(Freelance) My Love Story [6]

MLS [5] (2)

By Cherryoong

Romance,sad|PG-15

This story is mine .I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat, please. And keep RCL!

Cast :Im Yoona a.k.a. Roxanne Im

Oh sehun a.k.a. Steven Oh

“Cinta itu memang sangat sulit !”

~

“Lalu?”tanya sahabat-sahabatnya.

“Kalian ingin membantuku?” mohon Steven.

“Membantu apa?”

***

Part 6

“mencari tahu semua tentang Roxanne?kalian bisa ?” ujar pria berambut hitam itu.Pria itu menunggu keputusan dari sahabat-sahabatnya. Namun tiba-tiba seorang pria yang tingginya seperti tiang itu masuk kedalam rumah baru Steven, dia Kris. Mereka semua satu kampus. Jika kalian heran, mengapa Steven bisa sedekat itu dengan mereka dalam waktu kurang dari 1hari. Maka jawabannya ,Steven sudah lama bersahabat dengan mereka.

Dulu mereka semua tinggal di Brooklyn, namun karena orang tua mereka harus bekerja kesana kesini yang membuat mereka jenuh, akhirnya Richard, Alexander, dan Elias meminta izin kepada orang tuanya masing-masing agar mereka bertiga tinggal di Massachusetts lebih tepatnya di Cambridge.Dengan alasan ingin hidup mandiri, tentunya mereka diperbolehkan. Kemudian tahun lalu setelah kelulusan SMA, Kris menyusul mereka ke Massachusetts. Dan tentunya Steven merasa kesepian di Brooklyn.

Akhirnya kemarin steven pindah keMassachusetts dengan alasan ingin pindah kuliah kesana. Steven tak pernah berhenti membujuk orang tuanya agar dia tinggal disana. Karena bosan mendengar rayuan Steven, akhirnya Steven diperbolehkan pindah ke Massachusetts. Dan hari ini Steven mulai menjalankan aktivitasnya dikampus barunya. Kris dan Stevenmasuk kedalam jurusan bisnis, sedangkan Richard, Alexander dan Elias masuk kedalam jurusan Arsitek.

“apa yang kalian bicarakan? “ Kris yang baru datang langsung ikut kedalam percakapan panjang keempat sahabatnya.

“ahh kau bukannya datang daritadi. Aku malas menceritakannnya dari awal” kesal Steven.

“Sorry. aku ada urusan tadi”

“Ok. Do you know Roxanne? “

“yap!”

“Dia tadi tak sengaja menabrakku. Lalu aku menemukan kalung ini”Steven menjelaskannya dari awal sedangkan Kris hanya mengangguk tanda ia mengerti.

“lalu?” Mata kris masih belum melihat bentuk kalung itu, hingga akhirnya Kris menoleh dan melihat kalung itu.

‘liontin cincin yang bertuliskan S&Y. apa masalahnya?’ batin Kris.  Namun detik selanjutnya matanya membulat sempurna, ketika otaknya kembali mengingatkannya kepada bentuk liontin yang ada pada kalung Steven dengan bentuk liontin yang ada pada kalung digenggaman Steven.

“Bentuknya sama dengan kalung punyamu. Jika benar Roxanne yang memakai kalung itu, berarti  dia itu Yoon-“

“Maka dari itu, aku meminta bantuan kalian untuk mencari tahu tentang Roxanne, umm mungkin  sekalian dengan aktivitas setiap harinya” Sela Steven.

“You’re like a Stalker” Cibir Pria bermarga Kim itu- Alexander.

“Maybe. So, what is your decision ?”

“okey, I agree your request. Lagipula ,aku punya Summer, jadi aku bisa mencari informasi tentang Roxanne darinya” akhirnya suara berat dari bibir Richard pun keluar juga. Keputusannya sangat disukai oleh Steven.

“You’re too dependent her . But I like your decision.” balas Steven.“yang lain , bagaimana?”.

“Ok. Tidak masalah. Aku juga punya Jessica, Jadi akan lebih mudah mencari info tentang Roxanne” Kris pun akhirnya menyetujui permintaan Steven. Alexander dan Elias pun mengangguk tanda mereka menyetujui perkataan Kris.

“Thanks Bro!”

***

Waktu terus bergulir , hari pun terus berganti. Sekarang adalah hari ke lima setelah hari paling sial itu terjadi tentunya bagi Roxanne. Terhitung tinggal dua hari lagi baginya agar terlepas dari hukuman aneh itu. Sekarang dirinya sedang santai di café bersama Jennifer. Ya seperti biasa, Summer dan Jessica sibuk berkencan dengan kekasihnya, sepertinya double date. Nathalie dan Tiffany sedang pergi entah kemana. Dan hanya tersisa Roxanne dan Jennifer disini yang hanya berkutat dengan handphonenya masing-masing di café ini.

“Hey Roxanne !I’m so happy. Elias membalas pesanku sangat cepat” ujar Jennifer, gadis yang memiliki wajah mirip dengan Roxanne itu sedang berbunga-bunga, lantaran pria yang dia sukai membalas pesannya sangat cepat.

“ya.. yaa.. apa tidak ada berita tentang hubunganmu dengan Elias yang lainnya? Aku bosan mendengar yang seperti itu, apa tidak ada percakapan yang seperti ini misalnya’Jennifer, I love you’?” gadis berambut blonde itu memutarkan bola matanya.

“ dia membalas pesanku sangat cepat saja, aku sangat bahagia. Apalagi yang seperti itu ?mungkin aku akan menjadi gila”

“Apa seperti itu nasib orang yang cerita cintanya digantung?” tanya Roxanne.

“YAK! Jangan membahas itu. iya aku tau cerita cintaku digantung, tapi aku tetap mencintainya” marah Jennifer.

“mencintainya ?apa kau tak lelah , mencintainya dari SMA ? dan sekarang Elias pun belum menjadikanmu pacarnya, sedangkan kalian saling suka. Jika aku jadi kau, aku akan cari pria lain dan melupakan dia” timpal Roxanne sesekali menyeruput minuman yang ada dihadapannya.

“Itulah kekuatan cinta. Dan aku tak yakin bahwa kau akan melakukan itu. kau saja masih mengingat luhan sampai sekarang. Padahal kau berniat memulai hidup baru disini” sindir Jennifer.

‘DAMN !ucapan Jennifer benar’ batin Roxanne.

“eng.. i-itu …”ucap Roxanne terbata-bata, bingung akan membalas apa.

“Hey ! Roxe, Steven mempost foto di instagram” Sela Jennifer sembari menunjukkan foto Steven, mungkin para gadis-gadis akan berteriak kegirangan karena foto keren dari Steven itu, kecuali Roxanne tentunya. Roxanne melihat kearah handphone Jennifer, melihat apa yang ditunjukkan Jennifer. Kemudian manik rusanya beralih ke username instagram milik Steven, entah mengapa otaknya memintanya untuk melihat itu.

“Lalu ?apa urusannya denganku ? “ acuh Roxanne dengan wajah datar, sangat datar. Pandangannya beralih ke minuman segar yang ada dihadapannya dan kemudian menyeruputnya. Jujur Roxanne merasa senang, karena Jennifer mengalihkan kebingungan Roxanne tadi, tapi kenapa topic pembicaraannya mengarah ke pria berambut hitam itu, Roxanne sedikit jengkel.

“ahh what ever. Aku tak tahu apa isi dari pikiranmu. Bagaimana bisa kau tak tersenyum atau berteriak kegirangan saat melihat foto tampan Steven ?kau gadis aneh”

“lalu aku harus apa? berteriak seperti ini ,WOAAA DIA TAMPAN SEKALII !!” teriak Roxanne berusaha mengejek ucapan Jennifer tadi, dengan gerakan-gerakan yang menjijikan.

“hush.. jangan membuatku malu. Mereka akan mengira aku membawa orang gila” Canda Jennifer sambil melihat sekelilingnya yang menatap aneh mereka berdua terutama Roxanne. Mereka berdua- Roxanne dan Jennifer tertawa setelah melihat reaksi orang-orang disekelilingnya.

“Kau tak tahu malu” lanjut Jennifer.

“ Hahaha bukannya aku memang seperti itu dari dulu” ucap Roxanne lalu menyeruput minumannya. Sedangkan Jennifer beralih ke handphonenya.

“woaaa!! Roxe, Elias mengajakku pergi sekarang. Roxe, kau tak apa kan sendirian? Ayolah, ini kesempatanku bukan? Kau sayang sahabatmu yang satu ini kan? Ayolah..Tak apa ya jika kau ditinggal sendirian?” tanya Jennifer dengan maniknya yang berbinar-binar.

“Tapi… “ ucapan Roxanne menggantung. Namun secara tiba-tiba, Steven datang dengan setumpuk file-file. Jennifer yang melihat Steven pun langsung menyambar tasnya dan bersiap pergi dari sana, hal itu membuat Roxanne juga ikut berdiri. Sedangkan Steven semakin mendekat kearah meja yang Roxanne dan Jennifer tempati.

“Sudah ada Steven, jadi kau tidak sendirian lagi. Jadi selamat tinggal” Jennifer pun langsung berlari secepat mungkin dan menghindari Roxanne yang mengamuk.

“YAK!! YAK !! YAKK!!”

“HEY!! JENNY !!YOU’LL REGRET !!”

“HEYY!! “

Roxanne terus berteriak kepada Jennifer yang semakin jauh dari Roxanne. Steven yang melihat adegan itu hanya melongo. Namun setelah teriakan yang keluar dari bibir mungil milik Roxanne itu berhenti, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya. Roxanne menoleh kearah Steven yang masih terdiam dengan wajah datarnya.

“Ah.. What do you want here?” kesal Roxanne sambil mendudukan tubuhnya diatas kursi café yang tadi ia tempati.

“how you did know that I was here? Are you stalking me?” lanjut Roxanne, manik rusanya menyipit seakan menyari jawaban dibalik manik pure hazel milik Steven.

“I just-“

“You’restalker !” potong Roxanne. Steven hanya bisa menautkan alisnya saat mendengar perkataan Roxanne. Memang benar, ia menguntit Roxanne demi mencari tahu tentang kalung itu. Tapi dia menguntit tidak sampai yang seperti itu.

“Sudah selesai bicaranya ? Bolehkah aku bicara sekarang?”tanya Steven dengan malas, karena daritadi Roxanne tidak memberinya kesempatan untuk berbicara.

“Pertama aku bukan stalker. Kedua, urusanmu dengan ini belum selesai” timpal Steven sembari menunjukkan file yang bertumpuk-tumpuk itu lalu menaruhnya secara kasar dihadapan Roxanne.

“arghh.. kapan semua ini selesai ?” keluh Roxanne sambil menatap setumpuk file-file itu.Steven masih berdiri disamping Roxanne , menatap Roxanne yang sedang mengeluarkan keluh kesah saat melihat setumpuk file itu.

“kenapa kau masih disini?” tanya Roxanne sambil menatap sinis Steven. Jika Roxanne sudah badmood maka semua orang akan terkena tatapan sinisnya dan sifat cueknya.

Steven yang mendengar itu langsung memutar balikan tubuhnya dan berjalan santai menuju pintu café yang berada dikampus itu.Namun dipertengahan dia jalan, suara yang berasal dari smartphonenya terdengar, menandakan ada notification. Langkah Steven terhenti, kemudian tangannya merogoh saku celananya. Jarinya dia gunakan untuk membuka lockscreen smartphonenya, lalu melihat notification yang ada, rupanya ada pesan dari sahabatnya. Dengan segera, Steven membaca pesan itu.

Richard :aku sudah dapat informasi tentang Roxanne, cepat temui aku.

Steven : Baiklah, ditempat biasa

Steven keluar dari café yang sedang ditempati Roxanne itu dan segera ke tempat parkir untuk mengambil mobilnya yang terparkir disana. Setelah menemukan mobil sport berwarna merah miliknya ,Steven masuk kedalam mobil sport nya. memakan waktu beberapa detik untuk memasang seatbeltnya. Kemudian dia menancapkan gasnya lalu mengendarai mobil sportnya dengan tenang.

Pandangan pria berambut hitam itu lurus menatap jalanan yang sedang ramai dengan mobil-mobil, cuaca saat ini sangat bagus, tak ada hujan yang menghiasi seperti hari-hari sebelumnya. Rupanya langit yang berwarna orange karena matahari yang perlahan berjalan ke ufuk barat itu tak akan meneteskan liquid beningnya.

***

Roxanne, si gadis berambut blonde itu menatap kembali setumpuk file yang ada dihadapannya. Detik berikutnya, dia mengambil setumpuk file itu dengan  kedua tangannya dan akan membawanya.

Roxanne membuka pintu café itu menggunakan kakinya karena kedua tangannya sudah penuh dengan file- file itu. dia mendesah kasar karena kesal harus membawa file sebanyak ini. Gadis itu masuk kedalam kampus ternama itu. Namun dia menghentikan perjalanannya ketika ia teringat sesuatu.

“astaga, aku lupa menanyakannya pada Steven! Bagaimana ini , aku tak tahu ruangan mana yang akan aku taruh file ini” gumam Roxanne.

“aha! Apa aku tanya pada Stevensaja ya?” Roxanne beradu argument dengan dirinya sendiri.

“Tapi kan aku tak punya nomor ponselnya Steven” gumam Roxanne.

“coba kutanya Jessica saja” akhirnya Roxanne memutuskan untuk menanyakan nomor ponsel Steven pada Jessica.

Jari-jari lentik milik Roxanne itu menyentuh layar Touchscreen dengan tampilan tombol-tombol dan angka. Kemudian Roxanne mendekatkan ponselnya ke telinganya.

“Halo, Jessi. Apa kau punya nomor ponsel Steven?”

“untuk apa? Tunggu dulu , jangan-jangan kau sudah menyukai Stev-“

“bukan begitu. Aku harus-“

“sudah jangan berbohong. Baiklah akan kuberi tahu lewat line”

“jessi, dengarkan aku dulu .Aku tidak me-“

Tut..tut..tut..

Sambungan telepon antara Roxanne dan Jessica terputus secara sepihak. Tentunya membuat Roxanne sebal. Selain itu tidak sopan , ada lagi yang membuat Roxanne sebal yaitu Jessica salah paham tentang latar belakang dia meminta nomor ponsel Steven. Roxanne merasa bahwa dirinya akan cepat tua, bagaimana tidak ?lima hari belakangan ini , dia selalu kesal dengan sahabat nya yang selalu berusaha membuat dirinya suka dengan Steven. Belum lagi urusan file itu. Bisa kalian bayangkan bagaimana perasaan Roxanne ?rasanya ingin marah-marah saja tanpa alasan yang jelas.

Kemudian setelah adegan salah paham itu , ponsel Roxanne berbunyi dan tentunya ada notif. Lebih tepatnya notif line dari sahabatnya yang salah paham tadi, siapa lagi kalau bukan Jessica. Dan disana  terdapat angka sampai beberapa digit. Sudah Roxanne tebak itu nomor ponsel Steven. Roxanne akanmenelpon Steven, namun ucapan Jessica di line membuatnya merasa serba salah.

“Jika kau sudah menelpon Steven , jangan lupakan waktu, tempat dan juga bernafas” itulah yang dikatakan Jessica di line. Roxanne hanya menggeleng, ia tahu maksud dari perkataan Jessica itu.

“Jessica benar-benar salah paham. Ya tuhan ,aku harus bagaimana sekarang ?”

***

Steven sudah sampai didepan café yang akan menjadi tempat pertemuan antara dia dan sahabatnya yang mirip tiang listrik itu. Pria berambut hitam itu turun dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam café itu. Style nya saat ini casual, walaupun dia memakai pakaian casual tetapi tetap saja wajahnya tampan-ah maksudnya sangat tampan. Lalu Manik pure hazelnya mencari-cari ‘sahabat idiotnya’ itu.

“Steven!”

Dengan segera Steven menghampiri sahabatnya itu .lalu duduk diatas sofa yang telah disediakan. Kemudian dirinya memanggil pelayan café. Dan mereka menyebutkan minuman yang mereka pesan.

“apa yang kau dapat hari ini ?” tanya Steven memulai pembicaraan.

“ ah iya , ini “jawab Richard sambil menyerahkan sebuah note.

“ hobinya makan? Ck, hobi macam apa itu? dia fans EXO ? dibanding EXO, aku jauh lebih tampan dari mereka” gumam Steven saat membaca tulisan yang ada di note itu.

“percaya dirimu itu tinggi sekali ”  balas Richard sembari menggelengkan kepalanya saat mendengar gumaman sahabatnya itu.

“Benarkah ?bukankah itu hal yang bagus?” balas Steven sambil mengeluarkan tawanya.

“terserah “

Kemudian Steven kembali menatap note yang penuh dengan tulisan. Dilihatnya huruf demi huruf ia perhatikan.

“Roxanne pernah les di Global English Course? berarti…dia.. benar-benar …“ ucapan Steven menggantung.

“yap, kau bisa pastikan itu sendiri” balas  Richard sambil menyeruput American coffe miliknya. Raut wajah Steven menunjukkan bahwa ia terkejut, sekaligus memikirkan kembali kesimpulan yang ia dapat. Suasana hening terjadi cukup lama, hanya ada suara Richard yang sedang menyeruput minumannya.

Ditengah-tengah keheningan itu , smartphone milik Steven berdering menandakan ada seseorang yang menghubunginya. Dengan segera Steven merogoh saku tersebut dan kemudian melihat layar smartphone itu. nomor Roxanne, jangan tanya mengapa Steven mempunyai nomor Roxanne sedangkan mereka belum pernah bertukar nomor ponsel. Ingat ! Steven sedang me- stalker Roxanne. Lalu Steven mendekatkan telinganya dengan smartphonenya.

“Halo”

“Iya, halo. Ini siapa ?” jawab Steven dengan logat pura-pura tidak tahu bahwa itu Roxanne.

“ini aku Roxanne”

“ oh kau . ada apa ?” balas Steven

“eumm.. begini. Aku ingin tanya , file yang kau beri tadi ditaruh diruang apa? “

“diruang sastra dilantai 3 “

“oh baiklah, terimakasih”

“iya sama-sama “

Kemudian sambungan telepon itu terputus. Steven sudah bersiap-siap dengan pertanyaan bertubi-tubi dari Richard.

“dar-“

“Roxanne” jawab Steven sebelum Richard melanjutkan pertanyaannya. Steven sudah bisa tebak pertanyaan apa yang akan dilontarkan Richard.

***

Malam hari telah tiba, gadis bersurai blonde itu meregangkan otot-otot badannya. Merasa lelah dengan hari ini karena bolak-balik membawa file kurang ajar itu , ia segera mengganti pakaiannya menjadi piyama. Setelah mengganti pakaiannya ia segera merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk yang ia inginkan sedari tadi.namun manik rusanya tak sengaja melihat bunga warna-warni pemberian dari luhan yang ia taruh dalam vas bunga, eum sebenarnya bukan luhan tapi teman sekelas luhan yang memberikannya.

Flashback on

            Pada saat hari valentine , Seluruh siswa ataupun siswi memberikan bunga atau coklat pada seseorang yang mereka sukai. Dan luhan juga melakukannya pada yoona, eumm Roxanne maksudnya.  Luhan yang dikelilingi gadis-gadis pengagumnya pun menghampiri Roxanne yang terpaku dengan sahabat-sahabatnya dibelakangnya. Tanpa basa-basi Luhan segera menyerahkan sebucket bunga dengan coklat berbentuk love pada Roxanne.

            “Selamat hari valentine” ucap luhan. Roxanne terdiam menatap sebucket Bungan disertai coklat yang digenggam Luhan. Dan Roxanne pun segera mengambilnya. Roxanne merasa ingin terbang saat orang yang ia sukai memberikannya bunga dan coklat.

            “Terimakasih” jawab Roxanne. sahabat-sahabat dibelakangnya pun tertawa saat melihat wajah Roxanne yang memerah, sambil menyenggol lengan Roxanne sedangkan Roxanne berusaha menahan rasa malunya.

            “iya sama-sama. Oh iya, itu dari teman sekelasku” ucap Luhan.

            Deg.

Seketika Roxanne seperti jatuh dari langit. Senyumnya perlahan memudar. Dan mematung dengan rasa kecewa yang menghinggapinya. Awalnya ia berniat untuk membuang bunga itu, karena bukan pemberian dari luhan, tetapi ia mengubah fikirannya, ia harus menghargai pemberian orang lain. Dan untuk mengobati rasa kecewanya ia selalu bilang pada dirinya sendiri bahwa itu Luhan yang memberikan padanya , ya walaupun luhan bilang itu pemberian dari teman sekelasnya. Dan sampai sekarang ia rawat bunga itu.

Flashback off.

Ketika mengingat kejadian itu, Roxanne merasakan rindu pada luhan sekaligus ingin tertawa. Dia ingin tertawa betapa konyolnya dia saat itu. dan detik selanjutnya dia kembali diingatkan pada Sehun. Entah kenapa jika ia ingat Luhan , ia ingat juga pada Sehun. Ia meraba lehernya yang dulunya ada kalung berbentuk S&Y , sekarang kalung itu menghilang entah kemana. Roxanne merasa bersalah pada Sehun.

“Sehun, maafkan aku”

“Sehun aku merindukanmu”

“Sehun, dimana kau ?aku sudah di Amerika, kau bilang dulu pindah dan meninggalkanku karena akan ke Amerika bersama Orang tuamu. Aku menunggumu di Korea tapi kau tetap belum kembali. Tapi sekarang ? Kau seperti hilang ditelan bumi,”

Mata Roxanne mulai memanas dan mengeluarkan air mata. Kemudian ia menghapus jejak air mata itu.

“aku tak boleh menangis” Roxanne pun langsung membaringkan tubuhnya diatas kasurnya yang berukuran king size nan empuk itu. Manik rusanya menutup seiring rasa kantuknya melanda.

~My love story~

Hari sudah pagi. Sinar matahari menerobos masuk kedalam kamar Roxanne. Roxanne yang merasa terganggu dengan sinar matahari langsung mengerjapkan matanya beberapa kali. Ia melirik kearah bedsidenya dan melihat kearah jam yang ada disana.

‘ohh pukul 09.00’ batin Roxanne lalu menutup matanya kembali. Perasaan mengganjal mengusiknya.

“OHH TIDAK AKU TELAT!!” teriak Roxanne sembari membangkitkan tubuhnya dari kasur. Dia segera kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Roxanne melihat kearah cermin.

“Geez, Aku seperti orang sakit” keluh Roxanne ketika melihat matanya yang masih terlihat sembab akibat menangisi masa lalunya. Kemudian Roxanne mencuci mukanya, berusaha menghilangkan mata sembabnya itu, namun tak menghilang juga.

Selesai membersihkan tubuhnya, Roxanne segera berangkat ke kampusnya. Dia melewatkan sarapan paginya karena terburu-buru. ‘aku yakin, konsentrasiku akan buyar karena perutku yang lapar ini’ batin Roxanne sembari mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sekitar 35 menit, Roxanne akhirnya sampai di kampusnya. Roxanne turun dari mobilnya dan berjalan. Sesekali dia melihat arlojinya yang melingkar manis pada pergelangan tangannya yang mulus.

‘masih 25 menit lagi, sebaiknya aku ke cafe’ batin Roxanne. Dengan santai, kaki jenjangnya ia langkahkan menuju cafe terdekat. Diperjalanan dia mengikat surai blondenya asal. Sesampainya didepan cafe, dia langsung masuk kedalam cafe. Dia duduk di salah satu kursi cafe itu, dia duduk di dekat jendela yang menampakkan pemandangan jalanan yang ramai di pagi hari. Roxanne mengeluarkan smartphonenya beserta earphone dari dalam tasnya. Menyalakan lagu favoritnya sambil menunggu makanannya yang sudah ia pesan datang. Pandangan gadis itu kearah luar jendela, entah apa yang ia lihat. Kemudian beberapa orang hadir dan duduk dihadapannya.

“Hey, Roxe!” sapa Nathalie yang duduk dihadapan Roxanne. Roxanne yang masih memandang kearah luar sekaligus lagu yang ia setel dengan volume besar pun tak menghiraukan sapaan dari Nathalie, membuat Nathalie melihat kearah Roxanne dan melepas earphone yang sedang dipakai Roxanne. Roxanne pun menoleh.

“Apa?” tanya Roxanne yang merasa terganggu. Kemudian dia memasangkan earphone itu lagi. Dan mengecilkan volume musiknya.

“Kau melihat apa diluar? Sampai tak sadar, aku datang,” ujar Nathalie.

“Tidak melihat apa-apa,” balas Roxanne. Tak lama, makanan yang dipesan Roxanne pun datang. Roxanne pun melahap makanan itu tak sabaran, mengingat ia belum sarapan.

“Kau mau? “ tawar Roxanne.

“Tidak, terimakasih. Aku kasihan melihatmu seperti orang yang belum makan berhari-hari,” balas Nathalie.

“baiklah, itu bagus,” ujar Roxanne.

“Hey, Roxe, Nath!” sapa Jennifer, Jessica, Tiffany dan Summer bersamaan. Kemudian mereka duduk.

“Ada apa dengan matamu, Roxe?” tanya Jennifer.

“Biasalah, menangisi EXO,” Bohong Roxanne.

“Hey! Mereka saja tak menangisimu, untuk apa kau menangisi mereka?” cibir Jessica.

‘benar juga sih. Apa yang dikatakan Jessica,’ batin Roxanne.

“Biarlah. Itu membuktikan bahwa cintaku tulus pada mereka. Walaupun mereka tak mengenalku, walaupun kita tak pernah berbicara langsung,” balas Roxanne sekenanya.

“Terserahlah,” celetuk Jessica sembari memutarkan bola matanya malas. Sedangkan Roxanne menikmati minumannya karena makanannya sudah habis. Pandangan Roxanne kearah jendela dan membesarkan volume musiknya karena suara sahabat-sahabatnya berisik sekali.

“Hey, apa kalian tahu kemarin Roxanne menelpon Steven dan sekarang dia melihat kearah Steven,” celetuk Jessica membuat sahabat-sahabatnya terkejut. Sedangkan Roxanne masih menikmati lagu favoritnya dan tak mendengar ucapan Jessica. Padahal Nathalie, Summer, Jennifer, dan Tiffany memandang kearah Roxanne kemudian mengikuti arah pandangan Roxanne. Benar, disana ada Steven sedang duduk dibangku taman. Kemudian sahabat-sahabat Roxanne memandang Roxanne dan Steven bagai drama di televisi. Sedangkan Roxanne baru sadar sedari tadi ia dilihat oleh sahabat-sahabatnya itu.

“Kenapa kalian melihatku seperti itu?” tanya Roxanne yang bingung dengan tingkah teman-temannya itu.

“benar-benar pasangan serasi. Mereka berdua melakukan hal yang sama,”ucap Tiffany yang melihat Steven sedang mendengarkan musik menggunakan earphonenya, hal yang dilakukan Roxanne juga. Nathalie, Jessica, Summer dan Jennifer pun mengikuti arah pandangan Tiffany.

“Pasangan serasi apanya? Hey ! kalian kenapa sih aku jadi…”ucapan Roxanne menggantung ketika pandangannya mengikuti pandangan Tiffany.

“Hah? Steven? Ada apa dengan Steven?” tanya Roxanne bingung.

“Lihat ! Aku baru sadar, mereka memakai baju yang sama. Seperti baju couple,” bukannya menjawab pertanyaan Roxanne. Summer malah mengatakan hal lain, membuat Roxanne melihat baju yang sedang ia pakai dan melihat baju yang Steven pakai. Yang membedakan baju Steven dengan baju Roxanne adalah baju Steven memiliki kerah sedangkan baju Roxanne tidak.

‘benar, baju yang aku pakai sama dengan baju yang Steven pakai’ batin Roxanne.

“Astaga, Roxe ! kenapa kau tak bercerita tentang hubunganmu dengan Steven. Kapan kalian berpacaran?” tanya Jennifer.

“Pacaran? Aku tak berpacaran dengannya” jawab Roxanne sambil mengernyitkan dahinya.

“Lalu bisa kau jelaskan tentang kau  menelpon Steven? Baju couple? Apa namanya kalau bukan berpacaran? “balas Tiffany. Roxanne memutar bola matanya malas. ‘Oh ayolah, kenapa teman-temanku ingin sekali aku berpacaran dengan Steven. Kenapa harus aku? Kenapa tidak kalian saja yang berpacaran dengannya?’ pikir Roxanne.

“Aku menelpon Steven karena aku tidak tahu ruangan mana yang akan aku taruh file yang diberi Steven, lalu aku menelpon Jessica untuk menanyai nomor telepon Steven karena aku tidak tahu nomor telepon Steven. Namun Jessica salah paham dan terjadilah kesalahpahaman yang besar ini. Dan soal baju , aku tidak mempunyai baju couple dengannya. Mungkin itu hanya sebuah kebetulan,” jelas Roxanne.

“Kebetulan yang akan berubah menjadi takdir?” celetuk Jessica.

“ah sudahlah, waktunya masuk kekelas. Ayo Nath!” ajak Roxanne kepada Nathalie karena ia sudah tak tahan dengan desakan teman-temannya, karena mereka satu ruangan.

“baiklah, Ayo !” jawab Nathalie.

***

Pria berambut hitam itu kini mengangkat setumpuk file dan berjalan entah kemana. Dirinya sedang tidak ada kelas dan hanya menjalani hukuman yang diberinya 6 hari yang lalu. Kini pria itu melihat kearah smartphonenya. Melihat jam digital yang ada di smartphonenya. ‘oh pukul 12.00’ pikir pria itu.  Dilihatnya sebuah panggilan dari seseorang yang pernah hadir didalam hidupnya. Pria itu menjawab panggilan itu.

“hello, Sehun ehm maksudku Steven. Sudah lama tidak menelponmu,” ucap seorang gadis dari sebrang telepon.

“ada apa?” tanya pria itu-Steven.

“kau ada dimana?,”tanya gadis itu.

“di Massachusetts,” jawab Steven singkat.

“Aish! Itu aku juga tahu, maksudku kau ada dimana? Dikampusmu ?” tanya gadis disebrang telpon sembari memutarkan bola matanya. Oh ayolah, dia juga tahu kalau Steven ada di Massachusetts.

“Iya, kenapa?” ujar Steven.

“baiklah, aku akan kekampusmu sekarang. Temani aku untuk berkeliling dikampusmu,” pinta gadis itu membuat Steven mengernyitkan dahinya.

“kau ada di Massachusetts?” tanya Steven.

“iya, dan mulai lusa aku akan kuliah di kampusmu juga,” jawab gadis itu sambil tersenyum disebrang sana.

“tapi kau tidak ada kelas saat ini, kan?” tanya gadis itu.

“Tidak, hanya menjalani hukuman,” jawab Steven sembari membenarkan posisinya.

“oh murid teladan sepertimu bisa juga kena hukuman?” ledek gadis itu.

“hey aku manusia bukan dewa yang sempurna,” balas Steven tak terima.

“ terserahlah, jadi, kau bisa temani aku untuk berkeliling di kampusmu?” tanya gadis itu.

“iya” jawab pria itu singkat.

“baiklah, terimakasih Sehun,” ujar gadis itu.

“hmm, kau tunggu aku dicafe kampus,” suruh Steven.

“baiklah” dan sambungan itu pun terputus. Ya gadis itu. Gadis yang menjabat sebagai mantan kekasihnya menghubunginya lagi. Mereka putus dengan cara yang baik. Mereka putus karena gadis itu ingin fokus belajar dan ingin kembali kekorea meninggalkan Steven di Brooklyn, sedangkan Steven ? Steven yang sekedar menyukainya itu menyetujuinya. Ya memang Steven yang ingin status pacaran itu tapi ternyata itu hanya cinta monyet. Cinta sejatinya ada pada gadis dimasa kecilnya.

***

1 jam kemudian.

Pria berambut hitam yang memiliki tubuh jangkung itu memasuki café dikampusnya. Pria itu melihat kearah smartphone yang ada digenggamannya. Dan dilihatnya sebuah pesan dari seseorang yang menelponnya sejam yang lalu.

‘aku duduk didekat jendela,’ tulis gadis itu dalam pesannya.

‘dekat jendela?’ pikir Steven. Dan manik pure hazel itu melirik kearah jendela dan ketemu! Gadis berambut hitam sebahu itu sedang tersenyum kearah Smartphonenya. Steven pun menghampirinya. Steven langsung meletakkan setumpuk file yang ia bawa dan bersiap untuk duduk. Namun gadis yang ada dihadapannya langsung memeluknya membuat Steven menghentikan pergerakannya.

“Aku merindukanmu Stev!” ujar gadis itu sambil mengalungkan tangannya di leher Steven. Sedangkan Steven hanya mematung tak tahu apa yang harus ia perbuat. Manik pure hazel Steven tak sengaja menangkap Roxanne yang duduk dipojok ruangan sedang menatap layar smartphonenya sambil tersenyum dan ketika dia mengangkat kepalanya dan tak sengaja melihat Steven dan mantan kekasihnya sedang berpelukan, dengan perlahan senyumnya memudar dan menatap kembali layar smartphonenya.

“apa kau tak merindukanku?” tanya gadis itu dengan senyum merekah.

“hmm.. sedikit,” jawab Steven membuat senyuman gadis itu memudar diganti dengan wajah cemberut.

“baiklah, walau sedikit yang penting kau rindu padaku juga,” balas gadis itu.

“Kapan kita berkeliling kampus ini? Sudah hampir sore,” ujar Steven.

“sekarang bagaimana?”

“no problem,” Steven pun menyetujuinya.

“Sebelumnya, aku akan memberi file ini pada orang itu dulu,” lanjut Steven dengan mengarahkan dagunya pada Roxanne yang sedang menatap layar smartphonenya. Dan langsung menghampiri Roxanne diikuti mantan kekasihnya dibelakang.

BRUKK

Bunyi setumpuk file itu saat ditaruh ke meja oleh Steven membuat Roxanne mendongakkan kepalanya, untuk melihat siapa yang berani mengganggu acara santainya.

“Taruh diruangan kimia dilantai 4,” suruh Steven pada gadis berambut pirang itu.

“Bisakah kau menaruhnya dengan lembut? Jika kau tak berniat untuk memberikannya padaku biarkan saja ditaruh diruang dosen biar aku mengambilnya sendiri, jadi kau tak perlu mengganggu acara santaiku dengan suara file yang kau banting,” marah Roxanne.

“Sayangnya Mr.Smith mempercayai aku agar kau melaksanakan hukumanmu dengan benar, jadi mau tak mau aku harus memberikan file ini untuk memastikan bahwa kau sudah menjalani hukumanmu,” balas Steven.

“Tapi kan kau juga dihukum,” celetuk Roxanne sembari melirik kearah gadis disamping Steven.

“jika ingin protes, protes saja pada Mr.Smith jangan padaku,” balas Steven.

“ini tidak adil,” geram Roxanne.

“pacar barumu, Stev?” tanya gadis disamping Steven.

“bukan, hanya teman,” jawab Steven santai.

“teman tapi seperti couple,” celetuk gadis itu dengan nada tak suka.

“Couple?!” pekik Roxanne dan Steven bersamaan kemudian mereka saling menatap kemudian saling membuang muka.

“lihat ! baju couple, tingkah laku sampai berbicara pun bersamaan,” balas gadis disamping Steven membuat Steven melihat kearah bajunya dan baju Roxanne.

‘iya juga sih, bajuku dan bajunya sama’ batin Steven. Sedangkan Roxanne tak perlu melihat kearah bajunya karena ia sudah tahu sebelumnya.

“Stev, bisakah kau pergi ? pacarmu sepertinya cemburu,” ujar Roxanne membuat Steven mengernyitkan dahinya.

“ maksudmu dia? Dia bukan pacarku,” balas Steven kemudian melirik kearah gadis yang berada disampingnya.

“terserahlah, aku tak peduli dia siapamu, tapi bisakah kau pergi ?” Roxanne kembali melihat kearah Smartphonenya.  Dan Roxanne merasakan bahwa Steven tak melakukan pergerakan akhirnya pun ia kembali mendongakkan kepalanya.

“baiklah jika kau tak mau pergi, biar aku saja yang pergi,” ujar Roxanne sambil bangkit dari kursi di cafe itu dan mengambil file yang dibanting Steven tadi. Roxanne mulai berjalan namun pergelangan tangannya ditarik  oleh Steven membuat Roxanne kembali terduduk di kursi cafe itu. Roxanne menoleh kearah Steven dengan kening mengerut.

“Maaf mengganggu acara santaimu,” ucap Steven kemudian pergi diikuti gadis disampingnya tadi. Roxanne pun hanya menggelengkan kepalanya.

***

Roxanne POV

Akhirnya kelas sudah berakhir. Tapi aku masih betah dikampus. Aku mengeluarkan smartphoneku dari dalam tasku dan membuka aplikasi Line. Aku menuliskan pesan di group chat.

‘kalian ada dimana?’ tanyaku pada pesan itu.

‘aku bersama baekhyun ingin ke restaurant’ balas Nathalie.

‘itu aku juga tahu’ aku pun memutarkan bola matanya ketika Nathalie membalas seperti itu. Oh ayolah bagaimana aku tidak tahu? Jelas-jelas aku melihat Nathalie dan Baekhyun tadi saat keluar dari ruangan. Baekhyun yang langsung mengajak Nathalie membuat aku sendirian turun kelantai dasar.

‘memangnya Baekhyun ada di Massachusetts? Bukannya dia ada di Korea?’ balas Tiffany.

‘Iya dia ada disini, dia kesini untuk liburan’ balas Nathalie.

‘aku diajak jalan sama Elias’ balas Jennifer.

‘aku bersama Alexander ke mall’ balas Tiffany.

‘oh ayolah, apa kalian sedang berkencan semua? Tak ada yang ingin menemaniku?’jawabku.

‘sayangnya tidak, aku dan Summer ada kelas’balas Jessica.

‘makanya berpacaran dengan Steven, aku yakin kau tak akan sendirian’ lanjut Jessica.

‘berpacaran dengannya? Yang benar saja’ balasku sambil berjalan menuju cafe entah mengapa aku ingin kesana terus. Aku berjalan masih dengan smartphone digenggamanku. Cafenya sangat ramai, semua tempat sudah diduduki hanya ada satu tempat yaitu dipojok ruangan

‘Hey Jessica benar, kau tak akan meminta kami untuk menemanimu karena kau sudah mempunyai Steven’ kini Nathalie mulai meledekku.

‘jangan meledekku Nath’ balasku sambil menunggu minuman yang kupesan datang.

‘lebih baik aku berpacaran dengan member EXO’ lanjutku

‘ahh EXO lagi, EXO lagi. Tak ada lagi yang kau suka selain EXO ?’ balas Jessica.

‘tidak, aku sudah setia dengan EXO, lagipula apa urusannya denganmu?’

‘ah sudahlah, aku tak ingin ribut denganmu’ Jessica akhirnya mengalah.

‘Hey teman-teman, Chanyeol mengajak kalian untuk date bersama , menyambut kedatangan Baekhyun’ Summer pun akhirnya muncul didalam obrolan. Tapi kenapa harus date bersama? Aku kan tak mempunyai pasangan.

‘date bersama? Aku tidak ikut ya..’ balasku.

‘ kenapa, Roxe? Karena kau tak mempunyai pasangan?’ jawab Jessica.

‘hmm iya itu termasuk, namun alasan lainnya karena aku harus mengerjakan tugas’ lagipula untuk apa aku ikut? Aku akan menjadi nyamuk disana. Entah mengapa aku tersenyum mengingat ada tugas, itu bisa menjadi alasanku.

‘Sudah kubilang berpacaran dengan Steven saja, Roxe. Kau tak akan kebingungan saat diajak date bersama’ balas Jessica. Aku pun mendongakkan kepalaku berniat untuk menyesap minumanku namun pandanganku bertemu dengan manik pure hazel milik Steven yang kini sedang dipeluk seseorang. Entah mengapa hatiku merasa tidak enak melihatnya. Lalu aku kembali menaruh pandanganku pada layar smartphoneku.

‘Steven sudah mempunyai kekasih, untuk apa kalian masih menjodohkan aku dengannya’ balasku. Entah mengapa aku merasa tidak enak ketika mengetik pesan itu. Namun sudah terlanjur aku sudah menekan Send.

‘ oh kau cemburu?’ Summer pun ikut campur untuk memanasiku.

‘tidak, untuk apa aku cemburu?’

‘ah sudahlah,Roxe. Makanya dari kemarin kita berusaha mendekatkanmu dengan Steven kau jangan menolak terus. Giliran Steven sudah mempunyai kekasih kau malah seperti ini’ Nathalie pun juga ikut campur. Oh astaga, kenapa semua jadi salah paham begini?

‘tuh dengarkan apa yang dikatakan Nathalie’ balas Tiffany.

‘tapi setahuku Steven belum mempunyai kekasih sampai saat ini’ balas Jessica. Entah mengapa hatiku sedikit lega melihat pesan itu. Hey, ada apa denganku? Ada yang salah denganku belakangan ini.

BRUKK

Siapa yang berani mengganggu acara santaiku? Tidak sopan pula –Pikirku. Aku pun mendongakkan kepalaku dan melihat Steven beserta seorang gadis berdiri disampingnya.

‘aku rasa dia yang memeluk Steven tadi’ batinku sambil melirik kearah gadis yang ada disamping Steven.

“Taruh diruangan kimia dilantai 4,” suruh Steven padaku.

‘Hey apa-apaan dia, lagaknya seperti bos saja’ batinku.

“Bisakah kau menaruhnya dengan lembut? Jika kau tak berniat untuk memberikannya padaku biarkan saja ditaruh diruang dosen biar aku mengambilnya sendiri, jadi kau tak perlu mengganggu acara santaiku dengan suara file yang kau banting,” marahku.

“Sayangnya Mr.Smith mempercayai aku agar kau melaksanakan hukumanmu dengan benar, jadi mau tak mau aku harus memberikan file ini untuk memastikan bahwa kau sudah menjalani hukumanmu,” balas Steven.

“Tapi kan kau juga dihukum,” Hey ini tidak adil, kenapa Mr.Smith mempercayainya padahal dia juga sedang dihukum. Terlihat seperti hanya aku yang dihukum.

“jika ingin protes, protes saja pada Mr.Smith jangan padaku,” balas Steven.

“ini tidak adil,”aku mulai geram.

“pacar barumu, Stev?” tanya gadis disamping Steven. Hey, itu tidak benar. Tapi entah mengapa hatiku senang mendengarnya. Ada apa denganku, sih? Sepertinya aku harus ke dokter mengenai emosiku belakangan ini.

“bukan, hanya teman,” jawab Steven santai. Baru senang kenapa harus terpuruk lagi. Seharusnya aku tidak mendengarnya tadi. –pikirku.

“teman tapi seperti couple,” celetuk gadis itu dengan nada tak suka.

“Couple?!” pekikku dan Steven bersamaan kemudian aku menatap kearah Steven dan ternyata Steven juga menatapku kemudian aku membuang mukaku.

“lihat ! baju couple, tingkah laku sampai berbicara pun bersamaan,” balas gadis disamping Steven membuat Steven melihat kearah bajunya dan baju Roxanne.

‘kenapa hari ini banyak sekali yang berbicara tentang bajuku dan bajunya?’ batinku.

“Stev, bisakah kau pergi ? pacarmu sepertinya cemburu,” ujarku membuat Steven mengernyitkan dahinya.

“ maksudmu dia? Dia bukan pacarku,” balas Steven kemudian melirik kearah gadis yang berada disampingnya. Dan lagi-lagi, entah mengapa perasaanku bertambah lega.

“terserahlah, aku tak peduli dia siapamu, tapi bisakah kau pergi ?” aku kembali melihat kearah Smartphoneku dan berniat membalas pesan di Group chat.  Dan aku merasakan Steven tak melakukan pergerakan akhirnya aku mendongakkan kepalaku lagi.

“baiklah jika kau tak mau pergi, biar aku saja yang pergi,” ujarku sambil bangkit dari kursi di cafe itu dan mengambil file yang dibanting Steven tadi. Aku mulai berjalan namun pergelangan tanganku ditarik  oleh Steven membuatku kembali terduduk di kursi cafe itu. aku menoleh kearah Steven dengan kening mengerut. Astaga, perasaan apa lagi yang muncul kali ini. Entah mengapa aku seperti tersengat listrik saat tangannya menahanku, dan entah mengapa aku gugup sekarang. Ada apa dengan diriku?

“Maaf mengganggu acara santaimu,” ucap Steven sembari melepaskan tangannya kemudian pergi diikuti gadis disampingnya tadi. Setelah steven pergi, aku pun kembali melihat group chat.

‘untuk menyambut kedatangan Baekhyun, kita akan makan malam di beat brasserie pukul 08.00 malam’ Summer mengirim pesan itu membuatku memutarkan bola mataku malas.

‘kukira acara date bersama itu tidak jadi’ balasku.

‘acara itu harus terlaksana. Dan kau pun harus datang’ jawab Summer.

‘untuk apa aku harus datang? Aku juga tidak melakukan apa-apa disana, hanya menonton kalian yang sedang berkencan dan aku akan diacuhkan. Lebih baik aku mengerjakan tugasku yang deadlinenya minggu depan’ balasku.

‘tak ada kata penolakan, kita harus kumpul di rumah Jessica pukul 06.00.’ perintah Summer.

‘ah terserahlah, aku mau mengantar file ini dulu’ balasku dan aku pun bangkit dari kursi cafe itu berniat untuk menaruh setumpuk file ini.

~To be continued ~

Author’s note : Hai ! maaf banget ini udah berapa tahun gak di update- update. Kalo kalian lupa dengan cerita sebelumnya kalian bisa baca dari chapter 1 atau berapalah terserah. Pokoknya maaf banget baru update sekarang. Dan maaf untuk Typo yang bertebaran.

17 thoughts on “(Freelance) My Love Story [6]

  1. Akkhh… 😬
    Apa susahnya si sehun oppa ngaku ke yoona eonni klo dya itu sehun, sahabat sekaligus cinta pertamanya yoona.
    Greget bgt lihatnya.
    Sumpah ya thor ni cerita menarik bgt… 👍
    Good job nich cerita 👍

    Thor nextnya di tunggu loh thor… 😊
    Secepatnya kalo bisa donk thor…
    Penasaran bgt soalnya sama kelanjutannya. Pokoknya fighting ya thor…

  2. Sehun cepetan ngaku apaaa, gregetan ihh 😑

    lanjutannya jangan sampe lama lagi thorr 😂 lupa alurnya 😶

    ditunggu kelanjutannya thor, FIGHTING 💪

  3. Duhh steven sama roxanne pacaran aja lahh wkwk
    Kasian jomblo sendiri diantara temen2nya lol
    Bagus ffnya thor
    Dithnggu chapter slanjutnya ya thor, penasaran steven-roxanne moments wkwk

  4. Hampir lupa crtanya gra2 klmaan niii…
    Kyanya yoona jg udh mulai trtarik ma sehun kya agk cmbru gra2 ada mantanya sehun dtng…
    Momnt yoonhunya donk part brkutnya thor

  5. Akhirnya di lanjutin jg thor.. gomawo. Btw, sehun tau gk sih klo nama korea roxane itu yoona? Klo gk tau, knp gk tanya ma tmn2nya yang lagi ganti profesi jd stalker?
    Yang pasti msh tetap penasaran dg kelanjutan cinta yoonhun. Keep writing thor..

  6. Aih sampai lupa cerita sebelumnya , lamaan nih author updatenya sampai lupa dulu komen pake id ape ye , duh mana dede lupa’an nih hehehe . Kira kira siapa ya tu cewe , trus yoona itu sebenernya suka ma lulu apa ohseh? Maygad sama leo oppa aja eon ohok :v , ntar yoong eonnie kalo ikut malah di cuekin , kga kali ya . Lah trus ngapa ohseh diem aja di peluk begitu ih , who is she beybeh? . /cekikleherohseh . Mantan kamu? Jangan baper bang kamu harus inget yoona itu jodohmu :v dicerita ini maksudnya :v

  7. Akhirnya update jugaaa setelah sekian lama ya thor. Aku sampe lupa lagi nama2 barat itu siapa aja, hehehe, tp nanti aku cari tau lg deh di ep sebelumnya.
    Ditunggu chapter selanjutnya thor, keep writing! Hwaiting! 😄😆

  8. Rsanya udah lama bnget ga bca ff INI,, smpai lupa jlan critanya 😂
    Mreka a.k.a YoonHun mmng knal, tpi knapa Yoong ga ingat wjah Sehun?
    Okelah dtunggu aja klnjutannya, jngan klmaan yaa, ntar lupa lagi 😅
    FIGHTING!!!

  9. Jujur ajah thor, aku baca ulang chap 5 nya loh wkwk lupa sama fanfic ini
    Tapi pas liat update fanfic ada fanfic ini langsung keinget ‘aku dulu pernah baca ini… tapi lup deh’ wkwk bagus author, update soon jusseyoo. Pengin baca lanjutannya. Mantan sehun itu siapa? Trus udahlah Sehun sama Yoona pacaran ajah, udah cocok banget kok

  10. smpe lpa ff ini…akhrnya diupdet lg….msh bingung dg nama2 barat mrk….kok kayaknya agak beda ya ma yg sblmnya…detail bgt hehhee jd agak gmn gt tp ini mnrt q ya jngn diambil hati lho…tp q ska kok…dan siapa ce itu??jd stev udah tau klo itu yoona??

  11. Ceritanya bikin penasaran >.<
    Suer bagus banget🙂🙂
    Next chapter jangan lama2 ya thor😉😉
    Fighting!❤❤❤

  12. Seriusan aku nunggu ceritanya ini lama banget. Udah hopeless kirain ga dilanjut
    Eh ternyata dilanjut.
    Keren bgt

  13. keren thor… lma bgt nie nunggu kljtn y….tp ky y ad double ya thor… pas steve naro file … kljtn y jgn lma2…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s