CALL ME BABY – CHAPTER SEPULUH

r-call-me-baby

AUTHOR :KIM SUYOON MAIN CAST : SUHO (EXO), IM YOONA (SNSD) CATEGORIES : ROMANCE, FRIENDSHIP LENGHT : CHAPTER RATING : PG-17

Credit:
Blithemee @ArtZone

OoO

maafkan lah author ini yang telah telat mengupdate chapter sepuluh. semoga kalian tidak melupakan saya yaa…

OoO

Suho meletakkan kembali ponselnya di dalam loker dan dia menjatuhkan tubuhnya di lantai ruang latihan yang dingin itu. Punggungnya yang berkeringat sehabis latihan bersandar pada dinding loker. Dia tampak mendongak ke langit-langit ruang latihan seraya mengeluh pelan. “Kemana kau…? Mengapa tidak menyambut panggilanku…” Suho mengusap rambutnya bertepatan dengan terbukanya pintu ruang latihan disusul oleh suara-suara para member. Suara Chanyeol dan Baekhyun terdengar mendominasi.

 

Chanyeol menoleh dan berseru kaget saat melihat Suho yang terduduk di lantai dengan mengusap rambutnya dan tangannya yang satu lagi memegang lututnya.

 

“Suho Hyung!” Chanyeol segera berlari mendekat dan berjongkok. Kedua tangannya memegang wajah Suho yang terlihat kaget. “Ada apa! Apa yang terjadi? Apakah kau jatuh lagi? Ya Tuhan, baru saja kau ditinggal sebentar!” dengan panic, Chanyeol mencoba meraba lutut Suho yang terlihat melongo.

 

Mendengar kalimat Chanyeol, para member lainnya segera mendekati Suho dan mulai menelpon manager. Suara tegas Suho menghentikan tindakan Lay.

 

“Aku tidak apa-apa!”. Suho menatap Chanyeol dengan penuh teguran dan menyingkirkan tangan pria muda itu dari pipinya. “Aku Cuma duduk! Kau sudah sangat berlebihan!”

 

Chanyeol menatap Suho. Dia memajukan wajahnya dan bertanya dengan suara bassnya. “Sungguhkah? Kau hanya sedang duduk?”

 

Untuk membuktikannya, Suho menggerakkan tubuhnya dan berdiri dengan kokoh. Kedua tangannya terkembang dengan wajah puas. “Lihat! Aku baik-baik saja”.

 

Chanyeol dan member lainnya menghela napas dan mereka kembali memutuskan untuk kembali berlatih, namun ketika Chanyeol sudah siap akan langkahnya, dia mendengar suara gumaman Suho.

 

“Mengapa Yoona tidak menyambut panggilanku?”

 

OoO

Yoona tampak kaget dengan apa yang dilihatnya. Pria tampan yang sedang memegang pinggangnya adalah Wu Yi Fan! Yi Fan adalah teman masa kecilnya yang berdarah Cina yang pada selepas masa SMA langsung kuliah di Amerika dan tidak pernah lagi muncul. Dan sekarang setelah delepan tahun, pria itu muncul dengan penampilannya yang elegan dengan setelan jas licin dan rambut itu…

 

“Kemana rambut itu?” tanpa sadar Yoona mencetuskan pertanyaan hatinya saat melihat rambut pelontos Yi Fan.

 

Senyum tipis terukir di bibir Yi Fan, dan dia segera melepaskan pegangan tangannya pada pinggang ramping Yoona. Dia tertawa pelan seraya memegang kepalanya.

 

“Setelah sekian lama, ucapan yang kau katakan pertama kali adalah tentang rambutku..”

 

Yoon tersenyum  seraya menarik kursi dibelakangnya. “Aku kaget melihatmu! Kau tampak berbeda dengan rambut pelontos itu”.

 

Sambil menggantikan Yoona membawa kursi, Yi Fan tertawa dan mendorong pintu kaca yang kini sudah terdengar denting loncengnya.

 

“kau justru tidak pernah berubah dengan rambut seperti itu”. Yi Fan menatap Yoona dengan pandangan hangatnya membuat Yoona terdiam.

 

Ketika Yi Fan memasuki kafe itu terdengar suara teriakan girang dari arah konter. Baik Yi Fan maupun Yoona mengangkat wajah dan mendapati wajah sumringah Yu na yang segera berlari keluar dari konter pesanan. Gadis lincah itu berlari cepat kearah Yi Fan dan memeluk pria jangkung itu dengan ketat.

 

“Yi Fan Oppa! Kau datang ke Korea?!!”

 

Dengan setengah kaget karena dipeluk erat oleh Yu Na, Yi Fan tertawa dan menatap gadis itu dalam jarak selengan. Dia mengacak rambut Yu Na dengan sayang. “Kau sudah menjadi seorang gadis yang cantik. 8 tahun yang lalu kau masih memakai celana monyet”.

 

Yu Na terkekeh dan menggandeng lengan YI Fan dan mendudukkan pria itu disebuah kursi di pojok kafe yang langsung menembus pemandangan sudut jalan. “Kau juga sudah menjadi pria tampan dengan potongan setengah botak itu”, dia tertawa lebar membuat kembali Yi Fan mengusap rambut pelontosnya.

 

Yoona datang membawa secangkir cappuccino kegemaran Yi Fan sewaktu remaja dan meletakkannya dihadapan pria itu. “Apakah masih sama? Cappuccino hangat?”

 

Yi Fan menatap cangkir cappuccino itu dan tertawa renyah. Dia meraih cangkir itu dan menghirupnya sedikit. “Tentu saja”.

 

Yoona duduk didepan Yi Fan dan membiarkan Yu Na kembali pada konter pesanan karena sepasang remaja memasuki kafe dan memesan kopi panas dan roti untuk perjalanan ke sekolah. Keduanya saling bertatapan dan Yi Fan kembali tersenyum.

 

“Aku akan berada di Korea selama sebulan. Perusahaan di Amerika sedang berencana untuk membuka cabang di Seoul”. Yi Fan membuka percakapan membuat binar mata Yoona bersinar indah.

 

“Ini akan sangat menyenangkan. Dimana kau akan menginap?” senyum Yoona.

 

Yi Fan menatap luar jendela kafe dimana kembali salju mulai turun. “Sebenarnya aku ingin sekali mengunjungi Busan dan bertemu dengan beberapa tetangga disana. Tapi jadwal pekerjaanku disini sangat padat. Aku akan bolak balik setiap hari Gimcheon – Seoul”.

 

“Mengapa tidak menginap saja di Seoul?” tanpa pikir panjang Yoona mencetuskan pertanyaan itu membuat Yi Fan terdiam.

 

Lama Yi Fan menatap wajah tercantik wanita yang selama ini dirindukannya siang dan malam di Amerika. Selama ini wajah itu hanya hidup didalam kenangannya. Rambut hitam panjang yang halus indah, senyum kecil yang selalu terlihat bagai cahaya matahari dan sepasang mata yang berbinar indah bagai bintang kejora.

 

Tiba-tiba lengan Yi Fan terulur ke tengah meja dan menggenggam telapak tangan Yoona yang tersentak. Yi Fan menatap tajam wajah cantik yang terlihat terkejut itu. “Aku ingin bertemu denganmu”.

 

Yoona terdiam dan jantungnya berdegup tidak karuan saat dia mendengar kalimat itu. Dia berusaha menarik tangannya dari genggaman Yi Fan. “Aku…sepertinya ada pelanggan…” Dia mencoba bangkit berdiri namun pegangan Yi Fan terlalu erat.

 

“Aku tidak pernah bisa melupakanmu. Aku masih menunggu hatimu, Yoona”.

 

Yoona merasa tubuhnya merinding. Dia menatap tatapan mata penuh kesungguhan dari seorang Wu Yi Fan. Ucapan itu masih saja sama seperti 8 tahun yang lalu saat pria itu memutuskan untuk pindah ke Amerika. Waktu itu Yi Fan mengungkapkan perasaannya pada dirinya namun dengan berat hati Yoona menolak karena mengingat hubungan persahabatan mereka. Saat itu mereka masih begitu naïf dan Yoona tidak mampu untuk mengikat janji apapun dengan siapapun. Saat itu juga Yi Fan mengatakan kalimat yang sama seperti hari ini. “Aku masih menunggu hatimu, Yoona”.

 

Dengan berat hati Yoona menarik lepas lengannya dan kali ini Yi Fan tidak menahannya. Yoona berkata dengan suaranya yang bergetar. “Aku….bisakah kita menikmati saja pertemuan kita yang sudah sangat lama tidak bertemu, Yi Fan? Bagaimanapun…aku…aku..masih tidak bisa…”

 

Yi Fan merasa jantungnya jatuh ke perut mendengar kalimat Yoona. Dengan menahan perasaannya, Yi Fan tersenyum. “Ah…tentu saja. Lupakan perkataanku”.

 

Yoona mundur dan setengah berlari menuju kearah dalam kafe menembus rumah utama. Matanya terasa panas dan dia menutup mulutnya agar isaknya tidak keluar. Dia menaiki tangga kamarnya dan membuka pintu kamarnya. Dia menuju jendela kamarnya dan membuka jendela itu. Sepasang matanya menatap jendela gelap yang berada diseberang dan dia menekan tangannya di jendela. Dia menunduk seraya berkata lirih. “Oh, Junmyeon….” Lalu dia menoleh ponselnya yang terletak diatas meja disamping tempat tidur.

 

Dia meraih benda itu dan mengusap layarnya. Sebuah panggilan tak terjawab terpampang disana dan ketika dia melihat panggilan itu, jantungnya berdebar kencang. Nama Kim Junmyeon telah memanggilnya selama 5 kali panggilan. Dengan tangan gemetar dia menelpon balik namun yang didengarnya hanyalah suara operator yang mengatakan bahwa nomor yang dihubungi diluar jangkauan.

 

Yoona terduduk diujung tempat tidurnya dan menutup wajahnya dengan ponsel masih didalam genggamannya. Dia merintih pelan dengan penuh kecewa.

 

Sementara itu di Seoul, Suho seolah menenggelamkan dirinya dalam latihan yang tak kunjung usai. Dia terus menari dan menari dengan perasaan karuan yang tak dipahaminya. Ada sebuah denyutan nyeri dilubuk hatinya dan rasa cemas yang timbul secara tiba-tiba membuatnya tidak ingin berhenti latihan.

 

Chanyeol dan Sehun yang memperhatikan hyungnya itu mulai merasa khawatir dan salah satu dari mereka mematikan sound system yang ada diruang latihan sehingga musik Overdose terhenti.

 

Dengan keringat bercucuran Suho terpaksa menghentikan gerakannya. Dadanya turun naik mengatur pernapasannya yang memburu. Dia menatap Chanyeol dan Sehun dengan kesal. Sehun menggelengkan kepalanya dan berkata singkat.

 

“Kami tidak akan memberiakan hyung kembali cidera!”

 

Suho mengepalkan  tinjunya dan membalikkan tubuhnya ke arah sudut ruang untuk meraih handuknya. Dia baru menyadari bahwa ruang latihan itu telah sepi, hanya ada dia dan kedua dongsaengnya itu sementara member lainnya sudah keluar.

 

“Mereka menunggu hyung di parkiran”, suara Chanyeol menyadarkan Suho.

 

“Ah!” Suho mencetuskan kata itu dengan nada putus asa. Dia tidak tahu rasa cemas yang muncul dihatinya saat itu. Rasanya sakit saat mengingatnya sehingga membuatnya menyentuh dadanya. Sebuah tangan menyentuh punggungnya. Suho menoleh dan mendapati tatapan khawatir Chanyeol.

 

“Kau baik-baik saja, Hyung? Apa kau ingin kami mencari tahu keadaan Yoona Noona? Kami tidak akan membocorkannya pada Manager Hyung”.

 

Suho menatap Chanyeol dan Sehun yang mengangguk. Tapi dia tidak ingin membuat situasi menjadi tidak nyaman dan dia menggeleng. Dia mencoba tersenyum. “Tidak perlu, Chanyeol. Aku baik-baik saja. Penampilan kita besok malam lebih penting”. Ya, Yoona memutuskan untuk memulai hidupnya tanpa dirinya. Hidup harus terus berjalan!

 

OoO

Keesokan harinya saat Yoona memasuki kafenya dia sudah menemukan pagi itu Yi Fan sebagai pelanggan pertama. Pria itu tampak santai menikmati sarapannya yang dipesannya dari Yu Na yang pagi itu terlihat sangat rapi.

 

Yoona mendekat sambil mengepang rambutnya dan bertanya pada adik sepupunya itu. “Apakah Yi Fan menikmati sarapannya?”

 

Yu Na menatap Yoona dengan lembut. “Mengapa Eonni tidak menyapanya saja?” ucapan ringan Yu Na itu membuat semu merah di wajah Yoona.

 

“Aku akan menyapanya sebelum menjadi benar-benar sibuk..”

 

Yu na menatap punggung Yoona yang berbalik. Tiba-tiba dia bersuara halus. “Aku akan pergi ke Seoul pagi ini untuk menonton konser EXO di dorm sebelum mereka berangkat ke Jepang”, Yu Na menggenggam tiket yang sengaja dikeluarkannya dari balik saku celana jeansnya.

 

Langkah Yoona terhenti. Hatinya tergetar mendengar kalimat Yu Na.

 

“Ayo kita pergi eonni…kau punya kesempatan untuk bertemu Suho Oppa”.

 

Yoona menggigit bibirnya. Hatinya terasa demikian hangat saat mendengar nama Junmyeon disebutkan. Betapa inginnya dia pergi untuk berjumpa pria yang dirindukannya itu. Namun sebuah surat perjanjian yang sudah ditandatanganinya membuatnya mencengkram tepian roknya. Dia memejamkan matanya saat menjawab Yu Na.

 

“Tidak! Aku tidak akan pergi, Yu Na…pergilah….aku akan disini saja…” dan sebelum airmatanya meloncat, Yoona segera melangkah dengan tenang menghampiri Yi Fan.

 

Yu Na menyimpan kembali tiket yang secara kilat dikirim oleh Chanyeol dan Sehun semalam. Dia menghela napas berat dan mengusap matanya yang ingin menangis. Tiket itu adalah usaha kedua member EXO itu untuk mempertemukan Yoona dan Suho. Tapi Yu Na juga memahami perasaan Yoona. Dia tahu bahwa kakak sepupunya itu telah menandatangani surat perjanjian dari pihak SM untuk menjauhi Suho sang leader.

 

Yu Na memutuskan dia akan tetap ke Seoul. Bagaimanapun dia akan menemui Suho dan mengatakan bahwa Yoona mencintai pria itu dan meminta oppanya itu sabar melewati ujian cintanya bersama Yoona. Ya, Yu Na akan menemui Suho dan menyampaikan perasaan Yoona.

 

Saat dia menatap tiket itu tiba-tiba selembar dari tiket itu telah berpindah tangan. Yu na mengangkat wajah dan berseru jengkel pada Yu Mina. Teman sekampusnya yang mengajaknya bertaruh merangkak dengan lidah waktu bertemu di bioskop.

 

“YA!! Kembalikan tiket itu!”

 

“Seo Yu Na…tiket ini untukku selembar? Oke? Eonnimu mengatakan kau akan menonton konser EXO di Dome malam ini dan memintaku menemanimu”, Mina tersenyum manis dengan lagak memohon.

 

Yu na melotot menatap Yoona yang tengah menatapnya dari meja dimana Yi Fan duduk. Tampak wanita itu tersenyum memohon. Dengan menghela napas kasar, Yu Na menatap Mina. Dia merebut tiket itu dari tangan gadis itu yang langsung berteriak histeris.

 

“Mengapa kau mengambilnya lagi!!!”

 

“Diamlah! Dan siap-siap sekarang juga!”

 

Diam-diam Yoona tersenyum melihat Yu na yang sewot. Sebuah suara membawa Yoona kembali pada kenyataan saat itu.

 

“bagaimana kalau sekitar sejam kita ke pusat pertokoan?”

 

Yoona menatap wajah penuh senyum Yi Fan. Pria itu mengangkat bahunya sambil menunjukkan ponselnya. “Aku butuh kartu SIM baru untuk area Korea”.

 

Yoona tersenyum dan mengangguk. “Tunggu karyawanku datang”.

 

OoO

Konser di Dome berjalan sukses selama hampir 3 jam. Penampilan EXO sangat luar biasa dan Dome yang berukuran raksasa itu padat dipenuhi oleh para penggemar. Yu Na sama sekali tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan EXO karena padatnya keadaan di tempat itu bahkan dia terpisah dari Mina yang terbawa arus fans menuju pintu keluar. Tanpa disadarinya diantara rasa cemas terpisah dari temannya membawa Yu Na menuju area belakang panggung dan saat ditengah kebingungan itulah Baekhyun melihat seorang gadis diarea terlarang itu.

 

Baekhyun mengenali wajah Yu Na dan menyikut lengan Chanyeol yang sedang melangkah lebar-lebar menuju van. “Chanyeol!”

 

Chanyeol menoleh dan mengerutkan dahinya. Mereka harus segera masuk kedalam van  sebelum para fans melihat mereka. Tapi panggilan Baekhyun terdengar serius membuatnya menatap heran.

 

Telunjuk Baekhyun terarah kearah samping mereka. “Gadis dari Gimcheon itu…siapa…Yu Na? Yoona?”

 

Chanyeol membelalakkan matanya dan segera menatap arah telunjuk Baekhyun. Dia mengenali Yu Na yang sedang berdiri kebingungan diantara para kru, terlihat parkanya menutupi setengah kepalanya. Dengan langkah lebar, Chanyeol berlari menuju tempat Yu Na berdiri. Dia menarik lengan gadis itu dengan riang.

 

“Seo Yu Na!!”

 

Mendengar suara bas milik Chanyeol membuat Yu Na segera menoleh dan berseru girang. “Chanyeol Oppa!!” namun suara teriakannya langsung lenyap karena dengan cepat Chanyeol menutup mulutnya dengan tangannya yang besar.

 

“Sttt…jangan berteriak”. Mata Chanyeol menatap kesekeliling. Dia mencoba mencari keberadaan Suho. Lalu dia menatap Yu Na yang mengangguk cepat. Chanyeol melepas tangannya dan tertawa. “Apakah Noona ikut?” ada nada penuh harap yang terkandung didalam suara Chanyeol.

 

Yu Na menggeleng dengan lesu. “Mian ne, Oppa….Yoona eonni menolak untuk datang…dia berada di Gimcheon..”

 

Seketika bahu Chanyeol terasa lemas. Malam ini adalah kesempatan bagi Suho bisa bertemu Yoona dengan segala usahanya bersama Sehun karena besok pagi mereka semua akan berangkat ke Jepang dan akan berada di Negara Sakura itu cukup lama untuk konser debut mereka.

 

Terdengar suara manager dikejauhan yang memanggil Chanyeol untuk segera masuk ke dalam van. Menyadari bahwa itu adalah manager yang datang ke rumah mereka membuat Yu Na semakin dalam menarik parkanya. Chanyeol memegang kedua bahu Yu Na.

 

“Yu Na…adakah kalimat Noona yang  bisa kusampaikan pada Suho Hyung?”

 

Yu Na menatap Chanyeol dan menggeleng. Yu na menggeleng berulang kali dan rasanya airmatanya siap jatuh saat mengingat punggung putus asa kakak sepupunya. Chanyeol menghela napas dan melepaskan pegangannya pada kedua bahu Yu Na.

 

“Kalau begitu biarlah aku saja yang mengatakan perasaan Suho hyung melalui dirimu. Yu na katakanlah pada Noona bahwa Hyung selalu memikirkannya dan ingin menghubungi Yoona Noona..tapi dia selalu urung karena tidak ingin membuat Noona terganggu..dan kemarin…hyung menelpon Noona tapi ponsel Noona tidak menyambut panggilannya”. Chanyeol menatap mata Yu na. “Tolong sampaikan pada Noona, oke? Kami akan lama di Jepang”.

 

Yu Na mengangguk dan tersenyum. “Akan aku sampaikan pada eonni, Oppa. Selamat atas debut kalian. Aku dan eonni selalu melihat kalian…”

 

Chanyeol tersenyum dan mundur siap membalikkan tubuhnya, namun seolah teringat akan sesuatu dia membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Yu na. tangannya terulur dan menarik wajah gadis manis itu dan mendaratkan kecupan ringan pada pipi yang berkulit halus itu. Dia mengedipkan matanya saat melihat wajah melongo Yu na.

 

“Kami senang bisa berteman denganmu dan kakakmu! Sampai jumpa lagi, Seo Yu Na”. chanyeol berteriak lantang dan berlari menuju van dimana telah berada semua member meninggalkan Yu Na yang wajahnya memerah semerah kepiting rebus.

 

OoO

Yi Fan mengantar Yoona tepat didepan pintu rumah wanita itu sepulang dari makan malam mereka. Seharian itu Yoona menemaninya mengelilingi Gimcheons sebelum dia akan melakukan pekerjaan sibuknya mulai besok. Yi Fan merasa sangat senang sekali saat itu meskipun dia menyadari bahwa Yoona tidaklah seceria sewaktu mereka remaja. Meski senyum tak pernah lekang di wajah cantik itu, namun semburat sedih terpancar dari binar mata Yoona yang indah.

 

Yoona tertawa dan berkata ringan. “Menyenangkan sekali hari ini. Kau banyak membelikanku pernak pernik  dan makan malamnya enak sekali”.

 

Yi Fan tersenyum. Dia menunduk dan menatap sepasang mata Yoona. “Aku yang seharusnya berterima kasih. Ini pilihan terbaik dalam hidupku dengan mengunjungimu”.

 

Wajah Yoona bersemu merah dan dia menepuk pelan bahu Yi Fan. “Sejak menjadi warga Negara Amerika ternyata kemampuan merayu semakin meningkat banyak”.

 

Yi Fan tertawa dan tangannya terulur menyentuh pipi Yoona. Yoona terdiam dan dia menyadari bahwa kini tatapan mata tajam pria didepannya kini terlihat serius. “Ada apa dengan wajah ini? Kau selalu terlihat sendu, Yoona…”

 

Bola mata Yoona membesar dan dia berusaha memalingkan wajahnya namun Yi Fan memegang bahunya dengan lembut namun tegas. “Apa yang membuat senyummu terlihat pedih?”

 

Yoona masih tidak mau melihat wajah Yi Fan dan dia menjawab dengan bergetar. “Aku baik-baik saja…”

 

“Aku mencintaimu, Yoona. Sejak dulu”.

 

Yoona memejamkan matanya dan mencoba menatap wajah Yi Fan. Dia tahu perasaan pria itu tidak pernah berubah sedikitpun untuknya. Namun seraut wajah tampan yang lembut menerpa pikiran Yoona. Wajah yang takkan sanggup dilupakannya. Dia yang telah diserahkannya jiwa dan raganya. Hanya untuk orang itu. Hati dan tubuhnya. Hanya untuk seorang Kim Junmyeon.

 

Yoona mendorong dada bidang Yi Fan dengan halus. “Aku mencintai orang lain”. Yoona melihat bahwa Yi fan tampak memucat. “Maafkan aku…..”

 

Namun Yi Fan merupakan orang yang mampu mengendalikan perasaannya dan dia cepat memulihkan keadaan dengan tersenyum tulus. Dia menggelengkan kepalanya dan mengusap lembut rambut Yoona.

 

“Jangan minta maaf. Kau tetap memilikiku sebagai sahabatmu”. Dengan lembut Yi Fan mengecup dahi Yoona. Dan dengan halus dia mundur dan mengatakan selamat malam pada wanita yang paling dicintainya itu.

 

Yoona menatap mobil sedan mewah yang membawa Yi Fan berlalu dari matanya. Dia menekan dadanya. Betapa mudahnya jatuh cinta pada pria sebaik Yi Fan namun Yoona juga tidak sanggup meninggalkan cinta yang telah berakar di jantung hatinya. Sebelum dia menutup pintu rumahnya, dia mendongak ke langit dan melihat butiran pertama salju malam itu mulai turun. Yoona mengulurkan tangannya dan membiarkan butiran salju halus dan dingin itu mendarat ditelapak tangannya. Dia memejamkan matanya dan membayangkan sebuah tangan hangat melingkupi telapak tangannya. Telapak tangan Junmyeon yang dirindukannya.

 

Dan di Seoulpun saat turun dari van, salju nan halus menerpa kulit para member EXO . mereka semua berlari menuju lobi apartement mereka namun Suho sengaja berdiri mendongak kelangit, membiarkan wajahnya tertimpa butiran salju itu sementara telapak tangannya terbuka menampung butiran butiran salju, dia memejamkan matanya dan membayangkan bahwa dirinya tengah mendekap telapak tangan halus dan hangat milik Yoona.

 

TBC

20 thoughts on “CALL ME BABY – CHAPTER SEPULUH

  1. Suho kasihan banget, pasti dia kira Yoona beneran udah nggak peduli ama dia, padahal Yoona itukan kepaksa…😦
    Oh ternyata temannya Yoona itu Kris? Gak nyangka banget waktu bacanya.. kirain itu siapa pas baca di chapter 9, Ehhh ternyata Kris!!!! Kasihan Kris cintanya bertepuk sebelah tangan, hiks….
    Lanjutan ceritanya gimana nih thor.. Cepetan ya chapter 11, udah nggak sabar nih..
    Ditunggu ya, thor. Ditunggu loh. Ditunggu!!!!!

  2. huwa stlah galau” kpn chapter 10 bkal d rilis finally d update jga nie.
    call me baby ni satu”nya yg bkin qq baper abis nieh.
    yoona ma suho ksian ga bsa ktmu pdhal sling merindukan .
    ok” d tggu next chapter jngan lama,qq slalu tnggu nie klnjutannya.♡♡

  3. kasian yoona sama suho…tersiksa dua2’a…

    wah,,kpn mereka ketemu lg??apalagi yoona udah tandatangan surat pernyataan…

  4. Yifan malang sekali kau nak😂 sama gua aja sini *dihajar banyak org*
    Ampun, next chap ditunggu authornim. Hwaiting~!

  5. FINALLY!! aku udah nunggu lama bgt buat ff ini duh:”) thanks authornim udh dilanjut ff nyaa hehe~ makin keren ihh aku sukaaa. kris nya sayang banget, jadi kasianㅠㅠ

  6. Akhirnya update juga setlah sekian lama menunggu,di chapter 10
    Moment suyoon nya ga ada.
    Ga nyangka sm cowo ke 2 nya kris.
    Di tunggu chapter 11 nya.

  7. q dah menduga pasti yi fan yg membantu yoona pas mau jatuh,ternyata benar?gmn kelanjutan hubungan yoona ma suho,kalau mereka saling berjauhan..?lama sekali thor ngepost ff ini…lanjut thor…bikin suho ma yoona ketemu dong thor..

  8. akhirnya updte jga nihh chp 10nyaaa,hampir lumutan gw thor nungguinnya, hampir tiap hari ngecek jga -_- ,damnn kurang panjang ,tpi seruuu ,sweet ah dll pokonya, oke thor jgn lama” ya updatenyaa😂😍

  9. Kirain siapa… Eh ternyata Kris.
    Setelah lma di tunggu tunggu, alhamdulillah nongol juga…
    Aku makin penasaran eonni… Cepet lanjut yah, aku tunggu….
    Bner” penasaran kelanjutan ceritanya…
    Eonni keren.

  10. Ahh ternyta kris temanna yoona
    Kasihn hub mereka
    Harus trpish gra2 status yg berbeda
    D tnggu chap sljtnya
    Fighting:)

  11. Dan laki laki itu adalah kris toh, hahaha
    Wah Yu Na dapet kecupan di pipi dari chanyeol, bikin iri haha
    Duh kenapa hubunganya yoona sama suho jadi kek gini?? Sedih, tlong thor jgn buat kris ngerebut yoona dari suho, hiks hiks hiks😭😭😭
    Lanjut ya thor, ntar aku lupa lagi jalan ceritanya haha
    Keep writing!!!

  12. Kris ternyata temenny yoona. Kenapa yuna gk ngomong soal koantraknya. Woow chanyeol cium pipinya yuna. Happy ending please

  13. Yang ditunggu2 akhirnya muncul juga…

    Yey tebakanku tepat, kris lah orangnya.. Makin asyik berimajinasinya hehe…

    Selalu ditunggu kelanjutannya thor…

  14. Omegatt!! Tengah malam nihhh… mata langsung melek liat ada email yg masuk kalau fict ini dilanjut egennn!!! Huwaa… senengnya!!!😀
    Ekhh… Yg jadi namja temannya Yoona eonni Kris oppa? Kris? Gak nyangka!! Keget juga pas bacanya….
    Aduhh…. kok Yoona gak ikut sih nonton konsernya?? Kecewa banget, Yoona gak ketemuan ama Suho. Kasian juga ama nadib cinta mereka berdua😥 Ecciehhhh…. Yuna dapet poppo dari Chanyeol…
    Chapter selanjutnya ditunggu! Jngan lama2 egen yeth!!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s