Behind You

byyh2

-Yoona & Baekhyun-

=Sehun-Taeyeon=

PG – 18

.

bukankah setiap orang itu munafik?

.

Ini bagaikan sebuah kenyataan yang tak pernah ada dalam pikirannya sedikitpun. Yoona pikir itu semua hanyalah dongeng belaka yang mengisi hidup seseorang. Yoona bahkan tak pernah berpikir bahwa kenyataan itu terjadi sejauh matanya memandang. Selain cerita yang mungkin saja adalah omong kosong belaka yang beredar dari setiap kepala dan suara dengan berbagai opini. Disetiap kedipan mata. Disetiap senyuman serta canda tawa yang selalu mengiringinya terdapat sesuatu lain yang hinggap diotaknya. Dia tak bisa mengatakan dirinya benar tapi dia selalu mengelak jika dirinya mengatakan bahwa tak seharusnya dia salah. Bukan dirinya egois tapi dia benar-benar menikmati sesuatu yang ada didepannya saat ini. Tak tahu apa kata orang. Tak tahu apa yang akan terjadi setelahnya. Dia tetap berjalan. Menjalani semuanya tanpa berpikir seseorang yang mungkin—mungkin—juga sedang memikirkannya

“hei” ucapan pelan itu membuat Yoona mengulum tersenyum

Lelaki itu mengacak rambutnya pelan dan melemparkan tubuhnya disamping Yoona yang hanya diam memandangi ponselnya—dia sedang menyanyi dengan lirik dari aplikasi Joox yang memang sedang hits dikalangan teman-temannya

“apa yang kamu dengarkan?”

“Sorry”

“Justin Bieber?” tebak lelaki itu menebak, sedetik setelahnya lelaki itu bernyanyi pelan sembari menatapnya dalam

“kenapa?”

Lelaki itu menggeleng, “kau ada waktu nanti malam?”

“kau ingin mengajakku keluar?” lelaki itu mengangguk

“ayo kita keluar”.

Lelaki itu mengajaknya bioskop. Oke, ini bukan film romantis yang sering dilihat oleh sepasang kekasih yang sedang saling mencinta, mereka menonton The Avengers : Civil War yang memang sangat dinantikan oleh seluruh pelosok orang didunia ini. Bayangkan, baru opening saja aksi Captain Amerika cs itu sudah terjang sana sini, saling pukul, saling tendang. Yang Yoona tahu hanya Black Widow karena menurutnya perempuan tangguh itu benar-benar menawan dan sangat seksi, padahal sejujurnya Yoona tak mengerti sama sekali dengan film ini bahkan dia hanya melihat film ini dua kali. Ini tak romantis bukan? Tapi sumpah demi apapun dia, Yoona sangat menyukai moment ini. Bersama dengan lelaki ini. Dengan pop corn dan cola. Serta tangannya yang digenggam erat. Ah… bukan hanya moment ini tapi disetiap moment dengan lelaki ini berada disampingnya. Katakan saja Yoona adalah wanita brengsek yang kalian temui tapi gadis ini benar-benar mencintai lelaki yang sedang bersamanya ini

Drrtt

Sakunyaa bergetar, dia dengan cepat mengecek ponselnya. Wajahnya yang tersenyum mendadak terdiam, tatapannya terjatuh pada lelaki disebelahnya yang kemudian menyadari gadis(nya) sedang menatapnya

“Wae?” lelaki itu berucap pelan, berusaha tak mengganggu ketenangan penonton lain. Pandangannya tertuju pada ponsel Yoona yang menunjukkan caller ID dengan sebuah foto seseorang yang—sialnya—memang tampan

“kau tak mungkin mengangkat ponselmu didalam sini” deheman pelan itu membuat Yoona mengerti. Yoona memasukkan ponselnya kedalam tasnya—lebih tepatnya mematikan ponselnya.

“kau sudah mengerjakan tugasmu?” tanya Yoona membolak-balik bukunya

“aku akan mengerjakan nanti setelah kau selesai” jawab lelaki itu menopang dagunya

“woy! Baekhyun!” mereka berdua menoleh, “sedang apa kalian berdua disini?” temannya datang dengan langkah lebar, menyesuaikan kakinya yang memang panjang menjuntang

“bukuku dipinjam Yoona” lelaki itu—Baekhyun menunjuk buku bersampul biru yang memang sedang dipegang oleh Yoona

“kalian ada waktu nanti malam? Kami berencana ke bioskop nanti malam” teman mereka—Chanyeol tersenyum lebar, “Civil War. Bukankah seru jika menonton bersama-sama?”

Yoona dan Baekhyun saling berpandangan. Baekhyun tersenyum lebih dahulu, “mian, tapi aku sudah menontonnya bersama kakakku kemarin malam”

“Yoona?” tatapan lelaki itu tampak memohon

“kau tahu sendiri, Yeol. Aku tak begitu menyukai film yang seperti itu” tolak Yoona

“kalian nggak seru” ucap Chanyeol, “yasudah, aku keruang dosen dulu” lanjut Chanyeol

“kau belum mengumpulkan tugasmu minggu lalu?” tanya Yoona. Chanyeol menggeleng sambil nyengir, “tenang saja, dosen tua itu tak akan tahu” balasnya sembari berlari pergi

“well, aku baru mengenalnya” ucap Baekhyun mengerti tatapan milik Yoona yang terarah padanya

Ponsel Yoona bergetar. Pangiilan itu seperti yang semalam. Baekhyun hanya tersenyum dan membiarkan Yoona mengangkat telepon yang Baekhyun yakin ini kali pertamanya Yoona mengangkat teleponnya mengingat Yoona lupa mengaktifkan ponselnya sejak semalam.

“Sehun marah?” tanya Baekhyun setelah Yoona kembali duduk dihadapannya dengan wajah sedikit cemberut

“tidak” sahut Yoona

“aish… hanya begitu saja marah” dengus Baekhyun

“aku juga nggak ngerti!” Yoona menghembuskan nafasnya kasar, “padahal kan aku sudah bilang aku lupa menyalakan ponselku”

Baekhyun tertawa, mengacak rambut Yoona seperti biasa

“bagaimana kalau Taeyeon?”

“well, setidaknya aku lebih pintar mencari alasan”

Yoona mendengus, “oke, aku memang tak pandai berbohong sepertimu”

Baekhyun terdiam tapi ucapan Yoona benar, dia tak bisa mengelaknya. Baekhyun sangat pintar bermain kata. Yoona menyadari raut muka Baekhyun yang berubah, langsung berubah ribut. Yoona tak bermaksud menyinggung lelaki ini, sungguh

“Baek, mian” Yoona menggoncangkan tangan lelaki itu hingga kedua bibir lelaki itu membentuk lengkungan bulan sabit disiang hari yang begitu sangat indah, “tak apa, Yoona”

“Baek, aku benar-benar tak bermaksud mengucapkannya”

“justru itu yang aku takutkan darimu” ucapan Baekhyun tenang tapi terdengar sangat serius ditelinga Yoona

“aku takut kau tak bisa menahannya didepan Sehun”.

Baekhyun datang keapartemen Yoona malam ini, dia memang berniat mengerjakan tugasnya disana. Daripada dia berada diapartemennya sendirian lebih baik bersama Yoona. Tentu gadis itu pasti akan memasakkan sesuatu untuknya

“cokelat panas? Pas sekali hari ini hujan” ucap Baekhyun

“pelan-pelan itu masih sangat panas” ucap Yoona yang mengambil tempatnya disamping Baekhyun

Mereka berdua saling terdiam. Baekhyun sibuk dengan laptopnya sedangkan Yoona hanya terus bersandar dibahu Baekhyun dan mengelus cangkirnya sejak tadi

“kau tak merindukan Taeyeon?”

Tangan Baekhyun yang sejak tadi sibuk mengetik mendadak berhenti, dia menghembuskan nafasnya pelan. Meletakkan laptopnya dimeja dan merubah posisinya tepat menghadap Yoona yang tampak imut dengan baju sweater berwarna putih dan rambutnya yang dicepol

“kau tak merindukan Sehun?” Baekhyun memberikan tatapan menggoda padanya

Yoona membenci tatapan itu—karena itu mirip Sehun(nya)

Baekhyun terkekeh, tangannya beranjak dan memegagi rambut Yoona. “kau tahu, aku akui kau memang imut akan tetapi aku lebih suka jika rambutmu tergerai” dan rambut Yoona tergerai karena Baekhyun menarik sebuah tusuk rambut pendek yang terselip didalam rambutnya

Yoona cemberut—benar-benar cemberut

“kau tau sayang” ucap Baekhyun memberi jeda, “ekhm.. bukankah kita pernah membahas tentang hal ini?” tanya Baekhyun

Yoona menggigit bibirnya. Dia senang setiap bibir Baekhyun sengaja mengeja panggilan itu terhadapnya tapi mengingatnya itu membuatnya perih

“jika kita membahas mereka dengan keadaan seperti ini. Kau membuatku benar-benar merasa sangat bersalah. Pada Taeyeon karena aku berani membagi perasaanku dan juga pada Sehun karena aku berani memiliki perasaan pada kekasihnya”

“tolong jangan bahas mereka ketika kita sedang seperti ini” ucap Baekhyun. Terdengar ringan tapi ucapannya terasa sangat dalam. Hingga rasanya Yoona benar-benar ingin berteriak kepada langit kenapa dia harus juga mencintai Baekhyun

Baekhyun meengecupi bibirnya, berharap gadis yang juga dicintainya ini berhenti menangis. Yoona hanya terus membiarkan apa yang dilakukan oleh lelaki ini. Yoona, bukan hanya kau yang pernah merasakan betapa manisnya bibir pria ini

Yoona mendorong pelan tubuh Baekhyun, menatapnya sendu, “besok Sehun akan kembali ke Seoul”

Baekhyun kaget—tentu saja tapi dia mengulum senyum, mengelus pipi putih Yoona, “aku juga akan ke Jeonju besok”

Yoona tak bisa egois—tentu saja—meskipun dia tak rela tapi dia tak memiliki Baekhyun. Ada waktu dia harus melepaskan karena itu adalah hal yang memang patut dia lepaskan atau katakan saja Baekhyun adalah hal yang tak seharusnya dia kaitkan dalam kehidupannya

Taeyeon sudah berada Jeonju dan Sehun kembali ke Seoul

Pada akhirnya mereka harus kembali bukan? Kembali ke cinta mereka yang sesungguhnya. Tapi ini bukan cinta? Ya—cinta yang lain. Cinta semu. Cinta yang memang seharusnya tak ada. Cinta yang seharusnya tak membutakan mereka berdua kedalam sesuatu yang benar-benar sangat terlarang. Tapi mereka kesepian

“kau tahu kan?” tanya Baekhyun

Yoona mengangguk, “aku tak ingin melakukannya” ucap Yoona

“kau membuatku terlihat seperti orang jahat, Yoong”

Yoona terkekeh, “setidaknya kau akan meminta maaf padaku”

Dan mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka—maksudnya hanya Baekhyun, Yoona hanya terus bersandar dibahu lelaki itu hingga esok menyambutnya dan sadar bahwa dia sudah berada dikamarnya sendirian.

Icheon airport 10.00 KST

Yoona mengenakan dress maroon selutut, rambutnya tergerai dan wajah ayunya nampak bersinar. siapa yang tidak bersinar jika sebentar lagi kekasihnya akan menginjakkan Korea semenjak pertemuan terakhir mereka satu tahun yang lalu?

“Sehun” Yoona berteriak kecil, tangannya melambai-lambai kearah lelaki jangkung dengan flanel yang membuatnya benar-benar keren. Tanpa aba-aba Yoona langsung berhambur memeluk lelaki itu, Sehun terkekeh pelan

“kau benar-benar merindukanku, eoh?” dia menyentil hidung Yoona

“aku bosan jika vidcall setiap hari” ucap Yoona manja.

Jeonju, 10.00 KST

Baekhyun terus saja tersenyum mendengarkan celotehan Taeyeon sejak dirinya sampai dirumah ini. Gadis ini sangat cerewet itu yang membuat Baekhyun tidak merasa kesepian jika didekat gadis ini karena dia akan bercerita berbagai hal yang dia tahu pada Baekhyun. Menanyakan pendapat Baekhyun bahkan gadis ini akan mengatakan apa saja bahkan sampai Baekhyun tak mengerti sedikitpun

“kamu cerewet ya” ucap Baekhyun tersenyum

“iihh… dari dulu” cuek Taeyeon

Taeyeon kembali bercerita tentang teman-temannya, dosen-dosennya disana dan Baekhyun tampak mendengarkan dengan baik tapi pandangannya teralih pada awan yang terlihat begitu cerah hari ini. Senyuman terbaiknya mengembang

Bukankah ini indah? Seindah matamu saat menatapku dengan senyuman yang aku yakini itu hanyalah untukku.

Yoona terdiam sejak tadi, hanya alunan musik saja yang terdengar didalam mobil mereka. pandangan matanya terarah pada awan yang begitu indah dimatanya. Seakan lelaki itu berada disana dengan senyum terbaiknya

Kau bagaikan awan, Baekhyun-ah. Membuatku terus merasa baik-baik saja sepanjang waktuku.

-Selesai-

22 thoughts on “Behind You

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s