(Freelance) Fated to Love You : Chapter 1

12813929_338297556340597_6496719466356671540_n

 Fated To Love You

By Nani hunhan

Main cast :

Huang Zi Tao

Yoona Snsd

Umji Gfriend

Etc.

Length : Chaptered

Disclaimer: All cast belong to GOD. But Srories are mine and pure fiction.

Mianhe jika typo bertebaran, karena aku hanya manusia biasa. Tak ada manusia yang sempurna, yang ada hanya kasempurnaan cinta. Maybe, ceritanya akan membosankan karena ini adalah chap awal.

!!! Happy Reading guys !!!

!!!!!

Beijing, 2002

Langit biru yang tersenyum, serta matahari yang ceria menyapa pagi. Sungguh pagi yang cerah.

Namun sayang, tak secerah hati Tao yang telah menginjak kelas XI disekolahnya ini. Huang Zi Tao, namanya. Ayahnya pemilik Huang Group dan ibunya yang menjabat sebagai kepala sekolah ditempatnya sekolah. Tao adalah anak yang cerdas, taat aturan sekolah, salah satu siswa popular, jago bela diri, sedikit manja jika dirumah, selalu datang ke sekolah tepat waktu, ketua kelas, salah satu anggota tim basket disekolahnya  dan jangan lupa jika ia juga tampan.

Hari ini merupakan hari tersial baginya. Biasanya Tao selalu tepat waktu bila datang sekolah atau semacamnya. Catatan rekor pertamanya selama ia sekolah, baru hari ini pertamanya ia terlambat, dan Ia berharap akan jadi yang terakhir kalinya.

Saat ia tiba, pintu gerbang sekolah telah terkunci. Sebenarnya jika ia mau, ia bisa saja menyuruh ibunya untuk membantunya, namun ia adalah siswa teladan. Tak ada dalam kamusnya jika ia melakukan itu.

‘aku harus bagaimana?’ pikir Tao bingung.

Ditengah kebingungannya, Ahn Ahjussi si penjaga gerbang sekolah yang melihatnya, dengan segera dan begitu mudahnya membukakan gerbang sekolah untuk Tao. Tentu saja hal itu membuat Tao heran.

“Ahjussi, aku telat. Apa aku dihukum sebelum masuk kelas?” Tanya Tao, ia berusaha tetap berperilaku bijak. Ia sering memarahi bahkan menghukum teman-temannya yang terlambat datang , jadi ia harus bijak.

“kau tak pernah datang terlambat, dan kupikir kau pasti punya alasan kenapa dating terlambat. Kau tak perlu menjelaskannya padaku, cepatkah ke kelas.” Ungkap Ahn Ahjussi.

Tao membungkuk hormat, sebelum berlari menuju kelasnya.

Di hari sialnya, masih ada yang mengerti padanya. Itu jika siswa teladan seperti Tao yang alami, jika orang lain belum tentu seberuntung Tao.

 

Setibanya dikelas, ia mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membuka pintu kelasnya dengan santai. Dapat ia lihat dengan jelas, jika  Zhao laoshi  yang super duper killer tengah memperkenalkan siswi baru dikelasnya. Namun terhenti sejenak karena kedatangan Tao. Suasana kelas akhirnya dipenuhi bisikan teman sekelas Tao yang heran karena untuk pertama kalinya Tao terlambat dan adapula yang tengah membicarakan siswi cantik pindahan dari Seoul itu.

“tidak biasanya kau terlambat. Kenapa kau terlambat?” Tanya Zhao laoshi pada Tao dengan lantang.

Saat Tao ingin menjawab pertanyaan Zhao laoshi tersebut, ia langsung gugup ketika siswi pindahan itu melihat kearahnya. Damn!

‘shit! Ia cantik sekali..’ batinnya dalam hati.

“Tao, cepat kau jawab!” bisik Umji teman sebangkunya, yang berhasil menyadarkannya.

Tao terkekeh geli karena sadar telah terpesona pada pandangan pertama dengan siswi dari Seoul tersebut sampai menghayal.

“ekhem..  Zhao laoshi, tidak ada kata terlambat untuk sekolah.” Alasan Tao berhasil membuat siswi pindahan itu tersenyum. Entahlah, mungkin karena gugup secara spontan Tao berkata seperti itu.

Guru Zhao mendengus kesal, namun tetap mempersilahkan Tao untuk duduk ditempatnya.

“Baiklah, Yoona. Kau bisa duduk di-“ belum sempat Guru Zhou selesai bicara, Umji telah memotong ucapannya. “Dia bisa duduk disamping Tao, Pak!” setelah mengatakan itu, Umji berpindah tempat duduk disamping Xiao lin.

“aku tahu, kau menyukainyakan? Hehe..” ungkap Umji pada Tao sebelum ia pindah tempat, namun dengan yakin Tao menggeleng.

Akhirnya Yoona duduk sebangku dengan Tao. “ia ketua kelas kita.” Ucap Ji-kai pada Yoona sambil menunjuk Tao. Yoona hanya membalasnya dengan senyum manisnya, yang berhasil membuat Ji-Kai terpana.

“Baiklah! Aku harus menghadiri  rapat pagi ini, jadi jangan ada yang ribut ataupun berkeliaran diluar selama ku tidak ada sampai jam pelajaran Fisika selesai. Kuserahkan padamu Tao.”  Setelah mengatakan itu, Guru Zhao meninggalkan kelas.

Suasana hening menyelimuti kelas mereka. Sadar akan keheningan, Yoona ingin mengobrol dengan Tao, namun Tao karena gugup, ia secara reflex berdiri saat Yoona akan berbicara padanya.

Karena telah terlanjur berdiri, ia langsung melangkah ke depan kelas, tepat dihadapan teman-temannya.

“dasar, anak kecil.” Ledek Tao yang ditujukan untuk Umji, namun Umji menghiraukannya, malah mengatakan pada Yoona jika Tao menyukainya tanpa sepengetahuan Tao.

“perhatian, semua! Sebelumnya aku ingin minta maaf atas keterlambatanku tadi. Bukan karena tidak ada kata terlambat untuk sekolah. Dalam bersekolah tiada namanya terlambat untuk ke sekolahnya. Alasanku terlambat karena  Mobil yang ku kendarai mogok ditengah jalan, dan aku memakai Taxi ke sekolah. Jika tak macet karena ada kecelakaan, mungkin aku tak akan terlambat juga ke sekolah.” Jelas Tao lalu kembali ke bangkunya. Yoona takjub dengan tindakan Tao tersebut.

“aku tak mengerti kau bicara apa, tapi pidato yang cukup panjang..” sahut Umji yang berhasil membuat teman-temannya tertawa.

“ssst.. jangan ribut, nanti ketua kelas murka!” lanjut Umji, dan seketika mereka diam, lebih tepatnya tertawa dalam diam.

Tao yang melihat tingkah kekanak-kanakan Umji hanya mendengus kesal. Percuma saja menegurnya, ia tak pernah mendengarkan ucapan Tao.

!!!

seminggu sudah Yoona bersekolah di tempat Tao sekolah.  Yoona juga cukup senang dengan sekolah barunya apalagi dengan Umji. Ia bisa berbicara dengan bahasa korea pada Umji karena ia asli orang korea. Selain kedekatannya dengan Umji, Yoona juga dekat dengan Tao. Mereka selalu terlihat bersama-sama. Pulang bersama, pergi bersama, apapun bersama selama seminggu belakangan.

Seperti hari ini, Tao mengajak Yoona jalan-jalan. Awalnya Tao tidak kepikiran akan mengajak Yoona pergi usai pulang sekolah. Awalnya Tao hanya akan mengantarkan Yoona pulang, namun Umji berulah. Umji mengatakan pada Yoona jika Tao ingin mengajaknya kencan, dan karena Tao pikir itu bukan ide yang buruk jadi tak apalah. Lagipula Umji mengancam akan mengadukan ke MaMa jika Tao tak akan menuruti kemauannya tersebut.

“jintian tianqi hen hao (hari ini cuaca sangat bagus).” Ucap Yoona pada Tao saat mereka tengah berada dalam Cafe dekat sekolah mereka.

“Shi. Zheme hao de tianqi, ni xiang qu nail wan ma? (Ya. Cuaca begini bagus, apakah kau ingin pergi bermain kesuatu tempat?)” ajak Tao sambil merapikan rambut Yoona yang tertiup angin. Tanpa Tao sadari, yang ia lakukan itu berhasil membuatnya tersipu.

“umm.. aku tidak tahu tempat yang menarik di Beijing. Ayahku terlalu sibuk di rumah sakit.” Sahut Yoona.

“ok. Bagaimana kau ikut denganku saja.” Ujar Tao lalu mengajak Yoona keluar dari Café. Yoona menanggapinya dengan senang.

Yoona dan Tao ber jalan-jalan di jalan Beijing lama, di wilayah Wangfujing, Dongcheng.

“Tao, ramai sekali yah. Kuliner yang dijualpun sangat unik, aku tidak ingin mencobanya. Ayahku bilang, jangan memakan makanan yang tak jelas.” Terang Yoona saat mereka sampai di tempat yang Tao bilang tempat menarik. Mereka berdua tiba di Wangfujing malam hari, dengan seragam sekolah yang masih melekat.

“kau mau kesana?” Yoona mengangguk lalu mereka berdua mulai berkeliling. Ditempat ini, ada jalan kecil yang kiri kanannya dijual banyak sekali makanan. Terutama makanan tradisional. Salah satu yang menarik dari pasar ini adalah sate kalajenking,bintang laut, kuda laut, jerohan kambing, dan masih banyak lagi.

Setelah dari pasar kuliner tradisional, Yoona dan Tao mencoba berkunjung ke wisata kuliner lain ke Duck de Chine yang terletak di jalan Jinbao, Distrik Dongcheng. Di rumah makan ini, Yoona dan Tao memesan bebek panggang. Mereka menikmati makanan mereka  dengan canda ria.

“Yoona, kenapa kau bisa pindah ke Beijing?” karena dari awal ia penasaran dengan Yoona, Tao pikir ini waktu yang tepat untuk menanyakannya.

Yoona berhenti mengunyah lalu menjawab, “Ayahku di pindah tugaskan disini, jadi aku mengikuti ayahku kesini. Ibuku tidak ikut bersama kami karena ia harus mengurus butiknya di Seoul.”

“kau pasti sangat menyayangi ayahmu.” Yoona mengangguk meng-iyakan.

“sangat, aku sangat menyayanginya.” Yoona melengkapi ucapan Tao.

“aku juga penasaran padamu. Kau dan Umji ada hubungan apa? Umji selalu menjahilimu, tapi kau tak pernah menanggapinya dengan kasar?” Tanya Yoona penasaran. Lalu Tao sedikit tertawa membuat Yoona menautkan alisnya bingung.

“aku pikir kau sudah tahu. Apa Umji tak mengatakan padamu? Umji adalah adikku, tepatnya adik angkat. Ia di asuh oleh ibuku sejak Umji berumur 5 tahun. umji berasal dari Seoul seperti dirimu, ibunya telah tiada namun ayahnya adalah salah satu Dosen di salah satu Universitas di Seoul.” Jelas Tao.

“kakekku juga memiliki cucu angkat. Lalu apa Umji tahu?” Tanya Yoona lagi.

“tentu saja Ia tahu. Setelah lulus nanti, Umji akan kembali pada ayahnya. Lucu sekali, cucu angkat.”

“sudah jangan membahas mereka.” Lanjut Tao.

“lalu?” Tanya Yoona tak mengerti.

“kita bahas tentang perasaan saja. Perasaanku padamu.” Timpal Tao

Karena masih bingung Yoona hanya mengangguk saja.

“sebenarnya aku menyukaimu. Mungkin ini terlalu cepat, tapi sungguh aku menyukaimu.” Ungkap Tao jujur tanpa basa-basi.

Yoona terdiam. Ia juga memiliki perasaan yang sama pada Tao, tapi ia bingung. Ini terlalu cepat untuknya. Tiba-tiba ia teringat ucapan pamannya (adik ibunya) ‘jangan percaya dengan ucapan lelaki yang belum lama kau kenal, apalagi menjalin hubungan dengannya.’

Yoona terdiam. Lalu ia juga mengingat ucapan sepupu angkatnya, “jika memang kau mencintai seseorang, masalah baru dan lamanya kau mengenalnya tak jadi masalah. Apalagi jika ia telah mengatakan rasa cintanya padamu.’

“kau bisa menjawabnya setelah kita lulus nanti. Tapi, setidaknya kau bisa menjaga perasaankukan?” Tao pikir ini terlalu dramatis, tapi bukan saatnya untuk memikirkannya.

Mungkin seperti ini lebih baik, “aku juga menyukaimu, tapi aku masih ragu, maafkan aku belum bisa memberimu jawaban, namun aku janji pasti akan menjaga perasaanmu. Aku janji.” Jawab Yoona yakin, lalu tak sengaja menguap.

“sepertinya kita harus pulang, ini sudah larut.” Ucap Tao, karena melihat beberapa kali Yoona tak sengaja  menguap. Sebelum beranjak, Yoona mengecup bibir Tao cepat. “itu sebagai ucapan terima kasihku karena telah mengajakku jalan-jalan.”  Tak bisa dipungkiri, Tao tersipu dan tak henti-hentinya tersenyum selama perjalanan pulang. “Yoona, aku malu mengakuinya tapi itu adalah ciuman pertamaku.” Ungkap Tao. Mendengar itu, Yoona  menimpali, “itu juga pertama untukku!” lalu mereka berdua tertawa bersama. Selama Yoona hadir dalam hidupnya, Tao selalu tertawa dan tersenyum karenanya padahal sebelumnya ia jarang melakukan itu.

Dua bulan kemudian.

4 hari Yoona mulai tak datang ke sekolah.  Dan inilah hari yang akan  merubah semuanya.

Ketika Tao gundah dan merindukan keberadaan  Yoona dikelas, Umji memberitahukan padanya jika Yoona akan kembali  ke Seoul. Sempat patah semangat, karena Yoona tak datang ke sekolah selama 4 hari belakangan.. Yoona telah mengurus surat pindahnya, membuat perasaan Tao semakin  gundah dan ulu hatinya perih. Pasalnya 4 hari ia tak bertemu Yoona sudah seperti ini apalagi jika bertahun-tahun atau tidak bertemu sama sekali. ‘setidaknya dia bisa mengucapkan salam perpisahan pada teman-temannya, terutama padaku.’ Batin Tao sedih.

Melihat keterpurukan Tao, Umji menyarankan Tao untuk mengunjungi Yoona sebelum ia pergi. Akhirnya, setelah pulang sekolah dengan seragam sekolah yang masih ia kenakan, ia memutuskan kerumah Yoona. Saat ia tiba di rumah bernuansa klasik tersebut, Tao disambut Ayah Yoona. Ayah Yoona menyuruhnya masuk dan duduk diruang tamu sedangkan Ayah Yoona memanggil Yoona. Saat ia masih menunggu, ada seorang pria berperawakan tinggi, sedikit tinggi dari Tao. Pria tersebut ingin berbicara pada Tao, namun karena ia tak fasih bahasa Chinese ia hanya berbicara seadanya saja.

“ Kau Tao kan?” tanyanya dengan logat yang aneh-menurut Tao. Tao hanya mengangguk meng-iyakan.

“kau tahu, Yoona sudah memiliki kekasih. Coba kau lihat foto ini, mereka serasikan? Ia juga orang China.” Lanjutnya, membuat hati Tao tercabik-cabik. Ternyata gadis yang ia cintai telah memiliki kekasih. Pria itu menunjukkan selembar foto mesra Yoona dengan seorang laki-laki. Dalam foto itu, terlihat jelas Yoona tengah tersenyum dan sang pria tengah memeluknya.

Lalu ayah Yoona datang, ditemani Yoona dibelakangnya.

“ayah keluar sebentar, kalian mengobrol saja.” Ucap ayah Yoona lalu beranjak pergi dengan pria tadi.

“k-kau akan pindah?” Tanya Tao berusaha tegar. Yoona mengangguk, lalu tersenyum pada Tao.

“aku pasti merindukanmu. Saat kita pulang bersama, saat kau mentraktirku ice cream, dan..”

“kau telah menghancurkan perasaanku, Yoona. Bukan karena kepergianmu yang membuatku perasaanku hancur, namun karena kau tak bisa menjaga perasaanku. Aku membencimu dan jangan temui aku lagi.” Ujar Tao dengan mata berkaca-kaca lalu keluar pergi dari rumah tersebut.

Pada saat ia melangkah keluar, Ia melihat laki-laki dalam foto tersebut.

“Wu an. (selamat siang)” sapanya dengan ramah. Namun Tao berlagak cuek lalu melenggang pergi tanpa membalas sapaannya.

Yoona meneriakki namanya, namun Tao menghiraukannya.

Sampai ia berpikir jika mungkin ia harus mendengarkan penjelasan Yoona. Ia memutuskan untuk berbalik, dan yang ia lihat adalah pria tadi memeluk Yoona lalu menunutun Yoona memasuki rumah mereka.

“tak ada penjelasan. Ini lebih dari cukup!” tegas Tao pada dirinya sendiri. ‘ini menyakitkan!’ lanjutnya sambil menepuk-nepuk dadanya berulang-ulang.

TBC

Thank you for reading, guys. Aku sangat berharap kalian menyukainya. Sampai ketemu di chap 2. Istrinya Lay pamit.

9 thoughts on “(Freelance) Fated to Love You : Chapter 1

  1. Pcar Yoong spa?
    Wahh,, Tao jngan mrah dulu dong, dngerin dlu pnjlasan Yoong..
    Okelah, dtunggu aja klnjutannya!!
    FIGHTING!!!

  2. Yoong punya pacar?
    siapa? Luhan? Kris? Lay?
    Tao marah, Apa nanti Tao akan nyusul Yoong ke seoul?
    d tunggu part 2 thor😀
    Fighting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s