak sekali pelajaran yang terlewati olehnya dan harus mengejarnya. Yoona duduk dibangkunya, tangannya meraih pensil yang telah tertinggal selama satu minggu didalam kolong mejanyaㅡ kertas? Yoona meraih kertas itu. Siapa yang duduk dibangkunya saat ia sedang sakit? Yoona membaca kertas itu karena melihat namanya disebut. Kertas itu bertuliskan,

 

‘Aku harap, kita dapat bertemu sepulang sekolah nanti. Ditaman sekolah. Mohon datang!’ ㅡ김준면.

 

Yoona menutup mulutnya saking kagetnya, apa benar? Junmyeon?! Yoona menolehkan kepalanya, melihat Suho yang baru saja duduk sehabis dariㅡ dia terlihat baru datang dari kantin. Yoona tidak percaya, apa yang harus ia lakukan? Ia benar-benar tidak siap dengan apa yang akan terjadi nantinya.

 

About to touch but not, my heart is impatient

The O2 level is decreasing

I can’t stop this attraction to you

It feels like I’ve seen you for a second before

I suddenly remember

A light that I found in the endless darkness

 

Yoona akhirnya datang juga. Tapi ia tidak melihat tanda-tanda kehadiran orang lain selain dirinya, Yoona kesal dan duduk dibangku taman. Melihat ke langit dan menutup matanya, namun saat merasa ada seseorang yang datang Yoona memutuskan membuka matanya dan melihat sebuah Map Galaxyㅡ itukan buatannya? Yoona terkejut dan segera berdiri. Suho tersenyum kepadanya, senyuman 1978 itu! Entah karena apa, Yoona ikut tersenyum dibuatnya. Suho tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari box yang ia bawa dan menunjukkannya pada Yoona.

 

“Lihat, kotak bekal warna hitam punyamu.” tunjuk Suho. “Kau masih menyimpan punyaku?”

 

Yoona makin kaget dibuatnya. Suho jadi benar-benar Junmyeon? Bahkan masih menyimpan kotak bekal makannya? Ah, Yoona baru ingat! Ia bahkan lupa dimana ia menaruh kotak bekal makan warna pink punya Suhoㅡ seingatnya, waktu itu dibuat untuk tempat makan anjingnya, Sino. Yoona ingin sekali menjawab dengan jujur tapi melihat senyuman Suho yang membuat susah bernafas dengan baik.

 

Ya, tambah susah bernafas saat Suho berjalan mendekati Yoona. Wajah Yoona mulai memerah, penasaran dengan apa yang akan dilakukan Suho. Ternyata, Suho menyelipkan sebuah bunga ke telinga Yoona. Persis dengan apa yang Yoona lakukan dulu untuk Taeyong. Kalau begini, Yoona ingin menyerahkan seluruh hatinya pada Suho sajalah. Yoona lalu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang tidak terduga.

 

 

“Ka-kalau begitu, kau akan aku ajak ke Galaxy!”

 

 

 

 

 

%%% thanks for read my fanfiction and vvv thankie to admin who published my ff! you guys so laffely, le shower you with tea love and kisses♡♡ ##

 

 

 

 

 

 

 

 

 

13 thoughts on “[Freelance] Galaxy

  1. Ini kaya reply 1989 ke 1978.. Sepertinya akan ada sekuelnya tahun 2016 dan mereka sudah punya anak remaja gtu hehe..
    Ceritanya so sweet..

  2. Jadi latarnya kaya jaman dulu gitu ya thor… manis bgt ceritanya… walaupun rada bngung pas bagian si suho nglewatin yoona #efeklola dan ada taeyong yg nympil gapapa ko :D…
    Ditunggu karya yg lainya, figthing thor…

  3. Waaaat udahan? Seriusan udah abis? Yaaah mau nambaah dong 😂 duh thor ini mah butuh sequel manja wkwk semangaat authoooor!!!! I’m waiting for you♡

  4. Keren,, gya tulisannya jga bagus,, aku sukaaa…
    Crutanya sweet bnget,, senyum2 sendiri bcanya..hhehe
    OK, dtunggu krya slnjutnya!!
    FIGHTING!!!

  5. Kok ada taeyong? Agak heran aja sih kenapa flashbacknya tahun 1978-_- kalo tahun segitu mereka masih anak2, logikanya tahun 2016 mereka udah punya anak malah, bukan anak sekolah lagi-_-

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s